Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Perubahan pola hidup manusia berubah seiring bergantinya zaman. Di era modern seperti saat ini, manusia membutuhkan segala sesuatu yang efisien dan bersifat praktis dalam segala bidang, tidak terkecuali dalam bidang pangan. Hal itu ditandai dengan semakin maraknya restoran cepat saji atau yang lebih dikenal dengan restoran fast food. Memang secara langsung, restoran fast food memberikan manfaat dalam hal mempersingkat waktu dalam menyediakan makanan, sehingga tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Tetapi, dalam jangka panjang restoran fast food akan mengakibatkan dampak yang sangat berbahaya. Salah satu dampak yang merugikan dari restoran fast food adalah semakin timbulnya banyak penyakit. Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan dari dampak restoran fast food adalah darah tinggi. Penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, karena penyakit darah tinggi merupakan penyakit yang tidak mudah untuk disembuhkan. Selain itu, penyakit darah tinggi merupakan penyakit yang dapat menimbulkan penyakit lain yang lebih berbahaya. Penyakit yang dapat ditimbulkan dari penyakit darah tinggi adalah stroke dan penyakit jantung yang mana merupakan pembunuh nomor satu di dunia. (www.infopenyakit.com/hipertensi) Untuk menyembuhkan penyakit darah tinggi, dibutuhkan biaya yang sangat tidak murah dan tidak dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Selain dari biaya yang mahal, pengobatan penyakit darah tinggi membutuhkan waktu yang lama dan sangat sulit.

Sebagian orang percaya bahwa untuk menyembuhkan penyakit darah tinggi adalah cukup tidak memakan daging karena daging dianggap sebagai penyebab utama timbulnya penyakit darah tinggi. Namun, apabila kita menghentikan konsumsi daging hal tersebut akan memperburuk keadaan. Daging merupakan salah satu bahan pangan yang penting sebagai sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Tetapi apabila seseorang telah menderita penyakit darah tinggi, maka orang tersebut akan mendapat larangan untuk mengkonsumsi daging. Hal ini sangat merugikan bagi penderita darah tinggi, karena penderita akan mengalami kekurangan protein. Salah satu alternatif bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan protein adalah dengan mengkonsumsi jamur tiram. Jamur tiram merupakan jenis jamur kayu, memiliki kandungan nutrisi tinggi. Jamur tiram dapat digunakan sebagai sumber makanan alternatif setara daging dan ikan yang bergizi tinggi. Jamur adalah termasuk bahan makanan yang saat ini sedang populer dan menjadi makanan favorit khususnya bagi mereka yang sensitif dengan isu kesehatannya, obesitas, dan sebagainya Masyarakat umumnya memilih jamur sebagai salah satu bahan makanan sebab jamur termasuk sayuran yang memiliki kandungan kalori, protein, dan hidrat arang yang rendah. Jamur ternyata sangat baik untuk kesehatan. Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, Jamur tiram mengandung protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.

Menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian kandungan gizi jamur tiram terdiri dari Protein rata-rata 3.5 4 % dari berat basah. Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering, kandungan proteinnya 10,530,4%. Sedangkan beras hanya 7.3%, gandum 13.2%, kedelai 39.1%, dan susu sapi 25.2%. Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin. 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari. (http://.jatim.litbang.deptan.go.id) Oleh karena itu, dengan adanya minat masayarakat terhadap jamur sebagai salah satu bahan makanan dan kandungan gizi dari jamur tiram, kami mencoba untuk meneliti manfaat penggunaan jamur tiram sebagai bahan pembuatan daging bagi penderita darah tinggi, sehingga para penderita darah tinggi masih bisa mengkonsumsi daging tanpa harus memikirkan dampak yang berbahaya serta minat masyarakat terhadap daging hasil olahan jamur tiram sebagai pengganti daging sapi.

a. Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara pengolahan jamur tiram yang digunakan sebagai bahan pembuatan daging? 2. Bagaimana minat masyarakat terhadap daging hasil olahan dari jamur tiram?

b. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui cara pengolahan jamur tiram sebagai bahan pembuatan daging sebagi pengganti daging sapi 2. Untuk mengetahui minat masyarakat terhadap daging hasl olahan dari jamur tiram sebagai pengganti daging sapi.

c. Manfaat Penelitian 1. Sebagai referensi untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan dan pembuatan jarum tiram sebagai bahan pembuatan daging bagi penderita darah tinggi. 2. Sebagi referensi untuk mengetahui minat masyarakat terhadapa daging hasil olahan dari jamur tiramsebagai pengganti daging sapi.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori a. Pengertian Darah Tinggi Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya. (www.infopenyakit.com/hipertensi) Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga. Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita ke dalam kasuskasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack).

b. Jenis-Jenis Darah Tinggi Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 tipe klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary : 1. Hipertensi Primary Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi. 2. Hipertensi Secondary Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut). Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu. Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.

Penyakit darah tinggi memiliki berbagai tingkatan berdasarkan besar-kecilnya tekanan darah di dalam tubuh manusia. Berikut ini adlah table klasifikasi darah tinggi manusia berdasarkan tekanan darah di dalam tubuh.

KATEGORI

TEKANAN DARAH SISTOLIK DIASTOLIK < 80 mmHg 80-89 mmHg 90-99 mmHg 100 mmHg

1. Normal 2. Pre-hipertensi 3. Stadium 1 4. Stadium 2

< 120 mmHg 120-139 mmHg 140-159 mmHg 160 mmHg

c. Penyebab Darah Tinggi Penyebab dari penyakit darah tinggi penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (antiinflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. d. Penanganan Dan Pengobatan Penyakit Darah Tinggi Apabila seseorang menderita dan mengalami darah tinggi, penanganan dan pengobatan untuk meredakan darah tinggi tersebut dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi) dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung garam (Sodium/Natrium). Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ; Jangan meletakkan garam diatas meja makan

Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan Batasi konsumsi daging dan keju Hindari cemilan yang asin-asin Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium 2. Kandungan Potasium/Kalium Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi). Selain itu, Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat; Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan. Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah. Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.

e. Pengertian Jamur Tiram Jamur tiram (Pleurotus oestreatus) merupakan jamur konsumsi termasuk ke dalam Kelas Basidiomycetes. Dinamakan demikian karena bentuknya seperti tiram atau

ovstermushroom dengan beberapa jenis warna, tetapi yang paling disukai konsumen jamur tiram putih. Jamur tiram tumbuh sepanjang tahun diberbagai iklim Ini adalah jamur kayu yang tumbuh berderet menyamping pada batang kayu lapuk. Jamur ini memiliki tubuh buah yang tumbuh mekar membentuk corong dangkal seperti kulit kerang. Tetapi ada yang menyebut sebagai Jamur Barat. Ada beberapa jenis jamur tiram yaitu jamur tiram putih susu., Jamur tiram merah jambu, Jamur tiram kelabu, dan jamur tiram coklat. Jamur tiram putih yang paling dikenal enak dan disukai masyarakat. Menurut sistematikaklasifikasi jamur tiram adalah sebagai berikut: Klasifikasi Kingdom Plantae Divisi Thallaphyta Sub divisi Fungi Kelas Eumycetes Ordo Basidiomycetes Familia Agaricaceae Genus Pleurotus Spesies Pleurotus ostreatus Ciri jamur tiram antara lain sebagai berikut: 1. bentuk tudung seperti tiram, 2. lebar mencapai 25 cm,tebalnya 0,5-2 cm, yang tumbuh di daerah dingin biasanya tudungnya lebih tebal dibandingkan yang yang tumbuh di suhu yang lebih panas. 3. Spora jamur tiram berbentuk elip. 4. Ukuran 9 x 4,5 m (m = 0.001 mm), warna putih dan halus bau jamur tiram licorice agak manis seperti gula merah. 5. Jamur tiram termasuk organisme yang bersifat saprofit : hidup pada bahan organik yang sudah tidak berguna. Misalnya kayu lapuk dari beberapa jenis Angiospermae.

f. Perkembangbiakan Jamur Tiram Jamur tiram tumbuh dan berkembang sepanjang tahun di berbagai iklim tropis dan sub tropis. Di negara yang mempunyai 4 musim. Jamur tiram tumbuh baik pada musim panas. Di Indonesia jamur tiram bisa tumbuh saat musim hujan maupun kemarau. Budidaya jamur tiram biasa dilakukan di dalam rumah jamur atau kumbung. Syarat rumah jamur

suhu ruangan tidak lebih dari 28o C kelembaban ruangan 80-90%. Miselium tumbuh optimal pada suhu 25-23o C, sedangkan pertumbuhan tubuh buah optimum pada suhu 18-20o C, lingkungan substrat yang dikehendaki dengan pH 5,5 sampai pH 6,5 lebih dari itu pertumbuhan akan terganggu. Kadar air media yang cocok sekitar 60%. Cahaya yang disukai selama pertumbuhan jamur tiram dengan penyinaran tidak langsung. Tidak lebih dari 40 lux. Kelembaban ruangan penyimpanan 80-85% baik untuk pertumbuhan tubuh buah. Jamur tiram yang tumbuh mula-mula kecil-kecil putih pipih. Pada saat jamur masih muda ujungnya melengkung ke bawah membentukl engkungan. Jika sudah tua dan siap panen jamur bagian tengan dan ujung tangkai berada di bawah dan ujungnya naik. Jamur melebar hingga diameter 20 cm dan tubuhnya tebal.

g. Manfaat Jamur Tiram Keanekaragaman bahan pangan dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan bahan pangan. Jamur tiram termasuk jenis sayuran yang sudah mulai dikenal masyarakat sebagai bahan pangan baru. Dikatakan baru sebenarnya kurang tepat karena jamur tiram sebenarnya sudah lama dikenal enak dimakan. Hanya saja kenyataan di masyarakat konsumsi jamur tiram di masyarakat belum luas. Seiring dengan populasi jamur sebagai bahan makanan yang enak dan bergizi permintaan jamur tiram di masyarakat terus meningkat. Di media massa, seperti media cetak maupun elektronik. Pernah beberapa kali diberitakan tentang jamur tiram. Tetapi jenis sayuran ini belum familiar di masyarakat. Hal ini disebabkan karena jamur merang dan jamur kuping dikenal lebih dahulu dan sering dikonsumsi menjadi masakan sehari-hari. Jamur merang ada yang dijual dalam bentuk sudah dikalengkan dan jamur kuping dijual dalam bentuk kering yang tahan lama. Beberapa restoran, rumah makan dan catering sering mengolah jamur merang dan jamur kuping menjadi hidangan yang lezat.

Penelitian lainnya adalah hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang "Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect". Telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki: perempuan = 1:1, usia setengah umur, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan, secara statistik sangat menjanjikan, yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan triglycerol turun 27,2 persen. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.

B. PENGKAJIAN HASIL-HASIL PENELITIAN TERDAHULU Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi cukup baik. Komposisi kimia yang terkandung tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), ia berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, sekitar ada sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang istimewa 72 persen lemaknya tidak jenuh, jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavine), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K, P, Ca, Na, Mg, dan Cu. Kandungan serat mulai 7,4-24,6 persen sangat baik bagi pencernaan. Jamur mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet. Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan. Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.

Dari hasil penelitian Departemen Sains, Kementerian Industri Thailand, jamur tiram (Oyster mushroom) mempunyai kandungan: protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen, abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg Vitamin C. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia. Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg. Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. Jamur Tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur tiram juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit, seperti lever, diabetes, anemia, sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan darah tinggi.

h. Tabel Kandungan Nutrisi Jamur Tiram Komposisi dan Kandungan Nutrisi Jamur Tiram Per 100 gram KANDUNGAN 56,6 % 10,5-30,4 % 367 kal 1,7-2,2 % 0,2 mg 4,7-4,9 mg 77,2 mg 314 mg 3,793 mg 717 mg 837 mg 3,4-18,2 mg 7,5-87 % 0,75 mg 12,40 mg

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

ZAT GIZI Karbohidrat Protein Kalori Lemak tak jenuh Tianin Riboflavin Niasin Ca (kalsium) K (kalium) P (fosfor) Na (natrium) Fe (zat besi) Serat Vitamin B-1 Vitamin C

(http://.jatim.litbang.deptan.go.id)

Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan pangan ini termasuk aman untuk dikonsumsi. Adanya serat yaitu lignoselulosa baik untuk pencernaan. Selain dari tabel gizi tersebut, manfaat lain dari jamur tiram dibuktikan dengan adanya USDA (United States Drugs and Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Di Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor.

Beta-1,3/1-6-Glucan secara alami berasal dari polysaccharida yang secara intensif dipelajari sejak tahun 1950 sebagai antitumor dan perangkat immunostimulating (pemicu kekebalan). Pleuran adalah Beta- 1,3/1-6-Glucan diisolasi dari jamur tiram yang mempunyai kandungan polysaccharida tinggi, biasa digunakan untuk cream, salep, suspensi, dan bedak untuk perawatan wajah di dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00 persen. Perawatan wajah ini berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik, 18,2 persen sembuh total (www.glucan.com/therapy2002)