Anda di halaman 1dari 4

Ekstraksi padat/cair: ekstraksi kaIein dari teh

KaIein merupakan senyawa yang termasuk golongan alkaloid.


Alkaloid adalah senyawa yang mengandung atom nitrogen dan
umumnya berasa pahit. KaIein terdapat pada teh (disebut thein)
dalam jumlah yang cukup besar, yakni 30-75 mg per cangkir.
Jumlah yang cukup besar ini membuat kaIein cukup mudah
diekstrak dari teh.
Selain kaIein/thein, di dalam teh terdapat senyawa alkaloid
yang lain yaitu tannin. Tannin dapat ditemui dalam jumlah
besar di dalam teh. Tannin inilah yang memberikan rasa sepat
pada teh.
Pada percobaan, pertama tama pada daun teh kering dan
natrium karbonat (Na
2
CO
3
) di tambahkan air mendidih.
Penambahan Na
2
CO
3
berIungsi menggaramkan senyawa lain
(selain kaIein) sehingga tidak larut dengan Iasa organik. Pada
percobaan ini digunakan Na
2
CO
3
karena Na
2
CO
3
dapat
mengikat tanin. Kemudian campuran didekantasi,
menambahkan air panas pada teh lagi dan didekantasi lagi,
sampai 3 kali. Eksrak teh yang diperoleh dari 3 kali dekantasi
dicampur dan di masukkan dalam labu Erlenmeyer.
Setelah didinginkan sampai suhu kamar, dilakukan ekstaksi di
dalam corong pisah dengan penambahan diklorometana yang
berIungsi sebagai Iasa organik yang memiliki kemampuan yang
baik dalam melarutkan kaIein. Penggunaan corong pisah
bertujuan untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan. Ekstraksi
dilakukan dengan pengocokan yang tidak boleh terlalu keras
untuk menghindari terbentuknya emulsi. Setelah terdapat dua
Iasa, untuk mengetahui yang mana Iasa air maka campuran
ditetesi dengan air, dan ternyata Iasa air terdapat pada bagian
yang hitam, berarti Iasa organic adalah yang bening. Setelah
ekstraksi, larutan diberi CaCl
2
anhidrat untuk menghilangkan
air yang masih tersisa karena CaCl
2
anhidrat bersiIat menyerap
air.
Setelah itu, dilakukan dekantasi ekstrak diklorometana untuk
diperoleh Iiltrat. Filtrat ini kemudian didistilasi dengan
menggunakan distilasi sederhana. Distilasi dilakukan untuk
memisahkan kaIein dari diklorometana. Diklorometana
memiliki titik didih lebih rendah sehingga menguap lebih dulu
daripada kaIein dalam proses ditilasi. Pada distilasi ini terukur
suhu ketika tetesan pertama yaitu 34%C, yang berarti campuran
sudah mulai mendidih pada suhu ini.
Kemudian dilakukan rekristalisasi menggunakan aseton panas
untuk menurunkan kelarutan kaIein (kaIein yang semula sangat
larut dibuat menjadi agak larut). Setlah dipindahkan ke
Erlenmeyer dan dalam keadaan panas ditambahkan ligroin
untuk membuat larutan semakin tidak larut sehingga mulai
terbentuk kristal kecil kaIein. Penambahan ligroin ini membuat
kelarutan kaIein turun secara drastis sehingga larutan
mengeruh. Penambahan ligroin jumlahnya harus tepat sampai
larutan tepat jenuh karena apabila berlebihan, larutan akan
lewat jenuh dan tidak mengendap lagi. Selain itu harus
dihindari goncangan yang dapat mengakibatkan terganggunya
proses pembentukan kristal kaIein. Setelah ditetesi ligroin,
larutan didinginkan untuk membantu mempercepat proses
terbentuknya kristal. Kristal yang terbentuk tidak terlalu
banyak. Hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya Iaktor
antara lain terbentuknya emulsi, sehingga banyak kaIein yang
terperangkap dan tidak dapat diekstraksi.
2. Uji Alkaloid
KaIein merupakan salah satu senyawa alkaloid, sehingga pada
campuran ini dapat di lakukan uji alkaloid untuk menguji
keneradaan alkaloid. Dalam uji ini ada 2 jenis pereaksi yang di
gunakan yaitu pereaksi Meyer dan pereaksi DragendorII. Pada
pengujian dengan pereaksi meyer akan terbentuk endapan
kuning muda. Warna kuning muda ini berasal dari ion Pb yang
merupakan alah satu komposisi pereaksi Meyer yaitu larutan
Na-Pb-iodida. Adapun pada pengujian dengan pereaksi
DragendorII akan terjadi endapan jingga bila pengujian positiI.
Warna ini berasal dari ion Bi yang berasal dari salah satu
komposisi pelarut DragendorII yaitu larutan Na-Bi-Iodida.
3. Ekstraksi cair cair (kelarutan)
Ekstraksi merupakan metode pemisahan yang melibatkan
proses pemindahan satu atau lebih senyawa dari satu Iasa ke
Iasa lain dan didasarkan pada prinsip kelarutan. Jika kedua Iasa
tersebut merupakan Iasa cair yang tak saling bercampur maka
disebut ekstraksi cair cair. Tujuan ekstraksi adalah untuk
menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam simplisia.