Anda di halaman 1dari 4

Pengantar Hukum Indonesia Skenario 1:hukum Adat

Kelompok 12 Pengantar Hukum Indonesia Nama:Sendy Shah Alam Nomor Mahasiswa:10/296380/HK/18295

Inti masalah
:jastin baber,melakukan pelanggaran menurut pecalang yang menjaga pura dengan tujuan menyerahkan jastin ke kelian adat,untuk ditindak lanjuti karen melakukan delik adat yang berlaku dalam lingkungan masyarakat di daerah itu,dan made setiawan,selaku ayahnya menelepon seorang pengacara untuk membebaskan anaknya dari tuduhan yang di tmpakan terhadap masyarakat adat di

daerah tersebut.

Terminologi
Kelian: dalam kehidupan masyarakat di Bali adalah pemimpin pada banjar atau desa. Dia dipilih oleh warganya karena memiliki integritas dan dipercaya. Pecalang: Pecalang merupakan satuan petugas keamanan tradisional di Bali, yang awalnya sebatas membantu kelancaran pelaksanaan upacara keagamaan ataupun adat. Namun sekarang, posisi pecalang lebih berkibar dan begitu dipentingkan dalam berbagai kegiatan pengamanan di Bali. Pelanggaran adat: Segala perbuatan atau kejadian yang sangat menggangu kekuatan batin masyarakat, segala perbuatan atau kejadian yang mencemarkan suasana batin, yang menentang kesucian masyarakat, merupakan delik terhadap masyarakat seluruhnya Hukum Adat:Prof. Mr. Cornelis van Vollen Hoven:Hukum adat adalah keseluruhan aturan tingkah laku masyarakat yang berlaku dan mempunyai sanksi dan belum dikodifikasikan.

unsur-unsur dari pada hukum adat sebagai berikut : 1. Adanya tingkah laku yang terus menerus dilakukan oleh masyaraka. 2. Tingkah laku tersebut teratur dan sistematis 3. Tingkah laku tersebut mempunyai nilai sakral 4. Adanya keputusan kepala adat 5. Adanya sanksi/ akibat hukum 6. Tidak tertulis 7. Ditaati dalam masyarakat

Pokok Permasalahan
Apakah lawyer bisa berpengaruh dalam hukum adat Dalam hal ini,lawyer lebih memiliki posisi sebagai penengah dan juru bicara dalam menangani delik adat,dimana mereka bertugas mendampingi kliennya ketika hukum adat ditegakkan atau sebagai negosiator,dalam kasus ini lawyer yang membela justin haruslah lawyer yang telah berpengalaman dalam menangani delik adat di daerah tersebut. Apakah orang dari dunia luar termasuk dalam hukum adat? Hukum delik adat bersifat tidak statis (dinamis) artinya suatu perbuatan yang tadinya bukan delik pada suatu waktu dapat dianggap delik oleh hakim (kepala adat) karena menentang tata tertib sehingga masyarakat perlu ada reaksi (upaya) adat untuk memulihkan kembali,selain itu kita melihat bahwa ada faktor hukum dimana jika kita menginjak suatu daerah,haruslah kita mengikuti aturan

yang ada di dalam komunitas tersebut,walaupun kita bukan penduduk asal sana,tapi dalam suatu suku atau adat yang ada,sebagai pendatang,haruslah mengerti dan mengetahui peraturan yang berjalan di daerah yang di datanginya,jika pendtang dari luar melakukan delik adat hukum,maka mereka haruslah di sidang seusi dengan adat yang berlaku.hukum adat diakui sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 18B ayat (2) yang menyatakan : Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.Pasal 18 B ayat (2) dan Pasal 28 I ayat (3) pada prinsipnya mengandung perbedaan dimana Pasal 18 B ayat (2) termasuk dalam Bab VI tentang Pemerintahan Daerah sedangkan 28 I ayat (3) ada pada Bab XA tentang Hak Asasi Manusia. Lebih jelasnya bahwa Pasal 18 B ayat (2) merupakan penghormatan terhadap identitas budaya dan hak masyarakat tradisional (indigeneous people).Dikuatkan dalam ketentuan UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pada Pasal 6 ayat 1 dan ayat 2 yang berbunyi :
(1) Dalam rangka penegakan hak asasi manusia, perbedaan dan kebutuhan dalam masyarakat hukum dapat harus diperhatikan dan dilindungi oleh hukum, masyarakat dan pemerintah. (2) Identitas budaya masyarakat hukum adat, termasuk hak atas tanah ulayat dilindungi, selaras dengan perkembangan zaman. Sebagaimana Penjelasan UU No. 39 Tahun 1999 (TLN No. 3886) Pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa hak adat yang secara nyata masih berlaku dan dijunjung tinggi di dalam lingkungan masyarakat hukum adat harus dihormati dan dilindungi dalam rangka perlindungan dan penegakan Hak Asasi Manusia dalam masyarakat bersangkutan dengan memperhatikan hukum dan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya penjelasan Pasal 6 ayat (2) menyatakan dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia, identitas budaya nasional masyarakat hukum adat yang masih secara nyata dipegang teguh oleh masyarakat hukum adat setempat, tetap dihormati dan dilindungi sepanjang tidak bertentangan dengan asas-asas Negara Hukum yang berintikan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam ketentuan tersebut, bahwa hak adat termasuk hak atas tanah adat dalam artian harus dihormati dan dilindungi sesuai dengan perkembangan zaman, dan ditegaskan bahwa pengakuan itu dilakukan terhadap hak adat yang secara nyata dipegang teguh oleh masyarakat hukum adat setempat.

Apakah hukum adat dapat di musyawarahkan? Dalam beberapa kasus,hampir semua penyelesaian hukum adat sendiri dilakukan dengan cara musyawarah,karena pada dasarnya pengadilan adat dilakukan dengan cara musyawarah yang dilakukan dengan pemuka adat,dengan tujuan agar bisa menentukan sanksi apa yang diberikan terhadap si bersalah. dalam pandangan Laica Marzuki di atas hukum harus memperhatikan kebutuhan - kebutuhan masyarakat.terlihat beberapa kasus,menunjukkan bahwa dalam suatu pengadilan adat,dilakukan secara musyawarah.jadi dalam kasus ini bisa dimusyawarahkan. Solusi:

Berdasarkan hukum adat di bali,jastin biber haruslah menghadap ke kepala desa,biarpun bersalah ataupun tidak,agar bisa di musyawarahkan di dalam peradilan adat,dan justin harus menerima segala hukuman yang diberikan,atau menyanggupi syarat-syarat tertentu agar bisa dibebaskan dari hukuman..perlu diketahui dalam tradisi adat bali,dalam menentukan delik adat yang di terima jastin,haruslah melalui keputusan kelian selaku kepala adat disana,dan jastin harus bisa menyanggupi denda atau hukuman agar dia dibebaskan dari delik adat wilayah tersebut.lawyer yang menangani justin haruslah seorang lawyer yangmengetahui bagaimana delik adat di daerah tersebut bisa di tindak lanjuti. Sumber pustaka:
Hukum adat Bali dengan aneka masalahnya I Ketut Artadi, Universitas Udayana. Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Bagian Penerbitan Sumber Mas Bali, 1981 the University of California. http://www.gunungmaskab.go.id/informasi/ucapan-dirgahayu-ke-8-kab-gunung-masdari-pemprov-kalteng.html adgi.or.id/adgi-chapters/pemilu-kelian-adgi
PENGANTAR DAN ASAS-ASAS HUKUM ADAT INDONESIA OLEH : BEWA RAGAWINO, S.H., M.SI.FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN