Anda di halaman 1dari 10

hetode PsIkoIogI

Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut


1. etodologi Eksperimental. Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan
mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap
jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang
akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan
penelitiannya, dan sebagainya.
2. Observasi Ilmiah. Pada observasi ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan
tidak dengan sengaja. elainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi
alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah
laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan
bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam
bencana alam, dan sebagainya.
3. Sejarah Kehidupan. Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang
penting untuk lebih mengetahui "jiwa orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita
ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya
kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak
cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya.
4. Wawancara. Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa.
Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-
pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang
mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.
5. Angket. Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di
susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai
tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula.
Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.
Pemeriksaan Psikologi. Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga
dengan psikotes. etode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya
dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat
dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah
minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari
orang yang diperiksa itu.


Sumber
hLLp//cuwlwwordpresscom/2010/12/08/meLodepslkologlbp/
METODE PSIKOLOGI
1 Metode Eksperimen : Pada porinsipnya, metode eksperimen merupakan serangkaian percobaan
yang di lakukan eksperimenter di dalam laboratorium atau ruangan tertentu Teknik
pelakasanaannya dengan menyesuaikan data yang akan diangkat, seperti, data pendengaran
siswa, pengelihatab siswa dan gerak mata siswa ketika sedang membaca Selain itu, eksperimen
dapat pula dignakan untuk mengukur kecepatan bereaksi peserta didik terhadap stimulus tertentu
dalam proses belajar Metode eksperimen lebih utama digunakan dalam risetnya, hal ini karena,
data dan inIormasi yng dihimpun lebih bersiIat deIinitive ( pasti ) dan llebih ilmiaH
2 Metode Kuesioner :Metode ini, lebih banyak menggunakan sample yang bias dijangkau
disamping unit cost setiap responden lebih murah Contoh data yang yang dapat dikumpulkan
atau dihimpun dengan metode ini adalah : (1) karkteristik pribadi siswa seperti jenis kelamin,
usia dan lain sebagainya, (2) latar belakang siswa, (3) perhatian, minat, da bakat siswa pada mata
pelajaran tertenru, (4) Iactor Iactor pendorong dan penghambat siswa dalam mengikuti mata
pelajaran tertentu, (5) aplikasi mata pelajaran tertentu dalam kehidupan sehari hari, ()
pengaruh aplikasi mata pelajaran tertentu dalam kehidupan sehari hariMetode kuesioner,
sering disebbut metode surat- menyurat ( mail survey), karena dalam pelaksanan peyebaran dan
perngembaliannya sering dikirim ked an dari responden melalui jasa pos atau email
3 Metode Studi Kasus ( Case Study ):Metode Studi Kasus atau Case Study merupakan metode
penelitin yang digunakan untuk memperoleh sebuah gambaran terperinci mengenai aspek
aspek psikologis seorag siswa atau sekelompok siswa tertentu
Fenomena Ienomena dan berbagai peristiwa yang diselidiki dengan metode ini lazimnya terus
menerus diikuti perlembangannya selama kurun waktu tertentu Studi kasus akan memerlukan
waktu lebih lama apabila digunakan untukmenyelidiki Ienomene genetika yang dihubungkan
dengan prilaku belajar ( perkembangan belajar )
4 Penyelidikan Klinis ( Clinical Method ): Metode klinis hanya digunakan oleh pra ahlu psikologi
klinis atau psikiater Dalam metode ini, terdapat prosedur diagnosis dan penggolongan penyakit
kelainan jiwa serta cara cara memberi perlakuan pemulihan terhadap kelainan jiwa tersebut
Dalam pelaksanaan penggunaan metode klinis, peneliti menyediakan benda benda dan
pertanyaan tertentu yang boleh diselesaika oleh anak secara bebas menurut persepsi dan
kehendaknya Selanjutnya, peneliti mengajukan lagi pertanyaan atau tugas tambahan untuk
mendukubg data yang dihimpun sebelumnya
5 Observasi Naturalisik : Metode Observasi Naturalisik merupakan jenis observasi yang dilakukan
secara ilmiah Dalam hal ini peneliti berada di luar objek yang diteliti atau ia tidak menampakkan
diri sebagai orang yng melakukan penelitian Seorang peneliti atau guru yang menjadi asistennya
dapat mengaplikasikan metode ini lewat kegiatan belajar mengajar seperti biasa Selam proses
belajar mengajar, jenis perilaku siswa diteliti, dicatt dalm lembar Iormat observasi yang
dirancang khusus sesuai data dan inIormsi yng dihimpun


Sumber
http]]cybercounse||ngsta|nb|gforumprocom]t3Smetodeda|amps|ko|og|

Metode Psikologi
Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
1. Metodologi Eksperimental
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai
eksperimen.
[4]
Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen.
Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan
melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada
metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi.
Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada
instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi
itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih
objektif
[2]

2. Observasi lmiah
Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan
sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat
diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang
berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah
laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
3. Sejarah Kehidupan (metode biografi)
Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih
mengetahui "jiwa orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang
tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak
kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di
sekolahnya.
[4]
Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaa, sikap - sikap ataupun
sifat lain mengenai orang yang bersangkutan
[2]
. Pada metode ini disamping mempunyai
keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif
[2]
.
4. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang
diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya,
pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat
menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai
persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan
dengan angket
[2]
yaitu:
1. Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas
2. interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee (
responden yang ditanyai)
3. Terdapat interaksi langsung berupa face to facesehingga diharapkan dapat
membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.
5. Angket
Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun
secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal
membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-
jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.
6. Pemeriksaan Psikologi
Dalam bahasa populernya pemerlksaan pslkologl dlsebuL [uga dengan pslkoLes MeLode lnl
menggunakan alaLalaL pslkodlagnosLlk LerLenLu yang hanya dapaL dlgunakan oleh para ahll
yang benarbenar sudah LerlaLlh alaLalaL lLu dapaL dlpergunakan unnLuk mengukur dan
unLuk mengeLahul Laraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang,
struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.
[4]

7. Metode Analisis Karya
Dilakukan dengan cara menganalisis hasil karya seperti gambar - gambar, buku harian atau
karangan yang telah dibuat. Hal ini karena karya dapat dianggap sebagai pencetus dari
keadaan jiwa seseorang
[2]
.
8. Metode Statistik
Umumnya digunakan dengan cara mengumpulkan data atau materi dalam penelitian lalu
mengadakan penganalisaan terhadap hasil; yang telah didapat


Sumber
http]]|dw|k|ped|aorg]w|k|]s|ko|og|

MeLodeMeLode Mempela[arl slkologl
SuaLu meLode penyelldlkan dalam suaLu llmu adalah suaLu keharusan muLlak uemlklan halnya
dalam menyelldlkl pslkologl [uga dlpergunakan meLodemeLode sebagal berlkuL
1. etode yang bersifat filosofis, terdiri dari :
a) etode intuitif adalah metode yang di peroleh dengan bergaul secara langsung dengan objek yang
akan diteliti, baik secara disengaja atau tidak disengaja.
b) etode kontemplatif adalah metode yang dilakukan dengan jalan merenungkan objek yang akan di
ketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir kita.
c) etode agamis / religius yaitu metode yang diperoleh dengan jalan / cara mempergunakan materi-
materi agama sebagai alat utama untuk meneliti pribadi manusia. Nilai-nilai yang terkandung dalam
agama merupakan kebenaran absolut dan pasti benar.
2. etode yang bersifat empiris, terdiri atas :
a) etode Observasi, yaitu metode yang mempelajari kejiwaan dengan sengaja mengamati secara
langsung, teliti dan sistematis. Dalam hal ini observer dapat melalui tiga cara, yaitu :
1) etode introspeksi (retrospeksi)
ualam meLode lnl penyelldlk mellhaL kemball perlsLlwaperlsLlwa ke[lwaan yang Lelah Ler[adl dalam
dlrlnya sendlrl yang dllakukan secara [u[ur ob[ekLlf dan LepaL karena merupakan pengeLahuan [lwa
yang uLama dan men[adl dasar pengeLahuan bagl eksLropeksl
kelemahankelemahan meLode lnsLropeksl adalah
kesullLan pada manusla unLuk menghayaLl dan menglngaL kemball
lakLor lngaLan kadang menghambaL proses yalLu adanya fakLor kelupaan dan pencampuradukkan
anLara fanLasl dan lngaLan
kekurangan perbendaharaan bahasa unLuk mendeskrlpslkan kemball perlsLlwaperlsLlwa [lwa yang
Lelah dan sedang Ler[adl
ulragukan obyekLlvlLasnya oleh karena adanya keLldak[u[uran
2) etode Introspeksi eksperimental
Adalah suaLu meLode lnsLrospeksl yang dllaksanakan dengan mengadakan eksperlmen secara
senga[a dan dalam suasana yang dlbuaL MeLode lnl merupakan penggabungan meLode lnsLrospeksl
dan meLode eksperlmen ada lnsLrospeksl murnl hanya dlrl penyldlk yang men[adl obyek LeLapl
pada lnsLrospeksl eksperlmenLal [umlah subyek Lerdlrl darl beberapa orang yang dleksperlmenLasl
Sehlngga dengan banyaknya subyek penyelldlkan hasllnya akan leblh berslfaL obyekLlf
3) etode Ekstrospeksi
Adalah suaLu meLode dalam llmu [lwa yang berusaha unLuk menyelldlkl aLau mempela[arl dengan
senga[a dan LeraLur ge[alage[ala [lwa sendlrl dengan membandlngkan ge[ala [lwa orang laln dan
mencoba mengambll keslmpulan dengan mellhaL ge[alage[ala [lwa yang dlLun[ukkan darl mlmlk dan
panLomlmlk orang laln
b) Pengumpulan data, yaitu metode yang dilakukan dengan mengolah data-data yang didapat dari
kumpulan pertanyaan dan jawaban (angket), bahan-bahan riwayat hidup (biografi) ataupun bahan-
bahan lain yang sedang diselidiki. Dalam hal ini peneliti atau penyidik dapat menempuh dengan melalui
3 cara :
1) etode angket interview
etode angket adalah suatu penyelidikan yang dilaksanakan dengan menggunakan daftar pertanyaan
mengenai gejala-gejala kejiwaan yang harus dijawab oleh orang banyak, sehingga dapat diketahui
keadaan jiwa seseorang
etode interview adalah metode dengan mengadakan tanya jawab langsung secara lisan kepada subyek
yang diselidiki.
2) etode biografi
etode biografi adalah lukisan atau tulisan perihal kehidupan seseorang, baik yang masih hidup ataupun
sudah meninggal.
Ada 2 macam versi tulisan dalam metode ini :
- Autobiografi, yaitu tulisan dalam buku harian diri sendiri yang ditulis sendiri.
- Biografi yaitu buku tentang riwayat hidup seseorang yang ditulis orang tertentu.
3) etode pengumpulan bahan
etode pengumpulan bahan adalah suatu metode yang dilaksanakan dengan jalan mengumpulkan
bahan-bahan terutama pengumpulan gambar-gambar yang dibuat oleh anak-anak.
c) etode eksperimen (percobaan) yaitu pengamatan secara teliti terhadap gajala-gejala jiwa yang kita
timbulkan dengan sengaja. Tujuannya adalah untuk mengetahui sifat-sifat umum dari gejala-gejala
kejiwaan. etode ini dapat di lakukan dengan 2 cara:
1) etode eksperimen
2) etode test
d) etode klinis, adalah nasehat atau bantuan kedokteran yang diberikan kepada para pasien oleh ahli
kesehatan. etode klinis yang diterapkan dalam psikologi ialah kombinasi dari bantuan klinis - medis
dengan metode pendidikan, untuk melakukan observasi terhadap para pasien. etode ini dapat di
lakukan dengan 3 cara yaitu mengamati; mengumpulkan deskripsi; menjelaskan.
e) etode interview, adalah suatu metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan
yang diberikan secara lisan.
kelemahan meLode lnLervlew adalah
1) enyelldlkan membuLuhkan wakLu yang cukup lama
2) Memerlukan keahllan khusus
3) Pasll kurang obyekLlf
keleblhan meLode lnLervlew adalah
1) ada lnLervlew halhal yang kurang [elas dapaL dlper[elas
2) englnLervlew dapaL menyesualkan keadaan yang dllnLervlew
3) Adanya hubungan yang langsung (face Lo face) karena lLu dlharapkan dapaL menlmbulkan suasana
hubungan yang balk
f) etode testing adalah metode penyelidikan yang menggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan
atau tugas yang distandarisasikan. Berdasarkan cara orang yang menjawab, tes dibedakan menjadi :
1) Test bahasa (verbal test), yaitu test di mana testee (orang yang dites) dalam mengerjakan test
menggunakan bahasa.
2) Test peraga (performance test), yaitu test di mana testee dalam mengerjakan tes tidak perlu
menggunakan bahasa cukup dengan perbuaLan

Sumber http]]t[|ptosubad|b|ogspotcom]2011]01]pengert|anps|ko|og|htm|

ul glLu deh

Sumber
hLLp//sLaffunyacld/slLes/defaulL/flles/pendldlkan/ulana20SepLl20urnama20Md/(3)20
MeLode20slpdf

A. Metode-Metode Yang Digunakan Dalam Psikologi Agama
Diantara metode yang digunakan dalam mengkaji psikologi agama adalah sebagai berikut:
1. Dokumen Pribadi
Untuk memperoleh imformasi mengenai hal dimaksud maka cara yang ditempuh dengan jalan
mengumpulkan dokumen pribadi orang-orang yang berupa autobiografi, biografi, tulisan atau pun
catatan- catatan yang dibuatnya[2]
Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa agama merupakan pengalaman bartin yang bersifat
individual dikala seseorang merasakan sesuatu yang ghaib, maka dokumen pribadi dinilai dapat
memberikan informasi yang lengkap. Selai catatan atau tulisan juga digunakan daftar pertanyaan
kepada orang-orang yana akan diteliti [3]
etode ini digunakan untuk mempelajari bagaimana pengalaman dan kehidupan batin seseorang
dalam hubungannya dengan agama. Untuk mengetahui informasi tentang hal ini maka
dikumpulkan dokumen pribadi seseorang. Dokumen tersebut dapat berupa autobiorafi, biografi
atau catatan- catatan yang dibuatnya.
etode dokumentasi tersebut dalam penerapannya dapat digunakan beberapa teknik, antara
lain:[4]
a. Teknik Nomotatik
Pendekatan ini antara lain digunakan untuk mempelajari perbedaan- perbedaan individu.
Sementara dalam psikologi agama, teknik nomotik ini antara lain untuk melihat sejauh mana
hubungan sifat dasar manusia dengan sikap keagamaan. Tokoh yang menggunakan tekhnik
nomotatik tersebut antara lain Hartshorne dan ark A. ay yang mempelajari karakter alami
manusia. Dalam penelitiannya terungkap bahwa terdapat sejumlah kecil kemantapan diantara
pengukuran-pengukuran yang dilakukan terhadap sifat dasar moral.[5]
b. Teknik Analisis Nilai (value analysis)
Teknik ini digunakan dalam kaitannya dengan statistik. Data- data yang telah terkumpul
diklasifikasikan menurut teknik statistik dan dianalisis untuk dijadikan penilaian terhadap individu
yang diteliti. Tokoh yang menerapkan tekhnik ini antara lain Carlson, yang meneliti hubungan
antara tingkat kecerdasan dengan kepercayaan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat
korelasi antara agama dan tingkat kecerdasan (-0,19), yang berarti anak-anak yang kurang
cerdas cenderung berpegang erat kepada kepercayaan agama, sedangkan anak-anak yang cerdas
kecendrungannya lebih kecil.
c. Teknik Ideography
Teknik ini hampir sama dengan teknik nomotatik, yaitu pendekatan guna memahami sifat dasar
manusia. Bedanya, teknik ini lebih menekankan antara sifat- sifat dasar manusia dengan keadaan
tertentu dan aspek- aspek kepribadian yang menjadi ciri khas masing- masing individu dalam
rangka memahami seseorang. Tokoh yang menggunakan tekhnik ini adalah Gordon W Allport.
d. Teknik Penilaian terhadap Sikap (evaluation attitudes technique)
Teknik ini digunakan dalam penelitian biografi, tulisan atau dokumen yang ada hubungannya
dengan individu yang akan diteliti.
Dari dokumen tersebut kemudian ditarik kesimpulan, misalnya, tentang bagaimana pendirian
seseorang terhadap persoalan-persoalan yang dihadapinya dalam kaitannya dengan pengalaman
dan kesadaran agama.
. Angket dan Wawancara
etode wawancara adalah metode pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi
langsung dengan subjek (Winarno,1985:162). [6]
Peneliti menggunakan metode ini untuk memperoleh informasi secara langsung tentang latar
belakang siswa dan aktivitas kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan sikap beragama.[7]
etode angket dan wawancara digunakan untuk meneliti proses jiwa beragama pada orang yang
masih hidup. etode ini misalnya, dapat digunakan untuk mengetahui prosentase tentang apa
yang diyakini orang pada umumnya tentang sikap beragama, ketekunan beragama dan
sebagainya
etode angket dan wawancara tersebut dalam penerapannya dapat digunakan beberapa teknik,
antara lain:[8]
a. Pengumpulan Pendapat Masyarakat (public opinion polls)
Cara yang dilakukan adalah dengan melalui pengumpulan pendapat khalayak ramai (masyarakat)
a. Skala Penilaian (ratting scale)
etode ini antara lain digunakan untuk memperoleh data tentang faktor- faktor yang
menyebabkan perbedaan khas dalam diri seseorang berdasarkan pengaruh tempat dan kelompok.
a. Tes
etode tes digunakan untuk mempelajari tingkah laku keagamaan seseorang dalam kondisi
tertentu
a. ksperimen
Eksperimen digunakan untuk mempelajari sikap dan tingkah laku keagamaan seseorang melalui
perlakuan khusus yang sengaja dibuat.
a. bservasi melalui pendekatan sosiologi dan antropologi
Penelitian atau observasi ini dilakukan dengan menggunakan data sosiologi, yaitu dengan
mempelajari sifat- sifat manusiawi orang perorang (pribadi) maupun kelompok (umum)
a. Pendekatan terhadap Perkembangan
Pendekatan ini digunakan guna meneliti asal- usul dan perkembangan aspek psikologi manusia
dalam hubungannya dengan agama yang dianut.
a. Metode Klinis dan Proyektivitas
etode ini memanfaatkan cara kerja klinis. Penyembuhan dilakukan dengan cara menyelaraskan
hubungan antara jiwa dengan agama.
a. Studi Kasus
Studi Kasus dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen, catatan, hasil wawancara atau
lainnya untuk kasus- kasus tertentu.
a. Survei
etode ini biasanya digunakan untuk penelitian sosial yang bertujuan untuk penggolongan
manusia dalam hubungannya dengan pembentukan organisasi dalam masyarakat.
Kelebihan dan kelemahan etode Angket dan wawancara[9]
a. Kelebihan
Metode ini memiliki beberapa kelebihan atara lain: angket dan wawancara
Dapat memberikan kemungkinan untuk memperoleh jawaban yang cepat dan segera.
Hasilnya dapat dijadikan dkumen pribadi tentang seseorang serta dapt pula dijadikan
data nomothatic.
a. Kelemahan
Setiap metode tentu ada kelemahan disana-sini begitu juga dengan metode ini. Adapun
kelemahan adalah sebagi berikut:
Jawaban yang diberikan trikat oleh pertanyaan hngga responden tak dapat memberikan
jawaban secara bebas. (angket)
Sulit untuk menyusun pertanyaan yang menganddugn tingkat relevansi yang tinggi,
karena itu diperlukan keterampilan yang khusus untuk hal itu. (angket dan wawancara)
Kadang-kadang sering terjadi salah penafsiran terhadap pertanyaan yang kurang tepat,
dan tidak semua pertanyaan sesuai untuk semua orang. (angket) Untuk memperoleh
jawaban yang tepat, dibutuhkan adanya jalinan kerjasama yang baik dari si penanya.


Sumber hLLp//syukr1dagdlgdugcom/2010/04/06/meLodepslkologl/

Kekoutun nLervIew :
O 2erupukun suIuI suLu 2eLode LerbuIk unLuk 2enIIuI keuduun prIbudI
O LIduk dIbuLusI LIngkuLun u2ur dun pendIdIkun subjek
O 2enjudI 2eLode peIengkup duIu2 peneIILIun sosIuI
O .o.ok 2enjudI krILerIu2 LerIudup duLu yg dIperoIeI dengun 2eLode IuIn
O dupuL dIIukukun bersu2u su2u observusI
Kelemuhun nLervIew :
O %Iduk eIIsIen durI segI wukLu, Lenugu dun bIuyu
O nIor2usI yung dIperoIeI LergunLung pudu kesIuduun, ke2u2puun, kondIsI 2o2enLuI
responden`
O uIunnyu wuwun.uru 2uduI 2enguIu2I dIsLruksI J gungguun
O !enguusuun BuIusu yung su2u dengun buIusu responden
O !erIu bunyuk InLervIewer bIIu pendekuLunnyu suIubuL kurIb

Sumber hLLp//kullahpslkologldekrlzkycom/kekuaLandankelemahanlnLervlew