Anda di halaman 1dari 12

PRIORITAS MASALAH

ANAK MENDERITA DIARE

NO

KRITERIA

PERHITUNGAN

SKOR

PEMBENARAN

1.

Sifat masalah.

3/3 x 1

Tidak sehat

2.

Kemungkinan masalah diubah. untuk

2/2 x 2

Masalah mudah diubah karena tindakan dan sumber dana dapat di-jangkau oleh keluarga.

Komplikasi dapat dice3. Potensi masalah untuk dicegah. gah dengan mengatasi 3/3 x 1 1 masalah sedini mungkin

Keluarga 4. Penonjolan masalah JUMLAH 5 2/2 x 1 1

menyadari

masalah dan perlu ditangani.

MASALAH KESEHATAN ANAK MALNUTRISI

NO

KRITERIA

PERHITUNGAN

SKOR

PEMBENARAN

1.

Sifat masalah.

3/3 x 1

Tidak sehat

2.

Kemungkinan masalah diubah. untuk

x1

Masalah sebagian dapat dirubah karena kurang-nya biaya dari keluarga namun tersedia sumber daya lingkungan dan masyarakat yang cukup.

Akibat dari malnutrisi dapat 3. Potensi masalah untuk dicegah. 3/3 x 1 1 dicegah sedini

mungkin bila masalah teratasi.


Masalah dirasakan ke-luarga namun tidak se-gera ditangani karena kurangnya biaya.

4.

Penonjolan masalah JUMLAH

x1

PERSONAL HYGIENE KURANG

NO

KRITERIA

PERHITUNGAN

SKOR

PEMBENARAN

1.

Sifat masalah.

2/3 x 1

2/3

Ancaman kesehatan karena hygiene perorangan kurang karena me-

nimbulkan berbagai penyakit. 2.


Kemungkinan masalah diubah. untuk

2/2 x 2

Masalah hanya sebagian dapat diubah karena keluarga ada pada lingku-ngan yang kurang dan anak belum mengerti tentang kebersihan.

Masalah tinggi 3. Potensi masalah untuk dicegah. 3/3 x 1 1

dan untuk

potensi dicegah

apabila keluarga mampu mengatasi dan mengurus anak. Keluarga tidak menyadari ada masalah

4.

Penonjolan masalah JUMLAH

0/2 x 1

0 2 2/3

MASALAH KESLING (JAMBAN KELUARGA TIDAK ADA)

NO

KRITERIA

PERHITUNGAN

SKOR

PEMBENARAN

1.

Sifat masalah.

2/3 x 1

2/3

Tidak ada jamban akan mengancam kesehatan

keluarga karena pembuangan kotoran sembarang tempat akan menyebabkan munculnya

penyakit.

2.

Kemungkinan masalah diubah. untuk

1/2 x 2

1/2

Masalah sulit dirubah karena kurangnya biaya dari keluarga.


Masalah berpotensi tinggi untuk dicegah ka-rena keluarga hanya membutuhkan biaya sedikit.

3.

Potensi masalah untuk dicegah.

2/3 x 1

2/3

Keluarga tidak menyadari adanya masalah. 4. Penonjolan masalah JUMLAH 1 5/6 0/2 x 1 0

BAB III TINJAUAN KASUS KELUARGA

Di bawah ini penulis akan menguraikan pelaksanaan asuhan keperawatan kesehatan keluarga Tn N dengan anggota keluarga menderita diare di RT 3 RW 13 Kelurahan Rappocini Kecamatan Panakkukang Kota Makassar.

Asuhan keperawatan ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan keluarga yang terdiri dari 4 tahap yaitu penjajakan, perencanaan, pelaksanaan atau intervensi, dan evaluasi.

A. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA 1. a. Identitas Keluarga Kepala keluarga : TN. N : Laki-laki : 30 tahun : Islam : SMP : Dayung Becak : Toddopoli I Kassi-Kassi

1.) Nama Kepala Keluarga 2.) Jenis Kelamin 3.) Umur 4.) Agama 5.) Pendidikan 6.) Pekerjaan 7.) Alamat

b.
NO

Susunan anggota keluarga


HUBUNAMA UMUR SEX NGAN DIKAN JAAN PENDIPEKER KET

1.

SANAJIA

28 thn

ISTRI

SD

URT

2. 3. 4. 5. 6.

RISMA
RISKA

13 thn 7 thn 6 thn 3 thn 1 thn

X X X Y X

ANAK ANAK ANAK ANAK ANAK

SD KLS VI

SD KLS III -

SUNARTI NASRUL IRIANI

c.

Genogram

30 th

28 th

13 th 7 th 6 th Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Yang meninggal

3 th

1 th

: Yang sakit : Tinggal serumah


Keluarga yang meninggal, sudah lama meninggal karena panas demam Dalam 1 tahun terakhir tidak ada anggota keluarga yang meninggal

d.

Pengambilan keputusan

1.) Pola pengambilan keputusan secara bersama. 2.) Anggota keluarga yang paling dipercaya untuk membantu masalah kesehatan adalah istri. 3.) Keluarga dalam mengasuh anak sangat dilindungi 4.) Harapan keluarga terhadap anak yaitu menjadi penerus keluarga.

B. KEBUTUHAN DALAM HIDUP SEHARI-HARI 1. a. b. * * Kebutuhan nurisi Pengadaan makanan dimasak sendiri. Komposisi makanan. Makanan pokok : nasi Lauk pauk : Protein hewani : kadang-kadang Protein nabati : kadang-kadang Sayuran Buah : selalu ada : kadang-kadang

c. d. e. f. g. h. i. 2. a. b. 3.
a. b. c. d.

Susu

: kadang-kadang

Setiap anggota keluarga mempunyai frekuensi makan yang sama. Dalam keluarga tidak ada kebiasaan dalam mengistimewakan seseorang. Cara penyajian makanan dalam keluarga tertutup. Tidak makanan pantang dalam keluarga. Kebiasaan anggota keluarga dalam mengelola air tidak dimasak. Kebiasaan mengelola makanan dicuci baru dipotong. Kebiasaan makan dalam keluarga bersama-sama. Kebutuhan eliminasi Pola BAB Pola BAK : 1 x perhari : 4 x/hari

Istirahat dan Tidur


Lama tidur anggota keluarga tidak sama karena tugas masing-masing. Anggota keluarga tidak mempunyai kebiasaan tidur siang. Anggota keluarga tidak mempunyai kamar masing-masing. Bila ada anggota keluarga yang sulit tidur diatasi dengan membaca.

4.

Exercise

Anggota keluarga tidak suka berolah raga.

5. a. b.

Kebersihan Diri Mandi Sikat gigi : 2 x/hari : 2 x/hari

c. d. 6.
-

Cuci rambut : 2 x/minggu Anak ke 3, 4, 5, tidak menyikat gigi, dan jarang mandi. Rekerasi
Keluarga tidak melakukan rekreasi, sebab keluarga tidak ada waktu (sibuk mencari nafkah).

C. REPRODUKSI 1. 2. 3. 4. 5. 6. Keluarga menjadi akseptor KB Jenis kontrasepesi yang dipakai suntikan Keluarga berpendapat mengurus anak repot Cara keluarga mengasuh anak sangat dilindungi Harapan keluarga terhadap anak semoga berhasil Kebutuuhan seksual keluarga terpenuhi

D. FAKTOR SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI 1.


a.

Penghasilan dan Pengeluaran


Anggota keluarga yang mempunyai penghasilan adalah ayah.

b. c. d. e. f.

Penghasilan dipergunakan untuk kepentingan keluarga. Penghasilan keluarga kurang ( Rp 100.000 per bulan). Ayah bekerja dari pagi sampai sore (06.00 17.00) Keluarga tidak mempunyai tabungan. Anggota keluarga yang mengelola adalah istri

2.
a.

Pendidikan
Tidak ada anggota yang mengikuti pendidikan formal.

b. c. 3. a.

Ada anggota keluarga yang belum bisa membaca karena masih kecil. Tidak ada anggota keluarga yang memiliki keterampilan khusus. Sistim Nilai Suku ayah : Makassar : Makassar
Makassar

Suku ibu
Kultur yang dominan :

b.

Nila-nilai yang dianut dalam keluarga : tidak berhbungan dengan

kesehatan. c. d. 4.
a.

Keluarga sering mengikuti kegaiatan keagamaan. Persepsi keluarga terhadap kesehatan merupakan hal yang penting. Hubungan dengan Masyarakat
Anggota keluarga tidak mengikuti organisasi kemasyarakatan..

b. c. d.

Anggota keluarga tidak berpengaruh dalam masyarakat. Keluarga tidak ada konflik dalam masyarakat. Keluarga menggunakan faktor lingkungan untuk menyelesaikan masalah

kesehatan.

E.
1. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l.

FAKTOR LINGKUNGAN
Perumahan Jenis rumah Jenis bangunan Luas pekarangan Luas bangunan Status rumah: Atap tumah Ventilasi Cahaya Penerangan Lantai : Tersendiri : Papan : 6 x 4 meter : 4 x 3 meter : Kontrak : Seng : Cukup : Cukup : Listrik : Papan

Keluarga tidak mempunyai tempat pembuangan sampah. Keluarga tidak mempunyai sumur. : Air ledeng

m. Sumber airi minum n. o.

Keluarga tidak mempunyai WC. Keluarga tidak mempunyai SPAL.

p. Kelengkapan bagian rumah :

Halaman : Bersih Ruang tamu + ruang tidur + ruang makan tidak ada q.
Pintu

Denah rumah

2. Kesehatan a. b. c. d.

Fasilitas Sosial dan

Tidak ada perkumpulan kesehatan di wilayah ini. Ada fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas. Keluarga menggunakan fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan dapat dijangkau.

F. PSIKOLGIS 1. Status Emosi

Isi pesan ini telah dipenggal


Tampilkan Pesan Lengkap