Anda di halaman 1dari 3

A. Pengertian Ostoeporosis Osteoporosis merupakan keadaan dimana tulang menjadi keropos dan rapuh sehingga mudah patah.

Osteo artinya tulang sedangkan porosis artinya poros. Tulang keropos juga merupakan kemunduran tulang dengan berkurangnya kepadatan mineral, massa , dan kekuatan tulang. Hal ini berakibat pada tipisnya tulang dan memungkinkan terjadi keretakan. Tulang yang mudah patah akibat osteoporosis adalah tulang belakang, tulang paha dan tulang pergelangan tangan. Salah satu cara yang mudah yang dapat d lakukan yaitu dengan cara mengkonsumsi vitamin dan mineral yang tepat. Selain itu, asupan vitamin D yang cukup dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium dari maknan dan mengahantarkanya ke tulang. Osteroporosis atau tulang keropos umumnya diderita oleh pria/ wanita usia lanjut. Massa tulang meningkat sampai usia 35 tahun, kemudian mulai terjadi penurunan secara perlahan-lahan. Namun pada wanita, penurunan massa tulang ini dipercepat 3 - 6 tahun pertama setelah menopause. Wanita 6-8 kali lebih sering mengalami Osteoporosis daripada pria, hal ini disebabkan berkurangnya hormon wanita (estrogen), tulangnya lebih ringan dan usia harapan hidup lebih lama. Wanita selama kehidupannya akan kehilangan 40% - 50% massa tulangnya, sedangkan pria hanya kehilangan 20% - 30%. B. Penyebab terjadinya Osteoporosis

Osteoporosis disebabkan gangguan metabolisme tulang, yaitu kerja sel penghancur tulang melebihi kerja sel pembentuk tulang. Akibatnya lama kelamaan tulang menjadi keropos. Gangguan ini dapat terjadi secara fisiologis akibat proses penuaan yang disertai dengan menurunnya hormon, kurang asupan kalsium dan vitamin D, disertai dengan faktor-faktor pendukung lainnya. Gejala yang timbul bervariasi, namun umumnya terjadi tanpa gejala, sehingga seringkali seseorang tidak menyadari dirinya menderita osteoporosis sampai terjadinya patah tulang. C. Cara Pencegahan Penyakit Osteoporosis Kalsium yang cukup; kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang, karena itu kebutuhan akan kalsium harus dipenuhi. Sumber kalsium yang terbaik adalah makanan, tetapi bila tidak mencukupi maka diperlukan tambahan kalsium dari

suplemen kalsium. Makanan yang banyak mengandung kalsium : susu, keju, yogurt. Kebutuhan kalsium usia > 50 th : 800-1200 mg. Vitamin D; diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium pada usus, sehingga asupan kalsium dapat digunakan tubuh dengan maksimal. Kebutuhan vitamin D usia > 50 th : 5 mcg. Bifosfonat; obat golongan bifosfonat bekerja dengan cara menghambat kerja sel penghancur tulang secara berlebihan. Berberapa jenis obat golongan bifosfonat seperti alendronate, dapat digunakan untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Olahraga yang teratur; dianjurkan untuk melakukan weight bearing / olahraga yang memberikan tekanan pada tulang, bisa ditambah dengan senam osteoporosis Memperbaiki kebiasaan hidup; menghindari rokok, alkohol, dan kopi yang berlebihan karena dapat mengganggu pembentukan tulang. Pemeriksaan tulang; melakukan pemeriksaan tulang untuk mengetahui osteoporosis secara dini. Pengobatan osteoporosis : Terapi hormon pengganti; terapi hormon pengganti pada wanita post menopause. Terapi ini selain dapat mengobati osteoporosis, juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup wanita. Kalsium dan vitamin D; asupan kalsium dan vitamin D harus memenuhi kebutuhan tubuh. Bifosfonat; obat golongan bifosfonat selain dapat digunakan untuk pencegahan osteoporosis juga dapat digunakan untuk mengobati osteoporosis karena kerjanya yang spesifik menghambat terjadinya pengeroposan tulang dengan cara menghambat kerja sel penghancur tulang. D. Cara Pengobatan Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang. Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi. Wanita paska menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat, yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya. Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis. Alendronat berfungsi: mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pasca menopause meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan tulang panggul mengurangi angka kejadian patah tulang. Supaya diserap dengan baik, alendronat harus diminum dengan segelas penuh air pada pagi hari dan dalam waktu 30 menit sesudahnya tidak boleh makan atau minum yang lain. Alendronat bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan bagian atas, sehingga setelah meminumnya tidak boleh berbaring, minimal selama 30 menit sesudahnya. Obat ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki kesulitan menelan atau penyakit kerongkongan dan lambung tertentu. Kalsitonin dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung. Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh,

sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan. Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi. Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron. E. Gambar Tulang yang Mengalami Osteoporosis