Anda di halaman 1dari 3

Tutorial Watarasebashi #05 Mengenal kanji

Kanji pada lirik Watarasebashi (klik untuk memperbesar)

[Pada seri tutorial ini, kita akan belajar bahasa Jepang dari nol dengan menggunakan lagu Watarasebashi sebagai materinya. Karena pembahasan tiap episode dibangun dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, saya menyarankan agar kamu mengikutinya dari episode pertama.] Di episode lalu kita telah belajar bahwa hiragana melambangkan suara. Sekarang kita akan mengenal jenis huruf lainnya yaitu kanji, yang pada foto atas ditandai dengan warna hijau. Yang membuat kanji unik adalah suatu kanji pasti terkait dengan arti tertentu. Contohnya, di lagu Watarasebashi terdapat kanji (hi) yang berarti matahari, (machi) yang berarti kota, dan (sora) yang berarti langit. Kanji tidak terbatas pada benda fisik, tapi bisa juga menyatakan konsep abstrak. Dari lagu kita, contoh kata-kata abstraknya adalah (ima) yang berarti sekarang, (koro) yang berarti waktu, dan (kita) yang berarti utara. Tentunya kamu pasti berpikir, di dunia ini kan ada banyak benda! Dan belum lagi, konsep-konsep abstrak hasil pemikiran manusia juga banyak! Ya, itu betul sekali, dan karenanya terdapat banyak kanji. Jumlah kanji yang ada secara historis mencapai puluhan ribu, namun yang dipakai di zaman modern tidak sebanyak itu. Untuk kurikulum sekolah, pemerintah Jepang sendiri hanya mengajarkan 1.945 kanji yang dianggap paling umum. Tapi pada kenyataannya banyak kanji-kanji di luar daftar tersebut yang juga sering digunakan. Contohnya, pada Watarasebashi terdapat kanji (dare, siapa) yang tidak masuk kurikulum. Dengan mengetahui sekitar 2.000 kanji, kamu sudah bisa membaca banyak hal. Namun untuk benar-benar menjadi melek huruf dan terpelajar, bisa melahap materi berbagai bidang mulai dari novel sampai bacaan kedokteran, kamu akan perlu 3.000 sampai 3.500 kanji. Kedengarannya memang mengerikan, tapi melihat fakta bahwa orang-orang di Jepang sana bisa membaca, maka kamu juga pasti bisa. Kuncinya adalah memulai sedikit-dikit sehingga tidak terasa berat dan banyak latihan agar mahir. Di Yumeko, secara rutin akan ada artikel yang khusus membahas kanji dan kamu bisa ikut belajar dari situ. Cara kerja kanji tidak sesederhana contoh-contoh yang telah diberikan. Jadi, jangan berpikir bahwa kamu cukup menghafal bahwa bunyinya sora dan artinya langit.

Ini karena satu kanji bisa memiliki banyak arti, banyak bacaan, dan juga perilaku lain yang akan kita tinjau di sini.

Kanjinya satu, artinya banyak


Satu kanji bisa mengacu pada banyak arti. Sebagai contoh, selain berarti langit juga bisa berarti kosong. Dalam hal ini, dibaca kara jika arti yang dimaksudkan adalah kosong. Cara tahu arti yang dimaksud penulis tentu saja dari konteks kalimatnya. Sebagai contoh, jika ada kalimat Tas saya . maka sudah jelas dia berarti kosong dan pada kalimat Awan tebal menutupi . maka jelas bahwa yang dimaksud langit. Cukup mudah kan? Untungnya tidak semua kanji artinya banyak. Kalaupun artinya lebih dari satu, biasanya mereka berhubungan. Konsep langit dengan kosong tadi, cukup berhubungan kan?

Gabungan kanji
Dua buah kanji atau lebih bisa digabung untuk membentuk kata baru. Sebagai contoh, ilmu bela diri karate di bahasa Jepang ditulis sebagai . yang dibaca kara artinya kosong sebagaimana tadi telah kita pelajari, dan yang dibaca te artinya tangan. Tangan kosong! Sebagai contoh lain, dibaca yuu dan artinya senja. dibaca hi dan artinya matahari. dibaca yuuhi dan artinya matahari senja! (ada di Watarasebashi) Seringkali pembentukan kata tersebut sangatlah masuk akal. Beberapa malah memiliki cerita yang menarik di baliknya. Sebagai contoh, di bahasa Jepang baka artinya bodoh dan penulisan kanjinya adalah . Kanji pertama ba berarti kuda dan kanji kedua ka berarti rusa. Katanya, dulu ada orang bodoh yang menyangka seekor rusa sebagai kuda. Begitulah cerita awal mula kata baka.

Penutup
Di sini kamu sudah mengenal beberapa sifat kanji yaitu: Suatu kanji memiliki satu atau lebih arti. Contohnya hanya berarti tangan namun bisa berarti langit maupun kosong. Suatu kanji bisa memiliki lebih dari satu cara baca. Contohnya bisa dibaca sora (langit) maupun kara (kosong). Kanji-kanji bisa digabung membentuk kata baru. Contohnya (karate) yang merupakan gabungan 2 kanji.

Pembicaraan kita tentang kanji masih belum selesai, namun akan dilanjutkan di episode berikutnya karena tulisan ini sudah cukup panjang. Sampai jumpa!

Lampiran: daftar kata


Kata-kata yang tadi muncul sebagai contoh didaftar di sini. Sebagian besar dari kata berikut ada di lagu Watarasebashi. (hi): matahari (machi): kota (sora): langit (kara): kosong

(ima): sekarang (koro): waktu (kita): utara (dare): siapa (te): tangan (karate): karate (suatu ilmu bela diri) (yuu): senja (yuuhi): matahari senja (baka): bodoh