Anda di halaman 1dari 4

07 Nopember 2011 | 22:52 wib

Muhammadiyah Garap Pendidikan Politik bagi Generasi Muda


Semarang, CyberNews. Generasi muda hingga kini belum sepenuhnya mengerti politik, bahkan sebagian dari mereka cenderung apatis dan mudah diperalat oleh kelompok tertentu dengan cara "membeli suara" untuk mendukung salah satu pasangan calon. Banyak kalangan menyayangkan hal itu, Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Semarang, AM Juma'i mengatakan, sebagai pengurus pemuda pihaknya berkewajiban untuk meluruskan peran gerenasi muda agar tidak mudah "dibelokkan" ke politik praktis. "Generasi muda itu aset masa depan, bila terlambat dalam mengarahkan akan berakibat fatal," katanya, Senin (7/11). Dirinya yakin, dengan memberikan bekal informasi dan pendampingan yang berdasar pada implementasi idiologi pancasila sebagai dasar negara sejak dini nantinya mereka akan terbuka pemikirannya. "Kami akan membuat acara berkerjasama dengan DPD KNPI Kota Semarang, dengan mengundang beberapa narasumber yang berkopenten," lanjutnya. Acara yang akan digelar, Rabu (9/11) di Balai Kota tersebut nantinya akan menghadirkan pembicara Drs H Budianto Msi, Wakil Ketua PWM Propinsi Jateng Dr H Yusuf Suyono MA, dan PR III Unnes Prof Dr H Masrukhi MPd. Ketua DPD KNPI Kota Semarang melalui Bandahara Harian, Yudhistira menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan gabungan yang akan digelar tersebut. Meski masih perdana, pihaknya berharap kedepan akan berlanjut ke kegiatan lainnya. "Kami di sini sebagai penggerak organisasi kepemudaan (OKP) yang ada, dari kegiatan awalan tersebut semoga dapat berkelanjutan ke program lainnya," jelasnya. ( Ranin Agung /CN34 / JBSM )

31 Oktober 2011

RI Sambut Reformasi Politik di Myanmar


YANGON - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyambut baik tanda-tanda reformasi politik di Myanmar selama kunjungan ke negara itu, kemarin. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menilai perkembangan di Myanmar terkait upaya negara yang didominasi militer itu untuk menjadi ketua ASEAN berikutnya. Kunjungan saya untuk menilai perkembangan yang terjadi di Myanmar, dan saya mendapat kesan perubahan yang terjadi penting, katanya usai bertemu pemimpin pro-demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, Sabtu malam (29/10). Namun dia mengatakan penilaiannya terkait perkembangan di Myanmar tersebut akan dibicarakan lagi dengan para mitra Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) dalam pertemuan puncak bulan November di Bali sebelum mengambil keputusan. Jabatan ketua ASEAN dirotasi di antara 10 anggota dan Indonesia saat ini mendapat giliran. Usai bertemu Marty, Suu Kyi menyatakan dia mungkin mendukung upaya Myanmar menjadi ketua ASEAN jika ada langkah-langkah lebih lanjut menuju reformasi demokrasi di negara yang didominasi militer itu. Peraih Nobel Perdamaian itu menyambut baik tanda-tanda perubahan politik namun menyerukan pembebasan seluruh pembangkang di penjara. Myanmar, yang kini memiliki kepemimpinan sipil yang didominasi pensiunan jenderal, ingin menjadi ketua ASEAN pada 2014, saat Laos seharusnya mendapat giliran itu. Negara yang juga dikenal sebagai Burma itu kehilangan kesempatan untuk memimpin perhimpunan itu lima tahun lalu akibat tekanan internasional bagi reformasi demokrasi. Dalam kunjungan singkat ke Myanmar sejak Jumat sampai kemarin pagi, Marty juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Thein Sein, ketua parlemen, sejumlah menteri dan organisasi non-pemerintah, kata juru bicara kedutaan Indonesia di Yangon, Jumara Supriadi. (bbc,afp-niek-31) Solusi Papua

Publik Pertanyakan Kemauan Politik Presiden


Ferry Santoso | Agus Mulyadi | Rabu, 9 November 2011 | 23:27 WIB

IST Papua Barat dan Papua. TERKAIT:


Bambang Darmono Bertemu Presiden Pelantikan Bambang Darmono Cuma Soal Waktu Presiden Dinilai Lamban Tangani Papua

JAKARTA, KOMPAS.com Publik dapat mempertanyakan kemauan dan dukungan politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menangani masalah Papua. Pertanyaan muncul karena Presiden dinilai lambat melantik Ketua Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (Ketua UP4B) sehingga unit tersebut belum dapat berkiprah. Demikian disampaikan pengamat politik, J Kristiadi, di Jakarta, Rabu (9/11/2011). "Publik dapat mempertanyakan sejauh mana kemauan dan dukungan politik Presiden terhadap masalah Papua, kalau Ketua UP4B tidak dilantik-lantik sampai sekarang," katanya. Padahal, dukungan dan kemauan politik dari penguasa tertinggi di negara ini sangat penting dalam menyelesaikan masalah Papua. Ia mencontohkan implementasi UU Otsus yang tidak berjalan efektif selama ini. "Banyak peraturan pelaksana yang belum dibuat. Pelaksanaan UU Otsus yang efektif itu perlu koordinasi dan melibatkan banyak instansi," kata Kristiadi. Kristiadi menambahkan, UP4B merupakan unit percepatan. "Namun, mengapa ketuanya tidak dilantik-lantik. Apa sulitnya melantik," tuturnya.

Jika sudah dilantik, maka Ketua UP4B memiliki legitimasi dan legalitas untuk berkiprah. "Kalau belum dilantik, bagaimana mau berkiprah? Tanda tangan surat pun belum bisa," tutur Kristiadi. S