Anda di halaman 1dari 21

Teori Perjanjian Masyarakat

Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada negara, manusia hidup sendiri-
sendiri dan berpindah-pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan peraturan yang
mengaturnya sehingga kekacauan mudah terjadi di mana pun dan kapan pun. Tanpa peraturan,
kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara hidup binatang buas, sebagaimana dilukiskan oleh
Thomas Hobbes: Homo homini lupus dan Bellum omnium contra omnes. Teori Perjanjian
Masyarakat diungkapkannya dalam buku Leviathan. Ketakutan akan kehidupan berciri survival
oI the Iittest itulah yang menyadarkan manusia akan kebutuhannya: negara yang diperintah oleh
seorang raja yang dapat menghapus rasa takut.
Demikianlah akal sehat manusia telah membimbing dambaan suatu kehidupan yang tertib dan
tenteram. Maka, dibuatlah perjanjian masyarakat (contract social). Perjanjian antarkelompok
manusia yang melahirkan negara dan perjanjian itu sendiri disebut pactum unionis. Bersamaan
dengan itu terjadi pula perjanjian yang disebut pactum subiectionis, yaitu perjanjian
antarkelompok manusia dengan penguasa yang diangkat dalam pactum unionis. Isi pactum
subiectionis adalah pernyataan penyerahan hak-hak alami kepada penguasa dan berjanji akan taat
kepadanya.
Penganut teori Perjanjian Masyarakat antara lain: Grotius (1583-1645), John Locke (1632-1704),
Immanuel Kant (1724-1804), Thomas Hobbes (1588-1679), J.J. Rousseau (1712-1778).
Ketika menyusun teorinya itu, Thomas Hobbes berpihak kepada Raja Charles I yang sedang
berseteru dengan Parlemen. Teorinya itu kemudian digunakan untuk memperkuat kedudukan
raja. Maka ia hanya mengakui pactum subiectionis, yaitu pactum yang menyatakan penyerahan
seluruh haknya kepada penguasa dan hak yang sudah diserahkan itu tak dapat diminta kembali.
Sehubungan dengan itulah Thomas Hobbes menegaskan idealnya bahwa negara seharusnya
berbentuk kerajaan mutlak/ absolut.
John Locke menyusun teori Perjanjian Masyarakat dalam bukunya Two Treaties on Civil
Government bersamaan dengan tumbuh kembangnya kaum borjuis (golongan menengah) yang
menghendaki perlindungan penguasa atas diri dan kepentingannya. Maka John Locke
mendalilkan bahwa dalam pactum subiectionis tidak semua hak manusia diserahkan kepada raja.
Seharusnya ada beberapa hak tertentu (yang diberikan alam) tetap melekat padanya. Hak yang
tidak diserahkan itu adalah hak azasi manusia yang terdiri: hak hidup, hak kebebasan dan hak
milik. Hak-hak itu harus dijamin raja dalam UUD negara. Menurut John Locke, negara
sebaiknya berbentuk kerajaan yang berundang-undang dasar atau monarki konstitusional.
J.J. Rousseau dalam bukunya Du Contract Social berpendapat bahwa setelah menerima mandat
dari rakyat, penguasa mengembalikan hak-hak rakyat dalam bentuk hak warga negara (civil
rights). Ia juga menyatakan bahwa negara yang terbentuk oleh Perjanjian Masyarakat harus
menjamin kebebasan dan persamaan. Penguasa sekadar wakil rakyat, dibentuk berdasarkan
kehendak rakyat (volonte general). Maka, apabila tidak mampu menjamin kebebasan dan
persamaan, penguasa itu dapat diganti.
Mengenai kebenaran tentang terbentuknya negara oleh Perjanjian Masyarakat itu, para penyusun
teorinya sendiri berbeda pendapat. Grotius menganggap bahwa Perjanjian Masyarakat adalah
kenyataan sejarah, sedangkan Hobbes, Locke, Kant, dan Rousseau menganggapnya sekadar
khayalan logis.
Teori Kekuasaan
1. Teori Kontrak sosial
Teori kontrak sosial atau teori perjanjian masyarakat beranapan bahwa neara dibentuk
berdasarkan perjanjianperjanjian masyarakat. Teori iniadalah salah satu teoriyan terpentin
menenai asalusul neara. Disampin tertua, teori ini jua relatit bersitat universal, karena teori
perjajian masyarakat adalah teori yan termudah dicapai, dan neara tidak merupakan neara
tirani.
Penanut teori kontrak sosial ini mencakup para pakar dari paham kenearaan yan absolutis
sampai ke penantur paham kenearaan yan terbatas. Lntuk menjelaskan teori asal mula neara
yan didasarkan atas kontrak sosial ini, dapt dilihat dari beberapa pakar yan memiliki penaruh
dalam pemikiran politik tentan neara yaitu. Thomas Hobbes, ]ohn Locke dan ]]. Rousseau.

a. Thomas Hobbes
Hobbes menemukakan bahwa kehidupan manusia terpisah dalam dua zaman, yakni keadaan
selama belum ada neara dan keadaan setelah ada neara. Bai hobbes, keadaan alamiah sama
sekali bukan keadaan yan aman sentosa, adil dan makmur. Tetapi sebaliknya, keadaan
alamiah itu merupakan suatu keadaan sosial yan kacau suatu interno di dunia ini tanpa
hukum yan dibuat oleh manusia secara sukarela dan tanpa pemerintah, tanpa ikatanikatan
sosial antar individu itu.

Dalam keadaan demikian, hukum dibuat oleh mereka yan tisiknya terkuat sebaaimana
keadan di hutan belantara. Manusia seakanakan merupakan binatan dan menjadi mansa
dari manusia yan tisik lebih kuat dari padanya. Keadaan ini dilukiskan dalam peribahasa
latinhomo homini lupus. Manusia salin bermusuhan, salin berperan satu melawan yan
lain, keadaan ini dikenal sebaai -0:2 423:2 .4397, 42308" (Peran antara semua melawan
semua). Bukan peran dalam arti keadaan bermusuhan yan terus menerus antara individu dan
individu lainnya.

Keadaan serupa itu tidak dapat dibiarkan berlansun terus. Manusia denan akalnya menerti
dan menyadari bahwa demi kelanjutan hidup mereka sendiri, keadaan alamiah itu harus
diakhiri. Hal ini dilakukan denan menadakan perjanjian bersama individuindividu yan
tadinya hidup dalam keadaan alamiah berjanji akan menyerahkan hakhak kodratnya yan
dimilikinya kepada seseoran atau sebua badan. Teknik perjanjina masyarakat yan disebut
Hobbes sebaai berikut setiap individu kekuasaan dan menyerahkan hak memerintah kepada
oran ini atau kepada oranoran yan ada di dalam dewan ini denna syarat bahwa saya
memberikan hak kepadanya dan memberikan keabsahan seluruh tindakan dalam suatu cara
tertentu. Denan katakata seperti itu, terbentuklah neara yan dianap dapat menakhiri
anarkhi yan menimpa individu dalam keadaan alamiah itu. Denan perjanjian seperti itu
terbentuklah Leviathan besar atau Tuhan Yan Tidak Abadi (Moral Ood).

Bai Hobbes hanya terdapat satu macam perjanjian, yakni pactum subjectionis atau perjanjian
pemerintahan denan cara seenap individu yan berjanji menyrahkan semua hakhak kodrat
mereka yan dimiliki ketika hidup dalam keadaan alamiah kepada seseoran atau sekekompok
oran yan ditunjuk itu harus dibeirkan pula kekuasaan. Neara harus berkuasa penuh
sebaaimana halnya denan binatan buas leviathan yan dapat menaklukan seenap binatan
buas lainya. Neara harus dibeirkan kekuasaan yan mutlak sehina kekuasaan neara tidak
dapat ditandini dan disaini oleh kekuasaan apapun. Di dunia ini tiada kekuasaan yan dapat
menandini dan menyanini kekuasaan neara.

Denan perjanjina seperti itu, tidaklah menherankan bahwa hobbes meletakkan dasardasar
talsatah dari neara yan mutlak, teristimewa neara kerajaan yan absolut. Hobbes adalah
seoran royalis yan berpendirian bahw hanya neara yan berbentuk neara krajaan yan
mutlaklah dapat menjalankan pemerintahan yan baik.

b. ]ohn Locke
Bai Locke, keadaan alamiah ditatsirkan sebaai suatu keadaan dimana manusia hidup bebas
dan sederajat, menurut kehendak hatinya sendiri. Keadaan alamiah ini sudah bersitat sosial,
karena manusia hidup rukun dan tentram sesuai denan hukum akal Law ot reason) yan
menajarkan bahwa manusia tidak boleh menanu hidup, kesehatan, kebebasan dan milik
dari sesamanya.

Dalam konsep tentan keadaan alamiah (state ot nature), Locke dan Hobbes memiliki
perbedaan. Bila hobbes melihat keadaan alamiah seaai suatu keadaan anarkhi, locke sebalikya
melihat keadaa itu sebaia suatu keadaan ot peace, oodwill, mutual assistance and
preservation. $ekalipun keadaan itu suatu keadaan idela, namun Locke jua merasakan bahw
keadaan itu potensial dapat menibmulkan anarkhi, karena manusia hidup tanpa oranisasi dan
pimpinan yn dapat menatur kehidupan mereka. Dalam keadaan alamiah setiap individu
sederajat baik menenai kekuasaan maupun hakhaklainnya, sehina penyelenaraan
kekuasaan dan yurisdiksi dilakukan oleh individu sendirisendiri, berdasarkan asas timbal balik
(reciprocity) setiap individu adalah hakim dari perbuatan dan tindakannya. Keadaan alamiah,
karenaitu, dalam dirinya sendiri menandun potensi untuk menimbulkan keaduhan dan
kekacauan. Oleh karenaitu, manusia membentuk neara denna suatu perjanjian bersaman.

Dasar kontraktual dari neara dikemukakan Locke sebaai perinatan bahwa kekuasaan
penausa tidak penah mutlak tetapi selalu terbatas, sebab dalam menadakna perjanjian
denan seoran atau sekelompok oran, individuindividu tiadak menyerahkan seluruh hakhak
alamiah mereka. Ada hakhak alamiah yan merupakan hakhak asasi yan tidak dapat
dilepaskan, jua tidak oleh indiidu itu sendiri. Penuasa yn diserahi tuas menatur hidup
individu dalam ikatan kenearaan harus menhormati hakhak asasi itu sendiir. ]ua dalam
konsturksi perjanjian itu terdapat perbedaan tndamental anara locke dan hobbes.

]ika Hobbes hanya menkonstruksi satu jenis perjanjina masyarakat saja, yaitu pactum
subjectionis, locke menajukan kontrak itu dalam tunsinya yan rankap. Pertama, individu
denan individu lainya menadakan suatu perjanjian masyarakat untuk membnetuk suatu
masyarakat politik atau neara. Pembentukan neara adalah tase pertama dan dilakukan
denan suatu tactum unioneis.
Locke sekalius menaytakna bahwa suatu pemutakatan yan dibut berdasarkan suara terbanyak
dapat dianap sebaai tindakan seluruh masyarakat itu, karena persetujuan individuindividu
untuk membentuk neara, mewajibkan individuindividu lain untuk menaati neaa yan
dibentuk denna suara terbanyak itu. Neara yan dibentuk denan suara terbanyak itu tidak
dapat menambil hakhak milik manusia dan hakhak lainya yan tidak dapat dilepaskan.

c. ]ean ]acques Rousseau
Rousseau merupakan tokoh yan pertama kali menunakan istilah kontrak sosial denan
makna dan orisinalisat yan tersendiri. Ia merupakan sarjana terakhir yan mempertahankan
teori yan sudah tua dan usan itu ia jua memisahkan suasana kehidupan manusia dalam dua
zaman, zmana para neara dan zaman berneara. Keadaan alamiah itu diumpamakanya sebaai
keadaan sebelum manusia melakukan dosa, suatu keadaan yan aman dan bahaia. Dalam
keadaan alamiah, hidup individu bebas dan sederajat, semuanya dihasilkan sendiri oleh
individu dan individu itu puas.

Karena keadaan alamiah itu tidak dapat dipertahankan seterusnya, maka manusia itu denan
penuh kesadaran menakhiri keadaan itu denan suatu kontrak sosial. Denan ketentuan
ketentuan perjanjina masyarakat seperti itu berlansunlah peralihan dari keadaan alamiah ke
keadaan berneara. Manusia terbelenu dimanamana man is born tree and every where he is
in chains. Demikian kata Rousseua.

]ika Hobbes hanya menenal pactum subjections dan Locke menkonstruksi dua jenis
perjanjina masyarakat, maka Rousseau hanya menenal satu jenis perjanjian saja yait hanya
pactum unionis, prjanjian masyarakat yan sebenarnya. Rousseau tidak menenal pactum
subjectionis yan membentuk pemerintah yan ditaati. Pemerintah tidak mempunyai dasar
kontraktual. Hanya oranisasi politiklah yan dibentuk denan kontrak pemerintah sebaai
pimpinan oranisasi itu dibentuk dan ditentukan oleh yan berdaulat dan merupakan wakil
wakilnya. Yan berdaulat adalah rakyat seluruhnya melalui kemauan uumnya.

1LkAD UN1Uk C1IMIS

kaum muda Indones|a ada|ah masa depan bangsa karena |tu set|ap pemuda Indones|a ba|k
yang mas|h berstatus sebaga| pe|a[ar mahas|swa ataupun yang sudah menye|esa|kan
pend|d|kannya ada|ah aktoraktor pent|ng yang sangat d|anda|kan untuk mewu[udkan c|ta
c|ta pencerahan keh|dupan bangsa k|ta d| masa depan "1he found|ng |eaders" Indones|a
te|ah me|etakkan dasardasar dan tu[uan kebangsaan sebaga|mana termaktub da|am
pembukaan UUD 194S
k|ta mend|r|kan negara kepub||k Indones|a untuk maksud me||ndung| segenap bangsa
Indones|a dan se|uruh tumpah darah Indones|a mema[ukankese[ahteraan umum
mencerdaskan keh|dupan bangsa dan untuk |kut me|aksanakan ketert|ban dun|a
berdasarkan kemerdekaan perdama|an abad| dan kead||an sos|a| Untuk mencapa| c|tac|ta
tersebut bangsa k|ta te|ah pu|a bersepakat membangun kemerdekaan kebangsaan da|am
susunan organ|sas| Negara kesatuan kepub||k Indones|a sebaga| Negara nukum yang bers|fat
demokrat|s (democrat|sche rechtsstaat) dan sebaga| Negara Demokras| konst|tut|ona|
(const|tut|ona| democracy) berdasarkan ancas||a
Da|am upaya mewu[udkan c|tac|ta |tu tentu banyak permasa|ahan tantangan hambatan
r|ntangan dan bahkan ancaman yang harus d|hadap| Masa|ahmasa|ah yang harus k|ta
hadap| |tu beraneka ragam corak dan d|mens|nya 8anyak masa|ah yang t|mbu| sebaga|
war|san masa |a|u banyak pu|a masa|ahmasa|ah baru yang ter[ad| sekarang ataupun yang
akan datang dar| masa depan k|ta Da|am menghadap| beraneka persoa|an tersebut se|a|u
ada kecemasan kekhawat|ran atau bahkan ketakutanketakutan sebaga| ak|bat kea|faan
atau kesa|ahan yang k|ta |akukan atau sebaga| ak|bat ha|ha| yang berada d| |uar [angkauan
kemampuan k|ta sepert| karena ter[ad|nya bencana a|am atau karena ter[ad|nya kr|s|s
keuangan d| negara |a|n yang berpengaruh terhadap perekonom|an k|ta d| da|am neger|
Da|am per[a|anan bangsa k|ta se|ama 100 tahun terakh|r se[ak kebangk|tan nas|ona| se|ama
80 tahun terakh|r se[ak sumpah pemuda se|ama 63 tahun terakh|r se[ak kemerdekaan
ataupun se|ama 10 tahun terakh|r se[ak reformas| te|ah banyak kema[uan yang te|ah k|ta
capa| tetap| mas|h [auh |eb|h banyak |ag| yang be|um dan mest| k|ta ker[akan Sak|ng
banyaknya permasa|ahan yang k|ta hadap| terkadang orang cenderung |arut da|am ke|uh
kesah tentang kekurangan ke|emahan dan ancamanancaman yang harus d|hadap| yang
seo|aho|ah t|dak tersed|a |ag| [a|an untuk ke|uar atau so|us| untuk mengatas| keadaan
Leb|h|eb|h se|ama 4 tahun terakh|r |n| dem|k|an banyak bencana yang datang bertub|tub|
ba|k karena faktor a|am maupun karena faktor kesa|ahan manus|a 8encana a|am sepert|
tsunam| d| Aceh dan N|as d|pandang sebaga| bencana kemanus|aan yang tergo|ong sangat
|uar b|asa ska|anya da|am se[arah umat manus|a 8encana tsunam| |tu d|susu| pu|a o|eh
berbaga| gempa bum| d| berbaga| daerah dan me|etusnya Gunung Merap| yang [uga
men|mbu|kan banyak korban d| ogyakarta dan Iawa 1engah Sega|a [en|s bencana a|am
tersebut tentunya [uga sangat berpengaruh terhadap kond|s| perekonom|an rakyat t|dak sa[a
d| daerah bencana tetap| [uga secara |uas d| se|uruh Indones|a
Namun be|um |ag| usa| pah|t get|rnya ak|bat bencanabencana tersebut sekarang muncu| |ag|
bencana baru berupa ancaman kr|s|s perekonom|an sebaga| ak|bat ter[ad|nya kr|s|s keuangan
dan Amer|ka Ser|kat 1|dak rea||st|s untuk menganggap bahwa kr|s|s keuangan d| Amer|ka
Ser|kat |tu t|dak akan berpengaruh ke da|am perekonom|an bangsa k|ta d| Indones|a 1|dak|ah
bertanggung[awab [|ka k|ta hanya berpangku tangan atau bers|kap t|dak perdu|| mesk|pun
k|ta [uga t|dak bo|eh men[ad| pan|k sebaga| ak|bat ge[o|ak yang sedang ter[ad| d| dun|a
D| samp|ng perkembangan yang bers|fat eksterna| tersebut d| atas k|ta pun per|u terus
mencermat| d|nam|ka perkembangan po||t|k ekonom| dan sos|a| budaya d| daerahdaerah
dan d| t|ngkat nas|ona| k|ta send|r| erkembangan keg|atan berpemer|ntahan dan bernegara
sete|ah sepu|uh tahun terus menerus bergerak cepat memer|ukan |angkah|angkah
konso||das| yang ters|stemat|sas|kan 8erbaga| fungs| yang bers|fat tumpang t|nd|h per|u
d|tata u|ang 8erbaga| keg|atan yang a|fa d|ker[akan per|u d|tangan| dengan cara yang |eb|h
ba|k
ent|ng bag| k|ta semua terutama kaum muda Indones|a memb|asakan d|r| ya|tu untuk
menger[akan apa sa[a yang semest|nya k|ta ker[akan guna memperba|k| keadaan dan
men|ngkatkan produkt|f|tas k|ta sebaga| bangsa dan negara Set|ap anak bangsa per|u
bertekad me|aksanakan tugas dan kewa[|ban mas|ngmas|ng me|eb|h| apa yang seharusnya
d|ker[akan dengan hanya mengamb|| hak t|dak me|eb|h| hak yang memang seharusnya
d|ter|ma

MLNGASAn kLMAMUAN kLILLk1II

Da|am mengembangkan perannya kaum muda Indones|a per|u mengasah kemampuan
ref|ekt|f dan keb|asaan bert|ndak efekt|f erubahan hanya dapat d||akukan karena adanya
agenda ref|eks| (ref|ect|on) dan aks| (act|on) secara seka||gus Daya ref|eks| k|ta bangun
berdasarkan bacaan ba|k da|am art| f|s|k me|a|u| buku bacaan v|rtua| me|a|u| dukungan
tekno|og| |nformas| maupun bacaan keh|dupan me|a|u| pergau|an dan penga|aman d| tengah
masyarakat Mak|n |uas dan menda|am sumbersumber bacaan dan daya serap |nformas|
yang k|ta ter|ma mak|n |uas dan menda|am pu|a daya ref|eks| yang berhas|| k|ta asah karena
|tu faktor pend|d|kan dan pembe|a[aran men[ad| sangat pent|ng untuk d|tekun| o|eh set|ap
anak bangsa terutama anakanak muda masa k|n|

MLM8ANGUN kL8IASAAN 8Lk1INDAk

D| samp|ng kemampuan ref|ekt|f kaum muda Indones|a [uga per|u me|at|h d|r| dengan
keb|asaan untuk bert|ndak mempunya| agenda aks| dan benarbenar beker[a da|am art|
yang nyata kema[uan bangsa k|ta t|dak hanya tergantung kepada wacana 'pub||c d|scourse'
tetap| [uga agenda aks| yang nyata Iangan hanya bers|kap "NA1C" "Never Act|on 1a|k|ng
Cn|y" sepert| keb|asaan banyak kaum |nte|ektua| dan po||t|kus amat|r negara m|sk|n kaum
muda masa k|n| per|u memb|asakan d|r| untuk |eb|h banyak beker[a dan bert|ndak secara
efekt|f dar|pada hanya berwacana tanpa |mp|ementas| yang nyata

MLLA1In kLMAMUAN kLkIA 1LkNIS

na| |a|n yang [uga per|u d|kembangkan men[ad| keb|asaan d| ka|angan kaum muda k|ta |a|ah
kemampuan untuk beker[a tekn|s det|| atau r|nc| "1he dev|| |s |n the deta||" bukan semata
mata da|am tataran konseptua| yang bers|fat umum dan sangat abstrak Da|am suasana
s|st|m demokras| yang membuka |uas ruang kebebasan dewasa |n| ga|rah po||t|k d| ka|angan
kaum muda sangat berge[o|ak Namun da|am wacana perpo||t|kan b|asanya berkembang
|uas keb|asaan untuk berp|k|r da|am konsepkonsep yang sangat umum dan abstrak |dato
p|dato ceramahceramah perdebatanperdebatan d| ruangruang pub||k b|asanya d||s| o|eh
berbaga| wacana yang sangat umum abtrask dan serba enak d|dengar dan |ndah d|pandang
Akan tetap| semua konsepkonsep yang bers|fat umum dan abstrak |tu baru bermakna da|am
art| yang sebenarnya [|ka |a d|operas|ona|kan da|am bentukbentuk keg|atan yang r|nc|
Seba|knya kaum muda Indones|a untuk berperan produkt|f d| masa depan hendak|ah
me|engkap| d|r| dengan kemampuan yang bers|fat tekn|s dan mendet|| agar dapat men[am|n
benarbenar ter[ad|nya perba|kan da|am keh|dupan bangsa dan negara k|ta ke depan
8ayangkan [|ka semua anak muda k|ta ter[ebak da|am po||t|k dan hanya panda| berwacana
tetap| t|dak mampu merea||sas|kan |de|de yang ba|k karena ket|adaan kemampuan tekn|s
ketramp||an mana[er|a| untuk merea||sas|kannya sungguh t|dak akan ada perba|kan da|am
keh|dupan kebangsaan k|ta ke depan

LMUDA MAnASISWA DAN kLSADAkAN 8LkkCNS1I1USI

Sekarang |n| k|ta berada da|am suasana memper|ngat| semangat sumpah pemuda yang
d|kumandangkan pada tahun 1928 de|apan pu|uh tahun yang s||am Sebaga| anak bangsa
k|ta te|ah bersumpah set|a untuk bersatu nusa bersatu bangsa dan berbahasa persatuan
bahasa Indones|a Ada keke||ruan da|am k|ta memaham| makna persatuan |tu ya|tu seakan
akan bersatu da|am un|form|tas termasuk da|am soa| bahasa Sa|ah paham |tu tercerm|n
antara |a|n da|am |agu yang b|asa k|ta nyany|kan ya|tu "satu nusa satu bangsa dan satu
bahasa k|ta" Ak|batnya sumpah pemuda k|ta makna| hanya mengena| satu bahasa sa[a
ya|tu bahasa Indones|a dengan mengaba|kan dan menaf|kan bahasabahasa daerah yang
dem|k|an banyak [um|ahnya adaha| teks as|| sumpah pemuda |tu menyatakan bahwa k|ta
"men[un[ung bahasa Indones|a sebaga| bahasa persatuan" Art|nya bahasa Indones|a |tu
ada|ah bahasa persatuan bukan satusatunya bahasa yang d|aku| o|eh bangsa dan negara
k|ta koreks| kesa|ahpahaman |tu dengan menegaskan kemba|| bahwa k|ta harus bersatu
sebaga| bangsa da|am wadah Negara kesatuan kepub||k Indones|a dengan semboyan
"bh|nekatungga||ka" keanekaragaman bahasa kema[emukan anutan agama etn|s dan
bahkan perbedaan ras|a| merupakan kekayaan budaya bangsa k|ta yang t|dak tern||a| Akan
tetap| d| tengah keanekaan |tu k|ta te|ah bertekad untuk bersatu sepert| tercerm|n da|am s||a
ket|ga ancas||a ya|tu "ersatuan Indones|a" k|ta bersatu da|am keragaman "un|ty |n
d|vers|ty" "bh|nneka tungga| |ka" Da|am semangat persatuan |tu k|ta beraneka ragam k|ta
beraneka tetap| tetap kokoh bersatu
Sete|ah masa reformas| dan ter[ad|nya perubahan UUD 194S semangat persatuan da|am
keragaman |tu kemba|| d|pertegas da|am rumusan pasa|pasa| konst|tus| k|ta r|ns|p otonom|
daerah yang sangat |uas k|ta terapkan 8ahkan satuansatuan pemer|ntahan daerah yang
bers|fat |st|mewa sepert| apua Aceh dan ogaykarta atau pemer|ntahan daerah yang
bers|fat khusus sepert| DkI Iakarta d|ber| ruang untuk t|dak seragam atau d|ber| kesempatan
untuk mempunya| c|r|c|r| yang khusus atau |st|mewa yang berbeda dar| daerahdaerah |a|n
pada umumnya Dem|k|an pu|a kesatuankesatuan masyarakat hukum adat d| se|uruh
nusantara d|perkenankan untuk h|dup sesua| dengan keas||annya mas|ngmas|ng asa| 188
ayat (2) UUD 194S menegaskan "Negara mengaku| dan menghormat| kesatuankesatuan
masyarakat hukum adat beserta hakhak trad|s|ona|nya sepan[ang mas|h h|dup dan sesua|
dengan perkembangan masyarakat dan pr|ns|p NkkI yang d|atur da|am undangundang"
D| samp|ng |tu d|adakan pu|a penegasan mengena| status bahasa daerah da|am
hubungannya dengan bahasa Indones|a sebaga| bahasa persatuan Dengan semangat untuk
men[un[ung t|ngg| bahasa Indones|a sebaga| bahasa persatuan t|dak berart| bahwa bahasa
daerah d|aba|kan karena |tu da|am asa| 32 ayat (2) UUD 194S d|tegaskan "Negara
menghormat| dan meme||hara bahasa daerah sebaga| kekayaan budaya nas|ona|" Dengan
perkataan |a|n semangat keanekaan atau kema[emukan kemba|| d|ber| tekanan da|am
rangka pemb|naan Negara kesatuan kepub||k Indones|a berdasarkan ancas||a dan UUD
194S
Da|am wu[udnya yang pa||ng konkr|t pr|ns|p kebersatuan dan persatuan |tu [uga k|ta
mater|a||sas|kan da|am konseps| tentang negara konst|tus|ona| yang berdasarkan ancas||a
dan UUD 194S UUD 194S yang d| da|amnya terkandung roh ancas||a |tu merupakan p|agam
pemersatu k|ta sebaga| satu bangsa yang h|dup da|am kesatuan wadah NkkI D| da|am UUD
194S |tu sega|a hak dan kewa[|ban k|ta sebaga| warga negara d|persamakan satu dengan
yang |a|n antar sesama warga negara Sebaga| warga masyarakat k|ta beraneka tetap|
sebaga| warga negara sega|a hak dan kewa[|ban k|ta sama satu dengan yang |a|n
karena |tu kaum muda Indones|a saya harapkan dapat membangun kesadaran h|dup
berkonst|tus| konst|tus| ada|ah pemersatu k|ta da|am per| keh|dupan bersama da|am wadah
NkkI yang berdasarkan ancas||a dan UUD 194S |n| konst|tus| negara |tu|ah yang men[ad|
sumber referens| tert|ngg| da|am k|ta membangun s|st|m aturan da|am keh|dupan bernegara
dan berpemer|ntahan ara pem|mp|n dan pe[abat ada|ah tokohtokoh atau orangorang
yang datang dan perg| k|ta taat| keputusannya sepan[ang |a meng|kut| dan menaat| s|st|m
aturan yang te|ah k|ta sepakat| bersama berdasarkan UUD 194S C|eh sebab |tu mar||ah k|ta
membangun dan me|embagakan s|st|m aturan da|am keh|dupan ko|ekt|f k|ta da|am
keh|dupan bernegara dan berpemer|ntahan
emuda dan mahas|swa ada|ah harapan bag| masa depan bangsa 1ugas anda semua ada|ah
mempers|apkan d|r| dengan seba|kba|knya untuk mengamb|| peran da|am proses
pembangunan untuk kema[uan bangsa k|ta d| masa depan Lstafet kepem|mp|nan d| semua
|ap|san ba|k d| ||ngkungan supra struktur negara maupun d| ||ngkup |nfra struktur
masyarakat terbuka |uas untuk kaum muda Indones|a masa k|n| Namun dengan tertatannya
s|st|m aturan yang k|ta bangun proses regeneras| |tu tentu akan ber|angsung mu|us dan
|ancar da|am rangka pencapa|an tu[uan bernegara C|eh karena |tu or|entas| pembenahan
s|st|m po||t|k s|st|m ekonom| dan s|st||m sos|a| budaya yang tercerm|n da|am s|st|m hukum
yang ber|aku saat |n| sangat|ah pent|ng untuk d||akukan agar k|ta dapat menyed|akan ruang
pengabd|an yang seba|kba|knya bag| generas| bangsa k|ta d| masa depan guna mewu[udkan
c|tac|ta bangsa yang ad|| dan makmur berdasarkan ancas||a dan UUD 194S serta guna
mencapa| empat tu[uan nas|ona| k|ta ya|tu me||ndung| segenap bangsa Indones|a dan
se|uruh tumpah darah Indones|a mema[ukan kese[ahteraan umum mencerdaskan
keh|dupan bangsa dan |kut me|aksanakan ketert|ban dun|a berdasarkan kemerdekaan
perdama|an abad| dan

MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANCSA
DAN BERNECARA
Maret 24, 2010 pada 2:59 pm (pendidikan kewarganegaraan)
BAB I
PENDAHULUAN
Kepada para pemuda
yang merindukan lahirnya kejayaan.
Kepada umat yang tengah
kebingungan di persimpangan jalan.
Kepada pewaris peradaban yang kaya raya,
yang telah menggoreskan catatan membanggakan
di lembar sejarah umat manusia.
(Hasan Al-Banna)

A. LATAR BELAKANG
Kaum muda Indonesia adalah masa depan bangsa. Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik
yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun yang sudah menyelesaikan
pendidikannya adalah aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita
pencerahan kehidupan bangsa kita di masa depan. 'The Iounding leaders Indonesia telah
meletakkan dasar-dasar dan tujuan kebangsaan sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD
1945.
Kita mendirikan negara Republik Indonesia untuk maksud melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai cita-cita tersebut, bangsa kita telah pula bersepakat
membangun kemerdekaan kebangsaan dalam susunan organisasi Negara Kesatuan Republik
Indonesia sebagai Negara Hukum yang bersiIat demokratis (democratische rechtsstaat) dan
sebagai Negara Demokrasi konstitutional (constitutional democracy) berdasarkan Pancasila.
Dalam upaya mewujudkan cita-cita itu, tentu banyak permasalahan, tantangan, hambatan,
rintangan, dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus kita hadapi
itu beraneka ragam corak dan dimensinya. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa
lalu, banyak pula masalah-masalah baru yang terjadi sekarang ataupun yang akan datang dari
masa depan kita. Dalam menghadapi beraneka persoalan tersebut, selalu ada kecemasan,
kekhawatiran, atau bahkan ketakutan-ketakutan sebagai akibat kealIaan atau kesalahan yang kita
lakukan atau sebagai akibat hal-hal yang berada di luar jangkauan kemampuan kita, seperti
karena terjadinya bencana alam atau karena terjadinya krisis keuangan di negara lain yang
berpengaruh terhadap perekonomian kita di dalam negeri.
Dalam perjalanan bangsa kita selama 100 tahun terakhir sejak kebangkitan nasional, selama 80
tahun terakhir sejak sumpah pemuda, selama 63 tahun terakhir sejak kemerdekaan, ataupun
selama 10 tahun terakhir sejak reIormasi, telah banyak kemajuan yang telah kita capai, tetapi
masih jauh lebih banyak lagi yang belum dan mesti kita kerjakan. 'Saking banyaknya
permasalahan yang kita hadapi, terkadang orang cenderung larut dalam keluh kesah tentang
kekurangan, kelemahan, dan ancaman-ancaman yang harus dihadapi yang seolah-olah tidak
tersedia lagi jalan untuk keluar atau solusi untuk mengatasi keadaan.
Lebih-lebih selama 4 tahun terakhir ini, demikian banyak bencana yang datang bertubi-tubi, baik
karena Iaktor alam maupun karena Iaktor kesalahan manusia. Bencana alam seperti tsunami di
Aceh dan Nias dipandang sebagai bencana kemanusiaan yang tergolong sangat luar biasa
skalanya dalam sejarah umat manusia. Bencana tsunami itu disusul pula oleh berbagai gempa
bumi di berbagai daerah dan meletusnya Gunung Merapi yang juga menimbulkan banyak korban
di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Segala jenis bencana alam tersebut tentunya juga sangat
berpengaruh terhadap kondisi perekonomian rakyat, tidak saja di daerah bencana, tetapi juga
secara luas di seluruh Indonesia.
Namun, belum lagi usai pahit getirnya akibat bencana-bencana tersebut sekarang muncul lagi
bencana baru berupa ancaman krisis perekonomian sebagai akibat terjadinya krisis keuangan dan
Amerika Serikat. Tidak realistis untuk menganggap bahwa krisis keuangan di Amerika Serikat
itu tidak akan berpengaruh ke dalam perekonomian bangsa kita di Indonesia. Tidaklah
bertanggungjawab jika kita hanya berpangku tangan atau bersikap tidak perduli, meskipun kita
juga tidak boleh menjadi panik sebagai akibat gejolak yang sedang terjadi di dunia.
Di samping perkembangan yang bersiIat eksternal tersebut di atas, kita pun perlu terus
mencermati dinamika perkembangan politik, ekonomi, dan sosial budaya di daerah-daerah dan di
tingkat nasional kita sendiri. Perkembangan kegiatan berpemerintahan dan bernegara setelah
sepuluh tahun terus menerus bergerak cepat, memerlukan langkah-langkah konsolidasi yang
tersistematisasikan. Berbagai Iungsi yang bersiIat tumpang tindih perlu ditata ulang. Berbagai
kegiatan yang alIa dikerjakan, perlu ditangani dengan cara yang lebih baik.
Penting bagi kita semua, terutama kaum muda Indonesia, membiasakan diri yaitu untuk
mengerjakan apa saja yang semestinya kita kerjakan guna memperbaiki keadaan dan
meningkatkan produktiIitas kita sebagai bangsa dan negara. Setiap anak bangsa perlu bertekad
melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing melebihi apa yang seharusnya dikerjakan,
dengan hanya mengambil hak tidak melebihi hak yang memang seharusnya diterima.
B. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan yang ingin penulis capai dan sampaikan kepada pembaca dalam penyusunan
makalah ini diantaranya sebagai berikut:
1. Membangkitkan kembali rasa cinta tanah air di kalangan para pemuda dan mahasiswa sebagai
bentuk tanggung jawab moral untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
2. Menanamkan jiwa patriotisme dan rela berkorban di antara sesama Warga Negara Indonesia
dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.
3. Mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk berIikir kritis dalam menanggapi setiap
perubahan yang terjadi di sekeliling kita terutama hal-hal yang berkaitan dengan keutuhan NKRI
dan kelangsungan hidup masyarakat Indonesia.
C. RUMUSAN MASALAH
Berikut ini batasan masalah yang akan dibahas pada makalah ini.
1. mengidentiIikasi deIinisi pemuda dan mahasiswa.
2. mengidentiIikasi sebab dikatakannya mahasiswa sebagai pelopor suatu bangsa.
3. mengidentiIikasi peranan mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. mencari hubungan antara pemuda, mahasiswa dan perubahan.
5. mengetahui bagaimana cara mengasah kemampuan reIlektiI, membangun kebiasaan bertindak
eIektiI serta melatih kemampuan kerja teknis.
6. mengetahui peranan dan Iungsi mahasiswa di era reIormasi.
D. METODE PENULISAN
Dalam menyusun makalah ini, penyusun melakukan pencarian data dan mempelajari wacana-
wacana yang berkaitan dengan batasan tema yang telah diberikan melalui media internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI PEMUDA DAN MAHASISWA
1. DeIinisi Pemuda
DeIinisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara Iisik sedang mengalami
perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda
merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai
calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,
WHO menyebut sebagai young people dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19
tahun disebut adolescenea atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun
1985, mendeIinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
DeIinisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak
dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa
perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draIt RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18
hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara
biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan
aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positiI aspirasi yang berbeda ini disebut
dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan
kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki deIinisi
beragam. DeIinisi tentang pemuda di atas lebih pada deIinisi teknis berdasarkan kategori usia
sedangkan deIinisi lainnya lebih Ileksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah
mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresiI.
2. DeIinisi Mahasiswa
DeIinisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar yang
paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu mahasiswa sudah terpelajar, sebab
mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang
paripurna.
Apakah yang diharapkan dari seorang mahasiswa ? Memang harapan ini terbagi pada stratanya,
yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu memahami suatu konsep, dapat
memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik untuk permasalahan tersebut sesuai
pemahaman mendalam konsep yang telah dipelajari. Untuk strata S2, mahasiswa diharapkan
mampu merumuskan sesuatu yang berguna atau bernilai lebih untuk bidangnya. Sedangkan S3
diharapkan mampu menyumbang ilmu baru bagi bidangnya.
Dari semua strata ada hal yang harus terus secara konsisten diperlihatkan oleh mahasiswa. Yaitu
dalam menghadapi permasalahan, seorang mahasiswa harus melakukan analisa terhadap masalah
itu. Mencari bahan pendukung untuk lebih memahami permasalahan tersebut. Kemudian
memunculkan alternatiI solusi dan memilih satu solusi dengan pertimbangan yang matang. Dan
pada akhirnya harus mampu mempresentasikan solusi yang dipilih ke orang lain untuk
mempertanggung jawabkan pemilihan solusi tersbut.
B. MENGASAH KEMAMPUAN REFLEKTIF
Dalam mengembangkan perannya, kaum muda Indonesia perlu mengasah kemampuan reIlektiI
dan kebiasaan bertindak eIektiI. Perubahan hanya dapat dilakukan karena adanya agenda reIleksi
(reIlection) dan aksi (action) secara sekaligus. Daya reIleksi kita bangun berdasarkan bacaan
baik dalam arti Iisik melalui buku, bacaan virtual melalui dukungan teknologi inIormasi maupun
bacaan kehidupan melalui pergaulan dan pengalaman di tengah masyarakat. Makin luas dan
mendalam sumber-sumber bacaan dan daya serap inIormasi yang kita terima, makin luas dan
mendalam pula daya reIleksi yang berhasil kita asah. Karena itu, Iaktor pendidikan dan
pembelajaran menjadi sangat penting untuk ditekuni oleh setiap anak bangsa, terutama anak-
anak muda masa kini.
C. MEMBANGUN KEBIASAAN BERTINDAK EFEKTIF
Di samping kemampuan reIlektiI, kaum muda Indonesia juga perlu melatih diri dengan
kebiasaan untuk bertindak, mempunyai agenda aksi, dan benar-benar bekerja dalam arti yang
nyata. Kemajuan bangsa kita tidak hanya tergantung kepada wacana, public discourse`, tetapi
juga agenda aksi yang nyata. Jangan hanya bersikap 'NATO, 'Never Action, Talking Only
seperti kebiasaan banyak kaum intelektual dan politikus amatir negara miskin. Kaum muda masa
kini perlu membiasakan diri untuk lebih banyak bekerja dan bertindak secara eIektiI daripada
hanya berwacana tanpa implementasi yang nyata.
D. MELATIH KEMAMPUAN KERJA TEKNIS
Hal lain yang juga perlu dikembangkan menjadi kebiasaan di kalangan kaum muda kita ialah
kemampuan untuk bekerja teknis, detil atau rinci. 'The devil is in the detail, bukan semata-mata
dalam tataran konseptual yang bersiIat umum dan sangat abstrak. Dalam suasana sistim
demokrasi yang membuka luas ruang kebebasan dewasa ini, gairah politik di kalangan kaum
muda sangat bergejolak. Namun, dalam wacana perpolitikan, biasanya berkembang luas
kebiasaan untuk berpikir dalam konsep-konsep yang sangat umum dan abstrak. Pidato-pidato,
ceramah-ceramah, perdebatan-perdebatan di ruang-ruang publik biasanya diisi oleh berbagai
wacana yang sangat umum, abtrask dan serba enak didengar dan indah dipandang. Akan tetapi,
semua konsep-konsep yang bersiIat umum dan abstrak itu baru bermakna dalam arti yang
sebenarnya, jika ia dioperasionalkan dalam bentuk-bentuk kegiatan yang rinci.
Sebaiknya, kaum muda Indonesia, untuk berperan produktiI di masa depan, hendaklah
melengkapi diri dengan kemampuan yang bersiIat teknis dan mendetil agar dapat menjamin
benar-benar terjadinya perbaikan dalam kehidupan bangsa dan negara kita ke depan. Bayangkan,
jika semua anak muda kita terjebak dalam politik dan hanya pandai berwacana, tetapi tidak
mampu merealisasikan ide-ide yang baik karena ketiadaan kemampuan teknis, ketrampilan
manajerial untuk merealisasikannya, sungguh tidak akan ada perbaikan dalam kehidupan
kebangsaan kita ke depan.
E. PEMUDA, MAHASISWA DAN KESADARAN BERKONSTITUSI
Sekarang ini kita berada dalam suasana memperingati semangat sumpah pemuda yang
dikumandangkan pada tahun 1928, delapan puluh tahun yang silam. Sebagai anak bangsa kita
telah bersumpah setia untuk bersatu nusa, bersatu bangsa, dan berbahasa persatuan bahasa
Indonesia. Ada kekeliruan dalam kita memahami makna persatuan itu, yaitu seakan-akan bersatu
dalam uniIormitas, termasuk dalam soal bahasa. Salah paham itu tercermin antara lain dalam
lagu yang biasa kita nyanyikan, yaitu 'satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa kita. Akibatnya,
sumpah pemuda kita maknai hanya mengenal satu bahasa saja, yaitu bahasa Indonesia, dengan
mengabaikan dan menaIikan bahasa-bahasa daerah yang demikian banyak jumlahnya. Padahal,
teks asli sumpah pemuda itu menyatakan bahwa kita 'menjunjung bahasa Indonesia sebagai
bahasa persatuan. Artinya, bahasa Indonesia itu adalah bahasa persatuan, bukan satu-satunya
bahasa yang diakui oleh bangsa dan negara.
Kita koreksi kesalahpahaman itu dengan menegaskan kembali bahwa kita harus bersatu sebagai
bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan 'bhineka-tunggal-
ika. Keanekaragaman bahasa, kemajemukan anutan agama, etnis dan bahkan perbedaan rasial,
merupakan kekayaan budaya bangsa kita yang tidak ternilai. Akan tetapi di tengah keanekaan
itu, kita telah bertekad untuk bersatu seperti tercermin dalam sila ketiga Pancasila, yaitu
'Persatuan Indonesia. Kita bersatu dalam keragaman, 'unity in diversity, 'bhinneka tunggal
ika. Dalam semangat persatuan itu, kita beraneka ragam. Kita beraneka, tetapi tetap kokoh
bersatu.
Setelah masa reIormasi dan terjadinya perubahan UUD 1945, semangat persatuan dalam
keragaman itu kembali dipertegas dalam rumusan pasal-pasal konstitusi kita. Prinsip otonomi
daerah yang sangat luas kita terapkan. Bahkan satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersiIat
istimewa seperti Papua, Aceh, dan Yogaykarta, atau pemerintahan daerah yang bersiIat khusus
seperti DKI Jakarta, diberi ruang untuk tidak seragam atau diberi kesempatan untuk mempunyai
ciri-ciri yang khusus atau istimewa, yang berbeda dari daerah-daerah lain pada umumnya.
Demikian pula, kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat di seluruh nusantara diperkenankan
untuk hidup sesuai dengan keasliannya masing-masing. Pasal 18B ayat (2) UUD 1945
menegaskan, 'Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat
beserta hak-hak tradisionalnya, sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan
masyarakat dan prinsip NKRI, yang diatur dalam undang-undang.
Di samping itu, diadakan pula penegasan mengenai status bahasa daerah dalam hubungannya
dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dengan semangat untuk menjunjung tinggi
bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, tidak berarti bahwa bahasa daerah diabaikan. Karena
itu, dalam Pasal 32 ayat (2) UUD 1945 ditegaskan, 'Negara menghormati dan memelihara
bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Dengan perkataan lain, semangat keanekaan
atau kemajemukan kembali diberi tekanan dalam rangka pembinaan Negara Kesatuan Republik
Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dalam wujudnya yang paling konkrit, prinsip kebersatuan dan persatuan itu juga kita
materialisasikan dalam konsepsi tentang negara konstitusional yang berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945. UUD 1945 yang di dalamnya terkandung roh Pancasila itu merupakan piagam
pemersatu kita sebagai satu bangsa yang hidup dalam kesatuan wadah NKRI. Di dalam UUD
1945 itu, segala hak dan kewajiban kita sebagai warga negara dipersamakan satu dengan yang
lain antar sesama warga negara. Sebagai warga masyarakat, kita beraneka, tetapi sebagai warga
negara segala hak dan kewajiban kita sama satu dengan yang lain.
Karena itu, kaum muda Indonesia saya harapkan dapat membangun kesadaran hidup
berkonstitusi. Konstitusi adalah pemersatu kita dalam peri kehidupan bersama dalam wadah
NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini. Konstitusi negara itulah yang menjadi
sumber reIerensi tertinggi dalam kita membangun sistim aturan dalam kehidupan bernegara dan
berpemerintahan. Para pemimpin dan pejabat adalah tokoh-tokoh atau orang-orang yang datang
dan pergi. Kita taati keputusannya sepanjang ia mengikuti dan menaati sistim aturan yang telah
kita sepakati bersama berdasarkan UUD 1945. Oleh sebab itu, marilah kita membangun dan
melembagakan sistim aturan dalam kehidupan kolektiI kita dalam kehidupan bernegara dan
berpemerintahan.
Pemuda dan mahasiswa adalah harapan bagi masa depan bangsa. Tugas anda semua adalah
mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengambil peran dalam proses pembangunan
untuk kemajuan bangsa kita di masa depan. EstaIet kepemimpinan di semua lapisan, baik di
lingkungan supra struktur negara maupun di lingkup inIra struktur masyarakat, terbuka luas
untuk kaum muda Indonesia masa kini. Namun, dengan tertatannya sistim aturan yang kita
bangun, proses regenerasi itu tentu akan berlangsung mulus dan lancar dalam rangka pencapaian
tujuan bernegara. Oleh karena itu, orientasi pembenahan sistim politik, sistim ekonomi, dan
sistiim sosial budaya yang tercermin dalam sistim hukum yang berlaku saat ini sangatlah penting
untuk dilakukan agar kita dapat menyediakan ruang pengabdian yang sebaik-baiknya bagi
generasi bangsa kita di masa depan guna mewujudkan cita-cita bangsa yang adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta guna mencapai empat tujuan nasional kita, yaitu
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
F. PEMUDA, MAHASISWA DAN PERUBAHAN
Pemuda dan mahasiswa sama-sama diidentikkan dengan 'agent oI change. Kata-kata perubahan
selalunya menempel dengan erat sekali sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal
sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan
untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah
melaksanakan dan merealisasikan perubahan positiI, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri
bisa tercapai dengan membanggakan.
Peran sentral perjuanganya sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan
untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positiI di negeri ini. Tidak
dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang
mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa.
Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan-gerakan
perubahan positiI yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan sebuah bangsa dan negara.
Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu
berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa besar di dunia selalu identik dengan
peran mahasiswa didalamnya.
Berawal dari gerakan organisasi mahasiswa Indonesia di tahun 1908, Boedi Oetomo. Gerakan
yang telah menetapkan tujuannya yaitu 'kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa ini telah
lahir dan mampu memberikan warna perubahan yang luar biasa positiI terhadap perkembangan
gerakan kemahasiswaan untuk kemajuan bangsa Indonesia.Gerakan kemahasiswaan lainnya pun
terbentuk, Mohammad Hatta mempelopori terbentuknya organisasi kemahasiwaan yang
beranggotakan mahasiswa-mahasiswa yang sedang belajar di Belanda yaitu Indische
Vereeninging (yang selanjutnya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia). Kelahiran organisasi
tersebut membuka lembaran sejarah baru kaum terpelajar dan mahasiswa di garda depan sebuah
bangsa dengan misi utamanya 'menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan
dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan.
Gerakan mahasiswa tidak berhenti sampai disitu, gerakannya berkembang semakin subur,
angkatan 1928 yang dimotori oleh beberapa tokoh mahasiswa diantaranya Soetomo
(Indonesische Studie-club),Soekarno (Algemeene Studie-club), hingga terbentuknya juga
Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan prototipe organisasi telah
menghimpun seluruh gerakan mahasiswa ditahun 1928, gerakan mahasiswa angkatan 1928
memunculkan sebuah idieologi dan semangat persatuan dan kesatuan diseluruh pelosok
Indonesia untuk meneriakkan dengan lantang dan menyimpannya didalam jiwa seluruh
komponen bangsa, kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu yaitu tumpah
darah Indonesia, berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa satu yaitu
bahasa Indonesia dan hingga kini kita kenal sebagai sumpah pemuda.
Gerakan perjuangan mahasiswa sebagai kontrol pemerintahan dan kontrol sosial terus tumbuh
dan berkembang, hinggalah gerakan perjuangan mahasiswa sampai pada terjadinya peristiwa 10
tahun yang lalu yaitu tragedi trisakti mei 1998.
Lagi-lagi mahasiswa menjadi garda terdepan didalam perubahan terhadap negeri ini, gerakan
perjuangan ini menuntut reIormasi perubahan untuk mengganti rezim orde baru yang korupsi,
kolusi, dan nepotisme serta tidak berpihak kepada rakyat dan memaksa turun presiden soeharto
dari kursi kekuasaannya yang telah digenggamnya selama hampir 32 tahun.
Gerakan perjuangan mahasiswa tidak semudah yang kita bayangkan, perubahan ini harus dibayar
mahal dengan meninggalnya empat mahasiswa universitas trisakti oleh timah petugas aparat
yang tidak mengharapkan perubahan itu terjadi.
Sejarah panjang gerakan mahasiswa merupakan salah satu bukti, kontribusinya, eksistensinya,
dan peran serta tanggungjawabnya mahasiswa dalam memberikan perubahan dan
memperjuangkan kepentingan rakyat.
Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan
dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam
melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus
yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi
pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai
generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan
negatiI yang ada pada suatu kaum.
Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik
yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini
bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, 'ruh perubahan itu
tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.
Gerakan perjuangan Mahasiswa Indonesia tidak boleh berhenti sampai kapanpun ,gerakan
perjuangan mahasiswa saat ini tidak hanya dengan bergerak bersama-sama untuk berdemonstrasi
dan berorasi dijalan-jalan saja, akan tetapi wahai para 'agent oI change, cobalah untuk
bertindak bijak dengan intelektualisme, idealisme, dan keberanian mu untuk bisa senantiasa
menanamkan ruh perubahan yang ada dalam dirimu untuk bisa memberi kebaikan dan berperan
besar serta bertanggung jawab untuk memberikan kemajuan bangsa dan Negara Indonesia,
sehingga seperti Hasan al Banna katakan 'goreskanlah catatan membanggakan bagi umat
manusia.
G. MAHASISWA PELOPOR SEJARAH BANGSA
Mahasiswa telah terbukti selalu menjadi pelopor dalam sejarah suatu Bangsa. Pada konteks
Indonesia, pengalaman empirik juga membenarkan sekaligus mempertegas realitas tersebut.
Catatan sejarah memperlihatkan bahwa dengan kemahirannya dalam menjalankan Iungsi sebagai
Intellectual Organic, mahasiswa telah berhasil menumbangkan rezim Orde Baru dan
menghantarkan Indonesia kedalam suatu era yang saat ini sedang bergulir, yakni: 'Orde
ReIormasi'.
Namun pada sisi yang lain, Iakta juga membuktikan bahwa sampai dengan saat ini, mahasiswa
Indonesia belum mampu untuk mendongkel antek-antek Orde Baru dari jajaran elite kekuasaan.
Padahal sudah menjadi rahasia umum, bahwa kehadiran mereka di situ untuk menutupi segala
kebobrokan kolektiI yang telah mereka lakukan di masa lalu.
Dengan kenyataan yang demikian, maka tidaklah mengherankan apabila proses reIormasi masih
tersendat-sendat dan belum dapat berjalan secara linear. Menurut Sebastian de Grazia (1966 : 72-
74), kondisi seperti ini secara cepat atau lambat, otomatis akan menimbulkan suatu situasi
anomie yang kuat di dalam kehidupan ber-Masyarakat, ber-Bangsa dan ber-Negara, yang pada
akhirnya akan berdampak buruk bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
Bertolak dari argumen di atas, maka mahasiswa dituntut/diharapkan dapat terjun ke arena politik
dalam rangka mengawal seluruh agenda reIormasi, demi terwujudnya masyarakat Indonesia
yang adil di dalam kemakmuran dan makmur di dalam keadilan secara demokratis.Akan tetapi,
yang menjadi persoalannya adalah bagaimanakah seharusnya mahasiswa berpolitik..??? dan
aksi politik yang bagaimanakah yang harus dilakukan oleh mahasiswa..?
Sebelum menjawab kedua pertanyaan di atas, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa istilah
politik dalam tulisan ini dipahami sesuai dengan konsep berpikirnya Antonio Gramsci, sehingga
di sini politik dideIinisikan sebagai aktivitas pokok manusia dimana manusia dapat
mengembangkan kapasitas dan potensi dirinya. (Roger Simon, 1999 : 136).
Jika deIinisi di atas diejawantahkan dalam bentuk aksi, maka mahasiswa dapat berpolitik dalam
dua pengertian, yakni : Pertama, berpolitik dalam arti konsep (Concept). Disini mahasiswa
secara individual maupun kelompok, harus mengajukan gagasan, pikiran, solusi atau interpretasi
mengenai apa yang menjadi kehendak dari mayoritas rakyat. Kedua, berpolitik dalam arti
kebijakan (Belied). Di sini mahasiswa sebagai kelompok harus menjadi Pressure Groups yang
memperjuangkan aspirasi rakyat, dengan cara mempengaruhi orang-orang yang memegang
kebijakan ataupun yang menjalankan kekuasaan, dari luar sistem kekuasaan.
Apabila mahasiswa berpolitik dalam artian yang pertama, maka mahasiswa dituntut untuk benar-
benar memahami cara berpikir ilmiah, yaitu teratur dan sistematik. Sedangkan apabila
mahasiswa berpolitik dalam arti kebijakan (Belied), maka mahasiswa harus betul-betul
mengetahui posisi individu dalam kehidupan ber-Negara, posisi konstitusi dalam kehidupan ber-
Negara, posisi Negara dalam menjalin relasi dengan warganya, konstelasi politik terkini dan
menguasai manajemen aksi. Pada tataran ideal, mahasiswa seharusnya berpolitik dalam arti
konsep (Concept) maupun dalam arti kebijakan (Belied) secara bersamaan. Ini berarti,
mahasiswa harus berpolitik sebagai politisi ekstra perlementer.
H. PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Apa yang terlintas dibenak kita ketika kita mendengar katamahasiswa, mungkin tidak hanya
satu jawaban yag akan terucap dari banyak orang dengan beranekaragam latar belakang
pendidikan. Mahasiswa merupakan sebuah status yang disandang seseorang ketika ia menjalani
pendidikan Iormal pada sebuah perguruan tinggi. Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang
mahasiswa apabila ia tercatat sebagai mahasiswa secara administrasi sebuah perguruan tinggi
yang tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Status ini menjadi
mutlak apabila kita berbicara dalam konteks pendidikan Iormal. Ternyata dbalik statusnya itu,
masih banyak sekali peranan seorang yang menyandang status mahasiswa untuk menunjukkan
peranannya pada kehidupan masyarakat terlebih lagi pada tingkat kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Sejarah membuktikan bagaimana kekuatan mahasiswa dalam pergantian rezim yang diktator
menuju perubahan kearah lebih baik, sebagai contoh gerakan mahasiswa bersama komponen
bangsa lainnya yang ketika itu masyarakat,parpol dan ABRI dalam menyuarakan TriTura(Tiga
Tuntutan Rakyat) yang berhasil menggantikan rezim kekuasaan saat itu yang dinilai cenderung
terlau berpihak pada haluan kiri. Kemudian bagaimana peristiwa Malari(Petaka Lima Belas
Januari) yang dimotori oleh Hariman Siregar yang notabene sebagai mahasiswa kedokteran
Universitas Indonesia, dan masih membekas diingatan kita ketika kekuatan mahasiswa untuk
menggulingkan rezim orde baru yang otoriter yang telah berkuasa selama 32 tahun. Itu
merupakan bukti-bukti nyata dimana mahasiswa menunjukkan peranannya dikancah perpolitikan
nasional yang tentunya untuk menciptakan keselarasan menuju masyarakat yang makmur
sentosa, meskipun sampai sekarang buah tangan dari perjuangan mahsiswa tersebut masih jauh
panggang dari api. Sehinnga dapat disimpulkan bahwa kekuatan mahasiswa dalam kancah
perpolitikan nasional menjadi patut diperhitungkan sebagai gerakan yang murni membela
kepentingan rakyat semata.
Sekarang mari kita tengok aktivitas mahasiswa zaman sekarang, Amien Rais pernah
mengutarakan intensitas dan kualitas dari gerakan kemahasiswaan cenderung mengalami
penurunan seiring datangya era globalisasi ke negeri kita tercinta ini, kebanyakan dari
mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kegiatan yang kurang jelas
manIaatnya, Iorum-Iorum diskusi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kenegaraan tidak
pernah dijejali oleh mahasiswa sebaliknya tempat-tempat hiburan malah disesaki para
mahasiswa. Penulis tidak melarang tentunya sebatas itu tidak melanggar syariat, karena sebagai
manusia tentunya kita juga butuh yang namanya hiburan. Tetapi hal itu juga harus disaring
dengan kekuatan iman kita. Kembali kepada kualitas gerakan kemahsiswaan masa sekarang yang
cenderung menurun, maka sadar atupun tidak itu merupakan eIek dari masuknya era globalisasi
ke indonesia tanpa diharmonisasi dengan manajemen waktu dan diri yang baik. Untuk
membangun citra mahasiswa sebagai agen pembaharu ataupun kaum intelektual yang mana
dipundaknya ada masa depan bangsa ini yang akan dilabuhkan dimana, maka kita harus
memupuk rasa persaudaraan dan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Selain
itu tentunya kita perlu membangun konsep intelektual dalam gerakan yang sinergi dan terarah
menuju masyarakat yang adil dan makmur. Sehingga kedepan mahasiswa tidak hanya dikenal
lewat aktivitasnya ketika menjalani perkuliahan saja,tetapi sebagai elemen bangsa yang peka
terhadap kondisi permasalahan disekitarnya .Semoga.
I. PERANAN DAN FUNGSI MAHASISWA DALAM ERA REFORMASI
Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktiI selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-
suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di
masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi
pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga Iungsi strategis, yaitu :
1. sebagai penyampai kebenaran (agent oI social control)
2. sebagai agen perubahan (agent oI change)
3. sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum
akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini
keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran
mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus
yang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus.
Peran dan Iungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
1. Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
2. Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reIormasi, harus tetap tertanam dalam jiwa
setiap mahasiswa.
3. Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah
berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan.
Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas
kerakyatan.
Menurut Arbi Sanit ada empat Iaktor pendorong bagi peningkatan peranan mahasiswa dalam
kehidupan politik.
1. sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai
horison yang luas diantara masyarakat.
2. sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah, sampai di
universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik yang terpanjang diantara
angkatan muda.
3. kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa. Di Universitas,
mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan agama terjalin dalam kegiatan
kampus sehari-hari.
4. mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan,
struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan sendirinya merupakan elit di
dalam kalangan angkatan muda.
Pada saat generasi yang memmipin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah kita yang
akan melanjutkan tongkat estaIet perjuangan bangsa ini. Namun apabila hari ini ternyata kita
tidak berusaha mambangun diri kita sendiri apakah mungkin kita kan membangun bangsa ini
suatu saat nanti?
Jawabannya ada pada diri anda masing-masing.
Kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa
1. SoIt skill (Kemampuan Kepribadian)
a. SoIt Skill atau kemampuan kepribadian adalah salah satu Iaktor untuk sukses pada pendidikan
yang ditempuh dan juga penentu untuk masa depan seseorang dalam menjalani hidupnya.
b. Karena soIt skill hampir 80 menentukan keberhasilan seseorang.
Kemampuan soIt skill yang perlu dimiliki seorang mahasiswa
a. Manajemen waktu
b. Kepemimpinan (leadership)
c. Tingkat kepercayaan yang tinggi (selI conIidence)
d. Selera humor yang tinggi (sense oI humor)
e. Memiliki keyakinan dalam agama (spiritual capital)
2. Hard Skill (Kemampuan Intelektual)
Kemampuan intelektual hanya mendukung 20 dari pencapaian prestasi dan keberhasilan
seseorang
Jika kemampuan soIt skill ini kita punyai, maka kita akan menjadi orang yang baik di masa
depan, sebab saat ini yang terjadi banyak orang yang penting tapi sedikit yang baik
'Yakini pilihan anda, bahwa dalam dunia anda menekuni pendidikan tinggi anda bisa sukses
seperti yang anda cita-citakan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Peran mahasiswa bagi bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan dengarkan
dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan
perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang
melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi
pengganti yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai
generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan
negatiI yang ada pada suatu kaum.
Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik
yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini
bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, 'ruh perubahan itu
tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.
B. SARAN
Pada bagian ini penyusun ingin mengajak yang dalam hal ini ditujukan kepada para generasi
muda pelajar dan mahasiswa, para Dosen dan Guru, seluruh elemen pemerintah baik yang ada di
daerah maupun yang ada di pusat serta seluruh lapisan masyarakt Indonesia secara luas agar
tetap bersatu demi mempertahankan keutuhan NKRI. Terkadang masalah sepele akan menjadi
kompleks jika tidak ada solidaritas di antara sesama kita. Penyusun berharap tak akan ada lagi
perselisihan di negeri kita tercinta sehingga cita-cita bangsa Indonesia akan tercapai.
Pepatah dalam bahasa Inggris mengatakan Student Today, Leader Tomorrow. Penyusun
meyakini bahwa kunci tercapainya cita-cita itu ada di tangan para generasi muda. Oleh karena
itu, tetaplah semangat dalam meraih apa yang telah menjadi tujuan hidup kita.
DAFTAR PUSTAKA
one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/deIinisi-pemuda
kipong.webnode.com/news/peranan-mahasiswa-dalam-kehhidupan-berbangsa-dan-bernegara/
stmik-amik-dumai.ac.id/index.php/artikel/41-artikel/111-peranan-dan-Iungsi-mahasiswa-dalam-
era-reIormasi