Anda di halaman 1dari 17

ANATOMI BENIH

(Laporan Praktikum Teknologi Benih)












Oleh
AKHMAD KAMAL
E1A209052
Kelompok II





FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BAN1ARBARU
201s1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Benih adalah tanaman/bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan
atau mengembangbiakan tanaman. Benih juga diartikan sebagai biji tanaman yang
tumbuh menjadi tanaman muda (bibit), kemudian dewasa dan menghasilkan bunga.
Melalui penyerbukaan bunga berkembang menjadi buah atau polong, lalu
menghasilkan biji kembali. Benih dapat dikatakan pula sebagai ovul masak yang
terdiri dari embrio tanaman, jaringan cadangan makanan, dan selubung penutup yang
berbentuk vegetatiI.
Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga
yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae
atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi,
biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodiIikasi sehingga dapat
bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. (Lihat 5ergiliran
keturunan).
Kata "biji" adalah pinjaman dari bahasa Sanskerta. Kata "biji" acap
dipertukarkan penggunaannya dengan "benih" dan "bibit". Dalam istilah teknis
pertanian dan kehutanan, "benih" adalah biji yang dipersiapkan khusus untuk
menghasilkan tanaman baru. Sedangkan "bibit" (atau juga disebut "semai") adalah
tanaman muda siap tanam hasil perkembangan benih, atau hasil perbanyakan tanaman
dengan cara yang lain (misalnya cangkok, stek, okulasi dan lain-lain). Di samping itu
dalam bahasa awam kata "biji" juga kerap dilekatkan secara kurang tepat: 'biji' padi
(gabah), 'biji' jagung, dan 'biji' bunga matahari --misalnya-- yang secara botani
sesungguhnya adalah buah kering tak memecah, sementara bijinya yang sejati terletak
di dalamnya. Juga 'biji' mangga dan 'biji' aneka buah batu lainnya, yang sebetulnya
biji terlapis oleh endokarp; yakni bagian dalam buah yang mengeras atau liat untuk
melindungi biji yang sesungguhnya.
Pada umumnya biji memiliki tiga bagian utama, yakni (1) lembaga (embrio);
(2) cadangan makanan untuk pertumbuhan embrio; dan (3) pelindung biji, yakni kulit
biji.
Lembaga (embrio) adalah jaringan bakal tumbuhan dari mana tumbuhan
yang baru akan berkembang manakala kondisi lingkungannya sesuai. Lembaga ini
memiliki satu helai daun lembaga (kotiledon) pada tetumbuhan berkeping satu
(monokotil); dua helai daun lembaga pada hampir semua tetumbuhan berkeping dua
(dikotil); dan dua atau lebih pada tetumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae).
Selanjutnya lembaga juga memiliki calon akar yang disebut radikula dan calon tunas
yang disebut plumula. Calon batang yang terletak di atas titik perlekatan daun
lembaga disebut epikotil, dan yang terletak di bawahnya disebut hipokotil.
Bagian lain dari biji adalah jaringan penyimpan cadangan makanan, yang
diperlukan oleh tumbuhan baru ketika mulai tumbuh membesar. Bentuk nutrisi yang
disimpan bervariasi tergantung pada jenis tumbuhan tersebut. Pada Angiospermae,
cadangan ini bermula dari jaringan yang disebut endosperma, yang berasal dari
tetumbuhan induk melalui proses pembuahan ganda. Endosperma yang biasanya
triploid ini kaya akan minyak nabati atau zat pati dan protein. Pada Gymnospermae
seperti halnya koniIera, jaringan makanan cadangan ini berasal dari bagian gametoIit
betina, jadi bersiIat haploid. Pada beberapa spesies, lembaga melekat pada
endosperma atau gametoIit betina, yang cadangan makanannya kelak digunakan
ketika lembaga berkecambah. Pada jenis-jenis yang lain, cadangan makanan pada
endosperma telah diserap lembaga dalam tahap perkembangan biji, dan kemudian
disimpan di dalam daun lembaga. Dalam kasus terakhir ini, biji yang telah masak
tidak lagi memiliki endosperma dan disebut biji eksalbumina (exalbuminous seeds).
Beberapa contohnya adalah biji kacang-kacangan (misalnya buncis, kacang merah,
dan kacang ercis), pasang, lobak, dan bunga matahari. Sementara biji yang tetap
memiliki endosperma hingga masak dikenal sebagai biji albumina (albuminous
seeds). Kebanyakan monokotil (misalnya jenis-jenis rumput dan palma), sebagian
dikotil (misalnya jarak), dan semua Gymnospermae memiliki tipe biji albumina ini.
Kulit biji (testa) berkembang dari jaringan integumen yang semula mengitari
ovula (bakal biji). Tatkala biji masak, kulit biji ini dapat setipis kertas (misalnya pada
kacang tanah) atau tebal dan keras seperti pada kelapa. Kulit biji ini berguna untuk
menjaga lembaga dari kekeringan dan kerusakan mekanis.
Di samping ketiga bagian utama biji di atas, beberapa spesies memiliki bagian
tambahan pada biji yang dihasilkannya; misalnya salut biji (arilus) pada pala, rambut
pada kapas, atau sejenis struktur yang mengandung minyak yang disebut elaiosome
(misalnya pada biji jarak dan biji aneka jenis Euphorbiaceae lainnya).
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui keadaan anatomi benih
dari beberapa jenis benih.
TIN1AUAN PUSTAKA
Bagian-bagian biji terdiri dari 3 bagian dasar :
1. Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-gamet
jantan dan betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang berkembangnya
sempurna terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut : epikotil (calon pucuk),
hipokotil (calon batang), kotiledon (calon daun) dan radikula (calon akar). Tanaman
di dalam kelas ngios5ermae diklasiIikasikan oleh banyaknya jumlah kotiledon.
Tanaman monokotiledon mempunyai satu kotiledon misalnya : rerumputan dan
bawang. Tanaman dikotiledon mempunyai dua kotiledon misalnya kacang-kacangan
sedangakan pada kelas Gymnos5ermae pada umumnya mempunyai lebih dari 2
kotiledon misalnya pinus, yang mempunyai sampai sebanyak 15 kotiledon. Pada
rerumputan (grasses) kotiledon yang seperti ini disebut scutellum, kuncup
embrioniknya disebut plumulle yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut
koleoptil, sedangkan pada bagian bawah terdapat akar embrionik yang disebut
radicule yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.
2. Jaringan penyimpan cadangan makanan
Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berIungsi sebagai jaringan
penyimpan cadangan makanan, yaitu : Kotoledon, misalnya pada kacang-kacangan,
semangka dan labu. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan golongan serelia
lainnya. Pada kelapa bagian dalamnya yang berwarna putih dan dapat dimakan
merupakan endospermnya.
Perisperm, misal pada Iamili eno5odiaceae dan aryo5yllaceae,
Gameto5ytic betina yang haploid misal pada kelas Gymnos5ermae yaitu pinus.
Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat,
lemak, protein dan mineral. Komposisi dan presentasenya berbeda-beda tergantung
pada jenis biji, misal biji bunga matahari kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya
akan protein, biji padi mengandung banyak karbohidrat.
3. Pelindung biji
Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan endosperm dan
kadang-kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa) berasal dari
integument ovule yang mengalami modiIikasi selama proses pembentukan biji
berlangsung. Biasanya kulit luar biji keras dan kuat berwarna kecokelatan sedangkan
bagian dalamnya tipis dan berselaput. Kulit biji berIungsi untuk melindungi biji dari
kekeringan, kerusakan mekanis atau serangan cendawan, bakteri dan insekta.
Dalam hal penggunaan cadangan makanan terdapat beberapa perbedaan
diantara sub kelas monokotiledon dan dikotiledon dimana pada : Sub kelas
monokotiledon : cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna setelah biji
masak dan dikecambhakan serta telah menyerap air. Contoh jagung, padi, gandum.
Sub kelas dikotiledon : cadangan makanan yang terdapat dalam kotileodon atau
perisperm sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak. Contoh
kacang-kacangan, bunga matahari dan labu (Sutopo, L. 2002).


BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
Biji nangka, digunakan sebagai bahan dalam praktikum anatomi benih.
Biji rambutan, digunakan sebagai bahan dalam praktikum anatomi benih.
Biji melinjo, digunakan sebagai bahan dalam praktikum anatomi benih.
Biji jagung, digunakan sebagai bahan dalam praktikum anatomi benih.
Biji kacang kedelai, digunakan sebagai bahan dalam praktikum anatomi
benih.
Biji kacang nagara, digunakan sebagai bahan dalam praktikum anatomi benih.

Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
Cutter, digunakan untuk membelah biji.
Kertas gambar, digunakan untuk menggambar anatomi benih.
Pensil warna, digunakan untuk mewarnai gambar benih.




Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas
Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, pada hari Selasa, tanggal 11
Oktober 2011 pulul 08.00 sampai dengan selesai.

Prosedur Kerja
1. Masing-masing biji dibelah dengan menggunakan cutter. 3 biji dibelah
melintang, dan 3 biji dibelah membujur.
2. Gambar anatomi benih dan diberi warna.
3. Buat klasiIikasi masing-masing tanaman.
4. Gambar biji utuh dan belahan melintangnya.
5. a. Rambutan dan nangka : tentukan pada gambar yang mana testa, arillus, embrio
(radikula dan plumula), dan endosperm.
b. Melinjo : tentukan lapisan sarcotesta, sclerotesta, endotesta, embrio (radikula
dan plumula), dan endosperm.
c. Jagung : tentukan testa, endosperm, scutellum, coleorhiza, radikula, mesokotil,
coleotyl, dan plumula.
d. Kedelai dan kacang nagara : tentukan testa, hilum, kotiledon, lembaga
(radikula, hypokotil, dan plumula).



HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Pengamatan yang dilakukan memperoleh hasil sebagai berikut :
No. Gambar Klasifikasi Keterangan

1.

Biji Nangka










Melintang









Membujur


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida
(berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Urticales
Famili : Moraceae (suku nangka-
nangkaan)
Genus : Artocarpus
Spesies : rtocar5us
etero5yllus Lam.

a. Testa
b. Arillus
c. Embrio
(radikula
dan
plumula)
d. Endosperm


2.

Biji Rambutan








Melintang









Membujur


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida
(berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Nephelium
Spesies : e5elium la55aceum
L.

a. Testa
b. Arillus
c. Embrio
(radikula
dan
plumula)
d. Endosperm


3.

Biji Melinjo





Melintang






Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi : Gnetophyta

a. Sarcotesta
b. Sclerotesta
c. Endotest
d. Embrio
(radikula
dan
plumula)
e. Endosperm
Membujur

Kelas : Gnetopsida
Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Spesies : Gnetum gnemon L.

4.

Biji 1agung








Melintang









Membujur


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping
satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-
rumputan)
Genus : Zea
Spesies : ea mays L.

a. Testa
b. Endosperm
c. Scutellum
d. Coleorhiza
e. Radikula
I. Mesokotil
g. Coleotyl
h. Plumula

5.

Biji Kacang
Kedelai







Melintang









Membujur


Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida
(berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-
polongan)
Genus : Glycine
Spesies : Glycine max (L.) Merr.

a. Testa
b. ilum
c. Kotiledon
d. Lembaga
(radikula,
hypokotil,
dan
plumula)

6.

Biji Kacang Nagara












Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta

a. Testa
b. ilum
c. Kotiledon
d. Lembaga
(radikula,
hypokotil,
Melintang









Membujur

(Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida
(berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-
polongan)
Genus : Vigna
Spesies : 'igna unguiculata (L.)
Walp.
dan
plumula)

Pembahasan
Benih adalah tanaman/bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan
atau mengembangbiakan tanaman. Benih juga diartikan sebagai biji tanaman yang
tumbuh menjadi tanaman muda (bibit), kemudian dewasa dan menghasilkan bunga.
Melalui penyerbukaan bunga berkembang menjadi buah atau polong, lalu
menghasilkan biji kembali. Benih dapat dikatakan pula sebagai ovul masak yang
terdiri dari embrio tanaman, jaringan cadangan makanan, dan selubung penutup yang
berbentuk vegetatiI. Benih berasal dari biji yang dikecambahkan atau dari umbi, setek
batang, setek daun, dan setek pucuk untuk dikembangkan dan diusahakan menjadi
tanaman dewasa.
Adapun dari hasil praktikum dapat disimpulakan bahwa biji nangka termasuk
spesies : rtocar5us etero5yllus La, yang terdapat bagian-bagian seperti Testa,
Arillus, Embrio (radikula dan plumula), serta Endosperm. Biji rambutan termasuk
spesies : e5elium la55aceum L, yang terdapat bagian-bagian seperti Testa Arillus
Embrio (radikula dan plumula) serta Endosperm. Biji melinjo termasuk spesies :
Gnetum gnemon L, yang terdapat bagian-bagian seperti Sarcotesta Sclerotesta
Endotest Embrio (radikula dan plumula) serta Endosperm. Biji jagung termasuk
spesies : ea mays L, yang terdapat bagian-bagian seperti Testa, Endosperm,
Scutellum, Coleorhiza, Radikula, Mesokotil, Coleotyl dan Plumula. Biji kacang
kedelai termasuk spesies : Glycine max (L.) Merr, yang terdapat bagian-bagian seperti
Testa, ilum, Kotiledon, Lembaga (radikula, hypokotil, dan plumula). Biji kacang
negara termasuk spesies : 'igna unguiculata (L.) Walp, yang terdapat bagian-bagian
seperti Testa, ilum, Kotiledon, Lembaga (radikula, hypokotil, dan plumula).
Keterangan hasil struktur anatomi dari semua benih, yaitu :
Kulit luar (9089,) SiIat : tipis, kaku seperti kulit, keras seperti kayu/batu,
warna dan keadaan bervariasi
Kulit luar (8,7.49089,
Tebal berdaging, warna berubah dari muda ke tua
Kulit tengah (8.0749089,)
Kuat dan keras
SALUT BI1I (#&$)
Merupakan pertumbuhan dai tali pusar

Kulit dalam (03/49089,)
Tipis seperti selaput, sering melekat pada inti biji
PUSAR BI1I (&$)
Merupakan bekas perlekatan dengan tali pusar
Hipokotil : bagian bawah aksis (pangkal) yang melekat pada kotiledon.
Radikula : bagian terminal (ujung).
Epikotil : bagian atas pangkal.
Plumula : bagian ujung, yaitu pucuk dengan sepasang daun.
Kotiledon : bagian cadangan makanan.
Putih lembaga dalam (03/485072:2
Jika berasal dari sel-sel yang berasal dari inti kandung lembaga sekunder,
yang setelah dibuahi oleh salah satu inti sperma, membelah menjadi jaringan
penimbun makanan. anya ditemukan pada tumbuhan Angiospermae









KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Percobaan yang telah dilakukan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
1. Benih adalah tanaman/bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau
mengembangbiakan tanaman.
2. Benih dapat dikatakan pula sebagai ovul masak yang terdiri dari embrio tanaman,
jaringan cadangan makanan, dan selubung penutup yang berbentuk vegetatiI.
3. Putih lembaga dalam (03/485072:2
Jika berasal dari sel-sel yang berasal dari inti kandung lembaga sekunder, yang
setelah dibuahi oleh salah satu inti sperma, membelah menjadi jaringan
penimbun makanan. anya ditemukan pada tumbuhan Angiospermae

Saran
Agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, maka praktikan
harus teliti dan cermat dalam pengamatan serta diawasi juga dengan asisten agar tidak
terjadi kesalahan dalam pengamatan.




DAFTAR PUSTAKA
Anonim
1
. 2011. Anatomi Benih. http://ramadhan.20m.com/whatsnew.html. Diakses
2011.
Astawan, M dan T. Wresdiyati. 2004. Diet Sehat dengan Makanan Berserat. Solo:
Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Bressani, R. 1988. Protein complementation oI Ioods. In: Karmas & R.S. arris
(Eds.). Nutritional evaluation oI Iood processing. New York, Van Nostrand
Reinhold Company. 3rd ed., p. 627-657.
Bressani, R. 1990. Chemistry, technology and nutritive value oI maize tortillas. Food
Rev. Int, 6: 225-264.
Brown, W.L., R. Bressani, D.V. Glover, A.R. allauer, V.A. Johsnon, C.O. Qualset,
and N.D. Vietmeyer. 1988. Quality protein maize. Report oI an Ad oc Panel
oI The Advisory Committee on Technology Innovation Board on Science and
Technology Ior International Development National Research Council.
National Academy Press. Washington D.C.
Kartasapoetra, Ance G. 2003. Teknologi Benih. Jakarta : Rineka Cipta.
pada tanggal 12 Oktober
Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Malang : Fakultas Pertanian UNBRAW.