Anda di halaman 1dari 14

ANALISA PEMASARAN CABE PADA USAHA DAGANG HORAS TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH 1.

Latar Belakang Masalah Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, karena sebahagian besar penduduk indonesia kehidupannya tergantung pada sektor pertanian, disamping itu pentingnya peranan sektor pertanian ini dapat dilihat dari jumlah penduduk yang berasal dari sektor ini dengan demikian pembangunan pertanian di indonesia merupakan salah satu usaha utama dalam program pembangunan nasional. Pembangunan pertanian akan selalu bertuju kearah pertanian, pedesaan dalam usaha peningkatan pendapatan masyarakat tani dengan tujuan untuk mencapai taraf kehidupannya yang sejahtera peningkatan pendapatan pembangunan nasional, masyarakat tani tidak akan terlepas dari peningkatan produksi dari usaha tani yang dilakukan petani itu sendiri. Usaha pemasaran cabe sebagai satu kegiatan untuk memperoleh produksi dilapangan pertanian pada akhirnya akan dinilai dari biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang diperoleh selisih keduannya adalah merupakan pendapatan usaha bagi para petani. Dalam kondisi perekonomian yang lesu seperti sekarang ini bisnis hasil pertanian merupakan peluang tersendiri yang mendatangkan

keuntungan den\mikian juga halnya dengan kondisi Aceh Tengah yang lebih dikenal sebagai snetral produksi pertanian di daerah Aceh. Dalam rangka memperlancar kegiatan arus pemasaran cabe usaha dagang dari produsen ke konsumen, maka salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan adalah memiliki secara tepat dan cepat saluran distribusi yang akan digunakan. Saluran distribusi merupakan struktur yang berbeda oleh berbagai macam perusahaan dan lembaga usaha seperti, usaha dagang horas takengon, hal ini dapat dipertimbangkan sebagai fungsi yang harus dilakukan untuk memasarkan barang dagangan secara efektif, sering pula terjadi persaingan diantara sistim distribusi dari produsen yang berbeda. Masalah pemilihan saluran pemasara cabe adalah suatu masalah yang sangat penting, oleh sebab itu kesalahan dalam pemilihan ini dapat memperlambat bahkan dapat memacetkan usah pemasaran dagangan dari produsen ke konsumen, dengan perkataan lain meskipun barang dagangan kita sudah sesuai dengan selera konsumen tapi kalau ternyata saluran distribusi yang digunakan tidak mempunyai kemampun, tidak mempunyai kegiatan, tidak mempunyai inisiatif dan kreatif serta kurang mempunyai tanggung jawab, maka usaha dagang penyaluran inipun akan mengalami pemasaran. kelambatan dan mungkin kemacetan dalam masalah

Sebaliknya meskipun semua itu telah dipenuhi tetapi jalur tetapi jalur yang ditempuh saluran distribusi tersebut kurang cocok maka keadaan inipun dapat pula terjadi, misalnya suatu masalah telah menetapkan saluran distribusi yang menimbulkan tingkat mata rantai yang terlalu banyak padahal tingkat keuntungan usaha sangat tipis, maka harga penjualan sampai kepada konsumen akan sangat tinggi akan mengalami besar terhadap kelancaran penjualan maka masalah saluran distribusi ini harus betul-betul dipertimbangkan sdan sama sekali tidak boleh diabaikan. Sehubungan dengan ini maka penulis merasa tertarik untuk memilih judul ANALISA PEMASARAN CABE PADA USAHA DAGANG HORAS TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH

2.

Identifikasi masalah Sehubungan dengan latar belakang masalah yang telah

dikemukakan maka masalah penelitian dikemukakan sebagai berikut : a. Adakah tersedia potensi dan peluang dalam pemasaran cabe pada usaha dangan horan takengon. b. c. Berapakan margin cabe yang diper oleh dari petani. Masalah apakah dalam pendistribusian cabe pada usaha dagang horas Takengon.

3.

Tujuan Penelitian. Adapun yang menjadi tujuan penelitian yang ingin penulis sebutkan

antara lain : 1. Untuk mengetahui seberapa besar pemasaran cabeyang dihasilkan pada usaha dagang horas di Takengon Kabupaten Aceh Tengah. 2. Untuk mengetahui saluran distribusi yang telah ditetapkan telah efisien serta telah dapat memperlancar arus penjualan. 3. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami usaha dagang horas di Takengon Kabupaten Aceh Tengah. 4. Manfaat Penelitian. Adapun manfaat penelitian dari penulisan ini adalah sebagai berikut : a. Untuk menambah pengetahuan peneliti dalam

penerapan disiplin ilmu dalam praktek sebenarnya. b. Untuk memberi masukan-masukan sehingga dapat membantu para petani dalam meningkatkan pemasaran. 5. Kerangka Pemikiran. Dalam penelitian ini yang menjadi kerangka pemikiran adalah manajemen distribusi merupakan salah satu aspek yang turut menentukan kegiatan pemasaran. Dengan lancarnya pendistribusian maka masyarakat lebih mudah untuk merasakan hasil jerih payah dengan kebutuhan yang lainnya.

6.

Study Kepustakaan. A. Pengertian Pemasaran Marketing atau pemasaran bukanlah suatu yang hanya dikenal oleh segolngan kecil, tetapi semua orang sudah kenal dan terus berhadapan dengan marketing. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari misal jika seseorang memerlukan sesuatu maka ia akan pergi kewarung atau kepasar untuk membeli keperluannya tersebut dan seterusnya. Drs. Alex S. Nitisemito ( 1981 : 13 ) memberikan pengertian marketing sebagai berikut : Marketing adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang / jasa dari produsen ke konsumen secara paling efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan efektif. Drs. Basu Swastha ( 1984 : 10 ) memberikan pengertian pemasaran sebagai berikut pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjuk untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. B. Pengertian Distribusi Setelah Barang selesai dibuat dan siap untu dipasarkan tahap berikutnya dalam proses pemasaran adalah menentukan metode dan rute yang akan dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar.

Hal ini menyangkut masalah penentuan strategi penyaluran termasuk pemilihan salauran distribusi. Drs. Basu Swastha DH. M.B.A ( 1984 : 190 ) memberi pengertian distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai

kekonsumen atau memakai industri. C.Glen Weltres ( 1977 : 4 0 dalam bukunya Azas-azas marketing menyebutkan bahwa saluran distribusi adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan untuk pasar tertentu. Philip Kotler ( 1988 : 172 ) mengemukakan bahwa pengertian saluran distribusi adalah terdiri dari seperangkat lembaga yang melakukan kegiatan ( fungsi ) yang digunakanuntuk menyalurkan produk dan status pemiliknya dari produksi kekonsumen.

7. Metode penelitian A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian bertempat di Usaha Dagang Horas Takengon Kabupaten Aceh Tengah karena ditempat tersebut banyak terdapat pengumpulan dan pendistribusian Cabai.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian yang diteliti, objek tersebut dapat berupa manusia, benda, tumbuh-

tumbuhan, segala peristiwa dan lain-lain sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian. 2. Sampel Sampel adalah sebahagian dari populasi yang diambil untuk diteliti. Dengan meneliti sebahagian dari populasi yang

diharapkan hasil yang diperoleh akan memiliki gambaran yang sesuai dengan sifat populasinya. Metode penarikan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah metode survei, yaitu penelitian yang dibukukan dengan cara

mengumpulkan informasi dari responden dengan menggunakan kuisioner. Informasi dikumpulkan sebagai populasi yang bertujuan untuk

memperoleh data sederhana dengan mempelajari fenomena-fenomena sosial dan meneliti hubungan variabel-variabel penelitian ber dasarkan observasi awal jumlah petani cabe sebanyak 300 orang dari jumlah ini diambil sampel sebanyak 30 orang ( 10 % ). C. Operasional Variabel Operasional yang diamati dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Tenaga Kerja Tenaga kerja yang dimaksud disini adalah tenaga manusia yang digunakan dalam masa penanaman hingga panen. Tenaga kerja sebagai sumber daya manusia untuk melaksanakan usaha tersebut ditunjuk untuk memperoleh dan menghasilkan barangbarang yang dibutuhkan melalui pengorbanan-pengorbanan dalam melak sanakan kegiatan usaha dari komoditi cabe, maka tenaga kerja dimaksudkan sebagai sumber daya manusia yang dilibatkan dalam kegiatan usaha tani untuk memper oleh hasil produksi yang semaksimal mungkin. 2. Luas lahan / Garapan Yang dimaksud dengan luas lahan disini adalah luas tanah yang dimiliki oleh petani dalam melaksanakan kegiatan usaha tani komoditas cabe, secara umum, atas pemilikan sebidang tanah sering dilihat sebagai faktor penentu pendapatan rumah tangga petani. Artinya keterkaitan antara keluasan tanah yang digarap oleh seorang petani dengan tingkat pendapatan dari usaha tani tersebut. D. Biaya Produksi Yang dimaksud biaya produksi adalah semua biaya yang telah dikeluarkan bermusim panen yang berhubungan dengan proses produksi dan memberikan pengaruh terhadap hasil produksi serta

pendapatan petani, maka komponen biaya produksi dalam hal ini meliputi : 1. Biaya pengeluaran tanaman yaitu meliputi semua pengeluaran biya yang berhubungan dengan tanaman sejak dari persiapan lahan sampai denagan tanaman tersebut menghasilkan .misal persiapan lahan , pembibitan dan pemeliharaan tanaman sebelum menghasilkan. 2. Biaya pengeluaran diluar dari tanaman meliputi semua biaya yang tidak berhubungan langsung dengan tanaman sejak awal hingga akhir yang tidaka habis pakai dalam sekali proses produksi. Misalnya alat-alat pertanian.

7.

Teknik Pengumpulan Data Dalam rangka memperoleh bahan-bahan atau data-data yang akan

disajikan dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : a. Library Research. Yaitu penelitian yang

dimaksud dengan cara mengumpulkan informasi sekunder berupa data-data statistik dan publikasi lainnya seperti bukubuku juga laporan yang tersedia di instansi pemerintah terutama yang erat hubungannya dengan peningkatan / pengembangan komoditas cabe dimasa yang akan datang.

b.

Angket , yaitu melalui pertannyaan yang telah disusun terlebih dahulu yang diisi oleh responden. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh data dengan cara mengisi jawaban sesuai dengan pertanyaan.

c.

Obsevasi ( pengamatan ) yaitu pengamatan pada objek penelitian untuk mengecek kebenaran data mendukung laporannya melalui anket.

8.

Teknik Analisa Data Teknik analisa data adalah suatu data yang telah dikumpulkan

dilapangan lalu diolah dan dianalisa dengan statistik yaitu analisa margin dengan menggunakan rumus : 1. MP = HJK - 1 x 100 % HJP

Atau 2. MP = MK + BP

Dimana : MP : Margin Pemasaran

HJK : Harga Jual Pengecer HJP : Harga Jual Produksi MK BP : Margin Keuntungan : Biaya Pemasaran

PERANAN ZAKAT MENINGKATKAN EKONOMI PETANI HORTICULTURA DI KECAMATAN BEBESEN


PROPOSAL Diajukan Untuk Memenuhi Sebahagian Dari Syarat-syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi ( S-1 ) Pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ( STIE ) Gajah Putih Takengon O L E H

SUKMAHAYATI
NIM NIRM Program Studi Jurusan : 00 030 352 : 0013655310060 : Strata 1 ( S-1 ) : Manajemen

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ( STIE ) GAJAH PUTIH TAKENGON 2005

Menyetujui, PEMBIMBING I PEMBIMBING II

Drs.H. DJURAIDIN ISMAIL. MS NIDN. 000105405

Drs. AMIRUDDIN NIDN. 0002046101

Mengeatui, KETUA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GAJAH PUTIH TAKENGON

SYOFYAN, SE.MM NIDN. 0119086201

DAFTAR ISI LEMBARAN JUDUL LEMBARAN PENGESAHAN DAFTAR ISI

1. Latar Belakang Masalah .. 1 2. Identifikasi Masalah . 3. Tujuan Penelitian . 2 2

4. Manfaat Penelitian 3 5. Kerangka Pemikiran . 3 6. Studi Kepustakaan 4 7. Metode Penelitian . 6 8. Teknik Pengumpulan Data .. 8 9. Analisa Data . 9 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Basu swasta DH.MBA ( 1984 ) Azas-azas Marketing Penerbit Calia, Jakarta

E. Jerome MC. Carthy ( 1985 ) Basis Marketing Penerbit AprooehRicarh Siswanto Sotojo ( 1981 ) Manajemen Pemasaran Penerbit Bagian Publikasi Lembaga Pendidikan dan Pembianaan Jakarta. Philip Kotler ( 1979 ) Pengantar Ekonomi Perusahaan Penerbit PT. Ichtiar Baru Van Hoove, Jakarta Winoto Windo ( 1994 ) Pengantar Ekonomi Penerbit Surakarta PT. Pabelan.

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ( STIE ) GAJAH PUTIH TAKENGON 2006