Anda di halaman 1dari 13

Kebanyakan orang biasa bisa bernyanyi lagu apa saja, baik di tempat kerja event sekolah,ataupun acara acara

tertentu, mereka memberanikan dan menobatkan diri mereka sebagai seorang penyanyi. Tapi, akan selalu gagal membidik nada jika dihadapkan pada suatu latihan atau perlombaan tertentu seperti lagu lagu baru yang belum pernah didengar, namun tersedia pada reportator atau partitur. Akibatnya, mereka hanya bisa menyanyikan sebuah lagu yang telah ada dalam bentuk cassette dan dilatih hanya secara lisan dengan mengandalkan pendengaran saja. Efek sampingnya juga masih banyak terdengar nada fals pada saat mereka bernyanyi. Intinya seh mereka hanya ingin jadi penyanyi dengan jalan pintas dan instant. Ok, sebagaimana kita ketahui, notasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu : ~ *Notasi Balok, yang ditulis dengan simbol dan diberi nama dengan huruf, dan diletakkan didalam 5 buah garis yang disebut paranada. Notasi ditulis dengan huruf yaitu : C D E F G A B C ( diatonis ) dan C Cis/Des D Dis/Es E F Fis/Ges G Gis/As A Ais/Bes B C ( yang disebut tangga nada chromatic, dimana jarak tiap nada laras ). ~ *Notasi Angka, yang ditulis dalam bentuk angka : 1 2 3 4 5 6 7 1 ( diatonis ) dan 1 (1/2 ) 2 ( 2/3 ) 3 4 ( 4/5 ) 5 ( 5/6 ) 6 ( 6/7 ) 7 1

Notasi seperti tersebut diatas mempunyai nilai tertentu, yang selalu dikaitkan dengan IRAMA dan BIRAMA, yang telah disepakati dan berlaku umum. Birama yang kita tahu antara lain :

2/4 3/4 4/4 6/4 9/4 6/8 dst,

Masing masingnya menjadi batasan untuk menentukan dan mengetahui ketukan yang terdapat didalamnya.

Untuk dapat menyanyikan notasi lagu dengan benar , kita harus membiasakan diri untuk membaca, memainkannya dengan suara sendiri dan memahami interval interval atau jarak antara nada yang ditulis. Makanya solusi yang terbaik itu adalah dengan banyak banyak latihan.

Sebagai bahan untuk kita latihan, dibawah ini ada latihan untuk pengucapan intonasinya dan percayalah dengan latihan ini tanpa kamu sadari PITCH CONTROL kamu akan jauh lebih baik. Pelajaran No : 1 ( 4 Nada ) Notasi : 1 2 3 4 By : Wiro. A. Sanie 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 2 3 3 4 4 1 1 3 3 4 4 1 1 2 2 4 4 1 1 2 2 3 3 3 4 2 4 2 3 3 4 1 4 1 3 2 4 1 4 1 2 2 3 1 3 1 2 4 3 4 2 3 2 4 3 4 1 3 1 4 2 4 1 2 1 3 2 3 1 2 1 I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 2 3 4 1 3 4 1 3 4 1 2 4 1 2 4 1 2 3 1 2 3 2 3 4 1 1 1 1 3 4 2 2 2 1 2 4 3 3 3 1 2 3 4 4 4 1 1 1 2 3 4 2 2 2 1 3 4 3 3 3 1 2 4 4 4 4 1 2 3 I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I

Cara Latihan : a. Bacalah notasi dari tempo yang lambat untuk melatih pernafasanmu. Dari kiri ke kanan 4 ketuk, kanan ke kiri 3 ketuk, kiri ke kanan lagi 2 ketuk, dan balik lagi 1 ketuk. Contoh : 1234 (nafas 4 ketuk) 1221 (nafas 4 ketuk) 1..2..2..1.. (nafas 3 ketuk) 4..3..2..1.. (nafas 3 ketuk) 1.2.3.4. (nafas 2 ketuk) 1.2.2.1. (nafas 2 ketuk) 1221 (nafas 1 ketuk) 4321 b. Baca notasi dari atas ke bawah dengan satu ketukan, kamu awali dari tempo yang lambat dengan satu tarikan nafas. Kemudian balik lagi baca keatas. Ulangi dengan tempo yang lebih

cepat untuk memastikan ketepatan nada kamu. Jika belum sanggup untuk membaca satu pernafasan kamu dapat membacanya dari 1 sampai 18 dan di sambung dari 7 sampai 24. Latihlah terrus agar kamu bisa membacanya dengan stu pernafasan sampai ke 24. c. Bantu latihanmu dengan salah satu instrument yang kamu punya. Tapi ingat instrument hanya untuk mengecek ketepatan nada, jangan dibunyikan bersamaan dengan suara kamu. Ucapkan nada dulu, baru bunyikan instrument kamu. d. Dari satu latihan ini kamu dapat banyak point, bisa pernafasan, tempo, dan intonasi..selamat mencoba deh !

Dibawah ini adalah organ2 tubuh yang mendukung kita berbicara, menyanyi, menjerit dan sebagainya : 1. Pita Suara 2. Rongga Mulut 3. Bibir 4. Lidah 5. Langit-Langit Lunak 6. Rongga Hidung 7. Anak Tekak Proses terbentuknya suara adalah : NAFAS, udara yang telah disiapkan seperti pada artikel sebelumya di hembuskan atau dikeluarkan dengan ringan dan santai dan teratur melewati kerongkongan . Kemudian disana nafas akan membentur pita suara dan menimbulkan getaran yang ringannamun dalam frekuensi yang besar. Getaran ini kemudian diteruskan ke rongga mulut yang diolah menjadi bunyi dan diperbesar oleh rongga mulut bersama langit-langit lunak, bibir, anak tekak, lidah serta rongga hidung, menjadi bunyi yang jelas meskipun belum berbentuk. Bagian-bagian didalam rongga mulut termasuk gigi dan langit-langit keras yang disebut juga dengan alat-alat artikulasi akan membentuk suara yang indah tadi menjadi bentuk Vocal & Konsonan. Bentuk Vocak & Konsonan ini memang belun sempurna karena beberapa factor , diantaranya termasuk alat-alat artikulasi yang belum terbiasa dan terlatih untuk mengucapkan vocal & konsonan tadi. Beberapa alat artikulasi yang tadi perlu dilatih secara baik dan benar, supaya bisa menghasilkan suara yang indah. 1. Pita Suara Bagaimana melatihnya agar tidak kaku, sehingga getaran yang dihasilkannya tidak tersendat sendat. Dengan nada : 1 2 3 4 I 5 4 3 2 I 1 2 3 4 I 5 4 3 2 I 1 Bunyikan dengan nananananana dan mama dari kunci C / Cis / D /Dis.

Dengan nada dasar c / B / Bes / A & As, bunyikan nada : 5432I1234I5432I1234I5... Nyanyikan dengan : nononononono dan yoyoyoyoyoyoyoyo Dengan nada dasar G / A / B / C / D bunyikan staccato : 10 30 50 I 10 50 30 I 10 30 50 I 10 50 30 I 1 . . . Nyanyikan : na na na na na dan ma ma ma ma 2. Bibir Bibir atas dan bawah harus lentur pada saat membentuk suara, tidak kaku atau kejang. Bibir ini dapat dilatih dengan mengucapkan huruf huruf umlaud atau dipotong yaitu : ui ui ui ui ui ui dan oe oe oe oe oe oe dengan satu nada yang ditahan beberapa saat atau : membunyikan : mmmmmooooo mmmmmoooo mmmmooooo dengan ringan dan rasakan bagian bagian luar dari bibir itu berbentuk corong atau terompet 3. Rahang Bawah Rahang kita yang kaku itu ibaratkan engsel yang sudak tidak aktif. Hal ini mengganggu keindahan suara, dan cara melatihnya adalah dengan : Membunyikan secara berulang ulang hingga lancar : 12 34 54 32 I 12 34 54 32 I 12 34 54 32 I 1 . . . mi mi mi mi mi ya ya ya ya ya wa wa wa wa wa 4. Lidah Lidah yang kaku atau tidak luwes itu juga dapat menghambat atau mengganggu keutuhan suara. Untuk melatihnya dapat dilakukan dengan : - Membunyikan : aaaaaaaa - dengan ujung lidah membentuk lingkaran kecil di dalam mulut , kemudidan gerakkan lidah kekanan dan kekiri dengan cepat. - Membunyikan : ru ro ra pli plo pla , la la la berulang ulang dan semakin cepat namun harus bener pengucapannya. - Juga dapat dilakukan dengan bersiul ria dan merasakan ujung lidah menyentuh belakang gigi bawah. Yang perlu diperhatikan pada saat latihan ini adalah : a. Posisi jakun harus tetap berada di bawah atau pada posisi rendah. b. Tenggorokan dan rongga mulut selalu pada posisi seperti sedang menguap c. Rasakan juga bahwa semua suara yang keluar dari mulut melintas dikedua mata dan berbunyi di ubun ubun.

B. KONSONAN

Konsonan lebih kita kenal dengan istilah huruf mati, yaitu seluruh huruf selain dari huruf vocal yang telah dibahas sebelumnya. Terdiri dari 21 huruf dan ditambah konsonan ganda, seperti: NG, KH, yang kalau digunakan harus dibaca seperti satu huruf. Yang menjadi perhatian adalah: MENGUCAPKAN HURUF KONSONAN PADA SAAT BICARA ATAU MEMBACA TIDAK SAMA PERSIS SEPERTI BERNYANYI. KARENA MEMBACA KALIMAT MUSIK, SELURUH HURUF KONSONAN MEMPUNYAI CIRI DAN KARAKTER MASINGMASING, YANG DIRASAKAN PADA SAAT MENGUCAPKANNYA MELALUI ALATALAT ARTIKULASI. Contohnya: M kalau dibaca menjadi eM K kalau dibaca manjadi Ka S kalau dibaca menjadi eS dst. Sedangkan dalam bahasa musik/vocal, yang lebih ditonjolkan adalah pergerakan atau aktivitas yang terjadi pada alat-alat bunyi didalam rongga mulut, ketika hurluf konsonan itu diucapkan. Inilah informasi dari keseluruhan huruf konsonan, yang antara satu dengan lainnya. Memiliki karakter yang berbeda, meskipun perbedaan itu sangat kecil sekali, dan hampir tidak terasa pada pendengaran. Tugas kita adalah menonjolkan karakter dari setiap konsonan dengan jelas, pada saat membaca kalimat lagu. M : Bibir lemas dan santai, saling menyentuh dengan ringan, mulut sedikit didorong kedepan, tapi tidak ada tekanan. N : Lidah menyentuh pangkal gigi atas dengan ringan, bibir atas dan sisi rongga bibir atas dan sisi rongga hidung sedikit diangkat, rongga mulut agak dibesarkan. R : Ujung lidah digetarkan hingga menyentik pangkal gigi atas dan sedikit gigi bawah. NG : Ujung lidah ditempatkan dibelakang dan diatas gigi atas bagian depan, pojok (bagian belakang dari lidah) diangkat dan bergerak sejauh mungkin. lakukan NG seperti mengucapkan (singing- sangsung). Catan : Konsonan M, N, & NG, disebut juga dengan bunyi nasal dan juga bunyi / huruf yang bernyanyi. L : Lidah melengkung tepat dibagian belakang gigi atas, tidak melebar dan mengendur tetapi tangkas dan menipis lembut agar udara dapat melintas dari sisi-sisinya. V : Gigi atas menyentuh sedikit bibir bawah dan bibir atas sedikit dinaikkan. F : Gigi atas lebih ditekankan pada bibir bawah. J : Gigi saling berdekatan, bibir agak direntangkan, lidah rileks dan ujungnya hampir menyentuh gusi gigi atas.

Z : Sama seperti membunyikan [S] namun sedikit lebih berat. Y : Dimulai dengan formasi [I] dan bongkokkan lidah, seolah hanya memberi sedikit ruang pada mulut bagian atas. C : Bagian sisi lidah ditempatkan tegas menyentuh bagian samping gigi atas, ujung lidah menyentuh pusat gusi atas. H : Langit-langit bagian yang lunak sejenak memperkuat hembusan nafas ke sasaran yang dituju. SY : Ujung lidah bekerja terbalik tetapi cenderung naik kemulut, gigi atas menutup tanpa menyentuh gigi bawah, dan bibir bawah bergerak ke atas. KONSONAN LEDAK. Disebut konsonan ledak, karena pada saat membunyikannya seakan akan diiringi oleh ledakan kecil. P,B : Ujung bibir diledakkan melalui tekanan udara yang dibentuk, [B] dicapai dengan getaran ringan dari pita suara. T : Ujung lidah ditempatkan (bukan diletakkan) menyentuh gusi tepat diatas gigi. Begitu lidah memetik dan lepas dari posisi, ledakan kecil dari udara dihembuskan. D : Ujung lidah secara ringan menyantuh gusi atas, jentikannya diawali oleh desakan udara, lidah melepas diri dari tekanan. K : Posisi punggung lidah bagian belakang menempel pada langit-langit bagian belakang, mendapat desakan udara dan melepaskan diri. G : Posisi lidah sama dengan membunyikan [K] tetapi desakan udara mengeluarkan bunyi.

Ada dua puluh enam huruf yang kita kenal, dari semuanya terbagi menjadi 2 bagian, yaitu: a. VOCAL, yang terdiri dari [ A E I O U ] b. KONSONAN, selain dari hurup vocal diatas. Huruf vocal disebut juga dengan huruf hidup dan konsonan disebut huruf mati. Sekarang saya akan menjelaskan dulu mengenai huruf vocal, dan marilah kita kembali lagi ke SD:D !!! A. VOCAL (kita tidak menyebutnya lagi huruf) tapi vokal saja. Didalam berkomunikasi (berbicara, bernyaanyi, dan membaca) vocal sangat penting peranannya karena: - Dapat menghidupkan bunyi bagi konsonan lainnya. - Dapat memberikan arti yang jelas bersama atau kepada konsonan. - Digunakan menjadi dasar pengucapan bagi konsonan. Misalnya: H dibaca ha

M dibaca em K dibaca ka dst. Kalimat vocal ini memiliki karakter, bunyi dan ciri masing masing baik dalam cara pengucapannya man perlakuannya. 1. Vokal [A] - Dibunyikan dengan menjatuhkan rahang bawah sejauh mungkin, bukan dengan membuka kesamping. - Gigi atas dan bawah tidak dilindungi atau ditutupi oleh kedua bibir atas dan bawah, bibir atas dan bawah harus kelihatan. - Lidah diletakkan rata serta ujungnya menyentuh gigi bawah. Setelah dibuat dalam posisi demikian bunyikanlah vocal [A] dengan santai.. (tapi jangan pake H yah.. Kasihan disekelilingnya Bau..heheheehe 2. Vokal [E] Sama dengan posisi pada saat mengucapkan (A) tetapi dengan mengurangi luasnya mulut sepertiga dari ucapan [A]. - Kedudukan gigi atas dan bawah tetap dijaga. - Rongga mulut dan tenggorokan tetap dipertahankan seperti pada vocal [A]. - Awas, jangan sampai bibir tertarik kesamping karena akan mengakibatkan warna [E] yang sedikit gepeng. Khusus untuk vocal [E] ada tiga karakter bunyi yang digunakan sesuai dengan Kondisinya masing masing, bagi yang dari mEdan hilangkanlah kEbiasaan mEmbaca sEpErti itu. ( maap ye, becanda ) perbedaannya seperti ini: - M e r d e k a : kedua [E} nya tidak sama tajam dan kedapnya. - G e l a n g g a n g : vocal [E] sedikit lebih redup dibanding dengan dibanding vocal [E] pada kata sempat. Vocal [E] jika dirasakan dan diraba, getarannya akan terasa dipelipis. 3. Vokal [I] Dengan tetap mempertahankan posisi rongga mulut dan tenggorokan pada saat mengucapkan vocal [A&E], pada saat mengucapkan vocal [I] dikurangi sepertiga atau dua pertiga dari [A] dengan sedikit mendorong sudut bibir kesebelah dalam. Dengan bentuk mulut seperti corong, dapatkan pasisi [I] seperti pada kata kata: ini, kini, disini, tinggi, diri. Hindari juga pengucapan [I] seperti pada kata tengik, nyindir dll. Jika diraba dan dirasakan maka vocal [I] akan bergetar didepan mata. Harus diperhatikan benar-benar, pada saat membunyikan [I] harus dibayangkan bahwa bunyinya melintas diantara kedua mata, kemudian seperti berbunyi di ubun-ubun. 4. Vokal [O] Berawal dari bentuk vocal [A] tetapi merubah bentuk bibir menjadi lonjong seperti corong, vocal [O] dapat dibunyikan dengan manis. Diupayakan sebulat atau selonjang mungkin, sehingga akan terdengar bunyi vocal [O] seperti pada kata toko, pohon, lorong. Hindari vocal [O] seperti pada kata jengkol, tongkol, karena jika demikian posisi mulut atau lidah akan berubah. Pada saat membunyikan vocal [O] kita akan merasakan bunyi dan getarannya di leher.

5. Vocal [U] Seperti pada posisi pengucapan vocal [O], vocal [U] dibunyikan dengan memperhatikan : - Mulut lebih dipersempit sedikit, dan bibir sedikit lebih didorong kedepan. - Dapatkan vocal [U] yang sempurna, seperti pada kata busur, sungguh, dll, dimana bunyi tidak didominasi bunyi [U] yang utuh melainkan terkesan lebih boros dalam hal nafas. - Hindari bunyi [U] yang menjurus ke [O] kecuali pada nada-nada rendah seperti ada BASS. Jika dirasakan dan diraba, maka vocal [U]akan terasa bergetar diatas tengkuk.

SOLFEGIO. Solfegio itu apaan sih? Solfegio itu adalah dikte musik atau tebak nada, belajar atau meniru dan menyamakan nada-nada yang dibunyikan. Range vokal setiap orang berbeda-beda. Standar normal umumnya orang memiliki dua oktav. Semakin panjang range vokal seseorang, semakin memungkinkan dia untuk membawakan berbagai jenis lagu dengan baik. Dengan catatan, dia memiliki kemampuan/teknik vokal yang baik pula tentunya. Seseorang yang bertipikal vokal bass, bariton, alto, dan mezo sopran, biasanya memiliki rang vokal yang pendek. Lain halnya seseorang yang bertipikal vokal tenor atau sopran, biasanya ia memiliki range vokal panjang. Namun, terkadang ada juga, meski ia bertipikal bass, tapi memiliki range vokal panjang. Sebaliknya, orang yang bertipikal tenor tapi range-nya pendek. Pemahaman terhadap tipikal vokal sangat penting. Terutama untuk menentukan nada dasar ketika hendak bernyanyi. Bagi Anda yang bertipikal vokal rendah, jangan khawatir kehilangan kesempatan bernyanyi. Tak masalah. Anda bisa menyesuaikan nada dasar di mana Anda mulai bernyanyi yang sesuai dengan jenis suara Anda. Misalnya dengan menurunkan nada dasar dari penyanyi aslinya. Ilmu vokal bukanlah ilmu eksak. Pada dasarnya range vokal seseorang bisa ditingkatkan. Ada beberapa jenis latihan yang dapat membantu meningkatkan range vokal. Salah satu di antaranya adalah dengan teknik vokal kepala atau suara langit-langit. Output vokal seseorang secara natural terbagi dua, yakni vokal kepala dan vokal dada. Vokal kepala adalah vokal yang dihasilkan dari langit-langit atas rongga mulut. Sementara vokal dada adalah vokal yang dihasilkan dari rongga dada. Untuk menemukan vokal kepala. Mulailah dengan latihan berikut: Tentukan nada terendah yang mampu Anda bawakan dengan baik, nyanyikan solmisasi (do re mi fa sol la si do) dari suara terendah tersebut hingga nada tertinggi yang Anda kuasai. Pada saat vokal Anda tidak mampu mengeluarkan nada tertinggi dengan baik atau sampai Anda membutuhkan untuk mengubah nada Anda ke dalam vokal kepala. Mulailah lakukan dengan menggunakan vokal kepala. Caranya lemparkan suara di dalam rongga mulut Anda ke atas langit-langit. Rasakan suara Anda menjadi lebih ringan dan jaga agar tetap bright (jelas). Pada tahap awal, jika Anda menggunakan vokal kepala dengan baik akan terasa dahi atau kepala Anda bergetar. Untuk tahap awal biasanya akan terasa sedikit pusing.

Hamming . Selain Solfegio, salah satu bentuk latihan yang sangat membantu untuk meningkatkan range vokal adalah melalui latihan Hamming. Latihan ini menekankan pada pembiasaan untuk menggunakan teknik vokal kepala. Caranya, tentukan salah satu lagu favoritmu, pilih lagu yang berjarak nada tinggi atau yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, nyanyikan tapi tidak menggunakan lirik sebagaimana biasanya.. melainkan ganti liriknya menggunakan huruf / bunyi N atau M. Jadi, seperti sedang bersenandung. Bernyanyi .. nnnnnnnnn. Atau.. mmmmm. Nah, pada saat nada tinggi, coba pake vokal kepala (head voice), hal ini bisa membantu meningkatkan jangkauan nada. Selamat berlatih.

Bagi anda yang ingin belajar bernyanyi, nah, berikut ini ada 6 langkah praktis untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar : 1. *Teknik Pernafasan (Ini merupakan motor penggerak). Dalam bernyanyi, pernafasan itu sangat penting karena bernafas dengan baik akan sangat membantu dalam membentuk suara serta dapat memenuhi prasering atau panjang dan pendeknya suatu kumpulan nada, ada bermacam-macam olah pernafasan, yaitu : a. Pernafasan CLAVICULAIR (dengan memakai pundak). b. Pernafasan COSTROL (dengan dada). c. Pernafasan DIAFRAGMA (ini yang paling baik).

**Proses atau cara melatih pernafasan yang baik dan benar : @Pernapasan yang buruk akan mengakibatkan produksi suara yang buruk, teknik pernapasan yang tidak benar akan menghasilkan suara yang tidak berkualitas.Menghirup napas yang baik untuk menyanyi adalah menggunakan mulut dan hidung secara bersama-sama, terutama pada waktu menghirup dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak. *Cara bernapas yang baik pada saat bernyanyi sebagai berikut : ~ Jangan menggunakan cara pernapasan di mana pada waktu menghirup udara, dada dan bahu terangkat, ini membuat leher menjadi tegang dan mengganggu produksi suara. ~ Padawaktu bernapas daerah sekitar lingkar perut mengembang dan pada waktu membuang napas mengempis. Pada waktu menghembuskan napas untuk memproduksi suara, otot-otot di sekitar perut mengencang dan secara konstan mendorong ke dalam (mengempis) dengan

berlahan-lahan dan terus-menerus sampai kalimat lagu habis. Ini yang disebut SUPPORT dan SUSTAIN. ~ Tarik nafas atau hirup nafas anda dalam 8 hitungan (8 detik) : 1 2 3 4 5 6 7 8 ~ Tahan nafas saudara dalam 4 hitungan (4 detik) : 1 2 3 4 ~ Keluarkan nafas anda dengan berdesis ( suara ular!) dalam 8 hitungan : 1 2 3 4 5 6 7 8 ~ Bisa juga hal itu disebut 8 4 8 karena menghirup nafas dalam 8 hitungan, menahan nafas dalam 4 hitungan dan mengeluarkan nafas dalam 8 hitungan. Lakukan latihan itu berulang-ulang, dan saat mengeluarkan nafas, desis anda bisa diganti dengan mengucapkan mo atau me atau mu, dll. 2. *Intonasi (Penguasaan Notasi). Intonasi adalah pembidik nada yan tepat atau menyanyikan nada dengan tepat. Untuk bisa memiliki intonasi yang baik, kita sebaiknya berlatih dengan alat music seperti piano atau keyboard supaya nada yang kita mainkan pasti dan terkontrol. Tapi hal ini dapat diakali jika kita tidak memiliki alat music tersebut. Kita bisa merekam suara piano tersebut di handphone kita dan kita dapat pelajari sewaktu-waktu. Contoh : Kita dapat memainkan tangga nada C kemudian D dan E secara berurutan di piano atau gitar(mungkin kita bisa minta teman kita untuk memainkannya), kemudian kita rekan di handphone. Nada yang dapat direkam mungkin adalah sebagai berikut : ~ Secara Ascending : Do Re Mi Fa Sol La Si Do dan Descending : Do Si La Sol Fa Mi Re Do atau ~ Secara Ascending : Do Mi Re Fa Mi Sol Fa La Sol Si La Do Si dan dan Descending : Do La Si Sol La Fa Sol Mi Fa Re Mi Do. Anda bisa melakukan variasi lain misalnya : ~ Secara Ascending : Do Re Mi Fa Re Mi Fa Sol Mi Fa Sol La Si Sol La Si Do dan Descending : Do Si La Sol Si La Sol Fa La Sol Fa Mi Sol Fa Mi Re Fa Mi Re Do 3. *Irama, Birama dan Tempo. Seorang penyanyi yang baik seharusnya belajar untuk bisa menguasai bermacam-macam irama atau jenis aliran music seperti : Chaca, Pop, Waltz dan sebagainya. Dia juga harus mengetahui birama lagu, apakah 4/4, atau 2/4, dan mesti mengikuti tempo (lambat-cepat) lagu. 4. *Penguasaan Artikulasi (pengucapan kata). Seorang penyanyi selain harus menguasai dan mengahfalkan syair (lirik) lagu dengan baik, juga harus mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan tegas. Untuk membantu agar dapat memberi “jiwa” pada lagu tersebut, harus juga memahami isi dan maksud yangterkandung dalam lagu. Ada beberapa cara praktis untuk meningkatkan artikulasi anda, yaitu dengan mengucapkan vocal : A I U E O 5. *Tehnik Vibrasi. Vibrasi adalah suatu bentuk suara yang bergetar dan bergelombang dalam tehnik oleh vocal,

vibrasi ini merupakan tahap finishing. Fungsinya biar terdengar lebih merdu dan indah. Kalau mau tahu contoh vibrasi yaitu ketika seseorang tertawa terbahak-bahak, suara akan terdengar bergetar dan bergelombang. Kemudian dalam dunia tarik suara, bentuk dasar tersebut dikembangkan menjadi sebuah tehnik dalam bernyanyi yang disebut vibrasi. 6. *Sikap Tubuh Dan Kondisi Saat Menyanyi. Selain hal-hal diatas, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu sikap tubuh dalam bernyanyi, baik dalam latihanmaupun pada saat kita sedang tampil di panggung/podium. Mengapa sikap tubuh sangat berpengaruh pada sirkulasi nafas yang merupakan unsur penting dalam bernyanyi. Sikap ini harus dilatih, baik sikap duduk maupun sikap berdiri. sikap tubuh sangat mempengaruhi produksi suara seorang penyanyi baik penyanyi solo maupun penyanyi paduan suara. Pada saat menyanyi tubuh harus dalam kondisi yang rileks (bukan santai). Tubuh yang rileks dimaksudkan agar suara yang dihasilkan juga rileks dan tidak tegang. Untuk menciptakan suasana yang rileks sebelum bernyanyi diperlukan suatu relaksasi atau pelemasan tubuh dengan cara bersenam, memijat, dll. Relaksasi perlu dilakukan pada saat latihan dan juga pada setiap sebelum penampilan, apalagi pada saat berlomba. Mental yang tegang mengakibatkantubuh menjadi tegang pula, sehingga suara yang dihasilkan tidak maksimal.Posisi tubuh dalam menganyi harus mendapat perhatian. Posisi yang baik adalah berdiri dengan membagi beban yang sama pada dua kaki dan menempatkan kaki sedemikian rupa sehingga menjadi seimbang, terutama agar tubuh juga dapat ikut bergerak mengkespresikan dari lagu yang dinyanyikan. Pada posisi menyanyi sambil duduk, posisi tubuh bagian pinggang ke atas harus dalam kondisi yang sama dengan posisi tubuh bagian pinggang ke atas pada saat sedang berdiri. Posisi tubuh yang gagah sangat dibutuhkan.Ekspreasi wajah pada saat menyanyi juga sangat menentukan. Pada saat mengambil nada-nada yang tinggi perlu konsentrasi dalam menyanyikannya, maka alis dapat dinaikan, serta pipi seperti seorang yang sedang tersenyum dan jangan lupa untuk membuka mulut yang lebar sesuai dengan ketentuan yang biasa dilakukan dalam menyanyi. Pada saat menyanyi memang nampak wajah akan terlihat jelek, namun suara yang dihasilkan akan jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan kalau kita menyanyi hanya ingin menampilkan penampilan saja. Gimana? Udah dibaca semua? 12/2 10 Tips Untuk Suara Yang Sehat. Beberapa orang meluangkan berjam-jam waktunya berolahraga untuk menjaga kesehatan badannya, tetapi bagaimana caranya menjaga suara agar tetap sehat? Saya sependapat dengan Norman Hogikyan yang mengatakan Suaramu adalah duta besar untuk dunia luar. Yang mencerminkan kepribadian dan emosimu. Dan banyak orang menentukan nilai dirimu dari suaramu. Jadi sangat penting untuk berpikir tentang apa yang orang-orang dengar saat kita berbicara atau bernyanyi. Problem pada suara bisa menjadi masalah yang pelik dikehidupan kita.. Selamat Belajar aja deh.

Berikut ini adalah 10 tips untuk suara yang sehat yang diberikan oleh Norman Hogikyan : 1.* Banyak minum air, hindari alkohol dan kafein. Pita suara kita bergetar dengan kecepatan tinggi, dan banyak minum membuat pita suara tetap basah. Makanan yang memiliki kadar air yang tinggi juga baik, seperti apel, pir, semangka, melon, anggur, dan sebagainya. 2. *Lakukan istirahat berbicara beberapa kali setiap hari terutapa jika telah dipergunakan secara ekstensif. Misalnya guru sebaiknya menghindari atau mengurangi berbicara diantara waktu mengajar. 3. *Jangan merokok. Jika Anda merokok, segera berhenti. Merokok sangat meningkatkan resiko kanker organ pernafasan. Termasuk menghirup asap dapat menyebabkan iritasi pita suara. 4.* Jangan menyalahgunakan suaramu. Hindari berteriak, juga berbicara keras di ruangan yang ribut. Suara serak merupakan pertanda pita suara mengalami iritasi. 5. *Biarkan otot leher dan tenggorokanmu rileks meskipun sedang menyanyi nada tinggi atau rendah. Beberapa penyanyi mengangkat kepala ketika menyanyikan nada tinggi dan menunduk jika menyanyi nada rendah untuk menghindari tegangan yang berlebih pada otot. Jika terjadi tegangan berlebih untuk waktu yang lama bisa menyebabkan turunnya jangkauan nada suara. 6. *Perhatikan caramu berbicara setiap hari. Sekalipun orang yang memiliki kebiasaan menyanyi yang baik bisa mengalami luka saat berbicara, karena banyak penyanyi yang tidak memperhatikan cara berbicara, apakah menyebabkan iritasi pita suara atau tidak. 7. *Jangan batuk terlalu sering. Ketika kita batuk (bukan sakit batuk, tapi aktivitas batuk), itu sama seperti melakukan tegangan pada semua otot pernafasan dan pita suara sekaligus. Melakukan batuk terlalu sering bisa melukai otot tersebut dan menyebabkan suara serak. Cobalah untuk minum air untuk mengurangi rasa gatal di tenggorokan. Jika batuk tidak bisa ditahan, cobalah hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 8. *Ketika sakit, hemat suaramu. Jangan banyak berbicara saat Anda bersuara serak karena demam atau infeksi. Perhatikan suaramu. 9. *Ketika berbicara kepada kelompok besar diluar gedung pertimbangkan penggunaan pengeras suara. Berbicara keras tanpa pengeras suara bisa menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot suara. Jadi lebih baik pergunakan pengeras suara. 10. *Lembabkan udara rumah dan ruang kerjamu. Kelembaban udara baik untuk suaramu. Lebih jauh dari itu, pemanasan suara tidak hanya bagus untuk penyanyi tapi juga untuk semua orang. Cobalah lakukan pemanasan dan melemaskan suara sebelum beraktivitas setiap hari. Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk melakukannya: ~ Lakukan senam mulut dan lidah dipagi hari untuk pernafasan dan sirkulasi udara yang lebih baik. Bisa dilakukan di kamar mandi atau saat dalam perjalanan ke tempat kerja. ~ Lakukan humming ( Menyanyi dengan bibir terkatup alias bersenandung) atau cooing ( menyanyikan nada vocal A, I, U, E, O ) untuk pemanasan suara dipagi hari.

~ Jika hendak melakukan aktivitas suara yang kompleks ataupun pemanasan teknik bernyanyi yang kompleks, lakukan pemanasan yang sederhana terlebih dahulu. ~ Ulangi pemanasan beberapa kali dalam sehari untuk menghindari ketegangan otot leher, bahu, dan rahang. Saat selesai aktivitas, lakukan pendinginan dengan cara yang serupa dengan pemanasan. [ Buka halaman selanjutnya, "Tutorial Olah Vocal Yang Baik Dan Benar 2" ]