Anda di halaman 1dari 17

KOROSI YANG TERJADI PADA KAWAT DAN PAKU PENAHAN TIANG REKLAME

Oleh : M. Agung Syahputra dan Andri Dwi Maryanto

Introduction
Korosi adalah degradasi logam akibat adanya interaksi dengan lingkungannya. Degradasi tersebut mengakibatkan : Logam menipis, berlubang, terjadi perambatan retakan Sifat mekanik berubah menyebabkan kegagalan tiba-tiba struktur Sifat fisik berubah menyebabkan salah satunya adalah mengurangi efisiensi perpindahan panas Penampilan menjadi lebih buruk

Korosi pada logam terjadi melalui mekanisme reaksi elektrokimia yang terjadi pada permukaan logam. Reaksi elektrokimia ialah suatu reaksi yang menghasilkan pertukaran elektron antara logam dan unsur lain di lingkungan, yang dikenal sebagai reaksi reduksi dan oksidasi. Syarat terjadinya korosi (menurut sel galvanik): Katoda &Anoda Elektrolit Penghantar listrik (metallic path) Beda potensial

Katoda dan anoda dapat terbentuk karena adanya beda potensial pada sebuah logam. Teradapat beberapa faktor penyebab adanya beda potensial, antara lain:

1. Terdapat logam yang berbeda


Beda potensial merupakan sebuah suatu identitas dari sifat material dalam hal ini logam, maka tiap logam memiliki perbedaan potensial yang berbeda-beda. Dilihat dari kecenderungan logam tersebut larut pada elektrolit yang berbeda.

2. Berbeda kondisi metalurgi


Kondisi metalurgi disini meliputi, struktur mikro, tingkat energi, adanya ketidak sempurnaan (cacat), dan lain-lain. Hal ini dikarenakan adanya beberapa proses manufaktur yang telah dilakukan pada logam tersebut. Contohnya, proses heat treatment, pengelasan, pembentukan dan lain-lain. Dengan adanya kondisi metalurgi yang disebabkan oleh proses manufaktur tersebut maka timbulah beda potensial, meskipun jenis dari material tersebut awalnya sama.

3. Perbedaan lingkungan
Tanah kering, basah ataupun rawa memiliki derajat korosi yang berbeda. Jika terdapat suatu material yang sama jenisnya dan ditempatkan dalam lingkungan yang berbeda, maka derajat korosinya akan berbeda. jika terdapat suatu pipa yang berada di daerah rawa dan tanah kering maka, akan menghasilkan beda potensial antara satu daerah pipa dan daerah pipa yang lainnya.

CASE

Mengapa korosi pada Kawat lebih parah Di bandingkan dengan paku??

Langkah Kerja
Mencari Kasus korosi

Pengamatan jenis korosi yang terjadi Studi Literatur Analisa dan pembahasan

Kesimpulan

Metoda Pengamatan

Logam tersebut bekerja di lingkungan terbuka dimana logam tersebut bekerja sebagai penyanggah sebuah tiang papan reklame, sehingga perlindungan korosi pada logam tersebut kurang di perhatikan oleh pemiliknya.

Pengamatan
Dilakukan dengan inspeksi secara visual.

Setelah melakukan pengamatan, terlihat terjadi korosi dikeduanya (paku dan kawat), tetapi tidak sama. Pada paku korosi terjadi

hanya pada bagian tertentu saja, seperti pada kepala paku dan daerah yang menempel dengan kawat. Lain halnya korosi pada kawat terjadi secara merata diseluruh permukaan kawat.

Analisa
Melihat dari kondisi lingkungan dan bentuk

pengerusakannya, korosi yang terjadi merupakan korosi atmosfer dan dari bentuk korosinya ialah korosi seragam. Tetapi derajat pengerusakannya berbeda antara paku dan kawat

Jenis material pada paku dan kawat yaitu AISI 1010

Perbedaan proses manufaktur


Paku = forging Kawat = wire drawing

Dengan adanya perbedaan proses manufaktur ini dapat mempengaruhi struktur mikro atau energi dalam pada kedua material tersebut, yang pada akhirnya terdapat beda potensial yang nilainya berbeda antara kawat dan paku. Hal ini menyebabkan terbentuknya anoda dan katoda antara kawat dan paku. Potensial dari kawat akan lebih negatif dari paku. Kawat menjadi lebih anodik dibandingkan paku, dengan terlihatnya kawat lebih terkorosi dibanding paku.

Adanya efek penguatan (strain hardening) pada kawat


Strain hardening ialah penguatan regangan yang sering

dilakukan pada baja karbon rendah, yaitu dengan memberikan energi deformasi pada kawat yang akan memunculkan dislokasi-dislokasi pada butir. Selanjutnya, apabila kawat tersebut diberi energi kembali maka, deformasi tersebut akan tertahan oleh dislokasi yang ada. Maka dari itu terbentuklah efek penguatan pada kawat tersebut. beda potensial dari kawat, meskipun jenis materialnya sama dengan paku. Potensial dari kawat akan lebih negatif dari paku. Maka kawat akan lebih menjadi lebih anodik dari paku, dan akan lebih terkorosi.

Dengan adanya efek penguatan ini mempengaruhi nilai

Metode Penanggulangan
Metode penanggulan untuk fenomena korosi ini cukup hanya dengan memproteksinya dengan di cat kembali, hal ini di karenakan kondisi kerjanya yang hanya berfungsi sebagai penyanggah tiang papan reklame sehingga proses coating dengan media cat merupakan proses proteksi yang paling murah dan efisien.

Kesimpulan
Korosi yang terjadi pada kawat dan paku ialah korosi seragam. Kawat memiliki derajat korosi lebih besar dibandingkan paku. Hal tersebut dapat disebabkan beda potensial kawat lebih negatif yang menyebabkan kawat lebih anodik dan lebih

terkorosi. Beda potensial dari kawat yang lebih negatif tersebut dapat disebabkan adanya:
Proses manufaktur kawat Adanya fenomena penguatan pada kawat (strain

hardening)