Anda di halaman 1dari 24

Referensi : 1 McMurry, J., Organic Chemistry, Brooks / Cole . Publishing Company, Monterey, California. 2 Solomons, T.W.G.

, Fundamentals of Organic . Chemistry, John Wiley & Sons, Inc., New York. 3 Fessenden, R.J. dan Fessenden J.S., Kimia Organik, . Edisi kedua, Alih bahasa A.H. Pudjaatmaka, Erlangga, Surabaya.

1780 Senyawa kimia dibagi menjadi 2 kelas berdasarkan dari mana mereka berasal, yaitu: 1. Senyawa organik: senyawa-senyawa yang diperoleh dari tumbuhan/hewan (material yang diproduksi oleh makhluk hidup dan tidak dapat disintesis dari material anorganik) 2. Senyawa anorganik: Senyawa-senyawa yang berasal dari sumber yang tak hidup. Senyawa-senyawa yang berasal dari sumber organik mempunyai ciri: semua mengandung unsur karbon (C). 1828 Friedrich Wohler mendapatkan bahwa senyawa organik urea (suatu komponen urin) dapat dibuat dengan menguapkan larutan yang berisi senyawa anorganik amonium sianat. panas NH OCN amonium sianat
+4

O H2N-C-NH2 urea

Meskipun jelas bahwa senyawa organik tidak harus berasal dari sumber yang hidup (dapat dibuat dalam lab.), namun sampai sekarang kata organik masih dipakai untuk menerangkan senyawa-senyawa karbon tersebut atau yang mirip dengannya. Jadi, Kimia Organik adalah suatu ilmu yang mempelajari senyawa-senyawa karbon. Meskipun karbon merupakan
2

unsur utama, hampir semua senyawa organik mengandung hidrogen, dan banyak diantaranya mengandung nitrogen, oksigen, fosfor, sulfur, klor, dan elemen-elemen yang lain. Apa yang istimewa mengenai senyawa karbon sehingga mereka dipisahkan dari senyawa-senyawa yang mengandung unsur-unsur yang lain? Karbon mempunyai kemampuan yang unik untuk berikatan sesamanya membentuk rantai yang panjang atau cincin dan adanya sangat banyak senyawa-senyawa karbon dari yang sederhana hingga molekul-molekul yang sangat besar dan kompleks.

Atom merupakan bagian yanmg paling kecil Leucippos & Demokritos : Atom : Abu Musa : zarrah = tidak terbagi Teori Atom Dalton 1. Zat terdiri dari partikel-partikel kecil yang disebut atom. 2. Atom tidak dapat diuraikan menjadi partikel yang lebih kecil dan tak dapat diubah menjadi zat lain. 3. Atom dari suatu elemen adalah sama (bentuk, ukuran dan massanya), tetapi berbeda dari atom elemen lainnya. 4. Atom suatu zat berbeda sifat dengan atom zat lain. 5. Persekutuan dua atom atau lebih dengan perbandingan yang tetap akan menghasilkan senyawa. Model Atom Thomson Model Atom Rutherford Atom terdiri dari :
- -- -- - --- - - -

a = tidak tomos = terpecahkan

- Inti atom yang sangat kecil dan bermuatan + karena mengandung proton - Elektron-elektron mengelilingi inti dan bermuatan Model Atom Bohr Memperbaiki model atom Rutherford - Elektron bergerak dalam lintasan tertentu. - Selama bergerak electron tidak memancarkan energi dan berada pada tingkat energi tertentu. - Elektron-elektron tersebut dapat menyerap energi dan pindah ke lintasan / tingkat energi yang lebih tinggi, atau dapat memancarkan energi dan pindah ke lintasan / tingkat energi yang lebih rendah.

Model Atom Bohr Sommerfeld Adanya tingkat-tingkat energi elektronik. Model Atom Mekanika Gelombang
-

Heisenberg : Letak dan kecepatan electron tidak dapat ditetapkan secara serentak. Yang dapat ditetapkan hanya kemungkinan elektron tersebut berada pada jarak tertentu dari inti.
5

- De Broglie : Pada elektron gelombang.


-

berlaku

pula

hukum-hukum

Schrodinger : Persamaan gelombang untuk elektron.

untuk mengetahui posisi elektron


1.

Bilangan Kwantum Utama (n) Kedudukan elektron pada suatu tingkat energi / lintasan / kulit tertentu. n = 1, 2, 3, 4,

2.

Bilangan Kwantum Azimuth (l) Kedudukan elektron pada suatu subtingkat energi / sublintasan / subkulit tertentu. l = 0, 1, 2, n-1

3.

Bilangan Kwantum Magnetik (m) Kedudukan elektron pada suatu atau beberapa tingkat energi yang setingkat dalam suatu subtingkat energi / sublintasan / subkulit tertentu. m = +l, +2, +1, 0, -1, -2, -l

subkulit s l=0 m = 0 hanya ada satu tingkat energi

subkulit p l=1 m = -1, 0, +1 ada tiga tingkat energi yang sama

subkulit d
7

l=2 m = -2, -1, 0, +1, +2 ada lima tingkat energi yang sama
-

subkulit f l=3 m = -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3 ada tujuh tingkat energi yang sama Bilangan Kwantum Spin (s) Arah perputaran electron pada sumbunya sendiri. s = + atau - (menunjukkan arah yang berlawanan)
n l m s 1 (K) 0 (s) 0 + - 2 2 2 (L) 0 (s) 0 + - 2 8 2n2 1 (p) +1 0 -1 + + + - - - 6 0 (s) 0 + - 2 3 (M) 1 (p) +1 0 -1 + + + - - - 6 18 2 (d) +2 +1 0 -1 -2 + + + + + - - - - - 10

4.

Maks. edlm. orbtital Maks. edlm. kulit

Orbital : daerah di sekitar inti dimana elektron diharapkan dapat ditemukan. Tingkat Energi Orbital Atom :

Aturan-aturan distribusi electron pada tiap kulit : 1. Prinsip Aufbau : Orbital terisi elektron sesuai dengan energi relatifnya; orbital dengan energi rendah akan terisi elektron terlebih dahulu. 2. Kaidah Hund : Pada pengisian orbital yang setingkat, electron tidak berpasangan sebelum masing-masing orbital terisi sebuah elektron. 3. Azas eksklusi Pauli : Tidak ada 2 elektron yang mempunyai 4 bilangan kwantum yang sama.

E
^ ^ ^

2p

6C

^ ^

2s 1s

10

Contoh konfigurasi elektron: B : 1s2 2s2 2p1 K L (penuh) Kulit terluar (kulit valensi) yang terisi oleh 3 elektron ( elektron valensi) 2 2 2 6C : 1s 2s 2p
5 7

N : 1s2 2s2 2p3 O : 1s2 2s2 2p4 P : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 S : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4

15

16

F : 1s2 2s2 2p5 Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 Br : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p5 I : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 5s2 5p5

17

35

53

11

Partikel dasar penyusun atom : 1. Proton (+) Inti atom 2. Netron (0) 3. Elektron (-) di luar inti dan bergerak mengelilingi inti Lambang atom :
A

X = A = Z =

Tanda atom unsur Nomor masssa (Jumlah proton + netron) Nomor massa = Jumlah proton = Jumlah elektron

Isotop : Atom-atom dengan no. atom sama tapi no. massa berbeda.
1 1H 12 6C 16 8O 2 1H 3 1H 13 14 6C 6C 17 18 8O 8O

12

Lavoisier : Unsur : - Logam - Bukan logam Dobereiner : Sifat atom Massa atom Newlands : Hukum Oktaf Mendeleyev & Meyer : Sifat unsur Massa atom Periode : massa atom naik unsur-unsur dalam satu golongan sama

13

Moseley: Unsur-unsur harus disusun berdasarkan nomor atomnya, bukan nomor massanya. Sistim periodik modern : Sifat-sifat unsur merupakan fungsi berkala dari nomor atomnya. Perioda Golongan Perioda : Laju horizontal Unsur-unsur dalam satu perioda mempunyai jumlah kulit yang sama. Nomor perioda ditunjukkan oleh kulit yang paling luar 7 perioda Golongan : Laju vertikal Unsur-unsur dalam satu golongan mempunyai struktur konfigurasi elektron kulit terluar yang sama. Unsur-unsur mempunyai sifat kimia sama. Unsur-unsur dibagi 3 kelompok: 1. Unsu gol. utama : Blok s dan p 2. Unsur golongan transisi : Blok d 3. Unsur transisi dalam : Blok f

14

Energi ionisasi : Energi yang dibutuhkan untuk mengeluarkan elektron. Mis : Na Na+ + eNaik

Afinitas elektron : Energi yang dikeluarkan atau diabsorbsi bila elektron dimasukkan ke dalam suatu atom. Mis : Cl + e- Cl

Naik

Jari-jari atom : Jarak dari inti atom sampai elektron terluar.


Turun

15

Elektronegatifitas : Kemampuan suatu atom untuk menarik elektronnya.


Naik

16

Orbital s :

1s

Orbital p :

17

3p

Orbital d :

18

Peranan electron dalam ikatan kimia : Gas mulia stabil (VIII A) He 10Ne 18Ar 36Kr
2

: : : :

1s2 1s2 2s2 2p6 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6

Kecuali He, unsur-unsur tersebut mempunyai 8 e- di kulit terluar Struktur oktet (stabil) Dasar terbentuknya ikatan kimia : Kecenderungan unsur untuk memiliki struktur elektron kulit terluar sama dengan struktur elektron gas mulia. Elektron yang berperan dalam ikatab kimia adalah elektron-elektron kulit terluar (elektron valensi). Ikatan ionik / elektrovalen : Ikatan antara ion positif dan ion negatif dengan gaya elektrostatis.

19

Adanya perpindahan electron dari suatu atom ke atom lain. - Ada atom yang mudah melepaskan elektron dan atom yang menerima elektron. Contoh : NaCl, KCl, RbCl, MgCl2 , BaO , dll
-

Na : 1s2 2s2 2p6 3s1 11Na : 1s2 2s2 2p6 + eK L M K L e 2 2 6 2 5 : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 17Cl : 1s 2s 2p 3s 3p 17Cl K L M
11

Atom Na cenderung melepaskan 1 e- , sedang atom Cl cenderung menangkap 1 e- agar memiliki 8 e- di kulit terluar. Struktur Lewis : Na + Cl Na+[ Cl ]-

Sifat-sifat senyawa ionik : - mempunyai t.l. dan t.d. tinggi - larut dalam pelarut polar, tidak larut dalam pelarut non polar. - Dalam keadaan lebur atau larutan dapat menghantarkan arus listrik. Ikatan kovalen : Ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 buah atom. Ikatan ini terbentuk bila ada atom / gugusan atom yang dapat menyekutukan elektronnya. Ikatan kovalen normal :
20

Jika pasangan yang dipakai bersama tsb berasal dari atom-atom yang berikatan. A + B A B Ikatan kovalen normak dibagi 2 : 1. Ikatan kovalen non polar : Jika pasangan elektron yang dipakai bersama tertarik sama kuat ke semua atom (momen dipole = 0).

Contoh : H2, Cl2, CH4, dll

.H . .. . + . .. . . .. Cl Cl .. . . . + . .C. H
+
2.

. H

. .. .. . .. . .. . . Cl. Cl.
H. H
H H

atau H atau Cl
H

H Cl
H C H

.. .C.H atau H ..

H Ikatan kovalen polar : Jika pasangan elektron yang dipakai bersama tertarik lebih kuat ke salah satu atom, karena adanya perbedaan elektronegativitas.
+ -

H3C Cl Ikatan kovalen koordinat : Pasangan elektron yang dipakai bersama hanya berasal dari satu atom, sedang atom yang satu lagi tidak menyumbangkan elektronnya. Atom yang menjadi donor pasangan elektron harus memiliki pasangan elektron bebas pasangan (lonepairktron e le electron).
be bas

.. H .N. ..
H

H+

21

+ H ... H .N H .. H

Ikatan hidrogen Gaya tarik antara molekul-molekul atau di dalam suatu molekul yang disebabkan oleh adanya atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada unsur yang sangat elektronegatif, seperti F, Cl, O, N, S.

Ikatan hidrogen yang terjadi antar molekul disebut sebagai ikatan hidrogen intermolekuler. Ikatan ini dipengaruhi oleh konsentrasi dan suhu. Konsentrasi yang tinggi dan suhu yang rendah akan menaikkan terjadinya ikatan hidrogen inter/antar molekul. Contoh :

Ikatan hidrogen antar molekul alkohol


+ -

+ 22

Ikatan hidrogen antara 2 molekul asam karboksilat

Ikatan hidrogen pada DNA

Ikatan hidrogen dapat juga terjadi dalam suatu molekul disebut sebagai ikatan hidrogen intramolekuler. Contoh :
-

. H....

Ikatan hidrogen intramolekuler

OH

23

Ikatan hidrogen intramolekuler dalam asam salisilat

24