Anda di halaman 1dari 15

EKONOMI TEKNIK EVALUASI PROYEK

KELOMPOK V :

IQRA ASWAD FAIRUZ ICI DIAN PURNAMASARI RYAN IMANUEL S. ARY SESPAJAYADI HAERUDDIN PRIYONO ROZALINA AMRAN

D421 08 254 D421 08 107 D421 08 109 D421 08 853 D421 08 111 D421 08 277 D421 09 xxx D421 09 xxx

PROGRAM STUDI INFORMATIKA JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2010

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Bidang usaha semakin lama semakin menjadi teknis. Akibatnya para insinyur/teknisimemainkan peranan yang sangat penting dalam pengelolaan. Dengan demikian pimpinanperusahaan yang latar belakangnya bukan teknisi akan mempersilahkan kepada teknisi untukmembuat keputusan.Pada situasi demikian seorang teknisi adalah penting posisinya sebagai konsultan,dan harus mampu memadukan antara pengetahuan teknis dan ekonomis untuk memberikankesimpulan-kesimpulan dan rekomendasi yang sehat dan masuk akal. Hal ini bisa dilakukankarena teknisi mempunyai dasar : matematika, ilmu pengetahuan baik pengetahuan ekonomi teknik maupun akuntansi biaya, dan keahlian teknik. Akuntansi biaya dan ekonomi teknik dapat dikatakan sangat erat hubungannya. Akuntasi biaya merupakan bagian dari ekonomi teknik itu sendiri. Untuk menentukan apakah modal akan diinvestasikan dalam suatuproyek atau akan digunakan pada cara-cara lain yang sekarang sedang berlangsung.Studi keputusanmengenai ekonomi memberikan informasi yang kepada akan pemimpin atau pengambil kata lain usaha-usaha mendatang dilakukan. Dengan

penganalisaekonomi teknik dapat diistilahkan sebagai seorang peramal nasib baik dari alternatifalternatif(an alternatives fortune teller). Akuntansi umum dan akuntansi biaya, adalah prosedur-prosedur yang diterapkansedemikian hingga kejadian-kejadian finansial yang berhubungan dengan investasi yang dapat dicatat, kemudian dibuat rekapatulasinya dan efisiensi finansialnya ditentukan. Dengan katalain, akuntansi dapat diistilahkan sebagai seorang ahli sejarah keuangan (a financialhistorian). Dalam makalah ini, akan dibahas lebih dalam tentang akuntansi biaya dan ekonomi teknik itu sendiri. Dengan menampilkan satu kasus permasalahan tentang akuntansi biaya dan ekonomi teknik. Tujuan Tujuan utama pembuatan makalah ini adalah untuk dapat mempelajari hubungan antara ekonomi teknik dan akuntansi biaya, agar dapat menerapkannya kedalam sebuah kasus.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, penghitungan, peringkasan, pengevaluasian dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara efektif dan efisien. Akuntansi biaya merupakan bagian yang integral dengan financial accounting. Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikannya informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda dengan beban (expense), cost adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan yang tidak ada hubungannya dengan perolehan aktiva, barang atau jasa dan juga tidak ada hubungannya dengan realisasi hasil penjualan, maka tidak digolongkan sebagai cost ataupun expense tetapi digolongkan sebagai loss. Akuntansi biaya secara garis besar memiliki dua tujuan pokok, yang pertama adalah untuk penetapan harga pokok produksi dan yang kedua adalah untuk pengendalian biaya produksi. Penetapan harga pokok produksi dilakukan melalui akumulasi biaya produksi berdasarkan dua sistem produksi, yaitu Job Order Cost System dan Process Cost System. Untuk Process Cost System, terdapat beberapa variasi model perhitungan biaya produksi tergantung dengan kondisi yang ada. Yang lazim digunakan adalah Pendekatan Biaya Ratarata dan FIFO. Pengendalian biaya produksi dilakukan melalui biaya yang ditetapkan terlebih dulu (predetermined cost), yang kemudian dikenal dan dikembangkan sebagai sistem biaya standar. Terjadinya penyimpangan terhadap biaya standar, akan dianalisis untuk kemudian ditindak lanjuti dengan langkah pengendalian biaya produksi yang diperlukan oleh manajemen. Selain Laporan Harga Pokok Produksi, disajikan pula pencatatan (akuntansi) yang diperlukan untuk perusahaan manufaktur, khususnya kegiatan produksi. Dari sisi pencatatan ini, akuntansi biaya akan menghasilkan informasi tentang harga pokok penjualan untuk perusahaan manufaktur. Materi yang akan disajikan dalam modul ini fokus pada pemahaman tentang konsep

biaya, perilaku biaya, serta tujuan pokok akuntansi biaya yaitu untuk penghitungan harga pokok produksi dan pengendalian biaya produksi. Pada materi yang pertama, disajikan pola akumulasi biaya produksi berdasarkan sistem produksi, yaitu Job Order Cost System dan Process Cost System. Untuk sistem biaya proses, diperkenalkan berbagai variasi model perhitungan dengan berbagai kondisi, yaitu pendekatan Rata-rata dan FIFO. Dari sisi pengendalian disampaikan penggunaan biaya standar, yang lebih ditekankan pada analisis atas varians biaya produksi serta langkah pengendalian yang diperlukan oleh manajemen. Selain Laporan Harga Pokok Produksi, disajikan pula pencatatan (akuntansi) yang diperlukan untuk kegiatan produksi. Perbedaan Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan & Akuntansi Manajemen : Akuntansi Biaya : berguna untuk menghitung biaya suatu produk yang mengandung unsur bahan baku, upah langsung dan overhead pabrik (biaya fabrikase), serta memusatkan pada akumulasi biaya, penilaian persediaan dan perhitungan serta penetapan harga pokok suatu produk, hanya menekankan pada sisi biaya. Akuntansi Keuangan : mengarah pada proses penyusunan laporan keuangan yang akan diberikan pada pemilik perusahaan. Akuntansi Manajemen : menekankan pada penggunaan data akuntansi untuk pengambilan keputusan bisnis, menekankan pada aspek pengendalian manajemen atas biaya. Tujuan Akuntansi Biaya : 1. Penentuan Harga Pokok Produksi : mencatat, menggolongkan dan meringkas biaya pembuatan produk. 2. Menyediakan informasi biaya untuk kepentingan manajemen : biaya sebagai ukuran efisiensi. 3. Alat Perencanaan : perencanaan bisnis pasti berkaitan dengan penghasilan dan biaya, Perencanaan biaya akan memudahkan dalam pengendalian biaya. 4. Pengendalian biaya : membandingkan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk dengan biaya yang sesungguhnya terjadi. 5. Memperkenalkan berbagai metode : berbagai macam metode dalam Akuntansi biaya dapat dipilih sesuai dengan kepentingan yang diperlukan dengan hasil yang paling efektif dan efisien.

6. Pengambilan keputusan khusus : sebagai alat manajemen dalam mengawasi dan merekam transaksi biaya secara sistematis dan menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. 7. Menghitung Laba perusahaan pada periode tertentu : untuk mengetahui laba maka diperlukan biaya yang dikeluarkan, biaya merupakan salah satu komponen dalam laba. 8. Menghitung dan menganalisis terjadinya ketidakefektifan dan ketidakefisienan : membahas batas maksimum yang harus diperhatikan dalam menetapkan biaya suatu produk, menganalisis dan menentukan solusi terbaik jika ada perbedaan antara batas maksimum tersebut dengan yang sesungguhnya terjadi. Fungsi Akuntansi Biaya : 1. Melakukan perhitungan dan pelaporan biaya (harga) pokok suatu produk. 2. Memperinci biaya (harga) pokok produk pada segenap unsurnya. 3. Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya dan beban. 4. Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran. 5. Memberikan informasi biaya bagi manajemen guna dipakai di dalam pengendalian manajemen. 2.2 Konsep Biaya Dalam Akuntansi Biaya dikenal dua istilah, yaitu cost (harga pokok/harga perolehan) dan expense (biaya/beban). Harga pokok adalah pengorbanan yang diukur dalam satuan uang berupa pengurangan aktiva atau terjadinya kewajiban untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang. Biaya adalah harga pokok yang telah memberikan manfaat dan telah habis dimanfaatkan. Dalam praktik, istilah biaya digunakan untuk kedua pengertian tersebut di atas. Klasifikasi biaya: 1. Elemen produk (harga pokok produk): a. Bahan baku (direct materials) Bahan (materials) dibedakan menjadi bahan baku dan bahan penolong (indirect materials). Bahan baku adalah semua bahan yang dapat diidentifikasikan dengan produk jadi, yang dapat ditelusur ke produk jadi, dan yang merupakan bagian terbesar

dari biaya produksi. Bahan penolong adalah semua bahan yang bukan termasuk bahan baku. b. Tenaga kerja langsung (direct labor) Tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tenaga kerja langsung (direct labor) dan tenaga kerja tidak langsung (indirect labor). Tenaga kerja langsung adalah semua tenaga kerja yang melaksanakan proses produksi yang dapat ditelusur ke produk jadi dan merupakan bagian terbesar dari biaya tenaga kerja. Tenaga kerja tidak langsung adalah semua tenaga kerja yang tidak dapat dipertimbangkan sebagai biaya tenaga kerja langsung. c. Overhead pabrik (factory overhead) Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Oleh karena itu, biaya overhead pabrik terdiri atas biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya produksi tidak langsung lainnya. 2. Hubungan dengan produksi: a. Biaya utama (prime costs) Biaya utama adalah biaya yang berhubungan langsung dengan produksi. Biaya utama terdiri atas biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. b. Biaya konversi (conversion costs) Biaya konversi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi. Biaya konversi terdiri atas biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. 3. Hubungan dengan volume: a. Biaya variabel (variable costs) Biaya variabel adalah biaya yang secara total berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, sementara secara per unit jumlahnya tetap. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. b. Biaya tetap (fixed costs) Biaya tetap adalah biaya yang secara total tidak berubah walaupun terjadi perubahan volume kegiatan, sementara per unitnya berubah jika volume kegiatan berubah. Contoh biaya tetap adalah sewa gudang dan biaya depresiasi. c. Biaya campuran (mixed costs) Biaya campuran dapat dibedakan menjadi biaya semivariabel (semivable costs) dan biaya bertahap (step costs). Biaya semivariabel adalah biaya yang jumlah totalnya

berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh biaya semivariabel adalah biaya telepon dan biaya listrik. d. Biaya bertahap adalah biaya yang jumlah totalnya berubah setelah tercapai jumlah volume kegiatan tertentu. Contoh biaya bertahap adalah gaji supervisi. Contoh biaya variabel, biaya tetap, biaya semivariabel, dan biaya bertahap 4. Kemudahan ditelusur: a. Biaya langsung (direct costs) Biaya langsung adalah biaya yang dapat ditelusur kepada item atau area tertentu. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung adalah contoh biaya langsung produksi. b. Biaya tidak langsung (indirect costs) Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat ditelusur kepada item atau area tertentu. Contoh biaya tidak langsung produksi adalah biaya overhead pabrik. 2.3 Ekonomi Teknik Ekonomi teknik ertujuan untuk mengkuantifikasi mamfaat-mamfaat dan biayabiaya sehubungan dengan suatu proyek keteknikanuntuk menentukan apakah proyek-proyek itu menghasilkan/ menghemat cukup banyak uang untuk membenarkan invesatsi modal. Ekonomi teknik memerlukan penggabungan analisis teknis dan kelayakan ekonomis untuk menetapkan arah tindakan terbaik yang harus diambil untuk berbagai sekenario keteknikan. Prinsip ekonomi teknik adalah 1. Kembangkan alternatif-alternatif, Pilihan (keputusan) ada di antara alternatif-alternatif. Alternatif-alternatif perlu diidentifikasi dan kemudian didefinisikan untuk analisis-analisis selanjutnya. 2. Berfokuslah pada perbedaan-perbedaan, Hanya perbedaan-perbedaan dalam hasil-hasil masa depan yang diharapkan yang relevan dengan perbandingannya dan yang harus dipertimbangkan dalam keputusan ini. 3. Gunakan sudut pandang yang konsistem, Hasil-hasil yang propestif dari alternatif-laternatif, ekonomi dan lainya, harus dikembangkan secara konsisten dari suatu sudut pandang (perspektif) yang telah didefinisikan. 4. Gunakan satuan pengukuran yang umum, Dengan menggunakan pengukuran yang umum untuk menghitung sebanyak mungkin hasil-hasil prospektif akan mempermudah analisis dan perbandingan alternatif-alternatif yang didapat.

5. Pertimbangkan semua kriteria yang relevan, Pemilihan alternatif (pengambilan keputusan) yang disukai memerlukan penggunaanb suatu (atau beberapa) criteria. Proses keputusan ini harus mempertimbangkan baik hasil yang dinyatakan dalam satuan moneter maupun yang dinyatakan dalam suatu satua pengukuran yang lain atau dibuat ekspelit secara deskriptif. 6. Bentuk ketidakpastian menjadi eksplisit, Ketidakpastian terkandung langsung (inherent) dalam memproyeksikan (atau memperkirakan) hasil-hasil alternatif di masa datang dan harus dikenali dalam analisis dan perbandingannya. 7. Tinjaulah kembali keputusan-keputusan anda, Tingkatkan hasil-hasil pengambilan keputusan, dari suatu proses penyesuaian (adaptive process) ke tingkat kepraktisan yang luas, hasil-hasil yang diproyeksikan semula dari alternatif terpilih harus kemudian dibandingkan dengan hasil-hasil sebenarnya yang dicapai. Dalam ekonomi teknik juga dikenal pengklasifikasian biaya beberapa pengklasifikasian tersebut adalah Biaya-biaya tetap (fixed costs) adalah baiya-biaya yang tidak terpengaruh oleh tingkat kegiatan di atas jangkauan pengoperasian yang layak untuk kapasitas atau kemampuan yang tersedia. Biaya-biaya tetap yang khas termasuk asuransi dan pajak terhadap pasilitas, gaji manajemen umum dan administrative, biaya lisensi, dan baiaya bunga terhadap pinjaman modal.

Biaya-biaya variabel (variable costs) adalah biaya-biaya yang dihubungkan terhadap


pengoperasian yang secara total berubah-ubah sesuai dengan banyaknya keluaran (output) atau ukuran-ukuran tingkat kegiatan yang lain. Sebagai contoh, biaya material dan biaya buruh yang digunakan dalam suatu produk atau jasa.

Biaya incremental (incremental cost) atau pendapatan inkeremental (incremental revenue) adalah biaya atau pendapatan tambahan yang diakibatkan dari peningkatan keluaran dari suatu sistem dengan satu unit atau lebih. Biaya incremental sering kali dihubungkan dengan keputusan-keputusan go/no go yang mencakup perubahan terbatas terhadap keluaran atau tingkat kegiatan.

Biaya-biaya langsung (direct costs) adalah biaya-biaya yang secara beralasan dapat diukur dan dialokasikan ke suatu keluaran atau kegiatan kerja tertentu. Biaya buruh dan biaya material yang dihubungkan langsung dengan produk, jasa, atau kegiatan konstruksi adalah biaya-biaya langsung.

Biaya-biaya tidak langsung (indirect costs) adalah biaya-biaya yang sulit untuk dimasukkan atau dialokasi ke suatu keluaran atau kegiatan kerja tertentu. Senagai contoh, biaya-biaya peralatan umum, alat kantor, dan perawatan peralatan dalam pabrik diperlukan sebagai biaya-biaya tidak langsung. Overhead terdiri dari biaya-biaya pengoperasian pabrik yang bukan merupakan biaya-biaya kerja langsung ataupun material langsung.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Neraca awal tahun 2006 PT. Bhatara Indah serta transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2006 disajikan berikut ini:
PT Bhatara Indah Neraca Per 1 Januari 2006 (dalam ribuan rupiah) Aktiva Lancar Kas Surat Berharga Piutang Usaha 183.000 76.000 313.100 Kewajiban Lancar Hutang Usaha Hutang Pajak Penghasilan Bagian Hutang jangka pan jang yang akan jatuh tempo 20.000 Persediaan : Barang Jadi 68.700 Kewajiban jangka Panjang 608.700 204.400 813.100 Brng. Dlm Proses Bahan Baku 234.300 135.300 438.300 15.800 1.026.200 Modal Saham Biasa Laba yang Ditahan 41.500 580.600 1.643.000 2.223.600 Ak Penyusutan (1.010.700) 1.212.900 1.254.400 Total Aktiva 2.280.600 Total Kewajiban & Modal 2.280.600 528.000 939.500 1.467.500 553.000 35.700

Biaya Dibayar Dimuka Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap Tanah Bangunan Mesin/Perltn.

Transaksi selama bulan Januari 2006 adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) a Pembelian bahan secara kredit b Pemakaian bahan dalam bulan Januari: Untuk produksi Untuk bahan pembantu 80.000.000 12.000.000 92.000.000 100.000.000

c Pembayaran Gaji bulan Januari sebesar 160.000.000,dikurangi Pajak Penghasilan d Alokasi Biaya Gaji adalah : Untuk Upah langsung Untuk Upah pabrik tidak langsung (mandor) Untuk Bagian Pemasaran Untuk Bagian Administrasi 65% 15% 13% 7% 104.000.000 24.000.000 20.800.000 11.200.000 30.400.000,129.600.000

e Pencatatan tambahan Pajak Penghasilan sebesar 16.000.000,- yang dialokasikan: Untuk Upah pabrik tidak langsung (mandor) Untuk Bagian Pemasaran Untuk Bagian Administrasi f Biaya Overhead Pabrik terdiri dari: Penyusutan Bangunan, Mesin dan Peralatan Asuransi (dibayar dimuka) g Biaya Overhead pabrik lainnya sebesar 70% dibayar tunai, sisanya masih terhutang (hutang usaha) h Penerimaan dari penagihan pada pelanggan i Pembayaran : Hutang Usaha Pajak yang terhutang j Pembebanan Biaya Overhead pabrik ke Barang Dalam Proses k Transfer barang yang telah selesaikan ke gudang barang jadi 205.000.000 227.000.000 35.700.000 84.840.000 320.000.000 8.500.000 1.200.000 26.340.000 80% 13% 7%

l Penjualan senilai 384.000.000,- 40% diterima tunai, dan sisanya masih berupa tagihan. Harga Pokok Penjualan adalah 75% dari penjualan m Penyisihan untuk Pajak Penghasilan 26.000.000

Pencatatan melalui jurnal disajikan sebagai berikut:


a Bahan Hutang Usaha b Barang dalam Proses Pengendali Overhead Pabrik Bahan c Biaya Gaji Hutang Pajak Penghasilan Kas d Barang dalam Proses Pengendali Overhead Pabrik Biaya Pemasaran Biaya Administrasi Biaya gaji e Pengendali Overhead Pabrik Biaya Pemasaran Biaya Administrasi Hutang Pajak Penghasilan f Pengendali Overhead Pabrik Akm. Penyusutan Bangunan, Mesin, Perlt. Asuransi Dibayar Dimuka g Pengendali Overhead Pabrik Kas Hutang usaha hKas Piutang Usaha i Hutang usaha Hutang Pajak Penghasilan Kas j Barang Dalam Proses Pengendali Overhead Pabrik k Barang Jadi Barang Dalam Proses lKas Piutang Usaha Penjualan -------------------------------------------------Harga Pokok penjualan Barang Jadi m Penyisihan untuk Pajak Penghasilan Hutang Pajak Penghasilan 100.000.000 100.000.00 80.000.000 12.000.000 92.000.000 160.000.000 30.400.000 129.600.000 104.000.000 24.000.000 20.800.000 11.200.000 160.000.000 12.800.000 2.080.000 1.120.000 9.700.000 8.500.000 1.200.000 26.340.000 18.438.000 7.902.000 205.000.000 205.000.000 227.000.000 35.700.000 84.840.000 84.840.000 320.000.000 320.000.000 153.600.000 230.000.400 384.000.000 262.700.000

16.000.000

288.000.000 288.000.000 26.000.000 26.000.000

Dari pencatatan bulan Januari 2006 tersebut, mutasi (perubahan) yang terjadi menghasilkan laporan laporan sebagai berikut:
PT Bhatara Indah Perhitungan Rugi-Laba Untuk bulan Januari 2006 (dalam ribuan rupiah) Penjualan (-) Harga Pokok Penjualan Laba Kotor (-) Biaya Operasional : Biaya Pemasaran Biaya Administrasi Laba Operasi (-) Penyisihan untuk Pajak Penghasilan Laba Bersih 22.880 12.320 (25.200) 60.800 (26.000) 34.800 384.000 (288.000) 96.000

PT Bhatara Indah Perhitungan Harga Pokok Penjualan Untuk bulan Januari 2006 (dalam ribuan rupiah) Bahan langsung Persediaan Bahan, 1 Januari 2006 Pembelian Bahan yang tersedia untuk dipakai (-) Pemakaian bahan pembantu Persediaan Bahan, 31 Jan. 2006 Bahan langsung yang digunakan Upah langsung Overhead Pabrik: Bahan Tidak langsung Upah tidak langsung Pajak Penghasilan Penyusutan Pabrik Asuransi 12.000 24.000 12.800 8.500 1.200 12.000 143.300 (155.300) 80.000 104.000 135.300 100.000 235.300

Overhead Pabrik lainnya Biaya Produksi bulan Januari (+) Persediaan Barang Dalam Proses, 1 Jan Total Biaya produksi (-) Persediaan Barang Dalam Proses, 31 Jan Harga Pokok Produksi (+) Persediaan Barang Jadi, 1 Jan Barang yang tersedia untuk dijual (-) Persediaan Barang Jadi, 31 Jan Harga Pokok Penjualan

26.340

84.840 268.840 234.300 503.140 (183.140) 320.000 68.700 388.700 (100.700) 288.000

PT Bhatara Indah Neraca Per 31 Januari 2006 (dalam ribuan rupiah) Aktiva Lancar Kas Surat Berharga Piutang Usaha 130.862 76.000 338.500 Kewajiban Lancar Hutang Usaha 433.902 Hutang Pajak Penghasilan 72.400 Bagian Hutang jangka pan jang yang akan jatuh tempo 20.000 Total Kewajiban lancar 526.302 Kewajiban jangka Panjang 204.400 Total Kewajiban 730.702 Modal Saham Biasa Laba yang Ditahan Saldo per 1 Januari Laba Bersih bulan Januari Total Laba yang Ditahan Total Modal Total Kewajiban & Modal

Persediaan : Barang Jadi 100.700 Brng. Dlm Proses 183.140 Bahan Baku 143.300 Biaya Dibayar Dimuka Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap Tanah Bangunan 580.600 Mesin/Perltn. 1.643.000 2.223.600 Ak Penyusutan (1.019.200) Total Aktiva

427.140 14.600 987.102 41.500

528.000 939.500 24.800 974.300 -----------------1.502.300 2.233.002

1.204.400 1.245.900 2.233.002

DAFTAR PUSTAKA
http://dinanovia.lecture.ub.ac.id/files/2010/03/Modul-Akbi1.doc, diakses tanggal 28 November 2010. http://labsistemtmip.files.wordpress.com/2010/10/diktat-ekonomi-teknik.pdf, diakses tanggal 28 November 2010. http://library.usu.ac.id/download/fe/akutansi-erlina7.pdf, diakses tanggal 29 November 2010. http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99001-2-413879161341.doc, diakses tanggal 29 November 2010.