Anda di halaman 1dari 21

LATIHAN BEBAN DG

METODE HOLTEN
STIKES Katolik St Vinc A Paulo
Pendahuluan
The use oI repetition maximum testing (1
RM) is oIten used by athletic trainers,
health and fitness professionals and
rehabilitation specialists to quantify the
level of strength, assess strength
imbalances, and to evaluate training
programs (Braith, Graves, Leggett, &
Pollock, 1993).
Tes 1 RM
The 1 Repetition Maximum test
Yaitu jumlah tahanan maksimal yang
mampu dilawan oleh pasien/klien pada satu
gerakan saja
Umumnya dilakukan utk latihan kekuatan
Metode cukup sederhana
Ditujukan pada satu gerakan yang spesiIik
!74sedu7 9es 1 RM
Tes dilakukan seperti dalam latihan:
Klien diposisikan dengan benar dan nyaman
Tahanan diatur dan diberikan dengan perkiraan
seberat mungkin tapi masih bisa dilawan
Klien diminta menggerakkan dalam ROM yang
penuh
Gerakan diulang dan tahanan ditingkatkan terus
hingga klien hanya mampu menggerakkan
tahanan tersebut 1 kali pengulangan (inilah nilai
tes 1 RM yang sebenarnya)
Tes Submaksimal
Tujuan memperkirakan kekuatan maksimal (Nilai
1 RM)
Dilakukan mirip dengan tes 1 RM, perbedaannya:
pasien/klien diminta mengulang mengangkat
beban hingga tak mampu lagi
Nilai 1 RM dihitung dengan cara membandingkan
dengan tabel Holten kemudian dimasukkan dalam
rumus tertentu
iag7am H4l9en
100%
95%
90%
85%
80%
75%
70%
65%
1
2
4
7
11
16
22
25
% # of reps
Holten diagram
!elaksanaan Tes Submaksimal
Tentukan gerakan
Tentukan berat tahanan (bebas)
Klien diminta melakukan pengulangan
gerak semaks mungkin (sampai lelah)
Hitunglah 1 RM dari jumlah
pengulangnnya:
A Kg. x 100 / B 1 R.M.
Tes submaximal
100%
95%
90%
85%
80%
75%
70%
65%
1
2
4
7
11
,9 ,9
22
25
% Reps
6 Kg x 100% / 75% = 8 Kg
,9 ,9
Variabel Latihan
1. Intensitas
2. Frekuansi pengulangan (repetisi)
3. Durasi
4. Istirahat (pause)
5. Sesi latihan (seri)
Mnrt DeLorme (1999)
METODE LATIHAN
Tergantung tujuan :
Mobilisasi
Propriocention / Koordinasi
Endurance / Daya tahan
Explosive strength/ Kecepatan
HypertroIi
Absolute strength / Power
M4bilisasi
Tujuan: Meningkatkan mobilitas lokal
Intensitas: 10 - 30 dari 1 RM
Repetisi: 5 15
Pause: 60 sec.
Seri: 1 - 4
!7457i4.e59if / K447dinasi
Tujuan: Mengenalkan kembali pola gerak
Intensitas: 10 - 35 dari 1 RM
Repetisi: 10 20
Pause: 30 - 90 sec.
Seri: 2 - 6
ndu7an.e s97eng9 / aya 9aan
Tujuan: Meningkatkan kekuatan otot aerobic
Intensitas: 30 - 65 dari 1 RM
Repetisi: ~20
Pause: 0 - 30 sec.
Seri: 1 3
Ke.e5a9an / 5l4sive s97eng9
Tujuan: Melatih kecepatan gerak
Intensitas: 70 80 dari 1 RM
Repetisi: 11 22
Pause: 90 150 sec.
Seri: 3 4
Hy5e7974fi
Tujuan: Membentuk massa otot
Intensitas: 75 85 dari 1 RM
Repetisi: 6 12
Pause: 2 5 mnt.
Seri: 3 5
!4e7 / Abs4lu9e s97eng9
Tujuan: Meningkatkan otot absolute
Intensitas: 90 100 dari 1 RM
Repetisi: 1 4
Pause: 3 6 mnt.
Seri: 3 6
Training table
Me94de In9ensi9y 4f
1 RM
Re5s Se7ies !ause G4al
Mobilisation 10 30 5 -15 1 - 4 60 sec Improve local
mobility
Coordination 10 35 10 20 2 6 30 90 sec Relearn movement
Endurance 30 65 ~ 20 1 3 0 30 sec Increase local
aerobic strength
Velocity 70 80 11 22 3 4 90 150 sec Train speed oI the
movement
HypertoIia 75 85 6 12 3 5 2 5 min Increase muscle
mass
Absolute
strength
90 100 1 4 3 6 3 6 min Increase absolute
strength
Perhatikan!
Tes 1 RM ini tdk di anjurkan utk lansia dan
pasien penderita jantung (Fleck & Kraemer,
1998)
a9ian 1
Pada gerakan Ileksi knee oleh otot
biceps, beban diberikan 5 kg.
Klien menyelesaikan dengan 11
pengulangan
Berapakah nilai 1 RM ?
Jika px OA tentukan beban lat. &
metode lat.
a9ian 2
Pada gerakan Ileksi elbow oleh otot
biceps, beban diberikan 6 kg.
Klien menyelesaikan dengan 7
pengulangan
Berapakah nilai 1 RM ?
Pasien paska Iraktur, berapa beban lat
dan metode lat?

Anda mungkin juga menyukai