Anda di halaman 1dari 16

PENGUJIAN GRANUL PARASETAMOL

Diperoleh berat granul yang telah dikeringkan 142.53 g


Berat granul setelah diayak 134.66 g
1. Kecepatan alir dan sudut istirahat
Kecepatan alir granul : 16.8 detik
Diketahui : h 2.5 cm
D 8.4 cm
tg =
h

B
=
h
B

tg =
.

x 8.
=
x.
8.

tg = .9
= .9
Jadi, sudut istirahatnya adalah 0.010389 yang berarti sangat baik karena
kurang dari 25
2. Kerapatan granul
a. Kerapatan benar
Ditentukan dengan menggunakan piknometer dan zat yang melarutkan
granul, seperti paraIin. Pengukuran kerapatan benar dilakukan dengan cara
:
1. Timbang piknometer kosong dan kering (W1)
2. Piknometer diisi dengan paraIIin sampai penuh lalu ditimbang (W`)
3. Timbang sejumlah tertentu granul tablet (W3), masukkan ke dalam
piknometer yang berisi paraIIin, kemudian timbang (W3`)
4. Berat paraIIin adalah W2 W1`- W1
5. Diperoleh W4 W3`- W1
6. Kerapatan benar dihitung dengan rumus
=
W x W
v pikno (W -W + W)

Diketahui :
W1 13.12 g
W1` 22.22 g
W3` 22.67 g
W3 3.920 g
W2 W1`- W1
W2 22.22 g 13.12 g
W2 9.1 g
W4 W3`- W1
W4 22.67 g 13.12 g
W4 9.55 g
=
9. x .9
(9. -9. + .9)

=
. g
(.)

= .8 gml

b. Kerapatan nyata
Kerapatan nyata ditentukan dengan menggunakan gelas ukur. Pengukuran
karapatan nyata dilakukan dengan cara :
1. Gelas ukur 100 ml kosong ditimbang (W1)
2. Massa granul dimasukkan ke dalam gelas ukur sampai garis batas.
Kemudian timbang (W2)
3. Berat granul massa cetak tablet dapat ditentukan dengan cara
W W2 W1.
4. Kerapatan nyata dapat dihitung dangan cara :
=
W


Diketahui :
W1 125.13 g
W2 119.35 g
W W2-W1
W 119.35 g 125.13 g
W 42.18 g
=
.8 g

= .8 gml

c. Kerapatan mapat
Kerapatan nyata diukur dengan cara yang sama pada kerapatan nyata.
Volume granul dimampatkan dengan cara mengetukkan gelas ukur dengan
kecepatan satu ketukan tiap detik. Setelah diperoleh volume mampat yang
konstan (v), kerapatan mapat (t) dihitung dengan rumus :
t =

(v)
Diketahui :
v 89 ml

= .8 gml
t =

(v)
t = .8 (89)
t = .8 (.)
t = .9 gml




PENGUJIAN TABLET
1. Keseragaman ukuran
Dilakukan terhadap 20 tablet secara acak, kemudian satu per satu tablet diukur
diameter dan tebal tablet menggunakan jangka sorong micrometer. Hasil
percobaan manunjukkan bahwa ukuran tablet pada tiap Iormula memiliki
diameter tidak lebih dari 3 kali dan kurang dari 1 1/3 tebal tablet, yaitu
berdiameter 1 cm dengan tebal 3.5 mm.
Table hasil pengujian keseragaman ukuran tablet
Tablet ke- Tebal (mm) Diameter (mm)
1 3.36 1.1
2 3.37 1.1
3 3.40 1.1
4 3.36 1.1
5 3.37 1.1
6 3.38 1.1
7 3.35 1.1
8 3.36 1.1
9 3.34 1.1
10 3.34 1.1
11 3.34 1.1
12 3.90 1.1
13 3.37 1.1
14 3.38 1.1
15 3.35 1.1
16 3.35 1.1
17 3.36 1.1
18 3.38 1.1
19 3.36 1.1
20 3.31 1.1

2. Keseragaman bobot
Dilakukan terhadap 20 tablet secara acak, yang timbang sekaligus, kemudian
satu per satu ditimbang dengan neraca analitik. Keseragaman bobot dihitung
dari penyimpangan bobot terhadap bobot rata-rata.
Table hasil pengujian keseragaman bobot tablet
Tablet ke- Bobot tablet (mg)
1 520
2 520
3 520
4 520
5 521
6 520
7 520
8 520
9 520
10 510
11 530
12 520
13 530
14 520
15 510
16 510
17 520
18 520
19 530
20 520

3. Kekerasan tablet
Dilakukan terhadap 20 tablet secara acak, kemudian satu per satu tablet diukur
kekerasannya menggunakan alat uji kekeresan tablet (Hardnes tester).
Kekerasan tablet dinyatakan dalam kg/cm
2
; kekerasan tablet kecil 3-5 kg/cm
2
dan tablet besar 5-10 kg/cm
2
.
Table hasil pengujian kekerasan tablet
Tablet ke- Keras tablet (kg/ cm
2
)
1 11
2 11
3 11.5
4 8
5 9
6
7 9
8
9 9.5
10 11
11 10
12 12
13 10
14 9
15 9.5
16 8
17 8.5
18 10
19 10.5
20 10

4. Kerapuhan tablet
Dilakukan terhadap 20 tablet secara acak yang telah dibersihkan dari debu,
kemudian diukur menggunakan alat penguji kerapuhan tablet (riability
Tester). Setelah diputar 100 kali, tablet dibersihkan dari debu dan ditimbang
kembali. Kerapuhan tablet dinyatakan dalam persen kehilangan berat tablet
tidak lebih dari 1.0
Data hasil uji kerapuhan :
Waktu 6.06 detik
Berat awal 10.36 g
Berat setelah diuji 10.32 g
keiapuhan =
beiat asetelah uiuji
beiat awal
x
keiapuhan =
.
.
x
keiapuhan = 99.9
kehilangan = -99.9
kehilangan = .8 (kurang dari 1.0)
5. Waktu hancur
Dilakukan terhadap 12 tablet secara acak yang diukur menggunakan alat
waktu hancur (isintegrasi tester). Suhu dalam air dipertahankan pada 37
0
C
0.5
0
C selama penentuan berlangsung. Kemudian keranjang diturun-naikkan
ddengan kecepatan 25 rpm. Waktu hancur tablet adalah saat tablet hancur
seluruhnya dan tidak ada yang tersisa pada bagian dasar kawat keranjang.
Waktu hhancur tablet tidak lebih dari 15 menit untuk tablet biasa dan tidak
lebih dari 60 menit untuk tablet bersalut.
Table hasil pengujian waktu hancur tablet
Tablet Ke- Waktu Hancur (menit)
1 11.48
2 ~15

6. Uji disolusi
Uji disolusi dilakukan terhadap 6 tablet menggunakan alat tipe I (keranjang)
atau alat tipe II (dayung) pada suhu 37
0
C 0.5
0
C dalam medium tertentu dan
kecepatan putaran tertentu sesuai monograIi masing-masing.
Pengujian tablet asam meIenamat dilakukan dengan alat tipe II (dayung), yang
di dalam tabung pengujiannya berisi dapar posIat pH 5.8. Kecepatan disolusi
tablet Parasetamol ini dilakukan pemeriksaan absorbansi dari cairan di dalam
tabung (dapar posIat) dengan cara mengukurnya dengan SpektroIotometer
yang bertujuan untuk mengetahui berapa besar zat aktiI yang terkandung di
dalam obat dapat larut di dalam tubuh pada waktu tertentu. Idealnya,
absorbansi yang diperoleh tidak boleh kurang dari 0.2 dan tidak boleh lebih
dari 0.8.
Pemerisaan absorbansi ini dilakukan pada menit ke-5, ke-10, ke-15, ke-20, ke-
25 dan ke-30. Data hasil pengukuran absorbansinya adalah sebagai berikut :

enit ke- Absorbansi
5 0.
10 0.
15 0.
20 0.
25 0.
30 0.



PENGUJIAN GRANUL ASMEF
Diperoleh berat granul yang telah dikeringkan 248.2 g
Berat granul setelah diayak 235.8 g
1. Kecepatan alir dan sudut istirahat
Kecepatan alir granul : 5.64 detik
Diketahui : h 1.5 cm
D 4 cm
tg =
h

B
=
h
B

tg =
.

x
=
x.


tg = 0.75
= .9
Jadi, sudut istirahatnya adalah 0.01309 yang berarti sangat baik karena kurang
dari 25.
2. Kerapatan granul
a. Kerapatan benar
Ditentukan dengan menggunakan piknometer dan zat yang melarutkan
granul, seperti paraIin. Pengukuran kerapatan benar dilakukan dengan cara
:
1. Timbang piknometer kosong dan kering (W1)
2. Piknometer diisi dengan paraIIin sampai penuh lalu ditimbang (W1`)
3. Timbang sejumlah tertentu granul tablet (W3), masukkan ke dalam
piknometer yang berisi paraIIin, kemudian timbang (W3`)
4. Berat paraIIin adalah W2 W1`- W1
5. Diperoleh W4 W3`- W1
6. Kerapatan benar dihitung dengan rumus
=
W x W
v pikno (W -W + W)

Diketahui :
W1 12.32 g
W1` 23.58 g
W3` 24.08 g
W3 1.50 g
W2 W1`- W1
W2 23.58 g 12.32 g
W2 11.26 g
W4 W3`- W1
W4 24.08 g 12.32 g
W4 11.76 g
=
. x .
(. -. +.)

=
.89 g
()

= .89 gml

b. Kerapatan nyata
Kerapatan nyata ditentukan dengan menggunakan gelas ukur. Pengukuran
karapatan nyata dilakukan dengan cara :
1. Gelas ukur 100 ml kosong ditimbang (W1)
2. Massa granul dimasukkan ke dalam gelas ukur sampai garis batas.
Kemudian timbang (W2)
3. Berat granul massa cetak tablet dapat ditentukan dengan cara
W W2 W1.
4. Kerapatan nyata dapat dihitung dangan cara :
=
W


Diketahui :
W1 125.13 g
W2 172.00 g
W W2-W1
W 172.00 g 125.13 g
W 46.87 g
=
.8 g

= .8 gml

c. Kerapatan mapat
Kerapatan nyata diukur dengan cara yang sama pada kerapatan nyata.
Volume granul dimampatkan dengan cara mengetukkan gelas ukur dengan
kecepatan satu ketukan tiap detik. Setelah diperoleh volume mampat yang
konstan (V), kerapatan mapat (t) dihitung dengan rumus :
t =

(v)
Diketahui :
V 83 ml

= .8 gml
t =

(v)
t = .8 (8)
t = .8 (.8)
t = . gml




PENGUJIAN TABLET
1. Keseragaman ukuran
Dilakukan terhadap 20 tablet secara acak, kemudian satu per satu tablet diukur
diameter dan tebal tablet menggunakan jangka sorong micrometer. Hasil
percobaan manunjukkan bahwa ukuran tablet pada tiap Iormula memiliki
diameter tidak lebih dari 3 kali dan kurang dari 1 1/3 tebal tablet, yaitu
berdiameter 1 cm dengan tebal 3.5 mm.
Table hasil pengujian keseragaman ukuran tablet
Tablet ke- Tebal (mm) Diameter (mm)
1 3.7 1.1
2 3.7 1.1
3 3.7 1.1
4 3.7 1.1
5 3.7 1.1
6 3.5 1.1
7 3.7 1.1
8 3.7 1.1
9 3.6 1.1
10 3.7 1.1
11 3.7 1.1
12 3.7 1.1
13 3.6 1.1
14 3.7 1.1
15 3.6 1.1
16 3.7 1.1
17 3.7 1.1
18 3.7 1.1
19 3.7 1.1
20 3.7 1.1

2. Keseragaman bobot
Dilakukan terhadap 20 tablet secara acak, yang timbang sekaligus, kemudian
satu per satu ditimbang dengan neraca analitik. Keseragaman bobot dihitung
dari penyimpangan bobot terhadap bobot rata-rata.
Table hasil pengujian keseragaman bobot tablet
Tablet ke- Bobot tablet (mg)
1 501
2 510
3 520
4 500
5 521
6 520
7 511
8 515
9 520
10 510
11 530
12 502
13 530
14 504
15 510
16 509
17 520
18 510
19 520
20 510

3. Kekerasan tablet
Dilakukan terhadap 20 tablet secara acak, kemudian satu per satu tablet diukur
kekerasannya menggunakan alat uji kekeresan tablet (Hardnes tester).
Kekerasan tablet dinyatakan dalam kg/cm
2
; kekerasan tablet kecil 3-5 kg/cm
2
dan tablet besar 5-10 kg/cm
2
.
Table hasil pengujian kekerasan tablet
Tablet ke- Keras tablet (kg/ cm
2
)
1 11
2 10
3 10
4 7.5
5 7
6 7
7 7
8
9 6
10 8
11 6.5
12 7
13 8
14 6
15 7
16 6
17 7
18 6
19 7
20 6.5

4. Kerapuhan tablet
Dilakukan terhadap 20 tablet secara acak yang telah dibersihkan dari debu,
kemudian diukur menggunakan alat penguji kerapuhan tablet (riability
Tester). Setelah diputar 100 kali, tablet dibersihkan dari debu dan ditimbang
kembali. Kerapuhan tablet dinyatakan dalam persen kehilangan berat tablet
tidak lebih dari 1.0
Data hasil uji kerapuhan :
Waktu 5.97 detik
Berat awal 10 g
Berat setelah diuji 9.94 g
keiapuhan =
beiat asetelah uiuji
beiat awal
x
keiapuhan =
9.9

x
keiapuhan = 99.
kehilangan = -99.
kehilangan = . (kurang dari 1.0)
5. Waktu hancur
Dilakukan terhadap 12 tablet secara acak yang diukur menggunakan alat
waktu hancur (isintegrasi tester). Suhu dalam air dipertahankan pada 37
0
C
0.5
0
C selama penentuan berlangsung. Kemudian keranjang diturun-naikkan
ddengan kecepatan 25 rpm. Waktu hancur tablet adalah saat tablet hancur
seluruhnya dan tidak ada yang tersisa pada bagian dasar kawat keranjang.
Waktu hhancur tablet tidak lebih dari 15 menit untuk tablet biasa dan tidak
lebih dari 60 menit untuk tablet bersalut.
Table hasil pengujian waktu hancur tablet
Tablet Ke- Waktu Hancur (menit)
1 2.20
2 6.45

6. Uji disolusi
Uji disolusi dilakukan terhadap 6 tablet menggunakan alat tipe I (keranjang)
atau alat tipe II (dayung) pada suhu 37
0
C 0.5
0
C dalam medium tertentu dan
kecepatan putaran tertentu sesuai monograIi masing-masing.
Pengujian tablet asam meIenamat dilakukan dengan alat tipe II (dayung), yang
di dalam tabung pengujiannya berisi dapar posIat pH 5.8. Kecepatan disolusi
tablet asam meIenamat ini dilakukan pemeriksaan absorbansi dari cairan di
dalam tabung (dapar posIat) dengan cara mengukurnya dengan
SpektroIotometer yang bertujuan untuk mengetahui berapa besar zat aktiI
yang terkandung di dalam obat dapat larut di dalam tubuh pada waktu
tertentu. Idealnya, absorbansi yang diperoleh tidak boleh kurang dari 0.2 dan
tidak boleh lebih dari 0.8.
Pemerisaan absorbansi ini dilakukan pada menit ke-5, ke-10, ke-15, ke-20, ke-
25 dan ke-30. Data hasil pengukuran absorbansinya adalah sebagai berikut :

enit ke- Absorbansi
5 0.202
10 0.219
15 0.250
20 0.250
25 0.246
30 0.332

Absorbansi yang diperoleh adalah absorbansi tanpa mengalami pengenceran.