Anda di halaman 1dari 14

DistiIasi EtanoI

Posted on September 7, 2009 by isroi| 14 Comments


Bucu jugu: MembuuL DIsLIIuLor SkuIu KecII
Securu sederIunu dIsLIIusI uduIuI proses pemIsuIun buIun cuIrun berdusurkun perbeduun LILIk
dIdIInyu. DIsLIIusI eLunoI berurLI memIsuIkun eLunoI dengun uIr.
AIr mendIdII pudu suIu 1oooC. Pudu suIu InI uIr yg berudu pudu benLukJIuse cuIr ukun berubuI
menjudI uupJIuse gus. MeskIpun kILu punuskun Lerus suIu LIduk ukun nuIk (usuI Lekunun sumu).
AIr ukun Lerus berubuI judI uup dun Iumu keIumuun IubIs. ELunoI mendIdII pudu suIu ;qoC.
SeperLI IuInyu uIr, eLunoI berubuI durI cuIr menjudI uup. Adu perbrduun suIu cukup besur dun
InI dIjudIkun dusur unLuk memIsuIkun eLunoI durI uIr.

JudI prInsIp kerju dIsLIIusI eLunoI kurung IebII seperLI InI. PerLumu cuIrun IermenLusI dIpunuskun
sumpuI suIu LILIk dIdII eLunoI. Kurung IebII ;qoC, LupI bIusunyu pudu suIu 8o-81oC. ELunoI ukun
menguup dun uup eLunoI dILumpungJdIsuIurkun meIuIuI Lubung. DI Lubung InI suIu uup eLunoI
dILurunkun sumpuI dI buwuI LILIk dIdIInyu. ELunoI ukun berubuI IugI durI Iuse gus ke Iuse cuIr.
SeIunjuLnyu eLunoI yung suduI mencuIr dILumpung dI buk-buk penumpungun.
KuIuu kILu perIuLIkun, LermomeLer ukun bergeruk ke suIu keseLImbungun uIr-eLunoI, sekILur
8ooC. Jurum LermomeLer ukun LeLup pudu suIu InI sumpuI kudur eLunoInyu berkurung. Jurum
LermomeLer ukun bergeruk nuIk, InI menunjukkun kuIuu kudur eLunoInyu muIuI berkurung.
DuIum proses InI penguLurun suIu uduIuI bugIun puIIng penLIng. KuIuu kILu bIsu
memperLuIunkun suIu pudu LILIk dIdII eLunoI, kudur eLunoI yung dIperoIeI ukun semukIn LInggI.
MeskIpun kILu suduI memperLuIunkun suIu sebuIk mungkIn. Uup uIr ukun deIuIu Lerbuwu, udu
sedIkIL uIr yung IkuL menguup. nI yung menyebubkun dIsLIIusI LIduk bIsu mengIIIungkun semuu
uIr. Kudur muksImuI yung bIsu dIperoIeI sekILur q%. nI dIkerjukun oIeI Lenugu yung suduI
LrumpII. KuIuu operuLornyu beIum berpenguIumun bIsu IebII renduI durI ILu. SIsu uIr yung %
bIsu dIIIIungkun dengun proses deIIdrusI.
MeskIpun Lumpuknyu prInsIp dIsLIIusI eLunoI Lumpuk sederIunu, pudu prukLeknyu LIdukIuI
muduI. ApuIugI duIum skuIu yung besur. MendesuIn dIsLIIuLor merupukun LunLungun LersendIrI.
SuuL InI bunyuk desuIn dIsLIIuLor dI pusurun. DIsLIIuLor yung buIk uduIuI dIsLIIuLor yung bIsu
mengIusIIkun eLunoI dengun LIngkuL kemurnIun LInggI. SeIuIn ILu IebII eIIsIen duIum penggunuun
energI.

DOWNLOAD BIOETHANOL
SIIuIkun dIdownIoud resources yung mungkIn Andu perIukun jugu:
DuILur buIun IuIn yung bIsu dIdownIoud: DownIoud DI SInI
Curu mendownIoud: KIIk duu kuII pudu IInk yung ukun dIdownIoud. KemudIun IkuLI perInLuI
seIunjuLnyu. KuIuu udu IkIun yung muncuI, kIIk uju IkIunnyu uLuu Iungsung ke SKP ADD yung udu
dI pojok kunun uLus
hLLp//lsrolwordpresscom/2009/09/07/dlsLllasleLanol/
Luporun pruktikom estilusi
BAB
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Destilasi atau penyulingan adalah suatu proses pemisahan komponen yang berdasarkan pada
perbedaan titik didih dimana komponen yang mempunyai titik didih yang rendah duluan keluar
dibanding titik didih yang tinggi. pada proses ini terjadi proses penguapian yang diikuti pengembunan.
Destilasi dilakukan untuk memisahkan suatu caran dari campurannya apabila komponen lain tidak
ikut menguap (titk didih lain jauh lebih tinggi).Misalnya adalah pengolahan air tawar dari air laut. Pada
percobaan ini, menggunakan proses destilasi sederhana, dimana menggunakan air sungai sebagai
sampel yang akan dimurnikan.
Masalah yang timbul di Masyarakat sekarang ini, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.
Salah satu cara untuk memperoleh air bersih yang berasal dari air laut, yaitu melakukan proses
destilasi.
Untuk mengetahui cara memurnikan air sungai menjadi air bersih dengan menggunakan metode
destilasi sederhana, maka dilakukanlah percobaan ini.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari percobaan ini yaitu :
1. Bagaimana proses destilasi secara sederhana ?
2. Bagaimana cara memurnikan sampel air sungai ?




C. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu :
1. Untuk mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara sederhana
2. Untuk memurnikan sampel air sungai.

D. Manfaat Percobaan
Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara sederhana
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui cara memurnikan sampel air sungai.



















BAB
TNJAUAN PUSTAKA

Dalam kehidupan kebutuhan akan air bersih adalah suatu hal yang pasti untuk keberlangsungan
hidup baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan. Tidak hanya dalam kehidupan saja melainkan
kebutuhan akan air bersih dibutuhkan juga dalam laboratorium. Air bersih dibutuhkan untuk membuat
suatu larutan atau melarutan suatu bahan, air bersih yang berasal dari logam lain atau yang biasa
disebut air destilat, atau di kenal dengan aquades.
Selain di laboratorium, air destilat ini juga di butuhan sebagai sumber air destilata. Misalnya kita
mengolah air laut untuk dijadikan air minum. Untuk mengolah air laut menjadi air minum digunakan
tehnik destilasi.
Dalam hal lain destilasi juga digunakan untuk mendapatkan air bersih di suatu Negara, contohnya
Arab Saudi,mereka mendestilasi air laut untuk mendapatkan air bersih. Jadi destilasi adalah suatu
proses yang sangat berguna dan tidak hanya untuk mendapatkan air bersih tapi juga dalam proses
pengolahan minyak bumi, produksi minyak wangi dan lain-lain.
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan mahluk hidup
lainnya dan fungsinya bagi kehidupan tersebut tidak akan
tergantikan dengan oleh senyawa lainnya. Hapir semua kegiatan yang dilakukan manusia
membutuhkan air.
Air yang digunakan manusia adalah air permukaan tawar dan air tanah murni. Meningkatnya
kebutuhan air dengan bertambahnya jumlah penduduk didunia dan juga sebagai akibat dari
peningkatan kebutuhan air untuk rumah tangga, industri, rekreasi, pertanian dan sebagainya. Air
dibagi tiga golongan menurut pertukarannya yatu:
Golongan A : Air yang digunakan sebagai air minum tanpak pengolahan terlebih dahulu
Golongan B : Air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan
keperluan rumah tangga
Golongan C : Air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan, peternakan, pertanian, ndustri
dan lain-lain.
Air yang dipergunakan untuk minum sebaiknya sebaiknya air yang tidak berwarna, tidak berbau,
jernih dengan suhu dibawa suhu udara sedemikian rupa sehingga minimbulkan rasa aman. Air
minum yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia atau kiniral
tertentu oleh zat-zat atau miiral-miniral yang berbahaya bagi kesehatan, diharapkan pula zat-zat atau
bahan kimia yang terdapat didalam air minum, sebaiknya zat ataupun bahan kimia dan
miniral yang dibutuhkan oleh tubuh hendaknya harus terdapat dalam kadar yang wajar dalam sumber
air tersebut.
Air yang keruh kurang dapat menjadi biomas cukup produktif, walaupun perairan itu mempunyai zat-
zat makanan yang cukup. Kekeruhan mengurangi intnsitas cahaya matahai masuk kedalam air.
Kekeruhan dapat disebabkan oleh bahan-bahan tersuspensi yang bervariasi dari ukuran koloida
sampai dispersi kasar, tergantung dari derajat tubelensinya. Pengukuran kekeruhan membantu
menrntukan jumlah bahan kimia yang dibutuhkan dalam pengolahan air.
Pada masa sekarang ini nampaknya sulit untuk memperoleh air yang betul-betul murni, aliran air dari
pegunungan yang diperjirakan paling bersih pun akan membawa mineral-mineral, gas-gas terlarut
dan zat organik dari tubuhan dan binatang yang hidup di dalam atau dekat aliran tersebut, selain itu
aktivitas manusia merupakan salah satu hal yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah
pencemaran air dalam ekosistem air.
Untuk mengetahui pencemaran air sungai digunakan kombinasi parameter fisika, kimia dan biologi.
Tetapi sering hanya digunakan paramerter fisika seperti temperatu, warna, bau, rasa dan kekeruhan
air, ataupun parameter kimia seperti: partikel terlarut, kebutuhan oksigen biokimia (BOD), partikel
tersuspensi (SS), amonia (NH3). Bahan-bahan polutan bagi pencemaran air dalam bentuk
pencemaran fisika, kimia dan biologi dibagi menjadi 8 kelompok yaitu:
1. Agen penyebab penyakit (bakteri, virus, protozoa, parasit).
2. Limbah penghabis oksida (limbah rumah tangga, kotoran hewan dan manusia, bahan organik dan
sebagainya).
3. Bahan kimia yang larut dalam air (asam, garam, logam beracun dan senyawa lainnya).
4. Pupuk anorganik (garam nitrat dan fosfat yang terlarut)
5. Bahan kimia organik (minyak, bensin, plastik, pestisida)
6. Bahan sedimen atau suspensi (parikel tanah, pasir dan bahan anorganik lainnya yag melayang
dalam air)
7. Bahan-bahan radioaktif
8. Panas.
Polutan biologis berasal dari kotoran manusia yang mengandung bakteri, virus, protozoa atau parasit
lainnya yang mencemari sungai atau sumur atau mata air.
Berdasarkan teori-teori tersebut ternyata kebutuhan air bersih bukan hanya sebatas dalam kebutuhan
manusia saja melainkan air bersih juga dibutuhkan dalam laboratorium khususnya kimia yang
digunakan untuk mmbuat larutan atau melarutkan suatu bahan, maka kita membutuhkan air yang
bersih dari logam. Untuk memurnikan air dari logam-logam digunakan metode destilasi.
Pertama kali destilasi dikenalkan oleh seorang kimiawan Babilonia di Mesopotamia pad millennium
ke-2 sebelum masehi. Namun untuk industri dibawa
oleh kimiwan muslim dalam proses mengisolasi ester untuk membuat parfum. Pada abad ke-8
kimiawan muslim juga berhasil mendapatkan substan kimia yang benar-benar murni melalui proses
destilasi. Pada tahun 800-an ahli kimia Persia, Jabir ibnu Hayam menjadi insprasi dalam destilasi
skala mikro, karena penemuannya di bidang destilasi yang masih dipakai sampai sekarang.
Petroleum pertama kali didisetilasi oleh kimiawan muslim yang bernama Al-Razi pada abad ke-9,
untuk destilasi karosin/ minyak tanah pertama ditemukan oleh Avicenna pada awal abad ke-11
Distilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali
menjadi cairan. Unit operasi distilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan
komponen-komponen yang terdapat dalam suatu larutan atau campuran dan tergantung pada
distribusi komponen-komponen tersebut antara fasa uap dan fasa air. Semua komponen tersebut
terdapat dalam fasa cairan dan uap. Fasa uap terbentuk dari fasa cair melalui penguapan (evaporasi)
pada titik didihnya. Syarat utama dalam operasi pemisahan komponen-komponen dengan cara
distilasi adalah komposisi uap harus berbeda dari komposisi cairan dengan terjadi keseimbangan
larutan-larutan, dengan komponen-komponennya cukup dapat menguap. Suhu cairan yang mendidih
merupakan titik didih cairan tersebut pada tekanan atmosfer yang digunakan.

Destilasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu evaporasi adalah memindahkan pelarut sebagai uap dari
cairan yaitu pemisahan uap-cairan di dalam kolom dan untuk memisahkan komponen dengan titik
didih lebih rendah yang lebih mudah menguap dari komponen lain yang kurang volatil dan
kondenasasi dari uap, serta untuk mendapatkan fraksi pelarut yang lebih volatil.
Pada pemisahan campuran dari dua campuran yang menguap atau yang titik didihnya berdekatan
lebih banyak persoalannya, sehingga tidak dapat dilakukan dengan destilasi biasa. Suatu cara yang
digunakan untuk memperoleh hasil yang lebih baik disebut destilasi bertingkat, yaitu proses dimana
komponen-komponennya secara bertingkat diuapkan dan diembunkan.
Dalam proses ini campuran didihkan pada kisaran suhu tertentu pada tekanan tetap. Uap yang
dilepaskan dalam cairan tidak murni berasal dari salah satu komponen tetapi masih mengandung
campuran kedua komponen dengan komposisi yang biasanya berbeda dengan komposisi cairan
yang mendidih. Kenyataan umum yang diperoleh adalah bahwa uap lebih banyak mengandung
komponen yang mudah menguap (atsiri). Bila sebagian cairan yang telah didihkan uapnya
diembunkan, maka campuran akan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama terdiri dari uap yang
terembunkan disebut destilat, dan mengandung lebih banyak komponen yang atsiri dibandingkan
cairan aslinya. Bagian kedua adalah cairan yang tertinggal disebut residu, yang susunannya lebih
banyak komponen yang sukar menguap. Bila destilat yang mula-mula diperoleh dipanaskan lagi
sampai mendidih, maka uap yang baru akan lebih banyak lagi komponen yang lebih atsiri. Hal ini
dapat diulangi lagi beberapa kali sampai akhirnya diperoleh salah satu komponen murni yang mudah
menguap.
Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini
didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik
didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada hokum Roult dan hokum Dalton. Destilasi Skala
ndustri. Umumnya proses destilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara, oleh karena itu unit
proses dari destilasi ini sering disebut sebagai menara destilasi (MD). MD biasanya berukuran 2-5
meter dalam diameter dan tinggi berkisar antara 6-15 meter. Masukan dari MD biasanya berupa cair
jenuh (cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan terbentuk uap) dan memiliki
dua arus keluaran, arus yang diatas adalah arus yang lebih volatil (lebih ringan/mudah menguap) dan
arus bawah yang terdiri dari komponen berat.
Contoh proses destilasi minyak serei yaitu pada proses distilasi ini dilakukan dengan cara distilasi
bertingkat. Pada distilasi pertama bertujuan memisahkan senyawa organik dalam serai yang
kenudian larut dalam air(air sebagai pelarut) , kenudia air hasil distilasi pertama akan didistilasi lagi.
hal ini bertujuan memisahkan minyak serei dengan air. Disini minyak serei akan dipanaskan sampai
berubah fase menjadi uap sedangkan air tetap berwujud cair. Uap serei akan didinginkan oleh air
yang berasal dari luar tabung proses ini disebut kondensasio sehingga uap serei akan mengembun
dan berubah fase menjadi cair dan terbentuk rendemen.
Teori dasar destilasi yaitu perpindahan panas ke cairan yang sedang mendidih memegang peranan
yang penting pada proses evaporasi dan distilasi atau juga pada
proses biologi dan proses kimia lain seperti proses petroleum, pengendalian temperatur suatu reaksi
kimia, evaporasi suatu bahan pangan dan sebagainya. Cairan yang sedang dididihnya biasanya
ditampung dalam bejana dengan panas yang berasal dari pipa-pipa pemanas yang horizontal atau
vertikal. Pipa dan plat-plat tersebut dipanaskan dengan listrik, dengan cairan panas atau uap panas
pada sisi yang lain.
Perbedaan sifat campuran suatu fase dengan campuran dua fase dapat dibedakan secara jelas jika
suatu cairan menguap, terutama dalam keadaan mendidih. Sebagai contoh adalah cairan murni
didalam suatu tempat yang tertutup. Pada suhu tertentu molekul-molekul cairan tersebut memiliki
energi tertentu dan bergerak bebas secara tetap dan dengan kecepatan tertentu. Tetapi setiap
molekul dalam cairan hanya bergerak pada jarak pendek sebelum dipengaruhi oleh molekul-molekul
lain, sehingga arah geraknya diubah. Namun setiap molekul pada lapisan permukaan yang bergerak
ke arah atas akan meninggalkan permukaan cairan dan akan menjadi molekul uap. Molekul-molekul
uap tersebut akan tetap berada dalam gerakan yang konstan, dan kecepatan molekulmolekul
dipengaruhi oleh suhu pada saat itu.
Ada 5 jenis distilasi yang akan dibahas disini, yaitu distilasi sederhana, distilasi fraksionasi, distilasi
uap, dan distilasi vakum. Selain itu ada pula distilasi ekstraktif dan distilasi azeotropic homogenous,
distilasi dengan menggunakan garam berion, distilasi pressure-swing, serta distilasi reaktif.
1. Destilasi sederhana
Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau
lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan
dengan destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murninya. Senyawa senyawa yang terdapat
dalam campuran akan menguap pada saat mencapai titik didih masing masing.

Gambar 1. Alat Destilasi Sederhana
Gambar di atas merupakan alat destilasi atau yang disebut destilator. Yang terdiri dari thermometer,
labu didih, steel head, pemanas, kondensor, dan labu penampung destilat. Thermometer Biasanya
digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi selama proses destilasi berlangsung.
Seringnya thermometer yang digunakan harus memenuhi syarat:
a. Berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair yang akan didestilasi.
b. Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas reservoir HE sejajar dengan
pipa penyalur uap ke kondensor. Labu didih berfungsi sebagai tempat suatu campuran zat cair yang
akan didestilasi .
2. Distilasi Fraksionasi (Bertingkat)
Sama prinsipnya dengan dis.sederhana, hanya dis.bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor
yang lebih baik, sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan titik didih
yang berdekatan. Untuk memisahkan dua jenis cairan yang sama sama mudah menguap dapat
dilakukan dengan destilasi bertingkat.Destilasi bertingkat sebenarnya adalah suatu proses destilasi
berulang.Proses berulang ini terjadi pada kolom fraksional.Kolom fraksional terdiri atas beberapa plat
dimana pada setiap plat terjadi pengembunan.Uap yang naik plat yang lebih tinggi lebih banyak
mengandung cairan yang lebih atsiri (mudah menguap) sedangkan cairan yang yang kurang atsiri
lebih banyak dalam kondensat. Contoh destilasi bertingkat adalah pemisahan campuran alkohol-air
(lihat gambar di bawah),titik didih alkohol adalah 78oC dan titik didih air adalah 100oC.Campuran
tersebut dicampurkan dalam labu didih.Pada suhu sekitar 78oC alkohol mulai mendidih tetapi
sebagian air juga ikut menguap.Oleh karena alkohol lebih mudah menguap,kadar alkohol dalam uap
lebih tinggi daripada kadar alkohol dalam campuran semula.Ketika mencapai kolom fraksionasi,uap
mengembun dan memanaskan kolom tersebut.Setelah suhu kolom mencapai 78oC,alkohol tak lagi
mengembun sehingga uap yang mengandung lebih banyak alkohol naik ke kolom di
atasnya,sedangkan sebagian air turun ke dalam labu didih.Proses seperti itu berulang beberapa kali
(bergantung pada banyaknya plat dalam kolom),sehingga akhirnya diperoleh alkohol yang lebih
murni.Contoh lain dari Destilasi bertingkat adalah pemurnian minyak bumi,yaitu memisahkan
gas,bensin,minyak tanah, dan sebagainya dari minyak mentah


Destilasi fraksionasi


3. Destilasi Azeotrop
memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen
yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah
ikatan azeotrop tsb, atau dengan menggunakan tekanan tinggi.

4. Destilasi Uap
Untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup tinggi,
sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau
mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan
secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap.
Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan
senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga
bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada
dengan pemanasan langsung. Untuk destilasi uap, labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan
dihubungkan dengan labu pembangkit uap (lihat gambar alat destilasi uap). Uap air yang dialirkan ke
dalam labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan titik didih
senyawa tersebut, karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih komponen-
komponennya

Destilasi Uap
5. Destilasi vakum
Memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, motede yang
digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm, sehingga titik
didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendistilasinya tidak
perlu terlalu tinggi.
















BAB
METODE PERCOBAAN


A. Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat dilaksanakanya percobaan ini adalah sebagai berikut:
Hari/Tanggal : Jumat, 29 April 2011
Waktu : PukuL 08.00-11.00 WTA
Tempat : Laboratorium Kimia Analitik, Fakultas Sains dan
Teknologi, Universitas slam Negeri Alauddin Makassar,
Samata Gowa.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Labu destilasi 100 mL 1 buah
b. Kondensor 1 buah
c. Pemanas listrik 1 buah
d. Aerator 1 buah
e. Steel head 1 buah
f. Termometer 150oC 1 buah
g. Gelas ukur 100 mL 1 buah
h. Gelas kimia 250 mL 2 buah
i. Statif 2 buah
j. Klem 2 buah
k. Botol semprot 1 buah
l. Ember 1 buah
m. Selang 1 buah
n. Karet berlubang 1 buah
2. Bahan
a. Air (H2O)
b. Air sungai
c. Aquades
d. Batuh didih
C. Prosedur kerja
1. Memasang rangkaian alat desrilasi
2. Mengisi labu destilasi dengan air sungai sebanyak 350 mL, kemudian memasukkan beberapa butir
batu didih.
3. Menjalankan air melalui alat pendingin (kondensor)
4. Memanaskan labu destilasi sampai air mendidih, pada suhu 83oC dengan waktu 21,32 menit.
5. Melanjutkan pemanasan sampai pada suhu konstan dengan waktu selama 82 menit.
6. Mengamati kenaikan temperatur pada termometer, Sampai memperoleh volume destilat sebanyak
50 mL.
7. Membaca titik didih destilasi, kemudian mengukur volume destilasi yang diperoleh.









BAB V
HASL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Suhu oC Waktu (menit) Volume destilasi keterangan
83 21,32 - mendidih
94 35 - mendidih
94 82 50 mL destilat

B. Pembahasan
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali
menjadi cairan. Distilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan komponen-
komponen yang terdapat dalam suatu larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi
komponen-komponen tersebut antara fasa uap dan fasa air. Semua komponen tersebut terdapat
dalam fasa cairan dan uap. Fasa uap terbentuk dari fasa cair melalui penguapan (evaporasi) pada
titik didihnya.
Syarat utama dalam operasi pemisahan komponen-komponen dengan cara distilasi adalah komposisi
uap harus berbeda dari komposisi cairan dengan terjadi keseimbangan larutan-larutan, dengan
komponen-komponennya cukup dapat menguap. Suhu cairan yang mendidih merupakan titik didih
cairan tersebut pada tekanan atmosfer yang digunakan.
Rangkaian alat pada destilasi adalah sebagai berikut :
1. Labu destilasi, berfungsi sebagai wadah atau tempat suatu campuran zat cair yang akan di
destilasi yang terdiri dari :
a. Labu dasar bulat.
b. Labu erlenmeyer khusus untuk destilasi atau refluks.
2. Steel Head, berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alat pendingin
(kondensor), dan biasanya labu destilasinya sudah dilengkapi dengan leher yang berfungsi sebagai
steel head.
3. Thermometer, biasanya digunkan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi selama
proses destilasi berlangsung, dan thermometer yang digunakan harus, berskala suhu tinggi yang
diatas titik didih zat cair yang akan didestilasi, dan ditempatkan pada labu destilasi atau steel head
dengan ujung atas reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor.
4. Kondensor, memiliki 2 celah, yaitu celah masuk untuk aliran uap hasil reaksi dan celah keluar
untuk aliran air keran
5. Labu didih, biasanya selalu berasa atau keset, yang berfungsi untuk sebagai wadah sampel.
Contohnya untuk memisahkan alkohol dan air.
6. Pipa dalam = pipa destilasi
7. Aerator , berfungsi untuk menyalurkan air kedalam kondensor dan mengeluarkan air dari dalam
kondensor.
8 batu didih untuk, Berfungsi untuk menyimbangkan panas suatu sampel bahan di dalam nya
Sampel yang dianalisis yaitu air sungai, pertama tama memasukan air kedalam labu destilasi,
setelah itu dipanakan sampai menguap dan air didalam penampung dijalankan ke kondensor
menggunakan aerator, kemudian menunggu sampai mendapatkan destilat yang dihasilkan. Pada
saat suhu destilat mencapai 83oC dengan waktu 21,32 menit larutan sampel mulai mendidih. Pada
percobaan ini, suhu pada labu destilat konstant pada 94oC, hal ini dikarenakan perbedaan sifat
campuran suatu fase dengan campuran dua fase dapat dibedakan secara jelas jika suatu cairan
menguap, terutama dalam keadaan mendidih dan destilat yang didapat pada air 300 ml adalah 50 mL
pada suhu 94 oC dengan 82 menit.


BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun keimpulan dari percobaan ini yaitu hasil destilat dari air sungai 300 mL adalah 50 mL pada
suhu 94oC dengan 82 menit.

B. Saran
Sebaiknya pada percobaan selanjutnya, pemurnian air sungai dilakukan sampai 2 kali penyulingan,
agar memperoleh destilat yang lebih murni.


























DAFTAR PUSTAKA

Anonim."Macammacamdestilasi.http://ndarucs.blogspot.com/2010/02/distilasi.html. 11 02 2010 (25
April 2011)

Aditya, Riskian, "Destilasi Uap, 8 Juni 2010, http://www. /destilasi uap/destilasi-uap.html (21 April
2011)

Bambang rawan, "Peningkatan Mutu Minyak Nilam dengan Ekstraksi dan Destilasi
PadaBerbagaiKomposisiPelarut,19Juli2010,http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1844/1/0
6000441.pdf.

Destilasi. http://multiply.com/. Diakses pada 19 april 2011
Destilasi. http://adityabeyubay359.blogspot.com/2009/08/destilasi. html 08 Oktober 2009. (25 April
2011)

Estien Yazid, Kimia Fisika Untuk Paramedis. Andi Yogyakarta, 2005).

Nur Alimah, Kimia Lingkungan. Makassar: SMAK, 2006)
Rukaesih Acmad, Kimia Lingkungan. Jakarta: UNY, 2004)
Yulianto, Muhsin, "Destilasi, 21 Oktober 2010, http:// www-chem-is-
try:org/sect=belajar&ext=destilation07-03. (21 April 2011)

hLLp//wahyunl[arlsblogspoLcom/2011/03/laporanprakLlkumdesLllaslhLml
ABSTRAK


Prinsip pada destilasi biasa adalah pemisahan dua zat atau lebih yang mempunyai perbedaan titik didih.
Jika zat-zat yang dipisahkan mempunyai perbedaan titik didih yang jauh berbeda, dapat digunakan metode
isolasi biasa. Zat yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi.
Uap zat yang bersifat volatil dan memiliki titik didih yang rendah akan masuk ke dalam pipa pada kondensator
(terjadi proses pendinginan) sehingga akan turun berupa tetesan-tetesan yang turun ke dalam penampung atau
disebut juga destilat. Dalam hal ini alkohol yakni etanol dan methanol yang masing-masingnya dicampur dengan
air, akan terdestilasi dahulu. Alat yang dipergunakan pada percobaan ini adalah seperangkat alat destilasi biasa
dengan pendingin Liebig, corong dan gelas ukur.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar BeIakang
Prinsip pemisahan campuran yang melewati dua fase, yakni gas menjadi fase cair dinamakan dengan
proses destilasi. Perbedaan titik didih dan tekanan uap membuat kedua campuran ini berpisah. Semakin tinggi
tekanan uap maka titik didih cairan tersebut semakin tinggi. Penguapan dipengaruhi oleh titik cairan tersebut.
Cairan yang memiliki titik didih teredah, maka lebih cepat untuk mendidih.
Destilasi memiliki prinsip kerja utama dimana terjadi pemanasan dan salah satu komponen
campurannya akan menguap setelah mencapai titik didihnya, yang paling dahulu menguap merupakan yang
bersifat volatil atau mudah menguap. Uap tersebut akan masuk ke dalam pipa pada kondensor (terjadi proses
pendinginan) sehingga terjadi tetesan yang turun ke Erlenmeyer yang disebut juga destilat.
Destilasi umumnya bisa diaplikasi bila zat yang akan dipisahkan memiliki perbedaan yang j auh.
Pengguaan batu didih adalah untuk menghilangkan gelembung pada saat pemanasan.

1.2 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan yang berjudul Destilasi Biasa adalah mengetahui prinsip-prinsip destilasi.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Banyak senyawa organic yang sebenarnya dapat dimurnikan dengan berbagai cara diantaranya
dengan destilasi, sublimasi atau ekstraksi. Destilasi adalah pemisahan campuran cairan berdasarkan perbedaan
titik didihnya. Sublimasi merupakan pemisahan campuran zat padat berdasakan tingginya kekekalan uap
masing-masing zat di bawah temperature titik leburnya ( Anonymous, 2005 ).
Destilasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikan cairan. Destilasi
terdiri dari pmanasan cairan sampai pada titik didihnya, penghantaran uap pada alat pendingin dimana terjadi
kondensasi dan mengambil zat yang telah terkondensasi ( Harold, 1999 ).
Tinjaulah pemisahan dari sikloheksana dan toluene. Ketika di destilasi dalam alat destilasi sederhana,
pencampuran dari dua cairan ini mulai mengalami pemisahan seberapa mana di atastitik didih dari sikloheksana
dan berhenti mengalami destilasi seberapa mana di bawah titik didih dari toluene seluruh bagian dari destilasi
tercampur dan sedikit pemisahan dari dua komponen didapat. Pemisahan dapat lebih baik didapatkan dengan
mendestilasi ulang dari tiap bagian. Jika pendestilasian ulang diulang sesering mungkin, dua komponen dari
pencampuran akan terpisah secara perlahan ( Louis, 1979 ).


BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1 AIat dan Bahan
Bahan yang digunakan adalah :
<!--[if !supportLists]--> Methanol dengan air
<!--[if !supportLists]--> Methanol dengan etanol
Alat yang digunakan adalah :
<!--[if !supportLists]--> Seperangkat alat destilasi biasa mnggunakan pendingin Liebig
<!--[if !supportLists]--> Corong
<!--[if !supportLists]--> Gelas ukur
3.2 Konstanta fisik
Konstanta fisik terdapat pada lampiran.

3.3 Cara Kerja
Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Dirangkai alat destilasi biasa
2. Dimasukkan campuran pelarut etanol / air atau methanol / air dengan perbandingan 1:1
3. Dimasukkan beberapa butir batu didih
4. Dipanaskan pada temperature 70-80 C sampai filtrat habis ( amati pada kondensor Liebig)
5. Ditentukan filtrat yang diperoleh
6. Ditentukan persentase hasil yang diperoleh

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data HasiI Pengamatan
Dari percobaan tersebut diperoleh hasil pengamatan :
<!--[if !supportLists]--> Pada destilasi etanol dengan air ( 25 ml etanol+25 ml air ).
Suhu pada tetesan pertama adalah 83
o
C.Volume etanol hasil destilasi (destilat) adalah 16,5 ml
<!--[if !supportLists]--> Pada destilasi methanol dengan air ( 25 ml methanol+25 ml air ).
Suhu pada tetesan pertama adalah 77
o
C.Volume methanol hasil destilasi (destilat) adalah 17,15 ml

4.2 Pembahasan
Destilasi merupakan pemisahan campuran yang melewati dua fase, yaitu gas menjadi fase air.
Destilasi merupakan proses pemisahn campuran berdasarkan perbedaan titik didih. Titik didih pada zat dalam
campuran yang lebih rendah akan lebih cepat terdestilasi. Pada percobaan yang telah dilakukan etanol dan
methanol lebih cepat terbentuk destilat, karena etanol dan methanol bertitik didih lebih rendah dari titik didih air.
Teknik-teknik pemisahan ada beberapa cara :
O Ekstraksi, yaitu proses pengambilan ekstrak/sari.
O Evaporasi, yaitu proses penguapan untuk memisahkan campuran.
O Sublimasi, yaitu pemisahan campuran dengan prinsip perbedaan fasa padat dan gas.
O Kromatografi, yaitu pemisahan berdasarkan perbedaan warna yang dihasilkan.
Prinsip Kerja Alat Destilasi :
Campuran etanol dan air dicampurkan dalam labu destilasi, lalu didesstilasikan dengan memanaskan
campuran tersebut dengan hot plate. Uap yang dihasilkan adalah uap hasil dari zat yang bertitik didih rendah,
dalam hal ini adalah methanol dan etanol pada kedua percobaan..
Uap tersebut nantinya akan diembunkan dengan bantuan kondensor yang berfungsi sebagai pendingi
uap. Cairan tersebut nantinya akan menetes ke dalam labu elenmeyer.
Proses aliran air pada elenmeyer harus dari bawah (tempat rendah) menuju atas (tempat tinggi) agar
uap yang dihasilkan dapat didinginkan dengan baik dan optimal serta melawan arah datangnya uap agar proses
penyubliman berlangsung maksimal dan destilat yang dihasilkan lebih murni.
Batu didih digunakan pada campuran yang dipanaskan. Batu didih berfungsi sebagai pencegah
letupan-letupan yang terjadi dan pendistribusi kalor.
ari hasil data pengamatan, dapat dihitung persentase destilat


<!--[if !vml]--> % Etanol = vol Etanol yang diperoleh x 100%
_____________
vol Etanol + air


<!--[if !vml]--> % Etanol = 16,5 ml x 100% = 33%
______________________
50 ml
Sedangkan
<!--[if !vml]--> % Metanol = 17,5 ml x 100% = 34,3%
___________
50 ml
Destilat yang terbentuk tidak mencapai angka 100%. Jadi, destilat yang dilakukan kurang akurat. Hal
ini bias disebabkan oleh campuran yang telah lebih dahulu menguap sebelum terdestilasi. Karena alcohol
bersifat volatile (mudah menguap). Ataupun belum menguapnya seluruh alcohol, karena belum mencapai nilai
ekstrim dari titik didih alcohol.
Titik didih pertama pada methanol pada percobaan adalah 77
o
C sedangkan pada literature 64,7
o
C.
Titik didih pertama etanol pada percobaan 83
o
C sedangkan pada literature 78,44
o
C.

BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan dari praktikum ini adalah destrilasi merupakan proses pemisahan campuran berdasarkan
perbedaan titik didih campuran. Pada percobaan ini titik didih menentukan kecepatan terbentuknya destilat. Zat
yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi. Dalam hal ini alcohol
yakni etanol dan methanol yang masing-masingnya dicampur dengan air, akan terdestilasi dahulu. Karena titik
didih etanol 78,44
o
C dan methanol 64,7
o
C lebih rendah dari titik didih air (100
o
C), maka destilasi yang dahulu
terbentuk adalah alcohol.
Suhu tetes pertama pada methanol yang didapat pada percobaan adalah 77
o
C, sedangkan etanol
83
o
C.

DAFTAR PUSTAKA

Anomymous. 2005. PENUNTUN PRAKTKUM KMA DASAR FMPA.
Unsyiah : Banda Aceh.
Hart,Harold. 1999.ORGANC CHEMSTRY. Haughton Mifflin Company : New
York.
Louis F,Fieser. 1979. ORGANC EXPERMENT. O. C. Heath and Company :
Toronto.
hLLp//kullahlLukerenblogspoLcom/2011/03/desLllaslblasalaporanpraLlkumhLml