Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit (Studi Manajemen Strategik pada Dinas

Propinsi Jawa Timur)
Dewie Tri Wijayati Universitas Negeri Surabaya Email: triede@yahoo.com

ABSTRACT
Strategic Management has significant role for East Java Province governmental organization in order to improve public service quality. In the local autonomy era all the organizations are suited to be able to make appropriate policies to anticipate environment change and to fulfill public demand of qualified service. This research studies focus on factor that affect process of that strategic management. This research proposed three variables, power, leadership and commitment. As “explanatory reseach” this research aimed to explain some problems which formulated as follow: (a) Does power influences to strategic management at East Java Province governmental organization? (b) Does leadership influences to strategic management at East Java Province governmental organization? (c) Does commitment influences to strategic management at East Java Province governmental organization? By differing strategic management into three dimension: formulation, implementation, and evaluation, then analyse that used “Structural Equation Modelling” (SEM) was very suitable because there were two analysis stages (Second Order Confirmatory). Despite, it was wished contribution of the three dimensions of management would be studied. The respondents are 220 persons representing all the kind of East Java Province governmental organization: departement (dinas), committee (badan), and office. According to result of study, it results several conclusions: a) the power and leadership negatively affected strategic management. There were because of bureaucratic-centralistic power and directive leadership, (b) the commitment affected strategic management, specifically on implementation stage, (c) the leader can’t maximaized transforming existing power for success of strategic management, (d) the strategic management can’t maximize improving public service because of there are the bureaucarticcentralistic power and directive leadership. Keywords: commitment, leadership, power, strategic management, structural equotion modeling.

PENDAHULUAN Penerapan manajemen strategi dalam lingkungan organisasi pemerintahan di Indonesia tidak terlepas dari berbagai faktor yang melatar belakanginya. Manajemen strategi yang semula tumbuh dan berkembang dalam dunia bisnis dan organisasi profit telah diterapkan ke dalam berbagai bentuk organisasi termasuk organisasi pemerintahan. Meluasnya cakupan manajemen strategi tersebut bukan suatu intervensi untuk perubahan semata, tetapi manajemen strategi sudah menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi pelaksanaan pemerintahan di Indonesia. Bagaimanapun perlu disadari bahwa manajemen strategi yang diterapkan dalam dunia bisnis (organisasi privat) dengan pemerintahan (non profit) memiliki beberapa perbedaan, meskipun ada kesamaannya. Hal tersebut disebabkan oleh karakter organisasi itu sendiri. Berdasarkan sejarah perkembangannya, maka Nawawi menyebut manajemen strategi dalam lingkungan pemerintahan sebagai sebuah paradigma baru yang saat ini sudah diterapkan pada hapir semua organisasi.

Ada dua hal yang dapat dijadikan didalam membedakan penerapan manajemen strategi di organisasi profit dan non profit, yaitu pada organisasi profit berorientasi pada nilai dan organisasi non profit adalah tujuan. Nilai-nilai yang mendasari organisasi profit (perusahaan dan industri) adalah falsafah yang berisi nilai-nilai persaingan bebas antar organisasi bisnis sejenis, melalui pendayagunaan semua sumber yang dimiliki untuk mencapai tujuan strategik. Tujuan (organisasi profit) tersebut adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan eksistensi untuk jangka waktu panjang, melalui kemampuan meraih laba kompetitif secara berkelanjutan. Sedang organisasi non profit didasari falsafah nilai-nilai pengabdian dan kemanusiaan. Tujuannya untuk mencapai kesejahteraan bersama dalam masyarakat (Nawawi, 2003:145). Berkaitan dengan nilai dalam organisasi non profit, Moore (2000) secara khusus membahas bagaimana seharusnya organisasi nonprofit mengelola nilai, dengan cara memandang: (a) nilai lebih dianggap sebagai pencapaian misi daripada sekedar kinerja keuangan, (b) lingkungan sebagai sumber

24

Dengan kata lain. Masingmasing tahapan tersebut dijelaskan oleh Stahl dan Grigsby (1998) sebagai berikut. karena rencana yang sudah dibuat dievaluasi dalam realisasi di lapangan. dinas-dinas sebagai organ pemerintah daerah dituntut mampu mengikuti .Wijayati: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit 25 dukungan dan legitimasi. (c) membangun legitimasi dan dukungan sebagai tujuan dan sarana. yaitu menyangkut penganggaran. Bagian lainnya adalah kinerja organisasi yang merupakan bagian dari proses evaluasi dan kontrol manajemen strategik. memuaskan dan merata. sistem informasi dan budaya dalam organisasi. nilainilai tersebut dimaknai sebagai bentuk pelayanan yang berkualitas. maka perubahan menjadi kata kunci perlunya manajemen strategi diterapkan dalam organisasi publik atau pemerintahan. misi. organisasi dapat belajar dari pengalaman. Sedangkan bagi organisasi nonprofit mengarah kepada dukungan. maka kebijakan yang dibuat akan lebih mudah diimplementasikan. Stahl dan Grigsby (1998) menjelaskan bahwa motivasi dalam tahap implementasi meliputi motivasi pimpinan dan karyawan. Sehingga strategi yang dipilih benar-benar disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. Tahap akhir dalam proses manajemen strategi adalah evalausi dan kontrol. Menurut Stahl dan Grigsby (1998) terdapat enam langkah dalam evaluasi dan control. peluang dan ancaman) analisis. Begitu pula Implementasi merupakan tahap yang penting. Dalam pandangan Moore (2000) diatas. legitimasi dan kapasitas operasional. penyusunan misi. prosedur. pemimpin secara berkelanjutan harus mampu meningkatkan motivasi. Oleh karena itu. yang di dalamnya terdapat tiga aktivitas pokok. Salah satu kebijakan pemerintah yang dapat diajukan sebagai bukti pentingnya manajemen strategi dalam lingkungan pemerintahan adalah Keputusan Presiden No. manajemen strategik merupakan proses organisasi dalam pengambilan kebijakan. Disadari bahwa adanya perubahan yang terjadi di dunia dan Indonesia khususnya. Dalam tahap implementasi juga perlu memperhatikan sistem yang ada. budaya. Tindakan strategis juga diperlukan dalam rangka perubahan dan pencapaian tujuan yang lebih konkrit dan indikatif (terukur). Dalam surat Keputusan Presiden tersebut ditegaskan bahwa pemerintah memerlukan strategi pengembangan E-Government dalam rangka tersedianya jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang berkualitas. Pemerintah Propinsi Jawa Timur sangat menyadari hal tersebut. motivasi. (a) menentukan apa yang akan dikontrol. Selain itu perlu adanya dukungan struktur yang lebih diarahkan kepada fungsi dari masingmasing bagian dalam organisasi. yaitu. Masih menurut Moore bahwa nilai bagi organisasi profit mengarah dan didukung oleh kinerja keuangan dan daya tahan organisasi. memuaskan dan merata. pelaksanaan (implementasi) dan evaluasi/kontrol. tujuan dan strategi. yaitu analisis terhadap lingkungan organisasi. yang selama ini masyarakat menilai kinerja pemerintahan selama ini masih dirasa kurang memberikan pelayanan yang maksimal. karena dalam tahap ini seorang pemimpin bertugas menjalankan strategi yang sudah dibuat. Dengan memperhatikan hal tersebut. maka keputusan presiden tersebut merupakan bentuk penegasan tentang nilai dan dukungan yang diharapkan terjadi pada organisasi pemerintah ketika menerapkan manajemen strategik. sistem dan budaya organisasi. (e) mencari alasan penyimpangan.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government dengan demikian hal ini dapat dijadikan contoh konkret dalam memaknai peran manajemen strategi dalam pelaksanaan pemerintahan. Untuk mengelola itu semua dibutuhkan sebuah manajemen strategi yang tepat untuk diterapkan oleh setiap pengambil kebijakan. Bahwa bagi organisasi pemerintah. Pada teori manajemen strategik dapat diukur melalui beberapa indikatornya. Berdasarkan berbagai uraian tersebut di atas. 1992). Langkah selanjutnya adalah pembuatan rencana strategis yang meluputi penetapan visi. tujuan. kelompok. (d) membandingkan anatara hasil dengan standar. Oleh karena itu. mendayagunakan struktur. sistem fungsi. dan (f) melakukan tindakan koreksi. Untuk menyusun strategi yang tepat. dan strategi. dan kebijakan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Termasuk diperlukan oleh pemerintahan. Untuk melakukan analisisnya dapat digunakan SWOT (kekuatan. Langkah-langkah tersebut antara lain. (c) mengukur hasil. (b) membuat seperangkat standar. Untuk mendapatkan motivasi yang tinggi salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui pelatihan. menuntut adanya perencanaan dan implementasi kebijakan strategis untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah yang ada. Dari ungkapan ini Terdapat nilai-nilai yang hendak dicapai melalui strategi yang ditetapkan tersebut. yaitu penyusunan strategi (formulasi). serta semua unit kerja yang mempunyai tugas tertentu dalam pemerintahan. hal ini ditandai dengan semakin membaiknya pelayanan publik yang dilakukan. baik pusat dan daerah. struktur. Dalam tahap formulasi ada beberapa langkah yang diperlukan. Istilah manajemen strategik (strategic management) biasa dirujuk pada keseluruhan ruang lingkup strategi dari aktivitas pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi (Stahl dan Grigsby. kelemahan.

1. Berikut ini merupakan alur pemikiran mengenai pentingnya manajemen strategik dalam birokrasi pemerintah propinsi Jawa Timur.12. Konflik sering terjadi antaraktor disebabkan oleh kurangnya sumber kekuasaan dan interaksi. tetapi proses yang penuh ketegangan dan rintangan. isi strategi. Sumber-sumber kekuasaan diteliti pengaruhnya terhadap taktik . mengajukan permasalahan yang berbeda. bagi Tampubolon. pemilu. personal (SDM). FAKTOR EKSTERNAL FAKTOR INTERNAL Peluang dan Ancaman PERLUNYA MANAJEMEN STRATEGIK BAGI ORGANISASI PEMERINTAHAN (PUBLIK) Perubahan Lingkungan Era reformasi Desentralisasi SPPN (sistem perencanaan pembangunan nasional) Politik . 1999). kekuasaan yang dipunyai dan budaya organisasi. Dan itu semua membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar menyadari proses tersebut. ada tiga faktor determinan dari manajemen strategi. VOL. (2006) tersebut meneliti tentang faktor determinan implementasi manajemen strategik pada pemerintah lokal dengan konteks internasional. sumber daya yang terbatas. 2005). dkk. (2006). Faeth (2004) dengan studi di organisasi keusukupan juga memberi dukungan bahwa kekuasaan berpengaruh terhadap taktik (strategi) yang dipakai oleh para pemimpin gereja. tercatat bahwa penelitian tentang manajemen strategik difokuskan pada tiga tahapan proses manajemen strategi. Selain itu kepemimpinan berperan dalam proses pembentukan dan pembaruan misi dan tujuan organisasi dan penemuan-penemuan sumber daya baru bagi organisasi publik. Secara khusus. seperti analisis portofolio. Dalam kasus kota Munich menunjukkan bahwa pemerintah kota dalam menerapkan manajemen strategik penataan wilayah dipengaruhi oleh kekuasaan antaraktor yang berperan dalam proses pengambilan kebijakan. Secara singkat. yaitu kepemimpinan. Penelitian yang dilakukan oleh Torres. Temuan penting dalam studi kasus Putz tersebut adalah kekuasaan berperan dalam strategi pembuatan keputusan mengenai penataan lahan (wilayah) di Munich terwujud dalam interkasi antaraktor. yaitu: situasi sebelumnya yang melingkupi. Torres. Sedangkan menurut Tampubolon (2002) manajemen strategik hanyalah sebagai alat yang sangat bergantung pada pelakunya yaitu kepemimpinan dari setiap tingkatan manajemen. Menurut mereka ada tiga faktor utama yang mempengaruhi implementasi manajemen strategik pemerintah lokal di beberapa negara. NO. transformasi akan sangat tergantung kepada faktor kepemimpinan. tuntutan masyarakat Kompetisi dengan organisasi lain TERCAPAINYA NILAI DAN TUJUAN YANG SPESIFIK DAN BERBEDA DARI ORGANISASI PROFIT/SWASTA NILAI : Pengabdian dan Kemanusiaan TUJUAN : Kesejahteraan Bersama Stone dan kawan-kawan telah mencatat bahwa penelitian mengenai manajemen strategik dalam organisasi nonprofit sudah berkembang pada tahun 1970-an (Stone. Dari hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif tersebut mereka membuat beberapa kesimpulan tentang peran penting kepemimpinan dalam keberhasilan Manajemen Strategik. MARET 2010: 24-32 perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat serta mampu menjawab tantaangan dan tuntutan dari masyarakat. bentuk interaksi. implementasi strategi. dkk. strategi. Berbagai model. misi dan strategi organisasi untuk mencapai tujuan dan nilai organisasi Dinamika Masyarakat Perubahan wawasan. wilayah dan skala wilayah. Faktor determinan lainnya yang dapat mempengaruhi manajemen strategik adalah kekuasaan. SDM Legitimasi yang kuat sebagai pemerintah Pembuatan visi. partai Kemampuan. kekuasaan dan budaya organisasi. dan kepemimpinan dan kompromi. Dalam studinya mereka telah merekam berbagai studi tentang manajemen strategik yang berkembang selama 1977-1997 dan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori.26 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN. yaitu determinan atau faktor yang mempengaruhi manajemen strategi. Pendapat Tampubolon tersebut sejalan dengan Bakar (2001) yang menyatakan bahwa manajemen strategi dengan berbagai model. cara pikir & pandang. Kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan proses manajemen strategik. dkk. Berdasarkan hasil survey literer terhadap 65 jurnal tentang manajemen strategik. maupun stakeholder. yaitu formulasi. Sarjana atau peneliti lain yang mendukung pernyataan tersebut adalah Putz yang telah meneliti kasus penataan wilayah kota Munich (Putz. SWOT. kepemimpinan tetap mempunyai peran yang penting. Hal tersebut telah disebut oleh Tampubolon (2002). sebab manajemen strategik bukan sebuah obat mujarab. Kavanagh dan Ashkanasy (2006) telah membuktikan melalui penelitiannya terhadap penerapan manajemen strategik dalam proses merjer organisasi di lebih dari 100 organisasi yang diteliti selama rentang waktu selama sepuluh tahun yang dibagi ke dalam tiga tahap. Kepemimpinan mempunyai peran dalam proses riil manajemen strategik.

kebanggaan dan sebagainya merupakan bentuk keterikatan seseorang dengan pekerjaan dan organisasi tempat bekerja. antara lain: (a) kekuasaan mempengaruhi taktik yang digunakan para uskup sangat ditentukan oleh persepsi mereka atas sumber kekuasaan dan (b) ada kecenderungan tiaptiap taktik yang dipakai disesuaikan dengan sumbersumber kekuasaan seperti reward. Dalam tahap implementasi. kepala bagian. baik mereka sebagai pemimpin yang ditasbihkan maupun pemimpin umat biasa.32/2004 tentang Otonomi Daerah. HASIL Sebanyak 220 kuesioner yang diberikan kepada responden semuanya dikembalikan dengan demikian tingkat pengembalian yang diperoleh adalah seratus persen. insentif dan nilai tambah. Dari jenis kelaminnya responden penelitian terbagi sebagai berikut. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling dan dihasilkan data sampel sebagai berikut. maka diketahui jumlah sampel penelitian sebanyak 220 orang. coercive. keterlibatan kerja. Sebanyak 152 uskup dijadikan sampel. Lingkup penelitian ini pada organisasi pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. kepala urusan. Faktor determinan terkahir dalam penelitian ini adalah komitmen organisasi. kekuasaan dan komitmen yang mempengaruhi penerapan manajemen strategik. dan 4 kepala badan. maka secara organisasi yang dapat mewakili Pemerintah Jawa Timur adalah organisasi pemerintah tingkat Jawa Timur yang terdiri dari Dinas. Pengaruh komitmen terhadap manajemen strategik diajukan oleh Malhotra dan Galletta (2003) yang menemukan adanya pengaruh komitmen terhadap implementasi manajemen sistem pengetahuan. Model yang digunakan untuk menganalisis adalah SEM (Structural Equotion Modelling) yang mengukur pengaruh masing-masing faktor determinan dari manajemen strategi. Komitmen selalu dimaknai dalam kerangka dunia kerja. kualitas kerja. Tabel 1. yaitu 37 orang. loyalitas. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan beberapa kesimpulan. Responden terdiri dari berbagai level struktur pimpinan. pembagian dan pelaksanaan manajemen pengetahuan. kepala seksi. Badan dan Kantor. komunikasi. Merujuk pada Undang-Undang No. Singh dan Vinocombe (2000) menemukan beragam pengertian mengenai komitmen pada diri manajer teknik di Inggris dan Swedia. expert. Responden yang terbanyak (208) adalah mereka yang berada pada level di bawah kepala kantor yang bisa berasal dari kepala sub dinas. Suatu sistem manajemen pengetahuan yang sudah dirancang sebelumnya memerlukan komitmen dan motivasi dari para pelaksana dalam tahap implementasi. maka penulis mengajukan beberapa hipotesis sebagai berikut: H1 : Kepemimpinan adalah faktor yang mempengaruhi dalam penerapan manajemen strategik pada dinas-dinas di Propinsi Jawa Timur H2 : Kekuasaan adalah faktor yang mempengaruhi dalam penerapan manajemen strategik pada dinas-dinas di Propinsi Jawa Timur H3 : Komitmen adalah faktor yang mempengaruhi dalam penerapan manajemen strategik pada dinas-dinas di Propinsi Jawa Timur METODE Penelitian ini menggunakan penelitian explantory yang mencoba menjelaskan kepemimpinan. Berdasarkan uraian beberapa temuan peneliti sebelumnya. artinya seluruh perasaan. Badan dan Kantor. Mereka terdiri dari 7 kepala dinas.3% Organisasi Manajer Dinas 22 Kepala Organisasi 37 12 Kantor 3 Kepala Sub Dinas/ bagian/ 370 104 bidang (asumsi 10/org) Badan 12 Kepala Seksi/Urusan/sub 370 104 bagian (asumsi 10/org) Jumlah 37 Jumlah 777 220 Berdasarkan tabel di atas. tanggung jawab. preferen dan legitimate. kesetiaan. . Karena itu. Komitmen dimaknai mereka sebagai ide baru.Wijayati: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit 27 mempengaruhi yang digunakan oleh uskup di persatuan gereja keusukupan Amerika Serikat. Dengan demikian nantinya hasil penilitan atau kesimpulan dari respon individu yang menjadi responden penelitian merupakan kesimpulan untuk organisasi. Responden yang berasal dari kepala kantor jumlahnya paling sedikit. 1 kepala kantor. Unit analisis penelitian ini adalah kelompok atau organisasi. dan kepala sub bagian dan kepala sub bidang. komitmen para pekerja secara spesifik berhubungan dengan penggunaan informasi. Pemilihan Sampel Pengelompokan Pengelompokan 28. Lokasi penelitian adalah di Jawa Timur dengan target populasi organisasi pemerintah tingkat Jawa Timur yang terdiri dari Dinas. populasi yang dicakup dalam penelitian adalah seluruh organisasi pemerintahan di Provinsi Jawa Timur.

-0.995 0. yaitu 0.027 *** Keterangan Diterima Diterima Diterima Setelah data masuk kemudian dianalisis dengan menggunakan SEM (Structural Equotion Modelling) menghasilkan nilai-nilai kriteria model sebagai berikut.95 RMSEA ≤0. Hasil Hipotesis Penelitian Standardized Dependen Regression CR Weight Kekuasaan Manajemen -0. Hal ini dapat dijelaskan karena sumber kekuasaan yang sangat menonjol dijalankan adalah kekuasaan bersumber pada hak mengatur (jabatan). Dengan demikian hipotesis yang terdukung data empiris dan diterima adalah: H3: Komitmen berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen strategik.28 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN. Dengan demikian bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh tetapi tidak menentukan penerapan manajemen strategik organisasi di lingkungan pemerintahan Jawa Timur. Kekuasaan X1 Formulasi Y1 0. Sedangkan untuk hipotesis yang tidak terdukung data empiris dan ditolak adalah: H2: Kekuasaan berpengaruh tidak signifikan terhadap manajemen strategik.007 0. Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Frekuensi (Orang) 146 74 220 Persentase (%) 66 % 34 % 100 Tabel 4.95 CFI ≥0. menunjukkan bahwa pengaruh kekuasaan terhadap manajemen strategik signifikan dengan nilai yang sangat kecil. maka akan semakin kecil keberhasilan manajemen strategi.05 CMIN/DF ≤2.08 Hasil Model 660.011 Keterangan Baik Baik Baik Marginal Marginal Baik Baik Baik Dari evaluasi model yang diajukan menunjukkan bahwa evaluasi terhadap model konstruk secara keseluruhan ternyata sudah tidak terdapat pelanggaran kritis kecuali nilai AGFI dan GFI yang masih dibawah nilai kritis. Nilai signifikansi yang sangat kecil tersebut mendekati nol.60 Pengaruh Kekuasaan Terhadap Manajemen Strategik Tabel 4.596.90 TLI ≥0. maka semakin kecil keberhasilan dalam penerapan manajemen strategik. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Overall Model Goodness of Fit Cut-of Value Index Chi-Square Diharapkan kecil Probability ≥0.213 strategi Komitmen Manajemen 1. Nilai AGFI 0.72 1.007. MARET 2010: 24-32 Tabel 2. H1: Kepemimpinan berpengaruh tidak signifikan terhadap manajemen strategik.876.842 0.17 0. NO.994 0. PEMBAHASAN -0.98 Kepemimpinan X2 Manajemen Strategik Y 1. dan arah hubungannya lebih bersifat negatif. sehingga dapat dikemukakan bahwa model relatif dapat diterima atau sesuai dengan data.243 strategi Independen Sig 0. Arah hubungannya negatif -0.842 dan GFI 0.90 GFI ≥0. artinya mendekati tidak mempunyai pengaruh. VOL.07 Komitmen X3 Evaluasi Y3 Analisis pengaruh langsung (direct effect) antarkonstruk dari model dapat dibandingkan untuk mengevaluasi pengaruh setiap konstruk terhadap pengaruh langsung yang tidak lain adalah koefisien dari semua garis koefisien dengan anak panah satu ujung (Augusty. 1. Artinya semakin besar nilai kekuasaan. Dengan demikian bahwa kekuasaan mempunyai pengaruh tetapi tidak menentukan penerapan manajemen strategik organisasi di lingkungan pemerintah Jawa Timur.320 1.285 0. Dengan demikian semakin besar kekuasaan jabatan itu digunakan.717 strategi Kepemimpinan Manajemen -0.12.00 AGFI ≥0. 2005) yang hasil uji disajikan sebagai berikut: .596 -2. di atas dapat diketahui bahwa terdapat jalur yang signifikan dan tidak signifikan. sehingga dapat dilakukan uji kesesuaian model selanjutnya. Dengan demikian bahwa komitmen merupakan faktor determinan atau yang mempengaruhi penerapan manajemen strategik organisasi di lingkungan pemerintah Jawa Timur.025 0.876 0.172 -2.02 Implementasi Y2 Berdasarkan Tabel 4.068 4. Tabel 3. akan tetapi nilainya sudah mendekati nilai kritis.

Demikian pula arah pengaruhnya negatif dengan nilai regresi -0. Begitu pula dengan Tahap implementasi dalam strategi manajemen harus diprioritaskan dalam menpraktekan strategik manajemen. terutama dalam mendorong para bawahan dalam bekerja lebih kreatif. maka manajemen strategik yang dijalankan kurang berhasil. maka manajemen strategik akan dapat diterapkan dengan baik. Hal tersebut dilihat dari nilai regresion weight estimate sebesar 0. Demikian pula. baik dalam tahap perencanaan.545 dan standardized regression weight sebesar 1. Komitmen organisasi dalam penerapan manajemen strategik sangat berpengaruh.172. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara komitmen terhadap manajemen strategik yang ditandai dengan koefisien jalur positif.05. jika kepemimpinan yang diterapkan adalah kepemimpinan direktif (mengarahkan). maka semakin kecil nilai manajemen strategik. maka penerapan manajemen strategik tidak akan berjalan dengan baik. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut di atas dapat disarankan agar pemerintah Propinsi Jawa Timur mengutamakan keteladanan dalam kepemimpinan birokrasi serta menumbuh kembangkan budaya organisasi yang terbuka dan demokratis sehingga terdapat ruang yang cukup. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa komitmen mempunyai pengaruh besar dalam penerapan manajemen strategik pada dinas-dinas pemerintahan Propinsi Jawa Timur. Demikian pula sebaliknya. Tetapi bila kepemimpinan yang diterapkan adalah kepemimpinan transformasional atau yang lebih bersifat mendorong. Semakin besar kekuasaan jabatan dan paksaan itu diterapkan. Namun. maka pengaruh kekuasaan menjadi negatif. Hasil ini dibuktikan dengan adanya t hitung (critical ratio) yang lebih besar dari t tabel dan probabilitasnya atau nilai p lebih kecil dari 0. demi menciptakan komitmen yang kuat. menunjukkan bahwa komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen strategi. terlalu berhati-hati sehingga kurang memberi dorongan kepada bawahan untuk berkreasi dalam bekerja. secara khusus dalam tahap implementasi.068. begitu pula seorang pemimpin sudah tidak perlu lagi bimbang dan ragu apabila dalam melakukan upaya-upaya yang mengarah pada perbaikan layanan dan kualitas terutama kepada pelayanan publik yang bila selama ini dianggap kurang baik dan sesuai dengan strategi organisasi yang telah dilakukan. Nilai-nilai tersebut dapat diinterpretasikan bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap manajemen strategik. tetapi negatif. komitmen organisasi mempunyai peranan yang sangat menonjol. Ini tentu kurang sesuai dengan semangat manajemen strategik yang sangat memberi peluang kepada bawahan untuk andil dalam perencanaan. Nilai negatif diartikan semakin besar nilai kepemimpinan.027. Dengan kata lain kepemimpinan yang ada adalah kepemimpinan yang direktif (mengarahkan). Pengaruh Komitmen Terhadap Manajemen Strategik Tabel 4. pelaksanaan dan evaluasi. tetapi nilainya kecil yaitu sebesar 0. Strategi sistem keluhan dan saran ini juga baik dilakukan dalam strategi evaluasi. inovatif dan produktif. Seorang pemimpin atau birokrasi organisasi diharapkan mengunakan kekuasaannya. dengan cara memberikan keteladanan bekerja keras dan cerdas dan pengembangan soft skill kepada bawahannya.Wijayati: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit 29 Pengaruh Kepemimpinan terhadap Manajemen Strategik Tabel 4. Sedangkan kekuasaan dan kepemimpinan akan mempunyai pengaruh yang positif dan berarti hanya jika dilakukan dengan kondisi-kondisi tertentu. Komitmen secara umum mempunyai pengaruh terhadap manajemen strategik. kantor dan badan yang sudah disusun dalam jangka waktu tertentu berdasarkan Rencana Kerja dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan diterima dengan baik dalam dunia sosial khususnya pada masyarakat Jawa Timur karena sebuah strategi sangat erat hubungannya . maka manajemen strategik akan berjalan dengan baik. Tetapi bila kekuasaan yang diterapkan adalah bersumber pada kekuasan referensi (memberi teladan). sehingga dengan demikian semua Kebijakan dinas. tetapi lebih khusus pada tahap implementasi mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Kepemimpinan yang kurang mendukung dalam hal ini karena kepemimpinan yang ada kurang memberi kepercayaan kepada bawahan. Jika kekuasaan yang diterapkan lebih berdasarkan pada kekuasaan jabatan atau paksanaan. implementasi dan evaluasi. menunjukkan bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen strategik.

Strategik dan Proses Manajemen. 2001. 2001. Prentice Hall International Edition. 1999. Keith & John W. 1998. Arnoldo C. 1996. Hal. 4. 2003. daftar kuisioner Manajemen Strategi. “Strategic Managemen in Public Sector-The Leadership Factor in Transforming Strategy in Action”. Journal of Administrative Science.. Majluf. 2001 Baum. Makalah dalam Konferensi International Sarjana Industri dan Komputer 2001. Brooke Glover. The Effect of Transformational and Transactional Leadership on Affective Organizational Commitment. 1997. Operation Management. O’Shaughnessy. 5. Thomas E. International Journal of Quality. Desertasi dalam bidang pengembangan manusia di State University Virginia Fakultas Politeknik. and K. Kinerja Propinsi Jawa Timur Dalam Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik. Davis. Austin. 2006. 2001. 2001. Penerbit Erlangga. Manajemen Strategik : Berpikir Cerdas. 33.1. Brown. Iverson. “Leadership Theory: past. vol. Model Persamaan Struktural.amces. 2003. Horner. The Strategy Concept and Process. 2004 “Exploring Strategy and Board Structure in Nonprofit Organizations”.17. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Organizational and Total Participation in Mexican Maquiladoras.2. Advances in Strategic Management. and Joel O. p. William A. Perilaku Organisasi.2. Chris Thompson.No. New Jersey. Advanced in Strategic Management. 2004. James E. No. Penelitian lebih lanjut dapat mengarah kepada sebuah model strategi manajemen pada organisasi publik dan atau organisasi bisnis dalam pengaruhnya terhadap varibel lain. Prentice Hall. “Strategic Collaboration Between Nonprofit and Businesses”. Brown. Barbara B. 2002. Dahlia Lynn. VOL. “The Role of Top Management Commitment in Quality Management: an Empirical Analysis of The Auto Parts Industry”. 1997. Fortman. Imam. Freedman. Team Performance Management. 2003.809-837. Mike dan Benjamin B. Jakarta. Journal of International Business Studies. March.0. present and future”. AMSCE (Association Management Consulting & Evaluation Service) di www.29. “Succession Management Strategies in Public Sector Organizations”. Bakar.17. Model of Leadership. Sanjay L. September 2004. Hax. Noprofi and Voluntary Quarterly.. Jakarta. No. NO. Kristen. “The Dynamics of Collective Leadership and Strategic Change in Pluralistic Organization”. Sanjeev.12. dan Nicolas S. Hartomo. Denis.4 (Fourth Quarter 1999): page 727-743.3. Bradshaw. Alethea Moraes. Illionis Institute of Technolgy. Heizer.3 no. Shyam B. “Leadership Behavior and Organizational Commitment: A Comparative Study of American and Indian Salesperson”.30 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN. No. 1998. Vol. 15. vol. Benavides. DeCarlo. Jean-Louis Lise Lamothe Ann Langley. Vol. Barry.. MARET 2010: 24-32 dengan masalah kepuasan dan kinerja yang berdampak kearah yang lebih baik pada semua pihak. Melissa. 25 2003. vol. Departemen Pertahanan RI. Employees’ Organizational Commitment and Their Perception of Supervisors’ Relation-Oriented and TaskOriented Leadership Behaviors. Maret 2003. Benjamin A. Motivation. 1. Agus dan Wahyudi Kumorotomo.30. Nonprofit and Voluntary Sector Quartely. vol. Jay & Render. 2000.21.C. Joel A. Semarang. Nestroom. “Disciplinary Roots of Strategic Management Research”. and Mark Frame. Vyas. Ahire. Gramedia Pustaka Utama.1. 2001. makalah disampaikan dalam konferensi tahunan IOOB ke 24th di Akron. Review of Personal Administration. 1998.44. DAFTAR PUSTAKA Agarwal. Ahmad Naqiyuddin Sanusi. Silverman. no. 2001. Elsa M.No. Vol. Vol. Vol. “The New Institutionalisme in Strategic Management”. Feinzimer. Paul and Brian S. Ingram. Konsep dan Aplikasi dengan Program AMOS Ver. Tregoe. Ghozali.4. . vol 2(1). Academy of Management Journal. penelitian didukung oleh Philip Electronic Divisi Advance Transformer. The Art and Discipline of Strategic Leadership.com/ files/strategicmgmtques. Dwiyanto. (Himat Kusumaningrat-trans). Tommy.

Lintasan Ekonomi. Richard. Moore. Kavanagh. Keith Davis dan John W Nestroom. 28th May 31st May 2005. Organizational Behaviour. vol 32. Vol. Nonprofit. Edisi 18 Maret 2000. and Eline van der Heidjen. The Effect of Leadership in A Public Bad Experiment. Organizational Behaviour¸ 9th edition. June 2006. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly. Organizational Behaviour.4. Role of Commitment and Motivation in Knowledge System Implementation: theory conceptualization. Djokosantoso. Juni 2005. O’Reilly. tanpa penerbit. Ashkanasy. 2005. June. No. September 2000. Marco. Departement of Educational Leadership and Organizational Change Roosevelt Universtity Chicago. sixth edition. McGraww Hill. Prentice-Hall International Edition. Beyond Leadership: 12 Konsep Kepemimpinan.2000-102. No. Jakarta. Charles. Centre for Economic Research. Olivier.1 Januari 2001. How Leadership Matters: The Effects of Leadership Alignment on Strategic Execution. “The Impact of Leadership and Change Managemen Strategy on Organizational Culture and Individual Acceptance of Change during a Merger”. No. 2005. Alabama. 4. and Measurement of antecedents of Success. and Ranjini Sivakumar. Fred. Keramidas. 2004. 2000. Moeljono. Luthan. 2005.29. Krishnan. “Managing for Value: Organizational Strategy in For-Profit. 2003. 2006.1. 2004. New York. Jakarta. Gadjah Mada University Press. Tesis gelar MA di McAnulty College and Graduate School of Liberal Arts Duquesne University. ---------. and Governmental Organizatios”. Galletta. Morrison. 2006. Jurnal Transparansi. Equity Trajectories : A Strategic Management for Equity in Public Organizations. Osborne. McInerney. Desember 2003. Leadership and Power Development Using Power Effectivity to Manage Diversity and Job-Related Interdependence in Complex Organizations. 2001. Michleson. Dalam tulisan tersebut Austin menyebutnya sebagai proses devolusi. Caldwell dan Jennifer A. Marie H and M. James dan Ian Wilson. 2000. Determinants of Organizational Commitment Among US Workers. Hadari. 2001. Perilaku Organisasi. no. Erling. 2005. The International Journal of Business in Society. no. The Strategic Management Response to Challenge of Global Change. Paper Prepare for the Regional Studies Association International Conference Aalborg. 2. Moxnes. Judith L. LCBO (Liquor Control Board of Ontario) Publication 2000. David F. Putz. Malhotra. Chatman 2005. Barton J..17. XVIII. Venkat R.1. 2002. 2000. Yogyakarta. 2001.. Nurkholis. “Understanding the Behaviour of Nonprofit Board of Directures: A Theory-Based Approach”. . 2003. Yogesh and Dennis F. 2003. Nonprofit and Voluntary Quarterly. “Model Reformasi Birokrasi Indonesia”. Makalah dalam Konferensi Internasional Ilmu Sistem ke 30 di Hawaii. Katz. EGPA/ASPAA Performing Public Sector: The Second Trans Atlantic Dialogue. 2004. Miller-Millesen. Regional Governance and The Role of Power in Strategic Spatial Policy Making. Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan dengan Ilustrasi di Bidang Pendidikan. 1993. Nawawi. Johns. Management tools for Creating Government Responseveness. Vol. David dan Ted Gaebler dengan istilah “Reinventing Government” dalam tulisan Syafuan Rozi Subchan. Mark H.. 2000. Stephen P. makalah yang diberikan pada kuliah Angkatan Udara di Sekolah Tinggi Angkatan Udara. Elex Media Komputindo. 2003. Dia adalah Peneliti LIPI. S81-S103. Robbins. “Impact of Top Management Power on Corporate Divestiture”.. Susan. Vol. Penerbit Erlangga. Rosemary and David Barrows. Women School Superintendents: Percpetion of Leadership and Power. Vol. didownload dari situs HORIZON. British Journal of Management. Prentice Hall International Inc.Wijayati: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit 31 suplemen 2000. “Perencanaan Strategik Organisasi Pemerintahan Dengan Pendekatan Balanced Scorecard”.

Berita Jurnal FIAUB.32 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN. No. 2002. FIA Unibraw. 2006. 1990. 2003. Subchan. Commitment and Control Approaches to Workforce Management.12. Strategic Management. Melissa M. 2000. Pentingnya Manajemen Birokrasi Profesional untuk Mengatasi Kemunduran dalam Birokrasi Pelayanan Publik. 29. Muslim. Richard W. Syafuan Rozy. 3 April 2003. Barbara Bigelow.29. 2000. Edisi 18 Maret 2000. Vo. Stone. “Research on Strategic Management in Nonprofit Organization :Synthesis. USU Digital Library. Determinant of Strategic Management Implementation in Local Government an International Setting. Personal Review.. September 2002-Februari 2003. 2000. “Improvisasi Manajemen Strategi Sektor Publik”. “Model Reformasi Birokrasi Indonesia”. Vol. ---------. Strickland. David. no. Personal Review.2. Michael & Grigsby. Suryono. 2006. “What Does Commitmen Really Mean? Views of UK and Swedish Engineering Manager”. Vinicombe. Jurnal Administrasi Negara. Massachusetts. W. 2000 Wilopo. Univesity of Zaragoza Grand Via and Public Univesity of Navarra Pamplona. 1992. vol.No. MARET 2010: 24-32 Scholl. Singh. University of Rhode Island. NO. 2002. VOL. Jurnal Transparasi. No. Stahl. 2000.A.III. Malang. . PWS-KENT. Lourdes. Val and Susan Vinnicombe. Strategic Management: Concept and Cases. Boston and Homewood: BPI Irwin. Analysis and Future Research”. dan A. J. A.1. 2002. “Kepemimpinan Birokasi Cenderung Bernuansa Kekuasaan”.J. dan William Crittenden. Manajemen Strategi. Agus. Thompson. “What does “commitmen” really mean? Views UK and Swedish engineering managers”. 1999.3.31. 1. Torres. 15 Juni 2006. Vicente Pina. and Ana Yetano. Tampubolon. 2. Van Singh Susan.. July 1999. Administration and Society. Vol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful