Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit (Studi Manajemen Strategik pada Dinas

Propinsi Jawa Timur)
Dewie Tri Wijayati Universitas Negeri Surabaya Email: triede@yahoo.com

ABSTRACT
Strategic Management has significant role for East Java Province governmental organization in order to improve public service quality. In the local autonomy era all the organizations are suited to be able to make appropriate policies to anticipate environment change and to fulfill public demand of qualified service. This research studies focus on factor that affect process of that strategic management. This research proposed three variables, power, leadership and commitment. As “explanatory reseach” this research aimed to explain some problems which formulated as follow: (a) Does power influences to strategic management at East Java Province governmental organization? (b) Does leadership influences to strategic management at East Java Province governmental organization? (c) Does commitment influences to strategic management at East Java Province governmental organization? By differing strategic management into three dimension: formulation, implementation, and evaluation, then analyse that used “Structural Equation Modelling” (SEM) was very suitable because there were two analysis stages (Second Order Confirmatory). Despite, it was wished contribution of the three dimensions of management would be studied. The respondents are 220 persons representing all the kind of East Java Province governmental organization: departement (dinas), committee (badan), and office. According to result of study, it results several conclusions: a) the power and leadership negatively affected strategic management. There were because of bureaucratic-centralistic power and directive leadership, (b) the commitment affected strategic management, specifically on implementation stage, (c) the leader can’t maximaized transforming existing power for success of strategic management, (d) the strategic management can’t maximize improving public service because of there are the bureaucarticcentralistic power and directive leadership. Keywords: commitment, leadership, power, strategic management, structural equotion modeling.

PENDAHULUAN Penerapan manajemen strategi dalam lingkungan organisasi pemerintahan di Indonesia tidak terlepas dari berbagai faktor yang melatar belakanginya. Manajemen strategi yang semula tumbuh dan berkembang dalam dunia bisnis dan organisasi profit telah diterapkan ke dalam berbagai bentuk organisasi termasuk organisasi pemerintahan. Meluasnya cakupan manajemen strategi tersebut bukan suatu intervensi untuk perubahan semata, tetapi manajemen strategi sudah menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi pelaksanaan pemerintahan di Indonesia. Bagaimanapun perlu disadari bahwa manajemen strategi yang diterapkan dalam dunia bisnis (organisasi privat) dengan pemerintahan (non profit) memiliki beberapa perbedaan, meskipun ada kesamaannya. Hal tersebut disebabkan oleh karakter organisasi itu sendiri. Berdasarkan sejarah perkembangannya, maka Nawawi menyebut manajemen strategi dalam lingkungan pemerintahan sebagai sebuah paradigma baru yang saat ini sudah diterapkan pada hapir semua organisasi.

Ada dua hal yang dapat dijadikan didalam membedakan penerapan manajemen strategi di organisasi profit dan non profit, yaitu pada organisasi profit berorientasi pada nilai dan organisasi non profit adalah tujuan. Nilai-nilai yang mendasari organisasi profit (perusahaan dan industri) adalah falsafah yang berisi nilai-nilai persaingan bebas antar organisasi bisnis sejenis, melalui pendayagunaan semua sumber yang dimiliki untuk mencapai tujuan strategik. Tujuan (organisasi profit) tersebut adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan eksistensi untuk jangka waktu panjang, melalui kemampuan meraih laba kompetitif secara berkelanjutan. Sedang organisasi non profit didasari falsafah nilai-nilai pengabdian dan kemanusiaan. Tujuannya untuk mencapai kesejahteraan bersama dalam masyarakat (Nawawi, 2003:145). Berkaitan dengan nilai dalam organisasi non profit, Moore (2000) secara khusus membahas bagaimana seharusnya organisasi nonprofit mengelola nilai, dengan cara memandang: (a) nilai lebih dianggap sebagai pencapaian misi daripada sekedar kinerja keuangan, (b) lingkungan sebagai sumber

24

dinas-dinas sebagai organ pemerintah daerah dituntut mampu mengikuti . Untuk mendapatkan motivasi yang tinggi salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui pelatihan. tujuan. sistem fungsi. prosedur. yaitu menyangkut penganggaran. hal ini ditandai dengan semakin membaiknya pelayanan publik yang dilakukan. Istilah manajemen strategik (strategic management) biasa dirujuk pada keseluruhan ruang lingkup strategi dari aktivitas pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi (Stahl dan Grigsby. Pemerintah Propinsi Jawa Timur sangat menyadari hal tersebut. memuaskan dan merata. kelemahan. Dalam tahap formulasi ada beberapa langkah yang diperlukan. pelaksanaan (implementasi) dan evaluasi/kontrol. Salah satu kebijakan pemerintah yang dapat diajukan sebagai bukti pentingnya manajemen strategi dalam lingkungan pemerintahan adalah Keputusan Presiden No. manajemen strategik merupakan proses organisasi dalam pengambilan kebijakan. 1992). Masih menurut Moore bahwa nilai bagi organisasi profit mengarah dan didukung oleh kinerja keuangan dan daya tahan organisasi. (c) mengukur hasil. Dalam tahap implementasi juga perlu memperhatikan sistem yang ada. (c) membangun legitimasi dan dukungan sebagai tujuan dan sarana.Wijayati: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit 25 dukungan dan legitimasi. Dengan kata lain.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government dengan demikian hal ini dapat dijadikan contoh konkret dalam memaknai peran manajemen strategi dalam pelaksanaan pemerintahan. Dari ungkapan ini Terdapat nilai-nilai yang hendak dicapai melalui strategi yang ditetapkan tersebut. yang selama ini masyarakat menilai kinerja pemerintahan selama ini masih dirasa kurang memberikan pelayanan yang maksimal. dan strategi. (d) membandingkan anatara hasil dengan standar. mendayagunakan struktur. dan (f) melakukan tindakan koreksi. karena rencana yang sudah dibuat dievaluasi dalam realisasi di lapangan. Dalam pandangan Moore (2000) diatas. karena dalam tahap ini seorang pemimpin bertugas menjalankan strategi yang sudah dibuat. (b) membuat seperangkat standar. Menurut Stahl dan Grigsby (1998) terdapat enam langkah dalam evaluasi dan control. legitimasi dan kapasitas operasional. Sedangkan bagi organisasi nonprofit mengarah kepada dukungan. Dalam surat Keputusan Presiden tersebut ditegaskan bahwa pemerintah memerlukan strategi pengembangan E-Government dalam rangka tersedianya jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang berkualitas. Berdasarkan berbagai uraian tersebut di atas. sistem dan budaya organisasi. Stahl dan Grigsby (1998) menjelaskan bahwa motivasi dalam tahap implementasi meliputi motivasi pimpinan dan karyawan. baik pusat dan daerah. sistem informasi dan budaya dalam organisasi. Sehingga strategi yang dipilih benar-benar disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. serta semua unit kerja yang mempunyai tugas tertentu dalam pemerintahan. Masingmasing tahapan tersebut dijelaskan oleh Stahl dan Grigsby (1998) sebagai berikut. yaitu. kelompok. Tahap akhir dalam proses manajemen strategi adalah evalausi dan kontrol. maka perubahan menjadi kata kunci perlunya manajemen strategi diterapkan dalam organisasi publik atau pemerintahan. peluang dan ancaman) analisis. Selain itu perlu adanya dukungan struktur yang lebih diarahkan kepada fungsi dari masingmasing bagian dalam organisasi. misi. Untuk mengelola itu semua dibutuhkan sebuah manajemen strategi yang tepat untuk diterapkan oleh setiap pengambil kebijakan. Langkah-langkah tersebut antara lain. Pada teori manajemen strategik dapat diukur melalui beberapa indikatornya. Oleh karena itu. memuaskan dan merata. penyusunan misi. Bagian lainnya adalah kinerja organisasi yang merupakan bagian dari proses evaluasi dan kontrol manajemen strategik. yaitu penyusunan strategi (formulasi). organisasi dapat belajar dari pengalaman. nilainilai tersebut dimaknai sebagai bentuk pelayanan yang berkualitas. Untuk melakukan analisisnya dapat digunakan SWOT (kekuatan. Tindakan strategis juga diperlukan dalam rangka perubahan dan pencapaian tujuan yang lebih konkrit dan indikatif (terukur). maka kebijakan yang dibuat akan lebih mudah diimplementasikan. dan kebijakan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. motivasi. (e) mencari alasan penyimpangan. yaitu analisis terhadap lingkungan organisasi. pemimpin secara berkelanjutan harus mampu meningkatkan motivasi. struktur. Bahwa bagi organisasi pemerintah. tujuan dan strategi. Oleh karena itu. yang di dalamnya terdapat tiga aktivitas pokok. budaya. Begitu pula Implementasi merupakan tahap yang penting. maka keputusan presiden tersebut merupakan bentuk penegasan tentang nilai dan dukungan yang diharapkan terjadi pada organisasi pemerintah ketika menerapkan manajemen strategik. Termasuk diperlukan oleh pemerintahan. Untuk menyusun strategi yang tepat. menuntut adanya perencanaan dan implementasi kebijakan strategis untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah yang ada. Langkah selanjutnya adalah pembuatan rencana strategis yang meluputi penetapan visi. Disadari bahwa adanya perubahan yang terjadi di dunia dan Indonesia khususnya. (a) menentukan apa yang akan dikontrol. Dengan memperhatikan hal tersebut.

kekuasaan yang dipunyai dan budaya organisasi. Dalam kasus kota Munich menunjukkan bahwa pemerintah kota dalam menerapkan manajemen strategik penataan wilayah dipengaruhi oleh kekuasaan antaraktor yang berperan dalam proses pengambilan kebijakan. seperti analisis portofolio.26 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN. transformasi akan sangat tergantung kepada faktor kepemimpinan. Sarjana atau peneliti lain yang mendukung pernyataan tersebut adalah Putz yang telah meneliti kasus penataan wilayah kota Munich (Putz. Menurut mereka ada tiga faktor utama yang mempengaruhi implementasi manajemen strategik pemerintah lokal di beberapa negara. Penelitian yang dilakukan oleh Torres. kekuasaan dan budaya organisasi.12. 1999). personal (SDM). Dan itu semua membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar menyadari proses tersebut. Dalam studinya mereka telah merekam berbagai studi tentang manajemen strategik yang berkembang selama 1977-1997 dan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori. NO. mengajukan permasalahan yang berbeda. Hal tersebut telah disebut oleh Tampubolon (2002). implementasi strategi. Berdasarkan hasil survey literer terhadap 65 jurnal tentang manajemen strategik. bagi Tampubolon. dan kepemimpinan dan kompromi. Kavanagh dan Ashkanasy (2006) telah membuktikan melalui penelitiannya terhadap penerapan manajemen strategik dalam proses merjer organisasi di lebih dari 100 organisasi yang diteliti selama rentang waktu selama sepuluh tahun yang dibagi ke dalam tiga tahap. Faeth (2004) dengan studi di organisasi keusukupan juga memberi dukungan bahwa kekuasaan berpengaruh terhadap taktik (strategi) yang dipakai oleh para pemimpin gereja. Pendapat Tampubolon tersebut sejalan dengan Bakar (2001) yang menyatakan bahwa manajemen strategi dengan berbagai model. Berikut ini merupakan alur pemikiran mengenai pentingnya manajemen strategik dalam birokrasi pemerintah propinsi Jawa Timur. Konflik sering terjadi antaraktor disebabkan oleh kurangnya sumber kekuasaan dan interaksi. Sedangkan menurut Tampubolon (2002) manajemen strategik hanyalah sebagai alat yang sangat bergantung pada pelakunya yaitu kepemimpinan dari setiap tingkatan manajemen. MARET 2010: 24-32 perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat serta mampu menjawab tantaangan dan tuntutan dari masyarakat. yaitu kepemimpinan. dkk. yaitu: situasi sebelumnya yang melingkupi. dkk. 1. yaitu determinan atau faktor yang mempengaruhi manajemen strategi. Dari hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif tersebut mereka membuat beberapa kesimpulan tentang peran penting kepemimpinan dalam keberhasilan Manajemen Strategik. bentuk interaksi. SWOT. partai Kemampuan. dkk. Torres. wilayah dan skala wilayah. sebab manajemen strategik bukan sebuah obat mujarab. tuntutan masyarakat Kompetisi dengan organisasi lain TERCAPAINYA NILAI DAN TUJUAN YANG SPESIFIK DAN BERBEDA DARI ORGANISASI PROFIT/SWASTA NILAI : Pengabdian dan Kemanusiaan TUJUAN : Kesejahteraan Bersama Stone dan kawan-kawan telah mencatat bahwa penelitian mengenai manajemen strategik dalam organisasi nonprofit sudah berkembang pada tahun 1970-an (Stone. Sumber-sumber kekuasaan diteliti pengaruhnya terhadap taktik . pemilu. (2006). tercatat bahwa penelitian tentang manajemen strategik difokuskan pada tiga tahapan proses manajemen strategi. cara pikir & pandang. Selain itu kepemimpinan berperan dalam proses pembentukan dan pembaruan misi dan tujuan organisasi dan penemuan-penemuan sumber daya baru bagi organisasi publik. SDM Legitimasi yang kuat sebagai pemerintah Pembuatan visi. Kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan proses manajemen strategik. Secara singkat. Kepemimpinan mempunyai peran dalam proses riil manajemen strategik. Faktor determinan lainnya yang dapat mempengaruhi manajemen strategik adalah kekuasaan. Berbagai model. VOL. FAKTOR EKSTERNAL FAKTOR INTERNAL Peluang dan Ancaman PERLUNYA MANAJEMEN STRATEGIK BAGI ORGANISASI PEMERINTAHAN (PUBLIK) Perubahan Lingkungan Era reformasi Desentralisasi SPPN (sistem perencanaan pembangunan nasional) Politik . Secara khusus. isi strategi. ada tiga faktor determinan dari manajemen strategi. strategi. yaitu formulasi. misi dan strategi organisasi untuk mencapai tujuan dan nilai organisasi Dinamika Masyarakat Perubahan wawasan. kepemimpinan tetap mempunyai peran yang penting. (2006) tersebut meneliti tentang faktor determinan implementasi manajemen strategik pada pemerintah lokal dengan konteks internasional. sumber daya yang terbatas. Temuan penting dalam studi kasus Putz tersebut adalah kekuasaan berperan dalam strategi pembuatan keputusan mengenai penataan lahan (wilayah) di Munich terwujud dalam interkasi antaraktor. tetapi proses yang penuh ketegangan dan rintangan. maupun stakeholder. 2005).

kepala seksi. Badan dan Kantor. coercive. kualitas kerja. kekuasaan dan komitmen yang mempengaruhi penerapan manajemen strategik. pembagian dan pelaksanaan manajemen pengetahuan. HASIL Sebanyak 220 kuesioner yang diberikan kepada responden semuanya dikembalikan dengan demikian tingkat pengembalian yang diperoleh adalah seratus persen. Responden yang berasal dari kepala kantor jumlahnya paling sedikit. preferen dan legitimate. 1 kepala kantor. Merujuk pada Undang-Undang No. Komitmen dimaknai mereka sebagai ide baru. Suatu sistem manajemen pengetahuan yang sudah dirancang sebelumnya memerlukan komitmen dan motivasi dari para pelaksana dalam tahap implementasi. antara lain: (a) kekuasaan mempengaruhi taktik yang digunakan para uskup sangat ditentukan oleh persepsi mereka atas sumber kekuasaan dan (b) ada kecenderungan tiaptiap taktik yang dipakai disesuaikan dengan sumbersumber kekuasaan seperti reward. Badan dan Kantor. baik mereka sebagai pemimpin yang ditasbihkan maupun pemimpin umat biasa. Dengan demikian nantinya hasil penilitan atau kesimpulan dari respon individu yang menjadi responden penelitian merupakan kesimpulan untuk organisasi. tanggung jawab. Komitmen selalu dimaknai dalam kerangka dunia kerja. Responden terdiri dari berbagai level struktur pimpinan. Dalam tahap implementasi. Faktor determinan terkahir dalam penelitian ini adalah komitmen organisasi. Sebanyak 152 uskup dijadikan sampel. kebanggaan dan sebagainya merupakan bentuk keterikatan seseorang dengan pekerjaan dan organisasi tempat bekerja. Karena itu. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan beberapa kesimpulan. kepala bagian.3% Organisasi Manajer Dinas 22 Kepala Organisasi 37 12 Kantor 3 Kepala Sub Dinas/ bagian/ 370 104 bidang (asumsi 10/org) Badan 12 Kepala Seksi/Urusan/sub 370 104 bagian (asumsi 10/org) Jumlah 37 Jumlah 777 220 Berdasarkan tabel di atas. artinya seluruh perasaan. dan kepala sub bagian dan kepala sub bidang. Lokasi penelitian adalah di Jawa Timur dengan target populasi organisasi pemerintah tingkat Jawa Timur yang terdiri dari Dinas. Pemilihan Sampel Pengelompokan Pengelompokan 28. kepala urusan. Tabel 1. Dari jenis kelaminnya responden penelitian terbagi sebagai berikut. loyalitas. maka secara organisasi yang dapat mewakili Pemerintah Jawa Timur adalah organisasi pemerintah tingkat Jawa Timur yang terdiri dari Dinas. komunikasi. keterlibatan kerja. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling dan dihasilkan data sampel sebagai berikut. expert. Mereka terdiri dari 7 kepala dinas. maka penulis mengajukan beberapa hipotesis sebagai berikut: H1 : Kepemimpinan adalah faktor yang mempengaruhi dalam penerapan manajemen strategik pada dinas-dinas di Propinsi Jawa Timur H2 : Kekuasaan adalah faktor yang mempengaruhi dalam penerapan manajemen strategik pada dinas-dinas di Propinsi Jawa Timur H3 : Komitmen adalah faktor yang mempengaruhi dalam penerapan manajemen strategik pada dinas-dinas di Propinsi Jawa Timur METODE Penelitian ini menggunakan penelitian explantory yang mencoba menjelaskan kepemimpinan. kesetiaan. Unit analisis penelitian ini adalah kelompok atau organisasi. Lingkup penelitian ini pada organisasi pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. maka diketahui jumlah sampel penelitian sebanyak 220 orang. yaitu 37 orang. Singh dan Vinocombe (2000) menemukan beragam pengertian mengenai komitmen pada diri manajer teknik di Inggris dan Swedia. Responden yang terbanyak (208) adalah mereka yang berada pada level di bawah kepala kantor yang bisa berasal dari kepala sub dinas. Pengaruh komitmen terhadap manajemen strategik diajukan oleh Malhotra dan Galletta (2003) yang menemukan adanya pengaruh komitmen terhadap implementasi manajemen sistem pengetahuan. dan 4 kepala badan. komitmen para pekerja secara spesifik berhubungan dengan penggunaan informasi. Berdasarkan uraian beberapa temuan peneliti sebelumnya.Wijayati: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit 27 mempengaruhi yang digunakan oleh uskup di persatuan gereja keusukupan Amerika Serikat. populasi yang dicakup dalam penelitian adalah seluruh organisasi pemerintahan di Provinsi Jawa Timur. Model yang digunakan untuk menganalisis adalah SEM (Structural Equotion Modelling) yang mengukur pengaruh masing-masing faktor determinan dari manajemen strategi. .32/2004 tentang Otonomi Daerah. insentif dan nilai tambah.

876 0.027 *** Keterangan Diterima Diterima Diterima Setelah data masuk kemudian dianalisis dengan menggunakan SEM (Structural Equotion Modelling) menghasilkan nilai-nilai kriteria model sebagai berikut. -0. Sedangkan untuk hipotesis yang tidak terdukung data empiris dan ditolak adalah: H2: Kekuasaan berpengaruh tidak signifikan terhadap manajemen strategik. 1. Nilai signifikansi yang sangat kecil tersebut mendekati nol. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Overall Model Goodness of Fit Cut-of Value Index Chi-Square Diharapkan kecil Probability ≥0.72 1.876.320 1. artinya mendekati tidak mempunyai pengaruh.95 RMSEA ≤0. Nilai AGFI 0.596.995 0. Kekuasaan X1 Formulasi Y1 0.95 CFI ≥0. di atas dapat diketahui bahwa terdapat jalur yang signifikan dan tidak signifikan.068 4.08 Hasil Model 660.02 Implementasi Y2 Berdasarkan Tabel 4. H1: Kepemimpinan berpengaruh tidak signifikan terhadap manajemen strategik. sehingga dapat dilakukan uji kesesuaian model selanjutnya.842 0.17 0. yaitu 0. Artinya semakin besar nilai kekuasaan.011 Keterangan Baik Baik Baik Marginal Marginal Baik Baik Baik Dari evaluasi model yang diajukan menunjukkan bahwa evaluasi terhadap model konstruk secara keseluruhan ternyata sudah tidak terdapat pelanggaran kritis kecuali nilai AGFI dan GFI yang masih dibawah nilai kritis. Dengan demikian semakin besar kekuasaan jabatan itu digunakan.007 0. Arah hubungannya negatif -0. Tabel 3.60 Pengaruh Kekuasaan Terhadap Manajemen Strategik Tabel 4. VOL.98 Kepemimpinan X2 Manajemen Strategik Y 1.28 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN.05 CMIN/DF ≤2.00 AGFI ≥0.213 strategi Komitmen Manajemen 1. Dengan demikian hipotesis yang terdukung data empiris dan diterima adalah: H3: Komitmen berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen strategik.172 -2.243 strategi Independen Sig 0. menunjukkan bahwa pengaruh kekuasaan terhadap manajemen strategik signifikan dengan nilai yang sangat kecil.596 -2.025 0.994 0.007. MARET 2010: 24-32 Tabel 2.717 strategi Kepemimpinan Manajemen -0. 2005) yang hasil uji disajikan sebagai berikut: . akan tetapi nilainya sudah mendekati nilai kritis.285 0. NO. Dengan demikian bahwa kekuasaan mempunyai pengaruh tetapi tidak menentukan penerapan manajemen strategik organisasi di lingkungan pemerintah Jawa Timur. PEMBAHASAN -0. Dengan demikian bahwa komitmen merupakan faktor determinan atau yang mempengaruhi penerapan manajemen strategik organisasi di lingkungan pemerintah Jawa Timur. dan arah hubungannya lebih bersifat negatif. maka semakin kecil keberhasilan dalam penerapan manajemen strategik.12. Hal ini dapat dijelaskan karena sumber kekuasaan yang sangat menonjol dijalankan adalah kekuasaan bersumber pada hak mengatur (jabatan).842 dan GFI 0.90 GFI ≥0. sehingga dapat dikemukakan bahwa model relatif dapat diterima atau sesuai dengan data.90 TLI ≥0.07 Komitmen X3 Evaluasi Y3 Analisis pengaruh langsung (direct effect) antarkonstruk dari model dapat dibandingkan untuk mengevaluasi pengaruh setiap konstruk terhadap pengaruh langsung yang tidak lain adalah koefisien dari semua garis koefisien dengan anak panah satu ujung (Augusty. maka akan semakin kecil keberhasilan manajemen strategi. Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Frekuensi (Orang) 146 74 220 Persentase (%) 66 % 34 % 100 Tabel 4. Dengan demikian bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh tetapi tidak menentukan penerapan manajemen strategik organisasi di lingkungan pemerintahan Jawa Timur. Hasil Hipotesis Penelitian Standardized Dependen Regression CR Weight Kekuasaan Manajemen -0.

Wijayati: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit 29 Pengaruh Kepemimpinan terhadap Manajemen Strategik Tabel 4. maka semakin kecil nilai manajemen strategik. terutama dalam mendorong para bawahan dalam bekerja lebih kreatif. terlalu berhati-hati sehingga kurang memberi dorongan kepada bawahan untuk berkreasi dalam bekerja. tetapi lebih khusus pada tahap implementasi mempunyai pengaruh yang sangat kuat. komitmen organisasi mempunyai peranan yang sangat menonjol. implementasi dan evaluasi. Jika kekuasaan yang diterapkan lebih berdasarkan pada kekuasaan jabatan atau paksanaan. Hasil ini dibuktikan dengan adanya t hitung (critical ratio) yang lebih besar dari t tabel dan probabilitasnya atau nilai p lebih kecil dari 0. Pengaruh Komitmen Terhadap Manajemen Strategik Tabel 4.068. menunjukkan bahwa komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen strategi. Hal tersebut dilihat dari nilai regresion weight estimate sebesar 0. maka penerapan manajemen strategik tidak akan berjalan dengan baik. maka manajemen strategik akan berjalan dengan baik. menunjukkan bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen strategik.05. Strategi sistem keluhan dan saran ini juga baik dilakukan dalam strategi evaluasi. maka manajemen strategik yang dijalankan kurang berhasil. baik dalam tahap perencanaan. begitu pula seorang pemimpin sudah tidak perlu lagi bimbang dan ragu apabila dalam melakukan upaya-upaya yang mengarah pada perbaikan layanan dan kualitas terutama kepada pelayanan publik yang bila selama ini dianggap kurang baik dan sesuai dengan strategi organisasi yang telah dilakukan. tetapi negatif. inovatif dan produktif. Sedangkan kekuasaan dan kepemimpinan akan mempunyai pengaruh yang positif dan berarti hanya jika dilakukan dengan kondisi-kondisi tertentu. maka pengaruh kekuasaan menjadi negatif. Demikian pula sebaliknya. Komitmen organisasi dalam penerapan manajemen strategik sangat berpengaruh. demi menciptakan komitmen yang kuat. Ini tentu kurang sesuai dengan semangat manajemen strategik yang sangat memberi peluang kepada bawahan untuk andil dalam perencanaan. dengan cara memberikan keteladanan bekerja keras dan cerdas dan pengembangan soft skill kepada bawahannya. Seorang pemimpin atau birokrasi organisasi diharapkan mengunakan kekuasaannya.172. pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula arah pengaruhnya negatif dengan nilai regresi -0. Nilai-nilai tersebut dapat diinterpretasikan bahwa kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap manajemen strategik.545 dan standardized regression weight sebesar 1. Demikian pula. sehingga dengan demikian semua Kebijakan dinas. Kepemimpinan yang kurang mendukung dalam hal ini karena kepemimpinan yang ada kurang memberi kepercayaan kepada bawahan. tetapi nilainya kecil yaitu sebesar 0. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara komitmen terhadap manajemen strategik yang ditandai dengan koefisien jalur positif. secara khusus dalam tahap implementasi. kantor dan badan yang sudah disusun dalam jangka waktu tertentu berdasarkan Rencana Kerja dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan diterima dengan baik dalam dunia sosial khususnya pada masyarakat Jawa Timur karena sebuah strategi sangat erat hubungannya . Tetapi bila kekuasaan yang diterapkan adalah bersumber pada kekuasan referensi (memberi teladan). Namun. Semakin besar kekuasaan jabatan dan paksaan itu diterapkan. Dengan kata lain kepemimpinan yang ada adalah kepemimpinan yang direktif (mengarahkan).027. maka manajemen strategik akan dapat diterapkan dengan baik. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut di atas dapat disarankan agar pemerintah Propinsi Jawa Timur mengutamakan keteladanan dalam kepemimpinan birokrasi serta menumbuh kembangkan budaya organisasi yang terbuka dan demokratis sehingga terdapat ruang yang cukup. jika kepemimpinan yang diterapkan adalah kepemimpinan direktif (mengarahkan). Tetapi bila kepemimpinan yang diterapkan adalah kepemimpinan transformasional atau yang lebih bersifat mendorong. Nilai negatif diartikan semakin besar nilai kepemimpinan. Komitmen secara umum mempunyai pengaruh terhadap manajemen strategik. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa komitmen mempunyai pengaruh besar dalam penerapan manajemen strategik pada dinas-dinas pemerintahan Propinsi Jawa Timur. Begitu pula dengan Tahap implementasi dalam strategi manajemen harus diprioritaskan dalam menpraktekan strategik manajemen.

Maret 2003. Benjamin A. . 33. Makalah dalam Konferensi International Sarjana Industri dan Komputer 2001. Shyam B. New Jersey. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. “Strategic Collaboration Between Nonprofit and Businesses”. Thomas E.4 (Fourth Quarter 1999): page 727-743. Vol. Mike dan Benjamin B. Perilaku Organisasi. 2003. Freedman.amces. 2001. 1999. 2001.30. 2001. Brown. The Strategy Concept and Process.2. No. 2000. Jakarta. 2001. Journal of Administrative Science. Paul and Brian S. Brooke Glover.. 1997.No. The Effect of Transformational and Transactional Leadership on Affective Organizational Commitment. 2002. Model Persamaan Struktural. “Leadership Behavior and Organizational Commitment: A Comparative Study of American and Indian Salesperson”. “The New Institutionalisme in Strategic Management”.C. 1998. Operation Management. Konsep dan Aplikasi dengan Program AMOS Ver.4. Denis. Journal of International Business Studies. present and future”. Iverson. Silverman. Hartomo. Kristen. Chris Thompson. and Joel O. Ahmad Naqiyuddin Sanusi. 2004 “Exploring Strategy and Board Structure in Nonprofit Organizations”.809-837. September 2004. No. Alethea Moraes. and Mark Frame. Gramedia Pustaka Utama.com/ files/strategicmgmtques. Tregoe. Fortman. Barbara B. 25 2003. Model of Leadership. Hax. NO. DeCarlo. Dwiyanto. vol 2(1).12.3 no. Barry. Vyas. 4. Sanjay L. 5. Imam.1. Noprofi and Voluntary Quarterly. Vol. Arnoldo C. dan Nicolas S. Bakar. Academy of Management Journal.0. Organizational and Total Participation in Mexican Maquiladoras. Agus dan Wahyudi Kumorotomo. Ahire. Hal..2. “The Dynamics of Collective Leadership and Strategic Change in Pluralistic Organization”. 2003.30 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN. 2001.21. Advances in Strategic Management. Sanjeev. p. 1998. Keith & John W. Feinzimer. No. 2006. Penerbit Erlangga. Vol. Vol. Dahlia Lynn. Ingram. vol.3.29. 1998. VOL. 1996. March. (Himat Kusumaningrat-trans).17.. Heizer.1. Horner. “Strategic Managemen in Public Sector-The Leadership Factor in Transforming Strategy in Action”. MARET 2010: 24-32 dengan masalah kepuasan dan kinerja yang berdampak kearah yang lebih baik pada semua pihak. makalah disampaikan dalam konferensi tahunan IOOB ke 24th di Akron. Jean-Louis Lise Lamothe Ann Langley. Semarang. Ghozali.No. Nonprofit and Voluntary Sector Quartely.17. Motivation. Tommy. Elsa M. Kinerja Propinsi Jawa Timur Dalam Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik. William A. Penelitian lebih lanjut dapat mengarah kepada sebuah model strategi manajemen pada organisasi publik dan atau organisasi bisnis dalam pengaruhnya terhadap varibel lain. Jay & Render. “The Role of Top Management Commitment in Quality Management: an Empirical Analysis of The Auto Parts Industry”. Prentice Hall. Brown. Prentice Hall International Edition. Majluf. Employees’ Organizational Commitment and Their Perception of Supervisors’ Relation-Oriented and TaskOriented Leadership Behaviors. AMSCE (Association Management Consulting & Evaluation Service) di www. “Succession Management Strategies in Public Sector Organizations”. O’Shaughnessy. “Leadership Theory: past. 2004. DAFTAR PUSTAKA Agarwal. penelitian didukung oleh Philip Electronic Divisi Advance Transformer. Davis. Nestroom. Team Performance Management. daftar kuisioner Manajemen Strategi. and K. Vol. Austin. Joel A. “Disciplinary Roots of Strategic Management Research”. vol. vol.44. Bradshaw. 2001 Baum. no. 1. Illionis Institute of Technolgy. Desertasi dalam bidang pengembangan manusia di State University Virginia Fakultas Politeknik. James E. 2001. Departemen Pertahanan RI. Strategik dan Proses Manajemen. The Art and Discipline of Strategic Leadership. International Journal of Quality. 1997. Review of Personal Administration. vol. Advanced in Strategic Management. 2003. 15. Jakarta. Manajemen Strategik : Berpikir Cerdas. Melissa. Benavides.

and Measurement of antecedents of Success.. Prentice-Hall International Edition. The Effect of Leadership in A Public Bad Experiment. 2001. Juni 2005. Jakarta. “Perencanaan Strategik Organisasi Pemerintahan Dengan Pendekatan Balanced Scorecard”. June 2006. 2005. 2003. 28th May 31st May 2005. September 2000. “The Impact of Leadership and Change Managemen Strategy on Organizational Culture and Individual Acceptance of Change during a Merger”. “Model Reformasi Birokrasi Indonesia”. Galletta. McGraww Hill. Michleson. Jurnal Transparansi. Putz. 2003. 2000. Djokosantoso. and Ranjini Sivakumar. Yogyakarta. Desember 2003. 2003. Nonprofit. 2004. Malhotra. 2004. Prentice Hall International Inc. Rosemary and David Barrows. sixth edition. Gadjah Mada University Press. 2001. Johns. 2006. Olivier. Robbins. ---------. and Governmental Organizatios”. Chatman 2005.4. Kavanagh. Vol. O’Reilly. Regional Governance and The Role of Power in Strategic Spatial Policy Making. Osborne. Edisi 18 Maret 2000. Moore. Caldwell dan Jennifer A. Miller-Millesen. Dalam tulisan tersebut Austin menyebutnya sebagai proses devolusi.1 Januari 2001. Leadership and Power Development Using Power Effectivity to Manage Diversity and Job-Related Interdependence in Complex Organizations. Morrison. makalah yang diberikan pada kuliah Angkatan Udara di Sekolah Tinggi Angkatan Udara.17. Organizational Behaviour. Nonprofit and Voluntary Quarterly.2000-102.29. Nawawi. Lintasan Ekonomi. Elex Media Komputindo. 1993. 2003. 2000. June. No. 2000. Katz. Ashkanasy. 2000.. 2001. Equity Trajectories : A Strategic Management for Equity in Public Organizations. no. Stephen P. “Understanding the Behaviour of Nonprofit Board of Directures: A Theory-Based Approach”. Manajemen Strategik Organisasi Non Profit Bidang Pemerintahan dengan Ilustrasi di Bidang Pendidikan. Moxnes. David dan Ted Gaebler dengan istilah “Reinventing Government” dalam tulisan Syafuan Rozi Subchan. Nurkholis. The Strategic Management Response to Challenge of Global Change. Luthan. Venkat R. New York. The International Journal of Business in Society. LCBO (Liquor Control Board of Ontario) Publication 2000. 2. Tesis gelar MA di McAnulty College and Graduate School of Liberal Arts Duquesne University. Vol. 2002. Women School Superintendents: Percpetion of Leadership and Power. Makalah dalam Konferensi Internasional Ilmu Sistem ke 30 di Hawaii. Erling. Keith Davis dan John W Nestroom. 2005. McInerney. No. Vol. S81-S103. Centre for Economic Research. Mark H. Yogesh and Dennis F. Organizational Behaviour¸ 9th edition. Paper Prepare for the Regional Studies Association International Conference Aalborg.1. “Managing for Value: Organizational Strategy in For-Profit. Role of Commitment and Motivation in Knowledge System Implementation: theory conceptualization. Beyond Leadership: 12 Konsep Kepemimpinan. XVIII. Departement of Educational Leadership and Organizational Change Roosevelt Universtity Chicago. Fred. 2006.. Susan. Krishnan. Barton J. How Leadership Matters: The Effects of Leadership Alignment on Strategic Execution. Keramidas. 2005. Penerbit Erlangga. Management tools for Creating Government Responseveness. No. Hadari. Dia adalah Peneliti LIPI. Perilaku Organisasi. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly. Richard. Jakarta. tanpa penerbit. Alabama. “Impact of Top Management Power on Corporate Divestiture”. and Eline van der Heidjen.1. Moeljono. 2005.. Determinants of Organizational Commitment Among US Workers. James dan Ian Wilson. British Journal of Management. Marco. 2004.Wijayati: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Strategik pada Organisasi Non Profit 31 suplemen 2000. David F. 4. EGPA/ASPAA Performing Public Sector: The Second Trans Atlantic Dialogue. Marie H and M. . Organizational Behaviour. vol 32. Charles. Judith L. Vol. didownload dari situs HORIZON. no.

12. 2002. Muslim. 2000. 15 Juni 2006. Berita Jurnal FIAUB.29. Jurnal Transparasi. Vo. Manajemen Strategi. 2000. September 2002-Februari 2003. 1990. no. University of Rhode Island.. 29. “Research on Strategic Management in Nonprofit Organization :Synthesis. PWS-KENT. FIA Unibraw.32 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN. Lourdes.J. Vicente Pina. 2006.2. Strategic Management. Boston and Homewood: BPI Irwin. Singh. 2000. Massachusetts. Commitment and Control Approaches to Workforce Management. Jurnal Administrasi Negara. 1999. Vol.III. A. “What does “commitmen” really mean? Views UK and Swedish engineering managers”. David. Barbara Bigelow. Tampubolon. Determinant of Strategic Management Implementation in Local Government an International Setting. 2002. Pentingnya Manajemen Birokrasi Profesional untuk Mengatasi Kemunduran dalam Birokrasi Pelayanan Publik. 2002. Vinicombe. Thompson. vol. 2000 Wilopo. 2006. “Improvisasi Manajemen Strategi Sektor Publik”. Richard W. Val and Susan Vinnicombe. Torres. Personal Review. 1992.A. Stone. 3 April 2003.. ---------. Edisi 18 Maret 2000. Suryono.No. 2000. July 1999. 2. “What Does Commitmen Really Mean? Views of UK and Swedish Engineering Manager”. “Model Reformasi Birokrasi Indonesia”. Analysis and Future Research”. Michael & Grigsby. Vol. No. Stahl. Strategic Management: Concept and Cases. Agus. 1. Malang. Subchan. Personal Review. Administration and Society.31. dan William Crittenden. Van Singh Susan. MARET 2010: 24-32 Scholl. Syafuan Rozy. 2003. J. Strickland. “Kepemimpinan Birokasi Cenderung Bernuansa Kekuasaan”.1. dan A.3. and Ana Yetano. USU Digital Library. Melissa M. No. . NO. Univesity of Zaragoza Grand Via and Public Univesity of Navarra Pamplona. W. VOL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful