Anda di halaman 1dari 13

SEL ELEKTROKIMIA

I. II. III. IV. V.

VI.

HARI / TANGGAL : Kamis, 29 September 2011 KELAS : XII IPA 6 KELOMPOK : 3 (TIGA) NAMA KETUA : Arselia Siti Sabrina (06) ANGGOTA : Arivan Halim (05) Bobby Raditya Priambodo (08) Inayatin Ulya Ataina (14) Istiqomah Nuruh H.M. (16) Olivia Rininta (24) Garuda Sade Wibowo (33) JUDUL KEGIATAN : Sel Elektrokimia TUJUAN : 1. Sel volta : Mengetahui potensial sel reaksi, membandingkan dengan pengukuran potensial dengan pengukuran 2. Sel elektolisis A. : Mengetahui apa yang terjadi pada katoda 3. Sel elektrolisis B : Mengtahui jenis ph larutan ALAT DAN BAHAN : Sel Volta 1. Voltmeter 1 buah 2. Gelas Kimia 3 buah 3. Pipet 1 buah 4. Cu dan Larutan CuSO4 Sckp 5. Mg dan Laruran MgSO4 Sckp 6. Jembatan Garam (tissue) 1 buah

VII.

VIII.

Sel Elektrolisis 1. Statip

1 buah

2. 3. 4. 5. 6.

Tabung U Corong Pipet Baterai C (karbon) 7. Larutan CuSO4 8. Larutan Ki 9. Indikator PP IX.

1 1 1 1

buah buah buah buah 1 pasang Sckp Sckp sckp

CARA KERJA : Sel Volta 1. Tuang Larutan CuSO4 kedalam gelas A, Tuang larutan MgSO4 ke dalam tabung B dan Tuang larutan NaCl ke dalam tanung C 2. Basahi tissue yang digunakan sebagai jembatan garam ke dalam NaCl. 3. Ambil voltmeter, lalu jepit Cu di kutub positif dan jepit Mg di kutub negative 4. Masukan Cu kedalam larutan CuSo4 dan masukan Mg kedalam MgSO4 5. Disisi lain, masukan ujung ujung tissue sebagai jembatan garam ke dalam kedua larutan tersebut 6. Amati perubahan pada voltmeter. Sel Elektrolisis A. 1. Tuang larutan CuSO4 secukupnya kedalam tabung U dengan menggunakan corong. 2. Lalu celupkan C (elektroda) di kedua ujung tabung. 3. Sambungkan 2 C (elektroda) dengan baterai, salah satu berkutub negative dan satunya berkutub positif 4. Amatilah perubahan pada larutan dan elektroda! B. 1. Tuang larutan CuSO4 secukupnya kedalam tabung U dengan menggunakan corong. 2. Lalu celupkan C (elektroda) di kedua ujung tabung. 3. Sambungkan 2 C (elektroda) dengan baterai, salah satu berkutub negative dan satunya berkutub positif 4. Amati dan tunggu selama 1 menit dan lepaskan sambungan baterai

Ambil sedikit larutan di sekitar katoda dan anoda dengan pipet. Masukkan masing-masing ke dalam tabung reaksi dan beri setetes indikator PP pada masing-masing tabung reaksi berisi sampel larutan. 6. Amati perubahan yang terjadi pada masing-masing tabung reaksi
5.

X.

PENGAMATAN Sel Volta

: Voltmet er

Keterangan : 1. Jembatan Garam Jembatan garam adalah tempat jalannya ion ion yang mengalir dari gelas 5 ke gelas 4. 2. Mg Logam Mg adalah Anoda yang berkutub (-) negative. Logam Mg, perlahan akan kropos karena electron berkurang. 3. Cu Logam Cu adalah Katoda yang berkutub (+) posotif. Logam Cu perlahan akan menebal karena electron bertambah.

4. Larutan MgCl2 MgCl2 Mg+ + Cl2 Didalam larutan MgCl24 ion akan bertambah. Larutan CuSO4

5.

CuSO4

Cu2+ + SO42Didalam larutan CuSo4 ion akan berkurang.

Reaksinya adalah sebagai berikut K : Cu2+ + 2e Cu A : Mg Mg2+ + 2eCu2+ + Mg Cu + Mg2+ Reaksi dengan perhitungan Reaksinya adalah sebagai berikut K : Cu2+ + 2e Cu -0,34 volt A : Mg Mg2+ + 2eCu2+ + Mg Cu + Mg2+ volt

E0 = 1,50 volt

E0 = E0 = 2,356 volt E0 = 2,056

Sel Elektrolisis A

1
+ - 3 + + -----+++

--

+ + +

C
3

+++

Keterangan : 1. Baterai : Bertindak sebagai sumber arus listrik untuk mendorong berlangsungnya reaksi redox yang tidak spontan dengan penguraian elektrolit menjadi unsur unsurnya. Elektron bergerak dari kutub negarif (-) sumber arus ke katode, pada katode terjadi reduksi, di anode terjadi oksidasi dan electron menuju ke sumber arus listrik 2. Larutan CuSO4 CuSO4 Cu2+ + SO42sebagai larutan elektrolit dimana Cu akan terpisah dengan SO4 dan bereaksi pada katoda-katodanya dengan dorongan sumber arus listrik 3. Katoda : Pada katoda terjadi reduksi dan terjadi pengendapan Cu atau tembaga dengan indikasi warna merah kecoklatan pada ujung katoda,. Reaksi Sbb: Cu2+ + 2e Cu 4. Anoda: Pada anoda terjadi oksidasi dimana elektroda C merupakan eletroda inert sehinggan tidak ikut bereaksi, melainkan air lah yang teroksidasi. Reaksi 2H20 4H+ + 02 + 4-

Reaksinya adalah sebagai berikut K : Cu2+ + 2e Cu A : 2H20 4H+ + 02 + 4Cu2+ + 2H20

Cu + 4H+ + 02

Percobaan dilakukan dengan memberi arus listrik selama 1 menit . Pada Anoda terbentuk buih buih udara yang merpakan gas oksigen (02), sedangkan pada katoda terbentuk endapan Tambaga (Cu) yang berasal dari Larutan elektrolit yang tertarik ke katode yang kemudian mengalami reduksi dan menjadi netral.

Sel Elektrolisis B

C
- 3 + + + -----+++ --

C
+ + + +++ 3

Keterangan : 2. Baterai : Bertindak sebagai sumber arus listrik untuk mendorong berlangsungnya reaksi redox yang tidak spontan dengan penguraian elektrolit menjadi unsur unsurnya. Elektron bergerak dari kutub negarif (-) sumber arus ke katode, pada katode terjadi reduksi, di anode terjadi oksidasi dan electron menuju ke sumber arus listrik 2. Larutan KI KI K++Isebagai larutan elektrolit dimana K akan terpisah dengan I dan bereaksi pada katoda-katodanya dengan dorongan sumber arus listrik 5. Katoda : Pada katoda K termasuk golongan IA sehingga tidak cenderung menangkap elektron, sebgai gantinya air lah yang akan tereduksi 2H20 + 2e OH- + H2 6. Anoda: Pada katoda terjadi oksidasi dimana elektroda C merupakan eletroda inert sehingga tidak ikut bereaksi, melainkan Ion halida I lah yang tereduksi 2 I I2 + 2e-

Reaksinya adalah sebagai berikut K : 2H20 + 2e OH- + H2 A :2I I2 + 2e2H20 + 2 I


-

OH- + H2 + I2

Percobaan dilakukan dengan memberi arus listrik selama 1 menit .

Pada Katoda terbentuk buih buih udara yang merpakan gas Hidrogen (H2), sedangkan pada anoda tidak terbentuk endapan melainkan sedkit buih buih terbentuk. Larutan di sekitar katoda memiliki ph Basa karena terbentuk . OH yang merupakan hasil dari reduksi air Percobaan dengan indikator PP menghasilkan warna merah muda pada tabung reaksi dengan air larutan di sekitar katoda Sedangkan larutan di sekitar anoda tidak terjadi perubahan selain terbentuknya gas I2

KESIMPULAN

1. Sel Volta Terbentuk arus istrik sebesar E0 = 1,50 volt pada perangkat sel volta Arus listrik berasal dari reaksi redok dimana energi kimia diubah menjadi energi listrik. E0 Sel hasil perhitungan lebih besar dari hasil pengukuran dimungkinkan karena reaksi dalam larutan semakin sedikit, sehinggan

2. Sel Elektrolisis A Pada katoda terbentuk endapan Cu atau tembaga dengan indikasi warna merah kecoklatan pada ujung katoda,. Reaksi Sbb: Cu2+ + 2e Cu Pada katoda C bereaksi dengan sisa asam sehingga terjadi oksidasi dimana elektroda C merupakan eletroda inert tidak ikut bereaksi, melainkan air lah yang teroksidasi. Reaksi 2H20 4H+ + 02 + 4Terbentuk buih buih gas Oksigen sebagai hasil reaksi 3. Sel Elektrolisis B Pada katoda K termasuk golongan IA sehingga tidak cenderung menangkap elektron, sebgai gantinya air lah yang akan tereduksi 2H20 + 2e OH- + H2 Sehingga terbentuk ion basa dan gas hidroge. Larutan di sekitar katoda memiliki ph Basa karena terbentuk OH- yang merupakan hasil dari reduksi air Pada anoda terjadi oksidasi dimana elektroda C merupakan eletroda inert sehingga tidak ikut bereaksi, melainkan Ion halida I lah yang tereduksi 2 I I2 + 2elarutan di sekitar anoda tidak terjadi perubahan selain terbentuknya gas I2

Hasil Jepretan Eksperimen Sel Elektrokimia A. Sel Volta

Sel Elektrolisis B
Terbentuk endapan Cu / tembaga di Katoda

Perangkat saat sedang dialiri listrik dengan beberapa buah baterai yang dirangkai menjadi satu sebagai sumber listrik

Terbentuk buih buih udara gas oksigen hasil dari oksidasi air

Sel elektrolisis B

Tabung reaksi kiri dari anoda tidak berubah warna Tabung reaksi kanan dari katoda berubah warna menjadi merah muda

Saat percobaan terbentuk buih buih gas hidrogen pada katoda

Tugas KIMIA
Sel Elektrokimia

XII IPA 6 SMAN 16 Surabaya Tahun Ajaran 2011 - 2012