Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK

PERCOBAAN II
PENENTUAN KADAR BESI DALAM
AIR RUMAH TANGGA

Nama : Primandaru Widjaya
NIM : 13008104
Kelompok : E / ShiIt Siang
Tanggal Praktikum : 14 Oktober 2009
Tanggal Pengumpulan : 23 Oktober 2009
Nama Asisten : Denalis / 10506009
Amaliah / 10506030



LABORATORIUM KIMIA ANALITIK
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
BANDUNG
2009
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 1
PENENTUAN KADAR BESI DALAM
AIR RUMAH TANGGA
1 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan kadar besi dalam air alam
dengan metode spektroIotometri sinar tampak.
2 Teori Dasar
SpektroIotometri merupakan suatu metoda analisis yang didasarkan pada
pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada
panjang gelombang spesiIik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi
diIraksi dengan detektor fototube.
SpektroIotometer adalah
alat untuk mengukur transmitan
atau absorban suatu sampel
sebagai Iungsi panjang
gelombang. Sedangkan metode
pengukuran dengan menggunakan
spektroIotometer ini digunakan
sering disebut dengan
spektroIotometri.
SpektroIotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan
visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi
oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombang dan dialirkan oleh
suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen
yang berbeda.
Senyawa kompleks berwarna merah-orange yang dibentuk antara besi (II)
dan 1,10-phenantrolin (ortophenantrolin) dapat digunakan untuk penentuan kadar
besi dalam air yang digunakan sehari hari. Reagen yang bersiIat basa lemah dapat
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 2
bereaksi membentuk ion phenanthrolinium, phen H

dalam medium asam.


Pembentukan kompleks besi phenantrolin dapat ditunjukkan dengan reaksi:
Fe
2
3 phen H

Fe(phen)
3
2
3H


Dimana strukturnya adalah:

1,10-phenantrolin Fe(phen)
3
2

Tetapan pembentukan kompleks adalah 2.510
-6
pada 25
o
C. Besi (II)
terkomplekskan dengan kuantitatiI pada pH 3-9. pH 3,5 biasa direkomendasikan
untuk mencegah terjadinya endapan dari garam garam besi, misalnya IosIat.
Kelebihan zat pereduksi, seperti hidroksilamin diperlukan untuk menjamin ion besi
berada pada keadaan tingkat oksidasi 2.
Hukum Lambert - Beer:
= -log
I
I
o
= a. l. c
Dengan A absorban
I
o
intensitas sinar datang
I intensitas sinar yang diteruskan
a tetapan absorptivitas
l panjang jalan sinar / kuvet
c konsentrasi
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 3
Larutan senyawa berwarna
mampu menyerap sinar tampak
yang melalui larutan tersebut.
Jumlah intensitas sinar yang
diserap tergantung pada macam
yang ada di dalam larutan,
konsentrasi panjang jalan dan
intensitas sinar yang diserap dinyatakan dalam Hukum Lambert yang sudah
dijelaskan di atas.Warna zat yang menyerap menentukan panjang gelombang sinar
yang akan diserap, warna yang diserap merupakan warna komplemen dari warna
yang terlihar oleh mata.
Cara Kerja
O Cara kerja spektronik-20
Steker dihubungkan dengan sumber tegangan yang telah distabilkan dan
tegangan yang sesuai. Alat dinyalakan dengan memutar knop 1 ke kanan
sampai lampu indikator menyala. Panjang gelombang diatur ke posisi panjang
gelombang yang paling sesuai dengan memutar tombol panjang gelombang.
Jarum penunjuk skala dinolkan dengan memutar knop 1. Kuvet yang berisi
larutan blangko dimasukkan ke dalam tempat sel dan jarum diatur menunjuk
hingga menunjukkan angka T100, atau A0,0. Dengan memutar knop-2.
Larutan blanko dikeluarkan dan sampel dimasukkan ke dalam tempat sel. T
dibaca atau dicatat.
Dua langkah terakhir diulangi untuk pengukuran larutan dan sampel
selanjutnya.
O Cara kerja praktikum
4 1 ml larutan standar baku Fe(II) 100 ppm dipipet dan dimasukkan ke dalam
labu ukur 100 ml. satu tetes Na-asetat 0,2 M, 5ml larutan
hidroksilaminklorida 10, dan 5 ml larutan o-phenantrolin 0,25
ditambahkan ke dalam labu ukur tersebut. Kemudian larutan di dalam labu
ukur tersebut diencerkan sampai tanda batas.
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 4
4 Dengan cara yang sama, larutan dengan volume larutan besi 0, 2, 3, dan 4
ml dibuat. Jumlah tetes larutan Na-asetat disesuaikan dengan volume besi
yang dipipet, selanjutnya, 5 ml larutan o-phenantrolin 0,25, 5 ml larutan
hidroksilaminklorida ditambahkan ke dalam labu ukur dan campuran
tersebut diencerkan hingga tanda batas.
4 Dengan cara yang sama juga dilakukan terhadap larutan sampel air yang
ada. 25 ml sampel air dipipet ke dalam labu takar 100 ml. 1 tetes Na-asetat
0,2 M, 5 ml larutan hidroksilaminklorida 10 dan 5 ml larutan o-
phenantrolin 0,25 ditambahkan ke dalam labu ukur dan kemudian larutan
diencerkan sampai tanda batas.
4 Pengukuran panjang gelombang maksimum dilakukan dengan melakukan
perbandingan pengukuran antara larutan blanko dan salah satu larutan yang
sudah dibuat sebelumnya.
4 Keenam larutan tersebut diukur pada panjang gelombang maksimum yang
diperoleh.
4 raIik absorban terhadap panjang gelombang dan graIik A terhadap
berbagai C dibuat.
4 Kadar besi dalam sampel dihitung.
Data Pengamatan
Pada pengukuran panjang gelombang maksimum, didapatkan data sebagai
berikut:
Panjang Gelombang (nm) Persen Transmitan ()
96 38,8
500 38,8
505 38,4
506 38,2
507 38,2
508 38,2
509 38,4
510 38,4
515 39,2
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 5


Fe (II) (ml) Persen Transmitan (T)
0 100
1 57,2
2 38,2
22,2
13,4
Air Ledeng 97,8
Air Kamar Mandi 97,4

5 Perhitungan
Absorban -log
%1
100

Panjang Gelombang (nm) Persen Transmitan () Absorban
96 38,8 0411168
500 38,8 0,411168
505 38,4 0,415669
506 38,2 0,417937
507 38,2 0,417937
508 38,2 0,417937
509 38,4 0,415669
510 38,4 0,415669
515 39,2 0,406714

Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 6

Dipilih panjang gelombang maksimal yaitu 508 nm.

!erhitunganonsentrasie
2
M
1
V
1


M
2
V
2
|Fe
2
|.100 ml 100 ppm . volume larutan |Fe
2
| yang diteteskan/dicampurkan
|Fe
2
| =
100 ppm.oIumc Iuutun |Fc2+] yang dItctcskandIcampurkan
100mI

Untuk 1 ml Fe
2
, |Fe
2
|
100 ppm . 1 mI
100 mI
= pp
Untuk 2 ml Fe
2
, |Fe
2
|
100 ppm . 2 mI
100 mI
= pp
Untuk 3 ml Fe
2
, |Fe
2
|
100 ppm . 3 mI
100 mI
= pp
Untuk 4 ml Fe
2
, |Fe
2
|
100 ppm . 4 mI
100 mI
= pp

0406
0408
041
0412
0414
0416
0418
042
493 300 303 310 313 320
A
b
s
o
r
b
a
n
an[ang Ge|ombang (nm)
Graf|k an[ang Ge|ombang terhadap
Absorban
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 7
Fe (II) (ml) Persen Transmitan (T) Absorban Konsentrasi (ppm)
0 100 0 0
1 57,2 0,242604 1
2 38,2 0,417937 2
22,2 0,653647 3
13,4 0,872895 4
Air Ledeng 97,8 0,009661 -
Air Kamar Mandi 97,4 0,011441 -


Dengan regresi Linear, didapatkan persamaan
Absorbansi 0,215 . Konsentrasi 0,006
Dengan kata lain, Konsentrasi (Absorbansi - 0,006) / 0,215
Dalam Air ledeng, |
2+
] =
0,009661-0,006
0,215
= ,8pp
Dalam Air Kamar Mandi, |
2+
] =
0,011441-0,006
0,215
= ,pp
02137x + 0006
8 09981
0
01
02
03
04
03
06
07
08
09
1
0 03 1 13 2 23 3 33 4 43
A
b
s
o
r
b
a
n
s
|
konsentras| Ie2+ (ppm)
Graf|k konsentras| Ie2+ 1erhadap
Absorbans|
Absorbansl 8egresl Llnear
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 8
6 Analisis dan Pembahasan
Pada percobaan ini, panjang gelombang 508 nm digunakan sebagai panjang
gelombang untuk menganalisis kadar besi di dalam larutan karena pada panjang
gelombang ini, absorbansi sinar mempunyai nilai maksimal, dengan kata lain, pada
panjang gelombang ini, sinar yang dipancarkan oleh spektroIotometer paling
banyak diserap oleh larutan. Oleh karena itu, pengukuran pada panjang gelombang
508 ini menghasilkan pengukuran yang akurat.
Selain itu, pada percobaan ini juga yang diukur bukan langsung nilai
Absorbansi, namun nilai transmitan. Detektor yang ada pada alat
spektroIotometri lebih peka untuk mendeteksi sinar dan mengkomunikasikannya
dalam bentuk angka digital dari pada menghitung nilai absorbansi larutan dengan
menggunakan transmitan itu sendiri. Oleh karena itu, untuk menghasilkan
pengukuran yang lebih akurat, kita menggunakan nilai transmittan yang
kemudian kita bisa mendapatkan nilai absorbansi dari nilai transmittan itu
sendiri.
Natrium asetat merupakan suatu garam yang bersiIat basa yang merupakan
buIIer/penyangga. Kehadiran natrium asetat dalam larutan menyebabkan larutan
tidak berubah pH-nya secara signiIikan jika larutan tersebut ditambah larutan lain
yang bersiIat asam atau basa. Dengan kata lain Natrium Asetat berIungsi untuk
menjaga larutan berada pada pH optimal. pH harus tetap dijaga dalam kondisi
optimal karena dikhawatirkan jika pH terlalu besar, akan terjadi endapan endapan
dari garam garam besi, misalnya IosIat.
Orto-phenantrolin dalam percobaan ini berIungsi sebagai pembentuk
senyawa kompleks sehingga dalam bentuk senyawa kompleks, ion besi dapat
memberikan warna yang dapat dianalisis dengan metode spektroIotometri dengan
memperhitungkan besar persentase transmitan atau absorbansinya.
Hidroksilamin klorida dalam larutan berIungsi agar ion besi tetap stabil
berada pada keadaan bilangan oksidasi 2. Sehingga kompleks yang tersebut
bersiIat sangat stabil dan dapat diukur absorbansi atau persen transmittannya
menggunakan spektroIotometer pada panjang gelombang sekitar 508 nm.
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 9
Orto-phenantrolin mempunyai struktur sehingga
ketika berikatan dengan ion besi (Fe
2
), orto phenantrolin akan membentuk suatu
senyawa kompleks Fe(phen)
3
2
yang mempunyai struktur
.
Menurut Permenkes No: 416/MENKES/PER/IX/1990, kadar besi maksimal
yang diperbolehkan di dalam air sehingga air dikatakan sebagai air bersih adalah
0,3 miligram per liter atau 0,3 ppm. Kadar besi dalam air ledeng yang diteliti adalah
,8pp dan kadar besi dalam air kamar mandi yang diteliti adalah
,pp. Dengan kata lain, air ledeng maupun air kamar mandi yang diteliti
pada percobaan kali ini memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai air bersih jika
kita meninjaunya dari kadar besinya saja. Jika kadar senyawa senyawa lain
memenuhi syarat maksimal yang diperbolehkan, maka air ledeng dan air kamar
mandi yang diteliti ini baru bisa dikatakan air bersih.
7 Kesimpulan
O Kadar besi dalam air ledeng Laboratorium Kimia Analitik Institut Teknologi
Bandung adalah 0,017028 ppm.
O Kadar besi dalam air kamar mandi lantai dua, gedung Kimia adalah 0,025307.
O Kadar besi dalam kedua sumber air yang diteliti memenuhi syarat untuk syarat
kadar besi maksimum yang diperbolehkan di dalam air bersih.
O Metode spektroIotometri dapat digunakan untuk menentukan kadar besi dalam
air.
Primandaru Widjaya / 13008104
Laporan Praktikum III Kimia Analitik
Modul II Penentuan Kadar Besi Dalam Air Rumah Tangga 10
8 Daftar Pustaka
http://cephy-net.blogspot.com/2008/11/spektroIotometri-sinar-tampak-visible.html
(diakses tanggal 11 Oktober 2009 pukul 18.00)
http://nobelprize.org/nobelprizes/medicine/laureates/1998/illpres/spectral.html
(diakses tanggal 18 Oktober 2009 pukul 01.42)
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/biokimia/spektroskopi-
sinar-tampak-ultraviolet-uv-vis (diakses tanggal 11 Oktober 2009 pukul
18.12)
http://www.chem-is-try.org/artikelkimia/kimiaanalisis/spektroIotometri/ (diakses
tanggal 18 Oktober 2009 pukul 01.05)