Skripsi ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FRAKSI TERAKTIF DARI EKSTRAK KLOROFORM DAUN KETAPANG (Terminalia catappa Linn) (ISOLATION

AND IDENTIFICATION THE MOST ACTIVE FRACTION OF CHLOROFORM EXTRACT FROM KETAPANG (Terminalia catappa Linn) LEAVES) Afni Restasari, Dra. Dewi Kusrini, M.Si, Dra. Enny Fachriyah, M.Si. Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia Universitas Diponegoro Semarang

Abstrak Ekstrak kloroform dari daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki aktivitas antikanker tetapi senyawa antikanker tersebut belum dipublikasikan dan diperkirakan terkandung dalam fraksi aktif dari ekstrak kloroform. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian untuk mengisolasi dan mengidentifikasi fraksi paling aktif dari ekstrak kloroform daun ketapang, serta mengetahui senyawanya dengan metode gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi maserasi, penapisan fitokimia, kromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi kolom, brine shrimp lethality test (BSLT) dan GCMS. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kloroform mengandung senyawa golongan alkaloid, terpenoid, triterpenoid dan steroid, sedangkan, fraksi yang paling aktif (H) mengandung senyawa golongan terpenoid. Ekstrak kloroform dan fraksi H berpotensi sebagai antikanker dengan harga LC50 masing-masing sebesar 3,22 ppm dan 10,01 ppm. Data spektrogram massa dari fraksi H menunjukkan bahwa fraksi H mengandung fitol, asam palmitat dan 1-nonadekena. Kata kunci: Ekstrak Kloroform Daun Ketapang (Terminalia catappa L.), Antikanker, BSLT. Abstract The chloroform extract of ketapang (Terminalia catappa L.) leaves has anticancer activity, but its anticancer compounds have not been publicated and are hypothesized contained in active fraction of chloroform extract. Thus, research needs to be done to isolate, identify the most active fraction of chloroform extract from ketapang leaves and determine its compounds by gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) method. The methods used in this research are maceration, phytochemistry screening, thin layer chromatography, column chromatography, brine shrimp lethality test (BSLT) and GC-MS. Phytochemistry screening results show that the chloroform extract contains alkaloid, terpenoid, triterpenoid and steroid compounds, while, the most active fraction (H) contains terpenoid compounds. The chloroform extract and H fraction are potential as anticancer drugs with LC50 values are 3.22 ppm and 10.01 ppm, respectively. Mass spectrograms of H fraction show that H fraction contains phytol, palmitic acid and 1nonadecene. Keywords: Chloroform Extract of Ketapang (Terminalia catappa L.) Leaves, Anticancer, BSLT.

Afni Restasari dkk

1

Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang

et al. 1980).. Ekstrak atau fraksi senyawa yang memiliki harga LC50 > 0-30 ppm berpotensi sebagai antikanker. perut... 2006) dan antikanker (Gao. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi fraksi paling aktif dari ekstrak kloroform daun ketapang. et al. murah. Keuntungan metode BSLT adalah cepat.Skripsi PENDAHULUAN Kebutuhan obat masyarakat semakin meningkat. Senyawa-senyawa yang bertanggungjawab terhadap aktivitas antikanker dari ekstrak tersebut belum dipublikasikan. Afni Restasari dkk 2 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang . alat dapat dipakai dalam waktu lama dan pemisahan yang baik (Sastrohamidjojo dan Pranowo. senyawa fitol yang diketahui memiliki aktivitas antikanker (Komiya dan Hibasami. Salah satu cara untuk memproduksi obat adalah isolasi senyawa obat langsung dari tumbuhan obat (Tarigan. alkaloid (Mandasari. Metode spektrometri massa didasarkan pada pengubahan molekul netral menjadi ion-ion bermuatan positif dan memisahkannya berdasarkan perbandingan massa terhadap muatan elektron (m/e) (Hendayana.. et al. steroid (Babayi. Metode GC-MS dapat digunakan untuk mengetahui struktur senyawa yang terkandung dalam fraksi paling aktif dari ekstrak kloroform daun ketapang.1982). 1985). sederhana. serta mengetahui senyawanya dengan metode gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). 1985). 2003) yang merupakan tumbuhan satu marga dengan Terminalia catappa Linn. Fraksi atau ekstrak yang mengandung senyawa bioaktif hampir selalu toksik pada dosis tinggi (Loomis. et al. 2004). 2001). Salah satu ekstrak dari daun ketapang yang memiliki berbagai aktivitas ialah ekstrak kloroform. 2000). liver. Ketapang merupakan salah satu tumbuhan obat yang banyak tumbuh di Indonesia dan telah digunakan secara tradisional untuk mengobati penyakit kardiovaskuler. et al. Senyawa-senyawa tersebut diperkirakan terkandung dalam fraksi aktif dari ekstrak kloroform daun ketapang. antibakteri yang disebabkan oleh kandungan kuinolin (Mandasari. Ketapang diketahui mengandung senyawa obat seperti flavonoid (Lin. 2004). 2005). 2006). pernafasan. sensitivitas tinggi. triterpenoid (Gao. 1994). et al.. perlu sedikit bahan yang mudah diperoleh dan dapat dilakukan secara berulang (Meyer. tanin (Ahmed. Metode ini merupakan gabungan dari metode kromatografi gas dan spektrometri massa. 2001). 2004) dan asam lemak (Jaziroh. et al. Parameter yang digunakan pada metode BSLT adalah kematian larva Artemia salina Leach. Ekstrak kloroform diketahui memiliki aktivitas antiperadangan yang disebabkan oleh kandungan asam ursolat dan asam asiatat (Gao... et al. 1978). sedangkan LC50 > 200-1000 ppm berpotensi sebagai pestisida. LC50 > 30-200 ppm berpotensi sebagai antibakteri. Keuntungan dari metode GC-MS adalah waktu identifikasi yang cepat. Menurut kemotaksonomi. Salah satu sistem deteksi senyawa bioaktif (bioassay) yang sering digunakan adalah BSLT. terkandung dalam daun Terminalia glabrescens (Garcez. 2004). Kromatografi gas merupakan salah satu metode pemisahan yang berdasarkan partisi cuplikan antara fase gerak yang berupa gas pembawa dan fase diam yang menahan cuplikan secara selektif (Sastrohamidjojo dan Pranowo. Berbagai ekstrak dari daun ketapang juga telah diteliti aktivitasnya (Pauly. 2001). gonorrhea dan insomnia (Pauly.. kulit. 2008).

Uji aktivitas tersebut dilakukan dengan 3 kali replikasi.a.0.90 cm/detik.. triterpenoid. lampu neon 20 watt. Penapisan fitokimia yang dilakukan terhadap ekstrak kloroform dan fraksi yang paling aktif meliputi uji golongan senyawa alkaloid. labu takar 10 mL. temperatur kolom terprogram dari 700 C (dipertahankan selama 5 menit) hingga 3000 C (dipertahankan selama 52 menit) dengan laju kenaikan temperatur sebesar 100 C /menit. amil alkohol p. kloroform p. natrium hidroksida p. etil asetat teknis. pekat. etil asetat p. sedangkan hasil Afni Restasari dkk 3 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang .. kompor listrik. lampu UV (λ = 254 nm). neraca analitis.50 mL/menit.. plat tetes. Fase diam dalam kromatografi kolom tersebut adalah silika gel 60 G.a.a. botol vial.. ferri klorida (FeCl3) 1%. dan larutan garam laut 3.a. sebanyak 15 µL dan penggojogan selama + 1 menit. dan kloroform p.a. merkuri klorida p. anhidrida asam asetat p. silika gel 60 GF254 dan 60 G. Fraksi tersebut kemudian dianalisis dengan GCMS-QP2010S Shimadzu yang memiliki kolom berjenis Rtx-5MS dengan panjang 30 m dan diameter internal 0. etil asetat p. fenolik. Fraksi yang memiliki harga LC50 paling kecil dipilih sebagai fraksi paling aktif. ammonia p.a. pipet tetes. diangin-anginkan dan dihaluskan hingga berbentuk serbuk...a. HASIL DAN PEMBAHASAN Isolasi Fraksi Senyawa dari Ekstrak Kloroform Daun Ketapang Hasil maserasi serbuk daun ketapang ditampilkan pada Tabel 1. terpenoid dan steroid.Skripsi METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Peralatan yang mendukung penelitian ini adalah pipa kapiler. kolom kromatografi. cawan penguapan. Ekstrak kloroform daun ketapang dan fraksi-fraksi hasil kromatografi kolom diuji aktivitasnya dengan metode BSLT. flavonoid. Komposisi pelarut yang menghasilkan pemisahan KLT terbaik kemudian digunakan sebagai fase gerak dalam kromatografi kolom ekstrak kloroform. 25%. kalium iodida p. Sebanyak 500 gram serbuk tersebut dimaserasi dengan pelarut nheksana dengan alokasi waktu 7x24 jam.22 mm.a. Gas pembawa yang digunakan dalam alat tersebut adalah helium. akuarium.a.80%. rotary evaporator merk Buchii.a. kecepatan linier 25. penangas. purge flow 3 mL/menit. 100 mL dan 1 L serta seperangkat alat GC-MS.a.. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi daun ketapang yang berwarna hijau. pekat. kloroform teknis.a. saponin. aliran kolom 0. Kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak kloroform dilakukan dengan fase gerak berupa campuran n-heksana p. kuinon. asam sulfat p. satu set alat maserasi. Kedua ekstrak tersebut kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kasar. dengan berbagai perbandingan dan fase diam berupa plat silika gel 60 GF254. serbuk magnesium p. Prosedur Penelitian Daun ketapang segar dicuci.. tekanan 13. asam klorida p. aliran total 40 mL/menit.a. mikropipet. temperatur sumber ion 2500 C dan interface temperature 3200 C. n-heksana p.a. tween 80 p.a. n-heksana teknis. akuades.7 kPa. split ratio 73. Kondisi alat GC-MS yang digunakan adalah temperatur injektor 3200 C. tabung reaksi. chamber KLT. Kemudian ampasnya diangin-anginkan dan dimaserasi dengan pelarut kloroform dengan alokasi waktu 3x24 jam..a. Pembuatan larutan dibantu dengan penambahan tween 80 p.a. dirajang..

steroid dan terpenoid.61% 0. Ilustrasi hasil KLT dengan fase gerak campuran n-heksana : etil asetat : kloroform (5:3:1) ditampilkan pada Gambar 1. Hasil Maserasi Serbuk Daun Ketapang Ekstrak n-Heksana Kloroform Massa ekstrak 3.88% Warna ekstrak Coklat kehitaman Coklat kehitaman Tabel 2. Ilustrasi Hasil KLT Ekstrak Kloroform dengan Fase Gerak Campuran n-Heksana : Etil Asetat : Kloroform (5:3:1). Afni Restasari dkk 4 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang . Lonjong Lonjong Lonjong Gambar 1.39 gram Rendemen 0. diketahui bahwa fase gerak campuran n-heksana : etil Hasil + +/+ + asetat : kloroform (5:3:1) memiliki daya pisah terbaik terhadap ekstrak kloroform daun ketapang. Berdasarkan hasil KLT.07 gram 4.Skripsi penapisan fitokimia terhadap ekstrak kloroform daun ketapang ditampilkan pada Tabel 2. Hasil Penapisan Fitokimia terhadap Ekstrak Kloroform Daun Ketapang Golongan Alkaloid Flavonoid Saponin Fenolik Triterpenoid/Steroid Kuinon Terpenoid Data pada Tabel 2 menunjukkan bahwa ekstrak kloroform daun ketapang mengandung senyawa golongan alkaloid. Tabel 1. triterpenoid.

sehingga kemungkinan masih ada senyawa yang mempunyai Rf berdekatan.80 Warna noda di bawah lampu UV (λ = 254 nm) kuning hijau tua hijau tidak berwarna (lonjong) hijau muda hijau kemerahan (lonjong) merah merah jingga tidak berwarna (lonjong) Pemisahan fraksi-fraksi dalam ekstrak kloroform daun ketapang dilakukan dengan menggunakan kromatografi kolom.26 0. Hasil KLT Ekstrak Kloroform dengan Fase Gerak Campuran n-Heksana : Etil Asetat : Kloroform (5:3:1) Noda 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rf 0.34 0.60 0.69 0.49 0. Hasil dari tahap kromatografi kolom ini ditampilkan pada Tabel 4. Jumlah senyawasenyawa hasil KLT dari ekstrak kloroform daun ketapang ditampilkan dalam Tabel 3.17 0. Afni Restasari dkk 5 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang .40 0. Tabel 3.Skripsi Pada Gambar 1 terlihat bentuk dari noda-noda hasil KLT ada yang tidak bulat sempurna tetapi agak lonjong.07 0.

57. biru terang kuning kemerahan. tidak berwarna jingga. hijau tua. 0.69 0.14. 0.60. 0.31.43.26. Afni Restasari dkk 6 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang .20. 0. ungu muda. kuning jingga.51. 0.87. kuning muda kuning. Fraksi-Fraksi Hasil Kromatografi Kolom Ekstrak Kloroform Daun Ketapang Fraksi A B C D E F G H I J K Nomor botol 1 – 18 19 – 21 22 – 31 32 – 36 37 – 41 42 – 60 61 – 85 86 – 123 124 – 133 134 – 147 148 –158 Jumlah noda 2 3 5 6 6 6 6 4 4 4 3 Harga Rf 0.69 0.83 Warna noda di bawah lampu UV (λ = 254 nm) tidak berwarna. E. 0. biru terang merah muda.14. 0. 0. 0.43. 0.37.43. tidak berwarna.37.51.09. 0.09.51.47. kuning terang.87. 0.47.20. 0.57 0.26.57. tidak berwarna. 0. tidak berwarna hijau.26. G. 0. hijau. kuning kecoklatan. 0.57. hijau tua. yang kemudian dikelompokkan berdasarkan pola pemisahan noda pada hasil KLT. Uji Aktivitas Ekstrak Kloroform Daun Ketapang Hasil dari uji aktivitas dan analisis probit dari ekstrak kloroform daun ketapang dan fraksi-fraksi hasil kromatografi kolom ditampilkan pada Tabel 5.69. 0. ungu.51. H.57. kuning jingga.57 0. ungu hijau. biru terang biru terang.91 0.14. 0. 0. kuning muda. hijau. J dan K. 0. hijau kekuningan. 0. kuning jingga.31.26. 0.51. 0.14. biru terang. biru terang Data pada Tabel 4 menunjukkan bahwa kromatografi kolom ini menghasilkan 158 botol fraksi kecil dengan jumlah noda 15 (senyawa). F. 0.47. biru terang. 0.60 0. tidak berwarna jingga. 0. 0. 0. 0. tidak berwarna. 0. 0. tidak berwarna. 0. 0.26.57 0. kuning kehijauan. 0. tidak berwarna kuning. 0. D. merah kehijauan. B.20. merah muda.Skripsi Tabel 4. C. 0. 0. I. yaitu fraksi A.47.91 0. kuning kemerahan. menjadi 11 fraksi besar. merah muda.57 0. 0. hijau kemerahan.60 0. biru terang. kuning hijau tua. tidak berwarna.

71 2561. Tabel 6. fraksi H ini berpotensi sebagai antikanker.01 31.01 184. Identifikasi Senyawa dalam Fraksi Paling Aktif dari Ekstrak Kloroform Daun Ketapang Hasil penapisan fitokimia terhadap fraksi H ditampilkan pada Tabel 6. Hasil Penapisan Fitokimia terhadap Ekstrak Kloroform Daun Ketapang Golongan Alkaloid Flavonoid Saponin Fenolik Triterpenoid/Steroid Kuinon Terpenoid Dari Tabel 6.37 11. fraksi H dianalisis dengan menggunakan metode GC-MS.53 Aktivitas Antikanker Antibakteri .39 161.01 ppm. Selanjutnya.53 140.(tidak aktif) Antikanker Antibakteri Pestisida Antikanker Antibakteri Antikanker Antibakteri Antibakteri Antibakteri Data pada Tabel 5 menunjukkan bahwa hasil fraksinasi dari ekstrak kloroform yang mempunyai aktivitas paling tinggi adalah fraksi H dengan harga LC50 sebesar 10. Hasil -/+ Data kromatogram fraksi H ekstrak kloroform daun ketapang ditampilkan pada Gambar 2. Hasil Uji Aktivitas dan Analisis Probit dari Ekstrak Kloroform serta Fraksi-Fraksi Hasil Kromatografi Kolom Sampel uji BSLT Ekstrak Kloroform Fraksi A Fraksi B Fraksi C Fraksi D Fraksi E Fraksi F Fraksi G Fraksi H Fraksi I Fraksi J Fraksi K LC50 (ppm) 3.70 19. Afni Restasari dkk 7 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang .24 33.41 887.22 36. Menurut Meyer (1982).62 10. diketahui bahwa fraksi H mengandung senyawa golongan terpenoid.Skripsi Tabel 5.

a. Spektrogram Massa Puncak Nomor 14. Tiga puncak diantaranya kemudian dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui struktur senyawanya. sedangkan spektrogram massa senyawa dari pusat data GC-MS yang memiliki kemiripan paling tinggi dengan spektrogram nomor 14. Gambar 3. Gambar 3. diketahui bahwa terdapat 40 senyawa (puncak) yang terkandung dalam fraksi H.b. Spektrogram Massa Fitol.b. yaitu sebesar 92%. Spektrogram massa puncak nomor 14 pada kromatogram Gambar 2 ditampilkan pada Gambar 3.a. Dari data kromatogram pada Gambar 2. ditampilkan pada Gambar 3.Skripsi Gambar 2. Kromatogram Fraksi H Ekstrak Kloroform Daun Ketapang. Afni Restasari dkk 8 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang .

Skripsi Untuk klarifikasi struktur fitol. Afni Restasari dkk 9 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang . maka dilakukan analisis mengenai pola fragmentasi strukturnya.H2O a H H d b c H 2C C16H29 (235) e a C15H30 H2C (210) b e H 3C CH 3 m/e : 43 m/e : 278 d C14H28 (196) c H2C C10H 21 (155) H 2C C15H27 (221) CH2 H 2C H CH3 m/e : 68 H2C m/e : 82 m/e : 57 CH CH2 H m/e : 123 CH2 H2C CH 2 (28) H 2C m/e : 41 CH 4 (16) CH 2 m/e : 95 Gambar 4. Pola fragmentasi senyawa fitol ditampilkan pada Gambar 4 berikut. Perkiraan Pola Fragmentasi Senyawa Fitol. H eCH2OH -2eOH m/e : 296 .

Spektrogram Massa Puncak Nomor 15.a. ditampilkan pada Gambar 5. Afni Restasari dkk 10 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang . Gambar 5. m/e 82 yang merupakan puncak dasar yang berasal dari ion (C6H10) dan m/e 95 berasal dari ion C7H11+. Spektrogram massa puncak nomor 15 pada kromatogram Gambar 2 ditampilkan pada Gambar 5. Gambar 5.Skripsi Puncak-puncak yang relatif tinggi terbentuk pada m/e 41 yang dihasilkan dari ion C3H5+. Spektrogram Massa Asam Palmitat. yaitu sebesar 94%. Untuk klarifikasi struktur asam palmitat. seperti yang ditampilkan pada Gambar 6. m/e 57 yang dihasilkan dari ion C4H9+. m/e 43 yang dihasilkan dari ion C3H7+.b. maka diperkirakan bahwa puncak nomor 14 merupakan puncak dari senyawa fitol. sedangkan spektrogram massa senyawa dari pusat data GC-MS yang memiliki kemiripan paling tinggi dengan spektrogram nomor 15. maka dilakukan analisis mengenai pola fragmentasi strukturnya.b.a. Berdasarkan analisis tersebut. m/e 68 berasal dari ion (C5H8) .

Puncak m/e 43 dan m/e 60 dihasilkan dari penyusunan ulang Mc Lafferty yang ditampilkan pada Gambar 7. m/e 43 (puncak dasar) dan m/e 60 yang merupakan puncak karakteristik dari asam lemak alifatik (Silverstein. Perkiraan Pola Fragmentasi Senyawa Asam Palmitat.Skripsi H3 C e-2ec H H3 C a m/e : 256 H3 C CH2 (29) a H2 C O C H3C (43) H2C CH2 b H C b C OH O O C OH c C H2C O (CH2 )11 CH3 (196) m/e : 227 H2 C CH2 (28) H2C m/e : 199 H2 C CH2 (28) H2C m/e : 171 O C OH O C OH m/e : 213 H2 C CH2 (28) O OH OH C H2 C m/e : 60 OH (17) OH OH H2C C m/e : 185 H2 C CH2 (28) C m/e : 157 O OH OH OH C H2 C m/e : 43 H2 C H2 C CH2 (28) H2C m/e : 143 O C OH H2C H2 C CH2 (28) C m/e : 129 O O H H2 C CH2 (28) O C H m/e : 115 H3C CH2 (42) O H2C C OH H2 C OH H2 C H CO2 (44) H2C m/e : 85 H3C (44) CH2 CH3 m/e : 73 m/e : 41 Gambar 6. Afni Restasari dkk 11 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang . et al. serta m/e 73 yang dihasilkan dari ion H2C+-CH2-COOH. 1986).. Puncak-puncak yang relatif tinggi terbentuk pada m/e 41 yang dihasilkan dari ion C3H5+.

maka diperkirakan bahwa puncak nomor 15 merupakan puncak dari senyawa asam palmitat. yaitu sebesar 96%. sedangkan spektrogram massa senyawa dari pusat data GC-MS yang memiliki kemiripan paling tinggi dengan spektrogram nomor 16. Spektrogram Massa Puncak Nomor 16. seperti yang ditampilkan pada Gambar 9.Skripsi H3 C H O C CH 2 OH (CH2)11CH (196) CH 2 OH C H 2C OH H 2C OH C OH (H2C)11 CH H3C H 2C m/e : 256 m/e : 60 OH (17) OH C H 2C m/e : 43 Gambar 7. Gambar 8.b. ditampilkan pada Gambar 8. Untuk klarifikasi struktur 1nonadekena. Afni Restasari dkk 12 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang . Penyusunan Ulang Mc Lafferty Asam Palmitat. ditampilkan pada Gambar 8.b. Berdasarkan analisis di atas. Spektrogram massa puncak nomor 16 pada kromatogram Gambar 2. Spektrogram Massa 1-Nonadekena. Gambar 8.a.a. maka dilakukan analisis mengenai pola fragmentasi strukturnya.

Afni Restasari dkk 13 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang .Skripsi ea H2 C b a H H2C m/e : 239 C9H20 (128) H2C m/e : 111 H2 C CH2 (28) H2 C m/e : 83 CH H H2C CH (27) -2e- m/e : 266 H2 C b (41) CH2 H H2C m/e : 225 C7H16 (100) CH 2 H2C m/e : 125 H2 C CH2 (28) H2C m/e : 97 H2 C CH2 (28) CH 2 HC CH (26) H2C H m/e : 57 CH3 H2 C m/e : 69 CH CH4 (16) H HC CH (26) H2 C m/e : 41 CH2 H2 C m/e : 43 Gambar 9. m/e 97 yang berasal dari ion C7H13+ dan m/e 111 yang berasal dari ion C8H15+. Perkiraan Pola Fragmentasi Senyawa 1-Nonadekena. m/e 83 yang berasal dari ion C6H11+. Berdasarkan analisis tersebut. Puncak-puncak yang relatif tinggi terbentuk pada m/e 43 yang merupakan puncak dasar yang berasal dari ion C3H7+. maka diperkirakan bahwa puncak nomor 16 merupakan puncak dari senyawa 1-nonadekena. Hasil analisis fraksi H ekstrak kloroform daun ketapang yang berpotensi sebagai antikanker. secara garis besar ditampilkan pada Tabel 7. m/e 57 yang dihasilkan dari ion C4H9+.

V. 68. Biochemistry 16 (2): 110.. 98. 137.. 168 41. 2001). 57. Y. 57.Skripsi Tabel 7. Asam palmitat telah diketahui berpotensi sebagai antikanker leukemia (Hideki. 57. I. 85. 60.91 6. “Hepatoprotective Activity of Terminalia catappa L. 157. 151. 213.01 ppm. “The Antimicrobial Activities of Methanolic Extracts of Eucalyptus camaldulensis and Terminalia catappa Against Some Pathogenic Microorganisms”. fraksi H hasil kromatografi kolom mengandung senyawa fitol. 43. Babayi. 208. X. dan Ijah. 43. 14 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang Senyawa yang terkandung dalam fraksi H yang memiliki potensi sebagai antikanker antara lain asam palmitat dan fitol. Tang. 140. 125. Hasil Analisis Fraksi H dengan GC-MS Puncak Waktu retensi (menit) 20. Q. G. 3. 185. 95. J.. 111.. 149. 125. 2005. 185. fitol telah diketahui berpotensi sebagai antikanker leukemia limfoid manusia (Komiya dan Hibasami. 213. 168 Fitol/Phytol 15 21. 2004. 43.. 123. P.. 2002). Iranian Journal of Pharmacology and Therapeutics 4 (1): 36. 43. 115. 57. dan Chandrashekara. 73. S. M. 151. 278 41. 43. H. 111.. 171.52 256/ C16H32O2 Asam palmitat/ Hexadecanoic acid 16 22.77 266/C19H38 1-Nonadekena/ 1-nonadecene * m/e yang bercetak tebal merupakan puncak dasar. dan Xu. Gao.. Nigerian Society for Experimental Biology.. triterpenoid dan steroid serta berpotensi sebagai antikanker dengan harga LC50 sebesar 3. Kolo. Zhao. 98. 73.02 6. Leaves and Its Two Triterpenoids”. Afni Restasari dkk . X. 208. 171. 97. 256 41. 83. Swamy. 227. J. V. 154. Ekstrak kasar kloroform daun ketapang mengandung senyawa alkaloid. 95. 115. 85. terpenoid. 83. 97. 43.22 ppm. R. 129. 82. 109. 137. 2. Sedangkan. Dhanapal. Fraksi H hasil kromatografi kolom ekstrak kloroform daun ketapang yang merupakan fraksi paling aktif mengandung senyawa terpenoid dan berpotensi sebagai antikanker dengan harga LC50 sebesar 10. H.89 Kelimpahan (%) 0. Dou. KESIMPULAN Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1. 256 41. 171. 82. “Anti-Diabetic Activity of Terminalia catappa Linn Leaf Extracts in AlloxanInduced Diabetic Rats”.76 Massa molekul (g/mol)/Rumus molekul 296/ C20H40O m/e (fraksi H) m/e (pusat data) Nama senyawa 14 41.. 109. DAFTAR PUSTAKA Ahmed. 278 41. J. asam palmitat dan 1nonadekena. Fan. 2004.. 123.. 60. et al. 258. U. 193. Okogun. 157. 143. M. I. 179. 199. 227. 243. J. 129. 68. 143. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan bahwa.

F. Shiao. Semarang. dan McLaughlin. 1985. J... Edisi keempat. Universitas Diponegoro.. F. Dermatological and Pharmaceutical Use of an Extract of Terminalia catappa”.. dan Pranowo. J. “Beberapa Aspek Kimia Sapogenin Steroid pada Tumbuhan di Indonesia”. S. Bassler. Imono Argo Donatus. Japan.. G. Ferigni. “Flavonoid Glycocides from Terminalia catappa L. 1. Edisi kesatu. Tsu-city. B.. W.. 2000. Uki. Jun. hal. 46. 6-8. 2006. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 95-97. hal. 23. 2001. Journal of the Chinese Chemical Society 47 (1): 253-256. dan Yuto. Semarang. Yogyakarta. a.. “Antitumor Activity of Palmitic Acid Found as A Selective Cytotoxic Substance in A Marine Red Alga”.. 92 dan 97. B. R.. M. D. Penerbit Alumni.. 2001. S. Afni Restasari dkk 15 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang . E. Silverstein. R. 1986. Komiya. “Isolasi dan Identifikasi Senyawa Aktif dalam Ekstrak n-Heksana Daun Ketapang (Terminalia cattapa L. Miguel. N. Tarigan.”.) Induces Apoptosis in Human Limphoid Leukemia Molt 4B Cells”. Mie University. N.. 34. T. D. hal. E. Chen. S. “Chemical Constituents from Terminalia glabrescens”.. 2003. R. “Kromatografi”.. H. Hendayana. C. 53-55. “Brine Shrimp. Planta Medica 45: 31-34. 1980. G. 20010002265: 12. “Cosmetic. 219 dan 243. Nichols.b. C. Y..)”. IKIP Press. 1994. T.. T. L. P.. K. Hideyuki. Pauly... A.. Jakarta. Edisi ketiga. “Toksikologi Dasar”. A Convenient General Bioassay for Active Constituents”. 1978. H. Ja Cobsen. Universitas Diponegoro. Garcez. hal. M. Meyer. Journal of The Brazilian Chemical Society 14 (3): 461. 2002. 1982. 2008. S. Bandung. J. Anticancer Research 22 (5): 2587. J. A. hal.16-20. Hideki. “Phytol from Italian Ryegrass (Lolium multiflorum Lam. I. A.. K. 26.. “Penyidikan Spektrometrik Senyawa Organik”. IKIP Semarang. Hartono. “Isolasi dan Identifikasi Senyawa Alkaloid dalam Ekstrak Kloroform Daun Ketapang (Terminalia cattapa L. 30. Penerbit Liberti. H. Jaziroh. A.. D.. dan Morril. Putnam. Skripsi. Erlangga. dan Hibasami. Lin. United States Patent Application no. L. F. T. H. Garcez. L. Semarang. hal. hal..Skripsi Journal of Pharmacy and Pharmacology 56 (11): 1449. Mandasari. C. Loomis. “Kimia Analitik Instrumen”.)”. K. Y. hal. Eri. Serea...b. Edisi kesatu. Skripsi. C. 27. D. dan Prado. dan Ou. Y. Sastrohamidjojo. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.. 33. Kuo.. a.

Skripsi Afni Restasari dkk 16 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP Semarang .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful