Anda di halaman 1dari 3

TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN NASIONAL

1.PENGERTIAN PERUNDANG UNDANGAN

Soerjono Soekato, menyatakan, bahwa sejak dilahirkan manusia telah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu : 1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya, yaitu masyarakat 2. Keinginan untuk menjadi satu tangan suasana alam sekelilingnya Sejak dilahirkannya dan secara kodrat manusia selalu ingin menyatu dengan manusia lain dan lingkungan sekitarnya dalam dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat untuk saling berinteraksi dan memenuhi kebutuhan hidupnya satu sama lain. Perundang-undangan hanya merupakan sebagian dari hukum-hukum ada yang bersifat tertulis dan tidak tertulis. Hukum tidak tertulis yang dilaksanakan dalam praktik penyelenggaraan negara dinamakan konvensi sedangkan hukum tidak tertulis dinamakan hukum adat. Peraturan yang tertulis memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Keputusan yang dikeluarkan oleh yang berwenang. 2. Isinya mengikat secara umum, tidak hanya mengikat orang tertentu, dan 3. Bersifat abstrak (mengatur yang belum terjadi) Ferry Edwar dan Fockema Andreae menyatakan, bahwa perundangundangan (legislation, wetgeving atau gezetgebung) mempunyai dua pengertian, pertama perundang-undangan merupakan proses pembentukan atau proses membentuk peraturan perundang-undangan negara, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.Kedua perundang-undangan adalah segala peraturan negara yang merupakan hasil pembentukan peraturanperaturan, baik tingkat pusat maupun di tingkat daerah

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang:
a. bahwa pembentukan peraturan perundang-undangan merupakan salah satu syarat dalamrangka pembangunan hukum nasional yang hanya dapat terwujud apabila didukung oleh caradan metode yang pasti, baku, dan standar yang mengikat semua lembaga yang berwenangmembuat peraturan perundang-undangan;b. bahwa untuk lebih meningkatkan koordinasi dan kelancaran proses pembentukanan peraturanperundangundangan, maka negara Republik Indonesia sebagai negara yang berdasar atashukum perlu memiliki peraturan mengenai pembentukan peraturan perundang-undangan;c. bahwa selama ini ketentuan yang berkaitan dengan pembentukan peraturan perundang-undangan terdapat dalam beberapa peraturan perundang-undangan yang sudah tidak sesuailagi dengan hukum ketatanegaraan Republik Indonesia;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c,perlu membentuk Undang-Undang tentang Pembentukanan Peraturan Perundang- undangan; Mengingat: Pasal 20, Pasal 20A ayat (1), Pasal 21, dan Pasal 22A Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945;Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.