Anda di halaman 1dari 6

Tugas Agama

Tambunta Vinca Rudang Mayang XI-IPS-1/23

~My journey
Pedulinya mereka padaku~

Pada tanggal 29 oktober 2011 sekolah mengadakan acara sekolah , live in. Tempat tujuan kami adalah Yogyakarta, Boro. Kami berangkat dari sekolah bersama. Sekitar pukul 17.00 kami harus sudah siap berkumpul di lingkungan sekolah. Saat itu aku telat datang, padahal rencananya aku akan datang setengah jam sebelumnya. Lalu aku mencari wali kelasku untuk mengambil buku laporan yang harus dibuat selama disana, yang tertinggal di ruang kelas sehari sebelumnya. Tapi ternyata aku tidak mendapatkannya, sempat aku panic karena buku itu akan dikumpulkan. Dan rasa sesuatu yang mengganjal timbul karena akan meniggalkan orang tua dan tinggal di rumah orang. Dari

Bandung pikiranku sudah mengkhayal bagaimana nanti aku tinggal di sana dan dengan siapa orang tuaku, apakah baik atau tidak? Pertanyaan itu terus bergema dlam pikiranku terus. Selama di bus aku hanya duduk diam, karena saat berangkat kondisiku sangat tidak fit. Setelah malam tiba, kami menuju daerah Jawa Tengah dengan jalan yang berkelok-kelok. Kepalaku mulai pusing tidak keruan, udara dalam bus pun sangat dingin sekali walaupun AC sudah dimatikan. Aku masuk angin lalu muntah. Jalan pun masih berkelok-kelok aku tahan sekuat mungkin agar tidak muntah tapi aku muntah terus. Kurang lebih sekitar 5 kali aku memuntahkan makanan yang tadi sore aku makan. Badanku langsung berubah menjadi tidak enak, my body is not delicious!. Saat berhenti di pemberhentian aku keluar dari bus dan duduk di luar untuk menghirup udara segarnya. Temanku Cindy duduk disebelahku sewaktu di bus, ternyata juga merasakan hal yang sama, mual. Ketika turun dia langsung muntah dalam kresek. Setelah itu kami berhenti lagi di tempat makan. Aku

sudah tidak bernafsu lagi untuk makan malam itu. Temantemanku membawakan teh panas. Teman-temanku juga menyuruh aku untuk makan nasi supaya masuk anginku tidak tambah parah. Karena aku muntah terus dalam bus, maag ku kambuuh. Aku minta tolong untuk dipanggilkan guru untuk minta obat maag. Di situ aku hanya bisa diam menahan rasa sakitku. Tiba-tiba Bu Aan, guru akuntansiku datang melihatku dengan wajah pucat. Lalu beliau menawarkan untuk digosokkan minyak angin ke badanku. Sungguh aku tidak menyangka bahwa ada guru yang baik dan sepeduli dia. Aku kira dia adalah guru yang cuek pada muridnya. Lumayan enakkan lalu aku naik bus dan tidur sampai besok pagi. Besok paginya aku bangun dan ternyata sudah sampai di Boro tepatnya di gerejanya. Kami disuruh membasuh badan. Setelah kami membersihkan badan, kami diberi makanan sarapan yang dibuat oleh ibu-ibu lingkungan itu. Sungguh baiknya mereka mau repot-repot membuatkan makanan bagi kami. Aku makan dengan lahap karena

kemarin malamnya aku tidak makan terlalu banyak. Setelah kami sarapan dilanjutkan dengan acara misa di gereja terdekat bersama warga lainnya. Aku, Lena, Clarissha, Melli, Cindy, Ria duduk berdekatan. Saat aku duduk di depan matahari mulai naik, jadi rasanya panas juga ngantuk karena kami semua kecapekan tidak sengaja kami tertidur sambil menunduk. Ada satu perhatianku yang tertuju saat aku mengantuk. Ada seorang laki-laki yang lumayan manis memandangiku. Aku tersenyum melihatnya lalu dia langsung memalingkan muka. Dia bolak-balik memalingkan muka padaku tapi saat aku melihatnya balik dia langsung berpaling lagi tidak melihatku. Aku bicara pada teman sebelahku eh, itu cowok ngeliatin mulu kea rah gwa..haahaha mukaku sambil mesem-mesem. Aku berkata lagi pada Lena len liat deh tuh orang ngeliatin gw mulu.. dia malah membalasefek kepanasan ya? aku langsung diam. Lalu aku terus berkata seperti itu kepada temantemanku sampai salah satu dari mereka berkata yaaa ampuuun vincaaa!! Jangan mule deh gilanya keluaar..tuh anak dah punya cewek yang duduk disebelahnya itu! aku

membalas itu kan mungkin cuma temannya dia ajah. Gapapalah ada cowok selama gw seminggu di sini.. :P kami tertawa bersama. Setelah misa selesai kami diberi makan nasi box sebagai makan siang. Kami makan bersama sambil bersenda gurau. Sambil foto-foto setelah selesai makan.

Pukul 12.00 kami disuruh membereskan koper dan barangbarang bawaan kami untuk diangkut ke rumah yang akan kami tinggali. Aku dan teman sekamarku Melli bersiap-siap, kami sudah tak sabar bertemu bapak-ibu kami. Setelah sampai kami disambut cukup ramah oleh bapak-ibuku di

sana. Setelah kami saling berkenalan dengan seluruh anggot keluarga, kami disuruh istirahat lalu mandi. Besok paginya aku dan melli bangun cukup pagi sekitar jam 04.30. Kami keluar kamar sekitar pukul 05.00. Saat pagi-pagi kami melihat ibu memasak untuk sarapan, Sri (adikku di sana) yang sedang duduk bengong, simbah dan bapak yang belum bangun. Aku membantu ibu menyiapkan makanan di meja makan. Sekitar jam 06.00 kami mandi, ternyata Sri harusnya sudah mandi karena sekolahnya jauh jadi ia berangkat sekolah pag-pagi sekali. Karena kamar mandi dipakai Sri jadi mandi di luar. Aku jadi merasa tidak enak pada Sri harus mandi di luar. 1 kesalahan yang telah aku buat di hari pertama. Siangnya jam 12.30 Sri sudah pulang sampai rumaah.

Beri Nilai