Anda di halaman 1dari 3

Kista periapikal

Kista periapikal atau kista apical periodontal merupakan kista yang paling sering ditemukan.
Terbentuk dari iritasi kronis gigi yang sudah tidak vital. Kista tumbuh dari epitel rest of Malasse:
yang mengalami proliIerasi oleh karena respon terhadap proses radang yang terpicu oleh karena
inIeksi bakteri pada pulpa yang nekrosis. Dapat terjadi di ujung gigi manapun, dan dapat terjadi
pada semua umur. Ukurannya berkisar antara 0.5-2 cm, tapi bisa juga lebih. Bila kista mencapai
ukuran diameter yang besar, ia dapat menyebabkan wajah menjadi tidak simetri karena adanya
benjolan dan bahkan dapat menyebabkan parestesi karena tertekannya syaraI oleh kista
tersebut.
%anda dan gejala
Kista ini tidak menimbulkan keluhan atau rasa sakit, kecuali kista yang terinIeksi. Pada
pemeriksaanradiograIis, kista periapikal memperlihatkan gambaran seperti dental granuloma yaitu
lesi radiolusen berbatas jelas di sekitar apeks gigi yang bersangkutan.
Gambaran radiograIisnya khas. Kista memiliki dinding epitel gepeng berlapis berkeratin dan
berisi cairan kental, berbentuk bundar atau oval yang besarnya bervariasi.
Lamina dura menghilang. Membran periodontal menghilang. Oleh karena cairan yang bertambah
banyak maka kista akan bertambah besar dan menekan ke segala arah sehingga radiograIisnya
berbentuk bulat atau oval, berbatas garis putih yang JELAS dan TEGAS, dindingnya halus dan
teratur sehingga dapat dibedakan dengan daerah sekitarnya yang normal. Lokasinya bisa satu
atau beberapa gigi sekaligus.

Perhatikan batas kista yang jelas, berupa garis putih. Hal inilah yang membedakan kista
periapikal dengan dental granuloma. Perbedaan mendasarnya adalah adanya epitel yang
membatasi rongga kista. Namun kadang kala batas ini tidak terlalu jelas sehingga diagnosa kista
sulit ditegakkan. Bila demikian perlu dilakukan pemeriksaan histologis.
Secara histopatologis kista ini ditandai dengan adanya suatu rongga yang dilapisi epitel yang
tidak mengalami keratinisasi squamosa dengan ketebalan yang bervariasi. Pada kista periapikal
dapat dilihat adanya proses peradangan dengan ditemukannya banyak netroIil di dinding kista
tersebut. Pada dinding kista juga terjadi kerusakan karena proses peradangan.
Dinding rongga kista radikuler atau periapikal merupakan lapisan epitel Non-keretini:ing
stratified squamous dengan ketebalan yang bervariasi. Dinding epithelium tersebut dapat sangat
proliIeratiI dan memperlihatkan susunan plexiIorm. Sel-sel mucus juga ditemukan dilokasi ini,
meskipun jarang. Sebagai jenis kista yang terjadi karena proses radang, maka dinding epithelium
dapat mengandung banyak sel radang, yaitu sel plasma dan limphosit. Rousel body atau Round
eusinofilic globulae banyak ditemukan di dalam atau luar sel plasma sehingga terjadi
peningkatan sintesis immunoglobulin. Keberadan immunoglobulin ini dapat diyakinkan dengan
pemeriksaan pewarnaan menggunakan imunoIluoresens.



Pemeriksaan
Pemeriksaan kista radikuler dapat dilakukan dengan cara biopsy yang meliputi:
1. Aspirasi jarum halus (Fine Needle Aspiration Biopsy / FNAB):
O Menggunakan jarum diameter 1mm mengambil contoh cairan dari kista,
kemudian dibuat hapusan (smear)
2. Eksisi:
O digunakan untuk pengambilan lesi kecil yang secara klinis merupakan lesi yang
jinak ( 1cm), baik lesi superIisial maupun lesi proIunda, lunak atau keras.
3. Insisi:
O pemeriksaan ini bila lesi ini berukuran besar atau potensial ganas (nantinya
memerlukan eksisi yang luas) atau untuk menghindari strukstur penting di
sekitarnya, misalnya arteri atau saraI.
O Biopsy insisional biasanya dipilih untuk lesi yang besar dan terletak di dalam
tulang, baik lesi kistik maupun solid, untuk menentukan siIatnya, sehingga dapat
digunakan untuk merencanakan tindakan rehabilitatiI.
4. Aspirasi:
O suatu pendekatan untuk Iluktuan di dalam lesi jaringan lunak baik superIicial atau
proIunda. Lesi sentral pada tulang diaspirasi dahulu sebelum diambil, karena
dikhawatirkan akan terjadi perdarahan yang disebabkan oleh adanya hemangioma
Gambar kiri, pembesaran lemah. Panah 1 menunjukkan hemorrhage pada dinding kista. Panah 2
menunjukkan pembuluh darah pada jaringan ikat. Gambar sebelah kanan gambar pada kista
yang sama dengan pembesaran kuat. Menunjukkan lapisan epitel gepeng berlapis dinding kista
dan lapisan jaringan ikat dibawahnya
sentral atau anomaly vaskuler. Aspirasi kurang bermanIaat untuk diagnosi lesi
yang solid.
Sumber:
CrawIord WH. 2008. ral and Maxillofacial Pathology in Teeth and Jaws. Dental Caries,
Inflammatory Pulp, and Inflammatory Periapical Conditions. PdI
http://www.dent.ucla.edu/pic/visitors/cysts/page1.html, diakses 22 oktober 2011