Anda di halaman 1dari 21

KEPERAWATAN GAWAT DARURAT KERACUNAN

Disusun Oleh : Kelompok 3

Latar Belakang
Kasus keracunan telah merupakan masalah masyarakat modern dan kejadiannya terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga sering disebut sebagai epidemic modern. Keracunan adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan fungsi organ tubuh karena kontak dengan bahan kimia. Berdasarkan gejala klinis yang timbul, keracunan dibedakan atas keracunan akut, keracunan subklinis dan keracunan samar, yang secara proporsional digambarkan sebagai pyramid dengan keracunan akut (KA) sebagai puncaknya.

Pengertian
Keracunan adalah masuknya suatu zat ke dalam tubuh kita yang dapat mengganggu kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian, dapat berupa gas, cairan, atau benda padat yang merusak badan bila masuk ke dalam tubuh. Racun dapat masuk ke dalam tubuh melalui minuman atau makanan yang beracun, hidung yang menghisap gas yang beracun atau cairan yang mudah menguap, misalnya : bensin, minyak tanah terpentin, dan sebagainya, serta sentuhan dengan kulit, misalnya insektisida yang dipakai dalam pertanian mauun dalam kesehatan

Penyebab
Adapun zat yang dapat menimbulkan keracunan dapat berbentuk: 1.Padat, misalnya obat-obatan atau makanan 2.Gas, misalnya Co, H2S, dll. 3.Cair, misalnya alkohol, bensin, minyak tanah, dll.

Seseorang dapat mengalami keracunan dengan cara: 1.Tertelan melalui mulut, misalnya keracunan makanan, minuman, dll. 2.Terhisap melalui hidung, misalnya keracunan gas CO. 3.Terserap melalui kulit atau mata, misalnya keracunan zat kimia. 4.Suntikan , misalnya gigitan binatang atau alat suntik (narkoba).

Tanda dan Gejala


Sangatlah sulit membedakan jenis racun yang masuk ke dalam badan melalui gejala yang timbul. Cara-cara masuk ke dalam tubuh dari jenis racun akan menentukan gejala-gejala yang timbul dan cara-cara yang berlainan untuk penanggulangannya. Seseorang dapat dicurigai mengalami keracunan bila: 1. Seseorang yang sehat mendadak sakit 2. Gejalanya tak sesuai dengan suatu keadaan patologis tertentu 3. Gejala menjadi cepat karena dosis yang besar 4. Anamnestik menunjukkan kearah keracunan, terutama pada kasus bunuh diri atau kecelakaan. Pada penderita yang dicurigai kasus pembunuhan atau bunuh diri perhatikan bendabenda sekitar penderita dan simpan semua zat yang ada di tempat kejadian.

Lanjutan
5. Keracunan kronik dicurigai bila digunakan obat dalam
waktu lama atau lingkungan pekerjaan yang berhubungan dengan zat-zat kimia. 6. Perasaan sakit yang hebat terutama di daerah perut 7. Mual, muntah, dan dari mulut keluar busa 8. Gelisah, lemas, kejang-kejang, dan akhirnya tidak sadar

Jenis Keracunan
1. Keracunan Makanan a. Keracunan Botulinum b. Keracunan makanan laut c. Keracunan jengkol d. Keracunan jamur e. Keracunan singkong f. Keracunan tempe bongkrek g. Keracunan makanan basi

2. Keracunan zat-zat kimia dan obat-obatan


a. Keracunan alkohol ex : Etil alkohol (wiski berkadar 40%), alkohol pekat (95% dan 75%), metil alkohol (spiritus). b. Keracunan acetosal ex : Aspirin, naspro c. Keracunan arsenicum ex :Racun tikus (warangan), insektisida, pengawet kayu, dll. d. Keracunan senyawa hidrokarbon ex : Bensin, minyak tanah, baygon, deterjen, terpentin, e. Keracunan Gas ex : Keracunan monoksida, Keracunan H2S

Penanganan Keracunan Akut


1. 2. 3.
4. 5. Tujuan penanganan keracunan yaitu : Mengusahakan agar racunnya menjadi encer Menetralkan racun secepat mungkin Mengeluarkan isi lambung dengan emetik atau kumbah lambung (tetapi keracunan asam dan basa kuat tidak boleh dimuntahkan atau lavase lambung. Menjaga agar pernapasan tetap teratur Menjaga agar fungsi vital badan dapat terus berlangsung Mendapat pertolongan dari tenaga ahli medis secepatnya

6.

Lanjutan
Tindakan-tindakan pokok yang penting ialah: 1. Cari racun yang telah mengenainya, misalnya dari botol bekasnya atau sisa yang masih ada. Pertolongan selanjutnya akan tergantung pada jenis racun yang mengenai. 2. Bersihkan saluran napas penderita dari kotoran, lender, atau muntahan. 3. Jangan memberikan pernapasan buatan dengan cara mulut ke mulut. Apabila pernapasan buatan diperlukan, berikan dengan cara lainnya 4. Apabila racun tidak dapat dikenali, sementara berikan norit (atau larutan arang batok kelapa di dalam air), putih telur, susu, dan air sebanyak-banyaknya untuk melunakkan racun.

Lanjutan
5. Racun yang ditelan Beberapa racun dapat merangsang muntah, tetapi apabila tidak disertai muntah, rangsanglah dengan cara menekan tenggorokannya dengan jari melalui mulut. Pada anak-anak, hanya dengan memberinya minum air atau susu sebanyak mungkin, muntah akan keluar dengan sendirinya. 6. Racun yang terhisap melalui pernapasan Singkirkan penderita dari tempat kecelakaan, ke tempat udara yang lebih segar.

Lanjutan
7. Racun yang disuntikkan Segera pasang torniket di sebelah atas dari tempat suntikan. Atau dapat pula dengan jalan menyedot racun dari tempat suntikan dengan mempergunakan alat penyedot. 8. Racun yang masuk melalui kulit Kulit yang terkena racun diguyur dengan air mengalir. Demikian pula pakaian yang dipakainya. Sewaktu mengguyur kulit yang terkena, pakaian harus dilepas terlebiih dahulu.

Penanganan Umum
Dilakukan sesegera mungkin apapun penyebab keracunan tersebut. A. Tindakan ABCDE 1. A = Airway (Jalan Napas) Bebaskan jalan napas dari sumbatan bahan muntahan, lender, gigi palsu, dll. Bila perlu dengan perubahan posisi dan oropharyngeal airway dan alat penghisap lender. 2.B = Breathing (Pernapasan) Jaga agar pasien dapat bernapas dengan baik. Apabila perlu berikan bantuan dengan alat respirator. 3.C = Circulation (Peredaran Darah) Tekanan darah dan nadi dipertahankan dalam batas normal. Berikan infus cairan dengan normal salin, dekstrosa atau Ringer Laktat.

Lanjutan
4.D = Decontamination (Pembersihan) Guna mengurangi absorpsi bahan racun dilakukan pembersihan racun (decontamination) tergantung cara masuk bahan racun Bahan racun yang tertelan atau melalui saluran cerna dapat dilakukan pengosongan lambung dan usus dengan: 1. Emesis 2. Kumbah Lambung 3. Katarsis (urus-urus)

Lanjutan
5. E = Elimination (Eliminasi) Eliminasi adalah melakukan pembersihan racun dimana diperkirakan racun telah beredar dalam darah, dengan cara diuresis paksa, hemodialisis, hemoperfusi.
a. b. Diuresis paksa Dialisis

B. Pemberian Antidot Antidot (bahan penawar) berguna untuk melawan efek racun yang telah masuk pada organ target.

Lanjutan
C. Tindakan Suportif Guna mempertahankan fungsi vital, perlu perawatan menyeluruh, termasuk perawatan temperature, koreksi keseimbangan asam basa atau elektrolit, pengobatan infeksi dan lain-lain. D. Penilaian Klinis Beberapa keadaan klinis yang perlu mendapat perhatian karena dapat mengancam nyawa ialah: 1. Koma 2. Kejang 3. Henti jantung 4. Henti napas 5. Syok

Lanjutan
E. Anamnesis Beberapa pegangan anamnesis yang penting dalam upaya mengatasi keracunan ialah: 1. Kumpulkan informasi selengkapnya tentang seluruh obat ynag digunakan termasuk obat yang sering dipakai. 2. Kumpulkan informasi dari anggota keluarga, teman, dan petugas tentang obat yang digunakan. 3. Tanyakan dan simpan (untuk pemeriksaan toksikologis) sisa obat, muntahan yang masih ada. 4. Tanyakan riwayat alergi obat atau riwayat syok anafilaksis.

Lanjutan
F. Pemeriksaan Fisis Lakukan pemeriksaan fisis untuk menemukan tanda atau kelainan fungsi otonom (sindrom otonom) yaitu pemeriksaan tekanan darah, nadi, ukuran pupil, keringat, air liur, dan aktivitas peristaltic usus. G.Dekontaminasi Umumnya zat atau bahan kimia tertentu dapat dengan cepat diserap melalui kulit sehingga dekontaminasi permukaan sangat diperlukan, sedang dekontaminasi saluran cerna ditunjukan agar bahan yang tertelan akan sedikit diabsorbsi.

Penanganan Khusus
Prinsip penanganan keracunan akut adalah tindakan sedini mungkin mengeluarkan bahan racun tersebut sebelum masuk ke dalam tubuh dan menuju ke organ target. Setelah kita memberikan tindakan darurat secara umum yaitu tindakan ABC (memberikan penanganan airway, breathing dan circulation), kita lakukan dekontaminasi yaitu membersihkan tubuh dari bahan racun apabila bahan tersebut di absorpsi tubuuh.

Lanjutan

1. Pelawan keracunan asam keras

Beberapa zat/obat yang dapat dipergunakan untuk menolong keracunan, yaitu :


Ex : Larutan encer soda kue dalam air, 100 gram kapur tulis dalam air Ex : Cuka dapur sebanyak 100-200 cc, Air jeruk, 100200 cc, Larutan encer (0,5%) asam klorida (HCl), 100-200 cc. Ex : Putih telur, 60-100 cc, Susu, Larutan tepung kanji atau beras.

2. Pelawan keracunan basa keras

3. Obat-obat pelunak racun

Lanjutan
4. Zat-zat perangsang muntah
Garam dapur, 1-2 sendok makan dalam segelas air. Mustard, 1-2 sendok makan dalam segelas air.

5. Cara yang termudah dan termurah ialah menekan tenggorokan penderita dengan jari kita.