Anda di halaman 1dari 21

Sylvlu Furmusyu Adhu

220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I

Masyarakat di RW 14 Kel. Y terdiri dari 525 jiwa penduduk yang terdiri


dari 250 orang laki-lakidan 275 orang perempuan. Berdasarkan jumlah penduduk
tersebut 58 (303 orang) termasuk pada usia produktiI (15-49 tahun), bayi dan
balita 15 , usia 6-14 tahun 12 , dan usia lansia 15 .Crude Birth Rate (CBR)
1,7 , Crude Death Rate (CDR) 1,3 pada pertengahan tahun berjalan. 48
penduduk termasuk pada kategori keluarga miskin. Tingkat pendidikan penduduk
usia produktiI: 14 tidak sekolah sama sekali, 50 tamat SD, 22 tamat SMP,
10 tamat SMA dan sisanya tamat perguruan tinggi. Mata pencaharian penduduk
sebagai buruh tani 50, wiraswasta 20, PNS 10, tidak bekerja 20. Sebagian
besar penduduk (90 ) memiliki rumah semi permanen, dan 9 rumah tidak
permanen. 57 menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih dan juga
untuk mandi, cuci, dan kakus.
Berdasarkan hasil pendataan, 20 menderita ISPA, 15 diare, 10
hipertensi, dan 2mengalami kelumpuhan akibat rematik. Sebanyak 60
penderita hipertensi memiliki riwayat keluarga yang menderita hipertensi.
Masyarakat sudah sepakat untuk mengadakan kegiatan jum`at bersih setiap
minggunya untuk menjaga kebersihan. Untuk mengatasi masalah hipertensi pada
lansia dilaksanakan kegiatan pemeriksaan tekanan darah secara rutin setiap bulan
oleh tenaga kesehatan. Untuk masyarakat yang telah mengalami kelumpuhan
akibat rematik, petugas kesehatan melakukan latihan gerak pasiI di rumah secara
teratur.

STATISTIK VITAL
Pengukuran Angka Kesakitan dan Kematian
Ada beberapa cara pengukuran yang akan ditemukan disini diantarannya :
Angka Kesakitan (Morbiditas)
1) Insiden adalah gambaran tentang Irekuensi penderita baru suatu penyakit
yang ditemukan pada suatu waktu tertentu di sekelompok manusia
A.Angka insiden adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang
ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu (umumnya satu tahun)
dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 2

baru tersebut pada pertengahan tahun jangka waktu yang bersangkutan


dalam persen atau permil.
Rumus :
Angka insiden : Jumlah penderita x 100 (1000) X 100 (1000)
Jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersenut dalam
pertengahan tahun.
B. Angka Serangan adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang
ditemukan pada suatu saat dibandingkan dengan jumlah penduduk yang
mungkin terkena penyakit tersebut pada saat yang sama dalam persen
atau permil.
Rumus :
Angka serangan : Jumlah penderita baru pada satu saat X 100 (1000)
Jumlah penduduk yang mungkin terkena
penyakit tersebut pada saat itu.
C. Angka Serangan Sekunder adalah jumlah penderita baru suatu penyakit
yang terjangkit pada serangan kedua dibandingkan dengan jumlah
penduduk dikurangi yang telah pernah terkena pada serangan pertaa
dalam persen atau permil.
Rumus :
Angka serangan sekunder : Jumlah penderita baru pada serangan kedua X 100
Jumlah penduduk-penduduk yang terkena
serangan pertama.
2) Prevalensi
Prevalensi adalah gambaran tentang Irekuensi penderita lama dan baru
yang ditemukan pada waktu jangka tertentu disekelompok masyarakat
tertentu.
A.Angka prevalensi periode adalah jumlah penderita lama dan baru suatu
penyakit yang ditemukan pada suatu waktu jangka tertentu dibagi
dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka waktu yang
bersangkutan dalam persen atau permil.
Rumus :
Angka prevalensi periode : Jumlah penderita lama dan baru X 100 (1000)
Jumlah penduduk pertengahan

Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 3

ANGKA KEMATIAN (MORTALITY)


Angka Kematian Kasar CDR (Crude Death Rate)j
Angka kematian kasar adalah jumlah semua kematian yang
ditemukan pada satu jangka waktu (satu tahun) dibandingkan dengan
jumlah penduduk pada pertenganahan waktu yang bersangkutan dalam
persen atau permil.
Rumus :
AKK : Jumlah seluru kematian X 100 (1000)
Jumlah penduduk pertengahan
2 Angka Kematian Bayi IMR 31a3t Mortality Rate)j
Angka kematian bayi adalah jumlah seluruh kematian bayi (umur
di bawah 1 tahun)pada suatu jangka waktu (satu tahun) dibagi dengan
jumlah seluruh kelahiran hidup dalam persen atau permil.
Rumus :
AKB : Jumlah seluru kematian bayi X 100 (1000)
Jumlah kelahiran hidup
Angka Kematian Penyebab Khusus
Angka kematian penyebab khusus adalah jumlah seluruh kematian
karena suatu penyebab dalam satu jangka waktu tertentu di bagi dengan
jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebut dalam persen
atau permil.
Rumus :
AKPK : Jumlah seluruh kematian karena penyakit tertentu X 100 (1000)
Jumlah penduduk yang mungkin terkena
penyakit tertentu pada pertengahan tahun.

Angka Kasus Fatal
Angka kasus Iatal adalah jumlah seluruh kematian karena suatu
penyebab dalam jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah seluruh
penderita pada waktu yang sama dalam persen atau permil.
Rumus :
AKF : Jumlah seluruh kematian karena penyakit tertentu X 100 (1000)
Jumlah seluruh penderita penyakit tertentu.
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 4

Angka Kematian Neonatal (NMR (eo3atal Mortality Rate))


Jumlah angka kematian bayi usia dibawah 28 hari pada jangka
waktu (satu) tahun di bagi jumlah kelahiran hidup pada jangka waktu
tahun yang sama dalam persen atau permil.
Rumus :
AKN : Jumlah kematian bayi usia di bawah 28 hari X 100 (1000)
Jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama
Angka Kematian Perinatal PMR(!eri3atal Mortality Rate)j
Jumlah kematian bayi 1 minggu dlam satu tahun dibagi dengan
jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama dalam persen atau permil.
Rumus :
AKP : Jumlah kematian bayi usia 1 minggu per tahun X 100 (1000)
Jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama
7 Angka Kematian Ibu MMR(2ater3al Mortality Rate)j
Jumlah kematian ibu karena kehamilan,persalinan,dan niIas dalam
satu tahun dibagi dengan jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama
dengan persen atau permil.
Rumus :
AKI : Jumlah kematian ibu karena kehamilan,niIas X 100 (1000)
Jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama.
Angka Morbiditas
Rumus :
Angka Morbiditas:Jumlah penderita yang di catat selama 1 tahun X 100 (1000
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang sama.

(Budiarto, Eko 2002)

ANGKA KESUBURAN (FERTILITY RATE)
Angka Kelahiran Kasar CDR (Crude Birth Rate)j
Rumus : Jumlah kelahiran hidup per tahun X 100 (1000)
Jumlah Penduduk pertengahan tahun
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 5

2 Angka Fertilasi menurut golongan Umur ASFR ( e Speci1ic


Fertility Rate)j:
Rumus :
Jumlah lahir hidup oleh ibu golongan umur
Tertentu yang dicatat selama 1 tahun X 1000
Jumlah Penduduk wanita golongan umur tertentu
pada pertengahan tahun yang sama

Angka Fertilitas Total TFR(%otal Fertility)j
Rumus : Jumlah angka Iertilitas menurut golongan X kostanta

TEORI HENDRIK L BLUM (1974) menyatakan bahwa status kesehatan
seseorang dipengaruhi oleh 4 Iaktor yaitu:
1) Faktor genetik atau keturunan
Merupakan Iaktor yang sulit untuk diintervensi karena bersiIat bawaan dari
orang tua. Penyakit atau kelainan-kelainan tertentu seperti diabetes melitus,
buta warna, albino, atau yang lainnya, bisa diturunkan dari orang tua ke anak-
anaknya atau dari generasi ke generasi.
2) Faktor pelayanan kesehatan
ebih terkait dengan kinerja pemerintah yang sedang berkuasa. Kesungguhan
dan keseriusan pemerintah dalam mengelola pelayanan kesehatan menjadi
penentu suksesnya Iaktor ini. Kader desa, puskesmas dan posyandu menjadi
ujung tombak dalam peningkatan status kesehatan masyarakat.
) Faktor lingkungan
Faktor ini menempati urutan ke-3 dalam indikator kunci status kesehatan
masyarakat. Ketinggian, kelembaban, curah hujan, kondisi sawah maupun
tumbuhan memainkan peranan disini. Tetapi bagaimanapun juga, kondisi
lingkungan dapat dimodiIikasi dan dapat diperkirakan dampak atau akses
buruknya sehingga dapat dicarikan solusi ataupun kondisi yang paling
optimal bagi kesehatan manusia.
) Faktor Perilaku
Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau
aktivitas organisme yang bersangkutan. Perilaku manusia pada hakikatnya
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 6

adalah suatu aktivitas pada manusia itu sendiri. Perilaku adalah apa yang
dikerjakan oleh organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung atau
tidak langsung (Notoatmodjo, 1997).
(Notoatmodjo, S. 1997. 2u Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.)

TINGKAT PENCEGAHAN
O Pencegahan primer: promosi kesehatan (health promotion) dan perlindungan
khusus (speciIic protection).
O Pencegahan sekunder: diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis
and prompt treatment), pembatasan cacat (disability limitation)
O Pencegahan tersier: rehabilitasi.
1 Pencegahan primer, dilakukan pada masa individu belum menderita sakit,
upaya yang dilakukan ialah:
a) Promosi kesehatan/health promotion yang ditujukan untuk meningkatkan
daya tahan tubuh terhadap masalah kesehatan.
b) Perlindungan khusus (speciIic protection): upaya spesiIik untuk mencegah
terjadinya penularan penyakit tertentu, misalnya melakukan imunisasi,
peningkatan ketrampilan remaja untuk mencegah ajakan menggunakan
narkotik dan untuk menanggulangi stress dan lain-lain.
2. Pencegahan sekunder , dilakukan pada masa individu mulai sakit
a) Diagnosa dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt
treatment), tujuan utama dari tindakan ini ialah:
1) mencegah penyebaran penyakit bila penyakit ini merupakan penyakit
menular, dan
2) untuk mengobati dan menghentikan proses penyakit, menyembuhkan
orang sakit dan mencegah terjadinya komplikasi dan cacat.
b) Pembatasan cacat (disability limitation) pada tahap ini cacat yang terjadi
diatasi, terutama untuk mencegah penyakit menjadi berkelanjutan hingga
mengakibatkan terjadinya cacat yang lebih buruk lagi.
Pencegahan tersier
Rehabilitasi,
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 7

pada proses ini diusahakan agar cacat yang di derita tidak menjadi hambatan
sehingga individu yang menderita dapat berIungsi optimal secara Iisik, mental
dan sosial.
proses perjalanan penyakit dibedakan atas:
a) Iase sebelum orang sakit: yang ditandai dengan adanya keseimbangan
antara agen (kuman penyakit, bahan berbahaya), host/tubuh orang dan
lingkungan dan
b) Iase orang mulai sakit: yang akhirnya sembuh atau mati.
Promosi kesehatan dilakukan melalui intervensi pada host/tubuh orang
misalnya makan makanan bergizi seimbang, berperilaku sehat, meningkatkan
kualitas lingkungan untuk mencegah terjadinya penyakit misalnya menghilangkan
tempat berkembang biaknya kuman penyakit, mengurangi dan mencegah polusi
udara, menghilangkan tempat berkembang biaknya vektor penyakit misalnya
genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes, atau
terhadap agent penyakit seperti misalnya dengan memberikan antibiotika untuk
membunuh kuman.
Perlindungan khusus dilakukan melalui tindakan tertentu misalnya imunisasi
atau proteksi pada bahan industri berbahaya dan bising . Melakukan kegiatan
kumur-kumur dengan larutan Ilour untuk mencegah terjadinya karies pada gigi.
Sedangkan terhadap kuman penyakit misalnya mencuci tangan dengan larutan
antiseptik sebelum operasi untuk mencegah inIeksi, mencuci tangan dengan sabun
sebelum makan untuk mencegah penyakit diare.
Diagnosa dini dilakukan melalui proses skrining seperti misalnya skrining
kanker payudara, kanker rahim, adanya penyakit-penyakit tertentu pada masa
kehamilan, sehingga pengobatan dapat dilakukan saat dini dan akibat buruknya
dapat dicegah. Kadang-kadang batas dari ketiga tahap pencegahan itu tidak jelas
sehingga ada kegiatan yang tumpang tindih dapat digolongkan pada perlindungan
khusus akan tetapi juga dapat digolongkan pada diagnosa dini dan pengobatan
segera misalnya pengobatan lesi prekanker pada rahim dapat termasuk pengobatan
dini dapat juga perlindungan khusus.
Selain upaya pencegahan primer, sekunder dan tersier yang dikalangan
kesehatan dokter, perawat dan praktisi kesehatan masyarakat dikenal sebagai lima
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 8

tingkat pencegahan, juga dikenal empat tahapan kegiatan untuk mengatasi


masalah kesehatan masyarakat, empat tahapan itu (Rossenberg, Mercy and
Annest, 1998) ialah:
O Apa masalahnya (surveillance).
IdentiIikasi masalah, apa masalahnya, kapan terjadinya, dimana, siapa
penderitanya, bagaimana terjadinya, kapan hal itu terjadi apakah ada
kaitannya dengan musim atau periode tertentu.
O Mengapa hal itu terjadi (IdentiIikasi Iaktor resiko).
Mengapa hal itu lebih mudah terjadi pada orang tertentu, Iaktor apa yang
meningkatkan kejadian (Iaktor resiko) dan Iaktor apa yang menurunkan
kejadian (Iaktor protektiI).
O Apa yang berhasil dilakukan (evaluasi intervensi). Atas dasar kedua
langkah terdahulu, dapat di rancang upaya yang perlu dilakukan untuk
mencegah terjadinya masalah, menanggulangi dengan segera penderita
dan melakukan upaya penyembuhan dan pendampingan untuk menolong
korban dan menilai keberhasilan tindakan itu dalam mencegah dan
menanggulangi masalah.
O Bagaimana memperluas intervensi yang eIektiI itu (implementasi dalam
skala besar). Setelah diketahui intervensi yang eIektiI, tindakan
selanjutnya bagaimana melaksanakan intervensi itu di pelbagai tempat dan
setting dan mengembangkan sumber daya untuk melaksanakannya.

5 Level of Prevention
1. ealth Promotion
O ealth education
O Peningkatan gizi
O Pengawasan pertumbuhan anak
O Perumahan sehat
O iburan/rekreasi
O Nasehat perkawinan
O Pendidikan sex
2. SpeciIic Protection
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 9

O Imunisasi
O igiene perorangan & sanitasi lingkungan
O Perlindungan thd kecelakaan
O Perlindungan kerja
O Perlindungan thd karsinogen
O Perlindungan thd allergen
3. Early Diagnosis & Prompt Treatment
O Pencarian kasus
O Survei individu/massal
O Survei screening
O Menyembuhkan & mencegah berlanjutnya proses penyakit
O Mencegah penyebaran penyakit menular
O Mencegah komplikasi
4. Disability imitation
O Perawatan yang baik & tepat
O Mencegah komplikasi lebih lanjut
O Perbaikan Iasilitas utk mengatasi cacat & mencegah kematian
5. Rehabilitation
O ealth education
O Fasilitas utk melatih kembali kemampuan yg masih tersisa
O MemanIaatkan org cacat dlm pekerjaan
O Perkampungan rehabilitasi

Determinant of Health:
Faktor penentu kesehatan meliputi:
O lingkungan sosial dan ekonomi,
O lingkungan Iisik dan
O karakteristik individu dari orang dan perilaku.
Konteks kehidupan menentukan kesehatan Anda, dan menyalahkan orang
untuk kesehatan yang buruk atau kredit mereka untuk kesehatan yang baik adalah
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I0

tidak tepat. Individu tampaknya tidak akan mampu untuk mengendalikan secara
langsung banyak Iaktor penentu kesehatan.
Faktor-Iaktor ini, atau hal-hal yang membuat orang sehat atau tidak - termasuk
Iaktor di atas dan banyak lainnya:
O Pendapatan dan status sosial, berpenghasilan lebih tinggi dan status
sosial yang terkait dengan peningkatan kesehatan. Semakin besar
kesenjangan antara orang terkaya dan termiskin, semakin besar perbedaan
dalam kesehatan.
O Pendidikan, tingkat pendidikan yang rendah berkaitan dengan kesehatan
yang buruk, stres lebih dan kurang percaya pada dirinya sendiri.
O Lingkungan fisik, air bersih dan udara bersih, tempat kerja sehat, rumah
aman, masyarakat dan jalan berkontribusi pada kesehatan yang baik.
O Kerja dan kondisi kerja, karyawan yang sehat, terutama mereka yang
memiliki kontrol lebih besar atas kondisi kerja mereka Sosial jaringan
pendukung, peningkatan dukungan dari keluarga, teman dan komunitas
terkait dengan peningkatan kesehatan. Budaya - adat dan tradisi dan
kepercayaan keluarga dan masyarakat mempengaruhi kesehatan
O Genetika, warisan memainkan peran dalam menentukan hidup,
keselamatan dan kemungkinan mengembangkan penyakit tertentu. Pribadi
perilaku dan keterampilan bertahan hidup - makan seimbang, tetap aktiI,
minum, merokok, dan bagaimana kita memperlakukan kendala hidup dan
tantangan semua mempengaruhi kesehatan.
O Pelayanan kesehatan, mengakses dan menggunakan layanan yang
mencegah dan mengobati penyakit
O pengaruh gender kesehatan, pria dan wanita menderita berbagai jenis
penyakit pada usia yang berbeda.
(http://www.who.int/hia/evidence/doh/en/index.html)

Syarat Air Bersih
1) Syarat Iisik, antara lain:
Air harus bersih dan tidak keruh
Tidak berwarna apapun
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| II

Tidak berasa apapun


Tidak berbau apaun
Suhu antara 10-25 C (sejuk)
Tidak meninggalkan endapan
2)Syarat kimiawi, antara lain:
Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
Cukup yodium
p air antara 6,5 9,2
3) Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan
bakteri patogen penyebab penyakit.
Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh
masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan
kualitas, yaitu:
a. Aman dan higienis.
b. Baik dan layak minum.
c. Tersedia dalam jumlah yang cukup.
d. arganya relatiI murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat
(http://www.kamusilmiah.com/kesehatan/seperti-apa-standar-air-bersih/)
SYARAT-SYARAT RUMAH YANG SEHAT :
Bahan bangunan
O antai : syarat yang penting di sini adalah tidak berdebu saat musim kemarau
dan tidak basah pada saat musim hujan. antai yang basah dan berdebu
menimbulkan sarang penyakit.
O Dinding : tembok sebenarnya kurang cocok untuk daerah tropis, lebih lagi
bila ventilasi tidak cukup. Dinding rumah di daerah tropis khususnya di
daerah pedesaan, lebih baik dinding atau papan, karena lubang-lubang pada
dinding atau papan tersebut dapat merupakan ventilasi, dan dapat menambah
penerangan alamiah.
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I2

O Atap genteng : atap genteng yang umum dipakai di daerah perkotaan maupun
di pedesaan. Di samping atap genteng adalah cocok untuk daerah tropis, juga
dapat terjangkau oleh masyarakat.
Ventilasi
O Ventilasi alamiah : dimana aliran udara dalam ruang tersebut terjadi secara
alamiah melalui jendela, pintu, lubang angin, dan sebagainya.
O Ventilasi buatan : dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk
mengalirkan udara tersebut, misalnya kipas angin dan mesin pengisap udara.
Cahaya
Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu
banyak.
O Cahaya alami : menggunakan sumber cahaya yang alami seperti sinar
matahari.
O Cahaya buatan : menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah seperti
lampu minyak tanah, listrik, dan sebagainya.
Luas bangunan rumah
uas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya,
artinya luaslantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah
penghuninya. uas bangunan yangoptimum adalah apabila dapat menyediakan 2,5
3 m2 untuk setiap orang.
Fasilitas-fasilitas dalam rumah sehat :
Penyedian air bersih yang cukup
Pembuangan tinja
Pengelolaan pembuangan kotoran manusia : arus diperoleh dengan baik,
maksudnya pembuangan kotoran harus di suatu tempat tertentu atau jamban yang
sehat.
Syarat jamban sehat :
Tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban tersebut.
Tidak mengotori air pemukaan dan tanah di sekitarnya.
Tidak menimbulkan bau.
Mudah digunakan dan dipelihara.
Tidak terjangkau oleh serangga, terutama lalat dan kecoa.
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I3

Sederhana desainnya.
Murah.
Dapat diterima oleh pemakainya.
Tipe-tipe jamban yang sesuai dengan tekhnologi pedesaan antara lain:
aamban cemplung, kakus (pit latrine)
Jamban cemplung ini sering kita jumpai di daerah pedesaan di Jawa.
Jamban cemplung tidak boleh terlalu dalam, sebab apabila terlalu dalam akan
mengotori air tanah di bawahnya.Dalamnya pit latine berkisar antara 1,5 3 meter
saja. Rumah kakus tersebut dapat dibuat daribambu, dinding bambu, dan atap
daun kelapa atau pun daun padi. Jarak dari sumber air minum sekurang-kurangnya
15 meter.
bamban cemplung berventilasi (VIP latrine)
Jamban cempung berventilasi hampir sama dengan jamban cemplung
namun bedanya lebihlengkap, yakni menggunakan ventilasi pipa. Di daerah
pedesaan pipa ventilasi ini dapat dibuat dengan bambu.
camban empang (fishpond latrine)
Jamban ini dibangun di atas empang ikan. Dalam sistem jamban empang
ini disebut daur ulang (recying), yakni tinja dapat langsung dimakan ikan, ikan
dimakan orang, dan selanjutnya orang mengeluarkan tinja yang dimakan,
demikian seterusnya.
damban pupuk (the compost privy)
Pada prisipnya jamban ini seperti kakus cemplung, hanya lebih dangkal
galiannya. Di samping itu jamban ini juga untuk membuang kotoran binatang dan
sampah, dan daun-daunan.
e Septic tank
Septic tank terdiri dari tangki sedimentasi yang kedap air, di mana tinja
dan air buangan masuk dan mengalami dekomposisi. Dalam tangki ini tinja akan
berada selama beberapa hari.

Pembuangan air limbah (air bekas)
Air limbah adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga,
industri, maupuntempat umum lainnya. Pada umumnya mengandung zat-zat yang
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I4

berbahaya bagi manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Pengolahan air


limbah dimaksudkan untuk melindungilingkungan hidup terhadap pencemaran air
limbah tersebut.

Pembuangan sampah
Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah
disini meliputipengumpulan, pengangkutan, sampai dengan pemusnahan atau
pengolahan sampah sedemikianrupa sehingga sampah tidak menjadi gangguan
kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.
(Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat 2u dan Seni. Jakarta :
Rineka Cipta)

ENIS PELAYANAN KESEHATAN
Pelayanan kesehatan dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Pelayanan kedokteran/ medis
Pelayanan medis adalah bagian dari pelayanan kesehatanyang tujuan
utamanya menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan serta sasaran
utamanya adalah perorangan dan keluarga.
O Tenaga pelaksana : terutama para dokter
O Perhatian utama : penyembuhan penyakit
O Sasaran : perseorangan/keluarga
O Kurang memperhatikan eIisiensi
O Menjalankan Iungsi perorangan & terikat dengan Undang-Undang
O Bertanggung jawab hanya pada penderita
O Menghadapi berbagai persoalan kepemimpinan
O Tidak boleh menarik perhatian karena bertentangan dengan etika
kedokteran
b. Pelayanan masyarakat
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah bagian dari pelayanan kesehatanyang
tujuan utamanyamemelihara, meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit
serta sasaran utamanya adalahkelompok dan masyarakat.
O Tenaga pelaksana : terutama ahli kesehatan masyarakat
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I5

O Perhatian utama : pada pencegahan penyakit


O Sasaran : masyarakat keseluruhan
O Berupaya mencari cara yang eIisiensi
O Menjalankan Iungsi dengan mengorganisir masyarakat dan mendapat
dukungan Undang-Undang
O Bertanggung jawab kepada seluruh masyarakat
O Menghadapi berbagai persoalan kepemimpinan
O Dapat menarik perhatian masyarakat, misalnya dengan penyuluhan
kesehatan.
SYARAT POKOK PEAYANAN KESEATAN
O Struktur membentuk bangunan yang utuh dalam arti jelas keterkaitan antar
pelbagai pelayanan kesehatan
O Fungsi menampung semua jenis pelayanan kesehatan yang terselenggara
dengan sebaik-baiknya
O Tersedia (avaiabe)
O Menyeluruh (co25rehensive)
O Terpadu (integrated)
O Berkesinambungan (continue)
O Dapat diterima (acce5tabe)
O Wajar (a5ro5riate)
O Mudah dicapai (accesibe)
O Mudah dijangkau (affordabe)
O EIektiI (effective)
O EIisien (efficient)
O Merata (equity)
O Mandiri (sustainabe)
O Bermutu (quaity)
STRATIFIKASI PEAYANAN KESEATAN
StratiIikasi adalah pengelompokkan sarana kesehatan menurut kesamaan
kemampuan dan Iungsi yang
dimiliki :
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I6

O Primer : teknologi dan pelayanan kesehatan dasar


O Sekunder : teknologi dan pelayanan kesehatan spesialis
O Tersier : teknologi dan pelayanan kesehatan subspesialis
(F.Mc Kenzie, James. 2007. Kesehatan Masyarakat Edisi 4.Jakarta: EGC)

PEMBAASAN KASUS:
1. Pengkajian
a. Riwayat atau sejarah perkembangan komunitas: -
b. Data demograIi:
Total jumlah penduduk: 525 Jiwa
Jenis kelamin: pria 250 orang, wanita 275 orang.
Usia:
Bayi dan Balita : 15 (78 jiwa)
6-14 tahun : 12 (63 Jiwa)
ProduktiI (15-49 tahun) : 58 (303 Jiwa)
ansia : 15 (78 Jiwa)
Status Marital: -
Ras atau Suku: -
Bahasa: -
Tingkat pendapatan: keluarga miskin 48 (252 Jiwa)
Pendidikan:
Tidak sekolah sama sekali: 14 (73 Jiwa)
Tamat SD : 50 (262 Jiwa)
Tamat SMP : 22 (115 Jiwa)
Tamat SMA : 10 (52 Jiwa)
Perguruan Tinggi : 4 (21 Jiwa)
Pekerjaan:
Buruh Tani : 50 (262 Jiwa)
Wiraswasta : 20 (105 Jiwa)
PNS : 10 (52 Jiwa)
Tidak bekerja : 20 (105 Jiwa)
Keadaan rumah:
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I7

Rumah semi permanen: 90 (472 Jiwa)


Rumah tidak permanen: 9 (47 Jiwa)
c. Vital Statistik:
CDR: 1,3
CBR: 1,7
Penyebab Kematian: -
Angka pertambahan anggota: -
d. Status Kesehatan Komunitas:
Mortalitas: 1,3
Morbiditas: 1,7
IMR: -
MMR: -
2. Pengkajian Berikut:
a. Keluhan saat ini yang dirasakan komunitas: -
b. TTV: -
c. Kejadian penyakit:
ISPA: 25 (131-132 orang)
Diare: 15 (78-79 orang)
ipertensi: 10 (52-53 orang)
umpuh Rematik: 2 (10-11 orang)
d. Riwayat penyakit keluarga: Penderita hipertensi memiliki riwayat keluarga
penderita hipertensi.
e. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari:
Pola Pemenuhan Nutrisi: -
Pola pemenuhan cairan dan elektrolit: -
Pola istirahat dan tidur: -
Pola Eliminasi: -
Pola Aktivitas gerak: -
Pola pemenuhan kebutuhan diri: 57 menggunakan air sungan
sebagai sumber air bersih dan MCK.
I. Status Psikososial:
Komunikasi dengan sumber-sumber kesehatan: -
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I8

ubungan dengan orang lain: -


Peran di masyarakat: -
Kesedihan yang dirasakan: -
Stabilitas Emosi: -
Penelantaran anak oleh lansia: -
Perlakuan yang salah dalam kelompok dalam hal perilaku tindak
kekerasan: -
Status pertumbuhan dan perkembangan: -
Pola pemanIaatan Iasilitas kesehatan: -
Pola pencegahan terhadap penyakit dan perawatan kesehatan: -
Pola perilaku tidak sehat: -
3. Data ingkungan Fisik:
a.Pemukiman:
Bangunan semi permanen: 90 (472)
Bangunan tidak permanen: 9 (47)
Permanen: 15 (5 Jiwa)
b.Sanitasi:
Dari data yang ada, sekitar 57 atau 299-300 jiwa mengunakan air sungai
sebagai sumber air bersih termasuk untuk MCK.
Penyediaan air minum bisa diduga menggunakan air sungai juga dilihat
dari data: 'menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih
Pengelolaan Jamban: -
Sarana Pembuangan imbah: -
Pengelolaan sampah:-
Apakah terdapat polusi udara: -
Sumber Polusi: -
c.Fasilitas-Iasilitas lain:
ahan:-
Perorangan: -
Sarana Olahraga; -
Taman: -
Balai RT/RW: -
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| I9

iburan: -
Tempat Ibadah: -
Batas Wilayah: -
Kondisi GeograIis: -
d.Pelayanan Kesehatan dan Sosial:
Pelayanan kesehatan: melaksanakan pemeriksaan tekanan darah secara rutin
setiap bulan.
Fasilitas Sosial: -
e.Ekonomi: Keluarga miskin 48 (252 Jiwa)
I.Keamanan dan Transportasi: -
g.Politik dan Pemerintahan: -
h.Pendidikan: -
i.Rekreasi: -

Analisa Data
No Data Subjektif Data Objektif Masalah Kesehatan
1 ingkungan yang
kurang sehat di RW
14 Kel. Y
ISPA 20, diare
15
57 menggunakan
air sungai sebagai
sumber air bersih
dan MCK.
90 penduduk
memiliki rumah
semi permanen dan
9 tidak permanen.
Timbulnya penyakit
menular (diare dan
ISPA) berhubungan
dengan sumber air tidak
memenuhi syarat dan
kurangnya pengetahuan
masyarakat dalam
memelihara lingkungan
yang memenuhi syarat
kesehatan.
2 Masyarakat RW 14
Kel.Y mengalami
keluhan berbagai
penyakit.
10 ipertensi,
60 penderita
hipertensi memiliki
riwayat keluarga
hipertensi.
2 penduduk
Terjadinya penurunan
derajat kesehatan pada
warga RW 14 Kel.Y
berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan
masyarakat dalam
Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 20

mengalami
kelumpuhan akibat
rematik.
memelihara kesehatan.


Sylvlu Furmusyu Adhu
220II0090I25
RLSUML KASUS I
Delermlnunl of Heullh. Level of Prevenllon. Demogruphy| 2I

DAFTAR PUSTAKA
F.Mc Kenzie, James. 2007. Kesehatan Masyarakat Edisi 4.Jakarta: EGC
Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat 2u dan Seni. Jakarta :
Rineka Cipta
http://www.docstoc.com/docs/48037682/keperawatan-komunitas
http://www.scribd.com/doc/36736562/resume-demograIi
http://www.who.int/hia/evidence/doh/en/index.html