Anda di halaman 1dari 5

Bakteri Pelarut Fosfat (Phosphate Solubilizing Bacteria)

Bakteri Pelarut Fosfat yang sering disingkat dengan sebutan BPF merupakan bakteri yang mampu melarutkan fosfat. Bakteri pelarut fosfat diidentifikasi dengan menggunakan media khusus atau media spesifik untuk mikrobia pelarut fosfat yaitu media Pikovskaya. Media spesifik Pikovskaya memudahkan isolasi mikrobia pelarut fosaft (MPF) termasuk juga memudahkan dalam isolasi bakteri pelarut fosfat (BPF) karena media ini menggunakan sumber fosfat dari mono kalsium fosfat, sehingga hanya mikrobia yang mampu melarutkan fosfat dari mono kalsium fosfat tersebut saja yang dapat tumbuh dan berkembang pada media tersebut. Kemampuan dari pelarutan fosfat dari mono kalsium fosfat dicirikan dari terbentuknya zona bening disekitar mikrobia tersebut. Gambar dibawah ini memperlihatkan tumbuhnya bakteri pelarut fosfat (BPF) pada media spesifik Pikovskaya dan warna bening disekeliling mikrobia tersebut yang disebut sebagai zona bening mencirikan bahwa mikrobia tersebut memiliki kemampuan dalam melarutkan fosfat.

Bakteri Pelarut Fosfat 03


Bakteri Pelarut Fosfat (Phosphate Solubilizing Bacteria)

Bakteri Pelarut Fosfat 04

Bakteri Pelarut Fosfat 05

menghitung Koloni Bakteri dengan Metode Analisis Image Koloni dengan Software MatLab. Beberapa tahapan dari metode ini sbb: (1) Sampel tanah ditimbang dan dilakukan pengenceran dengan larutan fisiologis. (2) Tingkat pengenceran disesuikan dengan kepadatan populasi bakteri yang akan dihitung, dan sebaiknya terlebih dahulu dilakukan pengujian pendahuluan untuk memperoleh tingkat pengenceran yang memenuhi persyaratan metode ini. (3) Tumbuhkan dulu bakteri pada cawan petri dengan media tumbuh yang spesifik

ataupun yang umum. (4) Inkubasi beberapa hari diruang streril (umumnya setelah 4 hari koloni sudah nampak). (5) Koloni baru dihitung jika telah berukuran 1,3 mm sampai dengan 10 mm. (6) Jumlah koloni yang dihitung sebaiknya jangan melebihi 200 koloni. (7) Dilakukan pemotretan terhadap koloni yang tumbuh tersebut dengan alat foto digital. (8) Foto (image) digital hasil pemotretan diolah dengan menggunakan software Matlab. Analisis yang dilakukan adalah pengolahan image tersebut dengan program jaringan syaraf tiruan. Contoh dari metode perhitungan bakteri dapat dibaca seperti dalam tulisan dibawah ini yang dikutip dari internet dengan alamat URL: http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-11851-2407100519-Abstract_Id.pdf Perancangan Sistem Penghitungan Jumlah Koloni Bakteri Dengan Pengolahan Citra Digital Oleh: Fajar Prasetyo Sudarmanto, Aulia M.T. Nasution, dan Ronny Dwi Noriyati. ABSTRAK Koloni bakteri adalah sekumpulan dari bakteri-bakteri yang sejenis yang mengelompok menjadi satu dan membentuk suatu koloni-koloni. Untuk mengetahui pertumbuhan suatu bakteri dapat dilakukan dengan menghitung jumlah koloni bakteri. Penghitungan suatu koloni dapat dilakukan dengan metode pour plate (hitung cawan). Untuk mempermudah penghitungan jumlah koloni bakteri digunakan alat yang biasa disebut Colony Counter. Pada alat Colony Counter, penghitungan jumlah koloni bakteri dipermudah dengan adanya counter electronic. Dengan adanya counter tersebut peneliti tinggal menandai koloni bakteri yang dihitung dengan menggunakan pen yang terhubung dengan counter. Setiap koloni yang ditandai maka counter akan menghitung. Penghitungan suatu koloni dengan metode pour plate masih memungkinkan terjadinya kesalahan dikarenakan faktor human error akibat bentuk koloni yang relatif kecil dan banyaknya koloni yang akan dihitung. Pada tugas akhir ini akan dibuat suatu perangkat lunak yang dapat memudahkan dalam penghitungan jumlah koloni bakteri dengan memanfaatkan pengolahan citra digital dan pemastian bentuk koloni dengan memanfaatkan jaringan syaraf tiruan metode BackPropagation guna meningkatkan keakurasian dari penghitungan. Perangkat lunak yang akan dibuat diharapkan mampu mengenali bentuk morfologi dari satu

jenis bakteri yang dipakai yaitu pseudomonas. Perangkat lunak dibuat dengan memanfaatkan program Matlab R2008b berbasis Graphical User Interface (GUI), dengan memanfaatkan toolbox matlab image processing dan neural network. Pada tahap pelatihan pengenalan bentuk morfologi digunakan 4 buah citra dengan 54 bentuk koloni yang ingin dikenali. Sehingga jaringan dibuat dengan jumlah input sebanyak 102, jumlah unit pada hidden layer sebanyak 100, dan jumlah output sebanyak 1. Mencapai hasil target maksimum pada pelatihan ke 19 dengan ratarata persentase akurasi training 74,98 persen dan rata-rata persentase akurasi test pada training 100 persen. Pada tahap validasi perangkat lunak, digunakan 2 citra dengan banyak citra koloni 62 koloni sebagai bahan pengujian. Didapatkan hasil persentase akurasi adalah 93,81 persen. KataKunci: Koloni Bakteri, Colony Counter, Pseudomonas, GUI, Matlab, BackPropagation. dan tulisan lanjutannya dari alamat URL: http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-11851-2407100519-Chapter1.pdf BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi di bidang kedokteran dewasa ini telah membawa dampak pada peningkatan kuantitas serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Perkembangan teknologi komputasi telah merambah pula dunia kedokteran, telah menyentuh semua bidang kehidupan berkaitan dengan teknologi teknologi lainnya. Koloni bakteri adalah sekumpulan dari bakteri-bakteri yang sejenis yang mengelompok menjadi satu dan membentuk suatu koloni-koloni. Untuk mengetahui pertumbuhan suatu bakteri dapat dilakukan dengan menghitung jumlah koloni bakteri. Metode yang biasa digunakan adalah metode pour plate (Hitung Cawan). Metode ini mengasumsikan jumlah bakteri yang ditanam pada suatu cawan sama dengan jumlah koloni pada cawan tersebut. Untuk memudahkan menghitung koloni yang berjumlah ratusan pada metode ini perhitungan dapat dilakukan dengan cara menghitung hanya seperempat pada bagian cawan dengan hasil perhitungan jumlah perhitungan tersebut dikalikan empat. Perhitungan pada metode ini juga dibantu dengan alat yang disebut Colony Counter. Alat Colony Counter masih mengharuskan para peneliti pada laboratorium menghitung jumlah koloni secara manual. Pada alat Colony Counter, penghitungan jumlah koloni bakteri dipermudah dengan adanya counter electronic. Dengan adanya counter tersebut peneliti tinggal menandai koloni bakteri yang dihitung dengan menggunakan pen yang terhubung dengan counter. Setiap koloni yang ditandai maka counter akan menghitung. Penghitungan suatu koloni dengan metode pour plate walaupun telah dibantu dengan suatu alat yaitu: colony counter masih memungkinkan terjadinya kesalahan dikarenakan faktor human error dan hasil perhitungan yang kurang akurat. Dikarenakan bentuk koloni yang relatif kecil

dan banyaknya koloni yang akan dihitung.