Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM AIR PROSES DAN LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL

Disusun Oleh : Nama Nrp Group Dosen Asisten : : : : Elis Kholisoh : 07 K40024 K1 Hariyanti Rahayu. S.Teks. M.T Ariel S.ST

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL BANDUNG 2010

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Air proses industri Tekstil I. MAKSUD DAN TUJUAN Menganalisa contoh uji air proses secara kualitatif dan kuantitatif. Untuk menganalisa dan menghitung kadar sulfat, silikat, klorida dan besi yang terkandung didalam air contoh uji. II. TEORI DASAR Air adalah suatu zat atau materi yang sangat penting ,karena sangat diperlukan untuk kehidupan dalam berbagai penggunaannya. Untuk kepentingan industri/ pabrik tekstil pada umumnya persyaratan air bermacam-macam yang disesuaikan dengan tujuan penggunaanya. Pada industri tekstil, terutama pada proses penyempurnaan basah yang meliputi proses penganjian dan penghilangan kanji, pemasakan, merserisasi, pengelantangan, pencelupan, pencapan, proses penyempurnaan resin dan proses-proses penyempurnaan lainnya diperlukan air yang cukup banyak. Air yang diperlukan dapat diambil dari setiap titik dalam siklus hidrologis. Sumber-sumber air yang terdapat dialam antara lain : Air hujan Merupakan air yang paling murni dan dapat mengandung gas-gas yang terlarut dalam atmosfer, seperti CO2, SO2, Cl2, H2S, dan lain-lain. Air permukaan Merupakan air hujan atau mata air yang terkumpul dalam rawa, sunagai atau danau. Air ini mengandung zat-zat organik dan beberapa mineral tergantung asal mata air dan lingkungannya. meter. Air sumber Berupa sumur artesis dengan kedalaman lebih dari 150 meter. Air ini banyak mengandung zat mineral, garam sadah dan logam-logam. Air sumur Merupakan sumber mata air yang berupa sumur dengan kedalaman kurang dari 150

Pada industri tekstil terutama pada proses pencelupan sampai dengan penyempurnaan tekstil, yang dikenal dengan bagian Finishing Departement, diperlukan air yang cukup banyak. Untuk memenuhi kebutuhan air proses pada bagian finishing umumnya digunakan air dari sumber alam misalnya air sungai, danau dan sumur. Air air dari sumber alam ini mengandung zat yang beraneka jenis maupun jumlah ion ion dan kotoran yang terkandung didalamnya, tergantung dari sumbernya. Untuk keperluan proses pada bagian finishing, air yang digunakan memerlukan persyaratan tertentu, karena adanya ion ion dan kotoran tertentu dapat mempengaruhi hasi proses. Kotoran kotoran dan ion ion yang biasanya berpengaruh diantaranya : a. Warna dan Kekeruhan Warna air biasanya dikarenakan zat zat organik yang terlarut dan berikatan dengan besi dan mangan, sedangkan kekeruhan disebabkan oleh partikel yang tersuspensi, baik berasal dari bahan organik maupun non organik misalnya kotoran tumbuhan, lumpur dan sebagainya. b. Derajat keasaman / pH pH merupakan kadar asam atau basa didalam larutan dengan melihat konsentrasi hidrogen [H+]. Suasana asam dalam air akan mempengaruhi beberapa proses dan akan merusak beberapa jenis bahan tekstil terutama bahan selulosa. Suasana alkali, misalnya NaOH akan merusak pipa logam, menyebabkan kerapuhan yang dikenal dengan istilah kerapuhan kostik. c. Alkalinitas Alkalinitas dalam air alam sebagian besar disebabkan adanya bikarbonat dan sisanya oleh karbonat dan hidroksida. Jika kadar alkalinitas terlalu tinggi akan menyebabkan karat karat pada pipa sehingga pada saat proses berlangsung, karat karat tadi akan terbawa air dan menodai bahan tekstil. Jika kadar alkalinitas terlalu rendah dan tidak seimbang dengan kesadahan dapat menyebabkan kerak CaCO3 pada dinding pipa dan dinding ketel uap sehingga tekanan menjadi lebih tinggi. d. Besi Garam garam besi berpengaruh pada beberapa proses industri tekstil. Pada proses pemasakan dan pengelantangan, garam garam besi selain dapat menyebabkan noda noda kuning coklat yang mengotori pada bahan tekstil juga dapat memperbesar kerusakan bahan selulosa, karena logam logam berat berfungsi sebagai katalis dalam penguraian zat pengelantang. Senyawa besi juga dapat

bereaksi dengan beberapa jenis zat warna, sehingga dalam proses pencelupan menghasilkan warna celupan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. e. Silikat Adanya silikat dalam air proses tidak dikehendaki, karena endapan silikat murni sulit dihilangkan sehingga dapat menyumbat pipa pipa dan melapisi ketel uap bertekanan tinggi. f. Klorida Kadar klorida yang terlalu tinggi akan menyebabkan kerusakan pada peralatan yang terbuat dari besi, karena klorida bersifat korosif. Pemeriksaan kualitatif pada air proses dimaksudkan untuk menganalisa adanya zat zat yang mempengaruhi proses. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah : Silikat Terdapatnya silikat dalam air alam disbabkan adanya degradasi dari batuan yang mengandung silikon. Hasil degradasi silikat berbentuk partikel partikel yang tersuspensi dalam koloidal. Pada umumnya kandungan silikat dalam air 1 30 mg /L. untuk keperluan industri adanya silikat tidak diinginkan karena sukarnya menghilangkan silikat terutama bila berbentuk endapan silikat dalam pipa pipa besi dari ketel uap yang bertekanan tinggi. Klorida Klorida banya ditemukan dialam, kandungan klorida di alam berkisar kurang dari 1 mg/L sampai dengan beberapa ribu mg/L didalam air laut. Air buangan industri sebagian besar menaikan kadar klorida air termasuk manusia dan hewan membuang kotoran yang mengandung klorida dan nitrogen yang cukup tinggi. Kalsium Ion kalsium dalam air akan diendapkan oleh amonium oksalat membentuk kalsium oksalat dalam suasana asam membentuk endapan putih kalsium oksalat. Magnesium Ion magnesium didalam air ditunjukan dengan timbulnya warna merah ungu dengan penambahan quinalizarin alkohol yang akan berubah menjadi biru ungu dalam suasana alkalis. Sedang jika ditambahkan titan yellow akan timbul warna merah. Alumunium Ion alumunium akan berwarna merah terang jika ditambahkan aluminon 0,1% kedalamnya dalam suasana asam.

Besi Besi adalah suatu senyawa kimia yang dapat ditemui pada hampir semua pada air. Pada umumnya besi yang ada didalam air dapat bersifat sebagai feri (Fe 3+) atau Fero (Fe2+). Sulfat Ion sulfat dalam air akan diendapkan dalam suasana asam oleh barium klorida membentuk barium sulfat yang berwarna putih. Zat organik Adanya zat organik didalam air akan menyebabkan terjadinya bau dan warna yang tidak dikehendaki dalam air proses. Zat organik dapat ditunjukan dengan oksidasi dengan kalium permanganat. Kalium permanganat akan mengoksidasi zat organik, hal ini ditunjukan dengan hilangnya warna ungu dari kalium permanganat.

BESI Besi adalah salah satu elemen kimiawi yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Pada umumnya, besi yang ada dalam air dapat bersifat : Terlarut sebagai Fe2+ (fero) atau Fe3+ (feri) Tersuspensi sebagai butir koloidal (diameter < 1 m ) atau lebih besar seperti Fe2O3, FeO, FeOOH, Fe(OH)3 dan sebagainya Tergabung dengan zat organis atau zat padat yang inorganis (seperti tanah liat) Pada air permukaan jarang ditemui kadar Fe lebih besar 1mg/l tetapi didalam air tanah agar Fe dapat jauh lebih tinggi. Konsentrasi tinggi yang ini dapat dirasakan dan dapat menodai kain serta perkakas dapur. Pada air yang tidak mengandung oksigen seperti air tanah, besi berada sebagai Fe2+ yang cukup dapat terlarut , sedangkan pada air sungai yang mengalir dan terjadi aerasi, Fe2+ teroksidasi menjadi Fe3+. Fe3+ ini sulit larut pada pH 6-8 (kelarutan hanya dibawah beberapa g/l ), bahkan dapat menjadi ferihidroksida Fe(OH)3 atau salah satu jenis oksida yang merupakan zat padat dan bisa mengendap. Demikian dalam air sungai, besi berada sebagai Fe2+, Fe3+ terlarut dan Fe3+ dalam bentuk senyawa organis berupa koloidal.

III.

ALAT DAN BAHAN a. Alat yang digunakan Tabung reaksi Rak tabung reaksi Penjepit Penangas air Gelas piala Corong Pipet volume 10 dan 25 ml Labu ukur Spektrofotometer Cuvet Erlenmeyer Cawan b. Bahan Uji kualitatif Air Proses Industri Tekstil - Uji penentuan Silikat dan Na asetat - Uji penentuan Klorida (Cl) - Uji penentuan Kalsium (Ca) - Uji penentuan Magnesium (Mg) - Uji penentuan Zat Organik - Uji penentuan Fe2+/Fe3+ - Uji penentuan Sulfat -Uji penentuan mangan -Uji penentuan Alumunium Uji Kuantitatif - Kertas pH - H2SO4/NaOH - Indikator kalium bikromat dan AgNO3 0,01N - kalium kromat - Amonium molibdat - HCl - Asam sulfat - Natrium Bikarbonat :HCl 4N, Amonium molibdat 5%, benzidin, : HNO3 4N, AgNO3 0,1N : Asam asetat 10%, ammonium oksalat. : Quinalizarin alkali, NaOH 10% : H2SO4 10%, KMnO4 0,01N : HCl, K3Fe(CN)6, KCNS, K4Fe(CN)6 : HCl 4N, BaCl2. :H2SO4, KCO4 :Na aseta, aluminon

IV.

CARA KERJA a. Pemeriksaan kualitatif air proses industri tekstil Silikat Pada 2 ml contoh dalam tabung reaksi : Ditambahkan 2 3 tetes HCl 4 N (sebagai pengasam) Dimasukan 2 3 tetes Amonium Molibdat 5%.

Jika perlu dipanaskan sebentar, kemudian dinginkan. Jika larutan berwarna kuning berarti mengandung silikat. Dilakukan uji penentuan (karena phospat menunjukan hasil yang sama) yaitu : Beberapa tetes larutan pereaksi bekas uji diletakan dalam pinggan porcelen 1 tetes Benzidine dan 1 tetes Na Asetat ditambahkan. Klorida Ditambahkan 2 3 tetes HNO3 4N (sebagai pengasam) Dimasukan 2 3 tetes AgNO3 0,1N Jika terjadi endapan putih yang larut dalam amoniak berarti contoh uji mengandung klorida. Besi * Penentuan fero (Fe2+) Pada 1 ml air contoh uji didalam tabung reaksi : Ditambahkan 1 tetes HCl (sebagai pengasam) Ditambahkan 2 3 tetes K3Fe(CN)6 (Kalium Ferisianida)

Jika terdapat lapisa berwarna biru menunjukan adanya silika. Pada 2 ml air contoh didalam tabung reaksi :

Jika terdapat endapan yang berwarna biru turnbull berarti air mengandung Fe2+. *Penentuan feri (Fe3+) Pada 1 ml air contoh uji didalam tabung reaksi : Ditambahkan 1 tetes KCNS, jika berwarna merah darah kemungkinan mengandung Fe3+. Dilakukan uji penentuan pada air contoh uji yang baru di dalam tabung reaksi : Ditambahkan 1 ml HCl (sebagai pengasam) Ditambahkan 2 3 tetes K4Fe(CN)6 (Kalium Fero Sianida)

Jika timbul endapan biru, berarti terdapat ion Fe3+.

Sulfat Pada 2 ml air contoh uji di dalam tabung reaksi : Ditambahkan 5 tetes HCl 4N. Ditambahkan 5 tetes BaCl2 0,5 N.

Jika terjadi endapan (kekeruhan) putih, berarti contoh uji mengandung sulfat. Kalsium Pada 2 ml air contoh di dalam tabung reaksi : Ditambahkan 2 3 tetes Asam Asetat 10% Tambahkan Amonium Oksalat 4% sebanyak 5 tetes, panaskan.

Jika timbul endapan putih menunjukan adanya ion Ca2+. Magnesium Pada 2 ml air contoh uji didalam tabung reaksi : Ditambahkan 10 tetes Quinalizarin Alkohol akan timbul warna merah. Ditambahkan 5 tetes NaOH 10% sehingga warna merah akan berubah menjadi biru ungu, kemudian panaskan. Timbulnya endapan biru yang terpisah menunjukan adanya ion Mg2+. Alumunium Pada 2 ml air contoh didalam tabung reaksi : Tambahkan dengan 2 ml HCl. Ditambahkan 2-3 tetes Natrium Asetat. Ditambahkan 2-3 tetes Aluminon, kemudian diaduk.

Timbulnya endapan merah terang menunjukan adanya ion Al3+. Zat organik Pada 2 ml air contoh uji di dalam tabung reaksi : Dtambahkan dengan 5 tetes H2SO4 10%. Panaskan sampai 700C Ditambahkan 4 tetes KMnO4 0,01N.

Adanya zat organik ditunjukan dengan hilangnya warna KMnO4. Mangan Pada 2 ml air contoh uji di dalam tabung reaksi : Ditambahkan 2-3 tetes H2SO4 4N. Ditambahkan sedikit KIO4 padat (bubuk) kemudian panaskan

Jika warna air menjadi violet, maka air contoh mengandung mangan

b.

Analisis kuantitatif air proses industri tekstil Klorida 10 ml air contoh dipipet ke dalam erlenmeyer jika contoh berwarna (misal air limbah), ditambahkan suspensi Al(OH)3 kemudian dikocok dan dibiarkan mengendap kemudian disaring dan dicuci campuran filtrat dengan air cucian. Besi 50 ml Contoh uji di masukan ke dalam erlenmeyer ditambahkan 5 tetes HCl pekat + 1 ml Hidroksil Amin + batu didih, panaskan selama 15 menit. Dinginkan, masukan ke dalam labu ukur. Ditambahkan buffer asam + 2 ml Fenantroin + air suling hingga batas garis. Kocok larutan, biarkan 15 menit dan ukur pada panjang gelombang 510 nm PH diatur sampai pada kondisi pH 7 10 dengan penambahan H 2SO4 atau NaOH sedikit demi sedikit. Ditambahkan indikator Kalium Kromat 3 tetes. Dititrasi dengan AgNO3 sampai timbul endapan berwarna merah kekuningan.

Sulfat 100 ml air contoh dipipet ke dalam erlenmeyer 250 ml. Tambahkan pereaksi kondisi 5 ml Tambahkan 8 10 g kristal BaCl2 dan dikocok dengan cepat selama 1 menit. Segera diukur dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm. Pengukuran setelah 3 menit tetapi tidak melebihi 10 menit. Silikat Pipet 50 ml contoh dan dimasukkan ke dalam cawan platina Tambahkan 200 mg NaHCO3 bebas silikat Panaskan (digest) diatas penangas air selama 1 jam Kemudian dinginkan

2,4 ml H2SO4 1N tambahkan perlahan-lahan sambil di aduk Tepatkan volume menjadi 50 ml dengan air destilasi

Proses pewarnaan Tambahkan 1 ml HCl (1:1) pada 50 ml contoh yang telah diproses digestion Tambahkan larutan ammonium molibdat sebanyak 2 ml Kocok contoh uji sampai homogen dan dibiarkan selama 5-10 menit REAKSI Pemeriksaan kualitatif air proses Tambahkan asam oksalat 1,5 ml kemudian kocok hingga homogen sempurna Nyalakan spektrofotometer dengan benar Atur pada panjang gelombang 410 nm Siapkan contoh uji pada rak tabung Setelah 2 menit, pasangkan contoh uji pada alat spektrofotometer Contoh uji yang telah melewati waktu 15 menit tidak boleh diujikan

Pembacaan Spektrofotometer


V.

Fe 2+ + K3Fe(CN)6 Fe3+ + K4Fe(CN)6 SO42- + BaCl2 DATA PRAKTIKUM

KF[Fe(CN)6] + 2K+ KF[Fe(CN)6] + 2K+ BaSO4 + 2Cl-

Hasil pengamatan air contoh uji pada botol sebelum dilakukan pemeriksaan secara kualitatif maupun kuantitatif, adalah sebagai berikut : a. PH Berbau Keruh dan terdapat endapan Pemeriksaan kualitatif air proses industri tekstil Silikat 2 ml CU + 2-3 tetes HCL 4N + 2-3 tetes Am. Molibdat 5% maka air contoh mengandung ion silikat (Si2+) Klorida kuning : 3

2 ml CU + 2-3 tetes HNO3 4N + 2-3 tetes AgNO3 0,1N putih yang larut dalam amoniak. Maka air contoh uji mengandung klorida (Cl-)

endapan

Besi 1 ml CU + 2-3 tetes HCL + 2-3 tetes K 3Fe(CN)6 biru turnbull Maka air contoh tersebut mengandung ion ferro (Fe2+) 1 ml CU + 1 tetes KCNS Uji penentuan CU + 1 ml HCl + 2-3 tetes K4Fe(CN)6 CU hanya mengandung (Fe2+) Sulfat 2 ml CU + 2-3 tetes HCl 4N + 5 tetes BaCl2 0,5N (kekeruhan) putih. Maka air contoh uji mengandung sulfat (SO2-). Kalsium 2 ml CU + 2-3 tetes As. Asetat 10% + 5 tetes As. Oksalat 4% endapan putih maka air contoh uji mengandung ion kalsium (Ca2+) Magnesium 2 ml CU + 10 tetes quinalizarin alkohol biru ungu Alumunium 2 ml CU + 2-3 tetes Na Asetat 3N +2- 3 tetes Aluminon tidak menimbulkan endapan merah terang maka air contoh tidak mengandung ion alumunium (Al3+) Zat organik 2 ml CU + 5 tetes H2SO4 10% KmnO4 hilang. Maka air contoh uji mengandung zat organic. + 4 tetes KmnO 4 0,01N warna warna merah + 5 tetes NaOH 10% endapan biru yang terpisah. endapan tidak terdapat endapan biru tidak berwarna merah darah maka air contoh tidak mengandung ion ferri (Fe3+). Endapan berwarna

Maka air contoh uji mengandung magnesium (Mg2+).

Mangan 2 ml CU + 2-3 tetes H2SO4 4N + KCO4 Violet Pada CU tidak berwarna, CU tidak mengandung mangan

b.

Analisa kuantitatif air proses industri tekstil Kekeruhan Dik : A = 88,3928 B = 88, 4180 Dit : Ts? Jawab : Ts = B - A x 100ml = 88,4080 88,3928 x 1000ml = 608 mg/l 25 ml Klorida ml titrasi I ml titrasi rata-rata ml titrasi ml titrasi N AgNO3 Be Kadar Cl= 5,5 ml = 5,4 ml = 5,5 + 5,4 /2 = 5,45 ml = 5,45 ml = 0,01 N = 35,5 = ml titrasi X N AgNO3 X Be X 1000/10 = 5,45 X 0,01 X 35,5 X 1000/10 = 193,475mgrek/l Besi
Absorbansi (y) 0,046 0,051 0,076 0,102 0,119 0,131 0,146 xy 0,092 0,204 0,456 0,816 1,19 1,572 2,044 x2 4 16 36 64 100 144 196

25 ml

Konsentrasi (x) 2 4 6 8 10 12 14

16 18 20 x = 110
0.25

0,187 0,194 0,222 y = 1,274

2,992 3,492 4,44 xy = 3,8324

256 324 400 x2 = 1,540

0.222 0.2 0.15 0.1 0.05 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 K ONS NT AS E R i 0.194 0.187 0.146 0.131 0.119 0.102 0.061 0.051 0.046

I N R O S B A

y= 0.0097x+0.0179

a = n ( xy) ( x) ( y) = 10 (17,298) (110) (1,274) = 0,0097 n ( x2) ( x)2 10 (1540) (110)2

b = n ( y) ( x2) ( x) ( xy) = (1,274) (15402) (110) (17,298) = 0,018 n ( x2) ( x)2 A = 2-log%T A = 2-log 85 = 0,070 y=ax+b y = 0,0097 x + 0,018 untuk absorbansi CU pada y= 0,095, maka 0,070 = 0,0097 X + 0,018 x = 6,63 mg/l 10 (1540) (110)2

Sulfat
Absorbansi (y) 0,07 0,07 0,05 0,05 0,07 0,07 0,06 0,065 0,09 0,065 0,07 y = 0,375 xy 0,35 0,7 0,75 1,0 1,75 2,25 2,1 2,6 4,05 3,25 4,2 xy = 23 x2 25 100 225 400 625 900 1225 1600 2025 2500 3600 x2 = 13225

Konsentrasi (x) 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 60 x = 335

0.1 0.09 0.08 0.07 0.06 0.05 0.05 0.05 0.07 0.07 0.07 0.07 0.07 0.065 0.065 0.06 0.09

I N R O S B A

0.04 0.03 0.02 0.01 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 60 K ONS NT AS E R i

Persamaan regresi : A = n ( xy) ( x) ( y) = 11 (23) (335) (0,735) = 0,000203 n ( x2) ( x)2 11 (13225) (335)2

B = n ( y) ( x2) ( x) ( xy) = (0,735) (13225) (335) (23) = 0,06 n ( x2) ( x)2 y=ax+b y = 0,000203 x + 0,06 A = 2-log%T A = 2-log 86 = 0,0655 untuk absorbansi CU pada y = 0,0655, maka : 0,0655 = 0,000203 x + 0,06 Silikat
Absorbansi (y) 0,4 0,37 0,46 0,44 0,437 0,43 0,50 0,44 y = 3,477 xy 1,0 1,85 3,45 4,4 5,46 6,45 8,75 8,8 xy = 40,16 x2 6,25 25 56,25 100 156,25 225 306,25 400 x2 = 1275

11 (13225) (335)2

x = 27,093 mg/l

Konsentrasi (x) 2,5 5 7,5 10 12,5 15 17,5 20 x = 90

0.6 0.5 0.46 0.4 0.3 0.4 0.37 0.44 0.437 0.43 0.5 0.44

I N R O S B A

0.2 0.1 0 2.5 5 7.5 10 12.5 15 17.5 20 K ONS NT AS E R i

Persamaan regresi : A = n ( xy) ( x) ( y) = 8 (40,16) (90) (3,477) = 0,00398 n ( x2) ( x)2 8 (1275) (90)2

B = n ( y) ( x2) ( x) ( xy) = (3,477) (1275) (90) (40,16) = 0,37 n ( x2) ( x)2 y=ax+b y = 0,00398 x + 0,37 A = 2-log%T A = 2-log 36 = 0,443 untuk absorbansi CU pada y = 0,468, maka : 0,443 = 0,00398 x + 0,37 x = 18,51 mg/l 8 (1275) (90)2

VI.

DISKUSI

Pemeriksaan kualitatif Dari hasil analisa kuantitatif didapatkan bahwa air contoh uji mengandung silikat, khlorida, kalsium dan magnesium. Hasil tersebut didapat karena ciri-ciri dari masing-masing pengujian, yaitu : Untuk uji silikat, ditandai dengan terbentuknya endapan kuning dan Untuk uji khlorida, ditandai dengan terbentuknya endapan putih yang Untuk uji sulfat, ditandai dengan terbentuknya endapan putih yang larut. Untuk uji kalsium, ditandai dengan tebentuknya endapan putih. Untuk magnesium, ditandai dengan terbentuknya endapan biru. Untuk uji Fe +2, ditandai dengan terbentuknya endapan bru turnbull. Untuk uji zat organik, ditandai dengan hilangnya warna KMNO4. zat tersebut. pada uji penentuan terbentuk lapisan biru. larut.

Sedangkan untuk pengujian alumunium, mangan dan Fe +3 tidak terbukti adanya zatzat tersebut. Karena pada pengujian tidak terjadi ciri-ciri adanya Pengujian yang seharusnya terjadi adalah sebagai berikut : Untuk uji alumunium, ditandai dengan warna merah terang. Untuk uji Fe +3, ditandai dengan terbentuknya endapan biru turnbull. Untuk uji mangan, ditandai dengan terbentuknya warna violet.

Pemeriksaan kuantitatif Untuk pemeriksaan kuantitatif ini dilakukan untuk uji khlorida Cl-, Fe, silikat dan sulfat. Untuk pengujian kuantitatif Cl- dalam pengujiannya air contoh uji ditambah indikator kalium kromat kemudian dititrasi dengan AgNO 3 0,01 N sampai larutan berwarna merah kekuningan. Dari hasil pengujian didapat ml titrasi AgNO 3 0,01 N untuk larutan contoh uji adalah 5,45 ml, sehingga kadar Cl- menurut perhitungan adalah 193,475 mg/L.Uji kekeruhan adalah 608 mg/l Sedangkan untuk pengujian kuantitatif Fe, silikat dan sulfat berbeda dengan pengujian lainnya, karena pengujian ini menggunakan cara spektrofotometri yang menggunakan alat spektrofotometer. Untuk konsentrasi Fe adalah 6,36 mg/l, sulfat adalah 27,093 mg/l, silikat adalah 18,51 mg/l Dari hasil pengujian tersebut hasil angka yang diperoleh dapat di bandingkan pada table persyaratan air untuk proses tekstil. Dimana kadar kekeruhan < 5 mg/l, Cl- < 250 mg/l, Fe
+2

< 0,3, Silikat < 10 mg/l, sulfat < 250 mg/l. Dari hasil

perbandingan tersebut dapat terlihat kadar kekeruhan, silikat, dan Fe mempunyai kadar yang sangat tinggi. VII. KESIMPULAN Dari data praktikum dan diskusi dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Pemeriksaan kualitatif Air contoh uji mengandung Silikat (Si2+), Khlorida (Cl-), Kalsium (Ca2+), sulfat (SO4), Magnesium (Mg2+), zat organic dan Fe+2 Pemeriksaan kuantitatif - Kadar kekeruhan pada CU adalah 608 mg/l - Kadar Cl- yang dihasilkan pada pengujian Cl- adalah 193,475 mg/L. - Konsentrasi contoh uji pada pengujian Fe adalah 6,36 mg/L. - Konsentrasi contoh uji pada pengujian Silikat adalah 18,51 mg/L -Konsentrasi contoh uji pada pengujian Sulfat adalah 27,093 mg/L VIII. DAFTAR PUSTAKA Isminingsih, Seri Kuliah Air Proses Untuk Industri Tekstil, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung, 2008. Rahayu Hariyanti,dkk, Bahan Ajar Air Proses dan Limbah Industri Tekstil, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung, 2006.

0.1 0.09 0.08 0.07 0.06 0.05 0.05 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 60 K ONS NT AS E R i 0.07 0.07 0.07 0.07 0.07 0.065 0.065 0.06 0.09

I N R O S B A

0.6 0.5 0.4 0.3 0.4 0.37 0.5 0.44 0.437 0.43 0.44

0.46

I N R O S B A

0.2 0.1 0 2.5 5 7.5 10 12.5 15 17.5 20 K ONS NT AS E R i