Anda di halaman 1dari 11

mineral fosfat trifilit, dan pada mineral silikat lepidolit kita temukan litium yang bercampur dengan alumunium.

E k st

ra

k s

i Logam

Sifat fisik/atomik Titik Didih 0 C Titik Leleh 0 C Energi ionisasi (Kj/mol) Jari-jari ion Konfigurasi elektron Keelektronegatifan Kerapatan (g/cm3)
Elektrolisis Li

Li Na 1,342 883 180.5 97.7 520.5 495.8 0.60 0.95 2.1 2.8.1 1.0 0.9 0.534 0.971

K 759 63.3 418.8 1.33 2.8.8.1 0.8 0.862

Rb 688 39.33 403 1.48 2.8.18.8.1 0.8 1.532

Cs 671 28.4 375.7 1.69 2.8.18.18.8.1 0.7 1.873

a. Metode E l e k t r o l i si s

Logam Li dan Na adalah reduktor kuat sehingga tidak mungkin diperoleh dengan mereduksi oksidanya. Oleh karena itu logamlogam ini diperoleh dengan cara elektrolisis.

Sumber logam Li adalah spodumene [LiAl(SO) 3]. Spodumene dipanaskan pada suhu 100 oC, lalu dicampur dengan H 2SO 4 panas, dan dilarutkan ke air untuk memperoleh larutan Li 2SO 4 . kemudian, Li 2SO 4 direksikan dengan Na 2CO 3 membentuk Li 2CO 3 yang sukar larut. Li 2SO 4 + Na 2CO 3 > Li 2CO 3 + Na 2SO 4 Setelah itu, Li 2CO 3 direaksikan dengan HCl untuk membentuk LiCl. Li 2CO 3 + 2HCl > 2LiCl + H 2O + CO 2 Li dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan LiCl. Katoda : Li + + e - > Li Anoda : 2Cl - ? Cl 2 + 2e Karena titik leleh LiCl tinggi (>600 oC), biaya elektrolisis menjadi mahal. Namun, biaya dapat ditekan dengan cara menambahkan KCl (55% LiCl dan 45% KCl) yang dapat menurunkan titik leleh menjadi 430 oC. Elektrolisis Natrium Sumber utama logam natrium adalah garam batu dan air laut. Na hanya dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl. Katoda : Na + + e - > Na Anoda : 2Cl - > Cl 2 + 2e a. Metode reduksi Untuk mendapatkan logam K, Rb, dan Cs dilakukan metode reduksi sebab jika dengan metode elektrolisis logam ini cenderung larut dalam larutan garamnya. Reduksi K Sumber utama logam K adalah silvit (KCl). Logam ini didapatkan dengan mereduksi lelehan KCl. Na + KCl > K + NaCl Reaksi ini berada dalam kesetimbangan karena K mudah menguap maka K dapat dikeluarkan dari sistem. Dan kesetimbangan akan tergeser ke kanan untuk memproduksi K. Untuk reduksi Rb dan Cs prosesnya sama dengan proses reduksi K. Kegunaan logam dan s enyawa - s enyawa yang mengandung al k ali Logam-logam alkali mempunyai titik leleh yang rendah sehingga dapat digunakan sebagai medium pemindah panas pada suatu reaktor nuklir. Logam alkali mudah dilelehkan, lalu dialirkan melalui pipa-pipa ke pusat reaktor, dimana logam alkali menyerap panas.

Selanjutnya panas tersebut ditransfer oleh alkali cair kepada bagian diluar reaktor untuk menguapkan air. Uap yang timbul kemudian dipakai untuk menjalankan generator listrik. Oleh karena logam alkali mudah bereaksi dengan air atau oksigen, logam -logam alkali sering dipakai sebagai pengikat (getter) uap air atau gas O 2 pada proses pembuatan tabung-tabung vakum peralatan elektronika. Logam alkali yang banyak digunakan adalah natrium. Berlimpahnya senyawa natrium dialam menyebabkan logam ini relatif murah dibandingkan dengan logam -logam alkali yang lain. Disamping sebagai pemindah panas dan s ebagai getter, logam natrium memiliki beberapa kegunaan lain sebagai berikut. a. Emisi warna kuning yang cemerlang tatkala dipanaskan menyebabkan uap natrium dipakai sebagai lampu penerangan dijalan-jalan raya atau pada kendaraan.sinar kuning natrium ini mempunyai kemampuan untuk menembus kabut. b. Logam natrium digunakan sebagai reduktor dalam pembuatan logam titanium dari senyawanya. TiCl 4 + 4Na > Ti +4NaCl c. Logam natrium digunakan dalam pembuatan tetra etil timbal, zat ini ketukan yang ditambahkan pada bensin. Pb +4Na +4C 2H 5Cl Pb(C 2H 5) 4 = 4NaCl Senyawa-senyawa alkali lebih banyak kenggunaanya jika dibandingkan dengan logam -logam murninya, sebab jumlahnya cukup berlimpah di alam, terutama garam -garam natrium dan kalium. Dibawah ini tercantum beberapa contoh senyawa alkali beserta keguanaannya.
y

NaCl, Garam dapur (garam meja); bahan baku pembuatan NaOH,Na2CO3, logam Na, dan gas klorin.
y

NaOH, Soda kaustik; bahan utama dalam industri sabun,kertas dan tekstil; pemurnian bauksit; ekstrasi senyawa-senyawa aromatic dari batubara.
y

Na2CO3, Soda cuci; pelunak kesadahan air; zat pembersih (cleanser) peralatan rumah tangga; industri gelas.
y

NaHCO3, Soda (soda kue); campuran pada minuman dalam botol (beverage) agar menghasilkan CO2; bahan pemadam api; obat-obatan; bahan pembuat kue.
y

NaNO3, Pupuk; bahan pembuatan senyawa nitrat yang lain


y

NaNO2, Pembuatan zat warna (proses diazotasi); pencegahan korosi.


y

Na2SO4, garam Glauber;obat pencahar (cuci perut); zat pengering untuk senyawa organik.
y

NaOCl, Zat pengelantang(bleaching) untuk kain.


y

Na2S2O3, Larutan pencuci (hipo) dalam fotografi.


y

Na3AlF6, Pelarut dalam sintesis logam alumunium.


y

Na-benzoat, Zat pengawet makanan dalam kaleng; obat rematik.


y

Na-sitrat, Zat anti beku darah.


y

Na-glutamat, Penyedap masakan (vetsin).


y

Na-salsilat, Obat antipiretik (penurun panas).


y

KCl, Pupuk; bahan pembuat logam kalium dan KOH


y

KOH, Bahan pembuat sabun mandi; elektrolit batu baterai batu alkali.
y

KBr, Obat penenang saraf (sedative); pembuat plat potografi.


y

KClO3, Bahan korek api, mercon, zat peledak.


y

KIO3, Campuran garam dapur (sumber iodine bagi tubuh manusia).


y

K2CrO4, Indicator dalam titrasi argentomeri.


y

K2Cr2O7, Zat pengoksidasi (oksidator).


y

KMnO4, Zat pengoksidasi; zat desinfektan.


y

KNO3, Bahan mesiu; bahan pembuat HNO3.


y

K-sitrat, Obat diuretik dan saluran kemih.


y

K-hidrogentartrat, Bahan pembuat kue (serbuk tartar)

20

21

22

Daftar Pustaka 1.Purba,Michael. 2006.


Kimia 3A

.Jakarta:Penerbit Erlangga2.www.p ustekkom.com3.w ww.id.wikipedia.c om4.www.google. com5.www.edukasi.net23