Anda di halaman 1dari 20

Sebut saja namaku irwan umur 22 tahun. Aku lahir di keluarga berkecupan ekonomi.

Aku
dibesarkan oleh mamaku sendiri tanpa papa. Mamaku orangnya bahenol dengan toket
payudara yang padat, dan yang lebih penting memeknya mama masih sempit dan peret
banget walaupun sudah punya 2 anak. Ya beginilah awal mula .079, 5,3,8 80 tersebut,
Cerita panas pengalaman sex pertamaku ngentot sama mama adalah benar adanya. Mama
yang telah pertama kali mengajariku gimana rasanya indahnya sex dan ngentot itu.
Mamaku, Susan, kini 41 tahun, keturunan Jawa dan ada masih darah Belanda dari pihak
ayahnya ( Warisan kompeni dulu ), menikah di usia muda, dengan papa yang berbeda usia 12
tahunan, karena dijodohkan, dalam hal ini karena adanya hubungan bisnis antara orangtua
mama dan papa, kini janda, bercerai dengan papaku, saat aku berusia 12 tahun. Kakakku
Erni, 2 tahun lebih tua dariku, paling disayang sama oma dan opaku, waktu kakak naik ke
kelas 2 SMA diminta oleh oma dan opa untuk melanjutkan di kota Bandung yang menjadi
kediaman mereka. Kuliahnya pun juga di kota tersebut. Kalau lagi rajin seminggu sekali dia
pulang, tapi kalau tidak amaka aku dan mama yang ke sana. Adapun mama bercerai dengan
papaku, Bambang, seorang pengusaha yang sukses dan memiliki banyak Perusahaan dan
bidang bisnis, karena papaku menikahi simpanannya. Mama tidak sudi dimadu Menurutku
papaku itu amat sangat bodoh, meninggalkan wanita secantik dan seseksi mamaku. Aku amat
membenci papaku, tidak pernah terlintas untuk memaaIkannya. Sewaktu bercerai, papa
memberikan rumah mewah dua lantai kepada kami, juga memberikan uang cerai yang amat
besar pada mama. Untuk urusan biaya pendidikan, papa akan menanggung semua biaya yang
diperlukan. Mama kemudian menggunakan uang tersebut ditambah uang yang mama miliki
untuk mendirikan Perusahaan sendiri. Bergerak di bidang jasa, pelayaran, trading dan eksport
import.
Kami kini hidup bertiga saja, untuk urusan rumah tangga, mama memutuskan untuk tidak
memakai tenaga pembantu, katanya buat apa, toh tidak terlalu banyak kegiatan yang
dilakukan kami bertiga, rumah juga tidak terlalu kotor, untuk urusan mencuci dan setrika,
untuk cuci dan setrika mama menggaji mbak yang tinggal di dekat komplek kami, sudah
kerja tahunan dengan kami, mama mempercayakan kunci rumah juga padanya, tidak harus
datang setiap hari. Untuk makan, bisa membeli di luar atau mama yang akan memasak.
Setelah bercerai, mama mencurahkan semua hidupnya untuk kami anak anaknya, juga
untuk mengurus Perusahaan yang dikelolanya. Ternyata otak bisnis mamaku juga oke, dalam
waktu singkat Perusahaannya berkembang pesat dan memiliki beberapa anak Perusahaan di
dalam dan luar kota. Papaku yang brengsek itu juga suka datang menjenguk anak anaknya,
tapi bagiku tidak ada yang special dan berkesan, ya Cuma Iormalitas saja.
Kami bertiga hidup saling menyayangi, aku mencintai dan menyayangi mama dan kakakku,
maklum ini mungkin karena aku merasa sebagai satu satunya lelaki di rumah. Kehidupan
sehari hari berjalan biasa saja. Saat di rumah, mama tidak terlalu memperhatikan busana,
kalau sudah pulang kerja atau saat santai, biasanya pakai daster atau baju tidur yang seksi dan
mini. Mama tidak merasa canggung, biasa saja baginya. Kalau sedang ganti baju juga mama
sering tidak menutup pintu kamarnya. Mungkin karena dia pikir toh di rumah hanya ada kami
saja, dan akukan juga anaknya. Aku sih senang senang saja dan tidak merasa aneh, maklum
saat itu aku masih lugu. Kadang kadang juga aku sering tidur di kamar mamaku, tentu saja
saat itu tidak ada pikiran yang macam macam. Mamaku sendiri sangat rajin merawat
dirinya, kalau kita lihat, usianya seakan akan masih seperti wanita yang berusia 25 tahunan
saja, nggak kelihatan kalau anaknya sudah gadis dan perjaka. Mama rajin melakukan yoga
dan senam, juga berenang. Kebetulan di halaman belakang rumah kami dibangun kolam yang
tidak terlalu besar, dikelilingi tembok yang lumayan tinggi serta jauh dari tetangga. Mamaku
sendiri memiliki wajah yang cantik, rada rada berwajah indo, rambut panjang, tingginya
sekitar 170 cm, bentuk tubuh yang menawan, perut yang masih rata, terutama dadanya yang
sangat besar, yang kemudian aku tahu ternyata berukuran 38. Teman teman yang main ke
rumah mengatakan mamaku sangat seksi dan mempesona. Kakakku Erni, juga sama,
mewarisi kecantikan mama, sama sama berdada besar, walaupun tidak sebesar mama, tapi
masih akan berkembang. Sepertinya wanita di keluarga mama memang memiliki dada yang
besar dan aduhai, adik dan kakak mama juga sama.
Singkat cerita, 3 tahun sudah berlalu sejak perceraian sialan tersebut, waktu itu usiaku 15
tahun hampir 16, baru kelas 1 SMA, saat di mana memasuki masa tegangan tinggi dalam
masa puberku. Libido remaja yang gampang naik dan mulai mau tahu lebih jauh mengenai
wanita. Aku mulai sering mengakses situs situs porno di kamarku, membaca majalah dan
buku buku porno, menonton Iilm Iilm porno yang amat mudah dibeli. Apalagi kini kak
Erni jarang di rumah, karena bersekolah di kota B, yah makin seringlah aku sendirian di
rumah. Sering saat sedang berkumpul dengan teman temanku, aku mendengar pengalaman
mereka saat melepas keperjakaan, terus terang aku juga penasaran dan ingin sekali
melakukan hal yang mereka ceritakan. Secara keuangan aku bisa dan mampu membayar
wanita penghibur, bahkan teman temanku juga menjanjikan akan membayarkan kalau aku
mau, tapi aku tidak mau, karena aku takut dan juga ngeri resikonya melakukan dengan wanita
penghibur.
Jujur saja, kalau sedang membuka situs porno atau menonton BF, aku paling senang melihat
wanita yang sudah dewasa, memiliki dada besar , dan memiliki bulu kemaluan yang lebat,
apalagi kalau memiliki bulu ketek, ugh..bisa gila aku membayangkannya.
Aku juga mulai menyadari bahwa aku terpesona dan amat menginginkan mamaku, sudah
melewati batas sayang anak ke mamanya, sudah bercampur dengan perasaan erotis yang
menyenangkan. Bukannya kakakku tidak cantik dan mempesona, tapi bagiku mama adalah
sosok wanita yang sempurna, sudah matang. Wanita dewasa yang kecantikan dan lekuk
tubuhnya memancarkan sensasi sensual tersendiri.
Perlahan tapi pasti, gairah dan hasrat di diriku semakin berkobar, aku yang dulu memandang
mamaku sebagaimana mestinya, kini mulai melihat mamaku dari sudut pandang seorang pria.
Kini aku sering mencuri curi kesempatan saat mama sedang ganti baju, pura pura duduk
membaca dekat mama kalau mamaku sedang yoga, senam atau berenang. Kini aku mulai
sering mengkhayalkan tubuh mama saat aku sedang bermartubasi. Selain itu aku mempunyai
kegiatan baru yaitu mengintip mamaku yang sedang mandi, sebenarnya tidak bisa dibilang
mengintip sih, kamar mandi mamaku itu terletak di dalam kamarnya, cukup besar ukurannya,
karena di dalamnya ada bath tub, standing shower, dan wastaIel serta kaca rias yang terpisah,
dan saat mama mandi pintunya jarang dikunci, Cuma sedikit ditutup saja, sehingga aku cukup
melihat dari celah pintu yang terbuka. Tidak puas, suatu hari timbul ideku untuk
merekamnya, maka aku siapkan kamera dan dengan hati hati merekamnya. Wah, hasil
rekamannya sungguh amat indah, dan memperlancar masturbasiku. Tapi itu belum cukup,
aku masih menyimpan hasrat untuk merasakan dan menyentuh secara langsung, dan dalam
hal ini aku amat terobsesi dengan mamaku. Aku harus mencari cara dan kesempatan untuk
memiliki mamaku seutuhnya. Kesempatanku amat besar, karena di rumah ini hanya ada aku
dan mamaku, tinggal bagaimana aku mencari caranya.
Kalau aku pikirkan secara mendalam, setelah bercerai, mamaku mencurahkan hidupnya
untuk bekerja dan kami anak anaknya. Seingatku mama tidak pernah menjalin hubungan
dengan pria lain, berangkat dan pulang kerjapun selalu tepat waktu. Kalaupun ada urusan
kerja di luar kota,sebisa mungkin mengajak kami. Hari liburpun dihabiskan bersama kami
anak anaknya. Apa mamaku tidak punya hasrat seks lagi ? Kalau melihat umurnya rasanya
tidak mungkin. Rasanya aku harus mencoba mencari tahu hal ini.
Biasanya kalau sudah selesai makan malam, aku dan mama menonton TV. Saat sedang
nonton TV, biasanya aku sering menaruh kepalaku di kedua paha mama. Malam itu mama
memakai baju tidur mini tanpa lengan berwarna putih, dengan belahan dada yang rendah,
sehingga makin menonjolkan tetek mama yang besar tersebut, seakan tidak mampu
menampung tetek yang besar tersebut. Ugh.ribet deh jadinya aku. Gairahku benar benar
membara, tongkolkupun sudah nyut nyutan. Gelisah banget rasanya. Kami menonton tanpa
bersuara. Akupun memulai percakapan.
Ma, boleh nggak Irwan nanya sesuatu.? kataku, sambil membalikkan kepalaku dan
badanku, kini kepalaku menatap ke arah perut mama.
Nanya apa.?
Jangan marah ya Ma, kataku lagi
Apaan sih, kok serius amat sih Wan, kata mamaku.
Nggak, kan mama sudah lama hidup sendiri, apa nggak mau kawin lagi ma..? kataku.
Ah kamu ini ada ada saja. Nggak lah, kan mama sudah bahagia ada kamu dan kakakmu.
Memang kenapa kamu tanya hal itu, mau punya papa baru ya..?? canda mamaku.
Enggak sih, Cuma Irwan ingin nanya saja kok ma.
Tiba tiba aku mendapat ide untuk mencoba mencari kebutuhan seks mamaku.
Ma, jangan marah ya, memangnya mama nggak kesepian..? Mama kan masih muda, masih
punya kebutuhan biologis, kataku hati hati. Kurasakan mamaku sedikit menegang dan
terdiam sejenak.
Wan, kok nanyanya begitu sih, maksud kamu apa, suara mama sedikit naik.
Irwan kan sudah gede ma, sudah mendapat pelajaran di sekolah, jadi Irwan tahulah soal
kebutuhan pria dan wanita akan hal itu. Dan Irwan mau mama tahu, kalau Irwan juga
menghargai semua keinginan ma. Mungkin dulu Irwan belum paham, tapi sekarang saat
sudah tahu, Irwan jadi memikirkan mama, kan mama juga punya hidup. jawabku sekenanya.
Wan.Wan, yang kamu pelajari itu memang benar, tapi ada juga yang namanya perasaan
dan hati nak, hidup tidak hanya dari teori pelajaran saja, tapi juga dari pengalaman. jawab
mamaku.
Maksudnya apa ma..? tanyaku bingung.
Sebagai wanita mama juga ada kebutuhan yang kamu katakan. Tapi mama juga tidak mau
kecewa lagi Wan. Cukup sudah pengalaman pahit dari papamu itu. Bagi mama apa yang
mama jalani dan juga memiliki kamu dan kak Erni, sekarang ini sudah cukup dan
membahagiakan mama. Dan soal masalah kebutuhan biologis mama, mama rasa bukan
masalah kamu, dan masih ada kesibukan dan cara lain untuk mengatasinya jawab mamaku.
Suasana jadi sedikit canggung, lama kami terdiam, hanya terdengar suara dari TV saja.
Ma, maaIin Irwan yah sudah menanyakan hal yang membuat mama marah dan sedih.
Nggak apa apa kok Wan. Mama senang karena Irwan perhatian sama mama.
Kembali kami terdiam, mama mengelus ngelus kepalaku. Aku juga diam saja, tetap dalam
posisi kepala menghadap ke tubuh mama. Saat itu aku sedang berpikir, berarti mamaku
sebenarnya memiliki kebutuhan seks. Tinggal bagaimana aku menciptakan situasi dan
kesempatannya. Toh saat ini cuma ada aku dan mama, kak Erni tidak di rumah. Akupun
memulai rencanaku.
Aku segera menaikkan kepalaku ke dada mamaku. Pura pura bermanja manja.
Eh, kamu ngapain Wan.? tanya mamaku kaget.
Irwan sayang mama, boleh nggak Irwan nenen sama mama.
Ah, kamu ada ada saja, kan kamu sudah besar nak, mamaku tertawa.
Iya, tapi boleh kan Irwan nenen lagi kayak anak kecil,pintaku manja.
Nggak ah.konyol deh kamu,mamaku tertawa.
Boleh ya ma, kan selama ini nggak pernah,kataku sambil berusaha mencium puting mama.
Jangan ah Wan, kata mamaku berusaha dengan halus menggeser kepalaku, tapi aku terus
saja bermanja manja, akhirnya mamakupun tertawa dan berkata, Yah sudah deh, kali ini
saja ya, tumben kamu kolokan kayak gini Wan.
Yes, rencanaku mulai berhasil, mamapun segera menurunkan satu tali baju tidur di bahunya,
terpampanglah satu tetek mama yang besar,padat dan masih kencang itu. Putih dengan puting
yang juga besar. Lingkaran di sekitar pentilnya dan pentilnya berwarna coklat kemerahan.
Aku benar benar terdiam dan terpesona, walau sering mengintip, tapi berbeda sekali karena
kali ini aku melihat secara langsung dari jarak dekat. tongkolku benar benar mengeras
sekali.
Lho kok bengong, tadi katanya mau nenen, tegur mamaku.
Ngg, iya.iya ma, habisnya tetek mama besar banget, masih kenceng lagi,kataku lagi.
Ah kamu bisa aja memuji mama yang sudah berumur ini, mamaku tertawa.
Benar ma, benar benar bagus dan mempesona,jawabku jujur. Tanganku menyentuh tetek
tersebut, sungguh nyaman rasanya, kenyal dan keras, sambil mendekatkan mulutku ke puting
mama. Lama aku mengemut puting mamaku, sementara mamaku tetap menonton TV.
Tangan mama mengelus ngelus kepalaku, rasanya seperti anak kecil saja saat itu. Aku
menghisap hisap puting mama sambil sekali kali memainkan lidahku. Puting itu kini
benar benar sudah membesar dan mengeras. Kurasakan mama mulai gelisah, tapi aku tetap
melakukannya perlahan lahan, aku tidak mau tergesa gesa dan membuat mamaku curiga.
Kini tanganku yang satu mulai meremas tetek mama yang satu lagi, aku meremas dan
mengenggamnya tanpa melepasnya lagi. Lalu mama pun menurunkan tali baju tidurnya yang
satu lagi, kini benar benar bertelanjang dada. Wan, nenen yang sebelah sini juga, kata
mamaku sambil tetap menonton TV. Akupun segera memindahkan mulutku ke tetek mama
yang satu lagi. Aku melakukannya tetap seperti tadi, perlahan lahan dan berusaha senatural
mungkin, walau tongkolku sudah berdenyut denyut, tapi aku tetap sabar.
Ugh.,terdengar suara mamaku pelan, duduknya pun mulai gelisah, naIasnya mulai berat.
Aku tetap diam saja, seolah olah tidak tahu. Hanya kali ini aku mulai memainkan
mainkan lidahku dengan lebih cepat di puting mama. Ah., kali ini elusan mama di
kepalaku mulai berubah menjadi sedikit menjambak pelan rambutku.
Akupun menghentikan kegiatan nenen tersebut, dan langsung mengubah posisiku menjadi
posisi duduk, di sampingku mama duduk dengan dada telanjang, kedua teteknya yang besar
benar benar menantang, dengan puting yang dalam kondisi mengeras. Ugh.sabar dikit
kataku dalam hati.
Sudah dulu ma nenennya, kataku santai. Sekilas aku merasa melihat raut muka mama
sedikit kecewa, namun mama bisa mengontrolnya dengan baik.
Benar nih, memangnya sudah kenyang nenennya, Wan, katanya mau kayak anak kecil,
mama mencoba menetralkan dirinya dengan bercanda.
Iya, tapi nanti nanti boleh lagi ya ma, Irwan senang deh bisa nenen kayak dulu.
Iya, iya, boleh kok, mama juga seperti mengingat kamu waktu kecil dulu kata mamaku
lagi.
Sebenarnya aku sengaja berhenti, yang penting aku sudah mendapat jalan masuk untuk
melaksanakan niatku. Aku pun terdiam dan menonton TV. Mama juga menonton TV, tapi
entah lupa atau disengaja, tali baju tidurnya tidak segera ia naikkan, jadilah pemandangan
tetek mama yang indah terpampang jelas di sampingku. Aku pura pura saja seperti tidak
ada apa apa. tongkolku benar benar keras sekali saat itu, karena mataku terus melirik tetek
mama.
Ma, Irwan sudah ngantuk nih, tidur duluan ya. Irwan boleh tidur di kamar mama kan ?
tanyaku.
Ya sudah, sana kamu duluan, iyalah boleh, biasanya juga sering tidur dikamar mama,
jawab mama.
Akupun segera bangun, dan langsung menuju kamar mama, sambil berjalan ke sana, aku
tersenyum karena sebentar lagi nampaknya rencanaku akan segera berhasil. Sesampainya di
kamar mama, aku segera membaringkan diri, sambil pura pura tidur, tongkolku sudah
lumayan tenang kini. Tidak berapa lama mama masuk ke dalam kamar, mama ke kamar
mandi sebentar, lalu naik ke tempat tidur, mengecup pipiku, mengira aku sudah tidur. Ada
sekitar setengah jam aku pura pura tidur, aku juga tidak terlalu yakin kalau mama sudah
tidur pulas, tapi aku sudah menetapkan hati, Inilah saatnya, sekarang atau tidak sama sekali,
tidak boleh mundur lagi. Kulihat mata mama masih terpejam. Rencanaku, kalau aku pura
pura nenen lagi, paling mama berpikir karena aku lagi kolokan.
Akupun mulai mendekatkan kepalaku ke arah mama yang sedang menghadap aku. Mula
mula aku menghisap tetek mama tanpa menurunkan tali baju tidur mama. Mama diam
saja,tidak ada larangan. Tangankupun mulai berani menurunkan kedua tali baju tidur mama.
Mama diam saja, tidak ada larangan. Kini aku menghisap tetek mama dengan bebasnya,
tanganku yang satu mulai meremas remas dan memainkan puting tetek mama. Mama masih
terpejam, tapi kurasakan tubuhnya mulai menggeliat.
Ugh..Ooohh..,terdengar mama mendesah pelan. Aku makin bersemangat dan bergairah
mendengarnya. Mulutkupun mulai berpindah pindah dari puting satu ke puting lainnya.
Ada sekitar 10 menit aku memainkan tetek mamaku, dengan kondisi mama tetap terpejam.
Tapi aku yakin mama belum tidur. Nampaknya mama menikmatinya. Akupun makin berani
dan tangankupun mulai bergerak ke bawah baju tidur mama, ke arah selangkangan mama.
Saat tanganku mendarat di atas celana dalamnya, tiba tiba tangan mama memegang
tanganku, dan menepisnya dengan halus. Kini matanya tidak terpejam lagi. Mama kini dalam
posisi duduk di atas tempat tidur.
Cukup Wan, jangan lebih dari itu. Mama tahu dan mengerti kamu sudah besar, sudah masuk
usia remaja, mama juga paham kamu bilang mau nenen ke mama sebenarnya karena kamu
mulai ingin tahu tubuh wanita. kata mama.
Mama tidak keberatan kamu bermain main dengan tetek mama, tapi jangan lebih dari itu
ya Wan,kata mama lagi.
Tapi ma, kenapa harus begitu, mama jahat, kenapa mama seperti itu, aku berargumen.
Wan, aku ini mamamu, tidak boleh kita melakukan hal yang seperti kamu inginkan itu,kata
mama lagi.
Mama bohong, sebenarnya mama menikmati kan. Sebenarnya mama juga inginkan,aku
terus menyerang pertahanan mamaku.
Memang, tetapi hanya sampai batas itu, tidak bisa lebih jauh lagi, jawab mama tenang.
Irwan sayang mama, dan mama harus tahu itu, Irwan mau melindungi mama, tidak mau
mama kecewa, juga mau mama menjadi yang pertama bagi Irwan, mama tidak akan kecewa
atau disakiti lagi, karena Irwan menyayangi dan tidak akan pernah mau menyakiti hati
mama.
Hening sesaat, nampaknya mama terguncang mendengar kata kataku, mama terdiam dan
menundukkan kepalanya, kulihat mama meneteskan air matanya. Aku terkejut dan segera
bangkit, aku peluk mamaku.
Ma, mama marah yah.?
Tidak sayang, mama tidak marah, justru mama bahagia, karena Irwan menyayangi dan amat
perhatian sama mama. Benar benar tidak mau mama kecewa lagi.
Lalu mama juga memelukku, lama kami saling bepelukkan, kemudian mama berkata
kembali, Mama senang dan sekaligus bingung, karena kamu memilih mama sebagai yang
pertama dalam hidupmu. Seharusnya kamu memilih gadis lain Wan.
Ma, bagi Irwan, mamalah yang terbaik, mamalah yang harus memiliki Irwan pertama kali,
tidak ada penyesalan, bahkan Irwan akan merasa bahagia ma.
Mama masih terdiam dan tetap memelukku, sudah tidak menangis lagi, tangannya membelai
lembut kepalaku. Aku diam saja, membiarkan mama bermain dengan pikirannya. Lalu mama
berkata kembali
Sebenarnya kita tidak boleh melakukan hal ini, aku mamamu dan kamu anakku. Garis itu
tidak boleh dilanggar.
Tapi ma.,aku memprotes, tetapi diam kembali karena mama segera memotong kalimatku
Toh yang melakukannya adalah kita, tak ada orang lain yang dirugikan, tak ada orang lain
yang disakiti, semua resiko dan tanggung jawab adalah milik kita.
Jujur saja, mama juga wanita yang punya kebutuhan seks, tapi mama takut menjalin
hubungan lagi karena mama tidak mau mama dan anak anak mama kecewa kembali. Kala
kamu mau tahu saat hasrat mama muncul dan tak tertahankan, mama menggunakan vibrator
dan masturbasi, toh yang namanya gairah akan hilang, kalau sudah orgasme. Tak perlu
menjalin hubungan kalau hanya untuk mengatasi hal itu.
Tapi tadi saat kamu minta nenen, dan memainkan puting mama, mama mulai merasakan api
gairah yang ada di dalam mama, kembali menyala, walau awalnya ragu, namun mama yakin,
dengan kamu mama tidak akan kecewa dan sakit, kita sama sama menyalurkan hasrat
terpendam kita.
Mama sadar mama tidak bisa dan trauma dengan pria lain, tapi mama tahu kalau dengan
Irwan, mama tidak akan sakit, karena Irwan menyayangi mama. Juga lebih baik mama yang
mengajari dan memuaskan keingintahuan seks kamu daripada kamu harus melakukannya
dengan perempuan penghibur.
Mama melepaskan pelukannya, lalu berdiri dan melepaskan baju tidurnya. Kini hanya
bercelana dalam saja. Lalu mama berbaring.
Wan, ingat ini hanya menjadi rahasia kita berdua, kamu boleh memiliki mama kapanpun,
namun jangan sampai kakakmu tahu.
Kini kamu lakukan yang kamu inginkan ke mama, jangan takut mama akan membimbing
dan mengajarimu. Nanti kamu sendiri yang harus membuka celana dalam mama. Puaskan
mama dan dirimu.
Lakukan dengan santai saja Wan. Mama mau pengalaman pertama kamu ini menjadi
pengalaman yang berkesan dan indah dalam hidupmu.
Aku yang tadi hanya terdiam, antara percaya dan tidak percaya akan kesempatan ini, segera
bergerak, aku berbaring di samping mama, aku cium bibir mamaku, lidah mama dan lidahku
bertautan dengan penuh gairah. Tanganku mulai meremas remas tetek mamaku, memilin
milin puting mamaku. Tangan mama juga tidak tinggal diam, mengelus ngelus tongkolku
dari bagian luar celana pendekku. Ugh.nikmat sekali elusn tangan mamaku. Kini aku mulai
menciumi tetek mamaku, mengulum, menjilati puting mama, mama menggeliat geliat dan
memeluk tubuhku. Tangan mama mulai membantu membuka kaosku, lalu celanaku, kini aku
dalam kondisi telanjang, masih tetap menindih mama, dengan rakusnya aku terus meremas
remas da memainkan tetek mama, gairahku makin meninggi melihat mama yang nampaknya
menikmati saat teteknya aku pemainkan. Tangan mama kini mengelus dan mengocok
tongkolku dengan lembut.
Wah besar juga tongkolmu Wan, sebagai lelaki kamu harus bangga.
Ahh.enak ma, terus kocokin tongkol Irwan ma, kataku di sela kesibukanku memainkan
tetek mama.
Wan, sudah dulu dong mainin tetek mama, masa kamu mau diamin saja memiaw mama.
Terus terang, bukannya tidak mau, tetapi aku memang belum pengalaman sih. Tapi dengan
yakin, perlahan aku mulai menurunkan posisi badanku, hingga kini menghadap tepat di atas
celana dalam mama. Tanganku mulai memegang celana dalam mama, meraba dan
mengelusnya, kurasakan tebal dan terasa rambut kemaluan yang lebat di baliknya. Mulutku
mulai mencium pinggiran selangkangan mama. Mama mulai membuka kedua kakinya.
Secara spontan aku menarik celana dalam mama perlahan lahan. Kini mamaku dalam posisi
telanjang bulat. Aku hanya bisa meneguk ludah menyaksikan memiaw mama yang
terpampang begitu dekat dan indah di depan mataku. Aroma yang belum pernah
kuciumselama ini, terasa ke hidungku, rasanya amat menggoda. Rambut kemaluan mamaku
benar benar lebat dan menutupi memiaw mama, sesuai dengan kesukaanku, tongkolku
benar benar berdenyut denyut kencang. Tanganku mulai mengelus ngelus rambut
kemaluan mama, terasa tebal dan menggairahkan sekali. Aku mulai mengingat ngingat
adegan di Iilm Iilm BF yang pernah kutonton. Seakan tahu apa yang kupikirkan, mama
mulai berkata
kok bengong lagi Wan, kamu lakukan saja apa yang mama perintahkan ya. Sekarang kamu
jilati dan mainkan memiaw mama dengan lidah dan tanganmu. Kalau susah kamu lebarkan
dengan tanganmu, lubang memiaw mama. Mama mulai melebarkan kakinya, membuka
selangkangannya yang indah, menampakkan puncaknya yang menggoda.Akupun mulai
menyibak rambut kemaluan mama yang lebat, jariku membuka memiaw mama secara
perlahan.Persis seperti Iilm yang kulihat.
Nah kalau sudah, coba kamu lihat di sekitar lubang memiaw mama, ada daging kecil yang
menonjol keluar, seperti butir kacang, itu namanya kelentit atau sering disebut itil,sayang.
Nah bagian itulah yang harus kamu mainin dan jilatin pada memiaw mama. Mama akan
merasa nikmat saat kamu melakukan itu. Tanpa menunggu lama lagi, akupun mulai
memainkan dan menjilati itil mama dengan lidahku, aroma yang tercium sungguh amat enak
terasa di hidungku. Mula mula aku pikir apa yang aku lakukan salah, tapi perlahan pasti
kulihat tubuh dan pinggul mamaku mulai bergoyang goyang.
Ah.Oooohhh..Ssss..enak Wan, Ugh..
Ughhh.jilat terus Wan, mama mendesah semakin kuat, goyangan badannya semakin
terasa.
Ooohhhh..pintar kamu Waaann, aaahhhh..cepat pandainya.
Oooohh.Aaahhhh..mama.mama.mau.sedikiiittt lagi,tangan mama mulai meremas
rambutku, mama makin melebarkan kakinya, geliat pantat mama semakin liar, akupun makin
bersemangat memainkan dan menjilati itil mama. Lidahku menari nari dengan liar dan
cepat, menyapu permukaan memiaw mamaku yang sudah mulai basah. Sensasi yang
kurasakan saat itu sukir dilukiskan, kurasakan batang tongkolku sudah amat keras dan
berdenyut denyut. Melihat mamaku yang telanjang, dan mendesah desah keenakkan saat
itilnya kujilati sungguh membuat gairah dan birahiku membara. Badan mamaku bergetar
hebat, dan diiringi desahan nikmat yang panjang, kurasakan memiaw mama menyemburkan
cairan hangat yang nikmat.Mama terdiam sesaat, lemas, aku mengelus ngelus memiaw
mamaku dengan lembut dengan jariku.
Ughh.nikmat sekali rasanya Wan, sudah lama mama tidak mengalami orgasme saat dijilati
seperti tadi. Rasanya enak betul, kamu pintar dan cepat belajar sayang. Tunggu sebentar ya,
mama akan gantian memberikan kenikmatan kepada kamu. lalu mama pun bangkit dari
posisinya, menyuruhku berbaring. Diam sebentar mengamati tongkolku, karena baru
sekarang dapat melihatnya secara jelas.
Wah.panjang dan besar juga tongkol anak mama, kayaknya ada sekitar 20 cm, pastinya ini
bukan dari turunan papa kamu yang brengsek itu. tongkol kamu jauh lebih bagus dan besar
dibandingkan si brengsek itu, sindir mamaku sinis terhadap papaku. Aku jadi menyadari
betapa bencinya mamaku terhadap papaku, dan entah kenapa mendengar perkataan mamaku,
membuat aku senang dan bangga, karena dalam satu hal ternyata aku lebih hebat dari papaku.
Makin keras saja rasanya tongkolku kini. Mamaku mulai memainkan batang tongkolku
dengan tangannya yang halus, enak benar rasanya, jempol tangannya mengurut ngurut
kepala tongkolku dengan lembut. Aku hanya bisa merem melek saja merasakannya. Lalu
mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah tongkolku. Kurasakan rasa nikmat yang luar
biasa ketika lidahnya mulai memainkan kepala tongkolku. Seluruh tubuhku rasanya lemas tak
berdaya. Lalu perlahan tapi pasti tongkolku mulai masuk ke dalam mulut mama. Nikmat
rasanya saat mama mengulum, mengisap batang tongkolku, juga saat lidahnya menjilati
kepala dan batang tongkolku. Rasanya tidak bisa kupercaya, tongkolku bisa masuk ke dalam
mulut mama yang mungil dan sensual itu, lembut sekali rasanya elusan bibirnya menyentuh
batang tongkolku. Tangan mama juga mengelus ngelus biji pelerku, enaaak banget rasanya.
Sesekali mulut dan lidah mama mengulum dan menjilati bijiku. Service mama yang enak ini
benar benar membuatku kelojotan dan hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan dan
sensasi yang luar biasa ini. Sambil mengulum tongkolku, sesekali mama menatapku.
Sungguh luar biasa sensasi yang dirasakan saat kita melakukan kontak mata saat sedang
diberikan oral seks.
Lagi enak enaknya mama berhenti. Aku mau protes, tapi mama segera berkata.
Untuk pemula, daya tahanmu cukup baik. Mama sebenarnya mau mengulum tongkol kamu
kembali, sampai kamu keluar, tapi untuk pengalaman pertama kamu, mama ingin kamu
merasakan yang terbaik dan juga harus mengeluarkan sperma kamu di tempat yang
special.di dalam memiaw mama sayangku. Nah kini kita mulai, jangan takut, mama akan
bimbing kamu. Mama mengocok ngocok kotolku, lalu mulai berbaring. Aku disuruhnya
untuk memposisikan diri di atasnya. Mama mulai membuka kedua kakinya, memperlihatkan
memiawnya yang menawan. Tangannya membuka lubang di memiawnya, menunjukkan jalan
ke arah lubang kenikmatan miliknya.
Karena ini yang pertama, maka mama bantu kamu dulu menunjukkan arah yang tepat, kalau
sudah sering, pasti nanti kamu mahir dengan sendirimya, yang. Lalu tangannya memegang
batang tongkolku, menuntunnya ke arah yang benar, ke dalam surga kenikmatan. Agak sulit
pertama tama, karena tongkolku yang cuup besar dan juga karena memiaw mama yang
sempit karena sudah lama tidak dimasuki tongkol. Jleb..perlahan kepala tongkolku
menerobos ke dalam lubang memiaw nikmat milik mama, tubuh mama agak bergetar saat
tongkolku menerobos masuk, kembali mama melebarkan kakinya dan menaikkan pantatnya
perlahan, hingga batang tongkolku masuk seluruhnya ke dalam lubang memiaw mama.
Sungguh suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan pertama kali seumur
hidupku. Saat tongkolku berada di dalam memiaw mama, rasanya sangat nyaman, hangat dan
berdeyut denyut dengan nikmatnya. Jadi inilah rasanya memasuki memiaw seorang wanita,
semakin nikmat karena ini adalah memiaw mamaku yang benar benar aku inginkan.
memiaw yang sudah melahirkan dua orang anak, namun tetap terasa nikmat dan berkualitas.
Santai saja Wan, pompa tongkolmu naik dan turun, jangan tergesa gesa, nikmati, buat
pengalaman pertamamu ini berkesan. Keluarkan di dalam memiaw mama ya sayang, mama
mengajari dan memberiku semangat dengan lembut. Akupun mulai bergerak seperti yang
diajarkan mamaku. Pantatku naik dan turun, tongkolkupun mulai memompa dengan
nikmatnya di dalam memiaw mamaku. Sungguh amat sangat niiikkkmaaattt, kulakukan
dengan perlahan lahan, tidak tergesa gesa, sekali kali bibirku mencium bibir mamaku
dengan lembut dan pnuh gairah. Kulihat tetek mamaku yang besar itu bergoyang goyang
seiring pompaanku tongkolku dalam memiaw mama. Sungguh enak dilihat, satu tangankupun
mulai ,eremas remas dan memainkan putingnya, sekali kali kuhisap dan kujilati. Cukup
lama juga aku memompa tongkolku, mama mulai mendesah desah, dan menggoyang
goyangkan pinggulnya.
Aahhh,,,Ahhhh, terus Wan, pintar juga kamu.
Ooohhhh..enak.sudah lama memiaw mama tidak dimasuki tongkol, jadi rasanya
nikmat..
Ugh.ughhh.
tongkol kamuuu.benar benar enaaakk.aaaahhh.
memiaw mama juga nikmaaattt.sempiit dan enaak
Aahhh..mama sudah mau keluar yang
Kurasakan memiaw mama menyemburkan cairan hangat ke tongkolku, mama nampak lemas
dengan ekspresi penuh kepuasan di wajahnya. Mama meminta aku berhenti sebentar, tapi aku
tdak mau dan terus memompa. Mama nampak lemas, matanya merem melek, mulutnya
mendesah desah, sementara pinggulnya makin bergoyang dengan liar dan cepat
mengimbangi gerakkan tongkolku. Tentu saja aku merasakan semakin nikmat, apalagi mama
makin melebarkan kakinya, sehingga tongkolku semakin leluasa menerobos memiaw
mamaku yang terasa sempit karena lama tidak dihajar tongkol. Gerakanku makin kupercepat,
bibir, leher dan tetek mamaku bergantian aku jilati dan ciumi. Ploook.plookk..plookkk.,
bunyi pompaan tongkolku terdengar jelas saat memompa memiaw mamaku yang sudah basah
itu.
Aaahhh..ahhhh.nikmaaat nggakkk sayang.
Pastiii ma..oohhh.
Ughhhhh.Oohhhh..
Terus yang mama mau keluar lagiii.
Kurasakan tongkolku juga berdenyut denyut lebih keras, rasanya aku juga mau mencapai
puncak, Aku segera menciumi bibir mamaku dengan ganasnya, lidahku dan lidah mama
saling bertautan dengan penuh gairah, kutindih dan kupeluk tubuh mamaku dengan
kuat.Kurasakan memiaw mama menyemburkan cairan, mama orgasme lagi, hampir
bersamaan tongkolkupun menyemburkan cairan sperma dengan kuat dan cukup banyak.
Kurasakan tubuh kami sama sama bergetar dengan nikmat. Lalu akupun terkulai, masih
menindih tubuh mamaku, lemas tapi puas dan dipenuhi rasa nikmat. tongkolku masih
berdenyut denyut. Akhirnya kurasakan juga kenikmatan bersetubuh, memang nikmat, tapi
terasa makin dan lebih nikmat karena pertama kali aku melakukannya denga mamaku
tersayang. Kami berbaring berdampingan sambil berpegangan tangan.
Kamu hebat sayang.mama benar benar puas.
Aku juga ma.
Sini mama bersihkan tongkol kamu, kata mama, lalu mama mulai menjilati sisa sisa
sperma dari tongkolku.
Benar benar masih mudah dan bersemangat, tongkol kamu masih keras.
Irwan sayang, mama bahagia dan tidak menyesal melakukan hal ini. Kamu membuat mama
merasakan kembali menjadi wanita. Kamu hebat, jauh lebih kuat dari papa kamu. Mulai
sekarang kamu boleh melakukannya kapan saja, kalau kamu mau tinggal bilang ke mama.
Pasti mama bersedia, kecuali saat mama datang bulan, cukup mama service kamu dengan
oral.
Tentu saja mulai sekarang kamu harus tidur di kamar bersama mama, kamu harus
memuaskan mama dan diri kamu setiap hari, kecuali kalau ada kakak kamu ya, harus hati
hati, jangan sampai ketahuan.
Aku senang sekali mendengar perkataan mamaku.
Baiklah, tapi mama juga harus janji, mama mau mengajari aku yah, juga mau menuruti
semua keinginanku dalam melakukan hubungan seks, kalau aku mau mama begini atau
mama begitu seperti di Iilm yang aku lihat, mama nggak boleh protes ya.
Mama benar benar tipe wanita idamanku, tinggi, cantik, bertetek besar, memiliki rambut
kemaluan yang lebat, tapi ada satu yang kurang, kuharap mama mau melakukannya, karena
aku senang dan suka sekali.
Apa itu Irwan sayang ?
Irwan mau mama mulai menumbuhkan bulu ketek, jangan mama kerok atau cabuti, tidak
perlu lebat ma, karena Irwan suka sekali dengan bulu ketek, bagi Irwan itu sangat
merangsang dan menggairahkan. Kalau dirawat kan tidak bau, apalagi mama yang rajin
merawat tubuh. Pokoknya mama harus menuruti permintaan ini ya.
Tentu sayang, pasti mama turuti, mulai sekarang mama akan membiarkan bulu ketek mama
tumbuh demi kamu. Senang dan bahagia sekali mama, karena tubuh mama ternyata sesuai
dengan keinginan kamu. Rasanya mama kembali muda.
Lalu kami kembali berpelukan, malam itu aku kembali menggarap memiaw mamaku 2 kali
lagi.
Mama berbaring di sampingku, telanjang, tertidur pulas. Aku masih belum tertidur. Masih
berpikir atas apa yang baru kualami, sedikit tidak percaya akan semuanya. Tapi sudahlah,
semua yang kuinginkan sudah terjadi, mamaku puas, aku puas. Bagiku apa yang kami
lakukan adalah jalan kami bersama, kami yang merasakan, tidak ada penyesalan, tidak ada
orang lain yang dirugikan. Rasanya bahagia sekali...
Tanpa terasa sudah hampir 2 bulan, aku menjalani babak baru kehidupan dengan mamaku.
Aku juga sudah semakin pandai saja dalam urusan Seks. Mama benar benar membimbing
aku untuk memahami tekhnik dan juga cara memuaskan seorang wanita dalam hal
berhubungan badan. Semua yang selama ini hanya bisa kuIantasikan dan kusaksikan lewat
Iilm saja, kini dapat kupraktekkan secara langsung. Mama selalu ada dan menjadi
pembimbingku yang seksi dan menggairahkan, selain itu memang mama seperti
mendapatkan diriku sebagai oase baginya guna menyegarkan semua dahaga seksnya yang
lama terpendam.
Namun sedikit banyak aku berpikir betapa tololnya papaku meninggalkan wanita sehebat dan
seseksi mama, tadinya aku berpikir mungkin karena mama adalah tipe yang kolot dan
konvensional, tapi ternyata tidak. Aku sendiri juga kaget karena untuk urusan seks, mamaku
ternyata hebat dan panas, selalu berusaha memenuhi dan memuaskan keinginan pasangannya.
Buktinya semua keinginanku selalu diturutinya. Mama bercerita dulupun dia selalu berusaha
memenuhi keinginan papaku, menonton Iilm BF punya papa untuk mempelajari posisi dan
hal yang bisa menyenangkan pasangannya. Ah.persetan dengan ketololan papaku, sekarang
ada aku yang bisa membahagiakan mama.
Hidup yang sekarang kujalani sangatlah indah. Kecuali saat kak Erni pulang saja, aku harus
menahan diri. Untuk tidur di kamar mama sih nggak masalah, karena kak Erni tahu, dari dulu
aku suka kadang kadang suka tidur di kamar mama, tapi sekarang dia tidak tahu, kami
bukan hanya sekedar tidur. Kalau tidak ada kak Erni, aku dan mama benar benar
memuaskan hasrat seks kami sepuasnya. Kapanpun aku mau, aku tinggal lakukan. Saat mama
di dapur, di kolam renang, di meja makan, saat aku mau, tinggal kusodok saja memiaw
mamaku, dan mama juga tidak pernah menolak.
Bahkan kalau saat sedang mengantar mama pergi dan aku mau, mama akan membuka
resleting celanaku dan meng-Oral aku, sementara aku tetap menyetir. Kadang kalau malam
minggu atau hari libur, aku dan mama berjalan jalan ke mall, makan di luar, nonton
bioskop, kayak anak muda yang berpacaran saja.
Yang pasti aku tidak perlu takut mama akan hamil, walau usia mama saat aku mulai
menyetubuhinya memasuki usia 35 tahun dan masih memungkinkan hamil, namun aku tak
perlu khawatir. Mama bilang saat bercerai dulu mama sudah memasang spiral KB, sewaktu
mama berhubungan denganku pertama kalinya, besoknya mama kembali memeriksakan
spiralnya dan memasang ulang untuk memastikan keamanannya. Mama bilang dia
sebenarnya tidak keberatan kalaupun nantinya bisa hamil, namun dia bilang daripada jadi
omongan orang, pertanyaan Kak Erni, belum lagi karena mama bekerja, maka sebaiknya
pasang alat pengaman saja. Selain itu kata mama dia mau aku menikmati saat berhubungan,
kan nggak adi kalau mama bisa enak orgasme, sementara aku harus mencabut tongkolku saat
aku mau klimaks Cuma untuk mengeluarkan spermaku karena takut mama hamil, mama mau
aku juga nikmat dan mengeluarkan spermaku di dalam lubang memiawnya. Lagipula mama
juga lebih enak kalau aku keluar di dalam, katanya rasanya nikmat saat spermaku
menyemprot dinding memiawnya. Duh senang dan terharunya aku, mamaku begitu
memperhatikan hal itu, mau aku mengalami kenikmatan seutuhnya.
Bagiku mama bukanlah wanita murahan atau gampangan, mama rela dan memberikan
semuanya kepadaku karena mama merasa nyaman dan aman. Aku menyadari mama sangat
peduli dan selalu berusaha memuaskan pasangannya, dalam hal ini aku, bila mama
mengalami kenikmatan, maka mama juga mau hal yang sama untuk aku. Kita tidak bisa
menilai wanita hanya dari luarnya saja, terkadang wanita contohnya mamaku yang kalau
sehari hari terlihat sopan dan santun, namun saat di atas ranjang, mempunyai sisi lain yang
bisa membuat kita tercengang dan puas. Mamaku benar benar berkelas. Tidak merasa
sungkan atau canggung membicarakan atau memenuhi keinginanku, karena seks yang nikmat
adalah bila pasangan yang melakukannya sama sama mengerti dan tahu keinginan masing
masing dan mau terbuka mengatakan hal yang kurang atau membuat sakit pasangannya, atau
pura pura suka padahal tidak pada gaya ini atau gaya itu. Seks yang kami lakukan selalu
terasa panas dan nikmat karena kami selalu berusaha memberi dan menerima dengan sepenuh
hati.
Mama sendiri mengatakan bahwa untuk urusan seks, aku memiliki stamina dan daya tahan
yang kuat, bahkan mama suka kewalahan, tapi mama senang karena selalu mengalami
kepuasan berkali kali setiap melakukan hubungan seks. Mama merasa gairahnya yang
sempat padam kini menyala kembali dan bisa disalurkan. Apalagi kalau sedang berhubungan
dan aku sudah keluar, tongkolku juga cepat lagi bangunnya, mungkin karena aku masih
muda. Kalau hanya ada kami saja di rumah, mama selalu memakai baju tidurnya yang seksi,
kadang hanya BH dan CD, tapi seringkali aku meminta mama untuk telanjang saja. Biasanya
kalau ada teman yang mau datang aku bilang dulu ke mama atau menelepon dahulu, biar
mama memakai busana yang sopan, kan nggak lucu kalau temanku datang mendapatkan
mama yang memakai baju seksi. Mama selalu menuruti keinginan dan Iantasi yang aku
miliki, terkadang aku membawa laptopku dan menonton Iilm BF yang aku download dari
internet untuk memberitahu bahwa aku ingin gaya seperti inu atau begitu, juga tidak menolak
saat aku mau merekam saat kami sedang berhubungan, alasanku karena aku mau
menontonnya di lain waktu, mama tidak keberatan karena tahu aku nggak bakal
memperlihatkan ke orang lain, hanya unuk konsumsi aku dan mama saja ( Lagipula
memangnya aku gila apa, memamerkan Iilm kayak gini ke orang lain, bisa heboh dong ).
Singkat kata mama selalu berusaha menuruti semua hasrat dan Iantasiku, karena mamapun
menikmatinya. Mungkin ini yang disebut puber kedua pada diri mama. Suatu hari saat mama
dan aku sedang libur, aku meminta mama untuk melakukan masturbasi dan juga main main
dengan vibrator.
Aku duduk di soIa seberang, mengelus ngelus dan memainkan tongkolku, mataku tak lepas
pada pemandangan panas di soIa di seberangku. Mamaku yang dalam keadaan bugil,
posisinya rebahan, kedua kakinya membuka lebar, memperlihatkan memiawnya yang tebal,
rambut kemaluan yang tebal menambah keindahannya. Tangannya menuju ke arah
memiawnya, mengelus ngelus permukaan memiawnya, memainkan rambut kemaluannya,
lalu jarinya mulai membuka lebar memiaw tersebut, tangan yang satu lagi segera memainkan
itilnya, menggosok gosok dan mengurut secara cepat itilnya. Mulutnya mendesah dan
matanya merem melek, nampaknya menikmati sekali. Aku menyaksikannya dengan amat
senang, tongkolku berdenyut denyut keras, tegang sekali.
Ooohhh.Ahhhh.
Ahhhh..., desahan mama semakin keras, pinggul mama bergoyang semakin cepat,
jarinya makin cepat memainkan itilnya.teteknya yang besar nampak bergoyang dengan
indahnya. Tak lama kemudian mama berhenti sebentar dan mengambil vibrator di
sebelahnya, lalu memandangku, sambil memandangku mama mulai menjilat dan memainkan
vibrator itu di mulutnya. Ugh.benar benar merangsang aku. Lalu vibrator itu dimainkan
ke sekitar teteknya. Senang sekali aku melihatnya. Kini vibrator itu mulai diarahkan ke
lubang memiawnya, Jleb.masuk ke dalam memiaw mama. Mama mengocok ngocok
vibrator itu, sekali kali memainkan pengatur getaran di ujungnya. Mendesah dan
menggeliat geliat, sementara tangannya secara cepat memainkan vibrator tersebut. Sekali
kali terdengar suara getaran dari vibrator tersebut.
Aku terus melihat adegan tersebut, mataku terpaku ke arah memiaw mama yang indah, benar
benar merangsang, belum lagi desahan dan ekspresi wajah mama yang sangat menikmati.
Akupun bangkit dan pindah ke samping mama. Sementara mama tetap melanjutkan bermain
dengan vibrator. Tanganku mulai meremas remas tetek mama. Sekali kali kupilin
putingnya. Lalu tanganku bergerak ke bawah, aku mulai membelai rambut kemaluan mama
yang lebat itu, lalu tanganku mulai memainkan dan mengusap ngusap itil mama dengan
cepat. Sementara mama tetap mengocok vibrator itu dalam lubang memiawnya. Lama lama
gerakan pinggul mama semakin cepat, jemariku juga makin lincah memainkan itil mama.
Diiringi desahan nikmat mama mengalami orgasme. Lemas.
Oohhh.lemas sekali.
Tapi enakkan mamaku sayang.
Iya sih, kamu ini ada ada saja mintanya ke mama.
Habis aku mau melihat mama masturbasi dan main main sama vibrator
Yah sudah kalau itu bisa buat kamu senang, tunggu sebentar mama ke kamar mandi dulu
bersih bersih, sebentar lagi gantian kamu yang bikin mama senang. Mama mau kamu nusuk
pantat mama habis sini. Mama lalu bangkit ke kamar mandi, sementara aku tetap menunggu.
Tak lama kemudian mama kembali, sambil berjalan teteknya yang besar bergoyang, di
tangannya dia membawa sebotol baby oil. Baru saja mama menaruh baby oil itu ke meja, aku
segera menarik mamaku, dan memangku mamaku.
Huuhh.sabar dong yang.
Habis mama benar benar merangsang, tongkol Irwan sudah nggak tahan nih.
Iya.iya.makanya sekarang gantian, kamu yang bikin mama senang.
Akupun mulai mencium mamaku, bibirku dan bibir mama saling memagut dengan liar.
Tangankupun tak ketinggalan, kuremas remas tetek mama, sungguh nyaman dan kenyal.
Lalu tanganku yang satu lagipun mulai bergerak ke arah selangkangan mama, kulebarkan
sedikit kaki mama dengan tanganku, lalu aku mulai memainkan memiaw mamaku, sementara
kami tetap terus berciuman. Jari tengahku mulai kumasukkan ke lubang memiaw mama,
kukocok dengan cepat, tanganku yang satu lagi mengangkat tangan mama, bibirkupun segera
menuju ke arah etek mama, nampak bulu ketek mama, sungguh amat menggairahkan, segera
kuciumi dan kujilati. Puas dengan itu, kumiringkan sedikit badan mama di pangkuanku,
mulutkupun segera menuju ke arah tetek mama, dengan rakusnya kuciumi tetek mama
bergantian kiri dan kanan, putingnya kujilati, kukulum. Mama nampaknya sangat suka saat
aku memainkan teteknya, badannya menggeliat liat keenakkan. Jari tengahku pun semakin
cepat mengocok lubang memiaw mama. Puas dengan permainan ini, aku segera
mendudukkan mama di soIa. Kedua kakinya segera kukangkangkan selebar mungkin,
nampaklah memiaw yang sudah memerah karena kumainkan tadi, segera kuarahkan mulutku
ke sana, tercium sedikit bau yang enak di hidungku. Mula mula kujilati dan kuciumi rambut
kemaluan mama, lalu lidahkupun segera menyapu dan memainkan seluruh permukaan
memiaw mama, kusodok sodok lubangnya dengan ujung lidahku. Dan akhirnya lidahkupun
segera bermain main dengan itil mama. Mama nampak sangat menikmati permainan
lidahku pada itilnya. Mendesah desah dan tangannya meremas remas rambutku.
Yang kamu jilatin memiaw mama sambil tiduran ya, biar mama bisa hisap tongkol kamu.
Tentu saja aku tidak menolak tawaran tersebut, segera saja aku menuruti perintahnya. Kini
aku sudah berbaring dan mama berada di atasku, menungging dengan posisi membalik,
pantatnya menghadap ke mukaku. Segera saja aku jilati memiaw dan pantat mama, mamapu
tak mau ketinggalan, sebelah tangannya mulai mengocok ngocok tongkolku, lalu mama
mulai mendekatkan mulutnya ke arah tongkolku, lidahnya mulai bermain main dengan
kepala tongkolku, menjilati dengan rakusnya, lalu mulutnya mulai mengulum dan menghisap
tongkolku, sambil tangannya tetap membelai belai biji pelerku.Oohh nikmat sekali
rasanya. Sementar itu lidahku terus memainkan itil mama, tangankupun juga ikut beraksi,
jariku bergantian menusuk nusuk lubang memiaw dan pantat mama. Rupanya mama tidak
tahan juga dengan kenikmatan yang kuberikan, pantatnya bergoyang goyang dengan liar,
tak lama kemudian tubuhnya mengejang, dan terasa memiawnya menyemburkan cairan
hangat, mama orgasme kembali. Hisapan mama di tongkolkupun semakin panas, aku benar
benar keenakan dengan service mama ini. Puas dengan itu, akupun segera menarik mama,
dan merebahkannya di soIa, aku berdiri di atas mama, segera kuarahkan tongkolku ke tetek
mama, kuletakkan ke tengah tetek mama, mama paham apa mauku, segera saja tangan mama
mengapit kedua teteknya yang besar itu, tongkolkupun kini terjepit dengan kuat di antara
belahan tetek mama yang besar, segera saja kugerakkan pantatku maju mundur, saat kepala
tongkolku maju ke depan, lidah mama tak ketinggalan menjilatinya. Gila.nikmat sekali
rasanya tongkolku dalam jepitan tetek mama yang besar dan kencang ini. Tak lama kemudian
akupun sudah nggak tahan untuk segera memasukkan tongkolku ke lubang memiaw mama.
Mama sayang, tongkolku sudah nggak tahn lagi nih pingin masuk ke sarangnya.
He..he.memiaw mama juga sudah gatal minta disodok tongkol kamu Wan.!
Oke..tapi mama aku pangku ya.
Segera aku duduk, mamapun segera bangkit, dan menuju pangkuanku, kakinya dibuka lebar
lebar, perlahan sambil duduk diarahkannya lubang memiawnya ke arah tongkolku yang
sudah berdiri tegang itu.Jleb.ah nikmatnya. Mamapun segera menggoyangkan pantatnya,
naik turun, tangankupun mulai meremas remas dan memainkan tetek mama. Kuciumi dan
kujilati leher dan bibir mama, Mama mengelinjang kegelian. Gerakan mama semakin cepat,
memompa tongkolku dengan kuat, tangankupun tak ketinggalan menggosok gosok dan
memainkan bagian atas memiawnya, Mama menyandarkan kepalanya ke arahku, tangannya
terangkat ke atas, terlihat bulu keteknya yang lumayan lebat, kujilati dan kuciumi dengan
rakus sekali. Desahan naIas kami makin cepat dan bunyi tongkolku yang sedang menggarap
memiaw mama terdengar jelas.Plookk.Plookk.semakin menambah naIsu kami.
Arghh..ee..naakk..Wan
Oohhh..terus Wan, remas tetek mama.
Mama saaaayanngggg kamu.ahhhh
Tidak berapa lama tubuh mama mengejang, nampaknya mama mengalami orgasme lagi,
akupun juga merasakan tongkolkupun sudh berdenyut semakin kuat, segera saja aku ikut
menggoyangkan pantatku engan cepat, mata mama kulihat merem melek keenakkan.
Croot.Croottt.cairan sperma menyembur dengan kuat ke lubang mama, kuremas tetek
mamaku dengan kuat.Aahhh sungguh nikmat yang tiada duanya. Aku dan mama terdiam
sesaat, bibir kami berciuman dengan mesra..
Enak sayang.?
Enaklah ma.mama juga senangkan..?
Heeh.istirahat sebentar ya..mama masih mau lagi, tapi kali ini masukkin pantat mama
ya.
Mama lalu bangkit dari pangkuanku, mencabut tongkolku dari memiawnya, nampak
spermaku mengalir di pahanya, mama berjalan ke arah dalam. Terdengar suara air di kamar
mandi. Tak berapa lama mama kembali membawa handuk dan air minum. Mama
memberikan minum kepadaku, lalu mama mengelap tongkolku, saat itu tongkolku dalam
kondisi setengah ngaceng. Akupun segera berbaring dengan santai. Setelah mengelap
tongkolku mamapun mulai memainkannya, mengelus ngelus kepala tongkolku dengan
jarinya, membelai biji pelerku, diperlakukan seperti itu, tanpa butuh waktu lama
tongkolkupun bangkit kembali, mamapun mulai memainkan lidah dan mulutnya pada
tongkolku. Untuk urusan oral seks mama sangat hebat, mama tahu titik sensitiI pada kepala
dan batang tongkolku, lidahnya akan menjilati dan memainkan wilayah wilayah sensitiI
tersebut dengan lembut. Kalau sudah begitu aku hanya bisa merem melek menahan
kenikmatan. Jilatan dan hiapan mama semakin cepat kurasakan pada tongkolku, aku
memutuskan untuk diam dulu, menikmati saja, sambil mengumpulkan kembali tenaga.
Setelah kurasa cukup nyaman, kutarik mama, mulut mama masih tetap bermain dengan
tongkolku, namun kini pantatnya kembali menghadap mukaku, kali ini yang menjadi sasaran
permainan lidahku adalah daerah lubang pantat mama, aku tidak jijik, karena aku tahu, mama
sangat telaten merawat dirinya dan juga mama pasti sudah membersihkan daerah tersebut,
terlebih bila mama bilang mau melakukan hubungan seks lewat pantat. Kujilati dengan liar
daerah tersebut, nampak rambut kemaluan yang halus di sekitarnya, lubang pantat mama
kutusuk tusuk dengan ujung lidahku, perlahan lubang itu mulai membesar, tanganku segera
mengambil baby oil yang tersedia, kutuangkan ke wilayah lubang pantat mama, lalu
jarikupun pelan pelan mulai kutusukkan ke lubang pantat mama. Bergantian sambil sesekali
kujilati dengan lidahku. Mama menggoyang goyangkan pantatnya pertanda menikmati,
sebagai balasan serviceku yng enak, makin panas saja permainan mulut mama di tongkolku,
kami berdua benar benar saling berusaha memuaskan dan memberikan kenikmatan. Tidak
berapa lama, mama mengatakan sudah nggak tahan lagi mau dimasukkin. Kupun segera saja
kembali meneteskan baby oil agak banyak ke daerah lubang pantat mama.
Mamapun segera memposisikan dirinya setengah nungging, kedua tangannya memegang
soIa, akupun segera berdiri, tongkolku siap menyodok pantat mamaku.perlahan aku maju,
mula mula tanganku mulai memegang kedua paha mama, lalu jariku mulai melebarkan
lubang pantat mama, kuarahkan tongkolku secara perlahan, agak sulit sedikit, karena tidak
selebar lubang memiaw, perlahan tapi pasti kepala tongkolku mulai menemui arah yang
benar.Jleb.mama mulai mendesah, agak meringis, akupun mulai menekankan pantatku ke
depan, kini batang tongkolkupun mulai masuk, mama mulai mendesah, akhirnya
tongkolkupun amblas seluruhnya, segera saja aku mulai memompanya, dengan gerakan maju
mundur yang berirama, sementara tanganku bergantian meremas remas tetek mama,
kurasakan tongkolku berdenyut nikmat, lubang pantat mama memang tidak seperti lubang
memiawnya, tongkolku terasa dijepit kuat, karena lubang yang sempit, setiap kali tongkolku
maju mundur terasa seperti diremas dan dipijat dengan kuat.ah akupun mulai mempercepat
goyanganku..Mama juga menimpali dengan ikut menggoyangkan pantatnya yang besar dan
seksi itu, kenikmatan yang kami rasakan sungguh luar biasa. Setelah berapa lama, sambil
tetap dengan posisi tongkolku di dalam lubang pantat, tanpa mencabutnya, aku mulai menarik
mama, lalu memutar posisinya, aku segera memeluk mama dari belakang dan perlahan duduk
sambil menarik mama ke pangkuanku, kini mama mulai bergerak memainkan pantatnya,
tongkolku terasa nikmat sekali, tanganku mulai meremas remas tetek mama.
Ma.te..teruuussss.
Goyangan mama eennaaakkk.aahhh
Maaa.ganti duluuu ya.Irwan mau masukin memiaw maaamaaa..
Mamapun segera mencabut tongkolku dari lubang pantatnya, dan segera membimbing
tongkolku ke lubang memiawnya yang sudah basah itu. Mama kembali menggoyangkan
pinggulnya, akupun juga mulai menaik turunkan pantatku.
Plook.plookk..plook..semakin nyaring terdengar suara tongkolku yang sedang
memompa dalam memiaw mama yang sudah basah tersebut. Mamaku benar benar wanita
yang hebat dalam urusan seks, aku benar benar puas setiap melakukan hubungan seks
dengannya. Kembali mama mencium bibirku, sementara aku membelai bulu keteknya, sambil
terus memompa memiaw mama, lalu mamapun perlahan menaikkan pantatnya, mencabut
tongkolku dari memiawnya, dan dengan cepat memegang batang tongkolku dan
mengarahkannya ke lubang pantatnya.ho..ho.nampaknya belum puas lubang pantatnya
disodok.akupun segera memainkan tongkolku dengan ganas, sambil tetap berciuman, mulut
mama mulai mendesah dengan cepat, pantatnya ikut bergoyang mengimbangi setiap sodokan
tongkolku..Tangan mamapun meraih tanganku, mengarahkannya agar aku memainkan
puting susunya, sementara tangan mama yang satu lagi mulai memainkan itilnya. Benar
benar sudah panas mama kali ini. Aku benar benar menikmati sensasi ini. Kurasakan
tongkolku makin mengeras di dalam lubang pantat mama. Akhirnya aku merasa bahwa aku
sudah mau keluar.kupercepat gerakanku.dan.creeet..creeet.spermaku menyiram
lubang pantat mama. Aku dan mamapun terkulai lemas. Setelah terdiam beberapa saat, mama
segera mencabut tongkolku dari lubang pantatnya, dan menjilati sisa sperma yang tersisa.
Makasih ya Wan, sudah bikin mama puas.
Irwan juga sama ma
Kamu makin pintar saja deh yang.
Kan mama yang ngajarin, lagian mama memang cantik dan seksi sih, jadi Irwan maunya
tiap hari masukkin terus, memiaw mama enak banget.
Ah..merayu terus kamu Wan.
Sudah sekarang kita istirahat dulu Wan, yuk kita tidur di kamar, nanti malam mama masak
yang istimewa buat kamu.
Mamapun bangun dan menuntunku ke kamarnya, lalu kami segera merebahkan diri di tempat
tidur, aku cium mamaku, dan mama balas menciumku dengan mesra pula, lalu kami kembali
berpelukkan dan tertidur dengan bahagia.
Cukup lama juga aku tertidur, mungkin karena kecapekan, saat aku bangun kulihat mama
sudah tidak ada di sampingku, aku pun bangun dan segera menuju kamar mandi mama untuk
berih bersih dan menyegarkan diri. Setelah segar, aku mencari celana pendekku dan
memakainya. Aku berjalan keluar dari kamar mamaku. Kucari mamaku, terdengar suara
musik dari TV, rupanya mamasedang senam. Aku segera menuju ruang santai. Kulihat mama
sedang melakukan senam, Ugh..mama hanya mengenakan BH dan CD saja, BH yang mama
kenakan seakan tidak mampu menampung tetek mama yang besar itu, garis tubuh mama
terlihat seksi, mama memang rajin senam dan yoga untuk merawat tubuhnya.
Eh..sudah bangun yang.
Iya.kok mama nggak bangunin Irwan sih.
Habis mama lihat kamu tidur nyenyak sekali jadi mama biarkan saja.
Ma.lapar nih.
Mama belum masak, mama masih senam dan habis sini mau yoga dulu, tapi di meja makan
sudah mama siapkan susu dan roti.
Huh mama rajin amat senamnya.
Kan biar mama tetap seksi, bukannya kamu suka kalau mama makin seksi, sudah kamu
makan dulu sana.
Mau tak mau akupun tersenyum, iyalah aku jelas mau dong kalau mama makin seksi.
Akupun segera menuju meja makan, duduk dan menyantap susu dan roti. Suara musik
penggiring senam mama terdengar dari TV. Setelah selesai makan, aku taruh gelas dan piring
ke bak cuci piring, dan kembali ke tempat mama. Akupun duduk sambil memperhatikan
mama yang sedang senam dan yoga. Melihat mama yang hanya mengenakan BH dan CD
saja, tongkolkupun mulai mengeras, terlintas suatu ide nakal di otak ngeresku.
Ma.masih lama nggak ?
Kenapa yang, masih belum kelarlah mama, memangnya kamu masih lapar..?
Nggak sih ma, Irwan senang sih ngelihat mama lagi latihan senam, biar makin seksi.tapi..
Tapi apa Wan, mama tersenyum.
Tapi Irwan mau mama buka saja BH dan Cdnya. kataku nakal.Mama melihatku sejenak,
lalu tertawa
Nanti kalau mama senamnya sambil telanjang, bisa nggak selesai dong, yang ada kamu
bakalan senamin mama.
Yah enggaklah.maksudnya enggak salah lagi gitu, kan itu juga salah mama karena punya
bodi terlalu seksi dan panas, sehingga adik Irwan nggak bisa tenang.
Mama dan aku sama sama tertawa, lalu mama pun mulai melepas BHnya, teteknya yang
besar itu pun seakan meloncat keluar, menggantung dengan indahnya, lalu ia turunkan
CDnya, menampakkan rambut kemaluan yang lebat. Glek.walaupun sudah sering melihat
dan merasakannya, tapi aku tetap terpesona setiap kali melihat tubuh telanjang mamaku.
Gimana.senang ?tanya mamaku. Akupun hanya mengangguk, menggeser kursi agar tepat
di hadapan mama, lalu duduk dengan tenang memperhatikan mama, dan mamapun kembali
melanjutkan kegiatannya. Tetek mama nampak bergoyang dengan indah saat mama
melanjutkan senamnya, bergoyang ke kiri dan kanan, naik turun.wow seksinya, belum lagi
bulu keteknya terlihat menggoda. tongkolkupun mulai kurasakan mengeras di balik celanaku.
Tidak berapa lama mama mulai mengikuti gerakan senam di DVD, kini ia pun rebahan di
atas karpet, nampaknya kini sampai pada sesi yang dilakukan sambil rebah di lantai. Dari
suara yang terdengar di TV, nampaknya untuk menguatkan pinggang dan pinggul. Kulihat
rimbunan rambut kemaluannya yang mengundang, lalu mama mengangkat sebelah kakinya,
lalu keduanya, terlihat memiawnya yang tebal, ketika mama melebarkan kakinya terlihat
lubang memiaw dan itil mama, menggairahkan dan menantang sekali. Demikian pula waktu
mama mengikuti gerakan dengan posisi menungging, pantatnya menghadapku, terlihat
pantatnya yang montok dengan rambut halus disekitar lubang pantatnya, belum lagi melihat
belahan memiawnya saat posisi menungging menambah mabuk kepayang pada diriku.
tongkolkupun benar benar mengeras dan berdenyut, terasa sesak di celana, akupun segera
membuka celanaku, biar lebih terasa leluasa. Mama tetap melanjutkan kegiatannya. Akupun
mulai mengocok tongkolku perlahan lahan, posisi memiaw mama benar benar
menghadap ke arahku, gerakan senamnya yang melebarkan kaki, membuat memiaw mama
semakin menggoda. Aku masih memperhatikan dan mencoba menahan birahiku. Biar
bagaimanapun aku senang melihatnya, seperti melihat suatu pertunjukkan saja. Pelan pelan
aku pun mulai turun dari kursi, duduk di ubin, menikmati pemandangan indah di depanku
dari jarak dekat..Ah..sudah nggak tahan lagi, segera saja aku dekatkan mulutku ke arah
memiaw mama. Tanpa basa basi segera kuciumi..
Ah..Irwan, mama belum kelar nih senamnya. protes mamaku
Nanti saja ma dilanjuti, Irwan benar benar terangsang. memiaw mama benar benar
menggoda.
Akupun mulai menjilati dan menciumi rambut kemaluan dan memiaw mamaku dengan
buasnya, kujilati semua permukaan memiaw mamaku dengan liarnya. Mamapun hanya bisa
pasrah dan menikmati seranganku, kakinya semakin dibuka dengan lebar. Kali ini aku
bertekad untuk meng-Oral memiaw mamaku dengan sebaik mungkin, benar benar
terangsang aku melihat mama mengangkangkan memiawnya mengikuti gerakan senam tadi.
Segera saja kuarahkan lidahku ke itil mama, kumainkan dan kuputar putar ujung lidahku
dengan cepat pada itil mama, mamaku mendesah dan menggoyangkan pinggulnya, kedua
kakinya kini bergantung di bahuku. Desahan mama semakin kuat dan sering, kumainkan
lidahku, kujilat pula lubang memiawnya, lal kenbali ke itilnya. Jarikupun tak ketinggalan
beraksi, kutusukkan jari tengahku ke lubang memiawnya, mama makin merasa nikmat
dengan permainan lidahku dan juga sodokan jatiku pada lubang memiawnaya, tangannya pun
meremas remas dan menjambak rambutku. Sesekali tangan mama memainkan teteknya,
menghisap putingnya. Cukup lama aku menggarap memiaw mamaku dengan lidah dan
jariku, memiaw mama semakin basah, desahannya semakin liar, akhirnya mamapun
menggelepar, terasa memiawnya menyiramkan cairan hangat. Aku berhenti sebentar,
membiarkan mama menikmati orgasmenya dan beristirahat sebentar.
Lalu aku bangkit dan segera duduk di soIa. tongkolku mengacung keras, melihat mama yang
terbaring di karpet, dengan posisi kaki mengangkang memperlihatkan memiawnya yang
merah sehabis aku mainin. Tak lama mamapun bangun dan menghampiriku. Tangannya yang
halus segera memegang kontilku, mengelus dan mengocoknya, tak lama lidahya mulai
menari nari di atas kepala tongkolku, tangannyapun semakin cepat mengocok batang
tongkolku. Nikmat sekali rasanya. Sepertinya mama berusaha membalas kenikmatan yang
kuberikan tadi. Mulut mamapun kini mulai mengulum tongkolku, mula mula hanya
setengahnya saja, lalu bleb.seluruh tongkolkupun dikulumnya, Awww..mama enak sekali
rasanya. Mataku merem melek merasakan kenikmatan Oral dari mama. Lama juga mama
bermain dengan tongkolku, setelah aku merasa puas, aku segera menahan gerakan kepala
mama dengan lembut. Aku berdiri, mama kini berhadapan di depanku, aku dorong mama
dengan perlahan, kupepetkan badannya ke tembok. Aku ciumi bibirnya, teteknya, sementara
jariku menusuk lubang memiawnya. Mamapun membalas ciumanku dengan gairah yang
panas pula.
Tanpa menunda nunda lagi, tanganku segera mengangkat dan memegang sebelah kaki
mama, kini mama berdiri dengan sebelah kaki dan badan menempel tembok.Segera
kuarahkan tongkolku ke lubang memiawnya yang nikmat. Kupompa dengan cepat dan
sedalam mungkin, mamapun semakin bergairah. Terus kuciumi bibirnya, kulumat dengan
birahi yang panas. Lidah kami berpagutan dengan liarnya. Makin kutekan mama ke tembok,
kini kedua tangan mama mulai memeluk leherku, aku juga memeluk dan menahan pundak
mama dengan kedua tanganku. Dalam satu gerakan mama mengangkat kakinya yang
satulagi, dan kedua kakinya kini mengapit erat di pantatku. Kini mama benar benar
brgantung sambil memelukku, Guna menyeimbangkan aku makin merapatkan mama ke
tembok. Gerakan tongkolku dalam memiaw mamapun semakin cepat, karena posisi mama
saat ini benar benar membuat tongkolku terasa nikmat, rasanya seperti dijepit dan diremas
dengan kuat. Ciuman kami makin panas, tetek mama yang besar terasa enak sekali menempel
dengn kuat di dadaku.
Aahhh.Wan.gila kamu.mama benar benar enaaaakkkk nih.
Teee.russss Wan..
Aaawww.sodokan kamu gaanaaassss benar.Ooohhhhhh.
Wan.Ooohhh.Ahhhhhh
Kurasakan tangan mama makin kencang memeluk tubuhku, tak berapa lama mama
mengerjang, dari lubang memiawnya kurasakan semburan cairan hangat. Mama orgasme
lagi, tampak lemas dan bahagia. Tapi aku tetap meneruskan sodokanku, mama setengah
menjerit dan mendesah menahan kenikmatan yang kuberikan pada memiawnya, matanya
merem melek dengan ekspresi wajah yang makin membuat aku terangsang. Akupun berhenti
sebentar, sambil tetap dalam posisi tongkolku di dalam memiaw mama dan mama
menggantung memelukku, aku segera menuju kamar mama, segera saja mama kurebahkan,
kini aku di atas mama, mama mengangkat dan melebarkan kedua kakinya, semakin
memberikan jalan kenikmatan pada tongkolku. Aku segera memompa memiaw mama.
Tanganku kembali memainkan dan meremas remas teteknya. Semakin cepat sodokanku,
semakin kencang pula tetek mama bergoyang, makin membuat aku bernaIsu. Kuarahkan
mulutku ke tetek mama, kuciumi dan kucupang kedua tetek mama, terlihat merah bekas
kedua cupanganku di teteknya. Lalu lidahku menjilati leher mama. Mama menggeliat
kegelian, tongkolkupun makin cepat bergerak di dalam lubang memiaw mama yang nikmat.
Mama benar benar meikmati setiap pompaan tongkolku. Tak berapa lama mama, mendesah
dengan kuat, tubuhnya kembali bergetar. Pinggulnya agak terangkat saat memiawnya
kembali memuncratkan orgasmenya. Setengah terpejam karena kenikmatan terlihat di wajah
mamaku. Namun ekspresi wajah mama justru semakin merangsang birahiku. Aku tetap
memompa tongkolku, pinggul mama bergoyang makin liar mengimbangi sodokanku. Aku
merasakan sedikit lagi akan mengalami klimaks, maka aku segera memeluk amaku, seiring
sodokan terakhir kurasakan spermaku muncrat dengan kuat menyiram liang memiaw mama.
Aku terkulai lemas, menindih mamaku, keringat kami menyatu. Kuciumin mamaku, lalu aku
segera berbaring di sampingnya. Lemas dan bahagia.
Wan..mama benar benar kewalahan, tapi mama senang.
Mama tidak butuh yang lain, karena ada kamu yang bisa membahagiakan mama.
Irwan juga mencintai mama, rasanya nggak ada wanita yang bisa menandingi mama.
Wan.Wan.., mama senang mendengarnya, mama juga puas sama kamu, tapi mama mau
kamu tahu, mama juga nggak mau mengekang kamu, selama kamu senang dan bisa membuat
kamu puas, mama bahagia memberikan tubuh mama. Tapi mama tidak mau kamu terpaku
sama mama, kamu harus nantinya mencari pendamping hidup kamu. Jalan kamu masih
panjang sayang, sekarang mungkin kita sedang menikmati kebahagiaan ini. Tapi nantinya
mama pasti akan rela melepas kamu bila kamu sudah menemukan pendampingmu.
Aku hanya terdiam, memandangi mama. Mama benar benar menyayangi aku, aku juga
menyayanginya. Lalu akupun mencium keningnya, dan memeluknya.
Terimakasih ma, mama sungguh baik sama Irwan, mama sudah memberikan segalanya pada
Irwan, mengajari segalanya, memberikan tubuh mama yang indah, saat ini hanya mama yang
Irwan inginkan dan sayangi, namun bila saatnya tiba Irwan pasti akan bilang ke mama, dan
tetap sayang sama mama. Irwan selamanya akan sayang dan cinta mama, Irwan tak akan lupa
semuanya, kasih sayang, cinta dan pengalaman indah yang mama berikan.
Mama lalu menciumku, dan memelukku. Lama kami berpelukkan, lalu aku mengajak mama
untuk mandi, membersihkan peluh yang ada juga menyegarkan diri. Aku lalu bangun dan
membopong tubuh mama ke kamar mandi, kunyalakan shower, kusiram tubuh mama dengan
air yang segar. Kuambil sabun, kusabuni tubuh mama, kuusap sabun pada tetek mama yang
besar, semakin seksi saja terlihat, lama aku menyabuni dan bermain dengan tetek mama yang
indah. Lalu aku sabuni selangkangan mama, kusabuni rambut kemaluan mama yang lebat,
lalu memiaw mama. Kuusap dengan lembut sabun pada seluruh permukaan dan lubang
memiaw mama. Lalu mama gantian menyabuni aku, mengusap dan membersihkan badanku,
lalu menyabuni dan mengocok tongkolku dengan sabun. Setelah membilas bersih, mama lalu
kembali memberikan hisapan yang nikmat pada tongkolku. Aku lalu kembali menyetubuhi
mama di kamar mandi.
Begitulah kini kehidupan yang kujalani dengan mama, hari hari yang kami lewati kami
lalui dengan seks yang panas dan membara setiap ada kesempatan. Kami tidak pernah merasa
bosan dan terpuaskan. Setiap kali melakukan kami merasakan kenikmatan dan kebahagiaan
serta pengalaman baru. Mama benar benar telah memberikan pengalaman pertama yang
berharga dan akan selalu menempati tempat yang special dalam hatiku. Sementara mama
sendiri telah mendapatkan kembali gairah seksnya yang hilang lewat diriku tanpa perlu takut
akan kecewa dikhianati atau disakiti. Kami tidak merasa telah melanggar garis, tidak pula
merasa benar atau salah, semua itu cukup menjadi mlik kami saja, karena kami sama sama
menyayangi, mencintai dan membutuhkan, kami melakukan bersama, tanpa ada orang lain
yang dirugikan, jadi semuanya adalah kebahagiaan, kenikmatan dan tanggung jawab kami.
Selesailah kisah utama dengan mamaku, berikutnya kisahku dengan kakakku Erni.