Anda di halaman 1dari 6

hLLp//wwwgooglecold/search?

hlldqpengaruh+merek+Lerhadap+pen[ualan+sepeda+moLor+hond
abLnC1elusurlaqfaqlaqloq
mellooyoooslopyoclJ/flles/stot/moJol5pJf
pksmmetcoboooooclJ/oew/eleotoloq//1100258129J8918915Joc
eleotoloqqoooJotmooclJ/JocmoJol//bob4ukuron%slmpooqoopJf
Jeloovyloxweboqcom//ukuron%teoqob%Joo%ukuron%dispersipJf
syobtlollJtoesflleswotJptesscom//lvukuronslmpooqoodispersivotloosl1Joc
booooqoloJltoflleswotJptesscom//stotlstlko%4ukurondispersippt
hLLp//wwwgooglecold/search?hlldqukuran+dlsperslaqoaqlaqloq
hLLp//wwwscrlbdcom/doc/48079984/ukuranulspersl
hLLp//wwwerwlnmlradlcom/Loplk/Leorl+keprlbadlan+merek+Lerhadap+kepuLusan+pembellanhLml
hLLp//wwwgooglecold/url?saLsourcewebcd2ved0C88Cl[A8urlhLLp3A2l2lfrommark
eLlngblogspoLcom2l20092l112lpengerLlan
merekhLmlrcL[qpengerLlan20merekelnlm61?_xMk[s0gCaLClACusgAlC[CnlhCrr
18vg6kcgl6yMCwLSov6A3Ccadr[a
hLLp//ldshvoongcom/buslnessmanagemenL/2129780deflnlsldanpengerLlanmerek/
hLLp//organlsaslorg/sLraLegl[enlsmacamdanpengerLlanmerekmerkbrandprodukbarangdan[asa
mana[emenpemasaran
wwwLoLalorld/lnfophp?kk,
wwwllokpJfcom//72looJosooteotl21penqertionmerekmeoototooket1997pJfpJf
tocbmoJtevoozcom/l/penqertion+merek+Joo+eolsoyobtml





meLrls
hLLp//wwwerwlnmlradlcom/Loplk/Leorl+keprlbadlan+merek+Lerhadap+kepuLusan+pembellanhLml
hLLp//rosyldlcom/mana[emenpembellanbarang/
hLLp//LuLorlalkullahblogspoLcom/2009/11/LeorlkepuLusanpembellanaldahLml
hLLp//[urnalsdmblogspoLcom/2009/06/fakLorfakLoryangmempengaruhlhLml
hLLp//pdfflnderneL/AnALlSlSlAk1C8lAk1C8?AnCMLMLnCA8uPlkLu1uSAnLM8LLlAn
hLLp//smlleboysblogspoLcom/2008/07/pengerLlankuallLashLml
hLLp//wwwllmumana[emencom/lndexphp?opLloncom_conLenLvlewarLlcleld70defcaLld38
mnkualLemld29
hLLp//wwwunLukkucom/arLlkelunLukku/pengerLlankuallLasunLukkuhLml
hLLp//wwwblogerchcom/2007/09/LugaslpengendallankuallLasquallLyhLml

Pengertian Kualitas
Davis dalam Yamit (2004 : 8 ) membuat deIinisi kualitas yang lebih luas cakupannya
yaitu kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,
manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Pendekatan yang
dikemukakan Davis menegaskan bahwa kualitas bukan hanya menekankan pada aspek akhir
yaitu produk dan jasa tetapi juga menyangkut kualitas manusia, kualitas proses dan kualitas
lingkungan. Sangatlah mustahil menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas tanpa melalui
manusia dan produk yang berkualitas.
Davis dalam Yamit (2004 : 9 ) mengidentiIikasikan lima pendekatan perspektiI kualitas
yang dapat digunakan oleh para praktisi bisnis, yaitu :
1. Transcendental Approach
Kualitas dalam pendekatan ini adalah sesuatu yang dapat dirasakan, tetapi sulit dideIinisikan
dan dioperasionalkan maupun diukur.
2. Product-based Approach
Kulitas dalam pendekatan ini adalah suatu karakteristik atau atribut yang dapat diukur.
Perbedaan kualitas mencerminkan adanya perbedaan atribut yang dimiliki produk secara
objektiI, tetapi pendekatan ini tidak dapat menjelaskan perbedaan dalam selera dan preIerensi
individual.
3. &ser-based Approach
Kualitas dalam pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada
orang yang memandangnya, dan produk yang paling memuaskan preIerensi seseorang atau
cocok dengan selera (fitnes for used) merupakan produk yang berkualitas paling tinggi.
4. Manufacturing-based Approach
Kualitas dalam pendekatan ini adalah bersiIat supply-based atau dari sudut pandang produsen
yang mendeIinisikan kualitas sebagai sesuatu yang sesuai dengan persyaratan (conformance
quality) dan prosedur. Pendekatan ini berIokus pada kesesuaian spesiIikasi yang ditetapkan
perusahaan secara internal. Oleh karena itu, yang menentukan kualitas adalah standar
standar yang ditetapkan perusahaan, dan bukan konsumen yang menggunakannya.
5. Jalue-based Approach
Kualitas dalam pendekatan ini adalah memandang kualitas dari segi nilai dan harga. Kualitas
dideIinisikan sebagai 'affordable ascellence`. Oleh karena itu kualitas dalam pandangan ini
bersiIat relatiI, sehingga produk yang memiliki kualitas paling tinggi belum tentu produk
yang paling bernilai. Produk yang paling bernilai adalah produk yang paling tepat beli.
imensi kualitas
Berdasarkan perspektiI kualitas, Garvin dalam Yamit (2004 : 10) mengembangkan
dimensi kualitas ke dalam delapan dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan
strategis terutama bagi perusahaan atau manuIaktur yang menghasilkan barang kedelapan
dimensi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Performance ( kinerja )
Yaitu karakteristik pokok dari produk inti.
2. eatures
Yaitu karakteristik pelengkap atau tambahan
3. Reliability ( kehandalan )
Yaitu kemungkinan tingkat kegagalan pemakaian
4. Conformance ( kesesuaian )
Yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi produk memenuhi standar standar yang
telah ditetapkan sebelumnya.
5 Durabilty (daya tahan)
Yaitu mengukur berapa lama suatu umur teknis maupun umur ekonomis suatu produk.
6. Serviceability ( pelayanan )
Yaitu mudah untuk diperbaiki, yang meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, kemudahan,
dalam pemeliharaan dan penanganan keluahan yang memuaskan.
7. Aesthetics ( estetika )
Yaitu menyangkut corak, rasa dan daya tarik produk
8. Percived Quality
Yaitu menyangkut Citra atau reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadap produk.
iaya kualitas
Menurut Yamit (2004 : 12) Biaya kualitas adalah biaya yang terjadi atau yang mungkin
akan terjadi karena produk cacat atau kualitas jelek. Biaya yang terjadi atau yang mungkin akan
terjadi berhubungan dengan desain, pengidentiIikasian, pebaikan dan pencegahan kerusakan.
Biaya dan kualitas merupakan salah satu kesatuan dan bukanlah suatu yang perlu
dipertentangkan atau sesuatu yang berlawanan. Oleh karena itu, dalam pengertian ini tidak
mungkin menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan biaya rendah.
Kualitas yang lebih tinggi berarti biaya yang lebih tinggi pula, dengan kata lain
peningkatan kualitas pasti berkaitan dengan peningkatan biaya. Biaya tinggi berarti harga jual
juga tinggi, tetapi harga jual tinggi tidak selalu mencerminkan kualitas tinggi, karena tingginya
harga produk dapat pula disebabkan oleh Iaktor lain seperti : terlalu jauhnya proses produksinya,
terlalu rumit dalam proses, margin yang diperoleh terlalu tinggi, pengaruh daya beli konsumen
dan pengaruh hukum permintaan dan penawaran.
Pengukuran kualitas
Pengukuran kualitas dapat dilakukan melalui perhitungan biaya kualitas dan melalui
penelitian pasar mengenai persepsi konsumen terhadap kualitas produk. Pengukuran kualitas
melalui penelitian pasar tersebut dapat menggunakan berbagai cara seperti : menemui konsumen,
survey, sistem pengaduan dan panel konsumen. (Yamit, 2004 : 19)
Pengukuran kualitas melalui perhitungan biaya kualitas dapat dilakukan dengan
berbagai cara, yaitu
Biaya kualitas diukur berdasarkan biaya kerusakan perjam dari tenaga kerja langsung.
Biaya kualitas diukur berdasarkan biaya produksi termasuk biaya tenaga kerja langsung, biaya
bahan baku, dan biaya overhead pabrik.
Biaya kualiatas diukur berdasarkan penjualan bersih.
Biaya kualitas diukur berdasarkan satuan unit seperti kilogram, meter dan lain sebagainya.
Pengukuran biaya kualitas berdasarkan keempat cara tersebut, dapat dianalisis dengan
menggunakan analisis trend dan analisis pareto agar ditemukan konsep biaya kerusakan yang
optimum.