P. 1
Bab2-Utang Jangka Panjang

Bab2-Utang Jangka Panjang

|Views: 3,623|Likes:
Dipublikasikan oleh Panca Tian

More info:

Published by: Panca Tian on Nov 17, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

Hargajual penerbitan obligasi ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan
antara penjual dan pembeli, risiko relatif, kondisi pasar, dan keadaan ekonomi suatu negara.
Investor menilai obligasi sebesar nilai tunai aliran kas dimas a yang akan datang, yang terdiri
dari (1) bunga dan (2) pokok. Tingkat bunga yang digunakan untuk menilai tunaikan adalah
tingkat bunga yang menghasilkan rate of return yang dapat diterima dari investasi sesuai
dengan karakteristik resiko perusahaan yang mengeluarkan obligasi.
Tingkat bung a yang tercantum dalam sertifikat obligasi disebut tingkat bung a nominal.
Tingkat bunga ini ditetapkan oleh perusahaan penerbit dan biasanya dinyatakan dalam
bentuk persentase tertentu dari nilai nominal. Jika tingkat bunga yang digunakan oleh
pembeli berbeda dengan tingkat bunga nominal, nilai tunai obligasi yang .dihitung oleh
pembeli akan berbeda dengan nilai nominal. Perbedaan antara nilai nominal dengan nilai

30

tunai obligasi disebut premium atau diskonto. Jika obligasi dijual dibawah nilai nominal,
berrati obligasi tersebut telah dijual dengan diskonto. Jika obligasi dijuallebih besar dari nilai
nominal, berarti telah dijual dengan premium. Jika obligasi dijual dengan diskonto atau
premium, bunga yang sesungguhnya dari obligasi tersebut lebih besar atau lebih keeil dari
bunga nominal. Taingkat bunga yang sesungguhnya diperoleh oleh pemegang obligasi
disebut tingkat bunga efektif atau tingkat bunga pasar. Jika obligasi dijual dengan diskonto,
tingkat bunga efektif lebih besar dari bung a nominal. Sebaliknya, jika obligasi dijual dengan
premium tingkat bunga efektif lebih rendah dari bunga nominal.

Contoh:

Sebuah obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 jangka waktu pelunasan 5
tahun, dengan tingkat bung a9% dibayar tiap akhir tahun. Jika tingkat bung apasar pada waktu
penerbitan diketahui 11%, nilai tunai aliran kas dengan menggunakan tingkat bunga pasar
dihitung sebagai berikut:

Nilai tunai sekarang dari utang pokok:
Rp 1.000.000 x 0,59345
Nilai tunai sekarang pembayaran bunga:
Rp 90.000 x 3,69590
Nilai tunai ( harga jual ) obligasi

Rp 593.450

332.631
Rp 926.081

Dengan pembayaran Rp926.081 pada tanggal pengeluaran obligasi, investor akan
merealisasi tingkat bunga 11% selama umur obligasi. Obligasi akan dijual dengan diskonto
Rp73.919 (Rp1.000.000 - Rp926.081).
Premium timbul jika tingkat bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat
bunga di pasar, sehingga harga jual obligasi di atas harga nominalnya.
Diskonto dan premium harus diamortisasi dan dibebankan sebagai penambah atau
pengurang biaya bunga selama jangka waktu utang obligasi belum dilunasi. Amortisasi
diskonto atau premium obligasi dapat dilakukan dengan metode bunga efektif atau metode
garis lurus. Dengan metode bunga efektif akan dihasilkan tingkat biaya bunga dari nilai buku-
yang konstan pada setiap periode.
Metode garis lurus dapat digunakan untuk mengamortisasi premium atau diskonto, jika
jumlah yang dihasilkan tidak berbeda jauh dibandingkan jika menggunakan metode bunga
efektif.

Diskonto dan premium merupakan rekening penilaian utang yang di neraea akan
dilaporkan sebagai pengurang atau penambah utang yang bersangkutan.

Akuntansi Untuk Pengeluaran Obligasi
Obligasi Dikeluarkan Pada Tanggal Pembayaran Bunga Sebesar Nilai Nominal

Jika obligasi dikeluarkan pada tanggal pembayaran bunga dengan harga jual sebesar
nilai nominal, maka tidak ada permasalahan mengenai pengakuan bunga dan premium atau

31

diskonto. Jumal yang harus dibuat untuk mencatat pengeluaran obligasi tersebut adalah
mendebit kas dan mengkredit utang obligasi.

Contoh:

Pada tanggall Januari 1990, dikeluarkan obligasi dengan nilai nominal Rp SO O .O O O
berjangka 10 tahun dengan tingkat bunga tahunan 10% dibayar setiap tanggall Januari dan
1 Juli.

Jumal yang dibuat pada 1 Januari:

Kas

Utang Obligasi

Jurnal pembayaran bunga 1Juli:

Biaya Bunga Obligasi
Kas

(biaya bunga = RpSOO.OOOx 10% x 6/12)
Jurnal untuk mengakui biaya bunga (117 s.d. 31/12) pada 31 Desember 1990:

Biaya Bunga Obligasi

25.000

Utang Bunga Obligasi

500.000

500.000

25.000

25.000

25.000

Obligasi Dikeluarkan Pada Tanggal Pembayaran Bunga Dengan Premium Atau
Diskonto

Jika obligasi pada contoh sebelumnya dijual pada tanggall Januari 1990 dengan kurs
97%, penerbitan tersebut dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Kas

485.000

Diskonto Utang Obligasi

15.000

Utang Obligasi

500.000

Diskonto obligasi bukan merupakan bunga dibayar di muka. Namun demikian, karena
hal tersebut berkaitan dengan bung a, diskonto obligasi harus diamortisasi dan dibebankan
sebagai biaya bunga selama jangka waktu obligasi tersebut beredar. Ada dua metode
arnortisasi diskonto atau premium yang dapat digunakan, yaitu metode bunga efektif dan
metode garis lurus. Dengan metode garis lurus jumlah arnortisasi setiap tahun sarna. Dalam
contoh di atas diskonto sebesar RplS.000 diarnortisasi selama 10 tahun akan diperoleh
arnortisasi tahunan sebesar Rp I.S00. Jika amortisasi diskonto tersebut dicatat secara tahunan,
jurnalnya adalah sebagai berikut:

Biaya Bunga Obligasi
Diskonto Utang Obligasi

1.500

1.500

Pada akhir tahun pertarna, 1990, sebagai akibat jumal arnortisasi di atas saldo diskonto
utang obligasi yang belum diarnortisasi berjumlah Rp13.S00 (RplS.000 -Rp1.S00).

32

Jika obligasi tersebut bertanggal1 Oktober 1990 dan dijual pada tanggal yang sama,jika
tahun fiskal perusahaan berakhir tanggal 31 Desember diskonto yang diamortisasi selama
tahun 1990 adalah sebesar 3/12 x 1110x Rp15.000 = Rp375. Biaya bunga selama tiga bulan
juga harus dicatat pada tanggal 31 Desember.
Premium utang obligasi diperlakukan dengan cara yang sarna dengan diskonto utang
obligasi. Jika obligasi contoh sebelumnya, dikeluarkan dan dijual pada tanggal 1 Januari
1990 dengan kurs 105%, jumal saat pengeluaran obligasi adalah:

Kas (Rp500.000x 1,05)

525.000

Premium Obligasi
Utang Obligasi

25.000
500.000

Jumal amortisasi premium pada akhir 1990 dan setiap akhir tahun selama umur obligasi
beredar dengan metode garis lurus adalah sebagai berikut:

Premium Obligasi
Biaya Bunga

2.500

2.500

Bunga utang obligasi akan bertambah dengan amortisasi diskonto dan berkurang dengan
amortisasi premium. Amortisasi diskonto dan premium dengan metode bunga efektif akan
dibahas berikutnya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->