Bab 2 Utang Jangka Panjang

PENGERTIAN

UTANG JANGKA PANJANG

Utang jangka panjang merupakan pengurbanan manfaat ekonomi yang "probable" dimas a yang akan datang, yang timbul dari kewajiban sekarang yang akan dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu siklus operasi atau satu tahun, atau yang tidak akan dilunasi dari sumber-sumber yang dikelompokkan sebagai aktiva lancar. Termasuk dalam kelompok utangjangka panjang, antara lain: utang obligasi, utang weseljangka panjang, utang hipotek, utang pensiun dan utang sewa guna usaha. Utang jangka panjang dicatat dan dinilai sebesar nilai sekarang dari aliran kas dimasa yang akan datang, termasuk didalamnya pengeluaran uang untuk pelunasan pokok pinjaman dan pembayaran bunga.
UTANG

OP" .iASI

T___ apabila perusahaan memenuhi kebutuhan tambahan modal kerja dengan cara mengeluarkan surat obligasi. Surat obligasi adalah sebuah kontrak yang memuat janji untuk membayar (1) sejumlah uang pada tanggaljatuh tempo yang telah ditetapkan dan (2) bung a periodik dengan tingkat tertentu dari nilai nominal. Meskipun bunga obligasi biasanya ditentukan secara tahunan, umumnya pembayarannya dilakukan secara tengah tahunan. Penilaian Utang Obligasi - Diskonto Dan Premium Hargajual penerbitan obligasi ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan antara penjual dan pembeli, risiko relatif, kondisi pasar, dan keadaan ekonomi suatu negara. Investor menilai obligasi sebesar nilai tunai aliran kas dimas a yang akan datang, yang terdiri dari (1) bunga dan (2) pokok. Tingkat bunga yang digunakan untuk menilai tunaikan adalah tingkat bunga yang menghasilkan rate of return yang dapat diterima dari investasi sesuai dengan karakteristik resiko perusahaan yang mengeluarkan obligasi. Tingkat bung a yang tercantum dalam sertifikat obligasi disebut tingkat bung a nominal. Tingkat bunga ini ditetapkan oleh perusahaan penerbit dan biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase tertentu dari nilai nominal. Jika tingkat bunga yang digunakan oleh pembeli berbeda dengan tingkat bunga nominal, nilai tunai obligasi yang .dihitung oleh pembeli akan berbeda dengan nilai nominal. Perbedaan antara nilai nominal dengan nilai
30

tunai obligasi disebut premium atau diskonto. Jika obligasi dijual dibawah nilai nominal, berrati obligasi tersebut telah dijual dengan diskonto. Jika obligasi dijuallebih besar dari nilai nominal, berarti telah dijual dengan premium. Jika obligasi dijual dengan diskonto atau premium, bunga yang sesungguhnya dari obligasi tersebut lebih besar atau lebih keeil dari bunga nominal. Taingkat bunga yang sesungguhnya diperoleh oleh pemegang obligasi disebut tingkat bunga efektif atau tingkat bunga pasar. Jika obligasi dijual dengan diskonto, tingkat bunga efektif lebih besar dari bung a nominal. Sebaliknya, jika obligasi dijual dengan premium tingkat bunga efektif lebih rendah dari bunga nominal.

Contoh:
Sebuah obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000 jangka waktu pelunasan 5 tahun, dengan tingkat bung a 9% dibayar tiap akhir tahun. Jika tingkat bung a pasar pada waktu penerbitan diketahui 11%, nilai tunai aliran kas dengan menggunakan tingkat bunga pasar dihitung sebagai berikut: Nilai tunai sekarang dari utang pokok: Rp 1.000.000 x 0,59345 Nilai tunai sekarang pembayaran bunga: Rp 90.000 x 3,69590 Nilai tunai ( harga jual ) obligasi Rp 593.450 332.631 Rp 926.081

Dengan pembayaran Rp926.081 pada tanggal pengeluaran obligasi, investor akan merealisasi tingkat bunga 11% selama umur obligasi. Obligasi akan dijual dengan diskonto Rp73.919 (Rp1.000.000 - Rp926.081). Premium timbul jika tingkat bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat bunga di pasar, sehingga harga jual obligasi di atas harga nominalnya. Diskonto dan premium harus diamortisasi dan dibebankan sebagai penambah atau pengurang biaya bunga selama jangka waktu utang obligasi belum dilunasi. Amortisasi diskonto atau premium obligasi dapat dilakukan dengan metode bunga efektif atau metode garis lurus. Dengan metode bunga efektif akan dihasilkan tingkat biaya bunga dari nilai bukuyang konstan pada setiap periode. Metode garis lurus dapat digunakan untuk mengamortisasi premium atau diskonto, jika jumlah yang dihasilkan tidak berbeda jauh dibandingkan jika menggunakan metode bunga efektif. Diskonto dan premium merupakan rekening penilaian utang yang di neraea akan dilaporkan sebagai pengurang atau penambah utang yang bersangkutan.

Akuntansi Untuk Pengeluaran Obligasi Obligasi Dikeluarkan Pada Tanggal Pembayaran Bunga Sebesar Nilai Nominal
Jika obligasi dikeluarkan pada tanggal pembayaran bunga dengan harga jual sebesar nilai nominal, maka tidak ada permasalahan mengenai pengakuan bunga dan premium atau
31

diskonto. Jumal yang harus dibuat untuk mencatat pengeluaran obligasi tersebut adalah mendebit kas dan mengkredit utang obligasi.

Contoh:
Pada tanggall Januari 1990, dikeluarkan obligasi dengan nilai nominal Rp SOO.OOO berjangka 10 tahun dengan tingkat bunga tahunan 10% dibayar setiap tanggall Januari dan 1 Juli. Jumal yang dibuat pada 1 Januari: Kas Utang Obligasi Jurnal pembayaran bunga 1 Juli: Biaya Bunga Obligasi Kas (biaya bunga = RpSOO.OOO 10% x 6/12) x Biaya Bunga Obligasi Utang Bunga Obligasi 25.000 25.000 500.000 500.000

Jurnal untuk mengakui biaya bunga (117 s.d. 31/12) pada 31 Desember 1990: 25.000 25.000

Obligasi Dikeluarkan Pada Tanggal Pembayaran Bunga Dengan Premium Atau Diskonto
Jika obligasi pada contoh sebelumnya dijual pada tanggall Januari 1990 dengan kurs 97%, penerbitan tersebut dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Kas Diskonto Utang Obligasi Utang Obligasi 485.000 15.000 500.000

Diskonto obligasi bukan merupakan bunga dibayar di muka. Namun demikian, karena hal tersebut berkaitan dengan bung a, diskonto obligasi harus diamortisasi dan dibebankan sebagai biaya bunga selama jangka waktu obligasi tersebut beredar. Ada dua metode arnortisasi diskonto atau premium yang dapat digunakan, yaitu metode bunga efektif dan metode garis lurus. Dengan metode garis lurus jumlah arnortisasi setiap tahun sarna. Dalam contoh di atas diskonto sebesar RplS.000 diarnortisasi selama 10 tahun akan diperoleh arnortisasi tahunan sebesar Rp I.S00. Jika amortisasi diskonto tersebut dicatat secara tahunan, jurnalnya adalah sebagai berikut: Biaya Bunga Obligasi Diskonto Utang Obligasi 1.500 1.500

Pada akhir tahun pertarna, 1990, sebagai akibat jumal arnortisasi di atas saldo diskonto utang obligasi yang belum diarnortisasi berjumlah Rp13.S00 (RplS.000 -Rp1.S00).

32

Jika obligasi tersebut bertanggal1 Oktober 1990 dan dijual pada tanggal yang sama,jika tahun fiskal perusahaan berakhir tanggal 31 Desember diskonto yang diamortisasi selama tahun 1990 adalah sebesar 3/12 x 1110x Rp15.000 = Rp375. Biaya bunga selama tiga bulan juga harus dicatat pada tanggal 31 Desember. Premium utang obligasi diperlakukan dengan cara yang sarna dengan diskonto utang obligasi. Jika obligasi contoh sebelumnya, dikeluarkan dan dijual pada tanggal 1 Januari 1990 dengan kurs 105%, jumal saat pengeluaran obligasi adalah: Kas (Rp500.000x 1,05) Premium Obligasi Utang Obligasi 525.000 25.000 500.000

Jumal amortisasi premium pada akhir 1990 dan setiap akhir tahun selama umur obligasi beredar dengan metode garis lurus adalah sebagai berikut: Premium Obligasi Biaya Bunga 2.500 2.500

Bunga utang obligasi akan bertambah dengan amortisasi diskonto dan berkurang dengan amortisasi premium. Amortisasi diskonto dan premium dengan metode bunga efektif akan dibahas berikutnya. Penjualan Diantara Tanggal Pembayaran Bunga Pembayaran bunga obligasi biasanya dilakukan secara tengah tahunan pada tanggal yang ditetapkan dalam sertifikat obligasi. Jika obligasi dikeluarkan pada tanggal selain tanggal pembayaran bunga, pembeli obligasi harus membayar kepada perusahaan penerbit, bunga (berjalan) dari sejak tanggal pembayaran bung a terakhir sampai dengan tanggal penjualan. Dengan demikian, pembeli membayar dimuka sebagian dari bunga setengah tahun untuk bunga semasa pembeli belum bertindak sebagai pemegang obligasi. Pembeli akan menerima pembayaran bung a enam bulan penuh pada tanggal pembayaran bunga berikutnya. Contoh: Obligasi tertanggall Januari 1990 berjangka 10 tahun, nilai nominal Rp 500.000 dengan bung a tahunan 10% dibayar tiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli, pada tanggal 1 maret dijual dengan harga sebesar nilai nominal ditambah dengan bunga berjalan s.d. 1 Maret. Jumlah kas yang diterima oleh penerbit obligasi dari transaksi tersebut adalah: Harga jual (sebesar nilai nominal) (+) Bunga berjalan dari sejak 111s.d. 1/3 (2/12 x 10% x Rp500.000) Jumlah yang diterima Jumal saat pengeluaran obligasi: Rp 500.000 8.333 Rp 508.333

33

Kas Utang Obligasi Biaya Bunga Obligasi (Rp500.000 x 10% x 2/12)

508.333 500.000 8.333

Pembeli membayar terlebih dahulu bunga selama dua bulan (1/1 s.d. 113),karena empat bulan berikutnya yaitu pada tanggal1 Juli 1990 pembeli obligasi akan menerima pembayaran bunga selama enam bulan penuh dari perusahaan penerbit. Jurnal yang dibuat 1 Juli: Biaya Bunga Obligasi Kas 2S.000 25.000

Dari kedua jurnal tersebut, rekening Biaya Bunga Obligasi akan bersaldo Rp 17.667. Jumlah tersebut merupakan biaya bunga untuk 4 bulan (Rp500.000 x 10% x 4/12). Contoh di atas masih sederhana karena obligasi dijual sebesar nilai nominal. Apabila obligasi pada contoh tersebut dijual dengan kurs 120, perusahaan penerbit akan membuat jurnal sebagai berikut: Kas {( 1,2 x RpSOO.OOO) + (10% x 2/12 x RpSOO.OOO)} Utang Obligasi Premium Utang Obligasi (0,2 x Rp500.000) Biaya Bunga Obligasi S18.333 500.000 10.000 8.333

Premium tersebut akan diamortisasi dari sejak tanggal penjualan (l Maret 1990), bukan dari sejak tanggal obligasi (1 Januari 1990). MET ODE BUNGA EFEKTIF Metode amortisasi diskonto atau premium dengan metode bunga efektif lebih baik dibanding metode garis lurus. Dengan metode bunga efektif, biaya bunga setiap periode bunga adalah hasil perkalian antara nilai buku utang obligasi awal peri ode dengan tingkat bunga efektif. Jumlah amortisasi diskonto atau premium obligasi adalah perbedaan antara jumlah biaya bunga (efektif) dalam suatu peri ode dengan bunga nominal yang sesungguhnya dibayar. Karena nilai buku obligasi akan bertambah atau berkurang sebesar amortisasi diskonto atau premium, jumlah biaya bung a (yang dihitung dari nilai buku obligasi) dari periode ke peri ode selama umur obligasi akan meningkat atau menurun. Obligasi Dikeluarkan Dengan Premium Sebagai contoh, pada tanggal1 Januari PT BIMBANG mengeluarkan obligasi nominal Rp2.000.000 berjangka 5 tahun, dengan bunga 10% pertahun dibayar setiap tanggal l Juli dan 1 Januari. Karena tingkat bunga efektifyang diinginkan oleh investor 8% (lebih rendah dari bungaobligasi), untuk membeli obligasi tersebut mereka akan membayar sebesar Rp2.162.210 sehingga akan menimbulkan premium sebesar Rp 162.21 0 seperti perhitungan berikut ini: 34

Harga jual obligasi dihitung sebagai berikut: Nilai nominal obligasi saat jatuh tempo Nilai tunai Rp 2.000.000, 8%, 5 th Nilai tunai bunga Rp 100.000, 10 x tiap 112th dengan tarip 8% Premium obligasi

Rp 2.000.000 Rp1.351.120 811.090 2.162.210 Rp 162.210

*
*

Perhitungan nilai tunai nominal Rp 2.000.000, selama 10, tarip 4% = 2.000.000 x 0,67556 Perhitungan nilai tunai bunga (2.000.000 x 10% x 1/2) x 8,11090

Premium obligasi sebesar Rp 162.210 diamortisasi selama umur obligasi dengan metode bunga efektif nampak dalam tabel sebagai berikut:

TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI PREMIUM MET ODE BUNGA EFEKTIF

Tabun

Kas
(Kredit)

BiayaBunga (debit)

Premium Obligasi (Kredit)
(Kredit}

NilaiBuku Obligasi

1/1190 Inl90 111191 tn191 1/1/92 In192 111193 Inl93 1/1/94 Inl94 1/1195
Rp 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 Rp 1.000.000 Rp 86.488 85.948 85.386 84.801 84.193 83.561 82.904 82.220 81.508 8fl770 Rp837.779 Rp 13.512 14.052 14.614 15.199

Rp2.162.210 2.148.698 2.134.646 2.120.032 2.104.833 2.089.026 2.072.587 2.05'5.491 2.037.711
"

15.807 16.439 17.096 17.780 18.492 19.219 Rp i62.2~0

.,

2.019.219 2.000.000

35

Jumal yang dibuat untuk mencatat pengeluaran obligasi dengan premium pada 1 Januari 1990: Kas Premium Obligasi Utang Obligasi 2.162.210 162.210 2.000.000

Jumal untuk mencatat pembayaran bunga pertama pada tanggal 1 Juli 1990 dan amortisasi premium adalah: Biaya Bunga Obligasi Premium Obligasi Kas 86.488 13.512 100.000

Jumal untuk mencatat pengakuan bunga tanggal 31 Desember 1990 (akhir tahun) dan amortisasi premium adalah sebagai berikut: Biaya Bunga Obilgasi Premium Utang Obligasi Utang Bunga Obligasi Dikeluarkan Dengan Diskonto Sebagai contoh, misalnya pada tanggall Januari 1989 PT Dian Permata mengeluarkan obligasi nominal Rpl.OOO.OOO tingkat bunga 8% berjangka 5 tahun. Bunga dibayar setiap tanggal I Januari dan I Juli. Apabila investor menginginkan tingkat bunga efektif 10% (lebih tinggi dari bunga nominal), maka mereka hanya akan membayar Rp922.780 untuk membeli obligasi tersebut sehingga akan menimbulkan diskonto Rp77.220 seperti perhitungan berikut ini: Nilai obligasi saat jatuh tempo Nilai tunai nominal: Rpl.OOO.OOO tahun, 10% 5 (Rpl.OOO.OOO 0,61391) x Nilai tunai bung a: Rp40.000 tiap 112tahun, selama 5 th pada tingkat bunga 10% (Rp40.000 x 7,72173) Penerimaan dari penjualan obligasi Diskonto obligasi Rp 1.000.000 85.948 14.052 100.000

Rp613.910

308.870 922.780 Rp 77.220

Diskonto obligasi yang timbul akan diamortisasi selama umur obligasi dengan menggunakan metode bung a efektif dalam tabel tampak sebagai berikut:

36

,

~\

TABEL AMORTISASI DISKONTO OBLIGASI METODE BUNGA EFEKTIF

Tahun
,

Kas
(Kredit)

Biaya Bunga ,
(debit)

,

Premium 0bIigasi (Kredit)
(Kredit) .

NilaiBuIm
ObIigaSi

,

,

,

111/89 Inl89 111190 Inl90 111/91 Inl91 lI1I92 117/92 111193 Inl93 111194 Rp40.OO0a 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000 Rp4oo.000 Rp46.140b 46.450 46.770 47.110 47.460 47.830 ' 48.230 48.640 49.070 49.520 Rp477.220 Rp 6.140" 6.450 6.770 7.110 7.460 7.830 8.230 8.640 9.070 9.520 Rp77.220 ~

Rp922.780 ,928.92()d 935.370 942.140 949.250 956.710 964.540 972.770 981.410 990.480 1.000.000

aRp40.000 Rpl.000.000 x 8% x 6/12 bRp46.140 == Rp922.780 x 10% x 6/12 cRp6.140 Rp46.140 (-) Rp40.000 dRp928.920 Rp922.780 (+) Rp6.140

=

= =

Jurnal untuk mencatat penjualan obligasi oleh PT Permata tanggal 1 Januari 1989 adalah: Kas Diskonto Obligasi Utang Obligasi 922.780 77.220 1.000.000 Juli 1989 dan

Jurnal untuk mencatat pembayaran pertama yang pertama pada tanggall amortisasi diskonto: Biaya Bunga Obligasi Diskonto Obligasi Kas 46.140

6.140 40.000 37

Jurnal untuk mengakui biaya bunga yang timbul pada tanggal31 Desember 1989 (akhir tahun) dan arnortisasi diskonto: Biaya Bunga Obligasi Utang Bunga Diskonto Obligasi PENGAKUAN BUNGA 46.450 40.000 6.450

Dalam contoh sebelumnya, tanggal pembayaran bunga bertepatan dengan tanggal penyusunan Iaporan keuangan sehingga untuk pengakuan bunga dan amortisasi premium atau diskonto tidak ada permasalahan karena jumlah-jumlah tersebut tinggal mengikuti angka-angka dalarn tabel. Apabila pembuatan laporan keuangan perusahaan tidak bertepatan dengan tanggal pembayaran bunga, maka untuk membebankan secara tepat biaya bunga dalam suatu periode laporan keuangan diperlukan perhitungan lebih lanjut untuk mencatat biaya bung a dan amotisasi premium atau diskonto. Sebagai contoh, misalnya PT Bimbang yang mengeluarkan obligasi dengan premium pada contoh sebelumnya menghendaki untuk menyusun laporan keuangan pada akhir bulan Februari. Untuk mencatat biaya bunga dan amortisasi premium yang tepat maka diperlukan perhitungan berikut ini: Perhitungan biaya bunga: Bunga Berjalan (RplOO.OOOx 2/6) Amortisasi Premium (RpI3.512 x 2/6) Biaya Bunga (Januari - Februari 1990) Jurnal untuk mencatat biaya bung a akrual: Biaya Bunga Obligasi Utang Premium Obligasi Utang Bunga Rp 33.333 (4.504) Rp 28.829

28.829

4.504 33.333

Jika PT Bimbang membuat laporan keuangan 6 bulan kemudian (31 Agustus 1990), prosedur yang sarna diikuti, perhitungan premium yang diamortisasi akan tarnpak sebagai berikut: Premium yang (RpI3.512 Premium yang (RpI4.052 Premium yang diamortisasi (Maret-Juni) x 4/6) diarnortisasi (Juli-Agustus) x 2/6) diamortisasi (Maret-Agustus'90) Rp 9.008 4.684 Rp 13.692

Perhitungan untuk permasalahan di atas sangat sederhana apabila untuk mengamortisasi premium digunakan metode garis lurus. Contoh: premium total PT Bimbang Rp162.210 dialokasikan secara rata selarna 5 tahun, maka amortisasi premium perbulan sebesar Rp2.703,5 (RpI62.210 : 60 bulan).
38

KLASIFIKASI DISKONTO DAN PREMIUM Diskonto obligasi bukan aktiva karena tidakmemberikan manfaat ekonomi di masa yang akan datang. Perusahaan berhak menggunakan dana yang dipinjamnya dan untuk itu perusahaan harus membayar bunga. Timbulnya diskonto obligasi berarti dana yang dipinjarn perusahaan lebih keeil dari nilai nominal obligasi yang akan dilunasi pada saat jatuh tempo, sehingga tingkat bunga sesungguhnya (efektit) lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat bunga yang ditetapkan (nominal). Secara teoritis, diskonto utang obligasi merupakan rekening penilaian utang sehingga harus diperlakukan sebagai pengurang nilai monimal obligasi. Premium obligasi harus dilaporkan dengan eara yang sarna. Premium obligasi bukan merupakan utang. Premium terjadi karenajumlah yang diterima dari peminjarnan lebih besar dibanding nilai nominal utang yang akan dilunasi pada saat jatuh tempo. Seeara teoritis, premium obligasi merupakan rekening penilaian utang sehingga harns diperlakukan sebagai penarnbah nilai nominal obligasi. Seeara ringkas, diskonto atau premium obligasi yang belum diarnortisasi di neraea dilaporkan sebagai pengurang atau penarnbah nilai nominal obligasi.
BIA YA PENGELUARAN DBL/GASI

Biaya pengeluaran obligasi meliputi biaya pereetakan, jasa hukum dan akuntan, komisi, biaya promosi dan biaya-biaya lainnya. Menurut FASB Statement No.3, biaya pengeluaran dapat disajikan sebagai biaya lain-lain atau sebagai pengurang utang yang terkait. Sedangkan menurut prinsip akuntansi yang berterima umum, biaya pengeluaran obligasi diperlakukan sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi selama umur utang obligasi.
DBL/GASI TREASURY

Obligasi treasury adalah obligasi yang dibeli (ditarik) kembali dari peredaran oleh perusahaan yang menerbitkan dengan maksud untuk dijual kembali dimasa yang akan datang .. Pada waktu pembelian, dicatat dengan eara mendebit rekening obligasi treasury sebesar nilai nominalnya. Rekening obligasi treasury bukan merupakan aktiva, rekening tersebut disajikan sebagai pengurang rekening utang obligasi. Rugi atau laba penarikan obligasi dihitung dengan cara membandingkan nilai buku obligasi dengan jumlah yang dibayar untuk membeli. Nilai buku adalah nominal obligasi ditarnbah atau dikurangi premium atau diskonto yang belum diamortisasi. Pada waktu dijual kembali, rekening obligasi treasury di kredit sebesar nilai nominalnya. Selisih antara nilai nominal dengan jumlah uang yang diterima dari penjualan dicatat sebagai diskonto atau premium.
PELUNASAN UTANG DBL/GASI

Pelunasan obligasi dapat dilakukan dengan 2 eara, yaitu: (1). Pelunasan pada tanggal jatuh tempo dan (2). Pelunasan sebelumjatuh tempo (penebusan obligasi).

39

Jika obligasi dilunasi pada tanggal jatuh tempo, jumlah yang dibayar adalah sebesar nilai nominalnya. Pada tanggal jatuh tempo, premium atau diskonto yang timbul pada saat pengeluaran telah habis diamortisasi, sehingga tidak akan timbul rugi atau laba pelunasan. Pelunasan utang obligasi sebelum tanggal jatuh tempo dapat dilakukan dengan cara melunasi langsung kepada kreditur atau membelinya dari bursa. Apabila obligasi dapat dilunasi sebelum jatuh tempo (callable), biasanya tanggal pelunasannya ditentukan pada tanggal pembayaran bung a, oleh karena itu amortisasi terhadap premium atau diskonto telah dicatat sampai dengan tanggal tersebut. Pelunasan obligasi yang dilakukan melalui pembelian di bursa biasanya tidak bertepatan dengan tanggal pembayaran bunga, oleh karena itu diperlukan pencatatan amortisasi diskonto atau premium dan biaya bunga dari sejak tanggal pembayaran bunga terakhir sampai dengan tanggal pembeliannya. Jumlah yang dibayar untuk pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo, termasuk premi pelunasan dan biaya reakuisisi, disebut harga reakuisisi. Pada tanggal tertentu, nilai buku bersih obligasi adalah nilai jatuh tempo disesuaikan dengan premium atau diskonto yang diamortisasi dan biaya pengeluarannya. Apabila nilai buku bersih lebih besar dari harga penarikan kembali obligasi, kelebihan tersebut merupakan laba pelunasan obligasi. Sebaliknyajika harga reakuisisi lebih besar dari nilai buku bersih obligasi maka akan timbul rugi pelunasan obligasi.

Contoh:
Pada tanggall Januari 1990, PT Hadi Putramengeluarkan obligasi nominal Rp8.000.000 berjangka 20 tahun dengan kurs 97%. Biaya pengeluaran obligasi keseluruhan RpI60.oo0. 10 tahun setelah tanggal pengeluaran, obligasi dibeli dari peredaran dengan kurs 101% dan dibatalkan. Amortisasi diskonto menggunakan metode garis lurus. Rugi penarikan dihitung sebagai berikut : Harga penarikan kembali (Rp8.000.000 x 101%) Nilai buku bersih obligasi yang dibatalkan: Nilai nominal Diskonto belum diamortisasi (Rp240.000 x 10/20) Biaya pengeluaran belum diamortisasi (Rp160.000 x 10/20) Rugi penarikan obligasi Rp 8.000.000 Rp8.000.000 (120.000) ( 80.000) 7.800.000 Rp 280;()OO

Jurnal yang dibuat untuk mencatat penarikan kembali dan pembatalan obligasi tersebut adalah: Utang Obligasi .Rugi dari Pelunasan UtangObligasi Diskonto Utang Obligasi
40

8.000:000 280.000 120.000

Biaya Pengeluaran Obligasi yang belum Diamortisasi Kas

80.000 8.080.000

Ada kalanya lebih menguntungkan perusabaan penerbit melunasi semua obligasi yang beredar dan menggantinya dengan mengedarkan obligasi barn dengan tingkat bunga yang lebih rendab. Penggantian obligasi yang telah beredar dengan yang barn disebut pendanaan kembali. Dengan eara apapun pelunasan obligasi dilakukan (pelunasan dini atau pendanaan kembali), perbedaan antara harga penarikan kembali dan nilai buku bersih obligasi yang dibatalkan harus diakui dalam laporan rugi-laba pada periode yang bersangkutan dan disajikan sebagai bagian dari laba atau rugi luar biasa.
AKUNTANSI OBL/GASI BERSERI

Obligasi berseri adalab sejumlab obligasi yang diterbitkan oleh perusabaan yang jatuh tempo seeara berangsur pada waktu yang berbeda-beda. Penerbitan obligasi berseri dapat dilakukan dengan eara menjual setiap seri seeara terpisab atau dalam satu paket. Baik dijual terpisab atau dalam satu paket, hanya diselenggarakan satu rekening premium atau diskonto dalam buku besar untuk semua obligasi berseri yang diterbitkan. Amortisasi premium atau diskonto dapat dilakukan untuk setiap seri atau seeara keseluruhan. Metode yang dapat digunakan untuk mengamortisasi premium atau diskonto adalah: (l) metode garis lurus, (2) metode obligasi beredar, dan (3) metode bunga efektif.

Amortisasi Premium atau Diskonto Obligasi Berseri
Sebagai eontoh, misalnya PT Gineu pada tanggall Januari 1988 menjual sebuab obligasi berseri nominal Rpl.000.000, berbunga 8% akan dibayarkan setiap tahun pada tanggal31 Desember. Obligasi tersebut akan jatuh tempo setiap tahun Rp200.000, dimulai pada tahun 1989. Tingkat bunga efektif yang diinginkan oleh investor 9%. Harga dan diskonto obligasi dihitung sebagai berikut: Harga Jual Jatuh tempo 1/1/89 (berjangka 1 tabun) Pokok: Rp200.000 x 0,9 Bunga: Rp16.000 x 0,9 Jatuh tempo 111190(berjangka 2 tabun) Pokok: Rp200.000 x 0,8 Bunga: RpI6.000 x 1,75 Jatuh tempo 1/1/91 (berjangka 3 tahun) Jatuh tempo 111192(berjangka 4 tahun) Jatuh tempo 111/93 (berjangka 5 tahun) Jumlah harga jual semua seri Jumlah diskonto semua seri 1743 1743 Rp198.165 4168 911 196.482 194.937 193.522 192.220 Rp975.326 Diskonto Rp183.486 14.679 Rp 1.835 Rp168.336 28.146 3.518 5.063 6.478 7.780 Rp 24.674
41

Metode Amortisasi

Garis Lurus

Metode arnortisasi garis lurus digunakan apabila hasilnya tidak berbeda secara material dibandingkan dengan metode bunga efektif. Amortisasi diskonto obligasi yang diterbitkan oleh PT Gincu di atas selama lima tahun dengan perhitungan sebagai berikut:

'W Teak,.
!
,< ,

'

Jumlah
~ ~

Jangka

Waktu

Amortisasi

' Amorti~

pacta TaIlun

Periodik

1988
: 1 th : 2 th : 3 th ' : 4 th : 5 th 1.835 1.759 1.688 1.619 1.556

1989
1.835 1.759 1.688 1.619 1.556 8.457

1m
1.759 1.688 1.619 1.556 6.622

1991

1992
,

1989 1990 • 1991 1992 1993

Rp 1.835 Rp3.518 Rp5.063 Rp6.478 Rp7.780 Rp24.674

1.688 1.619 1.619 1.556 1.556 4.863 3.176

1.556 1.556

Metode Obligasi Beredar Jika semua obligasi berseri dijual kepada penjamin (underwriter) pada harga yang ditetapkan, diskonto atau premium yang timbul diamotisasi dengan metode obligasi beredar, karena diskonto atau premium untuk setiap seri tidak dapat ditentukan. Metode obligasi beredar merupakan- penerapan metode metode garis lurus untuk obligasi berseri dan diasumsikan bahwa diskonto untuk setiap seri obligasi yang beredar jumlahnya sarna untuk setiap tahun. Perhitungan amortisasi diskonto dengan metode obligasi beredar selarna lima tahun adalah sebagai berikut: ,
,
r

, Beredar AkbIr Tabu ' , SelamaSatu , (31 Desember)' ,-. ,Tahun
',\

lHgasi yang

1988 1989 1990 1991 1992

Rpl.000.000 -"800.000 600.000

,

,

0bJipsi Beredar Selamasatu , ,Tabun : Jumlah Obligasi Beredar Selamil Lima Tahun 10/30 8130 6130 4/30 2130 30/30

l'

i

Diskonto

Jumlalt '

Jumlah J)JsJroato Diamortls8si ttap..tiap TahUII
Rp8.224 6.580 4.935 3.290 t645
;"'~ ,.

Diamortisasi

yang

yag

~OO.OOO
200.000 Rp3.000.006

Rp24.674 24.674 24.674 24.674 24.674 Rp24.674

42

"

,

Perhitungan arnortisasi untuk obligasi berseri dibuat dengan cara yang sarna dengan obligasi tunggal. Hanya saja untuk obligasi berseri nilai nominal yang jatuh tempo, hams dikurangkan darijumlah nilai buku apabila seri tertentu telah dibayar. Berikut ini diberikan contoh perhitungan amortisasi diskonto dan pengurangan nilai buku obligasi berseri yang diterbitkan pada contoh sebelumnya:
,

Kas
l'anggaI 111/88
31112188 1/1189 31/12189 1/1/90 31112190 Rp80.00oa 200.000 64.000 200.000 48.000 200.000 32.000 200.000 16.000 200.000 Rpl.240.000 (kredit)

Disk'ontn 0bIIgasi
{kreciit)

,

BlayaBunga
(Debit)

Utang 0bIipsi
(Debit)

NilaiBuku
,

'tJtang

0bIIgasi

Rp8.224

b

Rp88.224c

-~
6.580 4.935

-

Rp200.000

-

70.580

111/91
31/12191 398.355 1/1/92 31/12192 111193

--

52.935

--

-

200.000 200.000

-

3.290

35.290

-

Rp975.326 983.55<Jd 783.550 790.130 590.130 595.065 295.065

-1.645
--

-17.645

200.000 200.000 Rp1.000.000

-

--

198.355 200.000

-

Rp24.674

Rp264.674

.

aRp80.000 == Rp 1.000.000 x O,OS bRpS.224 == Rp1.000.000/Rp3.000.000

x Rp24.674

CRpSS.224 == RpSO.OOO RpS.224 + "Rp9S3.550 = Rp975.326 + RpS.224

Catatan: Biaya bunga acaiah fungsi dari tingkat bung a nominal ditambah amortisasi diskonto rata-rata per lembar atau dikurangi amortisasi premium rata-rata per lembar. Metode Bunga Efektif Penerapan metode bunga efektif untuk obligasi berseri sarna dengan yang dicontohkan dalarn obligasi dengan tanggal jatuh tempo tunggal. Biaya bunga dalam satu periode dihitung dengan cara mengalikan tingkat bunga efektif dengan nilai buku obligasi yang beredar pada periode yang bersangkutan. Jumlah amortisasi diskonto atau premium adalah perbedaan antara biaya bunga efektif suatu periode dengan bunga yang sesungguhnya dibayar. Dalarn metode ini, tingkat bunga bersifat tetap dari nilai buku obligasi yang beredar, Berikut ini perhitungan arnortisasi diskonto dan pengurangan nilai buku dengan metode bunga efektif untuk contoh sebelumnya:

4::f

TanggaJ
111/88 31/12/88 1/1/89 31/12/89 111190 31112190 111191 31112191 1/1/92 31112192 111193

Kas (kredit)

Diskonto 0bIigasi
(kredit)

I

Biaya Bunga ,
(Debit)

'>

j'

"

Ufang

'NDaiBuku

0bIigasi
(Debit)

~.

Utaul

Rp80.00oa 200.000 64.000 200.000 48.000 200.000 32.000 200.000 16.000 200.000 Rpl.240.000

Rp87.779

-~

b

Rp7.779" 6.479

70.479

-

Rp-200.000

-53.063

-5.063
\

-

200.000 200.000

35.518

---

'--

3.518

17.835

-_

--

1.835

--

200.000 200.000

-

Rp975.326 983.105d 783.105 789.584 589.584 594.647 394.647 398.165 198.165 200.000

-

Rp264.674

Rp24.674 \ Rp 1.000.000

aRp80.000 = Rp 1.000.000 x 0,08 bRp87.779 = Rp975.326 x 0,09

'Rp7.779 = Rp87.779 - Rp80.000 dRp983.105 = Rp975.326 + Rp7.779

Catatan: Biaya bung a adalah fungsi dari perkalian antara tingkat bunga efektif dengan nilai buku yang beredar selama satu peri ode. Jurnal untuk mencatat pembayaran bung a, amortisasi diskonto, dan pelunasan setiap ~ri obligasi dapat dibuat berdasarkan judul-judul kolom perhitungan amortisasi.
PELUNASAN OBL/GAS/ BERSER/ SEBELUM JATUH TEMPO

Jika obligasi seri tertentu dilunasi sebelum jatuh tempo, maka diperlukan perhitungan jumlah diskonto (premium) yang belum diamortisasi untuk obligasi tersebutdan menghapusnya dari rekening Diskonto (Premium) Utang Obligasi. Metode Garis Lurus Dimisalkan pada tanggal 1 Januari 1990, obligasi berseri Rp200.000 yang akan jatuh tempo tangall Januari 1992 dilunasi dengan harga Rp201.000. Dengan metode garis lurus, diskonto yang belum diamortisasi untuk obligasi yang jatuh tempo tangga11 Januari 1992 adalah Rp4.668 (th 1990 = Rp1.556, th 1991 = Rp1.556, dan th 1992 ~ Rp1.556). Rugi pelunasan obligasi terse but dapat dihitung sebagai berikut: Harga beli obligasi yang dilunasi Nilai buku obligasi berseri yang jatuh tempo 1/1/93 (Rp200.000 - Rp4.668) Rugi luar biasa dari pelunasan obligasi 44 Rp201.000 195.332 Rp5.668

" "...): , ,<

Metode Obligasi Beredar Dengan data yang sarna, perhitungan diskonto yang belum diarnortisasi untuk obligasi yang dilunasi dengan metode obligasi beredar adalah sebagai berikut:

s-

x Rp200.000b x Rp24.674c ---------= Rp4.935 Rp3.000.000d

= jumlah tahun sebelum jatuh tempo b = nilai nominal obligasi ' = jumlah diskonto d = jumlah nominal obligasi yang beredar
a
C

Dengan cara lain, diskonto yang akan diarnortisasi setiap tahun untuk setiap obligasi nominal Rp200.000 adalah Rp200.000/Rp3.000.000 x Rp24.674 atau Rp 1.645. Oleh karena itu, jika obligasi nominal Rp200.000 dilunasi 3 tahun sebelum jatuh tempo, diskonto yang belum diarnortisasi adalah 3 x Rp1.645, atau Rp4.935. Dengan metode obligasi beredar, rugi pelunasan obligasi dihitung sebagai berikut: Harga beli obligasi untuk pelunasan Nilai buku obligasi berseri yang jatuh tempo 1/1/93 (Rp200.000 - Rp4.935) Rugi luar bias a dari pelunasan obligasiRn. Metode Bunga Efektif Dalarn metode bunga efektif, jumlah nilai buku obligasi yang beredar pada saat pelunasan harus dikurangi dengan nilai tunai obligasi yang dilunasi. Dengan melihat perhitungan arnortisasi PT Gincu sebelumnya dapat diketahui nilai buku tanggall Januari 1990 adalah Rp589.584. Nilai tunai yang dilunasi dihitung sebagai berikut: Nilai tunai nominal (Rp200.000 x O,77218)Rp Nilai tunai pembayaran bunga (Rp16.000 x 2,53130) Nilai tunai obligasi yang dilunasi 154.436 40.501 Rp194.937 Rp201.000 195.065 5.935

Jumal untuk mencatat pelunasan dini utang obligasi dengan metode bunga efektif pada tanggall Januari 1990 adalah sebagai berikut: Utang Obligasi Rugi Luar Biasa Pelunasan Obligasi Diskonto Utang Obligasi Kas 200.000 6.063 5.063 201.000

Rugi (laba) pelunasan adalah perbedaan antara nilai tunai obligasi (Rpl?4.937) dengan harga pelunasan (Rp201.000). . .

45

UTANG WESEL JANGKA PANJANG

Perbedaan antara utang weseljangka pendek dengan utang weseljangka panjang adalah jangka waktu pelunasannya. Utang wesel jangka panjang mirip dengan obligasi, keduanya mempunyai tanggal jatuh tempo (lebih dari 1 tahun dan tingkat bunga secara implisit yang telah ditentukan. Perbedaannya, tidak seperti obligasi, wesel tidak dapat diperdagangkan di bursa efek. Wesel biasanya digunakan sebagai instrumen utang oleh perusahaan kecil atau perusahaan yang tidak berbentuk perseroan. Akuntansi untuk utang wesel tidak berbeda dengan obligasi. Utang wesel jangka panjang dinilai sebesar nilai sekarang aliran kas dimasa yang akan datang (termasuk pokok dan bunga). PremiWlm;\ diskon yang timbul harus diamortisasi selama umur wesel. man Penentuan tingkat bunga yang tepat untuk penilaian utang wesel jangka panjang lebih sulit, terutama apabila tingkat bunga wesel yang ditetapkan tidak realistik. Apabila utang wesel mempunyai tingkat bunga yang tidak realistik, pengelompokan berikut ini penting diperhatikan: 1. 2. 3. Wesel dikeluarkan semata-mata untuk memperoleh kas Wesel dikeluarkan untuk kas dan memberikan hak istimewa kepada kreditur. Wesel dikeluarkan dengan penukaran non kas. Semata-mata Untuk Memperoleh Kas
f "

Wesel Dikeluarkan

Apabila tingkat bunga efektif pada wesel sarna dengan tingkat bunga yang ditetapkan, wesel akan terjual sebesar nilai nominal. Apabila tingkat bunga yang ditetapkan berbeda dengan tingkat bunga efektif, maka jumlah kas yang diterima juga akan berbeda dengan nilai nominal wesel. Perbedaan antara nilai nominal dengan penerimaan kas disebut disk onto atau premium. Diskonto atau premium harus diamortisasi sepanjang umur wesel dengan tingkat bunga efektif. Apabila wesel dikeluarkan semata-mata untuk memperoleh kas, biaya bunga adalah tingkat bunga yang ditetapkan ditambah atau dikurangi amortisasi diskonto atau premium. Wesel Ditukar Dengan Kas Dan Pemberian Hak Istimewa

Kadang-kadang wesel dikeluarkan dengan memberikan hak istimewa kepada kreditur (penerima wesel). Sebagai contoh misalnya sebuah perusahaan mengeluarkan wesel tidak berbunga dengan harga sebesar nilai nominal berjangka 5 tahun, dan sebagai tambahan disetujui untuk menjual barang dagangan kepadakrediturdengan hargadi bawah harga pasar. Dalam kasus seperti ini, selisih antara nilai tunai utang dengan jumlah uang yang diterima harus dicatat sebagai diskonto wesel (debit) dan pendapatan diterima dimuka (kredit). reilOapatan diterima dimuka yangjumlahnya sarna dengan diskonto wesel, merupakan pembayaran sebagian dari harga jual transaksi penjualan kepada kreditur yang bersangkutan selama 5 tahun yang akan datang. Pendapatan diterima dimuka ini harus diakui sebagai pendapatan penjualan pada saat penjualan dilakukan kepada kreditur yang bersangkutan.

46

Contoh: Dikeluarkan wesel tak berbunga berjangka 5 tahun dengan nilai nominal RplOO.OOO. Dengan wesel tersebut, pemegang wesel dapat membeli barang dagangan seharga Rp500.000 dengan harga 88% dari harga jual regular selama 5 tahun yang akan datang. Tingkat bung a efektif 10%. Pengeluaran wesel tersebut menimbulkan diskonto Rp37.908 yaitu selisih antara nilai nominal (RplOO.OOO)dengan nilai tunai wesel sebesar Rp62.092 (RplOO.OOOx 0.62092), dengan demikian perusahaan penerbit akan mengkredit pendapatan diterima dimuka atas pengeluaran wesel tersebut sebesar Rp37.908 Jumal untuk mencatat pengeluaran wesel: Kas Diskonto Wesel Utang Wesel Pendapatan Diterima Dimuka 100.000 37.908 100.000 37.908

Diskonto wesel terse but akan diamortisasi sebagai biaya bung a dengan menggunakan metode bunga efektif. Pendapatan diterima dimuka akan diakui dari pendapatan penjualan dibagi rata pada masing-masing periode penjualan kepada kreditur yang bersangkutan. Wesel Dikeluarkan Dengan Transaksi Non Kas Kemungkinan ketiga dari pengeluaran wesel adalah ditukar dengan aktiva, barangbarang atau jasa. Apabila hal ini dilakukan dalam transaksi yang bebas, tingkat bunga yang ditetapkan dianggap wajar, kecuali: 1. 2. 3. tidak ada tingkat bung a yang ditetapkan, atau tingkat bunga yang ditetapkan tidak rasional, atau nilai nominal wesel secara material berbeda dengan harga jual tunai barang/jasa yang diterima.

Apabila demikian, nilai tunai wesel diukur dengan harga waj ar kekayaan, barang -barang atau jasa yang diterima. Elemen biaya bunga selain yang telah ditetapkan termasuk juga perbedaan antara nilai nominal wesel dengan nilai wajar aktiva. Contoh:
PT ABADI menjual tanah yang mempunyai harga jual tunai Rp2.000.000 kepada PT

JAY A dengan penukar sebuah wesel tak berbunga nominal Rp2.938.600 berjangka 5 tahun. Harga jual tanah sebesar Rp2.000.000 merupakan nilai tunai wesel nominal Rp2.938.600 yang didiskontokan dengan tingkat bunga 8%. Jika kedua pihak mencatat wesel tersebut sebesar nilai nominal, baik penjualan maupun tanah akan terlalu besar dicatat sebesar Rp938.600, yang jumlah tersebut merupakan bung a selama lima tahun dengan tingkat 8%. Jumal untuk mencatat transaksi pertukaran wesel dengan tanah pada tangal pertukaran adalah:
47

PTJAYA
Tanah Diskon utang wesel Utang wesel 2.000.000 938.600 2.938.600

PTABADI
Piutang wesel Diskon piutang wesel Penjualan 2.938.600 938.600 2.000.000

Selama 5 tahun umur wesel, PT JAY A mengarnortisasi diskon Rp938.600 sebagai biaya bunga. PT ABADI mencatat pendapatan bunga total Rp938.600 selama 5 tahunjuga dengan cara mengamortisasi diskon tersebut. Metode bunga efektif perlu digunakan, meskipun demikian pendekatan lain untuk amortisasi dapat digunakan jika hasil yang diperoleh secara material tidak berbeda dengan hasil yang diperoleh dengan metode bunga efektif.
SOAL-SOAL

1.

Kewajibanjangka

panjang dinilai pada:

a. Nilai nominalnya b. Nilai pada saat jatuh tempo c. Jumlah yang harus dibayarkan bila kewajiban tersebut harus dilunasi sekarang d. Manfaat yang diterima dari kreditur Jawab: c 2. PT Papan sejahtera mengeluarkan hutang obligasi dengan nilai nominal saat pelunasan sebesar Rp500 juta. Jika hutang obligasi dijual dengan premium (agio), hal ini menunjukkan bahwa: a. Tingkat bunga efektif lebih besar dibandingkan tingkat bunga nominalnya b. Tingkat bunga nominallebih besar dibandingkan dengan tingkat bunga efektifnya c. Tingkat bunga nominal sarna besar dibandingkan dengan tingkat bunga efektifnya d. Tidak ada hubungan antara tingkat bunga nominal dan efektif Jawab: b 3. Jika bunga hutang obligasi dibayar setiap 1 Mei dan 1 Nopember dan hutang obligasi dijual tanggall Juni, maka jumlah kas yang diterima oleh fihak penjual obligasi: a. Berkurang sebesar bunga uari tanggall Juni sarnpai dengan 1 Nopember b. Berkurang sebesar bunga dari tanggall Mei sarnpai dengan 1 Juni c. Bertarnbah besar bunga dari tanggall Juni sarnpai dengan 1 Nopember d. Bertarnbah sebesar bunga dari tanggall Mei sarnpai dengan 1 Juni Jawab: d 4. Apabila pembayaran bunga obligasi setiap tanggal 1 Pebruari dan 1 Agustus, dan obligasi dikeluarkan pada tanggall Nopember 1990, makajumlah kas yang ditenma perusahaan saat mengeluarkan obligasi adalah: a. Berkurang 1 Agustus sebesar bunga tanggal antara 1 Pebruari sampai nengan tanggal

48

Berkurang sebesar bunga antara 1 Nopember sarnpai dengan tanggal1 Pebruari Bertambah sebesar bungaantara tanggal1 Agustus sarnpai dengan tanggal l Nopember Bertarnbah sebesar bunga antara tanggal 1 Nopember sarnpai dengan tanggal 1 Agustus Jawab: c 5. Apabila pembayaran bunga obligasi dilakukan tiap 1 April dan 1 Oktober, dan obligasi dikeluarkan pada tanggal1 Mei, maka jumlah kas yang diterima oleh perusahaan ketika mengeluarkan obligasi adalah: a. Berkurang sejumlah bunga antara 1 Mei sarnpai dengan Oktober b. Berkurang sejumlah bunga antara 1 April sarnpai dengan 1 Mei c. Bertarnbah sejumlah bunga antara 1 Mei sarnpai dengan 1 Oktober d. Tidak ada jawaban yang benar Jawab: d 6. Diskonto Obligasi yang belum diamortisasi di dalam buku debitur harus dilaporkan sebagai: a. Pengurang harga jual obligasi c. Pengurang nominal obligasi e. Tidak ada jawaban yang benar Jawab: c a. Aktiva lancar c. Utang jangka panjang e. Pilihan a, b, c, dan d semuanya salah Jawab: e 8. Disagio obligasi disajikan sebagai: a. Biaya c. Pendapatan Jawab: d b. d. Aktiva Pengurang hutang obligasi b. d. Penarnbah harga jual obligasi Penambah nominal obligasi

b. c. d.

7. Saldo discount Bond payable akan dilaporkan dalam neraca sebagai: b. d. Utang lancar Bukan aktiva lancar

9. Jika hutang obligasi dijual dengan discount dan amortisasinya digunakan metode garis lurus, maka biaya bunga tahun pertama besarnya: a. Lebih b. Lebih c. Sarna d. Lebih Jawab: a tinggi dibandingkan dengan arnortisasi menggunakan metode bung a efektif kecil dibandingkan dengan arnortisasi menggunakan metode bunga efektif dengan arnortisasi menggunakan metode bunga efektif kecil dibandingkan tingkat bunga nominal

10. Pengarnh arnortisasi diskonto hutang obligasi terhadap dua hal berikut adalah: a. Nilai buku obli~asi Menarnbah Laba bersih Mengurangi
49

b. Mengurangi c. Menarnbah d. Mengurangi e. Tidak ada jawaban yang benar Jawab: a

Menarnbah Menarnbah Mengurangi

11. Pernyataan di bawah ini, manakah yang betul untuk utang obligasi dimana amortisasi diskonto yang digunakan adalah bunga efektif. a. Persentase yang digunakan untuk menghitung bunga efektif naik tiap tahun. b. Biaya bunga akan selalu berjumlah sarna tiap tahun. c. Biaya bunga akan selalu naik tiap tahun. d. Biaya bunga akan selalu berfluktuasi. e. Tidak ada yang benar Jawab: c 12. Pada tanggal l S Agustus lima tahun yang lalu sebuah perusahaan mengeluarkan utang obligasi. Bunga obligasi dibayarkan tiap tanggall April dan 1 Oktober. Pada akhir setiap tahun buku, perusahaan harus mencantumkan di dalarn neracanya: a. Diskonto obligasi c. Nilai pasar obligasi Jawab: d b. d. Premium obligasi Utang Bunga

13. Harga obligasi dengan nominal Rp 10.000,00 bunga nominal 10%, bunga efektif8%, dan akan dilunasi dua tahun lagi adalah: a.
C.'

Rpl1.357,00 Rp9.653,00

b.

d.

Rpl0.000,00 Rpl0.357,00 Rp 8.573,40 1.783,26 Rp 10.356,66

Penyelesaian: Nilai tunai nominal (RplO.000 x 0,85734) Nilai tunai bunga ~Rp1.000 x 1,78326) Harga obligasi

14. Suatu perusahaan menerbitkan surat hutang obligasi sebesar nilai nominal Rp50,00 juta, jangka waktu 5 tahun, dengan bunga 15% dibayar sekali setiap tahun. Obligasi tertanggal 1 Juli 1991, ditawarkan untuk dijual berdasar kurs 97,50. Total biaya bunga hutang obligasi selama jangka waktu peredarannya adalah: a. c. e. Rp30.000.000,00 Rp37.500 . o00,00 Rp35.000.000,00 b. d. Rp38.750.000,00 Rp36.250.000,00

Penyelesaian: Bunga selarna lima tahun (5 x 15% x Rp50.000.000) Diskonto obligasi (2,5% x Rp50.000.000) Biaya bunga selarna umur obligasi

Rp 37.500.000 1.250.000 Rp 38.750.000

50

15. 1Maret 1989, PT Bina Buana Indonesia mengeluarkan 100 lembar, 9% obligasi nominal @ Rp1.000.000,00 dengan kurs 103 ditambah bunga berjalan obligasi tertanggal 1 Januari 1989 danjatuh tempo 1 Januari 1999. Bunga dibayarkan tengah tahunan tiap 1 Januari dan 1 Juli. PT Bina Buana Indonesia membayar biaya penerbitan obligasi tersebut Rp5.000.000,00. Berdasarkan informasi di atas PT BBI akan menerima bersih dari realisasi penjualan obligasi terse but adalah: a. c. e. Rp98.000.000,00 Rp103.000.000,00 Pilihan a, b, c, dan d semuanya salah. b. d. Rp99.500.000,00 Rp104.500.000,00

Penyelesaian: Hargajual (Rpl.OOO.OOO 100 lb x 103%) x Bunga berjalan (RplOO jt x 9% x 2/12) Biaya penerbitan obligasi Jumlah yang diterima Data untuk soal nomor 16 sampai dengan 22

Rp 103.000.000 1.500.000 Rp 104.500.000 5.000.000 Rp 99.500.000

Pada tanggal I Pebruari 1988 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PAPAN BAHAGIA menyetujui penerbitan hutang oblogasi sebanyak 10.000 lembar nominal RplOO.OOO,OO lembar, bunga 18% per tahun dibayar setiap tanggall Maret dan 1 per September. Obligasi tersebut ditawarkan kepada masyarakat tanggal 1 Maret 1988 namun semuanya baru laku dijual tanggall Mei 1988 dengan kurs 112. Obligasi tersebut akan dilunasi tanggall Mei 1992, namun dapat pula sewaktu- waktu dilunasi dengan cara diundi. Perusahaan menggunakan amortisasi garis lurus yang dicatat pada setiap akhir tahun. Pada tanggall Desember 1989 dilunasi 4.000 lembar obligasi dengan kurs 102,5. 16. Jumlah kas yang diterima PT PAPAN BAHAGIA per 1 Mei 1988 a. c. Rpl.000.000.000,00 Rp970.000.000,00 b. d. Rpl.120.000.000,00 Rpl.159.000.000,00 Rp 1.120 jt 30jt Rp 1.150jt b. d. Rp3.000.000,00 Rp3.125.000,00 Rp 1.120 jt 1.000 it

Penyelesaian: Harga jual (RplOO.OOOx 10.000 lb x 112%) Bunga berjalan (Rpl.OOOjt x 18% x 2/12) Jumlah yang diterima 17. Tarip amortisasi premium hutang obligasi per bulan sebesar: a. c. Rp2.400.000,00 Rp2.500.000,00

Penyelesaian: Harga jual obligasi Nilai nominal

51

Premium obligasi Umur obligasi 4 tahun (1/S/88 s.d. 1/S/92) Jumlah amortisasi per bulan 18. Jumlah biaya bunga dalam tahun 1988 sebesar: a. c. RplS0.000.000,00 RpI20.000.000,00 b. d. Rp 100.000.000,00 Rp 126.000.000,00

Rp120 jt 48 bl Rp 2.S00.000

Penyelesaian: Bunga nominal (1.000 jt x 18% x 8/12) Amortisasi premium (Rp2.S00.000 x 8) Biaya bunga selama tahun 1988 19. Nilai buku hutang obligasi per 31 Desember 1988 sebesar a. c. Rp1.000.000.000,00 Rp980.000.000,00 b. d. Rp1.100.000.000,00 Rpl.140.000.000,00 Rp 1.120 jt 20jt Rp 1.100 jt b. d. Rp7.000.000,00 Rpl0.7S0.000,00 Rp 18.000.000 3.000.000 Rp IS.000.000 b. d. Rugi RpI9.000.000,00 Laba Rp29.000.000,00 Rp448jt 19 jt Rp429 jt 410 it Rp19 jt Rp 120.000.000 20.000.000 Rp 100.000.000

Penyelesaian: Nilai jual 1/S/88 Amortisasi premium 8 bulan Nilai buku 31/12/1988 20. Pada tanggall a. c. RpI8.000.000,00 Rpl1.000.000,00

Desember 1"989,biaya bunga yang harus diakui pada saat pelunasan:

Penyelesaian: Biaya bunga (4.000 lb x RpIOO.OOO 18% x 3/12) x Amortisasi premium {Rp2.S00.000 x 3 x (4.000/1 0.000) } Jumlah biaya bunga yang harus dicatat 21. Rugi-laba pelunasan hutang obligasi per 1 Desember 1989 sebesar: a. c. Laba RpI9.000.000,00 Rugi Rpl0.000.000,00

Penyelesaian: Hargajual (4.000 x Rp100.000 x 112%) Amortisasi premium (Rp2.S00.000 x 19 x 4.000/10.000) Nilai buku obilgasi yang dilunasi Harga beli (4.000 x Rpl00.000 x 102,S) Laba pelunasan obligasi

52

:

,

22. Kas dikeluarkan pada saat pelunasan hutang obhgasi per 1 Desember sebesar: a. e. Rp410.000.000,00 Rp418.000.000,00 b. d. Rp417.000.000,OO Rp428.000.000,00 Rp410 jt 18 jt Rp428 it

Penyelesaian: Harga beli (4.000 x Rp100.000 x 102,5) Biaya bunga (4.000 lb x Rp100.000 x 18% x 3/12) Jumlah yang dibayar

23. PT ANANTA ' mendapatkan ijin untuk mengeluarkan dan menjual surat Hutang Obligasi sebesarnilai nominal Rp5.000.000,00. Obligasi tertanggal1 April 1989,jangka waktunya 3 tahun. Bunga obligasi sebesar 5 % per bulan dan dibayar setiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Jika obligasi ditawarkan untuk dijual pada tanggall Aprill989, dengan memperhitungkan suku bunga efektif sebesar 6 % per bulan, maka kurs jual obligasi tersebut adalah: a. c. 100 95,0865

b.
d.

105,2405 100,1635 Rp 613.700,0 3.655.247,5 Rp 4.268.947,5

Penyelesaian: Nilai tunai nominal (Rp5.000.000 x 0,12274) Nilai tunai bunga (Rp250.000 x 14,62099) Harga obligasi Kurs : (4.268.947,5/5.000.000) x 100%

= 85,37895

24. Seeara teontis, utang obligasi harus duaporkan sebesar nilai tunai utang pokok ditambah nilai tunai dari bung a yang didiskontokan pada: a. b e. tingkat bunga tingkat bunga tingkat bunga bunganya. d. tinzkat bunga bunganya. Jawab: b yang ditetapkan, baik untuk utang pokok maupun bunganya. efektif, baik untuk utang pokok maupun bunganya. yang ditetapkan untuk utang pokok dan tingkat bung a efektif untuk efektif untuk utang pokok dan tingkat bunga yang ditetapkan untuk

25. Pada tanggal1 Januari 1980, Perusahaan Beatrie menjual200 lembar obligasi dengan nilai nominal Rp 1.000 dengan tingkat bunga 8% pada kurs 97 ditambah bunga berjalan. Obligasi tertanzzal l Oktober 1979 dan jatuh tempo pada tanggal1 Oktober 1989. Bunga dibayartiaptanggal1 April dan 1 Oktober. Bungaberjalan untukperiode 1Oktober 1979 sampai uengan 1 Januari 1980 sebesar Rp4.000. Pada tanggal1 Januari 1980, Beatrie akan meneatat utang obligasi, pada tingkat diskonto sebesar: a. e. Rp190.000 Rp196.000 b. d. Rp194.000 Rp198.000

53

Penyelesaian.
Kas {(0,97 x Rp200.000) + Rp4.000} Diskonto Obligasi Utang Obligasi Utang Bunga 198.000 6.000 200.000 4.000

Dari jumal di atas dapat dilihat bahwa BATTLE akan mencatat utang obligasi bersih setelah diskonto sebesar Rp 194.000 [Rp200.000 - Rp6.000] pada tanggal1 Januari 1980. Altematiflain, karena obligasi terjual dengan kurs 97% ditambah bunga berja1an sejak, utang obligasi setelah diskonto pada 1 Januari 1980 dapat dihitung sebagai berikut: 97% x Rp200.000 = Rp194.000. 26. Pada tanggal 1 Maret 1981, Perusahaan Harry mengeluarkan surat utang tertanggal 1 Januari 1981, nilai nominal Rp1.000.000 dengan tingkat bung a 10% dibayar setiap tangga1 1 Januari dan 1 Ju1i. Surat utang tersebut dijual pada nilai nominal ditambah bung a berjalan. Berapa kas yang harus didebit pada tanggal 1 Maret 1981? a. c. Rp 966.667 Rp1.016.667 b. d. Rp 983.333 Rp1.033.333

Penyelesaian:
Perusahaan HARRY akan mendebit kas pada tanggal 1Maret 1981 sebesar Rp 1.0 16.667 dengan perhitungan: Penerimaan kas dari obligasi Rp 1.000.000 Penerimaan kas dari bunga berjalan (Rp1.000.000 x 10% x 2/12) 16.667 Total penerimaan kas dari obJigasi ditambah bunga berjalan Rp1.016.667 27. Perusahaan Foster ingin membelanjai perolehan aktiva tetap dengan menjual obligasi. Manajemen memproyeksikan laba sebelum dikurangi biaya bunga obligasi dan pajak penghasilan sebesar Rpl.166.000 per tahun. Tingkat pajak penghasilan Foster 40%. Manajemen menginginkan laba bersih setelah dikurangi biaya bunga obligasi dan pajak penghasilan sebesar 10 kali biaya bunga ob1igasi. Asumsinya obligasi dapat dijual sebesar nilai nominalnya, berapa nilai nominal obligasi yang harus diterbitkan dengan tingkat bunga 8%? a. c. kira-kira Rp560.580 secara pasti Rp825.000 b. d. secara pasti Rp583.000 secara pasti Rp874.500

Penyelesaian: Nominal obligasi yang akan diterbitkan oleh Foster sebesar Rp825.000 berbunga 8%, dengan perhitungan sebagai berikut: Laba bersih = 10 x biaya bunga obligasi

54

misalkan obligasi= B, maka: (1 - 0,4) [Rpl.I66.000 - 0,08B] Rp699.600 - 0,048B Rp699.600 B (obligasi)

= = = =

10 (0,08B) 0,8B 0,848B Rp825.000

28. Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penerbitan obligasi berjangka 10 tahun yang dijual dengan menimbulkan sedikit premium hams: a. dibebankan pada laba ditahan saat obligasi dikeluarkan b. dibebankan sebagai biaya pada tahun dimana premium timbul c. dikapitalisasi sebagai biaya organisasi d. dilaporkan dalarn neraca sebagai aktiva dan diarnortisasi sepanjang umur obligasi Jawab: d 29. Biaya pengeluaran obligasi: a. hams b. hams c. hams d. hams e. hams Jawab: c dibebankan dibebankan diarnortisasi dimasukkan dibebankan sebagai biaya pada saat dikeluarkan kepada laba ditahan pada saat dikeluarkan sepanjang umur obligasi dalarn biaya organisasi pada biaya bunga pada saat dikeluarkan

30. Apa yang terjadi terhadap tingkat bunga pasar untuk suatu pengeluaran obligasi yang dijual dengan harga lebih besar daripada nilai nominalnya? a. lebih b. sarna c. lebih d. tidak Jawab: a rendah dari tingkat bunga yang ditetapkan dalarn obligasi dengan tingkat bunga yang ditetapkan dalarn obligasi tinggi dari tingkat bunga yang ditetapkan dalarn obligasi tergantung pada tingkat bunga yang ditetapkan dalarn obligasi

31. Pada tanggal 31 Desember 1978, neraca perusahaan Silvia melaporkan utang obligasi nominal Rp5.000.000. Obligasi tersebut mempunyai tingkat bunga 8% yang dibayar setiap setengah tahun dan dijual dengan tingkat bunga efektif7% kepada investor. Saldo premium obligasi yang belum diarnortisasi pada awal1978 adalah Rp300.000 dengan sisa periode arnortisasi 15 tahun. Dengan menggunakan metode bunga efektif untuk mengarnortisasi premium, pengaruh arnortisasi premium tahunan terhadap laporan keuangan tahun 1978 adalah: a. b. c. d. e. mengurangi utang total sebesar Rp29.000 mengurangi biaya bunga sebesar Rp20.000 menaikkan biaya bunga sebesar Rp29.000 mengurangi biaya bunga sebesar Rp9.000 tidak: ada jawaban yang benar

55

Penyelesaian: Pengaruh amortisasi premium tahunan terhadap laporan keuangan PT Silvia adalah mengurangijumlah utang. Jumlah penurunan utang dapat ditentukan darijumal-jumal yang dibuat oleh perusahaan saat pembayaran bunga. (Diasumsikan tanggal pembayaran bung a 30/6 dan31112). Jumal pembayaran bunga 30/6178: Biaya Bunga (0,035 x Rp5.300.000) Premium Utang Obligasi Kas Jumal pembayaran bunga 31112178: Biaya bunga [0. 035x(Rp5.300. 000-Rp14. 500] Premium Utang Obligasi Kas Darijumal 184.993 15.007 200.000 185.500 14.500 200.000

di atas, utang akan berkurang sebesar Rp29.507 (RpI4.500 + RpI5.007)

32. Pada tanggall Januari 1981, ketika tingkat bung a pasar obligasi sebesar 14%. perusahaan Luba mengeluarkan obligasi nominal Rp500.000 dengan tingkat bunga 12% dibayar setiap setengah tahun. Obligasijatuh tempo pada 31 Desember 1990, dan dikeluarkan dengan diskonto sebesar Rp53.180. Berapakah besarnya diskonto yang harus diamortisasi dengan metode bunga efektif pada tanggal 1 Juli 1981? a. c. Rp 1.277 Rp3.l91 b. d. Rp2.659 Rp3.723

Penyelesaian: Luba akan mengamortisasi diskonto pada tanggall Juli 1981 sebesar Rp 1.277. Jumlah ini dapat ditentukan dengan jumal yang dibuat tanggal 1 Juli 1981 untuk mencatat pembayaran bunga: Biaya Bunga {O,07 (Rp500.000 - Rp53.180)} 31.277 Diskonto Utang Obligasi 1.277 Kas (0,06 x Rp500.000) 30.000 33. Pada tanggal2 Januari 1975, suatu perusahaan menjual obligasi dengan tingkat bung a 5% dengan nominal sebesar Rpl00.000. Obligasi mempunyai umur 5 tahun, bung a dibayar tiap setengah tahun pada tanggal 30 Juni dan 31 Desember. Obligasi dijual seharga Rp95.735 dengan tingkat bunga efektif 6%. Dengan menggunakan metode bung a efektif, berapa besarnya diskonto yang harus dibebankan pacta biaya bunga tahun 1975? a. c. Rp4.147 Rp5.755 b. d. Rp4.265 Rp5.835

56

Penyelesaian: Biaya bunga yang dibebankan pada tahun 1975 sebesar Rp5.755. Jumlah ini dapat ditentukan dengan jurnal yang dibuat pada tanggaI30/6/7 5 dan 31112/75 untuk mencatat pembayaran bunga: Jurnal pembayaran bunga 30/6/75: Biaya Bunga [0,30 x Rp95. 735] Diskonto Utang Obligasi Kas [0,025 x RpJOO.OOO] Jurnal pembayaran bunga 31112/75: Biaya Bunga [0,03(Rp95. 735+Rp372)] Diskonto Utang Obligasi Kas [0,025 x RpJOO.OOO] Total biaya bunga tahun 1975: biaya bunga 30/6175 biaya bunga 31112/75 Rp2.873 2.886 Rp5.755 2.883 383 2.500 2.872 372 2.500

34. Sebuah perusahaan melunasi utang obligasi yang beredar 4 tahun sebelumjatuh tempo. Pada waktu pelunasan, diskonto yang belum diamortisasi sebesar Rp40.000. Untuk pelunasan ini, perusahaan membayar premium Rp80.000. Dengan mengabaikan pajak penghasilan, bagaimana seharusnyajumlah ini disajikan untuk tujuan akuntansi? a. b. c. mengamortisasi Rp120.000 selama 4 tahun membebankan Rp120.000 sebagai rugi pada tahun pelunasan membebankan Rp80.000 sebagai rugi pada tahun pelunasan dan mengamortisasi Rp40.000 selama 4 tahun d. mengamortisasi Rp 120.000 selama 4 tahun atau membebankan Rp 120.000 sebagai rugi dengan segera, yang mana dipilih manajemen Jawab: b

35. Pada tanggall Januari 1976, perusahaan Roper mengeluarkan 2.000 lembar obligasi dengan nilai nominal Rp 1.000 per lembar dan tingkat bunga 10%, seluruh obligasi dijual dengan harga Rp2.080.000. Obligasi jatuh tempo pada tanggal 1 Januari 1986, tetapi dapat dilunasi dengan kurs 101 setiap saatsetelah tanggal31 Desember 1980. Bunga dibayar tiap tanggall Januari dan 1 Juli. Pada tanggall Juli 1981, perusahaan melunasi seluruh obligasi dan membatalkannya. Premium obligasi diamortisasi dengan metode garis lurus. Dengan mengabaikan pajak penghasilan, berapa besarnya laba atau rugi pelunasan obligasi tahun 1981? a. c. RpI6.000 (laba) Rp24.000 (laba) b. d. Rp20.000 (rugi) Rp60.000 (laba)

57

Penyelesaian: Dari pelunasan obligasi tersebut PT Roper memperoleh laba sebesar RpI6.000. Jumal untuk mencatat pelunasan obligasi adalah: Utang Obligasi 2.000.000 Premium Obligasi 36.000* Kas (1,01 x Rp2.000.000) 2.020.000 Laba luar biasa Pelunasan Obligasi 16.000 Saldo premium obligasi yang belum diamortisasi pada tanggal1l1176 (-) amortisasi premium dari 111176 sampai dengan 117/81 (Rp80.000 : 10 th x 5,5 th) Saldo premium obligasi belum diamortisasi *

Rp80.000

Rp 36.000

36. Pada tanggal31 Desember 1979, perusahaan Liviona mempunyai obligasi yang beredar nominal Rp2.000.000 dengan tingkat bunga 7%, berumur 10 tahun (jatuh tempo 31 Desember 1989). Bunga dibayar setiap tanggal 30 Juni dan 31 Desember. Saldo premium obligasi dan biaya pengeluaran obligasi yang belum diamortisasi pada tanggal 31 Desember 1979 masing-masing Rp50.000 dan Rp25.000. Liviona melunasi semua obligasi pada kurs 95 tanggal 31 Desember 1980. Liviona menggunakan metode garis lurus untuk mengamortisasi premium obligasi dan biaya pengeluaran obligasi. Berapakah jumlah keuntungan atau kerugian yang harus dilaporkan atas pelunasan utang ini pada tanggal 31 Desember 1980? a. c. Rp122.500 (untung) Rp167.500 (untung) b.

d.

Rp122.500 (rugi) Rp167.500 (rugi)

Penyelesaian: Liviona harus melaporkan laba Rp 122.500 dari pelunasan utang obligasi dalam laporan keuangannya pada tanggal 31 Desember 1981. Jumal untuk mencatat laba luar biasa dari pelunasan utang obligasi adalah: Utang Obligasi 2.000.000 Premium Obligasi [Rp50.000- 1/10 (50.000)] 45.000 Biaya pengeluaran obligasi [Rp25.000- 1/10(25.000)] 22.500 Kas (0,95 x Rp2. 000. 000) 1.900.000 Laba luar biasa Pelunasan Obligasi 122.500 37. Pada tanggal31 Desember 1991, dalam buku besar perusahaan YONO terdapat saldo rekening utang obligasi Rp95.000 bunga 6%. Setelah diteliti lebih lanjut diketahui bahwa nilai nominal obligasi tersebut Rp 100.000, dengan tingkat efektif bunga 8% dan terjual dengan diskonto. Amortisasi diskonto dengan metode bunga efektif. Bunga
58

dibayar tanggal 1 Januari dan 1 Juli setiap tahun. Pada tanggal 1 Juli 1979, beberapa tahun sebelum jatuh tempo, perusahaan Yono melunasi obligasi tersebut dengan kurs 102, belum termasuk bunga berjalan. Berapa jumlah rugi luar biasa yang harus dicatat perusahaan dari pelunasan obligasi tersebut? a. c. Rp4.200 Rp7.000 b. d. Rp6.200 Rp7.8000

Penyelesaian: YONO harus mencatat adanya rugi luar biasa sebesar Rp6.200 atas penarikan kembali obligasi pada tanggall Juli 1992. Jurnal yang dibuat: Pembayaran bunga 117/92: Biaya Bunga (0,04 x Rp95.000) Diskonto Obligasi Kas (0,03 x Rp100.000) Penarikan obligasi 117/92: Utang Obligasi Rugi luar biasa Penarikan Obligasi Diskonto Obligasi (Rp5.000 - Rp800) Kas (1,02 x Rp100.000) 100.000 6.200 4.200 102.000 3.800 800 3.000

38. PT COLE melunasi obligasi yang telah diterbitkannya sebelum jatuh tempo dan menukarnya dengan obligasi lain secara langsung. Nilai terbaik yang dibebankan terhadap obligasi yang barn adalah: a. Nilai b. Nilai c. Nilai d. Nilai Jawab: c jatuh tempo obligasi barn buku obligasi lama sekarang dari obligasi barn jatuh tempo obligasi lama

39. Wesel dengan umur 2 tahun dikeluarkan pada awal tahun dengan transaksi yang bebas sebesar nilai nominalnya seluruhnya diterima per kas. Tidak ada hak istimewa yang diberikan dalam pertukaran tersebut. Tingkat bunga bunga ditetapkan 10% per tahun. Pokok dan bunga dibayar pada saat jatuh tempo. Tingkat bunga yang berlaku saat ini untuk pinjamanjenis ini adalah 15% per tahun. Berapa besarnya tingkat bunga tahunan yang harus digunakan untuk mencatat biaya bunga pada tabun ini dan tahun berikutnya? tahun ini a. 10% b. 10% c. 15% d. 15% Jawab: b tahun berikutnya 15% 10% 10% 15%

59

40. Pada tanggal 31 Desember 1992, PT POLLY mengeluarkan obligasi nominal Rpl0.000, umur 20 tahun, dengan tingkat bunga 8%. Tingkat bunga pasar yang berlaku 12%. Obligasi tersebut dijual sebesar nilai nominal kepada pelanggan yang mau menerima dengan tingkat bunga yang rendah dengan tujuan menjamin kelangsungan penjualan jangka panjang dari PT POLLY. Dengan informasi yang berkaitan dengan nilai tunai nominal obligasi dan bunga tahunan berikut ini, pada jumlah berapakah utang obligasi harus dicantumkan pada laporan keuangan PT Polly pada tanggal 31 Desember 1992? Tingkat Bunga 4% Nilai tunai pembayaran bunga tahunan Rp800 selama 20 th Nilai tunai nominal Rp10.000 yang dibayarkan pada 20 tahun y.a.d Total nilai tunai pada tanggal pengeluaran a. RplO.OOO c. Rp2.159 e. tidak ada jawaban r Jawab: b 8% 12%

R::>10.880

Rp7.850

Rp 5.975

4.560 Rp15.440 b. d.

2.150 RplO.OOO Rp7.015 Rp1.040

1.040 Rp 7.015

4l. Pada tanggal 1 Januari 1991, PT mOR meminjam uang sebesar Rp200.000 dari Perusahaan PT PINE dengan menandatangani sebuah wesel berjangka 3 tahun tidak berbunga. DIOR menyanggupi untuk memasok kebutuhan barang PT PINE selama periode pinjaman dengan harga yang lebih murah. Tingkat bunga efektifuntuk pinjaman jenis ini 14%. Diasumsikan nilai tunai wesel Rp200.000 (pada tingkat tingkat efektif) pada tanggall Januari 1991 adalah Rp135.000. Berapajumlah biaya bunga yang harus dimasukkan dalam laporan rugi-laba PT DIOR 1991? a. c. RpO Rp21.667 b. d. Rp18.900 Rp28.000

Penyelesaian: Dior akan mencanturnkan biaya bunga sebesar Rp 18.900 dalam laporan keuangan 1991. Jumal yang dibuat untuk mencatat: Pengeluaran wesel1/1/91: Kas Diskonto Wesel Utang Wesel Pendapatan penjualan Ditangguhkan
60

200.000 65.000 200.000 65.000

Biaya bunga untuk tahun 1991: Biaya Bunga [0,14 (Rp200.000-Rp65.000)] Diskonto Wesel 18.900 18.900

42. Utang obligasi berjangka 20 tahun, dikeluarkan dengan diskonto dan beredar selama 10 tahun, penyajian dalam laporan keuangan yang secara teoritis lebih baik adalah: Jumlah yang diharapkan dapat dibayarkan kepada pemegang obligasi pada saat obligasijatuh tempo dikurangi nilai tunai bunga yang dibayar pada periode-periode yang akan datang. b. Nilai nominal obligasi dikurangi diskonto.pada tanggal pengeluaran c. Nilaijatuh tempo obligasi dikurangi diskonto yang belum diamortisasijika metode bunga efektif digunakan d. Nilai nominal obligasi Jawab: c 43. PT SANI saat ini sedang mengalami penurunan laba, masalah likuiditas, dan trend rasio utang dengan modal yang tidak menguntungkan. Pada tahun 1993 PT SANI telah selesai mengadakan negosiasi dengan kreditor untuk menerima 100.000 lembar saham bias a PT SANI sebagai pelunasan utang wesel sebesar Rp500.000. Harga pasar saham pada saat itu Rp300.000. Akuntansi untuk masalah restrukturisasi utang yang tepat bagi PT SANI adalah: Mengurangi utang dan menaikkan modal disetor sebesar.Rp500.000 Mengurangi utang Rp500.000, menaikkan modal disetor Rp300.000 dan mengakui pendapatan bunga sebesar Rp200.000 c. Mengurangi utang Rp500.oo0, menaikkan modal disetor Rp300.000 dan mengakui laba luar biasa Rp200.000 d. Mengurangi utang Rp500.000 dan membentuk sebagian modal disetor dengan nama "Modal berasal dari kreditor - Rp500.000 e. Mengurangi utang Rp5oo.000, menaikkan modal disetor Rp3oo.000 dan menaikkan laba ditahan secara langsung Rp2oo.000 Jawab: c 44. Pada tanggal 1 Januari 1971, perusahaan Wayne mengeluarkan obligasi berseri dengan nilai nominal dan jatuh tempo sebagai berikut: Rpl0.000 (1 Juli 1971), RplO.000 (1 Juli 1972), Rpl0.000 (1 Juli 1973), Rpl0.000 (1 Juli 1973) dan Rpl0.000 (1 Juli 1974). Obligasi dikeluarkan dengan premium dengan perhitungan Rp2 per Rp 1.000 obligasi per tahun. Periode akuntansi 31 Desember, utang obligasi tersebut harus tercatat dalam buku tang gal 31 Desember 1971 sebesar: a. c. e. Rp30.120 Rp30.000 tidak ada jawaban b. d. Rp30.090 Rp29.010 a. b. a.

61

Penyelesaian: Wayne harus mencatat utang obligasi sebesar Rp30.090 pada tanggal31 Desember 1971 dengan perhitungan: Nilai Saldo premium Tanggal Belum diarnortisasi Total jatuh tempo Nominal obligasi RplO (A) Rp 10.010 Rp 10.000 117172 30 (B) 10.030 117173 10.000 __5Q(C) 10.050 10.000 117174 Rp90 Rp 30.090 Rp30.000 (A) RplO = 112th x (10001 x Rp2) (B) Rp30 = 1,5 th x (10 obl x Rp2) (C) Rp50 = 2,5 th x (10 obl x Rp2) 45. Dengan data yang sarna no. 44,jika obligasi yangjatuh tempo pada 1 Juli 1973 dibeli di bursa untuk dibatalkan pada 1 April 1972 dengan harga sebesar Rpl0.150 termasuk bunga berjalan sejak 1 Januari, transaksi tersebut menghasilkan: a. c. e. laba Rp25 rugi Rp125 tidak ada jawaban diatas yang benar b. d. tidak laba atau tidak rugi rugi Rp150

Penyelesaian: Laba Wayne dari transaksi itu sebesar Rp25. Jumlah ini dapat ditentukan dengan membuat jurna1 untuk mencatat pembayaran bunga dan arnortisasi premiun, serta untuk pelunasan obligasi. Jurnal untuk mencatat pembayaran bunga dan arnortisasi premium obligasi: Biaya Bunga [Rp150 - Rp5] 145 Premium Obligasi [3112 (Rp2 x 10)] 5 Kas(RplO.000x6%x3112) 150 Jurnal untuk mencatat penarikan obligasi: Utang Obligasi Premium Obligasi [(Rp2 x 10) x 13112 th] Kas [RplO.150 - Rp150] Laba Pelunasan Obligasi 10.000

25
10.000

25

46. Pada tanggall Juli 1986, PT Wilson mengeluarkan obligasi berseri dengan bunga 5%, nominal Rp 100.000, bunga dibayar tiap 1Januari dan 1Juli setiap tahun dan pokok utang RplO.0oo pada tanggal 1 Juli setiap tahun mu1ai 1990 sarnpai 1999. Transaksi yang berkaitan dengan obligasi tersebut selarna tahun 1991 akan mengurangi modal kerja tahun 1991 sebesar: a. c. e.
62

Rp14.250 Rp4.250 tidak ada jawaban yang benar

b. d.

Rp14.5oo Rp4.5oo

Penyelesaian: Pembayaran pokok dan bunga pinjaman Wilson sebesar akan mengqrangi modal kerja. Jumlah tersebut dihitung Pembayaran bunga tahun 1991: 111191(0,05 x Rp90.000) x 112th = 117/91 (0,05 x Rp80.000) x 112th = 117/91 utang pokok = Total pembayaran 1991 Rp14.250 selama tahun 1991 sebagai berikut: Rp 2.250 2.000 1Q..QOO Rp14.250

47. Pada tanggall Maret 1986, perusahaan "JASA MARGA" telahmengotorisirpengeluaran obligasi 1.000 lembar, nominal Rp50.000,00 per lembar. Umur obligasi adalah 20 tahun dengan bunga sebesar 5% per tahun. Pembayaran bunga dilakukan dua kali setahun yaitu setiap tanggall Maret dan 1 September. Perusahaan "JASA MARGA" membuat jumal penyesuaian dan penutup pada setiap tanggal 31 Desember. Pada tanggal 30 Juni 1986 seluruh obligasi tersebut (1.000 lembar) berhasil dijual dengan kurs 98, ditambah dengan bunga berjalan. Pada tanggal 1 Pebruari 1988 seseorang yang memiliki obligasi dengan nilai nominal Rpl.OOO.OOO,OO lembar), menukarkan obligasinya dengan saham biasa. Dalam (20 pertukaran ini, setiap satu lembar obligasi dihargai sarna dengan dua lembar saham biasa, nominal Rp5.000,00 per lembar, Pada tanggal 30 Juni 1988, sepuluh lembar obligasi ditarik sebelum waktu jatuh temponya dengan kurs 105. Diminta: Buatlahjumal untuk mencatat transaksi pada tanggal (disertai dengan perhitungan): 30 Juni 1986 31 Desember 1986 1 Pebruari 1988 30 Juni 1988 Catatan: Metode yang dipakai dalam melakukan amortisasi diskonto/premi adalah garis lurus. Penyelesaian:

Jurnal tanggal30 Junl 1986
Kas Diskonto Utang Obligasi Utang Obligasi Biaya Bunga Obligasi Perhitungan: Hargajual obligasi (1.000 lb x Rp50.000 x 0,98) Bunga berjalan (1.000 x Rp50.000 x 5% x 4/12) Jumlah kas yang diterima 49.833.333 1.000.000 50.000.000 833.333 Rp49.000.000 833.333 Rp49.833.333

63

Jurnal tanggal31

Desember 1986: 833.333 833.333

Untuk mengakui bunga dari sejak 1/9 s.d. 31/12, Biaya Bunga (4/12 x 5% x Rp50.000.000) Utang Bunga Obligasi

Untuk mencatat amortisasi diskonto obligasi, apabila pencatatan dilakukan pada setiap akhir tahun: Biaya Bunga Obligasi (6/236 x Rpl.000.000) Diskonto Utang Obligasi Tanggall Pebruari: 1.000.000 18.390 781.610 200.000 Rp980.000 1.610 Rp981.610 200.000 Rp781.610 500.000 33.983 8.333 8.983 533.333 Rp490.000 1.017 Rp491.017 525.000 Rp33.983 Utang Obligasi Diskonto Utang Obligasi (20.000 -1.610) Agio Saham Biasa Modal Saham Biasa Perhitungan: Hargajual (Rp1.000.000 x 0,98) Amortisasi diskonto 30/6/86 s.d. 112/88: (19/236 x Rp20.000) Nilai buku obligasi yang dikonversi Nominal saham (40 x Rp5.000) Agiesaham biasa Tanggal 30 Junl 1988: Utang Obligasi Rugi Pelunasan Utang Obligasi Biaya Bunga (4/12 x 5% x Rp500.000) Diskonto Utang Obligasi (10.000 -1.017) Kas (Rp525.000 + Rp8.333) Perhitungan: Barga jual (Rp500.000 x 0,98) Amortisasi diskonto 30/6/86 s.d. 30/6/88: (24/236 x RplO.000) Nilai buku obligasi yang dikonversi Barga pelunasan (Rp500.000 x 1,05) Rugi pelunasan 25.423,73 25.423,73

.

48. Pada tanggal1 Maret 1986 PT JASA MARGA mengeluarkan hutang obligasi nominal Rp100.000.000,00, bunga sebesar 10% per tahun dibayar setiap tanggal1 Juni dan 1 Desember dengan harga RpI06.01O.000,00 sudah termasuk bunga berjalan. Obligasi
64

tersebut menurut rencana akan dilunasi dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal 1 Desember 1985 saat diotorisasi. Premium hutang obligasi diamortisasi dengan metode garis lurus dan dicatat setiap tanggal pembayaran bunga. Pada tanggall Desember 1986 hutang obligasi nominalnya Rp50.000.000,OO ditarik kembali dengan kurs 103. Diminta: Membuat semua jumal untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan hutang obligasi selama tahun 1986. Jumal pengeluaran pada tanggal 1 Maret 1986: Kas Biaya Bunga Obligasi Premium Utang Obligasi Utang Obligasi Perhitun&an: Penerimaan dari penjualan obligasiRpl06.0 Bunga berjalan (3/12 x 10% x Rp100.000.000) Harga jual obligasi Jumal pada tanggal 1 Juni 1986: Mencatat pembayaran bung a, Biaya Bunga (6/12 x 10% x Rp100. 000. 000) Kas Mencatat amortisasi premium obligasi: Premium Utang Obligasi Biaya Bunga (6/117 x Rp3. 510. 000) Jurnal pada tanggal1 Desember 1986: Mencatat pembayaran bunga, Biaya Bunga (6/12 x 10% x Rp100.000.000) Kas Mencatat amortisasi premium obligasi: Premium Utang Obligasi Biaya Bunga (6/117 x Rp3. 510. 000) Mencatat pelunasan utang obligasi: Utang Obligasi Premium Utang Obligasi (l.755.000 -135.000) Laba Pelunasan Utang Obligasi Kas 50.000.000 1.620.000 120.000 51.500.000
65

106.010.000 2.500.000 3.510.000 100.000.000 10.000 2.500.000 Rp103.51O.000

5.000.000 5.000.000 180.000 180.000

5.000.000 5.000.000 180.000 180.000

Perhitungan: Hargajual obligasi (Rp103.51O.000 x 1/2) Amortisasi premium (9/117 x Rpl.755.000) Nilai buku obligasi yang dilunasi Harga pelunasan (Rp50.000.000 x 1,03) Laba pelunasan utang obligasi Rp51.755.000 135.000 Rp51.620.000 51.500.000 Rp120.000

49. Pada tanggall April 1990, PT Pasti Jaya mengeluarkan obligasi dengan nilai nominal RpI2.000.000 jatuh tempo 10 tabun dengan tingkat bunga 15%, bunga dibayar tiap tri wulan, yaitu tanggal 1 April, 1 Juli, 1 Oktober dan 1 Januari. Buatlah jumal untuk mencatat: 1. Pengeluaran obligasi 2. Pembayaran bung a pada tanggal 1 Juli 1990 3. Bunga yang muncul pada tanggal31 Desember 1990

Penyelesaian:
tanggal 1/4/90 Kas Utang Obligasi tanggal 117/90 Biaya bunga Kas (Rp12. 000. 000 x 15% x 3/12) tanggal 31/ 12/90 Biaya Bunga Utang bunga l2.000.000 12.000.000 450.000 450.000 450.000 450.000

50. PT Sandy mengeluarkan obligasi dengan nilai nominal Rp5.000.000 dengan tingkat bunga 10%,jatuh tempo 10 Tahun. Obligasi tersebut langsung dijual dengan kurs 105 pada tanggal 1 Januari 1989, bunga dibayar tiap tanggal 1 Januari dan 1 Ju1i.

Diminta:
(a) Buatlah jumal yang perlu dibuat untuk mencatat: ] . Pengeluaran obligasi. 2. Pembayaran bungadan amortisasi premium pada tanggal1 Juli 1989, (amortisasi dengan menggunakan metode garis lurus). 3. Bunga dan amortisasi premium sesungguhnya terjadi pada tanggal 1 Juli sampai dengan 3] Desember 1989. (b) Apabila perusahaan menggunakan metode bunga efektif untuk mengamortisasi premium obJigasi (tingkat bunga efektif 9,5%). Buatlah perhitungan dan juma1 mengenai: 1. Biaya bunga pada tanggal I Juli 1989 2. Nilai buku obligasi pada tanggal I Juli 1989 dan amortisasi premium obligasi pada tanggal 31 Dcsember 1989 (selama 6 bulan, yaitu 117/89 sampai dengan 31/12/89).
66

Penyelesaian: (a) Jumal yang harus dibuat untuk mencatat: tanggalll1l89, Pengeluaran obligasi:

Kas (Rp5.000.000 x 105%) Utang Obligasi Premium Obligasi
tanggall/7/89,

5.250.000 5.000.000 250.000 237.500 12.500 250.000 237.500 12.500 250.000

Pembayaran bunga dan amortisasi premium

Biaya Bunga Premium Obligasi (Rp250.000: 20) Kas (Rp5.000.000 x 10% x 6/12) Biaya Bunga Premium Obligasi Utang Bunga

tanggaI31112/89, Biaya bunga dan amortisasi premium yang terutang

(b) Apabila amortisasi premium obligasi menggunakan metode bung a efektif, perhitungan untuk: tanggal 1/7/89 Biaya bunga (Rp5.250.000 x 9,5% x 6/12) = Rp249.375 Nilai buku obligasi pada 1 Juli 1989: Nilai buku obligasi pada 1 Juli 1989 (-) Amortisasi premium obligasi [Rp250.000 (-) Rp249.375] Bunga yang dibayar 1/7 sampai 31112/89: Biaya bunga yang dicatat pada 31112/89: (-)Nilai buku obligasi 1/7/89 Tingkat bunga efektif (9,5% x 6112) Amortisasi premium obligasi selama 6 bulan Rp 655 (117 sampai dengan 31/12/89) Jumal untuk pembayaran bunga 1/7/89: Rp 5.249.375 0.0475 (x) 249.345 Rp 5.250.000 625 Rp 5.249.375 Rp250.00(

Biaya Bunga Premium Obligasi Kas Biaya Bunga Premium Obligasi Utang Bunga

249.375 625

250.000 249.345 655

Jumal penyesuaian untuk biaya bunga dari 1/7 sampai dengan 31/12/89:

250.(){)()67

51. Pada tanggal2 Januari 1984, PT Koman mengeluarkan obligasi dengan nilai nominal Rp9.000.000tingkatbunga lO% dijual padakurs 97%,jatuh tempo 31 Desember 1993. Biaya pengeluaran obligasi Rp60.000 ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama 10 tabun (sarna dengan umur obligasi). Diskonto obligasi juga diamortisasi dengan metode garis lurus. Obligasi dapat ditarik kembali pada kurs 1020/0 dan pada tanggal 2 Januari 1989, PT Koman menarik obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp6.000.000 dan menghentikannya. Diminta: Hitunglab rugi yang diakui PT Koman atas penarikan obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp6.000.000 pada tanggal 2 Januari 1989 dan buatlab jurnal untuk mencatat pengeluaran obligasi pada tanggal2 Januari 1984, penarikan dan pembatalan obligasi pada tanggal2 Januari 1989. Penyelesaian: (1) Pengeluaran obligasi 2 Januari 1984: Kas (Rp9. 000. 000 x 0,97) Diskonto Obligasi(0,03 x Rp9. 000. 000) Utang Obligasi

8.730.000 270.000 9.000.000

(2) Penarikan, pembatalan dan rugi akibat penarikan obligasi pada tanggal 2 Januari 1989: 6.000.000 Utang Obligasi Rugi Pelunasan Obligasi (luar biasa) 275.000 6.120.000 Kas (Rp6.000.000 x 1,02) Diskonto Obligasi 135.000 20.000 Biaya Pengeluaran ObI Belum Diamortisasi Perhitungan rugi penarikan obligasi: Harga pelunasan (Rp6.000.000 x 1,02) Nilai yang dibawa obl yang ditebus: Nilai nominal Diskonto tak diamortisasi Biaya pengeluaran obl belum diamortisasi Rugi pelunasan obligasi Perhitungan diskonto yang tidak diamortisasi: Diskonto mula-mula Rp9.000.000 x 3% = Amortisasi pertahun Rp270.000 : lO = Diskonto yang belum diamortisasi 5 tabun (1989 - 1993) Rp27.000 x 5 = Rp270.000 Rp27.000 RpI35.000 Rp6.120.000 Rp6.000.000 (135.000) (20.000) 5.845.000 Rp275.000

68

Perhitungan biaya pengeluaran obligasi yang tidak diamortisasi: Biaya pengeluaran mula-mula: Rp60.000 x Rp6.000.000/Rp9.000.000 Amortisasi pertahun Rp40.000: 10 =

=

Rp40.000 Rp4.000 selama 5 tahun (1989 -1993):

Jumlah biaya pengeluaran yang tidak diamortisasi Rp4.000 x 5 = Rp20.000 52. Pada tanggall

Januari 1993, Perusahaan Sippo melakukan 2 transaksi sebagai berikut:

(1) MembelitanahyangmempunyainilaiwajarpasarRpf.OOO.OOOdenganmengeluarkan wesel tak berbunga dengan nilai nominal Rp1.685.060 jatuh tempo 5 tahun. (2) Membeli peralatan dengan mengeluarkan weseI6%, mempunyai nilaijatuh tempo Rp900.000 (bunga dibayar tiap tahun). Perusahaan harns membayartingkat bung a bank sebesar 11% sebagai pinjamannya.

Diminta:
(a) Buatlah jurnal untuk mencatat kedua transaksi diatas. (b) Buatlah jurnal untuk mencatat bunga pada akhir tahun pertama kedua wesel tersebut dengan metode bunga efektif.

Penyelesaian:
(a) Jumal untuk mencatat pembelian pada tanggall Januari 1993:

Tanah Diskonto Wesel Utang Wesel

1.000.000 685.060 1.685.060

(perolehan tanah sebesar Rpl.OOO.OOOyang dikapitalisasi menunjukkan nilai tunai .diskonto wesel selama 5 tahun pada tingkat bunga 11%)

Peralatan Diskonto Wesel Utang Wesel
*Perhitungan diskonto wesel: Nilaijatuh tempo Nilai tunai Rp900.000 jatuh tempo 8 tahun pada tingkat bunga 11% : Rp900.000 x 0,43393 Nilai tunai pembayaran bunga tahunan selama 8 tahun pada tingkat 11% : (Rp900.000 x 6%) x 5,14612 Nilai tunai wesel Diskonto wesel

668.427,5 231.572,5 900.000
Rp900,OOO

Rp390.537,0

277.890,5 668.427.5 Rp231,572,5

69

(b) Jurnal untuk mencatat bunga kedua wesel tersebut pada akhirtabun(31/12/1993): Biaya bunga 110.000 Diskonto wesel (Rp1. 000. 000 x 0.11) 110.000 Biaya bunga (Rp668.427,5 x 0,11) 73.527 Diskonto wesel 19.527 Kas (Rp900.000 x 0.06) 54.000 53. Perusabaan Obat-obatan Tiara membeli mesin pada tanggal31 Desember 1991 dengan harga Rp1.100.000 pembayaran dimuka Rploo.0oo dan menyetujui akan mengangsur saldo utang setiap tahun selama 4 tabun setiap tangga131 Desember sebesar Rp250.000. Diasumsikan tingkat bunga implisit dalam harga beli sebesar 12%. Amortisasi diskonto wesel dengan metode bunga efektif. Diminta: Buatlab jurnal untuk mencatat pembelian, pembayaran utang dan bunga pada tanggal: (a) 31/1211991 (c) 31/12/1993 (e) 31/12/1995 Penyelesaian:
(a) 31/12/1991:

(b) (d)

31/1211992 31112/1994

Mesin Diskonto wesel Kas Utang wesel Nilai tunai pembayaran tabunan Rp250.000 dengan tingkat bunga 12% selama 4 tabun (Rp250.000 x 3,03735) Pembayaran uang muka Nilai mesin yang dikapitalisasi

859.337,5
240.662,5 100.000 1.000.000

Perolehan mesin dengan cara menilaitunaikan sekarang utang wesel + pembayaran kas:

Rp759.337,5 100.000,0 Rp859.337,5

Tabel Amortisasi Diskonto Wesel

3111211991 31/1211992 3111211993 ' 3111211994 3111211995

Rp9i.120,S

72.()S5,O ~ 50.701,5 26.786.0,

~

/

Rp2S0.ooo .

'~~OO(i<:

250.000 250.000'

* Rp600.458 = Rp759.337,5 + Rp91.120,5
70

- Rp250.000

,
, • ,'" 4

(b) 31/12/1992: Utang wesel Kas Biayabunga Diskonto wesel (c) 31112/1993: Utang wesel Kas Biaya bunga Diskonto wesel (d) 31/12/1994: Utang wesel Kas Biaya bunga Diskonto wesel (e) 31/1211995: Utang wesel Kas Biaya bunga Diskonto wesel 250.000 26.786 250.000 50.701,5 50.701,5 ,
,

.,
250.000 250.000 -. .,..• 91.120,5

250.000 250.000 72.055 72.055

_.~..: ~..»~i',. ~:~.
-f:-' '~

:~
,

250.0()()'" '. "

:.

26.7~., "'/.' .

,

;-.-.

~:

~
,:
,.:. ~',;~\j.-

.~'

.' ",f
••

,(:"-'

~

,\,,""

" ','", " .'.-!_ .... ': ..

'.-

'1'

. '-~. ~.. .
. .~~ "~
"

71 "

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful