Anda di halaman 1dari 2

Sebelum Menandatangani Kontrak Kerja

Mengingat banyaknya kasus-kasus perburuhan menyangkut hak-hak normatif, ada baiknya bagi kita para pekerja untuk mengetahui hak-hak dasar dalam hubungan kerja. Hal ini untuk mencegah dikebirinya hak-hak kita dikemudian hari. Hal ini juga sebagai bentuk partisipasi dalam proses penegakkan hukum di Indonesia. Untuk itu, sebelum menandatangani kontrak kerja, hal-hal yang wajib kita ketahui adalah: Perjanjian Kerja Perjanjian kerja terbagi menjadi 2, yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Setiap Perjanjian Kerja harus dibuat secara Tertulis, PKWT yang dibuat secara tidak tertulis secara otomatis dikategorikan sebagai PKWTT Bila PKWTT dibuat secara tidak tertuli, perusahaan harus memberikan Surat Pengangkatan kepada pekerja Biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan pembuatan Perjanjian Kerja ditanggung oleh Perusahaan Perjanjian Kerja dibuat 2 rangkap, masing-masing untuk perusahaan dan pekerja. Syarat PKWT PKWT dapat dibuat hanya untuk pekerjaan: 1. yang sekali selesai atau sementara sifatnya 2. yang penyelesaiannya tidak lebih dari 3 tahun 3. musiman 4. berhubungan dengan produk baru atau masih penjajakan PKWT tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap PKWT dapat diadakan untuk waktu paling lama 2 tahun dan dapat diperpanjang untuk paling lama 1 tahun Pembaharuan PKWT dapat dilakukan hanya untuk jenis pekerjaan yang bersifat sementara atau yang penyelesaiannya paling lama 3 tahun. Dan hanya setelah melebihi masa tenggang selama 30 hari Pembaharuan PKWT tidak dapat dilakukan untuk pekerjaan yang bersifat musiman dan pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru PKWT tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan. Bila dilakukan maka batal demi hukum. PKWTT PKWTT dapat mensyaratkan masa percobaan Dalam masa percobaan, perusahaan dilarang membayar upah dibawah upah minimum Waktu Kerja Waktu Kerja terdiri dari (opsional): 1. 7 jam per hari dan 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja; atau

2. 8 jam per hari dan 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja Pengusaha yang memperkerjakan pekerja lebih dari ketentuan diatas wajib membayar upah lembur. Syarat Lembur; 1. ada persetujuan dari pekerja 2. waktu kerja lembur maksimal 3 jam perhari dan 14 jam perminggu Ketentuan mengenai waktu kerja dan lembur diatas tidak berlaku/berbeda untuk sektor pekerjaan tertentu (seperti sektor ESDM dan pertambangan) Waktu Istirahat dan Cuti Istirahat pada hari kerja sekurang-kurangny setengah jam setelah bekerja selama 4 jam berturut-turut. (waktu istirahat tidak termasuk waktu kerja) Istirahat mingguan adalah 1 haru untuk waktu kerja 6 hari dalam seminggu dan 2 hari untuk waktu kerja 5 hari dalam seminggu Cuti Tahunan, sekurang-kurangnya 12 hari setelah bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus Istirahat panjang, sekurang-kurangnya 2 bulan, dilaksanakan pada tahun ke-7 setelah pekerja bekerja selama 6 tahun secara terus-menerus. Cuti Hamil untuk pekerja perempuan adalah 1,5 bulan sebelum saat melahirkan, dan 1,5 bulan setelah melahirkan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Setiap pekerja berhak atas Jaminan Sosial Tenaga Kerja Ruang Lingkup Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yaitu: 1. Jaminan Kecelakaan Kerja 2. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 3. Jaminan Hari Tua 4. Jaminan Kematian