Anda di halaman 1dari 5

NAMA : AHLIANDIKA ALFANTIS

NIM : 05101001006
1URUSAN : AGRIBISNIS

PEMBAHASAN

ALOKASI PASOKAN BERDASARKAN PRODUK UNGGULAN
UNTUK RANTAI PASOK SAYURAN SEGAR

Penerapan kecerdasan buatan dengan logika Iuzzy bisa menjadi salah satu
cara untuk mengatasi situasi rantai pasok dalam lingkungan ketidakpastian. Logika
Iuzzy adalah peningkatan dari logika Boolean yang berhadapan dengan
konsep kebenaran sebagian. Logika fu::y adalah suatu cara untuk memetakan suatu
ruang masukan ke dalam suatu ruang keluaran. Beberapa alasan menggunakan logika
fu::y antara lain mudah dimengerti, sangat Ileksibel, memiliki toleransi terhadap data
yang tidak tepat, mampu memodelkan Iungsi-Iungsi non linear yang sangat
kompleks, mampu mengakomodir pengalaman para pakar dan menggunakan bahasa
alami. Perhatian yang lebih luas untuk pembahasan rantai pasok menggunakan teknik
Iuzzy masih sangat dibutuhkan. Studi ini bertujuan menerapkan logika Iuzzy dalam
penentuan alokasi pasokan untuk produk unggulan pada rantai pasok agroindustri
sayuran.
Produk sayur-sayuran di Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan
menjadi komoditas unggulan ekspor. Namun komoditi sayuran Indonesia dinilai
masih belum mampu bersaing. Hal ini disebabkan karena sayur-sayuran dari
Indonesia masih belum dapat memberikan jaminan kualitas, pasokan, dan ketepatan
waktu penyampaiannya. Menurut Morgan et al. (2004) kendala utama dalam rantai
pasok sayuran adalah perencanaan, sosialisasi dan pengiriman.
Perencanaan yang kurang matang untuk mengembangkan komoditas sayuran
ekspor ini sangat mempengaruhi kendala utamanya. Karena suatu bisnis itu dimulai
dengan melakuan perencanaan yang matang. Jika rencanaannya sudah bingung maka
akan gagal sesuatu itu. Seperti itu juga dengan mengembangkan komoditas sayur
untuk ekspor harus mempunyai perencanaan yang matang juga. Selain perencanaan
yang matang perlu juga sosialisasi. Karena manusia ini hidup perlu bersosialisasi
begitu pula dengan menjalin rekan bisnis kita harus bisa bersosialisasi. Bersosialisasi
itu sangat penting karena jika kita mudah bersosialisasi maka kita akan banyak teman
dan teman itu lah yang akan membantu kita untuk menjalin bisnis. Dan aspek yang
terakhir adalah pengiriman. Pengiriman itu menjadi kendala untuk kita. Karena jika
pengiriman kita tidak tepat waktu maka rekan bisnis kita tidak akan percaya lagi
kepada kita. Maka dari itu pintar-pintar lah kita untuk menepati dn menjanjikan
pengiriman barang. Apalagi seperti sayuran ini seandainya pengirimannya lama dan
membutuhkan waktu berhari-hari maka sayurannya pun akan membusuk dan orang
tidak ingin membelinya dan mungkin akan meminta ganti rugi.
Selain itu yang harus diperhatikan lagi adalah pasokan. Pasokan kita apakah
sudah cukup atau masih kurang. Karena biasanya kita mengabaikan hal-hal seperti
ini. Biasanya sayuran itu tidak tahan lama karena itu pasokan di luar perusahaan itu
penting. Menjalin kerjasama dengan petani untuk menyediakan pasokan sayuran itu
sangat penting. Salah satu tipe masalah yang berkembang saat ini dibidang
manajemen rantai pasok adalah penanganan produk-produk 5erishable. Maksudnya
produk-produk yang tidak tahan lama dan mudah rusak itu lah yang menjadi kendala
sampai saat ini produksi sayuran ditidak bisa ekspor. Padahal banyak yang dari
sayuran itu menjadi komoditi unggulan untuk ekspor.
Pada tingkat agroindustri, manajemen rantai pasok memberikan perhatian
pada pasokan, persediaan dan transportasi pendistribusian sebagai strategi
mengurangi resiko kerusakan atau penurunan kualitas produk secara total.
Model yang terdiri dari tiga sub model. Sub model pertama adalah penentuan
jenis sayuran yang diunggulkan menggunakan kombinasi teknik pareto dan metode
perbandingan eksponensial (MPE). Sub model kedua adalah sistem pakar untuk
menentukan kebutuhan pasokan menggunakan logika fu::y. Sub model ketiga adalah
optimasi alokasi pasokan menggunakan programa linear obyektiI majemuk fu::y.
Pada model pertama didapatkan hasil jenis sayur unggulan yang terpilih adalah
paprika merah. Ini terlihat secara umum paprika merah memiliki nilai bobot yang
tinggi. Pada model yang kedua paprika merah terpilih menjadi sayuran unggulan itu
karena paprika merah ini dapat disimpan tahan lama sekitar 10 hari sampai dengan 3
minggu dengan menggunakan pengemasan teknik vacuum. Dan model yang terakhir
adalah alokasi pasokan untuk setiap pemasok. Dalam studi ini ada tiga pemasok yaitu
pemasok internal, mitra beli dan mitra tani. Pemasok internal adalah orang yang
menyuplai barang dari miliki lahan dia sendiri. Mitra Tani merupakan salah satu
bentuk kerjasama antara perusahaan dengan para petani yang berlokasi di sekitar
perusahaan Mitra Beli adalah salah satu bentuk kerjasama antara perusahaan dengan
para pengepul, kios, atau petani yang mampu memasok sayuran dalam jumlah besar.
Analisis terhadap prilaku model juga dilakukan untuk skenario pesimis dan
optimis. Namun, tidak seluruh jenis sayuran mampu diproduksi sendiri. Keterbatasan inilah
yang mendorong perusahaan untuk membangun kerjasama dalam bentuk mitra tani dan
mitra beli. Kondisi ini sangat dimungkin karena perusahaan berada di wilayah pertanian
sayuran. Kendala pasokan yang bersiIat fu::y karena setiap pemasok memiliki batas
kemampuan. Batas kemampuan pasokan terbagi tiga yakni pesimis, normal dan optimis
Pengalokasian dilakukan menggunakan programa linear obyektiI majemuk.
ObyektiI yang digunakan dalam model ini adalah minimisasi biaya pasokan,
minimisasi jumlah sayuran yang rusak dan maksimisasi ketepatan jadwal pasokan.
Data yang dibutuhkan untuk total biaya pasokan adalah biaya per ton dari setiap
pemasok. Rata-rata persentase kerusakan sayuran yang dipasok adalah data yang
dibutuhkan untuk obyektiI kualitas. Rata-rata persentase ketepatan jadwal pasokan
adalah data untuk obyektiI jadwal pasokan. Ada 2 kendala yang harus di
pertimbangkan. Kendala pertama yang dipertimbangkan adalah kebutuhan total
pasokan sayuran unggulan yang telah dianalisis menggunakan sistem pakar fu::y
pada tahap sebelumnya.. Kendala kedua adalah kemampuan para pemasok untuk memasok
jenis sayuran yang dibutuhkan perusahaan. Kebutuhan akan pasokan sayuran unggulan itu
sangat penting karena jika tidak ada pasokan maka akan terputus rantai pasok untuk
memenuhi kebutuhan sayuran tersebut. Kendala ketiga adalah batasan biaya pasokan untuk
setiap pemasok. Penetapan besar batasan alokasi biaya pasokan didasarkan pada kemampuan
perusahaan. Biaya pasokan itu dibatasi agar tidak tejadi kebangkrutan pada perusahaan.
Karena jika perusahaan tidak dapat membayar alokasi pasokan itu maka petani akan rugi dan
perusahaan itu yang akan bangkrut dengan sendirinya. Kendala keempat adalah kendala non
negativitas i ~ 0. Untuk mengetahui prilaku dari model dengan adanya bilangan fu::y pada
kendala kedua, maka dilakukan analisis berdasarkan kemampuan pesimis dan optimis dari
pemasok. Konsekuensi dari perlakuan ini adalah kendala kemampuan pemasok disesuaikan
dengan skenario yang dijalankan.
Pasokan dan pengalokasiannya kepada setiap pemasok. Penerapan logika
fu::y sangat membantu mempermudah permodelan tanpa mengurangi tingkat
kompleksitas dari sistem rantai pasok sayuran. Hasil penerapan sub model 1 memilih
jenis paprika merah sebagai sayur unggulan. Apabila diperhatikan ternyata jenis
paprika secara umum memiliki nilai bobot yang tinggi. Pada tingkat permintaan
normal dengan nilai cris5 5.7 ton dengan status persediaan sedikit dengan nilai cris5
0.05 ton dibutuhkan pasokan sejumlah 6 ton. Pengalokasian kesetiap pemasok
diperoleh masing-masing: internal () sebesar 3000 kg, mitra beli () sebesar
2345.3 kg, mitra tani () sebesar 654.7 kg dan nila keanggotaan sebesar 0.609.
besarnya permintaan dan sedikitnya persedian itulah yang sampai saat ini menjadi
kendala mengapa sayuran tidak dapat dieksporkan padahal merupakan sayuran
komoditi unggulan di Indonesia. Seperti paprika merah yang sudah disebutkan diatas
merupakan salah satu produk sayura unggulan. Namun, saying keterbatasan
persediaan itu yang membuat paprika merah tidak mampu bersaing dipasar
Internasional. Seandainya, kita bisa menjalankan strategi dan skanerio yang sesuai
kemungkinan kita bisa menembus pasar internasional. Bukan hanya paprika merah
saja tapi untuk semua produk pertanian. Mulai dari tanaman pangan dan sayuran.
Karena tanaman perkebunan rata-rata sudah menembus pasar internasioanal.