Anda di halaman 1dari 6

PAPER INERUPSI GIGI

Pembimbing : drg. Rianty S

Disusun Oleh : Jansen Laory (0610162)

BAGIAN ILMU PENYAKIT GIGI DAN MULUT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG 2011

Definisi Unerupted tooth merupakan sebuah gigi yang berada didalam rahang, seluruh bagiannya masih tertutup dengan soft tissue, dan tertutup oleh tulang secara sebagian atau seluruhnya. Impacted tooth merupakan gigi yang sudah tererupsi sempurna tetapi tidak dapat tumbuh secara sempurna ke posisi normal yang fungsional. Hal ini dapat diakibatkan kurangnya tempat, obstruksi oleh gigi lain, atau erupsi yang abnormal. Impacted Tooth Gigi tidak dapat erupsi karena adanya rintangan pada part of eruption Rintangan-rintangan itu dapat terjadi karena: Kurangnya tempat pada lengkungan gigi karena ukuran lengkungan gigi yang terlalu kecil dibanding ukuran giginya. Premature loss gigi susu. Sehingga saat gigi tetap penggantinya akan erupsi, tempat yang tersedia sudah menyempit karena migrasi dari gigi sebelahnya. Terjadi penyimpangan letak gigi sehingga arah erupsinya tidak tepat.

Etiologi: Sistemik Kelainan yang menyebabkan delayed eruption dapat pula mengakibatkan impaksi Lokal : Kekurangan tempat Rotasi benih gigi Persistensi benih gigi sulung Mukosa atau tulang alveol tebal

Predileksi adalah: M3 bawah C atas

P bawah Th/ sebagian besar tergantung pada jenis gigi yang terlibat serta keadaan sekitarnya. Tapi pada dasarnya gigi impaksi harus diangkat secara pembedahan. Komplikasi: Resorbsi akar gigi yang berdekatan Sakit periodik dan trismus terutama bila timbul infeksi sekitar gigi tersebut Reffered pain pada daerah yang dipersarafi oleh N.Trigeminus Terbentuknya kista dentigerous Ada kalanya gigi impaksi yang dibiarkan akan mengalami resorbsi. Proses resorbsi akan dimulai pada bagian mahkota gigi. Email dan dentin mengalami destruksi demikian pula cementum, tempatnya lalu diisi oleh tulang

Vertical impaction of the first premolar. The crown of the tilted second premolar is preventing the eruption of the first premolar.

Horizontally impacted second molar in the periapical region of the third molar

Idiopathic external resorption of crown of impacted canine.

Physiologic root resorption of deciduous second molar produced by the succedaneous unerupted second premolar. Root resorption occurs before exfoliation of tooth.

DAFTAR PUSTAKA

Susanto, Amilia. Abnormalitas pada gigi. Jakarta : Departemen Gigi-Mulut FKUI-RSCM. Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouquot SE. 2002. Oral and Maxilofacial Pathology. Philadelphia : Elsevier. Amilia Jeni Susanto. 2009. Abnormalitas pada Gigi. http://repository.ac.id/contents/koleksi/11/9da07198023c4f541871b5fc05e4ffcb0da1a37a.pdf. 22 Mei 2011 Clarke Johnson. 2011. Variation in Tooth Morphology. http://www.Dentistry.com/dailydental-care/your-dentist-visit/variation-in-tooth-morpholgy. 22 Mei 2011 Herni priaywati. 2010. Anomali Gigi. http://hprimaywati.multiply.com/photos/album/4/anomali_gigi#photo=1. 22 Mei 2011 Steven Chussid. 2007. Dental anomalies. www.columbia.edu/itc/hs/dental/d7710/client.../dental_anomalies.pdf 22 Mei 2011 www.emedicine.medscape.com. 21 Mei 2011