Anda di halaman 1dari 1

Pewarnaan gram Setelah diinkubasi selama 3 hari, didapatkan hasil berbagai koloni yang akan dilakukan perlakuan pewarnaan

gram. Untuk uji kebersihan tangan, digunakan media NA dan PCA, yang dimana merupakan media untuk menumbuhkan bakteri. Setelah dilakukan pewarnaan gram dan pengamatan pada mikroskop, hasil yang didapat pada kelompok 9 dan 10 adalah Coccus gram ( + ). Hasil sesuai dengan literatur, dimana streptococcus, bakteri yang sering ditemukan berada pada tangan, merupakan bakteri coccus gram positif. Anggota dari famili streptococcaceae bersifat katalase negatif, berbentuk coccus dalam rangkaian membentuk rantai atau tetrad ( Fardiaz, 1992 ). Hasil pewarnaan kelompok lain sangat bervariasi, dimana pada kelompok 11 didapatkan hasil pewarnaan gram negatif ( - ), berbentuk dan basil. Jenis bakteri yang tergolong basil gram negatif adalah salmonella dan shigella. Namun bakteri ini jarang ditemukan pada tubuh manusia, khususnya kulit pada tangan. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan praktikan saat melakukan pewarnaan gram. Untuk uji kontaminasi dari rambut, digunakan media NA dan PDA. Penggunaan media PDA bertujuan agar koloni yang tumbuh adalah kapang dan khamir. Setelah dilakukan pengamatan mikroskop, terdapat koloni kapang pada media PDA. Kapang yang diamati berbentuk serabut miselium berwarna putih bening pada hampir pada setiap kelompok. Sedangkan untuk media NA, koloni yang didapatkan adalah coccus gram positif dan coccus gram negatif. Pada rambut, indikasi tumbuhnya kapang sangatlah sedikit, karena kapang atau khamir membutuhkan substrat tertentu untuk tumbuh. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa kapang dapat tumbuh pada rambut, walaupun peluangnya kecil. Lain halnya dengan bakteri, dimana bakteri dapat tumbuh dimana saja, termasuk rambut. Jenis bakteri yang diperkirakan tumbuh pun sama, yaitu streptococcus.