Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MK : PERPA1AKAN

By.Meyta Longkutoy MAKSI 0630311



1ENIS-1ENIS 1AMINAN
Jaminan diperlukan untuk menanggung pembayaran kredit macet.Calon debitur
umumnya diminta untuk menyediakan jaminan berupa agunan yang berkualitas tinggi nilainya
minimal sebesar jumlah kredit atau pembiayaan yang diterimanya.Agunan berIungsi sebagai
jaminan tambahan.menurut siIatnya lembaga jaminan dapat dibedakan dalam bentuk :
1. 1aminan Perorangan (persoonlijke zekerheid) yang menimbulkan hak
perseorangan;
Jaminan perorangan adalah jaminan yang menimbulkan hubungan langsung pada perorangan
tertentu,selalu berupa suatu perjanjian antara seorang berpiutang (kreditur) dengan pihak ketiga
yang menjamin dipenuhinya kewajiban dari si berutang (debitur) juga bila terjadi cidera janji
(wanprestasi),bahkan jaminan perorangan ini dapat ditiadakan tanpa pengetahuan dari siberutang
(debitur) tersebut sehingga jaminan perorangan menimbulkan hubungan langsung antara
perorangan yang satu dengan yang lain.
Perjanjian jaminan perorangan dapat berupa :
- Penanggungan / Bortocht psl 1820 KUH Perdata ; yaitu suatu perjanjian dengan mana
seorang pihak ketiga guna kepentingan si berhutang mengikatkan diri untuk
memenuhi perikatan si berhutang mana hak orang tersebut memenuhinya.
- Perjanjian Garansi/Bank Garansi/Indemnity (Surety Ship) Psl 1316 KUH Perdata ;
Yang berbunyi meskipun demikian adalah diperbolehkan untuk menanggung atau
menjamin seorang pihak ketiga,dengan menjanjikan bahwa orang ini akan berbuat
sesuatu,dengan tidak mengurangi tuntutan pembayaran ganti rugi terhadap siapa yang
telah menanggung pihak ketiga itu atau yang telah berjanji,untuk menyuruh pihak
ketiga tersebut menguatkan sesuatu jika pihak ini menolak memenuhi perikatannya.
alam Jaminan perorangan tidak ada benda tertentu yang diikat dalam jaminan,sehingga tidak
jelas benda apa dan yang mana milik pihak ketiha yang dapat dijadikan jaminan apabila debitur
ingkar janji.
Jika debitur ingkar janji,dengan demikian para kreditur pemegang hak jaminan perseorangan
hanya berkedudukan sebagai kreditur konkuren saja.Apabila terjadi kepailitan pada debitur
maupun penjamin (pihak ketiga),akan berlaku ketentuan jaminan secara umum yang tertera
dalam Pasal 1131 dan 1132 KUH Perdata.alam Praktek,perjanjian jaminan perorangan kurang
disukai,karena para kreditur hanya berkedudukan sebagai kreditur konkuren yang harus bersaing
dengan kreditur lain dalam pemenuhan kewajiban debitur,dan karena pihak ketiga juga tidak
mengikatkan harta tertentu dalam perjanjian,maka seiring terjadi pihak ketiga melakukan
pengingkaran terhadap kesanggupannya.
Menurut Subekti,Karena tuntutan kreditur terhadap penanggung tidak diberikan suatu privilage
atau kedudukan istimewa di atas tuntutan kreditur lainnya dari si penanggung,maka jaminan
perorangan ini tidak banyak berguna bagi dunia perbankan.
. 1aminan Kebendaan (zakelijke zekerheid) yang menimbulkan hak kebendaan;
Jaminan Kebendaan merupakan hak mutlak (absolut) atas suatu benda yang menjadi objek
jaminan suatu barang,yang suatu waktu dapat diuangkan bagi pelunasan utang debitur apabila
debitur ingkar janji.dalam hukum jaminan kebendaan tidak diperkenankan pengalihan hak atas
benda objek jaminan kreditur.Kedudukan kreditur adalah sebagai kreditur preIeren yang
didahulukan daripada kreditur lain dalam pengambilan pelunasan piutangnya dari benda objek
jaminan,bahkan dalam kepailitan debitur (tidak mampu membayar utang),ia mempunyai
kedudukan sebagai kredit separatis.Sebagai kredit separatis ia dapat bertindak seolah-olah tidak
ada kepailitan pada debitur,karena ia dapat melaksanakan haknya untuk melakukan parate
eksekusi.
Jaminan Kebendaan ini berupa jaminan dengan ciri-ciri mempunyai hubungan langsung dengan
benda tertentu dari debitur atau pihak ketiga sebagai penjamin,dapat dipertahankan terhadap
siapapun,selalu mengikuti bendanya dan dapat diperalihkan.
Jaminan kebendaan ini selain dapat diadakan antara kreditur dengan debiturnya juga dapat
diadakan antara kreditur dengan pihak ketiga yang menjamin dipenuhinya kewajiban si berutang
(debitur) sehingga hak kebendaan ini memberikan kekuasaan yang langsung terhadap bendanya.
Perjanjian jaminan kebendaan selalu merupakan perbuatan memisahkan suatu bagian dari
kekayaan seseorang yang bertujuan untuk menjaminkan dan menyediakannya bagi pemenuhan
kewajiban seorang debitur. alam jaminan kebendaan benda objek jaminan khusus
diperuntukkan sebagai upaya preventiI untuk berjaga-jaga apabila suatu ketika terjadi
wanprestasi oleh debitur.Pemilikan benda objek jaminan tidak beralih kepada kreditur karena
terjadinya penjaminan tersebut.dengan demikian dalam perjanjian jaminan kebendaan benda
tetap menjadi milik debitur,benda hanya disiagakan untuk berjaga-ja terhadap kemungkinan
terjadi wanprstasi. alam hukum jaminan kebendaan apabila objek jaminan beralih kepada
kreditur (menjadi milik kreditur) maka perjanjian jaminan tersebut batal demi hukum (Pasal
1154 KUH Perdata bagi Gadai;Pasal 1178 ayat (1) KUH Perdata bagi Hipotik,Pasal 12 UUHT
bagi Hak Tanggunggan,Pasal 33 UU No.42 tahun 1999 bagi Fiducia),sehingga dengan demikian
dalam hukum jaminan kebendaan tidak diperkenankan pengalihan hak atas benda objek jaminan
kepada kreditur.Hak Kebendaan yang bersiIat Jaminan ada 2 macam yaitu :
1. Hak Kebendaan yang memberikan kenikmatan.
2. Hak Kebendaan yang bersiIat Jaminan (Hak Gadai,Hak Hipotik dan Fidusia)
Yang termasuk dalam Jaminan Kebendaan adalah :
A. HAK TANGGUNGAN UU No.4 Tahun 1996
Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah,yang selanjutnya
disebut Hak Tanggungan;yang merupakan Hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah
sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan asar
Pokok-pokok Agraria,berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan
dengan tanah itu,untuk pelunasan utang tertentu,yang memberikan kedudukan yang diutamakan
kepada kreditur tertentu terhadap kreditur-kreditur lain.

B. HIPOTIK KUH Per 116
Hipotik adalah suatu hak kebendaan atas benda-benda tak bergerak untuk mengambil
penggantian daripadanya bagi pelunasan suatu perikatan.
Ada dua pertimbangan yang setidaknya menjadi prasyarat utama untuk sesuatu benda dapat
diterima sebagai jaminan yaitu :
1. Secured : Artinya benda jaminan kredit dapat diadakan pengikatan secara yuridis
Iormal,sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan,Jika dikemudian hari
terjadi wanprestasi dari debitur,maka bank memiliki kekuatan yuridis untuk melakukan
tindakan eksekusi.
2. Marketable : Artinya benda jaminan tersebut bila hendak dieksekusi dapat segera dijual
atau diuangkan untuk melunasi seluruh kewajiban debitur.

C. GADAI KUHPer 1150
Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang berpiutang atas suatu barang bergerak,yang
diserahkan kepadanya oleh seorang berutang atau oleh seorang lain atas namanya,dan yang
memberikan kekuasaan kepada se berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang
tersebut secara didahulukan daripada orang-orang berpiutang lainnya.dengan kekecualian biaya
untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya
setelah barang itu digadaikannya,biaya-biaya mana harus didahulukan. Gadai mempunyai ciri-
ciri antara lain :
1. Jaminan gadai benda-benda bergerak`
2. Mempunyai siIat yang didahulukan
3. Mempunyai siIat droit de suite yaitu selalu mengikuti bendanya dimanapun atau ditangan
siapapun benda itu berada.
4. Memberikan keuasaan langsung terhadap benda jaminan dan dapat dipertahnakan
terhadap siapapun juga.
5. Adanya pemindahan keuasaan dari benda yang dijadikan jaminan (unsure inbeztstelling)
dari pemberi gadai kepada pemegang gadai.
6. Gadai merupakan perjanjian accessoir yaitu perjanjian tambahan yang tergantung dari
perjanjian pokok.
7. Gadai tidak dapat dibagi-bagi.
Unsur inbezitstelling ini dinyatakan dalam pasal 1152 ayat 2 KUHPerdata yang menyebutkan :
Tak sah adalah hak gadai atas segala benda yang dibiarkan tetap dalam kekuasaan ini si berutang
atau si pemberi gadai,ataupun yang kembali atas kemauan si berpiutang.Benda bergerak yang
dapat menjadi jaminan gadai adalah :
1. Benda bergerak berwujud
2. Benda bergerak tak berwujud :
a. Surat piutang aan toonder
b. Surat piutang aan order
c. Surat piutang op naam

D. 1AMINAN FIDUSIA UU No.4 Tahun 1999
Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan
ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan
pemilik benda.
Jaminan Fidusia : Hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak
berwujud dan benda tidak bergerak khususnya Bangunan yang tidak dapat dibebani hak
tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi Fidusia,sebagai agunan bagi pelunasan
uang tertentu,yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima Fidusia terhadap
kreditur lainnya.
Undang-undang yang yang berkaitan dengan Jaminan Fidusia adalah pasal 15 Undang-undang
No.4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman,yang menentukan bahwa rumah-rumah
yang dibangun di atas tanah yang dimiliki oleh pihak lain dapat dibebani dengan Jaminan
Fidusia.Selain itu,Undang-undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang rumah susun mengatur
mengenai hak milik atas satuan rumah susun yang dapat dijadikan jaminan utang dengan
dibebani Iidusia,jika tanahnya tanah hak pakai atas tanah negara.Jaminan Fidusia telah
digunakan di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda sebagai suatu bentuk jaminan yang lahir
dari yurisprudensi.Bentuk jaminan ini digunakan secara luas dalam transaksi pinjam meminjam
karena proses pembebanannya dianggap sederhana,mudah dan cepat teteapi idak menjamin
adanya kepastian hukum.Lembaga jaminan Iidusia memungkinkan kepada para Pemberi Iidusia
untuk menguasai benda yang dijaminkan,untuk melakukan keghiatan usaha yang dibiayai dari
pinjaman dengan menggunakan jaminan Iidusia.pada awalnya,benda yang menjadi objek Iidusia
terbatas pada kekayaan benda bergerak yang berwujud dalam bentuk peralatan.akan tetapi dalam
perkembangan selanjutnya,benda yang menjadi objek Iidusia termasuk juga kekayaan benda
bergerak yang tak berwujud maupun benda tak bergerak.
8egards
MeyLa

Anda mungkin juga menyukai