Anda di halaman 1dari 5

Nama Nim Acara Tanggal Praktikum Ringkasan Materi Pengertian Ekologi Golongan/ Kelompok : A/ 5

: Wendy Syahrindra : 111510601086 : Pola Adaptasi Ekologi : 1 November 2011 :

Istilah ekologi pertama kali digunakan oleh ilmuwan biologi yang bernama Ernest Haeckel. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi berasal dari Bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti rumah atau tempat tinggal dan logos yang berarti ilmu, sehingga bisa diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari kesalinghubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Menurut Otto Soemarwoto, ekologi dan ekonomi memiliki kedekatan pengertian. Konsep sentral dalam ekologi yaitu ekosistem didefinisikan sebagai hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Bahwasanya focus utama ekologi terletak pada bagaimana berbagai komponen kehidupan saling terkait membentuk jarring-jaring kehidupan1. Manusia dan Adaptasi Manusia memiliki kebutuhan, keinginan-keinginan bahkan nafsu yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Akar permasalahan dari ketidakseimbangan sistem lingkungan hidup adalah dari cara manusia memandang interaksinya dengan lingkungannya yang bersifat antroposentrik. Ekosistem memiliki sifat hierarkikal
1

Bagoes.2011.Pola Adaptasi Ekologi. www.goez25.wordpress.com.diakses pada tanggal 28 Oktober

yang berarti kerusakan pada suatu wilayah dapat berakibat bencana bagi wilayah lainnya. Para ahli ekologi mempelajari hal berikut :
1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu

ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda

dalam faktor-faktor yang menyebabkannya. 3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Pola adaptasi ekologi dapat dipandang dengan berbagai cara,yaitu : 1. Determinisme Lingkungan yaitu lingkungan alam merupakan satu-satunya penentu bagi kebudayaan masyarakat yang berkembang di wilayah tersebut.
2. Posibilisme

yaitu

lingkungan

alam

bukanlah

merupakan

penetu ataupun penyebab tunggal bagi bentukan kebudayaan.


3. Ekologi Kebudayaan yang dikembangkan oleh Julian Steward.

Lingkungan alam merupakan penentu atau hanya pembatas lebih baik mempelajari dinamika kesalingketergantungan menghendaki hidup dengan disebut antara manusia dengan lingkungannya. Pembangunan jangka manusia dilihat panjang berkelanjutan senantiasa peningkatan kualitas hidup manusia dan selalu berorientasi dengan prinsip-prinsip aspek berkelanjutan bersama yang manusia sekarang dan akan datang. dengan segala suatu Didalam konsep ini

hidupnya dalam

komponen lingkungan alam dan komponen lingkungan buatan sebagai kesatuan apa lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang

dengan benda, daya, keadaaan, makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan perikesejahteraan manusia serta makhluk lain.2 Dengan pengertian secara sistematik semacam itu, lingkungan sosial yang dianggap sebagai bagian dari lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai serta norma yang sudah mapan, serta terkait dengan lingkungan alam dan lingkungan binaan dan unsur-unsur lingkungan hidup lainnya. Secara teoritis pengelolaan lingkungan sosial dapat diartikan sebagai upaya untuk perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi yang komunikatif dengan mempertimbangkan : 1. Ketahanan Sosial 2. Keadaan Ekosistem 3. Tata Ruang 4. Kualitas Sosial setempat 5. Sumberdaya Sosial dan keterbatasan kemasyarakatan 6. Kesesuaian dengan asas, tujuan, dan sasaran pengelolaan lingkungan hidup. Secara skematik komponen-komponen interaktif lingkungan tersebutdapat digambarkan dalam tiga aspek, yaitu aspek alam (natural aspect), sosial (social aspect), dan binaan (man-made/build aspect).walaupun ada tiga aspek namun dalam praktek masing-masing kategori tidak dapat begitu saja dikaji secara parsial masing-masing aspek, karena ketiganya merupakan kesatuan integral yang disebut ekosistem.3

2 3

UU No. 23/ 1997 Soetaryono.2000.Interaksi Manusia dan Lingkungan.Jogjakarta:Genta Media

Berkaitan

dengan

penyebab

munculnya

persoalan

lingkungan dan sosial, ada tiga paradigma pembangunan yang terjadi yaitu pandangan oleh beberapa pihak bahwa lingkungan adalah untuk pembangunan ekonomi, lingkungan untuk manusia. Untuk mengatasi persoalan sosial, berkembang pandangan bahwa pengelolaan lingkungan untuk kelestarian fungsi lingkungan dan untuk kesejahteraan manusia. Pada dasarnya ekologi manusia bersifat dinamis berlangsung terus menerus, dan spesifik menurut ruang dan waktu. Ada tiga teori tentang pola konsep sosial adaptasi ekologi, yaitu determinisme lingkungan, dan possibilisme lingkungan, dan ekologi budaya. Sesuai dengan pembangunan lingkungan, secara dibangun pembangunan sudah terintegrasi berkelanjutan berwawasan sepantasnya dengan kesejahteraan pembangunan

ekonomi dan lingkungan hidup. Menurut Steward ada beberapa inti kebudayaan, yaitu 1) teknologi yang dikembangkan sebagai sarana eksploitasi sumber daya alam; 2) pola perilaku yang terkait dengan teknologi eksploitasi sumber daya alam; dan 3) faktor demografi, pola permukiman, struktur kekerabatan, tata guna tanah, dan tenurial; yang merupakan unsur-unsur dimana kebudayaan berinteraksi dengan alam. Terdapat lima prinsip utama dalam pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, yaitu : 1. Keadilan antar generasi : berangkat dari suatu gagasan bahwa generasi sekarang menguasai sumber daya alam yang ada di muka bumi sebagai titipan untuk dipergunakan generasi berikutnya. 2. Prinsip keadilan dalam satu generasi : prinsip yang berbicara tentang keadilan diantara satu generasi atau sesamanya.

3. Prinsip pencegahan dini : suatu pengertian apabila ancaman adanya kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan. Dalam menerapkan prinsip ini, pengambilan keputusan harus dilandasi oleh: a. Evaluasi yang sungguh-sungguh untuk mencegah seoptimal mungkin dipulihkan. b. Penilaian dengan melakukan analisis resiko dengan menggunakan berbagai opsi. 4. Prinsip perlindungan keanekaragaman hayati : merupakan sumber kesejahteraan bagi umat manusia.
5. Internalisasi biaya lingkungan dan mekanisme intensif : biaya

kerusakan

lingkungan

yang

tidak

dapat

lingkungan dan sosial harus diintegrasikan kedalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumber-sumber alam.