P. 1
Proposal Penelitian Ganoderma

Proposal Penelitian Ganoderma

|Views: 615|Likes:
Dipublikasikan oleh Beni Sandy

More info:

Published by: Beni Sandy on Nov 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2014

pdf

text

original

DAFTAR ISI Halaman PENDAHULUAN Latar Belakang................................................................................ 1 Hipotesis.........................................................................................

2

Tujuan............................................................................................. 2 Manfaat Penelitian.......................................................................... 2 TINJAUAN PUSTAKA Varietas Kelapa Sawit.................................................................... Patogen Ganoderma sp .................................................................... 3 Khamir Sebagai Agen Antagonis (yeast) ……………………….. Padi (Oryza sativa) Sejarah….……..…............................................................. 4 Manfaat Tanaman Padi………........................................... 4 Ekologi …………. ............................................................. 5 Padi gogo…………………................................................. 5 METODOLOGI Waktu dan Tempat Penelitian.......................................................... 6 Bahan dan Alat….……………………............................................ 6 Metode Penelitian Penyiapan Suspensi Kamir………………………….......... 6 Penyiapan Suspensi Pyricularia oryzae ………….............. 7 Uji Pada Potongan Daun (Leaf Disk Assay)………............ 7 ANGGARAN BIAYA…………………...……………………...… 9 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………….. 10 LAMPIRAN………………………………………………..…….. 12 3

terutama masalah hama dan penyakit di lapangan yang menjadi hambatan dalam kegiatan produksi dan salah satunya adalah adanya gangguan penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh cendawan patogen Ganoderma spp. Hampir semua bagian dari tubuh kelapa sawit dapat dimanfaatkan. namun bagian terpenting terletak pada buahnya yang berwarna kuning kemerahan. (Basidiomycetes) yang merupakan permasalahan besar bagi perkebunan kelapa sawit karena dapat menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar. Afrika Barat. . Kelapa sawit saat ini menjadi komoditas perkebunan penting. Perannya sangat penting bagi pembangunan nasional karena merupakan komoditi ekspor yang menjadi salah satu sumber devisa negara. 2003). setelah itu tanaman ini dibudidayakan dalam bentuk perkebunan di tanah Itam Ulu. Pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1848 dan ditanam di Kebun Raya Bogor. Thailand.2 PENDAHULUAN Latar Belakang Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jack) adalah tumbuhan industri penting salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil seperti minyak masak. minyak sawit tidak terbukti sebagai penyebab meningkatnya kadar kolesterol. Arti penting dan keuntungan yang dimiliki oleh tanaman kelapa sawit tak lepas dari permasalahan. minyak industri maupun bahan bakar (biodiesel) dan diperkirakan berasal dari Nigeria. tidak saja di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lain seperti Malaysia. dan beberapa negara di Amerika Selatan. dalam Suara Pembaruan Daily. namun justru memiliki kandungan provitamin A dan vitamin E cukup tinggi (Maryadi. Papua Nugini. Sumatera Utara secara komersial. Luasnya lahan yang cocok untuk budidaya dan kemampuan beradaptasi tanaman terhadap perubahan agroklimat adalah sebagian dari alasan itu. Nigeria. Dari segi gizi pun. ada beberapa alasan lain yang menyebabkan peran minyak sawit semakin penting di pasaran dunia. Afrika Selatan. Selain faktor biaya produksi. Menteri Ristek mengemukakan arti penting agroindustri kelapa sawit bagi perekonomian nasional maupun pertumbuhannya di dunia internasional.

al. . Hal ini berkaitan erat dengan keragaman atau variabilitas material tersebut. Selain itu dengan membumbun pangkal batang dan proses sanitasi batang atau akar cukup efektif untuk mencegah penularan kepada pohon lain. karena itu dibutuhkan pengendalian yang efektif untuk mengatasi penyakit busuk pangkal tersebut. Dalam waktu 10-15 tahun maka pohon tesebut akan segera jatuh dengan sendirinya karena digerogoti Ganoderma. Pohon kelapa sawit yang sudah terinfeksi Ganoderma spp.. (1993) dalam laporan penelitiannya menyebutkan bahwa telah ditemukan pohon induk kelapa sawit yang tahan terhadap serangan Ganoderma di Blok 39. Kegiatan awal pemuliaan adalah mencari tanaman yang bisa digunakan sebagai breeding materials baik untuk bahan tetua persilangan atau sebagai populasi dasar. Di samping itu tanaman kelapa sawit yang ada di Indonesia memiliki latar belakang genetik yang sempit.Afd. umumnya terjadi di wilayah perkebunan Sumatra Utara. I. Lampung dan Riau. Pengendalian secara kultur teknis dan biologi seringkali digunakan seperti penggunaan agens hayati Trichoderma yang cukup efektif untuk menurunkan laju infeksi Ganoderma.3 Sekarang ini. Pengendalian yang dilakukan untuk mengatasi penyakit busuk pangkal batang diutamakan pada penurunan laju infeksinya terhadap tanaman kelapa sawit di lapangan. kendala yang dihadapi adalah siklus pemuliaan yang panjang karena merupakan tanaman tahunan. ibarat menunggu masa tumbangnya saja. Ganoderma dapat menyerang tanaman belum menghasilkan (TBM). Ragam cara pengendalian untuk mengatasi penyakit ini di lapang tidaklah cukup tanpa didasari dengan pengamatan penyakit tersebut secara teratur sehingga dapat diketahui keberadaan dan tingkat kerusakan yang akan dan sudah terjadi di lapangan. Kebun Tinjowan dan merupakan salah satu upaya yang dianggap paling ideal dalam usaha penanggulangan penyakit melalui pemuliaan tanaman sehingga diperoleh tanaman yang tahan namun Jika pemuliaan tanaman harus dilakukan secara konvensional. Kedua pengendalian yang sering digunakan cenderung mengarah untuk mengatasi patogen tersebut secara langsung namun berbeda dengan Ginting et.

. dalam pengujian di laboratorium namun lain halnya di lapangan. agar tetap berdiri hingga waktu replanting. dalam metode “Big hole” atau lubang tanam besar. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tambahan tentang penyebaran patogen penyebab penyakit busuk pangkal pada batang tanaman kelapa sawit di lapangan sehingga selanjutnya dapat menghasilkan rekomendasi pengendalian yang efektif. sebab Ganoderma spp. Pengendalian patogen ini lebih memungkinkan dengan penurunan laju infeksi. bersifat tular tanah sehingga penggunaan fungisida kurang efektif untuk pengendalian di lapang. Asian Agri.4 Hipotesis Penggunaan fungisida mampu menekan perkembangan Ganoderma spp. Tujuan Penelitian Praktek lapangan ini bertujuan untuk mengamati penyakit penting yang menyerang tanaman kelapa sawit serta pengelolaannya di perkebunan kelapa sawit. Fungisida yang digunakan untuk mengendalikan ganoderma penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit ini tidak mampu menembus tanah. Kabupaten Labuan Batu. terhalang matriks tanah. salah satunya adalah dengan menggunakan agens hayati seperti Trichoderma sp. . Sumatera Utara.

3. Tenera yaitu hasil persilangan dari Dura dan Pisifera. Suyatno. 1994).5 TINJAUAN PUSTAKA Kelapa Sawit Varietas Kelapa Sawit Varietas kelapa sawit (Elaeis guineensis. terbagi merata sepanjang tahun dengan temperature optimal 24-28% dengan kelembapan 80% dan penyinaran matahari 5-7 jam/hari pada tropika basah di sekitar 120LU-120LS dengan ketinggian 0-500 di atas permukaan laut (Lubis. 1992. regosol. Tenera dan Pisifera. 1992). Risza (1994) menggolongkannya dalam tiga varietas yaitu Dura. Jack) cukup banyak dan diklasifikasikan menurut kategori tertentu. Tanah podsolik merah kuning mendominasi areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia (Lubis. Kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik. 1. Pisifera yaitu kelapa sawit yang memiliki kandungan minyak dalam buah tinggi serta tempurungnya sangat tipis. . seperti yang didasarkan atas ketebalan tempurung dan daging buah. hidromorfik kelabu. 2. latosol. organosol dan alluvial. Syarat Tumbuh Kelapa sawit adalah tanaman yang sangat dipengaruhi oleh iklim dan tanah sehingga membutuhkan kondisi yang baik dengan perlakuan yang baik pula yaitu curah hujan minimum 1000-1500 mm/tahun. tempurung cukup tebal antara 2-8 mm dan tidak terdapat lingkaran sabut pada bagian luar tempurung serta memiliki kandungan minyak dalam buah rendah. Dura yaitu kelapa sawit dengan daging buah relatif tipis dengan presentase daging buah terhadap buah bervariasi antara 35-50%. Tanah podsolik mearh kuning termasuk tanah yang subur dan cocok untuk tanaman kelapa sawit. Presentase daging buah terhadap buah tinggi yakni antara 60-96%. tempurung tipis dengan kandungan minyak dalam buah tinggi.

meskipun mungkin bisa. gejala penyakit busuk pangkal batang dapat diketahui dari mahkota tanaman dan infeksi penyakit ini terjadi karena kontak akar tanaman sehat dengan akar tanaman yang sakit (Lubis. kelas Basidiomycetes. 1996). Badan buah dibentuk setelah penyakit berkembang cukup lanjut yaitu sesudah tampak gejala pada daun dan meningkatnya serangan penyakit ini sejalan dengan tingkat umur dan generasi tanaman. berwarna coklat muda dengan jalur-jalur tidak teratur berwarna gelap. Kejadian serangan ganoderma pada perkebunan kelapa sawit biasanya semakin meningkat dari tahun ke tahun dan dari generasi ke generasi (Darmono. 1981 dalam Semangun 1989). Gejala umum tanaman yang terserang yakni terdapat janur yang lebih banyak dari biasanya dan daun-daun berwarna hijau pucat serta sebelum terbentuk badan buah terjadi pembusukan pada pangkal batang yang menyebabkan busuk kering pada jaringan dalam penampang batang yang terserang. 1992). Infeksi dan penularan patogen ini pada umumnya terjadi melalui kontak akar atau bagian pangkal batang dengan sumber inokulum di dalam tanah (Darmono. Ganoderma adalah jamur yang menyebabkan penyakit busuk akar (basal stem rot). Serangannya dapat mengakibatkan pembusukan pada pangkal batang kelapa sawit. membentuk badan buah pada pangkal batang atau kadang-kadang pada akar didekat batang. Badan buah dibentuk sedikit di belakang tepi di bagian yang membusuk (Turner.Spora diproduksi berkelompok secara eksternal dalam struktur bersel satu hingga empat yang disebut basidium (Sinaga.2003). Ganoderma adalah cendawan patogen. 2007). cendawan berkelompok dengan spora seksual (basidiospora).6 Patogen Ganoderma spp. Oleh karena itulah disebut busuk pangkal batang. . dalam Tabloid Sinar Tani. Jika pangkalnya busuk sudah barang tentu tanaman akan mati dan tumbang. Sementara ini hanya ganoderma yang bisa menumbangkan pohon sawit dewasa. Termasuk kedalam filum Basidiomycota. Menurut semangun (1989).

Dari TM dan TBM diambil masingmasing lima blok untuk pengamatan dan dari setiap blok tersebut diambil 30 tanaman contoh. juga dilakukan wawancara dengan staf dan karyawan perkebunan kelapa sawit tersebut. hama & penyakit yang menyerang.7 METODOLOGI Waktu dan Tempat Penelitian Praktek lapangan ini akan dilakukan di perkebunan kelapa sawit Asian Agri. cangkul. ”egrek” (bambu). budidaya & perlakuan terhadap tanaman sawit serta pengendalian yang dilakukan terhadap OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Kemudian dihitung kejadian dan keparahan penyakit dari masing-masing kelompok umur tanaman sawit tersebut. Penghitungan kejadian penyakit (KP) dan keparahan penyakit (IP) digunakan rumus sebagai berikut : . Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah pengamatan yang terbagi menjadi dua yakni pengamatan langsung dan tidak langsung. meliputi keadaan umum perkebunan sawit. dan sarung tangan. Tanaman contoh berjarak lima pohon dalam satu baris tanaman dan tiga pohon dalam jarak antar baris. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam praktek lapangan ini adalah kamera seluler. kabupaten Labuan Batu. Sumatra Utara dari Februari 2009 hingga April 2009. Pengamatan ganoderma pada TM dan TBM dilakukan dengan mengamati bagian yang terserang terutama pada bagian pangkal batang. Wawancara bertujuan mengambil data sekunder untuk melengkapi keperluan data primer. Selain pengamatan langsung dilapangan. Pengamatan langsung di lapangan bertujuan mengambil keperluan data primer yang dilakukan menurut stratifikasi kelompok umur tanaman yaitu Tanaman Menghasilkan (TM) dan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).

2 x 100 % sampai i t-skor tertinggi V = skor tertinggi N ∑ (nivi) i IP = i=0 NV .1.8 n KP = Keterangan : x 100 % n = jumlah tanaman yang terserang N = jumlah tanaman yang diamati ni = jumlah tanaman dengan skor ke-i vi = nilai skor penyakit dari I = 0.

20. Rp.00 20.000.00 60.00 40.000. Rp.00 Rp.000. Rp.000.000.000.9 ANGGARAN BIAYA Transportasi Sarung tangan Cangkul Sepatu ”boot” Bambu Sabit Rp. Rp.000.00 . 3.00 50.

AgroMedia Pustaka. Ilmu Penyakit Tumbuhan . Warta Puslit. 2003.rcn. Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit 1(1):21-25 Hardjowigeno.ultranet/BiologyPages/F/Fungi. Sastrosayono.org/wiki/Ganoderma [22 Jan 2009] http://id. Pendekatan Bioteknologi untuk Mengatasi Masalah Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit Akibat Serangan Ganoderma. I.ma. 1995. Jakarta: Penebar Swadaya. 1987. Methy.). Biotek Perkebunan. Fatmawati dan Hutomo.10 DAFTAR PUSTAKA Agrios. Perbanyakan Pohon Induk Dura yang Diduga Toleran Terhadap Ganoderma Melalui Teknik Kultur Jaringan. Ilmu Tanah. Warta Puslit. http://id. Ginting. Budidaya Kelapa Sawit. Bogor. Hal 14-21.wikipedia. Jakarta. 1993.com/jkimball. 1996.17-25. 1996.Padang : UGM Press Darmono. 2003.wikipedia. Kelapa Sawit 4(2):53-59. Medya Sarana Perkasa. GN. Samosir dan Ginting. Penelitian Pendahuluan.1. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan.html 2009] [17 Jan . Perkembangan Teknik Kultur Jaringan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.org/wiki/Kelapa Sawit [22 Jan 2009] http://users. S.

L. Droby. Mariano. http://www. Elizabeth A.. 1999. Sami J. Plant Disease [PLANT DIS.csa. Khroustalyova and E. S. McLaughlin RJ. Rapoport. 1992. Janisiewicz WJ. Chalutz E. 2007.php?requester=gs&collection [31 Mar 2008]. 1999. Spadaro. Wilson CL. et al. 2003. Jesse M. Plant Disease [PLANT DIS. www.I. 1997. 48(6): 522–529.com/science [31 Mar 2008]. Rosa L. Droby S. Methy.] 83:839-844 [jurnal on-line]. 2002. Jakarta: Penebar Swadaya. Commercial Testing of Aspire: A Yeast Preparation for the Biological Control of Postharvest Decay . Postharvest biological control of blue mold on apples. Microbiol.International Journal of Food Microbiology [jurnal on-line]. Screening And Identification Of Yeast Strains From Fruits And Vegetables: Potential For Biological Control Of Postharvest Chilli Anthracnose (Colletotrichum Capsici) Faculty of Science [jurnal on-line]. B. Chris Payne and Alan Bruce. 2003. Michereff.agroinnova. Antagonism of yeasts to Xanthomonas campestris pv. Gullino.A. Gil Silva. Ben-Arie R. Can. Buck and Leon L. http://md1. Volume 22(1):22-28 [jurnal on-line]. Pintip Ruenwongsa and Bhinyo Panijpan. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. D. and M. and apple with the yeasts Kloeckera apiculata and Candida guilliermondii.P.] 76(5): 470-473 S. Weiss. G.11 A. 2002.org/pd/pdfs [31 Mar 2008].R. Anhydrobiosis in yeast: activation effect.com/science [31 Mar 2008]. J.M. Biological control of postharvest diseases of pome fruit using yeast antagonists. 2002.sciencedirect. Arun Chanchaichaovivat. The Yeast Debaryomyces hansenii as a ShortTerm Biological Control Agent against Fungal Spoilage of Sawn Pinus sylvestris Timber. http://www.com/partners/viewrecord. Benbow and David Sugar. Daus. Burpee.sciencedirect. campestris on cabbage phylloplane in field.apsnet. Assis Sayonara M. Cohen.N. Rev Microbiol 30(3):1-3714 [jurnal on-line]. Phytopathology 77(3):481-485 [jurnal on-line]. http://www. 1987.org/admin/file/tesidottorato/tesi/spadaro. A. Biological control of postharvest diseases of grape. Braz J Med Biol Res 30(1):9-13. Maranhão. Kuklina.br/scielo [31 Mar 2008]. The effects of fungicides on the phylloplane yeast populations of creeping bentgrass.scielo. Fruit surface colonization and biological control of postharvest diseases of Pear by Preharvest Yeast Applications. [31 Mar 2008] James W. peach.L. http://www.

http://users.ultranet/BiologyPages/F/Fungi. http://www.html http://users.com/science [31 Mar 2008].ma.com/jkimball.sciencedirect. Institute for Technology and Storage of Agricultural Products.ma. Department of Postharvest Science.12 of Citrus.html 2008] [17 Juni .rcn.com/jkimball.ultranet/BiologyPages/F/Fungi.rcn.

13 Matriks Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Pengamatan Lapangan P Penyiapan Suspensi Khamir Pengujian Pengamatan Pengolahan data Penulisan skripsi September Oktober Bulan November Januari Februari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->