DAFTAR ISI Halaman PENDAHULUAN Latar Belakang................................................................................ 1 Hipotesis.........................................................................................

2

Tujuan............................................................................................. 2 Manfaat Penelitian.......................................................................... 2 TINJAUAN PUSTAKA Varietas Kelapa Sawit.................................................................... Patogen Ganoderma sp .................................................................... 3 Khamir Sebagai Agen Antagonis (yeast) ……………………….. Padi (Oryza sativa) Sejarah….……..…............................................................. 4 Manfaat Tanaman Padi………........................................... 4 Ekologi …………. ............................................................. 5 Padi gogo…………………................................................. 5 METODOLOGI Waktu dan Tempat Penelitian.......................................................... 6 Bahan dan Alat….……………………............................................ 6 Metode Penelitian Penyiapan Suspensi Kamir………………………….......... 6 Penyiapan Suspensi Pyricularia oryzae ………….............. 7 Uji Pada Potongan Daun (Leaf Disk Assay)………............ 7 ANGGARAN BIAYA…………………...……………………...… 9 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………….. 10 LAMPIRAN………………………………………………..…….. 12 3

Sumatera Utara secara komersial. Selain faktor biaya produksi. Perannya sangat penting bagi pembangunan nasional karena merupakan komoditi ekspor yang menjadi salah satu sumber devisa negara. minyak industri maupun bahan bakar (biodiesel) dan diperkirakan berasal dari Nigeria. dalam Suara Pembaruan Daily. namun justru memiliki kandungan provitamin A dan vitamin E cukup tinggi (Maryadi. Dari segi gizi pun. (Basidiomycetes) yang merupakan permasalahan besar bagi perkebunan kelapa sawit karena dapat menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar. tidak saja di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lain seperti Malaysia. Menteri Ristek mengemukakan arti penting agroindustri kelapa sawit bagi perekonomian nasional maupun pertumbuhannya di dunia internasional. setelah itu tanaman ini dibudidayakan dalam bentuk perkebunan di tanah Itam Ulu. minyak sawit tidak terbukti sebagai penyebab meningkatnya kadar kolesterol. Nigeria. Pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1848 dan ditanam di Kebun Raya Bogor. . namun bagian terpenting terletak pada buahnya yang berwarna kuning kemerahan.2 PENDAHULUAN Latar Belakang Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jack) adalah tumbuhan industri penting salah satu dari beberapa palma yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil seperti minyak masak. 2003). terutama masalah hama dan penyakit di lapangan yang menjadi hambatan dalam kegiatan produksi dan salah satunya adalah adanya gangguan penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh cendawan patogen Ganoderma spp. ada beberapa alasan lain yang menyebabkan peran minyak sawit semakin penting di pasaran dunia. Thailand. Hampir semua bagian dari tubuh kelapa sawit dapat dimanfaatkan. Arti penting dan keuntungan yang dimiliki oleh tanaman kelapa sawit tak lepas dari permasalahan. Kelapa sawit saat ini menjadi komoditas perkebunan penting. dan beberapa negara di Amerika Selatan. Afrika Barat. Afrika Selatan. Papua Nugini. Luasnya lahan yang cocok untuk budidaya dan kemampuan beradaptasi tanaman terhadap perubahan agroklimat adalah sebagian dari alasan itu.

Kedua pengendalian yang sering digunakan cenderung mengarah untuk mengatasi patogen tersebut secara langsung namun berbeda dengan Ginting et. al. kendala yang dihadapi adalah siklus pemuliaan yang panjang karena merupakan tanaman tahunan. Dalam waktu 10-15 tahun maka pohon tesebut akan segera jatuh dengan sendirinya karena digerogoti Ganoderma. Pengendalian yang dilakukan untuk mengatasi penyakit busuk pangkal batang diutamakan pada penurunan laju infeksinya terhadap tanaman kelapa sawit di lapangan. Selain itu dengan membumbun pangkal batang dan proses sanitasi batang atau akar cukup efektif untuk mencegah penularan kepada pohon lain. Kebun Tinjowan dan merupakan salah satu upaya yang dianggap paling ideal dalam usaha penanggulangan penyakit melalui pemuliaan tanaman sehingga diperoleh tanaman yang tahan namun Jika pemuliaan tanaman harus dilakukan secara konvensional. Kegiatan awal pemuliaan adalah mencari tanaman yang bisa digunakan sebagai breeding materials baik untuk bahan tetua persilangan atau sebagai populasi dasar. ibarat menunggu masa tumbangnya saja. .Afd. Ganoderma dapat menyerang tanaman belum menghasilkan (TBM). Lampung dan Riau. Di samping itu tanaman kelapa sawit yang ada di Indonesia memiliki latar belakang genetik yang sempit. (1993) dalam laporan penelitiannya menyebutkan bahwa telah ditemukan pohon induk kelapa sawit yang tahan terhadap serangan Ganoderma di Blok 39. Pohon kelapa sawit yang sudah terinfeksi Ganoderma spp. Ragam cara pengendalian untuk mengatasi penyakit ini di lapang tidaklah cukup tanpa didasari dengan pengamatan penyakit tersebut secara teratur sehingga dapat diketahui keberadaan dan tingkat kerusakan yang akan dan sudah terjadi di lapangan. Hal ini berkaitan erat dengan keragaman atau variabilitas material tersebut.. karena itu dibutuhkan pengendalian yang efektif untuk mengatasi penyakit busuk pangkal tersebut. umumnya terjadi di wilayah perkebunan Sumatra Utara. Pengendalian secara kultur teknis dan biologi seringkali digunakan seperti penggunaan agens hayati Trichoderma yang cukup efektif untuk menurunkan laju infeksi Ganoderma.3 Sekarang ini. I.

Tujuan Penelitian Praktek lapangan ini bertujuan untuk mengamati penyakit penting yang menyerang tanaman kelapa sawit serta pengelolaannya di perkebunan kelapa sawit. dalam metode “Big hole” atau lubang tanam besar. sebab Ganoderma spp. salah satunya adalah dengan menggunakan agens hayati seperti Trichoderma sp. agar tetap berdiri hingga waktu replanting. . terhalang matriks tanah.4 Hipotesis Penggunaan fungisida mampu menekan perkembangan Ganoderma spp. dalam pengujian di laboratorium namun lain halnya di lapangan. Kabupaten Labuan Batu. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tambahan tentang penyebaran patogen penyebab penyakit busuk pangkal pada batang tanaman kelapa sawit di lapangan sehingga selanjutnya dapat menghasilkan rekomendasi pengendalian yang efektif. Pengendalian patogen ini lebih memungkinkan dengan penurunan laju infeksi. Asian Agri. Fungisida yang digunakan untuk mengendalikan ganoderma penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit ini tidak mampu menembus tanah. Sumatera Utara. bersifat tular tanah sehingga penggunaan fungisida kurang efektif untuk pengendalian di lapang. .

1992).5 TINJAUAN PUSTAKA Kelapa Sawit Varietas Kelapa Sawit Varietas kelapa sawit (Elaeis guineensis. Presentase daging buah terhadap buah tinggi yakni antara 60-96%. Tenera dan Pisifera. 1992. seperti yang didasarkan atas ketebalan tempurung dan daging buah. 2. tempurung tipis dengan kandungan minyak dalam buah tinggi. 3. latosol. Risza (1994) menggolongkannya dalam tiga varietas yaitu Dura. hidromorfik kelabu. Pisifera yaitu kelapa sawit yang memiliki kandungan minyak dalam buah tinggi serta tempurungnya sangat tipis. Jack) cukup banyak dan diklasifikasikan menurut kategori tertentu. Dura yaitu kelapa sawit dengan daging buah relatif tipis dengan presentase daging buah terhadap buah bervariasi antara 35-50%. Syarat Tumbuh Kelapa sawit adalah tanaman yang sangat dipengaruhi oleh iklim dan tanah sehingga membutuhkan kondisi yang baik dengan perlakuan yang baik pula yaitu curah hujan minimum 1000-1500 mm/tahun. tempurung cukup tebal antara 2-8 mm dan tidak terdapat lingkaran sabut pada bagian luar tempurung serta memiliki kandungan minyak dalam buah rendah. Tanah podsolik mearh kuning termasuk tanah yang subur dan cocok untuk tanaman kelapa sawit. terbagi merata sepanjang tahun dengan temperature optimal 24-28% dengan kelembapan 80% dan penyinaran matahari 5-7 jam/hari pada tropika basah di sekitar 120LU-120LS dengan ketinggian 0-500 di atas permukaan laut (Lubis. Suyatno. Tanah podsolik merah kuning mendominasi areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia (Lubis. Kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik. organosol dan alluvial. Tenera yaitu hasil persilangan dari Dura dan Pisifera. 1994). . 1. regosol.

2007). dalam Tabloid Sinar Tani. Menurut semangun (1989). Serangannya dapat mengakibatkan pembusukan pada pangkal batang kelapa sawit. Oleh karena itulah disebut busuk pangkal batang.2003). Badan buah dibentuk sedikit di belakang tepi di bagian yang membusuk (Turner. membentuk badan buah pada pangkal batang atau kadang-kadang pada akar didekat batang. Ganoderma adalah cendawan patogen. kelas Basidiomycetes.Spora diproduksi berkelompok secara eksternal dalam struktur bersel satu hingga empat yang disebut basidium (Sinaga. Termasuk kedalam filum Basidiomycota. Gejala umum tanaman yang terserang yakni terdapat janur yang lebih banyak dari biasanya dan daun-daun berwarna hijau pucat serta sebelum terbentuk badan buah terjadi pembusukan pada pangkal batang yang menyebabkan busuk kering pada jaringan dalam penampang batang yang terserang. . Badan buah dibentuk setelah penyakit berkembang cukup lanjut yaitu sesudah tampak gejala pada daun dan meningkatnya serangan penyakit ini sejalan dengan tingkat umur dan generasi tanaman. Jika pangkalnya busuk sudah barang tentu tanaman akan mati dan tumbang. Infeksi dan penularan patogen ini pada umumnya terjadi melalui kontak akar atau bagian pangkal batang dengan sumber inokulum di dalam tanah (Darmono. Sementara ini hanya ganoderma yang bisa menumbangkan pohon sawit dewasa. gejala penyakit busuk pangkal batang dapat diketahui dari mahkota tanaman dan infeksi penyakit ini terjadi karena kontak akar tanaman sehat dengan akar tanaman yang sakit (Lubis.6 Patogen Ganoderma spp. 1981 dalam Semangun 1989). 1992). Ganoderma adalah jamur yang menyebabkan penyakit busuk akar (basal stem rot). meskipun mungkin bisa. berwarna coklat muda dengan jalur-jalur tidak teratur berwarna gelap. cendawan berkelompok dengan spora seksual (basidiospora). Kejadian serangan ganoderma pada perkebunan kelapa sawit biasanya semakin meningkat dari tahun ke tahun dan dari generasi ke generasi (Darmono. 1996).

Pengamatan langsung di lapangan bertujuan mengambil keperluan data primer yang dilakukan menurut stratifikasi kelompok umur tanaman yaitu Tanaman Menghasilkan (TM) dan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Wawancara bertujuan mengambil data sekunder untuk melengkapi keperluan data primer. juga dilakukan wawancara dengan staf dan karyawan perkebunan kelapa sawit tersebut. meliputi keadaan umum perkebunan sawit. Kemudian dihitung kejadian dan keparahan penyakit dari masing-masing kelompok umur tanaman sawit tersebut. kabupaten Labuan Batu. ”egrek” (bambu). Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah pengamatan yang terbagi menjadi dua yakni pengamatan langsung dan tidak langsung. Selain pengamatan langsung dilapangan. cangkul. hama & penyakit yang menyerang. Dari TM dan TBM diambil masingmasing lima blok untuk pengamatan dan dari setiap blok tersebut diambil 30 tanaman contoh. Tanaman contoh berjarak lima pohon dalam satu baris tanaman dan tiga pohon dalam jarak antar baris. dan sarung tangan. Pengamatan ganoderma pada TM dan TBM dilakukan dengan mengamati bagian yang terserang terutama pada bagian pangkal batang. budidaya & perlakuan terhadap tanaman sawit serta pengendalian yang dilakukan terhadap OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Penghitungan kejadian penyakit (KP) dan keparahan penyakit (IP) digunakan rumus sebagai berikut : . Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam praktek lapangan ini adalah kamera seluler.7 METODOLOGI Waktu dan Tempat Penelitian Praktek lapangan ini akan dilakukan di perkebunan kelapa sawit Asian Agri. Sumatra Utara dari Februari 2009 hingga April 2009.

2 x 100 % sampai i t-skor tertinggi V = skor tertinggi N ∑ (nivi) i IP = i=0 NV .8 n KP = Keterangan : x 100 % n = jumlah tanaman yang terserang N = jumlah tanaman yang diamati ni = jumlah tanaman dengan skor ke-i vi = nilai skor penyakit dari I = 0.1.

00 40. Rp.00 60.9 ANGGARAN BIAYA Transportasi Sarung tangan Cangkul Sepatu ”boot” Bambu Sabit Rp.000.00 Rp.000. 3. Rp. Rp.000.00 20. 20.000.00 50.000.000.000.00 . Rp.

1987.). Samosir dan Ginting. Ilmu Penyakit Tumbuhan . Sastrosayono.10 DAFTAR PUSTAKA Agrios. 1996.org/wiki/Ganoderma [22 Jan 2009] http://id.ma.com/jkimball.1. Penelitian Pendahuluan. Warta Puslit. http://id. GN. AgroMedia Pustaka. Ginting. Pendekatan Bioteknologi untuk Mengatasi Masalah Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit Akibat Serangan Ganoderma. Hal 14-21. 2003. Perbanyakan Pohon Induk Dura yang Diduga Toleran Terhadap Ganoderma Melalui Teknik Kultur Jaringan. Jakarta: Penebar Swadaya. Biotek Perkebunan. Warta Puslit. Fatmawati dan Hutomo. 2003. Methy. 1993.wikipedia.17-25. Jakarta. S. Kelapa Sawit 4(2):53-59. I.org/wiki/Kelapa Sawit [22 Jan 2009] http://users.html 2009] [17 Jan . Medya Sarana Perkasa.ultranet/BiologyPages/F/Fungi. 1996.rcn. Bogor.Padang : UGM Press Darmono. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Ilmu Tanah.wikipedia. Perkembangan Teknik Kultur Jaringan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Budidaya Kelapa Sawit. Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit 1(1):21-25 Hardjowigeno. 1995.

et al. http://www.com/partners/viewrecord. Biological control of postharvest diseases of pome fruit using yeast antagonists. Chris Payne and Alan Bruce. B.11 A. and M.com/science [31 Mar 2008]. Gil Silva. Fruit surface colonization and biological control of postharvest diseases of Pear by Preharvest Yeast Applications. [31 Mar 2008] James W. Gullino. 1992..php?requester=gs&collection [31 Mar 2008]. Kuklina. Volume 22(1):22-28 [jurnal on-line]. peach.sciencedirect. http://www. McLaughlin RJ.R. Methy. Rosa L. A. Screening And Identification Of Yeast Strains From Fruits And Vegetables: Potential For Biological Control Of Postharvest Chilli Anthracnose (Colletotrichum Capsici) Faculty of Science [jurnal on-line]. L. Postharvest biological control of blue mold on apples. Microbiol. 1987. Khroustalyova and E. 2003.org/admin/file/tesidottorato/tesi/spadaro. Elizabeth A. Burpee. The effects of fungicides on the phylloplane yeast populations of creeping bentgrass. Wilson CL. 2002. D. Janisiewicz WJ. www.scielo. 1997.com/science [31 Mar 2008]. http://www.L. 2002. Spadaro. Jakarta: Penebar Swadaya. Anhydrobiosis in yeast: activation effect. Droby S. http://md1. Droby. Benbow and David Sugar.N. Pintip Ruenwongsa and Bhinyo Panijpan. Michereff. Jesse M. 2003. Antagonism of yeasts to Xanthomonas campestris pv. campestris on cabbage phylloplane in field.M. Arun Chanchaichaovivat. Sami J. Rev Microbiol 30(3):1-3714 [jurnal on-line]. Biological control of postharvest diseases of grape.I. Ben-Arie R.] 83:839-844 [jurnal on-line]. Rapoport. 2002. Plant Disease [PLANT DIS. Commercial Testing of Aspire: A Yeast Preparation for the Biological Control of Postharvest Decay . Chalutz E.A. Phytopathology 77(3):481-485 [jurnal on-line].sciencedirect.agroinnova. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Buck and Leon L. Weiss. The Yeast Debaryomyces hansenii as a ShortTerm Biological Control Agent against Fungal Spoilage of Sawn Pinus sylvestris Timber.br/scielo [31 Mar 2008]. Mariano. J. 48(6): 522–529. and apple with the yeasts Kloeckera apiculata and Candida guilliermondii. 1999. http://www. 2007. 1999.] 76(5): 470-473 S. Daus. Maranhão.International Journal of Food Microbiology [jurnal on-line].csa.org/pd/pdfs [31 Mar 2008].P. Can. Plant Disease [PLANT DIS. S. Braz J Med Biol Res 30(1):9-13. G.apsnet. Assis Sayonara M. Cohen.

Institute for Technology and Storage of Agricultural Products. http://users.ultranet/BiologyPages/F/Fungi.ma.com/jkimball.com/jkimball.ultranet/BiologyPages/F/Fungi.rcn.sciencedirect. http://www.ma.html 2008] [17 Juni .com/science [31 Mar 2008].rcn.12 of Citrus. Department of Postharvest Science.html http://users.

13 Matriks Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Pengamatan Lapangan P Penyiapan Suspensi Khamir Pengujian Pengamatan Pengolahan data Penulisan skripsi September Oktober Bulan November Januari Februari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.