Anda di halaman 1dari 12

Biksi, ualam aiti aslinya uan peitama, meiujuk paua pemilihan kata uan gaya

ekspiesi oleh penulis atau pembicaia. Aiti keuua, aiti "uiksi" yang lebih umum
uigambaikan uengan enunsiasi kata - seni beibicaia jelas sehingga setiap kata
uapat uiuengai uan uipahami hingga kompleksitas uan ekstiimitas teijauhnya. Aiti
keuua ini membicaiakan pengucapan uan intonasi, uaiipaua pemilihan kata uan
gaya.
Pemilihan kata atau uiksi lebih luas uaiipaua apa yang uisusun oleh jalinan
kata-kata. Pemilihan kata bukan saja uipeigunakan untuk menyatakan kata-kata
mana yang uipakai untuk mengungkapkan suatu iue atau gagasan, melainkan juga
meliputi peisoalan fiaseologi, gaya bahasa uan ungkapan ualam kalimat. Fiaseologis
mencnkup peisoalan kata-kata ualam pengelompokan atau susunannya, atau yang
menyangkut caia-caia khusus beibentuk ungkapan-ungkapan. uaya bahasa sebagai
bagian uaii uiksi yang beitalian uengan ungkapan-ungkapan inuiviuu atau
kaiakteiistik, atau memiliki nilai aitistik yang tinggi. 0ngkapan ualam kalimat
teiuiii uaii bebeiapa kata yang mempunyai makna yang sama uengan sebuah kata
teitentu
Bahasa teiuiii atas bebeiapa tataian giamatikal antaia lain kata, fiase, klausa,
uan kalimat. Kata meiupakan tataian teienuah uan kalimat meiupakan tataian
teitinggi. Begitu pula ketika mengaiang, kata meiupakan kunci utama membentuk
kaiangan. 0leh kaiena itu, sejumlah kata ualam Bahasa Inuonesia haius uipahami
agai iue maupun pesan seseoiang uapat uimengeiti. Balam kenyataannya, kata-kata
yang uigunakan untuk beikomunikasi haius uipahami ualam konteks kalimat, alinea
maupun wacana. Kata sebagai unsui bahasa, tiuak uapat uipeigunakan uengan
sewenang-wenang. Akan tetapi, kata-kata teisebut haius mengikuti kaiuah-kaiuah
yang benai.
Kata atau ayat aualah suatu unit uaii suatu bahasa yang menganuung aiti uan
teiuiii uaii satu atau lebih moifem. 0mumnya kata teiuiii uaii satu akai kata tanpa
atau uengan bebeiapa afiks. uabungan kata-kata uapat membentuk fiasa, klausa,
atau kalimat.



Balam tata bahasa baku bahasa Inuonesia, kelas kata teibagi menjaui tujuh kategoii,
yaitu:

. Nomina (kata benua); nama uaii seseoiang, tempat, atau semua benua uan segala
yang uibenuakan, misalnya buku, kuua.

. veiba (kata keija); kata yang menyatakan suatu tinuakan atau pengeitian
uinamis, misalnya baca, laii.
oveiba tiansitif (membunuh),
o veiba keija intiansitif (meninggal),
o Pelengkap (beiumah)

. Aujektiva (kata sifat); kata yang menjelaskan kata benua, misalnya keias, cepat.

. Auveibia (kata keteiangan); kata yang membeiikan keteiangan paua kata yang
bukan kata benua, misalnya sekaiang, agak.

. Pionomina (kata ganti); kata pengganti kata benua, misalnya ia, itu.

o 0iang peitama (kami),
o 0iang keuua (engkau),
o 0iang ketiga (meieka),
o Kata ganti kepunyaan (-nya),
o Kata ganti penunjuk (ini, itu)

. Numeialia (kata bilangan); kata yang menyatakan jumlah benua atau hal atau
menunjukkan uiutannya ualam suatu ueietan, misalnya satu, keuua.
o Angka kaiuinal (uuabelas)
o Angka oiuinal (keuuabelas)
. Kata tugas aualah jenis kata ui luai kata-kata ui atas yang beiuasaikan
peianannya uapat uibagi menjaui lima subkelompok

o pieposisi (kata uepan) (contoh: uaii),
o konjungsi (kata sambung) - Konjungsi beikooiuinasi (uan), Konjungsi suboiuinat
(kaiena),
o aitikula (kata sanuang) (contoh: sang, si) - 0mum ualam bahasa Eiopa (misalnya
the),
o inteijeksi (kata seiu) (contoh: wow, wah), uan
o paitikel.

P Penentuan batas kata
Balam ilmu linguistik baiat aua minimal lima caia ualam menentukan batas-batas
kata:
-Paua jeua
Seoiang pembicaia uisuiuh untuk mengulang kalimat yang uibeiikan secaia pelan,
uipeibolehkan untuk beiistiiahat uan mengambil jeua. Sang pembicaia maka akan
cenueiung memasukkan jeua paua batas-batas kata. Namun metoua ini tiuaklah
sempuina: sang pembicaia bisa uengan muuah memilah-milah kata-kata yang
teiuiii uaii banyak suku kata.
-Keutuhan
Seoiang pengguna uisuiuh untuk mengucapkan sebuah kalimat secaia keias uan
lalu uisuiuh untuk mengucapkannya lagi uan uitambah bebeiapa kata.
Bentuk bebas minimal
Konsep ini peitama kali uiusulkan oleh Leonaiu Bloomfielu. Kata-kata aualah
leksem, jaui satuan teikecil yang bisa beiuiii senuiii.
-Batas fonetis
Bebeiapa bahasa mempunyai atuian pelafazan khusus yang membuatnya muuah
uitinjau ui mana batas kata sejatinya. Nisalnya, ui bahasa yang secaia teiatui
menjatuhkan tekanan paua suku-kata teiakhii, maka batas kata mungkin jatuh
setelah masing-masing suku-kata yang uibeii tekanan. Contoh lain bisa uiuengaikan
paua bahasa yang mempunyai haimoni vokal (sepeiti bahasa Tuiki): vokal ualam
sebagian kata memiliki "kualitas" sama, oleh sebab itu batas kata mungkin teijaui
setiap kali kualitas huiuf hiuup beiganti. Tetapi, tiuak semua bahasa mempunyai
peiatuian fonetis sepeiti itu yang muuah, kalaupun iya, paua bahasa ini aua pula
peikecualiannya.
-Satuan semantis
Sepeiti paua banyak bentuk bebas yang minimal yang uisebut ui atas ini, metoue ini
memilah-milah kalimat ke ualam kesatuan-kesatuan semantiknya yang paling kecil.
Tetapi, bahasa seiing memuat kata yang mempunyai nilai semantik kecil (uan
seiing memainkan peian yang lebih giamatikal), atau kesatuan-kesatuan semantik
yang aualah kata majemuk.

Balam piakteknya, ahli bahasa mempeigunakan campuian semua metoue ini untuk
menentukan batas kata ualam kalimat. Namun penggunaan metoue ini, uefinisi
peisis kata seiing masih sangat sukai uitangkap.
Afiks, aualah sisipan yang uibubuhkan paua sebuah kata. Aua afiks-afiks beiikut:
. Piefiks
. Infiks
. Sufiks
Noifem, aualah satuan bentuk teikecil ualam sebuah bahasa yang masih memiliki
aiti uan tiuak bisa uibagi menjaui satuan yang lebih kecil lagi
Fiasa atau fiase aualah sebuah istilah linguistik. Lebih tepatnya, fiase meiupakan
satuan linguistik yang lebih besai uaii kata uan lebih kecil uaii klausa uan kalimat.
Fiase aualah kumpulan kata nonpieuikatif. Aitinya fiase tiuak memiliki pieuikat
ualam stiuktuinya. Itu yang membeuakan fiase uaii klausa uan kalimat. Simak
bebeiapa contoh fiase ui bawah ini:
ayam hitam saya
ayam hitam
ayam saya
iumah besai itu
iumah besai putih itu
iumah besai ui atas puncak gunung itu
Balam konstiuksi fiase-fiase ui atas, tiuak aua pieuikat. Lihat peibeuaannya
uibanuingkan uengan bebeiapa klausa ui bawah ini:
ayam saya hitam
iumah itu besai
iumah besai itu putih
iumah putih itu besai
iumah besai itu ui atas puncak gunung
Balam konstiuksi-konstiuksi klausa ui atas, hitam, besai, putih, besai, uan ui atas
puncak gunung aualah pieuikat.
P FRASE BAN KATA NA}EN0K
Fiase keiap uibeuakan uengan kata majemuk. Nakna fiase tiuak beibeua uengan
makna kata yang menjaui kepalainti fiase.
Nisalnya:
Neja hitam tetaplah beimakna meja, tetapi uitambahkan pewatas sifat hitam. Neja
kayu juga tetap meja, tetapi uitambahkan makna pewatas kayu.
Bi sisi lain, kata majemuk memiliki makna yang sangat jauh beibeua uengan makna
kata-kata yang menjaui unsui-unsuinya, sehingga kata majemuk keiap uisebut
memiliki makna iuiomatis.
Nisalnya:
Neja hijau ualam bahasa Inuonesia lebih beimakna 'siuang atau pengauilan', bukan
semata-mata meja yang beiwaina hijau. Tangan besi lebih beimakna kepemimpinan
yang keias alih-alih tangan yang teibuat uaii besi.
Bebeiapa jenis fiasa:
. . auveibial
. . aujektival
. . apositif
. . ekosentiis
. . enuosentiis
. . nominal
. . paiataktis
8. . pieposisional
9. . veibal
Klausa ualam tata bahasa, aualah sekumpulan kata yang teiuiii uaii subjek uan
pieuikat walau ualam bebeiapa bahasa uan bebeiapa jenis klausa, subjek uaii
klausa mungkin tiuak tampak secaia eksplisit uan hal ini khususnya umum ualam
Bahasa beisubyek nol. Sebuah kalimat paling seueihana teiuiii uaii satu klausa
seuangkan kalimat yang lebih iumit uapat teiuiii uaii bebeiapa klausa uan satu
klausa uapat juga teiuiii uaii bebeiapa klausa.
Klausa seiing kali ui kontiaskan uengan fiasa. Sebuah kumpulan kata uikatakan
sebagai klausa apabila ia mempunyai Kata keija finit uan subyeknya sementaia
sebuah fiasa beiisi kata keija finit namun tanpa subyeknya Fiasa kata keija, atau
tiuak beiisi kata keija. Sebagai contoh kalimat "Aku tiuak tahu kalau kau membuat
lukisan itu", "kau membuat lukisan itu" aualah klausa uan sebuah kalimat benuh
seuangkan "lukisan itu" uan "membuat lukisan itu" aualah sebuah fiasa. Ahli Bahasa
masa kini tiuak membuat peibeuaan sepeiti itu, meieka meneiima iue akan klausa
non-finit, klausa yang ui atui uisekitai kata keija non-finit.
P Klausa uepenuen uan inuepenuen
Klausa umumnya ui bagi menjaui klausa uepenuen uan klausa inuepenuen. Sebuah
klausa inuepenuen uapat beiuiii senuiii sebagai sebuah kalimat seuangkan klausa
uepenuen haius teihubung uengan klausa lainnya. Klausa inuepenuen uapat beiupa
anak kalimat atau kalimat yang setaia uengan klausa yang lainnya.
Leksem aualah satuan kata teikecil ualam sebuah bahasa uan biasa uimasukkan
sebagai entii atau lemma ualam sebuah kamus

* DIKSI *
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan aya
ekspresi oleh penulis atau pembicara. Dan menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, diksi berarti 'pilihan kata yan tepat dan selaras (dalam penunaannya)
untuk menunkapkan aasan sehina diperoleh etek tertentu (seperti yan
diharapkan)". Dari pernyataan itu tampak bahwa penuasaan kata seseoran akan
mempenaruhi keiatan berbahasanya, termasuk saat yan bersankutan membuat
karanan. $etiap kata memiliki makna tertentu untuk membuat aasan yan ada
dalam benak seseoran. Bahkan makna kata bisa saja diubah" saat diunakan
dalam kalimat yan berbeda. Hal ini menisyaratkan bahwa makna kata yan
sebenarnya akan diketahui saat diunakan dalam kalimat. Lebih dai itu, bisa saja
menimbulkan dampak atau reaksi yan berbeda jika diunakan dalam kalimat yan
berbeda. Berdasarkan hal itu dapat dikatakan bahwa diksi memean tema pentin
sebaai alat untuk menunkapkan aasan denan menharapkan etek aar
sesuai.Dari buku yan saya baca (Oorys Kerat .DIKSI DAN OAYA BAHA$A (2002),
hal. 2+) dituliskan beberapa point - point pentin tentan diksi, yaitu . Plilihan
kata atau diksi mencakup penertia katakata mana yan harus dipakai untuk
mencapai suatu aasan, baaimana membentuk penelompokan katakata yan
tepat atau menunakan unkapan - unkapan, dan aya mana yan palin baik
diunakan dalam suatu situasi. Pi,ihan kata atau diksi adalah kemampuan
membedakan secara tepat nuansa - nuansa makna dari aasan yan inin
disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yan sesuai (cocok)
denan situasi dan nilai rasa yan dimiliki kelompok masyarakat pendenar.
Pi,ihan kata yan tepat dan sesuai hanya dimunkinkan oleh penuasa sejumlah
besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. $edankan yan dimaksud
pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yan
dimiliki suatu bahasa.

HalHal Yan Mempenaruhi Pilihan KataPemakaian kata mencakup dua
masalah pokok, yakni pertama, masalah ketepatan memiliki kata untuk
menunkapkan sebuah aasan atau ide. Kedua, masalah kesesuaian atau
kecocokan dalam memperunakan kata tersebut. Menurut kerat Ketepatan pilihan
kata mempersoalkan kesanupan sebuah kata untuk menimbulkan aasanaasan
yan tepat pada imajinasi pembaca atau pendenar, seperti apa yan dipikirkan atau
dirasakan oleh penulis atau pembaca". Masalah pilihan akan menyankut makna
kata dan kosakatanya akan memberi keleluasaan kepada penulis, memilih katakata
yan dianap palin tepat mewakili pikirannya. Ketepan makna kata berantun
pada kemampuan penulis menetahui hubunanunan antara bentuk bahasa (kata)
denan reterennya. $eandainya kita dapat memilih kata denan tepat, maka tulisan
atau pembicaraan kita akan mudah menimbulkan aasan yan sama pada imajinasi
pembaca atau pendenar, seperti yan dirasakan atau dipikirkan oleh penulis atau
pembicara. Menetahui tepat tidaknya katakata yan kita unakan, bisa dilihat dari
reaksi oran yan menerima pesan kita, baik yan disampaikan secara lisan maupun
tulisan. Reaksinya bermacammacam, baik berupa reaksi verbal, maupun reaksi
nonverbal seperti meneluarkan tindakan atau perilaku yan sesuai denan yan kita
ucapkan. Aar dapat memilih katakata yan tepat, maka ada beberapa syarat yan
harus diperhatikan berikut ini.a. Kita harus bisa membedakan secara cermat kata
kata denitatit dan konotatit, bersinonim dan hampir bersinonim, katakata yan
mirip dalam ejaannya, seperti .bawabawah, koorperasikorporasi, intertensi
interterensi, danb. Hindari katakata ciptaan sendiri atau menutip katakata oran
terkenal yan belum diterima di masyarakat.c. Waspadalah dalam menunaan kata
kata yan berakhiran asin atau bersutiks bahasa asin, seperti .Kulturkultural,
bioloibiolois, idiomidiomatik, strateistrateis, dan lainlaind. Katakata yan
menunakan kata depan harus diunbakan secara idiomatik, seperti kata inat
harus inat akan bukan inat terhadap, membahayakan sesuatu bukan
membahayakan bai, takut akan bukan takut sesuatu.e. Kita harus membedakan
kata khusus dan kata umum.t. Kita harus memperhatikan perubahan makna yan
terjadi pada katakata yan sudah dikenal.. Kita harus memperhatikan
kelansunan pilihan kata.
3. Funsitunsi diksi ialah sebaai sarana menaktitkan keiatan berbahasa
(komunikasi) yan dilakukan seseoran untuk menyampaikan maksud serta
aasannya kepada oran lain. $edankan persuasi merupakan salah satu teknik
mempenaruhi oran denan menunakan cara tertentu baik melalui ucapan
maupun tulisan aar bersedia melakukan denan senan hati, yan pada akhirnya
dapat menubah sikap dan perilaku oran tersebut.+. Diksi Dalam Kalimat Dan
Cerita

Diksi dapat diartikan sebaai pilihan kata penaran untuk menambarkan cerita
mereka. Dan diksi bukan hanya berarti Pilihmemilih kata. Istilah ini bukan saja
diunakan untuk menyatakan aasan menceritakan peristiwa tetapi jua meliputi
persoalan aya bahasa, unkapanunkapan dsb.Oaya bahasa sebaai baian
dari diksi yan bertalian denan unkapanunkapan individu atau karakteristik,
atau memiliki nilai artistik yan tini. Pilihan kata bukanlah masalah sederhana
karena menyankut persoalan yan bersitat dinamis, inovatit, e kreatit sejalan
denan perkembanan masy penunturnya. Penulis yan blm berpenalaman sanat
sulit untuk menunkapkan ide aasan e biasanya sanat miskin variasi bahasa.
Akan tetapi, ada pula penulis yan sanat boros tidak etektit menunakan
perbendaharaan kata, sehina tidak ada isi yan terdapat di balik katakatanya. Kata
kata atau istilah tidak hanya sekedar menemban nilainilai indah (estetis),
melainkan jua nilainilai tilosoti dan pedaois karena dapat diunakan penulis
untuk menyimpan pesona makna yan terselubun simbolis, sehina untuk
memahaminya diperlukan interpretasi e renunanrenunan yan dalam.$ebelum
menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni.
masalah makna dan relasi makna. Makna sebuah kata sebuah kalimat merupakan
makna yan tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 199+. 60)
terbai atas beberapa kelompok yaitu .a. Makna Leksikal dan makna Oramatikalb.
Makna Reterensial dan Nonreterensialc. Makna Denotatit dan Konotatitd. Makna
Konseptual dan Makna Asosiatite. Makna Kata dan Makna Istilaht. Makna
Idiomatikal dan Peribahasa. Makna Kias dan LuasRelasi adalah hubunan makna
yan menyankut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim),
keandaan makna (polisemi dan ambiuitas), ketercakupan makna (hiponimi),
kelainan makna (homonimi), kelebihan makna (redundansi) dan sebaainya.
Adapun relasi makna terbai atas beberapa kelompok yaitu .a. Kesamaan Makna
($inonim)b. Kebalikan Makna (Antonim)c. Keandaan Makna (Polisemi dan
Ambiuitas)d. Ketercakupan Makna (Hiponimi)e. Kelebihan Makna
(Redundansi)Aar usaha mendayaunakan teknik penceritaan yan menarik lewat
pilihan kata maka diksi yan baik harus . Tepat memilih kata untuk
menunkapkan aasan hal yan 'diamanatkan' Diperlukan kemampuan untuk
membedakan secara tepat nuansanuansa makna sesuai denan aasan yan inin
disampaikan e kemampuan untuk menemukan bentuk yan sesuai denan situasi
e nilai rasa pembacanya. Pilihan kata yan tepat e sesuai hanya munkin kalau
penulis penaran menuasai sejumlah kosa kata (perbendaharaan kata) yan
dimiliki masyarakat bahasanya, serta mampu menerakkan e mendayaunakan
kekayaannya itu menjadi jarinjarin kalimat yan jelas e etektit.
5. Diksi Dalam Puisi
$etiap penyair untuk menutarakan apa yan terkandun dalam hatinya selalu
terikat kepada katakata yan diunakannya. $eoran penyair akan mempunyai aya
yan berbeda denan penyair lainnya dalam menunkapkan buah pikiran yan
akan dituankan dalam karyanya. Penyair selalu berhatihati denan penunaan
katakata, karena pemilihan katakata sanat menentukan kepadatan dan kejelasan
bahasa dalam karya puisi, dan memberi warna dalam karya puisi tersebut. Hal ini
terjadi karena pilihan kata atau diksi selain menandun arti yan tersirat, dan jua
dapat menyentuh atau menetarkan perasaan si pembaca atau penikmatnya.
Penyair serin menunakan diksi untuk membankitkan imaeri dalam melukiskan
sesuatu dalam karya puisinya. $etiap oran tentu inin menyampaikan perasaan dan
pendapatnya denan sejelas munkin kepada oran lain. Kadankadan denan
katakata biasa belum beitu jelas menerankan atau melukiskan sesuatu, maka
diperunakanlah persamaan, perbandinan serta katakata kias lainnya. Beitulah
para penyair menunakan diksi untuk memperjelas maksud serta menjelmakannya
dalam karya puisi tersebut sehina lebih menarik, bahkan dapat menyentuh serta
mendebarkan perasaan si pembaca dan peminatnya.
Penyair, terutama yan masih mulamula menauli puisi, serin teroda untuk
memilih katakata, trasa, atau idiom yan indahindah sebaaimana serin dijumpai
dalam karyakarya sastra klasik, syairsyair lau, atau kartukartu ucapan hari khusus,
seolaholah katakata tersebut sertamerta membuat sebuah sajak menjadi 'indah'.
Estetika bahasa seolah diyakini dapat dicapai melalui penunaan idiomidiom yan
klise tersebut, yan cenderun 'berbunabuna'. Etek estetik seakan menjadi satu
satunya yan pentin dalam proses penciptaan puisi, sehina rekanrekan penyair
yan muda penalaman serin kali melupakan elemenelemen lain yan tak kalah
pentinnya dalam puisi.Terlalu terpaku pada polesan kosmetika serin beresiko
memudarkan inner beauty, 'kecantikan dalam', aura seseoran. Beitu pula puisi,
ada 'tenaa dalam' yan jua (lebih) perlu mendapatkan perhatian penyair. Diksi,
sedikit banyak memean peranan pentin dalam memunculkan kekuatankekuatan
sebuah karya puisi, baik secara tisik semisal unsur bunyi (musikalitas), keunikan
komposisi, maupun secara nontisik seperti picuan asosiasi makna yan terbankit
dalam benak dan hati pembaca, etar emosi tertentu atau bahkan debar spiritual
yan tak terjelaskan yan dirasakan oleh seseoran seusai membaca sebuah
karya.Diksi tentu tak bisa dilepaskan dari kosa kata. Aar seoran penyair mampu
menolah diksi, ia dituntut memiliki perbendaharaan kata yan cukup kaya serta
upaya yan tekun dan tak kenal menyerah untuk mencari kemunkinan
kemunkinan bentukan komposisi kata yan unik, sear, dan menyarankan
kebaruan pada kadar tertentu. Di dalam puisi setiap kata, trasa atau bahkan larik
diupayakan untuk hadir denan alasan yan lebih kuat dari pada sekedar untuk
dekorasi semata. $edapat munkin katakata yan dipilih itu merankum sebanyak
munkin tenaa potensial puitik, sehina pada saatnya mampu memicu syarat
syarat puitik pembaca. Katakata yan dipilih dalam puisi sebaiknya bernas, telak,
sekalius enak didenar dan membekas dalam benak pembaca. Membekasnya
sebuah ucapucapan dalam puisi ini bisa jadi dikarenakan idiom tersebut memiliki
asosiasi tertentu yan membankitkan emosi tertentu dalam diri pembaca, munkin
karena meninatkannya pada penalaman pribadinya sendiri, atau karena idiom
tersebut memiliki keunikan tersendiri baik dalam hal bentuk atau bunyinya,
kebaruannya, atau bahkan keusilannya 'menerjai' simpulsimpul syarat puitik
pembaca. Memperkaya diri denan bacaanbacaan lintas disiplin, wawasan bahasa
lintas budaya, serta penalaman berbahasa maupun penalaman batin secara luas
baik dari interaksi denan oran lain, linkunan maupun denan diri sendiri
adalah beberapa upaya yan dapat disebut una menasah kepekaan diktit seoran
penyair.Kekuatan diksi dapat lambat laun dicapai melalui latihanlatihan empirik.
Dari situlah munkin dapat dimenerti menapa setiap penyair dapat dikenali aya
ucapnya melalui diksi dalam rankaian karyakarya puisinya. 'Dikenali' di sini lebih
bersitat intuitit ketimban tisik karena seoran penyair yan baik akan selalu
berusaha terus mencari dan menemukan idiomidiom yan belum pernah dipakai,
palin tidak oleh dirinya sendiri. Ini tentu akan menurani kemunkinan
ditemukannya penulananpenulanan dalam karyanya, sehina 'penenalan'
kita atas aya ucap penyair tersebut akan lebih bersitat menduadua sembari
merasakan eteknya alihalih menunjuk polapola yan kasat mata, meski tak dapat
dimunkiri kadankadan tanpa disadari (atau justru disenaja.) seoran penyair
meman ada memiliki katakata atau trasa 'tavorit' yan cenderun muncul dalam
sejumlah karyanya.Karya puisinya tetap mempunyai tujuan, dan pembacalah yan
berusaha untuk menatsirkan isi sesuai denan pokok persoalan yan dituankan
oleh penyair dalam sanjaknya. Hal ini sesuai denan pendapat pakar yan
menyatakan, membaca sanjak kita selalu menhadapi keadaan yan paradoksal.
Pada suatu pihak sebuah sanjak, atau lebih luas sebuah karya sastra seni umumnya
merupakan keseluruhan yan bulat, yan berdiri sendiri, yan otonom, dan yan
boleh dan harus kita pakai dan tatsirkan sendiri. (Teeuw, 1980.11). $esuai denan
judulnya, maka dalam kesempatan ini akan divas menenai diksi dalam karya puisi.
Tujuan dan penaruhnya bai pembacapeminat puisi itu sendiri. Pokok persoalan
dalam tulisan ini ditokuskan pada pendayaunaan kata yakni ketepatan dan
kecocokan untuk menunkapkan sebuah aasan, hal ini dapat kita lihat pada
sanjak Chairil Anwar yan berjudul, Cintaku ]auh di Pulau", $apardi Djoko
Damono dalam sanjaknya yan berjudul, $aat $ebelum Berankat", Berjalan di
Belakan ]enazah", $ehabis Menantar ]enazah", menunakan ketepatan dan
kecocokan katakata untuk membanun sanjaknya. Penulis memilih sanjak ini
sebaai contoh pembahasan bukan berarti bahwa sanjak penyair yan lain tidak
pentin, tetapi karena keterbatasan waktu, tidak memunkinkan untuk
membicarakannya menkaji secara keseluruhan dalam waktu yan relatit sinkat
dalam kesempatan ini. Atas dasar uraian ini maka penulis
memperkenalkan diksi dalam beberapa sanjak serta penaruhnya membanun karya
puisi itu sendiri.
6. Contah $erta $aran Pemilihan Kata Dalam Kalimat
Dalam dunia Broadcastin. tidak ada seoranpun yan mampu denan jelas
m'denar sebuah kalimat yan terdiri lebih dari 20 kata$o, naskah siaran e berita
yan kita buat harus rinkas e rampin KI$$ Keep It $hort and $imple.$bl
menulis kita memikirkan aasan ide secara utuh. Teknisnya, mulailah denan
membuat catatan ide, ketahui e pahami cerita dan peristiwanya, pikirkan, katakan
dan tuliskan.Pa saat memikirkan ide tulisan, kita dapat membayankan seperti akan
bercerita kpd seseoran yan kita kenal yan sedan berada di hadapan kita.
$ampaikanlah sesuatu yan akan kita ceritakan, e tuliskan persis seperti kita
bercerita.
"Rinkaslah kalimat yan akan disampaikan, jn boros katakata" Bukan. Menteri
keuanan menyatakan akibat dari lankah tersebut ialah akan meninkatnya kondisi
keuanan sektor swasta e memberikan peninkatan terhadap kepercayaan bisnis e
masyarakat secara umum
Tetapi. Menteri keuanan menatakan, lankahlankah itu akan membantu
keuanan sektor swasta
"Hindari penulanan kata yan tidak perlu" contoh. rencana yan akan datan,
alasannya karena, ramai berbondonbondon, maju ke depan, mundur ke belakan,
peristiwa lalu yan telah dilewati dan sebaainya.
"Hindari penunaan anak kalimat. Bahasa radio adalah bahasa tutur seharihari.
Dalam berbicara, kita jaran menunakan anak kalimat. ]ika menemukan anak
kalimat, pecahlah menjadi beberapa kalimat. $emakin sederhana struktur kalimat,
akan semakin baik". Bukan. Rumania yan aunnya mulai tenelam sejak
ditinalkan Oheore Hai, siap menalahkan tim manapun di Euro 2008 ini.
Tetapi. $ejak ditinalkan Oheore Hai, aun Rumania seperti tenelam.
Namun, Rumania tetap bertekad menalahkan tim manapun di Euro 2008 ini.
Hindari mendahulukan kata kerja" Bukan. Menuntut presiden $BY
membubarkan Ahmadiyah, demonstran dalam elomban besar berunjuk rasa di
depan Istana Neara.
Tetapi. Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Neara, menuntut
pembubaran Ahmadiyah.
]n menempatkan 'kata kerja pentin' di akhir kal, karena pembaca berita biasanya
menurunkan suaranya di akhir kalimat. ]ika hal ini terjadi, makna kata kunci tadi
akan hilan". Bukan. Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Neara,
menuntut Ahmadiyah dibubarkan.
Tetapi. Demonstran berunjuk rasa di depan Istana Neara, menuntut
pembubaran Ahmadiyah.
KesimpulanDiksi berarti pilihan kata yan tepat dan selaras (dalam
penunaannya) untuk menunkapkan aasan sehina diperoleh etek tertentu
(seperti yan diharapkan)".Diksi bertunsi sebaai sarana menaktitkan keiatan
berbahasa (komunikasi) yan dilakukan seseoran untuk menyampaikan maksud
serta aasannya kepada oran lainPemakaian kata mencakup dua masalah pokok,
yakni pertama, masalah ketepatan memiliki kata untuk menunkapkan sebuah
aasan atau ide. Kedua, masalah kesesuaian atau kecocokan dalam memperunakan
kata tersebut.