Anda di halaman 1dari 60

MODUL KOMUNITAS WEEK 1 A. Unclear Term NO 1.

ISTILAH Survey gizi PENGERTIAN Metodologi standar yang memberikan data objektif yang digunakan untuk menilai, memantau dan mengevaluasi situasi gizi di populasi. 2. Prevalensi Ukuran seberapa banyak penyakit atau kondisi tertentu pada populsi yang terjadi pada waktu tertentu dan tempat tertentu. 3. Overweight Keadaan gizi seseorang yang pemenuhan kebutuhannya melampaui batas lebih dari cukup dalam waktu cukup lama yang biasanya dicerminkan pada orang yang

kelebihan BB (terdiri dari penimbunan lemak, besar tulang, dan otot atau daging). 4. Quality control Suatu usaha untuk menjaga, mencapai, mempertahankan dan mengembangkan tingkat kualitas. 5. Possibe overweight 6. Riskesdas causes of penyebab yang paling memungkinkan terjadinya gizi lebih. Riset kesehatan dasar merupakan suatu upaya Depkes untuk mengetahui gambaran kesehatan penduduk yang dilaksanakan dengan cara survei, berskala nasional yang dapat mewakili tingkat kabupaten dan propinsi.

B.

Unclear term Purim : kualitas, mutu, sifat ( kamus bhs inggris ) Dita : control adalah pengawasan, pengaturan (Kamus bhs inggris). Jadi, quality control adalah Pengawasan mutu/kualitas

Purim : quality control

Adit : Prevalensi

Vera : umum, merata ( kamus bhs. Inggris ) Enab : jumlah total kasus penyakit tertentu yang terjadi pd waktu tertentu di wilayah tertentu ( kamus saku kedokteran dorlan, edisi 25 )

Ahada : Possible causes

Vera : penyebab yang mungkin terjadi

Dita : penyebab yang mungkin ( kamus bhs inggris ) Enab : survei gizi Sitya : Survei : penyelidikan, penelitian, peninjauan ( kamus bhs Indonesia ) Adit : penyelidikan dan penelitian yang berhubungan dengan gizi Sitya : overweight Andin : kelebihan berat (advanced pocket dictionary ) Aha : keadaan gizi seseorang yg pemenuhan kebutuhannya melampui batas lebih dari cukup (kelebihan) dalam waktu cukup lama ( kamus gizi ) Ela : Data Yasmin : bahan-bahan, pendapatan, keterangan ( kamus bhs Indonesia ) Adit : Nutritional Assessment Purim : Penilaian keadaan gizi seseorang. Assessment dapat dilakukan secara antropometri, biokimia, atau konsumsi makanan. Masing-masing pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangannya. ( kamus gizi ) Tata : Riskesdas

C. Unclear Term a. Prevalensi Jumlah kasus pnyakit yang terjadi dalam populasi pada waktu tertentu, pada suatu titik waktu tertentua atau selama period waktu. b. Survey Gizi Teknik riset peninjauan dengan memberi batas yang jelas atas data untuk melihat atau mempelajari kondisi gizi populasi c. Quality Control Pengendalian mutu atau kualitas. d. Overweight pada balita Keadaan gizi seseorang yang pemenuhan kebutuhannya melampaui betas lebih dari cukup dalam waktu cukup lama, dan batas gizi lebih dari balita antara lebih dari +2SD sampai dengan +3SD. e. Riskesdas Riset kesehatan dasar yaitu riset yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui masalah kesehatan dasar pada masyarakat.

f.

Nutritional Assessment Penilaian status gizi seseorang. Metodenya adalah anthropometry, biochemical, clinical, dan dietary, yang mana masing masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan.

D. UNCLEAR TERM NO 1 ISTILAH Andina: Prevalensi PENGERTIAN Andina: Jumlah kejadian dibanding jumlah populasi di suatu wilayah Denis: jumlah total kasus penyakit, terjadi pada waktu tertentu di wilayah tertentu. (Dorland) Aji: merata(kamus bhs. Inggris) Izza: setuju mbak andina. Prevalensi adalah

perbandingan antara yang sakit atau terkena masalah dengan jumlah anggota populasi di suatu wilayah tertentu. Harijadi: setuju dengan pendapat denis hanya ingin menambahkan jumlah kejadian yang baru maupun yang lama Leli: biasanya ditunjukkan dalam bilangan persen Adina: rata-rata

DK 2 Andina: jumlah orang dalam populasi yang menderita suatu penyakit. Pembilang dari angka ini adalah jumlah kasus yang ada, penyebutnya adalah populasi total pada waktu tertentu (Dorland, 2002) Leli: banyaknya subjek yang mengalami kejadian tertentu atau menderita penyakit tertentu pada suatu waktu tertentu (Dr. Danardono, MPH.2003. Biostatistika dan Epidemiologi (MMS-4411). Program Studi Statistika Jurusan Matematika FMIPA UGM) Denis : klarifikasi jawaban teman-teman kemarin, jika hasil dari kejadian dibandingkan dengan jumlah

anggota populasi hal itu disebut angka prevalensi, yang pengertiannya sendiri adalah jumlah semua kasus kejadian atau keadaan pada titik waktu tertentu dibagi dengan jumlah total populasi yang terkena resiko pada titik waktu yang sama, angka prevalensi paling sering digunakan untuk penyakit atau kejadian yang

berlangsung lama. (Sumber : Glosarium data dan informasi kesehatan, Pusat data dan informasi Depkes RI, 2006 ) 2 Indrie: Overweight Indrie: overweight = gizi lebih. Artinya ialah keadaan gizi seseorang yang pemenuhan kebutuhannya

melampaui batas lebih dari cukup (kelebihan) dalam waktu cukup lama. (Sandjaja, et al. 2010. Kamus Gizi. Jakarta: kompas) Ara: adanya kelebihan lemak dalam tubuh, bukan kelebihan berat badan Mita: intake dari makanan yang dikonsumsi lebih tinggi daripada output/kebutuhannya Denis: rangenya lebih dari + 3 SD

DK 2 Rohmah: Kelebihan BB dibanding standar normal. Obesitas adalah Kelebihan berat badan yang berasal dari lemak sedangkan overweight lebih mengacu pada kelebihan berat badan dibandingkan dengan standar normal. Berat badan overweight bisa berasal dari otot, tulang, organ- organ vital, dan sebagainya (medicine and health. http://id.shvoong.com/medicine-and-

health/nutrition/1745839-apa-bedanya-obesitas-danoverweight/#ixzz1aKqKcMYv.diakses tanggal 9 oktober 2011) Mita: Kelebihan berat badan dibandingkan dengan berat ideal yang dapat disebabkan oleh penimbunan jaringan lemak atau jaringan non lemak.

(Damayanti, 2002) Ika: Suatu keadaan dari akumulasi lemak tubuh berlebih dan dapat menimbulkan penyakit (alfyan, 2011-UNDIP) Leli: keadaan patologik (tidak sehat) yang disebabkan adanya ketidakseimbangan antara porsi tinggi dan berat badan melebihi ukuran persentase tertentu. ( Eti Murdani.2004.Hubungan Pengetahuan Gizi dan Konsumsi Zat Gizi Makro (Karbohidrat, Protein, Lemak) dengan Kejadian Kegemukan pada Remaja di Sman 1 Salatiga tahun 2004). Adina: Intake melebihi kebutuhan penggunaan (Prof. Dr.Achmad Djaeni Sediaotama, M. Sc. Ilmu Gizi Jilid 1. 2008. Dian Rakyat: Jakarta ) 3 Aji:Survei Andina: kegiatan analisis terhadap masalah kesehatan di suatu tempat tertentu agar dapat ,melakukan tindakan penanggulangan yang efisien dan efektif Indrie: tenik riset yang bertugas untuk mengadakan pemeriksaan, penyelidikan, peninjauan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1990) Leli: pemeriksaan, pengukuran(kamus bahasa inggris) Ika: teknik/ cara yang biasanya hasilnya berupa perhitungan dalam bentuk persentase. Mita: menambahkan dari mbak andina, kegiatan analisis ini melalui proses pengumpulan data,

pengolahan, dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan. Harijadi: Mau bertanya ke Aji, Apakah pertanyaannya survei saja, atau survei gizi? Denis: kegiatan analisis terhadap masalah gizi di suatu tempat dan bertujuan untuk memecahkan masalah gizi tersebut. Ara: peninjauan atau penilaian dari seorang supervisor terhadap suatu populasi.

Rohmah: pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakteristik (masalah gizi) suatu populasi pada saat tertentu (dengan sekali saja) Mita: kalau survei gizi itu merupakan salah satu program gizi untuk memantau status gizi masyarakat terutama kelompok rawan anak balita secara terusmenerus. Adina: menambahkan saudari mita, survei itu dilakukan di wilayah tertentu Izza: Apakah survei disini sama dengan surveillance? Harijadi: Menjawab pertanyaan Izza, survei dengan surveilenca berbeda. sepakat dengan pendapat

Rohmah, survei itu dilakukan sekali (sensus) dalam kurun waktu yang lama Aji: nanya ke denis? Cuma analisis aja? Adina: sepakat sama Harijadi, screening dan survei itu berbeda, dalam survei biasanya dilakukan screening

DK 2 Ara: making a single observation to measure and record something (m.alexander,management planning for nature

conversation) www.springlink.com scientific journal publisher Andi: Suatu Kondisi tertentu yang menghendaki kepastian informasi, terutama bagi orang yang bertanggung jawab atau tertarik ( Kamus Webster ) Indrie: digunakan untuk menentukan data dasar (database) gizi dan/atau menentukan status gizi kelompok populasi tertentu atau menyeluruh, dengan cara survei cross--sectional. (suyatno. pengantar penentuan status gizi. FKM UNDIP Semarang.) Adina: setuju dengan Mita dan menambah sedikit,

suatu penelitian yang dilakukan tanpa memberikan intervensi terhadap subjek penelitian sehingga disebut juga penelitian noneksperimen. (Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta :Jakarta) 4 Leli: balita Andin: anak di bawah umur 5 tahun (kamus gizi) Indrie: sependapat Leli: usia 1-5 tahun Mita: saya kurang setuju dengan pendapat leli, menurut saya balita itu bayi mulai umur 0 tahun sampai 4 tahun 11 bulan. Ara: berada dalam pengawasan orang tua Harijadi: Mau bertanya ke forum, Apakah Batita termasuk balita? Menurut saya balita adalah anak yang berumur 3 tahun sampai kurang dari sama dengan 5 tahun Izza: setuju dengan mbak andina. Balita adalah anak kurang dari uia 5 tahun. Bayi, baduta, atau batita semuanya masuk dalam golongan balita.

DK 2 Mita: Anak dengan usia dibawah 5 tahun dengan karakteristik pertumbuhan yakni pertumbuhan cepat pada usia 0-1 tahun dimana umur 5 bulan BB naik 2x BB lahir dan 3x BB lahir pada umur 1 tahun dan menjadi 4x pada umur 2 tahun. Pertumbuhan mulai lambat pada masa pra sekolah kenaikan BB kurang lebih 2kg/tahun, kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir. (Prof. Dr. Soetjiningsih SP Ak. 2001. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta:ECG) Denis : anak yang berusia 0-59 bulan (Sumber : Glosarium data dan informasi kesehatan, Pusat data dan informasi Depkes RI, 2006 ) Leli: bayi yang berada pada rentang usia 2 sampai 5

tahun dan dikenal dengan istilah golden age. (AnneAhira.2010.Periode Balita adalah Masa Emas. http://www.anneahira.com/balita-adalah.html. Diakses Minggu, 09 Oktober 2011 pukul 14.06 WIB) Harijadi: persagi usia 1-5 tahuh dibedakan Aji: Bayi yang berumur dibawah 5 tahun atau masih kecil yang perlu tempat bergantung pada seorang dewasa yang mempunyai kekuatan untuk mandiri dengan usaha ( Jurnal Universitas Sumatera ) Izza: Anak berumur dibawah lima tahun (usia 0 tahun sampai dengan 4 tahun 11 bulan). (Kamus Gizi) 5 Ika:quality control Indrie: teknik yang dilakukan untuk megawasi jalannya suatu kegiatan agar mencapai kualitas yang diinginkan. Harijadi: suatu prosedur (sop) yang dilakukan oleh sutu perusahaan yang bertujuan mengontrol kualitas dari suatu produk atau jasa agar kepuasan pelanggan meningkat Rohmah :pengontrolan kualitas dari suatu kegiatan, yag memiliki standar minimum dan contohnya dari mata kuliah PMM : pengadaan BM yaitu untuk kentang memiliki standart minimum diameter, berat, bentuk fisik, kalau tidak sesuai dengan kriteria tsb maka tidak akan diterima. Ika : mengendalikan kualitas. Adina: pegontrolan kualitas yang dilakukan oleh supervisor Harijadi: Tanya ke forum apakah quality control yang di tanyakan untuk megontrol proses assessment atau surveinya? Ara: diskenario sudah jelas , disebut bahwa ahli gizi melakukan survei dengan memeperhatikan Quality Control dalam utritional Assessment Indrie: sependapat Izza: sependapat dengan Ara. Di skenario sudah jelas.

Prinsip quality control itu adalah salah satu prinsip NA. Adina: nanya ke Izza: berarti apakah NA itu ada dalam quality control? Izza: Iya.

DK 2 Andina: teknik dan aktifitas untuk mencapai,

mempertahankan dan mengembangkan kualitas suatu produk (http://digilib.petra.ac.id/) Rohmah: profesi inspecting, testing dan grading. Dengan menggunakan sttistik sebagai analisa angkaangka (data-data) yang tepat sebagai jawaban untuk pembanding dan estimasi hasil yang baik dan yang tidak baik dipisah-pisahkan (grading) untuk mencapai mana yang dapat diterima mana yang akan ditolak. (Chang,peter.Pengendalian industry tekstil dan konfeksi) Ara: proses yang digunakan untuk menjami tingkat tertentu kualitas dalam produk atau jasa . Ini mungkin termasuk tindakan apapun. Untuk menyediakan mutu terpadu untuk

control dan verivikasi karakteristik tertentu dari produk atau jasa (www.wisegeek) Ika : aktivitas pengendalian material yang bertujuan secara aktual material agar sesuai dengan kondisi yang ditetapkan pada saat perencanaa. Proses kontrol material mencakup proses penerimaan material dan inspeksi penerimaan.( Supriyanto,2000 ) 6 Mita: riskesdas Izza: riset kesehatan dasar: kumpulan data yang diambil oleh pemerintah tentang data kesehatan masyarakat, yang datanya itu tentang standar

kehidupan masyarakat dan kesehatan masyarakat. Harijadi: menambahkan pendapat Izza, untuk

mengetahui faktor resiko dari suatu masalah atau

penyakit Andina: kurang setuju pendapat harjat, riskesdas itu suatu singkatan bukannya risk yang berarti resiko

DK 2 Izza: Riset berasis masyarakat untuk mendapatkan gambaran tentang kesehatan dasar masyarakat

termasuk biomedis yang dilaksanakan dengan cara survei rumah tangga di seluruh wilayah kabupaten secara serentak dan periodik.

(www.riskesdas.litbang.depkes.go.id) Indrie: merupakan riset kesehatan berbasis komunitas berskala nasional sampai tingkat kabupaten/ kota. Riskesdas ini dilaksanakan oleh badan penelitian dan pengembangan kesehatan (badan litbangkes)

kementrian kesehatan RI. Riskesdas direncanakan akan dilaksanakan secara periodik, dengan tujuan

melakukan evaluasi pencapaian programpembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, sekaligus sebagai bahan untuk perencanaan pembangunan kesehatan. ( Kementrian Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Riset Kesehatan Dasar 2010. www.riskesdas .litbang. depkes.go.id/2010/) Harijadi: Tanya apa itu termasuk survei? Izza: Iya, karena dilakukan untuk mendapatkan data. 7 Denis: possible causes Ara: penyebab yang mungkin terjadi yang dapat mengakibatkan overweight

DK 2 Indrie: penyebab yang memungkinkan terjadinya suatu kasus/ masalah (kamus bahasa inggris) 8 Harijadi: NA Indrie: Penilaian keadaan gizi seseorang. Assessment dapat dilakukan secara antropometri, biokimia, atau

konsumsi

makanan.

Masing-masing

pendekatan

mempunyai kelebihan dan kekurangannya. (Sandjaja, et al. 2010. Kamus Gizi. Jakarta: kompas)

DK 2 Leli: langkah pertama dalam pengobatan gizi meliputi data antropometri, biokimia, clinical, dan dietary intake.( Audis Bethea, Pharm.D.2003. Principles of Na) Mita: interpretasi informasi yang diperoleh

berdasarkan data Anthropometry, Biochemical, Clinical and Dietary. (Suyatno, Ir. MKes. Survei Konsumsi sebagaiI INDIKATOR STATUS GIZI. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang ) Izza: Ilmu yang mempelajari cara menentukan status gizi dengan menganalisa data riwayat medis, riwayat makan dan data social. Terdiri dari penilaian

antropometri, biokimia, klinik dan interaksi obatmakanan.(Mahan, 2008) 9 Andi: prinsip Aji: dasar(kamus bhs. Inggris) Indrie: dasar, asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berfikir, bertindak, dsb) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990) Ara: sebuah ideology

DK 2 Andina: dasar, permulaan, aturan pokok (Prinsipprinsip dan Asas Hukum Islam oleh Nurul Hakim)

Kumpulan Learning Issue A.

I. PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. Apa saja jenis survei gizi?

a. Berdasarkan lingkup area yang diambil Survei gizi lengkap

Tujuannya untuk mengetahui kondisi gizi yang menyeluruh dari suatu mesyarakat, mengenai segala aspek yang tercakup dalam sistim holistik gizi. Data yang dikumpulkan yaitu: Kondisi penyediaan pangan Kondisi sosial, budaya, ekonomi secara garis besar Kondisi demografi Kondisi kesehatan masyarakat Kondisi konsumsi Kondisi gizi Dari semua data tersebut dapat disusun atau disimpulkan taraf hidup masyarakat. Kekurangan-kekurangan dapat disimpulkan dan perbaikan dapat dicarikan dengan mempergunakan faktor-faktor yang mendukung dan yang merupakan kendala. Survei gizi parsial

Tujuannya untuk mengetahui aspek-aspek tertentu saja dari seluruh komponen taraf hidup. Misalnya penelitian dilakukan terhadap suatu masyarakat di daerah tertentu. Dengan tujuan umum dibatasi hana untuk mendapat gambaran tentang susunan konsumsi saja, maka tujuan-tujuan khusus dibatasi hanya mencakup komponen yang bersangkutan langsung atau tidak langsung dengan pola konsumsi saja, misalnya mengenai tingkat penghasilan, kondisi penyediaan pangan (produksi) dan impor pangan dari wilayah lain, pengetahuan tentang gizi dan kebiasaan makan, dsb. Survei gizi khusus

Termasuk survei gizi parsial. Mengumpulkan data yang berhubungan dengan defisiensi zat gizi tertentu. Misalnya vitamin A.

(Sediaoetama, Achmad Djaeni. 2009. ILMU GIZI untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta : Dian Rakyat)

b. Berdasarkan jangka waktu Survey gizi cross sectional : program sewaktu-waktu, menunjukkan angka prevalensi, berupa antropometrik parsial, studi non ekologi, non anggaran, studi non follow up, studi grup kecil

- Survey longitudinal : program jangka panjang, menunjukkan angka insidensi, berupa antropemetrik penuh, studi ekologi, memakai anggaran, studi membutuhkan follow up, studi komunitas (Chandra, budiman. Tanpa tahun. Buku ilmu kedokteran pencegahan komunitas. http://books.google.com/books?id=JhAVnACww5UC&pg=PA237&lpg=PA237&dq=tahap an+langkahlangkah+survei+gizi&source=bl&ots=PeZmMyAYqH&sig=wjbir1K7x8uqS63mEKOeOi7KId U&hl=en&ei=mT2QTrT7Ooa5iQfclq3vDQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=5&s qi=2&ved=0CEAQ6AEwBA#v=onepage&q&f=false. Diakses pada tanggal 8 oktober 2011 pukul 20.05)

2. Apa tahapan-tahapan yang dilakukan saat survei gizi? mengumpulkan informasi tentang keadaan gizi populasi informasi yg dikumpulkan yaitu asupan makanan dan gizi, faktor yg mempengaruhi asupan, status gizi, status kesehatan terkait gizi dapat melalui literatur data/jurnal gizi, data dari institusi lain mengenai eadaa sosial eonomi, demografi dan budaya, dari pemerintah -

merencanakan dan persiapan survey Menentukan tujuan dilakukannya survey gizi kelompok sasaran, target area dan waktu survei tersebut memilih indeks yang sesuai dengan masalah gizi Menentukan besar sampel dan metode sampling Mengembangkan instrument pengumpul data, menyusunnya, mengujinya, dan melakukan perbaikan

Menentukan jadwal survey Merekrut tim

Implementasi Memperkenalkan survei ke komunitas terutama pada lokal goverment tentang team survei dan tujuan survey

Aplikasi kuesioner Antropometri assessment Observasi kondisi rumah tangga

data processing dan analyzing entry data validity checks antropometri calculation

penyampain hasil dan persiapan untuk rencana intervensinya

(Nutrition Baseline survei, http://www.methodfinder.net/pdfmethods/gtz/gtz_method50.pdf)

3. Apa kendala dan solusi dalam melakukan survei gizi? KENDALA Masalah dari Populasi : masyarakat kurang teribat adanya non reponse respondense yaitu reponden menolak untuk diinterview, memenuhi syarat namun tidak dapat hadir, tidak memenuhi syarat sehingga dapat membiaskan hasil survey Masyarakat harus berani mengadu dan bertanya bila menyangkut gizi dan kesehatannya. interview dilengkapi oleh data control form untuk mengontrol kelengkapan responden yang diuji yaitu Interview profile form (nama, alamat, no telp dan TTL), Data entry A-1 (penandaan SOLUSI

responden yang non response), Master Tally Sheet (list semua responden, untuk melihat perkembangan pengumpulan data survey dan apakah perlu adanya tambahan nama responden)

Masalah dari Dana dana terbatas perencanaan dan persiapan yang

matang sebelum melakukan survey gizi agar dana dapat terinci dari awal dan dapat diminimalisir

Masalah dari Tenaga dibutuhkan tenaga ahli di bidang tertentu dalam melakukan survey gizi menyediakan lebih dari 1 tenaga ahli sesuai dalam tugasnya dalan survey gizi

Masalah dari Alat Alat ukur tidak sesuai Kesalahan pada alat ukur apabila pertanyaan pada form tidak dirumuskan dengan benar maka akan menimbulkan jawaban dangkal / tidak mencerminkan keadaan sebenarnya Masalah dari Pemerintah Aparat menutupi pemerintah keadaan yang sering Pemerintah tidak perlu takut bila mendapati warganya yang sakit atau kurang gizi atau yang memiliki masalah gizi untuk sesegera ditanggulangi. alat ukur sebaiknya di kalibrasi terlebih dahulu sebelum melakukan survey gizi pertanyaan di list sesuai dengan kondisi populasi dengan bahasa yang mudah dimengerti

masyarakat

sesungguhnya ( masy yg mengalami kekurangan gizi atau yg mengalami dengan masalah gizi)

(New Brunswick Department of Health and Wellness. 2005. Nutrition Survey. Diakses melalui http://www.gnt.ca/0051/pub/pdf/complete_version_e.pdf pada 8 oktober 2011) (Sediaoetama, Achmad Djaeni. 2009. ILMU GIZI untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta : Dian Rakyat)

4. Apa tujuan dilakukan survei gizi pada balita overweight? (The Mempelajari distribusi atau sebaran masalah gizi pada populasi Menguraikan penyebab masalah gizi baik penyebab langsung maupun tidak langsung Menentukan hubungan sebab akibat dari penyebab masalah gizi Memberikan intervensi untuk rencana program pencegahan dan penanganan gizi. Memberikan informasi dalam upaya perbaikan status gizi Mengetahui perkembangan prevalensi gizi pada balita 6th NATIONAL NUTRITION SURVEYS: Initial Results .

http://www.fnri.dost.gov.ph/files/fnri%20files/nns/6thnns.pdf oktober 2011 )

diakses pada tanggal 10

5. Hal apa yang mendasari dilakukannya survei gizi? Terjadinya berbagai masalah yang utamanya menyebabkan beban terhadap

kesejahteraan keluarga dan masyarakat sehubungan dengan prevalensi dan severetas keadaan kurang gizi, mempunyai resiko tinggi terhadap kematian dan buruknya status kesehatan masyarakat. Adanya pergeseran masalah gizi di populasi tersebut, sehingga dengan melakukan survey gizi dapat diketahui trend yang sedang terjadi di populasi Cenderung mengarah kepada tujuan survey gizi, hal yang mendasari dilakukannya survei gizi adalah Untuk dapat mengevaluasi intervensi gizi dengan membandingkan antara baseline data sebelum dan setelah intervensi Merujuk dari tujuan survey gizi, yang mendasari dilakukannya survey gizi ialah adanya upaya pencegahan, mengkontrol dan menangani masalah gizi masyarakat (Survei Konsumsi Sebagai Indikator Status Gizi, Suyatno Ir. MKes, Semarang

suyatno.blog.undip.ac.id/files/2009/11/psg-survei-konsumsi.pdf) 6. Siapa subjek dan sasaran saat melakukan survei gizi dan adakah batasan jumlah sasaran? Subjek Staf technical dengan pengetahuan tentang gizi atau kesehatan masyarakat ; Orang yang berpengalaman dalam gizi kesehatan masyarakat dan dapat melakukan intervensi gizi di komunitas Sasaran : o o Sasaran utama umumnya anak usia 6-59 bulan Tergantung pada tujuan survey misalnya dalam keadaan tertentu yakni bayi di bawah 6 bulan , WUS , anak-anak, remaja atau laki-laki o Para pengungsi dan orang-orang lain yang menjadi perhatian suatu lembaga bisa yang tinggal di kamp-kamp atau desa dan kabupaten o Kelompok masyarakat yang beresiko tinggi terhadap masalah gizi yang dipilih. (UNHCR . 2009 . Guidance on Nutrition Surveys . [online].

http://www.unhcr.org/47b40c912.pdf Diakses Tanggal 08 Oktober 2011 Pukul 20.00) Batasan : o Batasan jumlah balita yang harus diperiksa tergantung dari kepadatan penduduk. Jika kepadatan kurang dari 1000, berarti seluruh anak harus diperiksa. Bila lebih dari 1000, tidak semua harus diperiksa, kira-kira hanya 200 anak. Bila jumlah penduduk melebihi angka 20.000, anak balita yang diperiksa cukup 400.

Rumus

Jumlah subyek dihitung dengan formula perhitungan jumlah sampel minimal (n), dan untuk servei digunakan formula : n = (Z1-) 2 * p * (1-p) / d2 (Z1-) untuk 1- 95% = 1,96 p = proporsi subyek dg perilaku yang baik terhadap terkait masalah gizi (bila tidak diketahui = 50%) d = ketepatan relatif, biasanya sekitar 10% (Bardosono, saptawati. 2009. Survei Gizi Masyarakat.

http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/08a624ce626a9c910fb2cdb5b2b78a715f3000 93.pdf. diakses tanggal 8 oktober pukul 19.00)

7. Sumber data apa saja yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan survei gizi? data dinas kesehatan database organisasi kesehatan seperti WHO, Penelitian lingkup Nasional seperti Riskesdas, institusi akademisi misalnya hasil tesis mahasiswa yang memilik ISBN, data NGO dan literature elektronik seperti database yang dapat diakses secara online (Pubmed online database) (WHO Regional Office for Europe. 2007. The Challenge of obesity in The WHO European Region and The Strategies for Response. Diakses melalui http://www.

Euro.who.int/_data/assets/pdf_file/0010/74746/E90711.pdf pada 9 oktober 2011)

8. Komponen dalam nutritional assessment yang digunakan dalam survei gizi untuk overweight? WHZ = +2SD - +3SD atau 95th percentile

(WHO Regional Office for Europe. 2007. The Challenge of obesity in The WHO European Region and The Strategies for Response. Diakses melalui http://www.

Euro.who.int/_data/assets/pdf_file/0010/74746/E90711.pdf pada 9 oktober 2011) Pengukuran LILA pada balita. Cut off LILA untuk balita 12,5-13 cm, sehingga datas nilai ambang tersebut balita dapat dikatakan overweight (Bardosono, Saptawati. tanpa tahun. Penilaian Status Gizi Balita (Antropometri). www.staf.ui.ac.id. Iakses pada tanggal 9 Oktober 2011 pukul 19.00)

9. Bagaimana metode penggalian data untuk memperoleh data hasil prevalensi? (tools)

Eksperimen Observasi langsung ke lapangan Mengumpulkan informasi yang telah tersedia oleh pihak lain/data administrative Pengumpulan data sendiri (survei) House hold questionnaire Kuesioner untuk anak umur di bawah 12 tahun Kuesioner untuk subjek umur di atas 12 tahun Food frequency questionnaire Food intake questionnaire (24 hour dietary recall) Questionnaire digunakan untuk mengumpulkan data : pengukuran antropometri, data demografi, data biokimia, produksi dan penyimpanan makanan, dietary intake, resiko NCD.

(aryago,

mulia,

dkk.

2008.

Pemahaman

kegiatan

survey

sampel.

http://www.google.com/url....rja. Diakses tanggal 8 oktober 2011 pukul 19.45)

10. Bagaimana cara menghitung untuk mencari prevalensi? Ada 3 cara menyatakan prevalensi, yaitu : 1. Prevalensi dihitung dengan membagi jumlah orang dengan penyakit atau kondisi tertentu pada waktu tertentu dengan jumlah individu yang diperiksa. Misalnya Prevalensi = jumlah orang dengan penyakit atau kondisi tertentu/jumlah individu yang diperiksa = 519/6139 = 0,085 2. Prevalensi juga sering dinyatakan dengan persentase, dihitung dengan mengalikan rasio dengan 100. Misalnya prevalensi = 0,085x100=8,5% 3. Cara lainnya yang umum digunakan untuk menyatakan prevalensi jika prevalensinya rendah yaitu jumlah kasus per 100.000 populasi. Misalnya 66 kasus per 100.000 orang (Nicola Crichton. Prevalency and Incidence.Journal of clinical Nursing,9,178-188)

11. Bagaimana indikator prevalensi overweight (PHI) untuk balita overweight? PHI untuk kejadian overweight < 10% Low 10-19,9% medium 20-29,9% high

> 30% very high

(Gibson, 2005)

12. Bagaimana cara membaca interpretasi prevalensi? Berdasarkan PHI, angka prevalensi pada balita overweight= 20,9% mencerminkan kejadian overweight pada balita di Sumsel di kategorikan tinggi. (Gibson, 2005)

13. Apa saja penyebab timbulnya overweight pada balita dan indikator overweight? Possible cause overweight in children Karakteristik balita dan perilaku Factor genetic biasanya balita yang overweight berasal dari orang tua atau keluarga yang overweigth. Kebiasaan makan makan makanan dengan jumlah kalori yang lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhannya. Kebiasaan sarapan biasanya melewatkan sarapan, dan jika anak sudah melewatkan sarapan maka akan merasa lapar di siang atau malam hari sehingga saat makan mereka akan makan lebih banyak, Konsumsi fast food fast food banyak mengandung energy dari lemak, karbohidrat, dan gula akan meningkatkan resiko overweigth. Kurang sayur dan buah dapat mengurangi rasa lapar namun tidak menimbulkan kelebihan lemak maupun kolesterol Pola asuh ibu dan karakter keluarga Berat badan orangtua Tidak diberikan ASI Eksklusif saat bayi bayi yang diberikan makanan MPASI tidak sesuai umur yang dianjurkan atu diberikan MPASI terlebih dahulu akan meyebabkan terjadinya overweigth. Tingkat pendidikan ibu Kesibukan ibu Lingkungan keluarga Komunitas, demografi dan karakteristik social Iklan di televise Status sosioekonomi, etnik, lingkungan fisik

(Anonim, tanpa tahun. Possible Causse of Overweight and Obesity. www.pc.gov.au. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2011 pukul 20.30) Indikator overweight: Dewasa BMI 25 29,9 Anak-anak BMI > 95th percentiles Balita >2 SD - <3 SD (WHO, 2003)

14. Prinsip quality control dalam nutritional assessment Itu bagaimana? Quality Control : pemeriksaan akurasi dan presisi pada kalkulasi data sehingga Meliputi Menyiapkan prosedur yang jelas dan lengkap mengenai : Prosedur penentuan sampel Metode pengumpulan data berdasarkan kekhususan indicator yang akan dievaluasi (kualitatif atau kuantitatif) Penjelasan kuesioner/formulir Prosedur penyuntingan data Instruksi pengkodean untuk butir-butir yang belum terkode di dalam kuesioner Membuat buku kode

Melakukan pretesting kuesioner dan kalibrasi alat ukur Dilakukan uji coba (pretesting) kuesioner untuk mengidentifikasi masalahmasalah melalui umpan balik Mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang variasi jawabannya kecil sebagai bahan untuk perbaikan kuesioner Terhadap sejumlah alat ukur/instrument dilakukan kalibrasi alat Pelatihan tenaga pengumpul data dengan tujuan : Menjelaskan latar belakang dan tujuan studi Mendiskusikan arti pentingnya data yang lengkap dan benar Melakukan kajian terhadap prosedur pegangan Melakukan praktek pengumpulan data di lapangan dan melakukan evaluasi Mendiskusikan masalah yang ditemukan saat praktek dan mencari solusinya

Melakukan pengawasan mutu selama pengumpulan data dengan cara : Menugaskan satu tim pengumpul data Mewajibkan untuk menyunting data segera setelah data dikumpulkan

Mengangkat seorang staf pengawas lapang untuk meneliti kelengkapan penyuntingan data

Mengangkat seorang staf sebagai coordinator editing data

Melakukan pengawasan mutu selama pengolahan dan analisis data dengan cara : Membuat buku kode Analisis data dilakukan sesaat setelah data selesai diambil dan tidak menunggu sampai berakhirnya penelitian Melakukan suntingan data di computer dengan menggunakan pola rentang Melakukan pengecekan distribusi semua variable untuk melihat kepantasannya Control on Assessment Nutritional Therapy.

(Quality

http://nutritionaltherapycouncil.org.uk/trainers-1_3_476389210.pdf diakses pada tanggal 08 oktober 2011)

15. Perbedaan antara surveI, surveilans, dan screening? a. nutrition survey Data dikumpulkan hanya sekali untuk menentukan status gizi dasar dan status gizi populasi secara keseluruhan selain itu juga mampu mengidentifikasi area geografis dan kelompok sub-populasi yang berisiko malnutrisi kronis b. nutrition surveillance

Data dikumpulkan secara terus menerus untuk mengidentifikasi dan memantau status gizi pada kelompok populasi terpilih kemudian data dikumpulkan dianalisa dan dimanfaatkan selama periode waktu yang bisa diperpanjang. c. Nutrition screening

Data dikumpulkan menggunakan tools yang sederhana dan terjangkau yang dapat diaplikasikan secara cepat pada skala yang luas. Fahmida, Umi, dkk. 2007.Handbook Nutrition Assessment.Jakarta : UI Press

16. Metode survei gizi? Dan kelebihan dan kekurangan tiap metode? Metode survei gizi Langsung : antropometri, biokim, dietary Tidak langsung : survei konsumsi gizi, data statistik vital (mengidentifikasi outcome), faktor ekologi. (http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=5&ved=0CC4QFjAE&url=http%3A %2F%2Fsuyatno.blog.undip.ac.id%2Ffiles%2F2009%2F11%2Fpsg-survei-

konsumsi.pdf&rct=j&q=survei%20gizi&ei=86GRTvriO8HorQfSsLmYAQ&usg=AFQjCNFbkI qZq1rcO1On5QPyHhID6inndw&cad=rja diakses tanggal 9 Oktober 2011 jam 20.00)

Kelebihan dan kekurangan metode Kelebihan: Kelebihan antropometri 1. Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar 2. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli 3. Alat murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat 4. Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan 5. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau 6. Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada ambang batas yang jelas 7. Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasi ke generasi berikutnya 8. Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi

Kekurangan antropometri 1. Tidak sensitif: tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat, tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi tertentu, misal Fe dan Zn 2. Faktor di luar gizi (penyakit, genetik dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas pengukuran antropometri 3. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran 4. Kesalahan terjadi karena: pengukuran, perubahan hasil pengukuran (fisik dan komposisi jaringan), analisis dan asumsi yang keliru 5. Sumber kesalahan biasanya berhubungan dengan: latihan petugas yang tidak cukup, kesalahan alat, kesulitan pengukuran ( Susilowati . 2008 . Pengukuran Status Gizi Dengan Antropometri Gizi . [online] . http://www.eurekaindonesia.org/wp-content/uploads/antropometri-gizi.pdf Oktober 2011 Pukul 09.55 ) Diakses 11

Kekurangan kuesioner :

Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali padanya.

Seringkali sukar dicari validitasnya Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur Angket yang dikirim lewat pos pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%. Seringkali tidak dikembalikan tertutama jika dikirim lewat pos menurut penelitian

Waktu pengembaliannya tidak sama-sama, bahkan kadang-kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat

17. Langkah-langkah pembuatan kuisioner Tahap pembuatan kuesioner: Informasi apa saja yang akan disampaikan kepada responden Menyusun pertanyaan Pertanyaan terbuka Responden diberi kebebasan untuk menjawab tanpa ada batasan-batasan Pertanyaan tertutup Pertanyaan yang telah disediakan beberapa alternative jawaban, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang telah tersedia Pertanyaan campuran Merupakan sebagian pertanyaan terbuka dan tertutup. Jadi, merupakan gabungan atau kombinasi antara pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup ([anoname]. Metode Survey .

http://images.iwakcucut.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/Sew8pQoKCC0AAC Xyfmc1/METOD%20SURVEI.pdf?key=iwakcucut:journal:4&nmid=233175371 diakses pada tanggal 11 Oktober 2011 )

18. Perbedaan antara indeks, indikator dan parameter? Indikator merupakana suatu ukuran tidak langsung dari suatu kejadian atau kondisi. Misal : BB bayi berdasarkan umur merupakan indikator dari status gizi bayi tersebut. Untuk Indeks dan parameter hamper sama dengan teman-teman yaitu : Indeks

Indeks merupakan rasio dari suatu pengukuran terhadap satu atau lebih pengukuran atau yang dihubungkan dengan umur. Atau perbandingan dari parameter-parameter yang ada. Contoh : 1. BB/U (Berat Badan terhadap Umur) 2. TB/ U (Tinggi Badan terhadap Umur) 3. BB/ TB (Berat Badan terhadap Tinggi Badan) 4. Lila/ U (Lingkar Lengan Atas terhadap Umur) 5. Indeks Massa Tubuh (IMT) 6. Tebal Lemak Bawah Kulit menurut Umur 7. Rasio Lingkar Pinggang dan Pinggul Parameter Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia. Contoh : Umur, Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Lengan Atas, Lingkar Kepala, Lingkar Dada, Jaringan Lunak. Pengukuran Status Gizi dengan Antropometri Gizi, Susilowati, S.KM, 2008. http://www.eurekaindonesia.org/wp-content/uploads/antropometri-gizi.pdf

19. Perbedaan antara cut off dengan PHI? cutoff= ambang batas; PHI= indikator, prevalensi, interpretasi PHI= suatu ukuran yangg menggambarkan atau menunjukkan status kesehatan sekelompok orang pada populasi tertentu. (WHO.Indikator Kesehatan) cut off per individu, lalu diketahui apakah individu tersebut mengalami masalah gizi atau tidak; PHI untuk populasi lalu diketahui apakah masalah gizi di wilayah tersebut tergolong tinggi, sedang atau rendah. B. 1. Perbedaan survey, surveillance, screening?? Survei definisi Mb tata: kegiatan pengumpulan data yang dilakukan hanya 1 kali waktu yang bertujuan untuk mengetahui status gizi populasi secara keseluruhan. (SEAMEO, Surveillance Mb tata: Pemantauan berkelanjutan terhadap status gizi kelompok populasi tertentu dengan melakukan survei berulang. Screening Mbk tata : Pemeriksaan awal yang cepat dengan alat sederhana dan murah yang dapat diaplikasikan pada skala besar

2007)

Sitya: Survey yang dilakukan berulang agar Vera: data screening bisa digabungkan dengan adta surveillance.

Sitya: pengamatan tunggal untuk mengukur dan mencatat sesuatu (M.Alexander.2008. Management Planning for Nature Conversation. Chapter 5 Survey, Surveillance, Monitoring and Recoding)

prubahan dapat dideteksi (M.Alexander.2008. Management Planning for Nature Conversation. Chapter 5 Survey, Surveillance, Monitoring and Recoding)

Dita: screening adalah tools surveillance

Purim: screening bgian Dyah: untuk mendeteksi perubahan dari data surveillance karena dalam setiap surveillance pasti ada screening terlebih Enab:metode sistematis dalam mengumpulkan, mengkonsolidasi, menganalisis dan mendistribusikan data dahulu untuk menentukan indikator yang akan disurvey. (Surveilans Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat)

Dyah: Survey untuk melengkapi data-data yang belum lengkap Berdasar pada data yang dikumpulkan

dasar

Enab: 1. Menumpulkan data

dengan informasi penting pada distribusi dan penentuan penyakit

Enab: 2. Menyaring data Screening diperlukan jika data survey tidk lengkap (merujuk pada sumber Friedman, C, et all. Best Infection Control Practice for Patints with Extended Spectrum BetaLactamase Enterobacteriase.

Dita: mengumpulkan data yang dilakukan hanya sekali. Sumber : Suyatno, Ir.Mkes. Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Diponegoro Semarang. Survei Konsumsi Sebagai Indikator Status Gizi.

tertentu atau peristiwa (Friedman, C, et all. Best Infection Control Practice for Patints with Extended Spectrum BetaLactamase Enterobacteriase. International Infection Control Council) Vera: survey dan screening msuk surveillance

International Infection Dyah: Data yang digunakan Yasmin: screening ada Enab: 3. Mengamati data Dita : mengumpulkan data yang dilakukan berulang kali. Sumber : Suyatno, Ir.Mkes. Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Diponegoro Semarang. Survei Konsumsi Sebagai Indikator Status Gizi. Dita: -Survei dan screening adalah tools dari surveillance. Jadi survei dan screening merupakan bagian dari surveillance. Sumber: astdd. 2011. Basic Screening Survey : A Tool For Oral Health Suerveillance Not Research. -Mengumpulkan data hanya sekali dan dalam waktu yang cepat. Sumber : Suyatno, Ir.Mkes. Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Diponegoro Semarang. Survei Konsumsi Sebagai Indikator Status Gizi. dalam survey untuk menentukan sample yang digunakan dalam survey Control Council)

tujuan

Mbak tata: Dapat digunakan untuk mengetahui adanya malnutrisi kronik di populasi Epidemlogy disaster : The Johns Hopkins and IFRC Public Health Guide for Emergencies . http://www.ifrc.org/docs/p ubs/health/chapter4.pdf)

Mbak tata: Untuk memonitor kesehatan populasi dan mengidentifikasikan yang membutuhkan prioritas kesehatan

Mbak tata: Identifiksi individu

Enab: mgumpulkan, mgkonsolidasi dan ..

Dalam surveillance ada survey dan screening, namun belum tahu tahapannya (urutan).

2. Quality control dalam NA dan survey gizi?? Nutritional Assessment Purim: Survey Gizi Yasmin : Kontrol Kualitas Data Survei Gizi Menyiapkan prosedur yang jelas dan

1. Pelatihan ketat ennumerators dan supervisor

harus dilakukan dalam rangka untuk memastikan lengkap mengenai: anggota tim penilai semua mampu mengelola - prosedur penentuan sampel kuesioner dengan benar, membaca dan merekam - metode pengumpulan data berdasarkan pengukuran akurat; eksklusi dan inklusi kriteria. kekhususan indikator yang akan dievaluasi

2. Standarisasi pengukuran: latihan ini dilakukan (kualitatif atau kuantitatif) untuk meminimalkan interpersonal dan - penjelasan kuesioner/formulir

intrapersonal erros antara tim penilaian (trainee). - prosedur penyuntingan data latihan harus dilakukan sebagai berikut: - intruksi pengkodean untuk butir-butir yang

Peserta hati-hati melakukan pengukuran dan belum terkode di dalam kuesioner jelas mencatat hasil pada formulir - membuat buku kode Melakukan pretesting kuesioner dan standardisasi antropometrik samping nomor identifikasi anak.

kalibrasi alat ukur:

Pasangan harus tetap bersama anak sampai - dilakukan ujicoba (pretesting) kuesioner pelatih menginstruksikan mereka untuk untuk mengidentifikasi masalah-masalah melalui umpan balik telah mengambil - mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan

pindah ke anak berikutnya. Ketika semua peserta

pengukuran mereka, para pelatih harus yang variasi jawabannya kecil sebagai

menginstruksikan mereka untuk pindah ke bahan untuk perbaikan kuesioner.----- uji anak berikutnya mengikuti sebuah urutan Validitas dan reliabilitas numerik memulai. dan menunggu instruksi untuk - terhadap sejumlah instrumen/alat ukur (terutama: berat pangan) dilakukan kalibrasi

Proses ini diulang sampai semua anak diukur alat sebelum digunakan dan kalibrasi dan ditimbang oleh semua tim. dilakukan secara periodik. Pelatihan tenaga pengumpul data, Menggunakan peralatan yang sama untuk mengukur berat badan setiap anak dan tinggi.

dengan tujuan untuk:

Hanya satu tim harus dengan seorang anak - menjelaskan latar belakang dan tujuan studi pada satu waktu - mendiskusikan arti pentingnya data yang

3. Pre-test alat penilaian dan memastikan bahwa lengkap dan benar semua enumerator dapat mengelola mereka - melakukan kajian terhadap prosedur effectively. pegangan

4. Pemantauan ketat pekerjaan lapangan oleh orang- - melakukan praktek pengumpulan data di orang yang memenuhi syarat memastikan lapangan dan melakukan evaluasi dengan menguji variasi intra dan inter-personality

keakuratan data yang memeriksa untuk outliers.

5. Review harian untuk enumerator dan pengalaman - mendiskusikan masalah yang ditemukan supervisor dan kesulitan di lapangan. pada saat praktek lapangan dan mencari

6. Pengecekan isi kuisioner setiap hari, apakah ada jalan pemecahannya yang aneh atau tidak. Melakukan pengawasan mutu selama

7. Integritas peralatan - memastikan kalibrasi skala pengumpulan data dengan cara: dengan bobot yang standar dan posisi microtoa. - menugaskan satu tim pengumpul data,

8. Memeriksa apakah kuesioner diselesaikan saat misal: pada kelompok kasus dan kontrol masih di rumah tangga atau diisi sendiri. dlm jumlah yang sama secara bergiliran

9. Memeriksa silang kuesioner yang tersebar setiap untuk mencegah kesalahan sitematik. hari. - Mewajibkan untuk menyunting data segera

10. Mengkaji kemajuan setiap kali perencanaan setelah data dikumpulkan dengan menggunakan checklist. (Nutrition Assessment Guidelines: recommendations for Somalia. Dalam http://www.tulane.edu/~internut/Nutrition%20surve y%20guidelines%20for%20Somalia%20%20%20Revised%20March%20%202006.pdf). - mengangkat seorang staf pengawas lapang utk meneliti kelengkapan penyuntingan data - mengangkat seorang staf sebagai koordinator editing data yang bertugas untuk mengawasi pengeditan untu menjamin konsistensi pencatatan dan pengkodean serta mencatat komentar.

Enab: (lnjutan pnjelasn Purim) k. Manajemen tingkat data: data reguler pada data cleaning dan data entry , pengolahan frekuensi dll l. Melibatkan pengawas berpengalaman dan bertanggung jawab dan enumerator dalam pengumpulan data m. Verifikasi edema dan kematian oleh lebih dari satu orang dalam tim di tingkat rumah tangga. Idealnya anggota tim penilai semuaharus dalam konsensus tentang edema dan kasus kematian. n. Akuntansi dari semua anggota rumah tangga untuk membangun keberadaan mereka di rumah tangga tingkat: - absen, anak-anak di TFC o. Pengaturan logistik yang memadai (nutrition working group. 2006. Nutrition assessment guidelines for Somalia)

Melakukan pengawasan mutu selama

pengolahan dan analisis data dengan cara: - membuat buku kode dengan format dan kode untuk data mentah dan buku kode dengan diskripsi dari variabel baru yang dibuat untuk analisis. - pengumpulan data dilakukan sesaat setelah data selesai diambil dan tidak menunggu sampai berakhirnya penelitian - melakukan suntingan data di komputer dangan menggunakan pola rentang - melakukan pengecekan distribusi semua variabel untuk melihat kepantasannya. Sumber : Suyatno. SURVEI KONSUMSI SEBAGAI INDIKATOR STATUS GIZI. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang. http://suyatno.blog.undip.ac.id/files/2009/11

Vera: enumerator: terdiri dari tnga ksehatan, sedangkan supervisor tidak harus tenaga kesehatan Tugas enumerator: mengenalkan misi dr NA pd keluarga dan mendapatkan persetujuan dari keluarga tersebut, mengelola kuesioner rumah tangga, mengelola kuesioner kematian, membantu dalam pengukuran anthropometri, memastikan semua pertanyaan pada kuesioner sudah terjawab semua dengan benar Sumber : nutrition survey guidelines for Somalia Tugas enumerator meliputi : melakukan pengukuran antropometri, diagnose klinik dan biokimia, melakukan wawancara, penyelesain kuesioner dan berkomunikasi dengan masyarakat (Rainer Gross,dkk.

/psg-survei-konsumsi.pdf

Mbak tata : Quality control dalam pelaksanaan teknik sampling Hal yang menjadi perhatian adalah presisi. Alat yang utama untuk quality control adalah replikasi. (6th Committee Draft of the Eurachem/EUROLAB/CITAC/Nordtest Guide. 2006. Estimation of measurement uncertainty arising from sampling. www.samplersguide.com

1997. Guidelines for Nutrition Baseline Surveys In Communities. Jakarta : SEAMEO dan TROPMED)

Purim: Menurut saya quality control yang ada pada survey gizi sudah mencakup quality control dari assessment, hanya diambil secara garis besar, sedangkan bila ingin dijabarkan maka penjabaran tersebut telah ada dalam quality control dari assessment.

Dita: jadi, Point point quality control dalam survei gizi sudah mencakup dalam nutritional assessment. Maksudnya, point point quality control dalam nutritional assessment dijabarkan dalam survei gizi.

Mbak tata: Saat pendokumentasian, enumerator pembaca measurements membacakan dengan keras hasil pengukuran kemudian diulang dan dicatat oleh enumerator pencatat. Hal ini untuk mengurangi kesalahan dalam pendokumentasian. (FAO, UNICEF & Ministry of Health and Labour. 2005. NUTRITION SURVEY REPORT: HARGEISA RETURNEES AND IDP SETTLEMENTS, SOMALILAND. http://www.mbali.info/doc281.htm.

3. Bagaimana cara membuat Form kuisioner?? Ela: 1. Mengetahui tujuan survey 2. Menentukan sampel grup 3. Menulis kuisoner 4. Mengatur kuisoner 5. Mengiterpretasikan hasil

( www.cc.gatech.edu )

Ahada: hal apa saja yg dipertimbangkan dalam mmbuat isi kuisioner?? Sitya: setelah tahap penentuan tujuan ada tahap penentuan variable sehingga variable yang telah ditentukan dapat dibuat pertanyaan dalam kuesioner.(pendapat)

Andini: harus sesuai dengan tujuan survey. Sehingga kita mengetahui variable apa yang dibutuhkan dan dapat menentukan pertanyaan apa saja yang akan di tanyakan di dalam kuisioner Pertanyaan dapat ditulis semua sesuai dengan tujuan Pertanyaan dapat ditulis semua sesuai dengan tujuan

Enab: tanyakan kemungkinan2 yg jadi penyebab Mbak tata: Kriteria pertanyaan yang baik: 1. Singkat: kata-kata yang digunakan tidak perlu panjang, tapi bukan berarti harus disingkat sehingga kehilangan maksud yang diinginkan 2. Objektif: a. Menghindari pertanyaan yang mengarahkan jawaban b. Menghindari pertanyaan yang membebani atau melibatkan perasaan c. Menghindari peranyaan yang memberikan asumsi 3. Sederhana: menggunakan bahasa yang sederhana, tidak ambigu, 4. Spesifik (Gross, Rainer, et al. 1997)

Yasmin: sebelum membuat kuesioner terlebih dahulu menentukan variable dependen & independen kemudian menyusun matriks variabel indikator, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner harus sesuai dengan matriks variabel indikator

Vera: Contoh: intake makanan balita indicator: % E, KH, P, L Metode: 24 hours recall

Andin: temukan variable, menterjemahkan variable dan cara mengukur, mencari indicator standar

4. Siapa saja yg mngumpulkan data di Indonesia?? Ela: Data yang dikumpulkan meliputi keterangan ruta dan anggota ruta. Keterangan ruta meliputi identitas ruta, fasilitas pelayanan kesehatan, sanitasi lingkungan dan pengeluaran ruta. Keterangan individu meliputi identitas individu, penyakit menular, pengetahuan dan perilaku kesehatan, kesehatan anak, kesehatan ibu, cara KB, kehamilan dan pemeriksaan sesudah melahirkan, keguguran dan kehamilan yang tidak diinginkan, perilaku seksual, konsumsi makan dalam 24 jam kemarin. Yang melakukan : tenaga ahli terlatih dengan kualifikasi minimal tamatan D3 kesehatan Melly: Assessment coordinator Nutrition professional Enumerators Supervisors Food security spsecialist Public health professional C.

1. Cara melakukan survey gizi Survei gizi dilakukan melalui 5 tahap, yaitu : a. Mengumpulkan informasi yang tersedia berdasarkan situasi gizi dan lainnya seperti data demografi, sosioekonomi dan ekologi daerah survei b. Perencanaan dan persiapan dari survei gizi c. Implementasi dari survei gizi d. Pengolahan data, evaluasi, dan analisa e. Mendapatkan hasil untuk tindak lanjut (Gross, 1997) 2. Tujuan survey gizi a. Menetapkan baseline data dan mengestimasi apakah terjadi nutrition emergency/risiko nutrition emergency

b. Menentukan keparahan dan cakupan geografis nutrition emergency dan kelompok yang mungkin berisiko/terpengaruh c. Menilai kemungkinan perubahan (evolusi) dan dampaknya pada status kesehatan dan gizi, mencatat informasi sekunder (keamanan pangan, distribusi makanan dan respon terhadap krisis d. Menilai kebutuhan intervensi gizi dan mengidentifikasi pengukuran yang paling efektif untuk mencegah/memilimalisir nutrition emergency e. Menentukan kebutuhan untuk membuat/memperluas surveilens yang sudah ada sehingga keefektifan pengukuran dapat dimonitor terus (UNHCR, 2009) 3. Metode pengumpulan data Metode yang digunakan dalam survey gizi ada 2 yaitu, metode langsung dan tidak langsung. a. Metode langsung : Antropometri : digunakan untuk mengukur defisiensi gizi berupa penurunan tingkat fungsional dalam jaringan, terutama untuk mengetahui ketidakseimbangan protein dan energy kronik. Dapat mengukur malnutrisi sedang sampai berat akan tetapi tidak dapat mengukur tingkat defisiensi zat gizi spesifik. Kelebihan lainnya dalah dapat mengukur zat gizi masa lalu yang tidak dapat dilakukan dengan metode lain. Biokimia: untuk mengetahui terjadinya defisiensi berkurangnya derajat simoanan zat gizi dalam jaringan atau cairan tubuh Clinical : digunakan untuk mendeteksi data-data klinik dan tanda anatomic sebagai gejala malnutrisi, dengan cara melihat riwayat medis dan pemeriksaan fisik b. Tidak langsung : Survey konsumsi : mengidentifikasi tahap pertama dari defisiensi gizi yaitu ketidakseimbangan diet Data statistic vital : mengidentifikasi outcome (berupa mordibitas dan mortalitas) yang diakibatkan oleh defisiensi gizi Factor ekologi : mengidentifikasi factor non gizi ( social ekonomi dan demografi) yang dapat mempengaruhistatus gizi individu atau masyarakat (Suyatno, 2009) 4. Waktu pelaksanaan survey Survey gizi dapat dilakukan ketika muncul kondisi sebagai berikut:

a. Ketika ada indikasi masalah gizi akibat suatu kondisi defisit pangan di suatu area (Nutrition Working Group, 1997), yang dapat disebabkan oleh: Hunger gap Merupakan suatu periode dimana suatu wilayah mengalami kerawanan pangan, yang biasanya disebabkan oleh kekeringan dan gagal panen. Kondisi emergency/disaster Pada suatu kondisi bencana, perlu dilakukan survey gizi secara cepat untuk mengetahui status gizi korban bencana. b. Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi suatu program. (Ministry of Health republic of Uganda, 2009) 5. Tindak lanjut survey gizi Hasil survey dapat digunakan untuk memberi rekomendasi program yang tepat untuk intervensi masalah gizi yang muncul di masyarakat, sehingga prevalensi masalah gizi tersebut tidak semakin meningkat. Survey gizi dapat dijadikan landasan pelaksanaan suatu program, serta dapat dijadikan bentuk evaluasi suatu program. (Oxfam Great Britain, 2000) Survey dapat ditindaklanjuti dengan surveilans gizi, yang mana hasil surveilans dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan (WHO, 2009). 6. Pelaksana survey gizi Departemen yang menangani riset di suatu Negara. Di Indonesia misalnya Riskesdas, di New Zealand adalah Government Statistical Service. Peran seorang dietitian adalah jika dalam survey gizi diperlukan pengkajian mengenai status gizi (lewat form 24-hour recall, dll). (Parnell, 2000) Sementara yang langsung terjun dalam melaksanakan survey adalah survey team atau petugas survey. Petugas survey terbagi menjadi 3 bagian, yaitu coordinator, tim survey, dan tim lapangan. Koordinator bertugas mengawasi tim survey dan lapangan. Besar tim survey tergantung dari besar sample, waktu yang diberikan, dan sumber daya yang ada. Disarankan jumlah tim survey maksimal adalah 6 orang. Yang terakhir adalah tim lapangan, yang terdiri dari 3 orang, yaitu 1 orang sebagai ketua (mengawasi data yang dikumpulkan) dan 2 orang enumerator (bertanggung jawab dalam pengukuran antropometri). (Ministry of Health Republic of Uganda, 2009) 7. Prinsip quality control dalam survey gizi Dalam suatu survey gizi, perlu adanya suatu quality control untuk memastikan bahwa data yang didapat dalam survey bersifat reliable (dapat dipercaya) (Ministry of Health Republic of Uganda, 2009).

Prinsip quality control dalam survey gizi antara lain: a. menentukan prosedur yang jlas dan lengkap mengenai teknis prosedur penentuan sampel metode pengumpulan data berdasarkan kekhususan indikator yang akan dievaluasi (kualitatif atau kuantitatif) penjelasan kuesioner/formulir prosedur penyuntingan data intruksi pengkodean untuk butir-butir yang belum terkode di dalam kuesioner membuat buku kode b. Melakukan pretesting kuesionair dan alat ukur dilakukan ujicoba (pretesting) kuesioner untuk mengidentifikasi masalah-masalah melalui umpan balik mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang variasi jawabannya kecil sebagai bahan untuk perbaikan kuesioner.----- uji Validitas dan reliabilitas terhadap sejumlah instrumen/alat ukur (terutama: berat pangan) dilakukan kalibrasi alat sebelum digunakan dan kalibrasi dilakukan secara periodik. c. Pelatihan tenaga pengumpul data menjelaskan latar belakang dan tujuan studi mendiskusikan arti pentingnya data yang lengkap dan benar melakukan kajian terhadap prosedur pegangan melakukan praktek pengumpulan data di lapangan dan melakukan evaluasi dengan menguji variasi intra dan inter-personality mendiskusikan masalah yang ditemukan pada saat praktek lapangan dan mencari jalan pemecahannya. d. Melakukan pengawasan mutu selama pengumpulan data menugaskan satu tim pengumpul data, misal: pada kelompok kasus dan kontrol dlm jumlah yang sama secara bergiliran untuk mencegah kesalahan sitematik. Mewajibkan untuk menyunting data segera setelah data dikumpulkan mengangkat seorang staf pengawas lapang utk meneliti kelengkapan penyuntingan data mengangkat seorang staf sebagai koordinator editing data yang bertugas untuk mengawasi pengeditan untu menjamin konsistensi pencatatan dan pengkodean serta mencatat komentar. e. melakukan pengawasan mutu pengolahan,dan analisis data

membuah buku kode dengan format dan kode untuk data mentah dan buku kode dengan diskripsi dari variabel baru yang dibuat untuk analisis. pengumpulan data dilakukan sesaat setelah data selesai diambil dan tidak menunggu sampai berakhirnya penelitian melakukan suntingan data di komputer dangan menggunakan pola rentang melakukan pengecekan distribusi semua variabel untuk melihat kepantasannya. (Suyatno, 2009)

Berikut adalah tahapan pelatihan enumerator: 1. Seksi teoritis (menjelaskan metode-metode); 2. Seksi praktik (menggunakan kuesioner, penggunaan form entri data, melakukan antropometri, menggunakan tabel whz); 3. Field pilot test (survey ke daerah dengan kondisi mirip daerah survey); 4. Tes standarisasi; 5. Quality control (menilai apakah pengukuran akurat, respek terhadap survey methodology, mengecek form pengumpulan data dan alat-alat, dan identifikasi kemungkinan error) (Ministry of Health Republic of Uganda, 2009)

Selain memastikan presisi dan akurasi enumerator dalam pengukuran, alat yang digunakan dalam survey juga harus dikalibrasi, sehingga dapat diperoleh hasil pengukuran yang valid. Kalibrasi terhadap alat yang digunakan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 1. Manajer Teknis melakukan identifikasi peralatan yang berpengaruh langsung pada hasil pengujian dan membuat jadual kalibrasi untuk peralatan tersebut. 2. Alat-alat yang sudah dikalibrasi diberi label. Label mencakup tanggal kalibrasi, nilai kalibrasi dan ketidakpastian pengukurannya.Hasil kalibrasi direkam dalam Dokumen Pendukung. 3. Bila memungkinkan, setelah dilabel sekurang-kurangnya enam bulan sekali dilakukan pengecekan antara. 4. Apabila pengecekan antara masih sesuai dengan hasil kalibrasi sebelumnya, maka tidak dilakukan kalibrasi sampai pengecekan antara selanjutnya.

5. Apabila pengecekan antara menghasilkan nilai penyimpangan yang lebih besar dari kalibrasi sebelumnya, maka dilakukan kalibrasi ulang oleh institusi yang berkompeten. 6. Data hasil pengecekan antara direkam dalam Dokumen Pendukung.Bila

memungkinkan, juga dilakukan kalibrasi antara untuk standar acuan dan bahan acuan 7. Rekaman bahan standar acuan dan bahan acuan disimpan dalam Dokumen Pendukung (LSIH, 2011) 8. Cut-off overweight Untuk anak-anak, cut-off overweight yang dapat digunakan antara lain: a. Pengukuran berat badan (BB) yang dibandingkan dengan standar,bila BB > 120% BB standar. b. Pengukuran berat badan dibandingkan tinggi badan (BB/TB),bila BB/TB > persentile ke 95 atau > 120% 6 atau Z-score = + 2 SD. c. Pengukuran lemak subkutan dengan mengukur skinfold thickness (tebal lipatan kulit/TLK).bila TLK Triceps > persentil ke 85.6 d. Indeks Massa Tubuh (IMT), > persentil ke 95 (Hidayati, 2006) 9. Kendala survey gizi a. Mahal dilihat dari segi waktu ,uang, dan sumber daya manusia. b. Membutuhkan kemampuan dan training yang spesifik untuk memastikan agar implementasi dan interpretasi data benar. c. Ketidakcukupan data tentang aspek kebudayaan, nutritional habit dimana informasi ini memang sulit untuk didapatkan selama standarisasi survey. d. Tergantung pada jawaban peserta survey, dimana harus dibandingkan dengan observasi untuk memastikan bahwa data itu dapat dipercaya. Jika jawaban tidak sesuai maka dapat berisiko pada pengumpulan data sehingga tidak merefleksikan situasi yang sebenarnya. (Schall, 1997; Deckelbaum, 2001) 10. Penentuan sampel Dalam menentukan besarnya sampel, hal-hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan adalah :

1. Parameter apa yang akan diteliti (misalnya rata-rata, proporsi). Data perkiraan (statistik) disebut mewakili populasi jika angkanya mendekati parameter. Parameter 100, 95 disebut lebih mewakili dibandingkan dengan 90. 2. Besarnya populasi (N) atau banyaknya elemen populasi yang akan diambil sampelnya. 3. Bagaimana tingkat variasi atau heterogenitas populasi, dimana sampel akan diambil. Tingkat variasi atau heterogenitas populasi biasanya dinyatakan dengan s = standard error. (Honjo, 2005) 11. Tools untuk survey gizi Dalam survey gizi, tools yang biasanya digunakan adalah kuesioner, baik dalam bentuk anthropometric questionnaire, maupun dietary questionnaire. Tahapan pembuatan kuisioner adalah: 1. Setiap halaman kuisioner harus dimulai dengan kepala surat (cop) yang menyatakan nama institusi yang bertanggung jawab, nama survi, jenis kuisioner dengan nomor halaman. 2. Sebuah tempat tiga atau empat digit untuk rumah tangga harus diidentifikasi dibagian atas kuisioner (bagian cop/kepala surat atau kuisioner) 3. Setiap variabel harus diberi nomor urut (nomor variabel) 4. Urutan variabelharus mengikuti urutan logis yag berhubungan dengan topik dan prosedur penggumpulan data. 5. Dalam kuisioner individu atau rumah tangga yang akan disurvei dapat ditentukan dalam setiap survei baseline 6. Sebuah variabel dapat direcord sebagai respon atas pertanyaan, observasi, pengukuran dan perhitungan. 7. Teks pertanyaan yang diajukan selama survei harus dinyatakan secara penuh dalan kuisioner , sehingga pewawancara tidak memiliki keraguan tentang kata-kata selama wawancara. 8. Pertanyaan dengan konten sosiologi lebih mudah untuk menangani dengan pertanyaan terbuka yang memungkinkan flexibilitas yang lebih besar dan tidak ada resiko kehilangan informasi 9. Semua tanggapan harus tercantum pada kuisioner. Jawaban tidak boleh dibaca oleh yang diwawancarai (responden) 10. Kategori respon untuk pertanyaan harus memiliki kode yang berbeda 11. Masing-masing responden harus memiliki kode respon yang berbeda

12. Sisipkan nomor halaman (page .... from ... pages ) 13. Untuk memudahkan analisis, semua kode respon atau jawaban dinyatakan dalam angka 14. Angka respon khusus: (7) atau (77), jika jawaban yang diberikan belum diatur dalam coding atau lain. (8) atau (88) jika yang diwawancarai menjawab saya tidak tahu atau dalam kasus observasi ketika itu tidak mungkin untuk mengidentifikasi geala yang jelas dan (9) atau (99) jika responden tersebut tidak memberikan jawaban 15. Jika tidak ada jawaban dari kelompok responden untuk beberapa pertanyaan, pertanyaan itu sebaiknya dihilangkan 16. Setiap variabel harus memiliki sendiri kode variabel (max 8 digits) 17. Beberapa data diperlukan untuk analisis didasarkan pada perhitungan lebih lanut dari variabel. (Gross, 1997) 12. Pihak yang terlibat dalam survey gizi a. Petugas survey, terbagi menjadi 3 bagian, yaitu coordinator, tim survey dan tim lapangan. b. Target, yang dibagi menjadi dua, yaitu target primer dan target opsional. Target primer adalah target utama dan merupakan kelompok rawan. Sedangkan target opsional adalah komponen-komponen yang terkait dengan target utama. (Ministry of Health Republic og Uganda, 2009) 13. Persiapan survey gizi Objective of nutrition survey: a. Apa yang ingin di ukur?

b. Setelah mendapatkan hasil, akan digunakan untuk apa? c. Bagaimana respon organisasi yang terhadap hasil survey? d. Support informasi apa yang dibutuhkan oleh organisasi tersebut? Initial information to collect a. Indikasi dari hasil masalah gizi b. Konteks umum : perpindahan populasi c. Survey nutrisi yang dilakukn sebelum nya didaerah tersebut d. Food availability dan food prices How and where to find the information? a. UNDOS : populasi data, income data b. WHO/UNICEF : informasi kesehatan dan nutrisi (sekarang dan dahulu) c. FSAU/WFP/FAO : food, agriculture dan informasi nutrisi ( sekarang dan dahulu)

d. SCF-UK FEAT : informasi food ekonomi e. UNHCR : perpindahan populasi (Nutrition Working Group, 1997) 14. Data yang diperlukan dalam survey gizi Dalam survey gizi, data yang diperlukan sebelum memulai survey antara lain data demografi kependudukan wilayah sasaran, data kondisi kesehatan dan kondisi kesediaan pangan, data geografi wilayah sasaran, dan data sosio-ekonomi lain yang dapat menunjang persiapan suatu survey. Sedangkan dalam pelaksanaannya, data yang dikumpulkan saat survey dapat berupa data langsung atau data pengukuran dan data tidak langsung atau data yang lebih bersifat observatif. Data pengukuran biasanya didapat melalui antropometri langsung kepada target primer, sedangkan data tidak langsung seperti riwayat makan dan kondisi sosio-ekonomi dapat dikumpulkan baik melalui target primer, target opsional (misalnya keluarga target primer), maupun melalui informan yang reliable. Data yang diambil disesuaikan dengan indikator yang telah ditentukan pada perencanaan survey. Pada anak-anak, biasanya data antropometri yang diambil antara lain data tinggi badan atau panjang badan, berat badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala (anak di bawah 2 tahun). (Ministry of Health Republic of Uganda, 2009) 15. Analisa hasil survey gizi Terdapat dua tahap, yaitu: a. Persiapan Data mencakup langkah-langkah utama yang harus dilakukan, antara lain persiapan prasarana dan sarana untuk pengolahan data, entri data dan editing data, menghitung sampling weight, cleaning data, dan membuat file, mengarsipkan data , mengerjakan tabulasi. b. AnalisisData meliputi pengertian kategorisasi data, pendekatan analisisdesktiptif dan multivariat serta perhitungan berbagai statistik. (Surkesnas, 2010) Analisi harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa pertanyaan telah dijawab dengan baik. Dibutuhkan analisi interpretasi dan analisis deskriptif. ENA untuk SMART harus digunakan untuk menganalisa dari gizi dan data kematian. Jika data dikumpulkan menggunakan metode two-stage cluster sampling, maka analisa harus dilakukan pada salah satu data tanpa membedakannya. Hasilnya dikombinasi untuk memperkirakan dari seluruh populasi di mana sampel diambil. Pengumpulan data yang lain harus dianalisis menggunakan program computer yang sesuai seperti excel, epilnfo, SPSS, STATA, dsb.

(MInistryof Health Republic of Uganda, 2009) 16. Sasaran survey gizi Sasaran dari survei gizi umumnya populasi anak-anak dengan usia 6-59 bulan. Tapi sasaran juga bergantung berdasarkan tujuan dari survei, sehingga melibatkan grup lain seperti bayi di bawah umur 6 bulan, anak-anak yang lebih tua, dewasa, wanita, dan pria. Pengungsi yang tinggal di penampungan, desa, atau kota juga akan mempengaruhi desain dari survei dan hasilnya. Survei gizi terhadap penduduk nasional di sekitar penampungan berguna dilakukan karena dapat membandingkan status gizi dari pengungsi dengan populasi nasional serta perencanaan program pemberian makanan (UNHCR, 2009). 17. Cut-off overweight untuk populasi Obesitas pada anak merupakan suatu Global Burden Disease karena prevalensi obesitas pada anak meningkat tiap tahunnya secara signifikan. Efek dari obesitas pada anak tidak hanya terjadi semasa anak tersebut masih pada usia anak-anak, tapi juga dapat terjadi hingga seorang anak menjadi dewasa. Dewasa yang obesitas akan berisiko tinggi mengalami penyakit metabolik, kardiovaskular, dan berbagai komplikasi lain sehingga produktivitasnya menurun. (WHO, 2009) WHO belum menyebutkan adanya Public Health Indicator yang menunjukkan tingkat keparahan prevalensi obesitas di Indonesia. Prevalensi obesitas pada anak di suatu daerah dikatakan tinggi jika setelah prevalensi daerah dibandingkan dengan prevalensi Nasional hasilnya adalah prevalensi daerah lebih tinggi daripada prevalensi Nasional. 18. Interpretasi data survey gizi Interpretasi status gizi individu dilakukan dengan membandingkan data dengn cut-off sesuai indikator yang ditentukan. Survei yang banyak dilakukan di masyarakat biasanya untuk mengetahui jumlah kejadian malnutrisi, baik malnutrisi akut (interpretasi dengan cut-off Weight for Height atau BB/TB), malnutrisi kronik (interpretasi dengan cut-off Height for Age atau TB/U), underweight (interpretasi dengan cut-off Weight for Age atau BB/U), dan risiko mortalitas anak akibat status gizi kurang hingga buruk (interpretasi dengan menggunakan cut-off hasil pengukuran MUAC atau LiLA).

Untuk mengetahui tingkat keparahan kejadian yang terjadi di masyarakat, maka prevalensi dari malnutrisi tersebut dibandingkan dengan Public Health Indicator (PHI) sebagai berikut:

(Ministry of Health Republic of Uganda, 2009) 19. Perbedaan survey dan surveilans Nutritional Assessment Systems terdiri dari: Survei (Surveys) a. Digunakan untuk menentukan data dasar (database) gizi dan/atau menentukan status gizi kelompok populasi tertentu/menyeluruh. b. Dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi dan mendiskripsikan sub kelompok populasi yang at risk thd malnutrisi kronik c. Hasil survei gizi nasional dapat berguna untuk mengalokasikan sumberdaya pada kelompok yang membutuhkan dan untuk memformulasikan kebijakan bagi peningkatan status gizi pada keseluruhan populasi d. Survei juga dapat digunakan untuk mengevaluasi intervensi gizi dengan membandingkan antara baseline data sebelum dan setelah intervensi. e. Surveilen (Surveillance) a. Ciri khas yaitu monitoring berkelanjutan dari status gizi populasi tertentu, dimana data dikumpulkan, dianalisis dan digunakan untuk jangka waktu yang panjang, sehingga dapat mengidentifikasi penyebab malnutrisi kronik dan akut b. Hasil surveilen dapat digunakan untuk menyusun tindakan intervensi, selain juga dapat digunakan untuk memonitor pengaruh kebijakan pemerintah dan mengevaluasi efikasi dan efektivitas program intervensi gizi c. Skrining (Screening) a. Untuk mengidentifikasi individu malnutrisi yang memerlukan intervensi, dengan cara membandingkan hasil pengukuranpengukuran individu dengan baku rujukan tingkat risiko (cut off point). b. Dapat dilakukan pada suluruh populasi, sub populasi khusus yang berisiko, atau pada individu2 terpilih c. Diperlukan alat ukur yang sederhana, murah dan cepat untuk sasaran skala besar d. Intervensi (Intervention) a. Ditargetkan pada sub-kelompok populasi yang at risk b. Ada 3 type intervensi gizi: suplementation, fortification dan dietary approaches

Monitoring dan evaluasi menjadi komponen esesial pada semua program intervensi gizi. Monitoring digunakan untuk mengukur syarat pelayanan, utilisasi, cakupan, dan juga biaya program (Suyatno, 2009) D. 1. Pengertian survei gizi Survei adalah pengumpulan data (satu kali) yang tujuannya untuk membuat data dasar atau untuk memastikan status gizi suatu populasi. Sedangkan screening adalah penilaian status gizi secara cepat untuk menentukan kelompok yang beresiko dan tidak (Gibson, 2005). Surveillance: dengan ciri khas yaitu monitoring berkelanjutan dari status gizi populasi tertentu, dimana data dikumpulkan, dianalisis dan digunakan untuk jjangka waktu yang panjang, sehingga dapat mengidentifikasi penyebab malnutrisi. (WHO, diapdosi dari Suyatno. pengantar penentuan status gizi. FKM UNDIP Semarang.)

2.

Tujuan survei gizi Tujuan umum: Mengetahui data dasar kesehatan untuk keperluan perencanaan di tingkat kabupaten/ kota, provinsi dan nasional. Memperbaiki outcome kesehatan yang berkaitan dengan gizi, menginformasikan dan mengarahkan kebijakan pemerintah pada level tertinggi, dan menentukan model pendekatan dan menegaskan prioritas pemerintah Tujuan khusus: Mendorong penduduk untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, meningkatkan aktifitas fisik, memperbaiki keamanan pangan dalam rumah tangga, perbaikan pada akses pelayanan kesehatan, dsb. Mengukur prevalensi penyakit menular dan tidak menular, riwayat penyakit keturunan termasuk data biomedisnya. Mengetahui factor resiko penyakit menular dan tidak menular. Mengetahui ketanggapan sistem kesehatan di unit pelayananan kesehatan. Mengukur angka kematian dan menelusuri sebab kematian Mengalokasikan Sumber Daya pada kelompok yang membutuhkan Memformulasikan kebijakan untuk meningkatkan status gizi dari populasi

3.

Prinsip survei gizi a. Respect for person Selalu menghormati seseorang terkait dengan martabat, keyakinan (budaya dan agama) dan privasi. Setiap individu berhak untuk memutuskan apakah dia bersedia atau tidak mengikuti survei yang diadakan. b. Memberikan informasi (ada 3 komponen) Informasi yang memadai yang disediakan untuk penilaian yang akan dibuat. Informasi yang diberikan harus dalam bentuk dan cara yang memungkinkan untuk dimengerti semua orang. Departemen Kesehatan mengharuskan pelaksana survei untuk menyamakan bahasa untuk responden c. Privacy dan kerahasiaan Setiap informasi yang dikumpulkan yang digunakan untuk mengidentifikasi harus dirahasiakan. Pewawancara dilarang untuk untuk mengungkap informasi apapun kecuali kepada staf yang berwenang. d. Minimalkan bahaya Hanya staf professional yang dipekerjakan dengan pelatihan dan pengawasan. e. Budaya dan tanggung jawab social (ministry of health, New Zealand) http://www.moh.govt.nz/moh.nsf/indexmh/dataandstatistics-survei-info

4.

Jenis survei gizi a. Survei yang lengkap, yaitu yang mencakup seluruh populasi atau elemen-elemen yang menjadi objek penelitian. Survei tipe ini disebut sensus. Survei yang hanya menggunakan sebagian kecil dari populasi, atau hanya menggunakan sampel dari populasi. Jenis ini sering disebut sebagai sample survei method. b. Eksperimen adalah usaha pengumpulan data sedemikian rupa, sehingga memungkinkan memperoleh kesimpulan yang jelas, terutama kebenaran suatu hipotesis yang menyangkut hubungan sebab-akibat. Di dalam melakukan eksperimen, peneliti harus menciptakan suatu situasi buatan atau kondisi yang dimanipulasi, untuk dapat memperoleh data yang diperlukan untuk pengukuran suatu gejala yang tepat. Penelitian eksperimen tidak hanya dilakukan di suatu ruangan yang tertutup, seperti ruang laboratorium, tetapi juga dapat dilakukan di lingkungan yang tidak dibuat dengan desain khusus. Namun kedua cara ini mempunyai kekuatan dan kelemahan masing-masing.

(Sumber buku Metode Penelitian Kuantitatif karya Manasse Malo) Serta ada pula sumber yang mengatakan bahwa survei dibagi menjadi 2 yakni: a. Survei cross-sectional Paling sering digunakan. Metode ini merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dalam waktu singkat dan dapat digunakan sebagai data dasar (baseline) atau evaluasi yang bersifat periodic dari suatu program b. Survei longitudinal: Suatu survei yang kompleks dan mahal. Survei ini dapat menilai insiden (setiap waktu) dari beberapa kejadian dan factor yang mempengaruhinya serta determinan yang berhubungan dengan masalah tersebut (UI,FKM. 2010, Gizi dan Kesehatan Masyarakat,Jakarta.Rajawali Press)

5.

Metode yang digunakan dalam survei gizi a. Metode langsung : Antropometri, biokimia/biofisik, klinik. (Suyatno. pengantar penentuan status gizi. FKM UNDIP Semarang.) b. Tidak langsung: Dietary (Suyatno. pengantar penentuan status gizi. FKM UNDIP Semarang.)

6.

Tahapan yang dilakukan dalam survei gizi Tahapan menurut Standardized Monitoring and Assessment of Relief Transitions tahun 2006 ada 13: 1. Menentukan tujuan 2. Menentukan area dan populasi target 3. Menemui pimpinan area dan pejabat local yang berwenang 4. Menentukan waktu survei 5. Memilih metode sampling dan cluster 6. Mengumpulkan informasi 7. Menentukan informasi lain yang harus didapatkan 8. Menyiapkan peralatan dan sumber daya 9. Memilih tim 10.Training anggota tim 11.Melakukan survei

12.Memastikan akurasi data yang didapat dengan review kembali 13.Membuat laporan dan presentasi

Sumber lain juga mengatakan bahwa untuk melakukan survei melalui siklus triple AAA: Siklus triple A memiliki sejumlah langkah: 1. Assessment (pengkajian): menganalisis situasi, mengidentifikasi permasalahan dan memilih peluang bagi perbaikan 2. Mendefinisikan permasalahan secara operasional (tujuan umum, indikator, dan tujuan khusus) 3. Mengidentifikasi siapa yang akan bekerja menangani permasalahan itu. 4. Menganalisis dan mempelajari permasalahan untuk mengidentifikasi penyebab utama. 5. Mengembangkan solusi dan tindakan bagi perbaikan kualitas. 6. Mengimplementasikan dan mengevaluasi upaya memperbaiki kualitas. Michael JG, Barrie MM et al. Public Health Nutrition. Jakarta: ECG, 2008.

7.

Instrumen yang digunakan dalam survei gizi Kuesioner Pengukuran Lab biomedis Foodmodel : antropometri (BB, TB, LILA, Lingkar perut) : kantong plastic untuk sampel darah, peralatan medis (pengukur

tekanan darah, alat pemeriksaaan, penampung urin, penyimpanan specimen darah : untuk mengetahui perkiraan intake

(Saptawati Bardosono, Survei gizi Masyarakat 2009) (RISET KESEHATAN DASAR, badan litbang kesehatan, departemen kesehatan RI) http://www.riskesdas.litbang.depkes.go.id/banner.gif

8.

Kelebihan dan kekurangan metode langsung dan tidak langsung 1. Metode langsung Antropometri Kelebihan : alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat relative tidak membutuhkan tenaga ahli, (Pengukuran Status Gizi dengan Antropometri Gizi, Susilowati 2008) Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau

Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada ambang batas yang jelas Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasi ke generasi berikutnya Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi (Sumber : Pengukuran Status Gizi dengan Antropometri Gizi, Susilowati S.KM, Sekolah Tinggiu Ilmu Kesehatan Jend Ahmad Yani Cimahi, 2008 ) Kekurangan: tidak sensitive (tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat) tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi. ex : Zn dan Fe (Pengukuran Status Gizi dengan Antropometri Gizi, Susilowati 2008) Biokimia Kelebihan : Digunakan untuk deteksi awal perubahan metaboisme dan zat gizi sebelum munculnya tanda-tanda klinis Presisi, dan akurat Kekurangan: Waktu lama Mahal Tidak bisa digunakan dengan skala besar Butuh training dan fasilitas yang lebih daripada metode yang lan 2. Metode tidak langsung Dietary Kelebihan: Bisa mengestimasi intake zat gizi pada periode waktu yang lama Kekurangan: Wawancara atau pengumpulan data dengan kuesioner harus dlakukan oleh ahli gizi yang telah berpengalaman. (Dr. Soha Rashed, prof of comunity medicine . ALEXANDRIA FACULTY OF MEDICINE)

9.

Bagaimana prosedur penyusunan kueisioner? Procedur penyusunan kueisioner Langkah-langkah penyusunan kuesioner : 1. Merumuskan masalah penelitian

2. 2. 3. 4.

Masalah harus diidentifikasi dengan jelas Mengkonstruksikan kerangka teoritis Menyusun pernyataan hipotesis Merancang kuesioner

(Sumber Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Yapen) Serta sumber lain menyebutkan : Quistionaire step by step Menetapkan tujuan umum dan tujuan khusus Identifikasi semua variableyang relevan Definisi operasional variabel Kerangka konsep Membuat variabel dan indikator matrik Questionnaire

Dalam membuat kueisioner kita harus memiliki guideline,yakni: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Setiap salaman harus ada logi dan judul yang lengkap Harus memiliki digit atau nomor rumah tangga ,disetiap ujung kertas (berupa box) Setiap variabl ditadai dengan nomer yang tidak boleh diulang (1-20) Urutan harus sesuai denga data Setiap individu atau umah tangga baselinenya dapat beruba Variable merupakan hasil pencatatan terhadapan responden dari pertanyaa, observasi dll 7. 8. 9. Paham akan pertanyaan Pertanyaan yang terbuka sebaiknya berhubungan dengan sosialogikal Saat bertanya lihat responden (jujur/tidak) saat terjadi perubahan jawaban, berika pertanyaan yang intinya sama namun redaksinya berbeda 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Kategori responden harus tertutup (dokter dukun dll, lagsung ada pilihannya) Tiap responden harus berbeda omernya Sertakan foot note halaman (1 of page 20) Seua pertanyaan harus diberi nomer Unit data harus jelas (month , week ,etc) Beri box disamping pertanyaan Kejelasan dan kesepakatan special code yang tidak akan dihitung oleh spss Jika tidak ada jawaban dari semua responden maka pertanyaan itu dhilangkan Jangan biarkan responden melihat kuisioner

19.

Jangan terlalau lama dan jangan terlalu cepat, jangan focus terhadap satu pertanyaa saja, dan selalu perhatikan jawaban pertama

20. 21.

Cipatakan singkatan yang umum (yang=yg) makisimal 8 digit Pastikan sebelum pamit semua pertanyaan sudah terisi

(MT,2010)

10. Hal apa saja yang ditanyakan kepada responden untuk menemukan possible causes of overweight

Sumber: WHO 11. Kelebihan dan kekurang tool saat pengambilan data Berikut kelebihan dan kekurangan tool baik langsung maupun todak langsung Food record:

Kelebihan: format pertanyaan berujung terbuka yang tepat bagi semua pola makan, memberikan informasi yang sangat rinci tentang pola makan Kekurangan: memerlukan responden yang dapat membaca dan memiliki motivasi Memerlukan lebih dari atu hari untuk mengistemasi asupan yang biasa dimakan untuk tiap orang, pencatatan asupan makanan memperngaruhi pemilihan makanan 24 hour recall: Kelebihan: Format pertanyaan berujung terbuka yang tepat bagi semua pola makanan, memeberikan informasi yang sangat rinci, metode ini tidak memepegaruhi pemilihan makana Kekurangan: Memerlukan lebih dari satu hari untuk mengestimasi asupan yang biasa dimakan oloeh setiap orang, bergantung pada daya ingat responden dan kemampuan memeperkirakan takaran saji FFQ: Kelebihan: Menangkap data tentang asupan makanan, dapat dipindai degan mesin dan dengan demikian cocok bagi penelitian berskala besar,dapat digunakan bagi pengumpulan data retrospektif Kekurangan: Daftar bahan makanan tidak cocok bagi semua responden Memerlukan responden yang dapat ,membaca Antropometri: Kelebihan: Mudah dikumpulkan , akurat Kekurangan: Memepresentasikan aktifitas fisik disamping asupan makanan,hanya mencerminkan keseimbangan jangka panjang

12. Bagaimana prosedur training unutk enumerator? a. Pembukaan Dalam proses pembukaan diharapkan adanya kegiatan sebagai berikut : Laporan ketua penyelenggara Pengarahan dari pejabat yang berwenang tentang Riskesdas pelatihan bagi enumerator. b. Pre Test Pre test dilakukan dengan tujuan mengetahui dasar pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan, sebagai data dasar penilaian pencapaian tujuan pembelajaran. c. Membangun komitmen belajar dan perlunya

Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti proses pelatihan, kegiatannya antara lain: Perkenalan antara peserta dan para fasilitator dan perkenalan antar peserta, melalui : games. Mengemukakan kebutuhan/harapan, kekuatiran dan komitmen peserta selama pelatihan Kesepakatan para fasilitator, penyelenggara pelatihan dan peserta dalam

berinteraksi selama pelatihan berlangsung, meliputi: pengorganisasian kelas, kenyamanan kelas, keamanan kelas, administrasi dan keuangan, dan sebagainya. d. Pengisian pengetahuan/wawasan Materi dasar dari pelatihan ini, yaitu merupakan dasar dan kebijakan

penyelenggaraan Riset Kesehatan Dasar. Pembekalan materi dasar ini akan membuka wawasan peserta latih mengenai konsep dasar dan metode Riset Kesehatan Dasar sebagai landasan konseptual dalam pelaksanaan riskesdas. Peserta juga mendapatkan materi teknik wawancara dengan baik. e. Pemberian ketrampilan Pemberian ketrampilan dari proses pelatihan ini menggunakan metode simulasi, role play, serta demontrasi tentang : Pengisian kuesioner Pengukuran antropometri (berat dan tinggi/panjang badan) Pengambilan sampel sputum dahak dan pembuatan preparat darah tepi/jari Melakukan editing dan entry data f. Praktik kerja lapangan Proses dalam praktik kerja di lapangan dirancang untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang sudah didapatkan dari pelatihan. g. Rencana tindak lanjut Penugasan menyusun rencana tindak lanjut (RTL) merupakan kegiatan yang penting agar peserta dapat merencanakan kegiatan yang akan dilakukan ditempat tugasnya. RTL perlu dipresentasikan. Jika memungkinkan dihadiri tenaga/petugas lain yang akan terlibat pada kegiatan pengumpulan data (PJT, PJO, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Camat Lurah/Kades, petugas laboratorium, kurir, dll)

h. Evaluasi Evaluasi dilakukan tiap hari dengan cara me-review kegiatan proses pembelajaran yang sudah berlangsung, ini sebagai umpan balik untuk menyempurnakan proses pembelajaran selanjutnya. Disamping itu juga dilakukan proses umpan balik dari pelatih ke peserta berdasarkan penilaian penampilan peserta, baik dikelas maupun dilapangan. Post test dilakukan di hari terakhir, dengan tujuan mengevaluasi pengetahuan peserta setelah mengikuti proses pembelajaran. Pengetahuan yang dievaluasi adalah pengetahuan tentang Riskesdas 2010 dan hal-hal yang berkaitan dengan pengumpulan data, pengorganisasian lapangan, pemeriksaan biomedis dan lain-lain. i. Penutupan Acara penutupan dapat dijadikan sebagai upaya untuk mendapatkan masukan dari peserta ke penyelenggara dan fasilitator untuk perbaikan pelatihan yang akan datang. DIAGRAM ALUR PELATIHAN / TRAINING ENUMERATOR PEMBUKAAN

Pre Test

Wawasan:
Konsep Dasar dan Metode Riskesdas 2010 Tehnik wawancara Pengumpulan data Manajemen/administrasi

Ketrampilan :
Pengisian kuesioner Pengukuran antropometri Pengambilan sampel sputum dahak dan darah tepi (jari) Melatih Metode:Ceramah dan tanya jawab, video training, simulasi, bermain
peran, demontrasi, dan diskusi

Metode: -Ceramah dan tanya jawab,


simulasi, bermain peran -Diskusi

Praktek Kerja Lapangan

Penyusunan Rencana Tindak lanjut Post Test dan Evaluasi

Sumber : Balitbangkes .2010.Kurikulum pelatihan pengumpul data ( enumerator) Riskesdas 2010 .

13. Tujuan dari training enumerator Tujuan dari pelatihan / training bagi enumerator dan supervisor dan tanggung jawab masing-masing Tujuan Untuk Supervisor; Bertujuan untuk memberikan gambaran dan menjelaskan peran dan tanggung jawab supervisor dalam mengawasi kinerja enumerator selama proses pengambilan data berlangsung. Untuk Enumerator o Mengetahui tanggung jawab enumerator o Mampu menjelaskan peran dari enumerator berhubungan dengan pengambilan data dilapangan o Mampu melakukan wawancara dengan target responden yang terpilih Tanggung jawab a. Sebelum survei Supervisor o Supervisor membantu menyosialisasikan kegiatan survei pada Kepala Sekolah atau pihak terkait lainnya yang berhubungan dengan pengambilan data dilapangan. o Memastikan enumerator mew aw ancarai target responden yang tepat. o Supervisor memastikan enumerator memahami dan mengusai materi kuesioner. o Memastikan lembar pengecekan (Control Sheet) terdistribusikan kepada enumerator dengan baik serta mengarahakan pengisian nya dengan baik dan benar . o Supervisor dapat menyerahkan quisener kepada enumerator yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah responden Enumerator o Menghadiri pelatihan enumerator o Turun ke lapangan untuk mewawancarai responden

o Mencatat jawaban dari responden o Membawa catatan o Menjamin kualitas data b. Tanggung jawab saat di lapangan Supervisor o Melakukan supervisi proses wawancara yang dilakukan oleh enumerator terutama di hari-hari awal pengambilan data o Mengidentifikasi serta mengatasi masalah-masalah enumerator yang terjadi dilapangan o Melakukan observasi mengenai kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan oleh enumerator o Melakukan perubahan di lapangan. o Memberitahukan dan melaporkan masalah-masalah yang terjadi di lapangan kepada ARC M&E dan YRC Teams o Memeriksa kelengkapan isi quisener dan data responden o Menampung keluhan dari responden dan pihak terkait lainnya tentang tingkah laku Enumerator o Melakukan pengecekan terhadap kehadiran enumerator di lapangan Enumerator o Meminta izin pihak terkait sebelum melakukan wawancara dengan responden o Memperkenalkan diri sebelum melakukan wawancara termasuk o Menginformasikan maksud dan tujuan pelaksanaan wawancara kepada responden o Memastikan mendapatkan persetujuan sebelum melakukan wawancara dan mencantumkan persetujuan tersebut dalam lembar persetujuan o Memastikan terjalin hubungan baik dengan responden sebelum melakukan wawancara agar mendapatkan data yang akurat o Membangun perasaan nyaman selama melakukan wawancara dan menjamin data dari responden tersimpan dengan baik o Memberikan perhatian yang baik selama proses wawancara berlangsung o Mengecek kembali hasil wawancara secara detail termasuk waktu dan tanggal wawancara o Mencatat hal-hal penting selama proses wawancara berlangsung dan melaporkan kepada supervisor jika terjadi masalah-masalah yang menganggu proses wawancara o Memastikan seluruh pertanyaan dalam quisener sudah lengkap dan terisi seluruhnya

o Mengucapkan terima kasih kepada responden dan pihak terkait setelah melakukan wawancara c. Tanggung jawab usai di lapangan Supervisor o Memeriksa dan memutuskan data-data hasil survei yang tidak lengkap dan membutuhkan klarifikasi ulang o Mengumpulkan quisener kepada ARC M&E atau YRC dengan memberikan paraf yang menandakan kelengkapan quisener o Memastikan semua quisener terpenuhi dan lokasi target benar seperti yang di rencakan o Mengecek kelengkapan isi quisener yang diberikan oleh enumerator o Melengkapi lembar kerja supervisor Enumerator o Memastikan seluruh target responden sudah lengkap dengan yang direncanakan o Melaporkan seluruh hasil wawancara kepada supervisor masing-masing setelah melakukan cross check laporan o Sharing info dengan rekan- rekan yang belum menyelesaikan wawancara termasuk solusi jika menemukan masalah yang sama di lapangan Sumber : Irwansyah Yahya.2009.Persiapan Enumerator dan Supervisor. http://www.slideshare.net/irwansyah.yahya/presentasi-persiapan-enum-amp-supervisor diakses 10 Oktober 2011 pkul 16.31 WIB.

14. Metode apa yang digunakan untuk scenario ini Metode yang dapat digunakan untuk mengetahu possible causes of malnutrition adalah metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dapat menggunakan antropometri dan metode tidak langsung untuk mengambil data yang terkait dietary.

15. Tools apa yang digunakan untuk scenario ini Tools yang digunakan pada sekenario disini ialah kuisioner, alat-alat antropometri seperti timbangan berat badan, pengukur tinggi badan, panjang badan,serat didalam kuisioner disertakan pertanyaan FFQ dan computer atau software

16. Point pint pada quality control pada survei gizi a. Menyiapkan prosedur yang jelas dan lengkap mengenai

Prosedur penentuan sampel Metode pengumpulan data (kualitatif atau kuantitatif) Penjelasan quisionnaire/ formulir Prosedur penyuntingan data Instruksi pengkodean untuk butir-butir yang belum terkode dalam kuisionnaire Membuat buku kode b. Melakukan pretesting kuesioner dan kalibrasi alat ukur c. Pelatihan tenaga pengumpul data d. Melakukan pengawasan mutu selama pengumpulan data e. Melakukan pengawasan mutu selama pengolahan dan analisi data (Suyatno. Survei Konsumsi Sebagai Indikator Status Gizi. FKM UNDIP Semarang)

17. Procedure kalibrasi alat Cara kalibrasi timbangan BB a. Pasang timbangan dalam modus pound dengan menekan tombol LB/KG sampai muncul tulisan 000.0. Kalau tidak muncul maka tekan tombol zero untuk otomatis menyeimbangkan skala. b. Setelah menunjukkan zero maka tulis pada kertas kalibrasi. c. Letakkan pemberat pada timbangan dimulai dengan 25 pound bertahap sampai 250 pound. d. Tulis setiap kenaikan angka yang muncul pada kertas kalibrasi dengan penanda waktu/tanggal. Saat pemberat 100 pound, tulis berat dalam pound dan Kg untuk melihat keakuratan konversi pound/kg. e. Jika berat yang muncul di saat kalibrasi mengalami penyimpangan berat sebesar 1.5 pound dalam 3 tingkat maka harus segera dikonfirmasikan. (NATIONAL HEALTH AND NUTRITION EXAMINATION SURVEI III. Body Measurements (Anthropometry)) Untuk kalibrasi kuisioner kita lakukan pretest kuisioner: Ada 3 hal yang harus diperhatikan a. Perhatikan kultur bahasa dan budaya pada tempat yang akan dilakukan survei. b. Kuesioner yang pada sampel kecil (20-30 rumah tangga) harus jelas agar menghindari sistematik eror c. Setelah pertanyaan dalam kuesioner di perbaiki maka kuesioner telah selesai, di beri nomor, kemudian di cetak dan disebarkan

d. Setelah melakukan revisi pada kuesioner dan berdasarkan hasil pre test,kuesioner dapat dilanjutkan dengan penomoran baru, dan dicetak lalu didistribusikan pada survei (Nikolaus Schall. PRACTITIONERS GUIDE : NUTRITION BASELINE SUREY.) Langkah dalam menyempurnakan kuesioner a. Apakah pertanyaan perlu dihilangkan. Misal dalam penelitian internasional tentang nilai anak, untuk Indonesia tidak relevan jika ditanyakan hal-hal terkait dengan ideal tanpa anak, jadi untuk masyarakat kita alasan tidak menginginkan anak tidak relevan dan harus dihilangkan. b. Menambah pertanyaan tertentu. Ada kalanya kita perlu menambahkan pertanyaan tertentu, misal lupa menanyakan jenis kelamin. c. Mengecek ulang apakah pertanyaan bisa dimengerti baik oleh responden dan apakah pewawancara dapat menyampaikan pertanyaan dengan mudah. d. Mengubah urutan pertanyaan jika diperlukan. e. Mengubah pertanyaan yang sensitif diperlunak dengan mengubah bahasa f. Uji cobakan berapa lama wawancara menghabiskan waktu, ketika melebihi dari batas normal (diukur dari ekspresi responden) misal ketika wawancara lebih dari 3,5 jam dan responden banyak yang mulai merasa bosan, maka kita patut memperhatikan kembali kuesioner kita. g. Untuk mengetahui apakah sesuai dengan yang dimaksudkan hasil pretest ditabulasi, dari hasil tabulasi dapat diketahui pertanyaan nomer berapa sekiranya yang perlu diperbaiki. (Masri Singarimbun dan Tri Handayani. 2011. Metode Penelitian Survai. Jakarta:LP3ES)

18. Standarisasi enumerator Tujuan Standarisasi Untuk mengecek presisi Untuk mengetahui kemampuan ukur seseorang (Akurasi) Untuk mengevaluasi penyebab Supervisor = Gold Standar Presisi = d02 2 ds2 Akurasi = D2 3 ds2 D=sS

Keterangan enumerator

s : selisih pengukuran pertama dengan pengukuran kedua dari

S : selisih pengukuran pertama dengan pengukuran kedua dari Supervisor + : jika pengukuran kedua lebih kecil dari pengukuran pertama - : jika pengukuran kedua lebih besar dari pengukuran pertama