Anda di halaman 1dari 12

Kombinasi Linier

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Definisi Kombinasi Linier


Misalkan V ruang vektor. S={u1, u2, ..., un}V. Misalkan aV. Vektor a disebut dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari S, jika terdapat skalar-skalar (konstanta riil) k1, k2, ..., kn, sehingga memenuhi persamaan: k1u1+ k2u2+ ...+ knun=a Contoh: (a, b, c)=a(1, 0,0)+b(0,1,0)+c(0,0,1), berarti vektor (a, b, c) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari {(1, 0, 0), (0, 1, 0), (0, 0, 1)}

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Contoh Kombinasi Linier 1


Tunjukkan u=(2, 3, -1) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari W={a1=(1, 0, 1), a2=(0, 1, -1), a3=(1, 1, -1)} dan tuliskan bentuknya. Jawab: Akan dicari skalar-skalar k1, k2, dan k3 yang memenuhi: u= k1a1+ k2a2+ k3a3. (2, 3, -1)= k1(1, 0, 1)+ k2(0, 1, -1)+ k3(1, 1, -1) (2, 3, -1)=(k1, 0, k1)+ (0, k2, -k2)+ (k3, k3, - k3) (2, 3, -1)=( k1+ k3, k2+ k3, k1-k2-k3) Berarti membentuk sistem persamaan linier: 2= k1 + k3 3= k2 + k3 -1= k1 - k2 - k3 Untuk menghitung skalar-skalarnya dapat digunakan eliminasi Gauss-Jordan. Dari eliminasi Gauss-Jordan di dapat: k1=2, k2=3, dan k3=0. Berarti kombinasi liniernya adalah: u= 2a1+ 3a2

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Contoh Kombinasi Linier 3 (1/ 2)


Apakah a=(2, -1, 3) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari S={u1=(2, -2, 4), u2=(0, 1, 2), u3=(1, 0, 4)}? Jawab: Akan dicari k1, k2, dan k3 yang memenuhi persamaan: a=k1u1+k2u2+k3u3 (2, -1, 3)=k1(2, -2, 4)+k2(0, 1, 2)+k3(1, 0, 4) (2, -1, 3)=(2k1+k3, -2k1+k2, 4k1+2k2+4k3) Didapat sistem persamaan linier: 2 = 2k1 + k3 -1 = -2k1+ k2 3 = 4k1+2k2+4k3

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Contoh Kombinasi Linier 3 (2/2)


Dengan menggunakan eliminasi Gauss-Jordan sistem persamaan linier ini akan diselesaikan:

2 0 2 0 1 2 2 0 1 2 2 1 0 1 b + b ~ 0 1 1 1 ~ 0 1 2 1 4 2 4 3 b3 2b1 0 2 2 1 b3 2b2 0 0

1 1

2 1 0 3

Karena sistem persamaan linier di atas tidak mempunyai solusi, berarti a tidak dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari S.

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Contoh Kombinasi Linier 4 (1/ 2)


Apakah a=(2, -1, 6) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari S={u1=(2, -2, 4), u2=(0, 1, 2), u3=(1, 0, 4)}? Jawab: Akan dicari k1, k2, dan k3 yang memenuhi persamaan: a=k1u1+k2u2+k3u3 (2, -1, 6)=k1(2, -2, 4)+k2(0, 1, 2)+k3(1, 0, 4) (2, -1, 6)=(2k1+k3, -2k1+k2, 4k1+2k2+4k3) Didapat sistem persamaan linier: 2 = 2k1 + k3 -1 = -2k1+ k2 6 = 4k1+2k2+4k3

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Contoh Kombinasi Linier 4 (2/ 2)


Dengan menggunakan eliminasi Gauss-Jordan sistem persamaan linier ini akan diselesaikan:

2 0 1 2 2 1 0 1 b + b ~ 2 1 4 2 4 6 b3 2b1

2 0 1 2 0 1 1 1 ~ 0 2 2 2 b3 2b2

2 0 1 2 0 1 1 1 0 0 0 0

Karena sistem persamaan linier di atas mempunyai solusi tak hingga banyaknya, yaitu: k1= 1 t, k2=1 t, k3=t, berarti a dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari S, yaitu: a=(1 t)u1+(1 t)u2+ tu3 dengan t sebarang bilangan riil

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Kombinasi Linier-Sub Ruang (1/ 3)


Misalkan V Ruang Vektor dan B={v1, v2, ..., vr} V, Maka himpunan dari semua kombinasi linier dari B, yaitu: W={k1v1+k2v2+ +krvr| k1,k2, ,krR} membentuk sub ruang. Bukti: 1. Ambil k1=k2= ... = kr = 0, maka: 0v1+0v2+ ...+0vr =o. Jadi W .

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Kombinasi Linier-Sub Ruang (2/ 3)


2. Ambil u, w W. Akan diperlihatkan u+w W Misalkan u= l11v1+l12v2+ +l1rvr dimana l11,l12, ,l1rR dan w = l21v1+l22v2+ +l2rvr dimana l21,l22, ,l2rR {aksioma u+w= (l11v1+l12v2+ +l1rvr)+(l21v1+l22v2+ +l2rvr) asosiatif} = l11v1+l12v2+ +l1rvr + l21v1+l22v2+ +l2rvr {aksioma asosiatif} {aksioma = l11v1+ l21v1+l12v2+ l22v2+ +l1rvr + l2rvr distributif} = (l11+l21)v1+(l12+l22)v2+ +(l1r+l2r)vr {sifat bilangan riil} (l11+l21),(l12+l22), ,(l1r+l2r)R Jadi u+wW

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Kombinasi Linier-Sub Ruang (3/ 3)


3. Ambil uW dan cR. Akan diperlihatkan cuW Misalkan u=l11v1+l12v2+ +l1rvr dimana l11,l12, ,l1rR cu = c(l11v1+l12v2+ +l1rvr) distributif} = cl11v1+cl12v2+ +cl1rvr {sifat bilangan riil} cl11, cl12, , cl1rR Jadi cuW W sub ruang dari V

{aksioma

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Tantangan 1
1. Manakah vektor-vektor di bawah ini yang dapat dinyatakan sebagai
kombinasi linier dari S={a1=(1, -1, 0), a2=(0, 2, 1), a3=(1, 1, 1), a4=(1, 3, 2)}

a. b. c. d. e. f.

u=(2, 0, 1) u=(-1, 1, 1) u=(0, 2, 3) u=(4, 3, -1) u=(2, 1, -1) u=(0, 0, 1)

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Tantangan 2
2. 3. Apakah vektor-vektor pada bidang 3x + 2y z = 0, dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari S={a1=(2,0,3), a2=(0,1,2)}? Jelaskan! Manakah polinom-polinom di bawah ini yang dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari: S={p1=2+3x2, p2=-1+x+3x2, p3=3+x+9x2}

a. b. c. d. e. f.

3+x+2x2 2x + 5x2 1+x+6x2 2 + 2x +12x2 5 2x2 4+2x+15x2

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Membangun

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Membangun
Misalkan V ruang vektor. S={u1, u2, ..., ur} V. S disebut membangun V, jika setiap vektor di V dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari S atau terdapat skalar-skalar k1, k2, , krR, sehingga memenuhi: v= k1u1+k2u2+ +krur untuk setiap vV Contoh: S={e1=(1, 0, 0), e2=(0, 1, 0), e3=(0, 0, 1)} membangun R3. Karena setiap vektor di R3 dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari S, (k1, k2, k3)= k1e1 + k2e2 + k3e3. B={p1=1, p2=x, p3=x2} membangun P2. Karena setiap vektor di P2 dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari B, a+bx+cx2=ap1+bp2+cp3.

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Contoh Membangun
Apakah himpunan-himpunan di bawah ini membangun ruang vektor yang sesuai? a. B={u1=(1, 2), u2=(-1, 1), u3=(0, 3)} b. Q={p1=2+x+2x2, p2=-1 + 2x +3x2, p3=3x + 4x2} 2 0 0 3 1 0 c. M= Jawab: a. BR2, ambil w=(a, b). Apakah w=(a, b) dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari B, w=k1u1+k2u2+k3u3 selalu mempunyai solusi?

m 1 = , m 2 = 2 1, m 3 = 2 1 1 0

(a, b)=k1(1, 2)+k2(-1, 1)+k3(0, 3) (a, b)=(k1, 2k1)+ (-k2, k2)+ (0, 3k3) (a, b)=(k1 - k2, 2k1 + k2 + 3k3) Didapat sistem persamaan linier: a= k1 - k2 b=2k1 + k2 + 3k3

Diselesaikan menggunakan eliminasi Gauss-Jordan GaussAljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Jawab Membangun (1/5)


a+b 1 1 0 a 1 1 0 a 1 1 0 a b1 +b2 1 0 1 3 2 1 3 b b 2b ~ 0 3 3 b-2a 1 b2 ~ (b- 2a) ~ (b - 2a) 3 0 1 1 1 2 0 1 1 3 3 dikembalikan ke bentuk sistem persamaan linier, didapat: a+b k1 + k3 = 3 b - 2a k2 + k3 = 3 dengan subtitusi mundur, didapat: a +b k1 = k3 3 b - 2a k2 = k3 3 karena k3 dapat bernilai sebarang, maka k3 dimisalkan sebagai sebuah parameter, k3=t, sehingga, k1=(a+b)/3 -t, dan k2=(b-2a)/3 - t, yang berarti selalu mempunyai solusi. Jadi, B membangun R2.
Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Jawab Membangun (2/5)


Karena QP2, maka akan ditunjukkan bahwa Q membangun P2 atau w=k1p1+k2p2+k3p3 selalu mempunyai solusi dengan w=a+bx+cx2. a+bx+cx2= k1(2+x+2x2)+k2(-1 + 2x +3x2)+k3(3x + 4x2) a+bx+cx2= (2k1+ k1x+2k1x2)+ (-k2 + 2k2x +3k2x2)+ (3k3x + 4k3x2) a+bx+cx2= (2k1 - k2)+ (k1 + 2k2 + 3k3)x + (2k1 + 3k2 + 4k3)x2 Didapat sistem persamaan linier: 2 1 0 k 1 a a=2k1 - k2 1 2 3 k = b b= k1 + 2k2 + 3k3 2 c=2k1 + 3k2 + 4k3

4 k 3

Persamaan matrik di atas selalu mempunyai solusi, jika matrik koefisien mempunyai invers, berarti determinan matrik koefisien tidak sama dengan nol. 2 1 0 b1 2b2 0 5 6 5 6 =-(10-6)=-40 1 2 3 3 = = 1 2 1 2 2 3 4 b3 2b2 0 1 2 Jadi, Q membangun P2.
Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Jawab Membangun (3/5)


Karena MM2x2, maka akan ditunjukkan bahwa M membangun M2x2. Berarti pula apakah persamaan w=k1m1+k2m2+k3m3 selalu mempunyai solusi untuk bentuk umum w, w= a b Didapat sistem persamaan linier: a= 2k1 + k3 b= 3k2 c= -k1 + 2k2 + 2k3 0 3 1 0 a b = 2 0 d= k2 + k3 c d k1 1 0 + k2 2 1 + k3 2 1 Diselesaikan menggunakan eliminasi 2k 1 + k 3 3k 2 Gauss-Jordan: a b = c d k 1 + 2k 2 + 2k 3 k 2 + k 3
2 0 1 0 0 1 a b3 1 0 3 0 b ~ 2 2 2 c b1 0 1 1 d
2 2 c 3 0 b 0 1 a b3 + 2b1 1 1 d
1 0 ~ 0 0 c 3 0 b b4 ~ 4 5 a + 2c 1 1 d b2 2 2

c d

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Jawab Membangun (4/6)


1 0 0 0 2 1 4 3

1 2 c 0 1 d ~ 0 5 a + 2c b3 4b2 0 b b4 3b2 0 c d

2 1

~ 0 1 a + 2c - 4d 0 3 b - 3d b4 + 3b3 2 1 c d

1 0 0 0

2 2 1 1

0 1 a + 2c - 4d 0 0 3a + 6c + b - 15d

Sistem persamaan linier di atas, hanya mempunyai solusi jika 3a+b+6c15d=0, sedangkan yang diminta untuk sebarang nilai: a, b, c, dan d. Jadi, ada matrik 2x2 yang tidak bisa dinyatakan sebagai kombinasi linier dari M.
Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Jawab Membangun (4/5)


Contoh penyangkal: 1 1 u= 1 1

1 1 1 1

Didapat sistem persamaan linier: + k3 1= 2k1 3k2 1 2 0 0 3 1 0 1= = k1 + k2 + k3 1= -k1 + 2k2 + 2k3 1 1 0 2 1 2 1 1= k2 + k3 Diselesaikan dengan eliminasi Gauss-Jordan: 1 3k 2 2k1 + k 3 = k + 2k + 2k k + k 1 2 3 2 3 1

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Jawab Membangun (5/5)


2 0 1 0
1 0 0 0

0 1 1 b3 1 0 3 0 1 ~ 2 2 1 b1 2 0 1 1 1
2 1 2

1 2 2 1 0 3 0 1 ~ 0 1 1 b3 + 2b1 0 1 1 1 0 2 1 0 0 2 1 1 0 1 1 -1 - 5

2 2 1 1 3 0 1 b4 0 ~ 4 5 3 0 1 1 1 b2 0

2 2 1 1 1 1 ~ 4 5 3 b3 4b2 3 0 1 b4 3b2

1 1 0 1 ~ 0 0 1 -1 0 3 - 2 b4 + 3b3 0 1

Dari matrik terakhir ini, terlihat bahwa SPL tidak mempunyai solusi. Jadi, ada matrik 2x2 yang tidak bisa dinyatakan sebagai kombinasi linier dari M. Jadi, M tidak membangun ruang vektor M2x2.

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Bebas Linier

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Bebas Linier
Misalkan V ruang vektor. B={a1, a2, ..., an}V. Himpunan B disebut bebas linier, jika persamaan vektor: k1a1 + k2a2 + ...+ knan = o hanya dipenuhi oleh k1 = k2 = ...= kn = 0 (hanya solusi trivial). Jika terdapat solusi yang lain (solusi tak trivial), maka B disebut tak bebas linier/ bergantung linier. Contoh: S={e1=(1, 0, 0), e2=(0, 1, 0), e3=(0, 0, 1)} bebas linier, karena (0, 0, 0)=ae1 + be2 + ce3=(a, b, c), berarti hanya dipenuhi oleh a=b=c=0. B={p1=1, p2=x, p3=x2} bebas linier, karena 0=ap1+bp2+cp3=a+bx+cx2, berarti a=b=c=0. 1 0 0 1 0 0 0 0 bebas linier, M= m1 = 0 0, m 2 = 0 0, m 3 = 1 0, m 4 = 0 1 karena persamaan vektor berikut

0 0 =am +bm +cm +dm = a b 1 2 3 4 0 0 , berarti didapat: a=b=c=d=0. c d


Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Sifat-sifat Himpunan Tak Bebas Linier (Bergantung Linier)


1.

2.

Jika B={v1, v2, ..., vn} himpunan tak bebas linier, maka selalu satu vektor dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari vektor-vektor yang lainnya atau vi=k1v1+k2v2+...+ki-1vi1+ki+1vi+1+ ...+knvn untuk i=1, 2, ..., n Jika B={ v1, v2} himpunan tak bebas linier, maka v1=kv2 {v1 kelipatan dari v2}

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Tantangan
1. Apakah himpunan-himpunan di bawah ini membangun dan bebas linier? a. B={u1=(1, 2), u2=(-1, 1), u3=(0, 3)} b. Q={p1=2+x+2x2, p2=-1 + 2x +3x2, p3=3x + 4x2} c. M= m

2 = 1

0 0 , m2 = 0 2

3 1 0 , m3 = 1 2 1

d. Q={u1=(1, 0, 1, 2), u2=(2, 2, 3, 7), u3=(1, 1, 2, 4), u4=(-1, -1, -2, -2)} e. B={u1=(2, 1), u2=(0, 1), u3=(3, 3)} f. B={p1=1 - x - x2 + 2x3, p2= x + 3x2, p3=2 2x - x2 + 4x3, p4=-1 + 2x + 4x2 + x3} g. B={p1=1 - x, p2=1 + 2x, p3=2 + x} 2. Tentukan vektor-vektor yang membangun himpunan semua vektor di bidang: 2x + 3y z = 0. Apakah vektor-vektor tersebut bebas linier? Jelaskan!
Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Basis dan Dimensi

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Basis
Misalkan V ruang vektor. B={u1, u2, ..., un} V. B disebut basis ruang vektor V, jika B memenuhi dua aksioma, berikut: 1. B bebas linier 2. B membangun V

Contoh: S={e1=(1, 0, 0), e2=(0, 1, 0), e3=(0, 0, 1)} basis di R3. B={p1=1, p2=x, p3=x2} basis polinom berderajat maksimal 2 M= m1 =

1 0 0 1 0 0 0 0 , m2 = 0 0, m3 = 1 0, m4 = 0 1 basis matrik 2x2. 0 0

Basis-basis di atas disebut basis baku dari masing-masing ruang vektor

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Basis Tidak Tunggal


contoh: Q={p1=2+x+2x2, p2=-1 + 2x +3x2, p3=3x + 4x2}, juga basis P2, karena: k1p1+k2p2+k3p3=o, hanya dipenuhi oleh k1=k2=k3=0 k1p1+k2p2+k3p3=a+bx+cx2, selalu mempunyai solusi berapapun a, b, dan c Kedua persamaan di atas mempunyai matrik koefisien 2 1 0 1 2 3 dan mempunyai solusi seperti yang 3 4 2 dikehendaki, jika determinannya tidak sama dengan nol.
2 1 0 b1 2b2 0 5 6 5 6 =-(10-6)=-40 = 1 2 1 2 3 3 = 1 2 2 3 4 b3 2b2 0 1 2

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Ruang Vektor Berdimensi Berhingga


Misalkan {o}V ruang vektor. V disebut berdimensi berhingga, jika mempunyai himpunan yang banyak anggotanya berhingga yang menjadi basis. Jika tidak ada himpunan yang demikian ini disebut berdimensi tak hingga. Perkecualian, walaupun ruang vektor nol tidak mempunyai basis, namun dianggap berdimensi berhingga. Contoh: R3, P2, M2x2 termasuk berdimensi berhingga.

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Dimensi Ruang Vektor


Misalkan V ruang vektor berdimensi berhingga, dimensi dari V, ditulis dim(V), adalah banyaknya anggota (kardinalitas) dari basis. Perkecualian, untuk ruang nol didefinisikan berdimensi nol. Contoh: dim(R3)=3, dim(Rn)=n, dim(M2x2)=4, dim(P2)=3, dim(Pn)=n+1. Tentukan dimensi dari sub ruang pada bidang: -x + 2y +5z=0. Jawab: x=2y+5z, sehingga (x, y, z) = (2y+5z, y, z) dan karena y dan z variable bebas, y=t, z=s, akibatnya: (x, y, z)=(2t+5s, t, s)= t(2, 1, 0)+s(5, 0, 1) {dapat dibaca vektor pada bidang x+2y+5z=0 dibangun oleh vektor (2, 1, 0) dan (5, 0, 1)}. Karena (2, 1, 0) dan (5, 0, 1) tidak saling berkelipatan, maka bebas linier. Jadi, basis sub ruang x+2y+5z=0 adalah {(2, 1, 0), (5, 0, 1)} berarti berdimensi 2.

1. 2.

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

10

Contoh

(1/ 2)

Tentukan basis dan dimensi dari ruang solusi sistem persamaan linier homogen berikut: 2x + 2y 3z =0 2x + 3y z w = 0 2x + 5y + 3z 3w = 0 Jawab:
2 2 3 0 0 b1 2b2 2 2 3 0 0 2 2 3 0 0 2 3 1 1 0 b b ~ 0 1 2 1 0 ~ ~ 0 1 2 1 0 1 2 0 3 6 3 0 b3 3b2 0 0 0 0 0 2 5 3 3 0 b3 b1

2 0 7 2 0 0 1 2 1 0 0 0 0 0 0

2x 7z + 2w = 0 atau x = (7z 2w)/2 y + 2z - w = 0 atau y = - 2z + w


Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Contoh

(2/2)

karena z dan w anu yang bebas, misalkan z = t dan w=s, maka didapat: x = (7t 2s)/2 y = -2t + s Sehingga solusinya berbentuk: (x, y, z, w)=t (7/2, -2, 1, 0) + s (-1, 1, 0, 1) Jadi, basis ruang solusi sistem persamaan linier di atas adalah: {(7/2,-2,1,0), (-1,1,0,1)} dan dimensi: 2

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

Tantangan
1.
a. b. c. d. e.

Apakah himpunan vektor-vektor di bawah ini basis ruang vektor yang sesuai? Jelaskan.
B={u1=(3, 0), u2=(1, 2), u3=(-2, 1)} B={u1=(2, 1, 0), u2=(1, -1, 2), u3=(-2, 2, 1)} B={u1=(1, 0, 1, 2), u2=(2, 2, 3, 7), u3=(1, 1, 2, 4), u4=(-1, -1, -2, -2)} B={p1=1 - x, p2= 2 + 3x} B={p1=1 - x - x2 , p2= x + 3x2, p3=2 2x - x2}

2.
a. b.

Tentukan basis dan dimensi dari


ruang vektor polinom yang berbentuk a+bx+cx2, dengan syarat a=b+2c. Semua vektor berbentuk (a, b, c, d) dengan b = a 3d, c = a + d

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

11

Tantangan
3.

Tentukan basis dan dimensi ruang solusi sistem persamaan linier homogen berikut:
2x1 + x2 x3 + 2x4 x5 = 0 4x2 3x3 + 3x4 4x5 = 0
x1 + 2x2 + x3 x4 x5 = 0

a. 2x1 + 3x2 2x3 + x4 3x5 = 0 b. 4x1 + 3x2 + 3x3 4x4 5x5 = 0


3x1 + x2 + 2x3 3x4 4x5 = 0

Aljabar Matriks - Mahmud 'Imrona mhd@stttelkom.ac.id

12

Anda mungkin juga menyukai