P. 1
Sejarah Peradaban Romawi

Sejarah Peradaban Romawi

|Views: 7,785|Likes:
Dipublikasikan oleh Hanif Arkan Nurdiansyah

More info:

Published by: Hanif Arkan Nurdiansyah on Nov 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2015

pdf

text

original

Sejarah Peradaban Romawi

Menguak Salah Satu Peradaban Paling Berpengaruh di Eropa

Disusun Oleh :

Aulia Rahmawati ( 7 ) Cahyati ( )

Nizza Nurmalia Zulva (20)

X-5
SMA Negeri 1 Purwokerto Tahun Ajaran 2010/2011
Page 1 of 23

Kata Pengantar
lhamdulillahi rabbil ‘alamin, kami panjatkan segenap puja dan puji syukur kami ke hadirat penguasa alam semesta, Allah SWT yang telah memberi kami cukup kesempatan untuk menyelesaikan tugas membuat makalah yang membahas peradaban Romawi ini Meskipun di tengah himpitan berbagai tugas dan ulangan pelajaran lain, kami masih diberi kesanggupan untuk menyelesaikannya. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bpk. Suradi selaku guru pengampu mata pelajaran Sejarah, karena beliau telah membuka jendela pengetahuan kemi dengan media tugas ini. Belum tentu kami akan tahu sebanyak ini tentang Peradaban Romawi, jika beliau tidak menugasi kami untuk mencari tahu dan menyusun sebuah makalah tentangnya. Terimakasih juga kami ucapkan kepada Orangtua kami, yang mendukung secara finansial maupun mental. Tanpa dukungan finansial beliau-beliau, kami tidak akan bisa mencari informasi di internet, dan tanpa dukungan mental, tentu kami akan malas dan ogahogahan dalam mengerjakan tugas ini. Mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan dalam tugas yang kami susun ini, mohon dimaklumi, karena dalam proses belajar sudah barang umum jika terjadi/terdapat satu-dua kesalahan, karena tak ada kesalahan berarti tak ada pelajaran yang dapat diambil. Terimakasih.

A

Tim Penyusun.

Page 2 of 23

Daftar Isi

Kata Pengantar........................................................................................................................................ 2 Daftar Isi .................................................................................................................................................. 3 A. a) b) B. a) i. ii. iii. iv. v. b) i. ii. iii. iv. v. vi. c) i. ii. iii. iv. C. a. b. D. E. a. b. Tentang Romawi Kuno .................................................................................................................... 5 Letak Peradaban Romawi Kuno .................................................................................................. 5 Asal Usul Bangsa Romawi ........................................................................................................... 5 Pemerintahan dan Administrasi Negara ......................................................................................... 6 Zaman Kerajaan (750 - 510 SM) .................................................................................................. 6 Awal Berdirinya Kerajaan ........................................................................................................ 6 Lembaga Politik ....................................................................................................................... 6 Daftar Raja yang Pernah Memimpin ....................................................................................... 7 Tata Cara Pemilihan Raja ...................................................................................................... 10 Akhir Kerajaan Romawi ......................................................................................................... 11 Zaman Republik (510 - 31 SM) .................................................................................................. 12 Lembaga Pemerintahan Republik Romawi ........................................................................... 12 Golongan Proletar ................................................................................................................. 13 Penyalahgunaan Wewenang Senat ...................................................................................... 13 Triumvirat I ............................................................................................................................ 13 Triumvirat II ........................................................................................................................... 14 Akhir Republik Romawi ......................................................................................................... 15 Era Kekaisaran Romawi (31 SM - 476 M) .................................................................................. 16 Octavianus dan Masa Kepemimpinannya............................................................................. 16 Perkembangan Agama Kristen .............................................................................................. 16 Pembagian Romawi .............................................................................................................. 17 Keruntuhan Kekaisaran Romawi ........................................................................................... 18

Kehidupan Sosial dan Ekonomi ..................................................................................................... 18 Kehidupan Sosial ....................................................................................................................... 18 Kehidupan Ekonomi .................................................................................................................. 18 Kepercayaan.................................................................................................................................. 20 Peninggalan Budaya dan Iptek ...................................................................................................... 21 Seni Bangunan........................................................................................................................... 21 Seni Sastra ................................................................................................................................. 22 Page 3 of 23

c. d. e.

Hukum ....................................................................................................................................... 22 Organisasi .................................................................................................................................. 22 Iptek .......................................................................................................................................... 22

Page 4 of 23

A. Tentang Romawi Kuno
a) Letak Peradaban Romawi Kuno
Semenanjung Apenina adalah letak Kerajaan Romawi, yang pada masa sekarang merupakan negara Italia. Daerah tersebut terdiri dari dataran rendah dan pegunungan. Dataran rendahnya yang subur menjadi daerah tempat tinggal masyarakat Romawi yang hidup berkelompok dan bertani serta berternak. Pegunungan Apenina mengandung banyak bahan mineral seperti bijih tembaga, besi, emas, dan batu pualam.

b) Asal Usul Bangsa Romawi
Bangsa Romawi memiliki darah keturunan penduduk asli dengan sukusuku pengelana yang datang dari utara dan laut Kaspia.

Page 5 of 23

B. Pemerintahan dan Administrasi Negara
a) Zaman Kerajaan (750 - 510 SM)
i. Awal Berdirinya Kerajaan Kerajaan Romawi bermula dari pemukiman di sekitar Bukit Palatine di sepanjang sungai Tiber di Italia Tengah. Wilayah itu subur dan bukit-bukitnya menyediakan perlindungan sehingga tempat itu mudah dipertahankan. Remus dan Romulus dikenal sebagai pendiri Kerajaan Romawi. Akan tetapi, terjadi perselisihan antara keduanya, yang berujung pada terbunuhnya Remus oleh Romulus. Akhirnya Romulus didaulat sebagai Raja pertama Kerajaan Romawi.
Sebuah patung yang menggambarkan Remus dan Romulus, pendiri kerajaan Romawi, yang menyusu pada seekor serigala. Diceritakan bahwa Remus dan Romulus memang dibesarkan oleh seekor serigala betina bernama Capitolina.

ii.

Lembaga Politik RAJA Kerajaan Romawi Awal merupakan sebuah monarki yang dipimpin oleh seorang Raja. Raja dianggap sebagai pemegang kedaulatan yang tertinggi, sehingga memiliki peran sebagai : 1. Kepala pemerintahan - memiliki kekuasaan untuk menegakkan hukum, mengelola semua harta milik negara, dan mengawasi semua pekerjaan umum 2. Kepala Negara - mengatur hubungan dengan kerajaan lain dan menerima duta besar. 3. Pemimpin Legislatif - merumuskan dan mengajukan undang-undang. 4. Panglima tertinggi - komandan militer Romawi dengan kekuasaan mengatur legiun, menunjuk pemimpin militer, dan menyatakan perang. 5. Pemimpin keagamaan - mewakili Romawi dan rakyatnya di hadapan para dewa, memiliki kendali administratif atas agama Romawi. 6. Hakim Agung - mengambil keputusan mengenai semua kasus pidana dan perdata.

Page 6 of 23

SENAT
Romulus mendirikan Senat setelah dia mendirikan Roma. Dia memilih orang-orang dari kaum bangsawan (orang-orang yang memiliki kekayaan dan istri serta anak yang sah) untuk menjabat sebagai dewan kota. Dengan demikian, Senat adalah dewan penasihat raja. Senat terdiri dari 300 orang Senator, dimana 100 orang Senator mewakili tiga suku kuno di Roma: Ramnes (latin), Tities (Sabin), dan Lukeres (Etruska). Raja memiliki kekuasaan untuk mengangkat Senator namun harus disesuaikan dengan adat kebiasaan. Dalam pemerintahan monarki, Senat hanya memiliki sedikit kekuasaan dan kewenangan karena sebagian besar kekuasaan dipegang oleh raja, selain itu raja dapat menjalankan semua kewenangannya tanpa persetujuan Senat. Fungsi utama Senat adalah melayani raja sebagai penasihat dan koordinator legislatif. Setelah undang-undang yang diusulkan oleh raja melewati Comitia Curiata, Senat bisa menolaknya atau menyetujuinya sebagai hukum. Raja bisa meminta pertimbangan pada Senat mengenai masalah tertentu namun pada akhirnya rajalah yang memutuskan. Raja memiliki kewenangan untuk mengadakan rapat Senat kecuali selama interregnum, dimana Senat bisa mengadakan rapatnya sendiri.

iii.

Daftar Raja yang Pernah Memimpin Sejarah mencatat ada tujuh orang Raja yang pernah memimpin Kerajaan Romawi, yaitu : 1.

Romulus (750-696 SM)
Romulus adalah raja pertama sekaligus pendiri Roma. Setelah mendirikan Roma, Romulus mengizinkan semua laki-laki, baik manusia bebas ataupun budak, untuk datang dan menjadi warga Roma. Untuk menyediakan istri bagi warganya, Romulus menculik wanita-wanita kaum Sabin sehingga kerajaan Sabin memerangi Roma. Setelah berperang dengan kaun Sabin, Romulus berbagi gelar dengan raja Sabin, Titus Tatius. Pada masa pemerintahannya, Roma juga berperang dengan kerajaan Fidenate dan Veii.
Page 7 of 23

Romulus memilih 100 orang bangsawan untuk membentuk senat sebagai dewan penasihat bagi raja. Setelah penggabungan dengan Sabin, Romulus menambah lagi 100 sebagai senat. Romulus membagi rakyatnya menjadi tiga puluh curiae (golongan), dinamai berdasarkan tiga puluh wanita Sabin yang berperan dalam menghentikan perang antara Romulus dan Titus Tatius. Pewakilan tiap Curiae berkumpul membentuk Dewan Curiata. Setelah kematiannya pada usia 54 tahun, Romulus dipuja sebagai Quirinus, dewa perang. 2.

Numa Pompilius (697-654 SM)
Setelah kematian Romulus, terjadi masa interregnum selama satu tahun dimana 10 orang anggota senat terpilih memerintah sebagai interrex. Senat kemudian memilih Numa Pompilius, seorang Sabin, untuk menjadi raja berikutnya. Dia dipilih karena reputasinya sebagai orang yang adil dan beriman. Meskipun awalnya Numa tidak mau menerima jabatan kerajaan, ayahnya meyakinkannya untuk menerima posisi itu sebagai cara untuk melayani para dewa. Masa pemerintahan Numa ditandai dengan perdamaian dan reformasi keagamaan. Numa membangun kuil Janus dan melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma. Numa kemudian menutup pintu kuil tersebut untuk menunjukkan keadaan damai. Numa juga banyak menetapkan dan mendirikan jabatan keagamaan di Roma, contohnya perawan vesta, Pontifex Maximus, Salii, flamine. Numa mereformasi kalender Romawi dengan menambahkan bulan Januari dan Februari sehingga totalnya menjadi 12 bulan. Numa mengatur wilayah Roma menjadi distrik-distrik untuk menciptakan aministrasi yang lebih baik, membagi-bagi tanah kepada para penduduk, dan membentuk serikat dagang. Tradisi mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Numa perisai Jupiter jatuh dari langit, dengan masa depan Roma tertulis di atasnya. Numa memerintahkan untuk membuat sebelas salinannya, yang kemudian dipuja sebagai benda suci oleh orang Romawi. Numa memerintah selama 43 tahun dan meninggal secara alami.

3.

Tullus Hostilius (654-623 SM)
Tullus Hostilius adalah raja yang lebih suka berperang dibanding mengurusi masalah keagamaan. Pada masa pemerintahannya, Roma
Page 8 of 23

memusnahkan kerajaan Alba Longa dan mengambil seluruh penduduknya. Dia juga berperang dengan kerajaan Fidenae, Veii, dan Sabin. Dia membangun tempat baru untuk senat, Curia Hostilia, yang bertahan sampai 500 tahun setelah kematiannya. Dalam suatu cerita, Tullus mengabaikan para dewa hingga akhirnya ia jatuh sakit. Tullus kemudian memanggil Jupiter dan memohon pertolongannya namun Jupiter membakar sang raja dengan petirnya. Tullus memerintah Roma selama 31 tahun. 4.

Ancus Marcius (624-598 SM)
Setelah kematian Tullus Hostilius yang misterius, senat Romawi memilih cucu Numa Pompilius, Ancus Marcius, sebagai raja. Seperti kakeknya, Ancus Marcius lebih suka perdamaian dan hanya berperang jika dia diserang. Dia melakukan kesepakatan damai dengan kerajaan tetangga Roma dan membuat mereka bersekutu dengan Roma. Dia banyak membangun infrastruktur, seperti penjara pertama Roma, pelabuhan, dan pabrik garam. Dia juga membangun jembatan pertama yang melalui sungai Tiber. Setelah memimpin selama 25 tahun, Dia meninggal secara alami seperti kakeknya, menandai berakhirnya pemerintahan raja Latin-Sabin di Roma.

Uang logam bergambar Ancus Marcius dan kakeknya, Numa Pompilius

5.

Tarquinius Priscus (598-573 SM)
Tarquinius Priscus merupakan keturunan Etruska. Setelah pindah ke Roma, dia diadopsi oleh Ancus Marcius. Dalam masa pemerintahannya, dia memenangkan banyak peperangan melawan kerajaan lain dan membuat Roma memperoleh banyak harta rampasan perang.

Page 9 of 23

Dia menambahkan 100 anggota dari suku Etruska ke dalam senat. Dia juga menambah jumlah tentara menjadi 6.000 infantri dan 600 kavaleri.[37] Dia membangun kuil Jupiter, Circus Maximus (arena balap kereta kuda), mendirikan Forum Romawi, mengadakan kompetisi olahraga Romawi, dan memperkenalkan lambang militer Romawi. Setelah menjadi raja selama 25 tahun, dia dibunuh oleh anak kandung Ancus Marcius. 6.

Servius Tullius (573-529 SM)
Tarquinius Priscus digantikan oleh menantunya, Servius Tullius. Servius adalah raja Roma kedua yang merupakan keturunan Etruska. Servius mengadakan sensus penduduk pertama dan membagi-bagi penduduk Roma berdasarkan tingkat ekonominya dan wilayah geografisnya. Dia mendirikan Dewan Centuria dan dewan Suku. Dia membangun kuil Diana dan tembok yang mengelilingi tujuh bukit di Roma. Dia memerintah selama 44 tahun kemudian dibunuh oleh putrinya (Tullia) dan menantunya (Tarquinius Superbus).

7.

Tarquinius Superbus (529-510 SM)
Tarquinius Superbus anak dari Tarquinius Priscus dan menantu Servius Tullius. Tarquinius Superbus juga adalah orang Etruska. Tidak seperti raja-raja sebelumnya, masa pemerintahan Tarquinius Superbus diisi dengan kekejaman dan teror sehingga rakyat memberontak padanya. Kekuasaan Tarquinius Superbus berakhir pada 510 SM, sekaligus menandai berakhirnya pengaruh Etruska di Romawi dan pembentukan Republik Sementara Tarquinius Superbus melarikan diri ke kota Tusculum dan kemudian ke Cumae, di mana ia meninggal dunia pada 496 SM.

iv.

Tata Cara Pemilihan Raja Ketika seorang raja mati, Romawi memasuki masa interregnum. Kekuasaan tertinggi negara akan berpindah ke Senat, yang bertanggung jawab untuk mencari raja baru. Senat akan berkumpul dan menunjuk salah satu anggotanya sendiri (interrex) untuk bertugas selama lima hari dengan tujuan mengusulkan raja berikutnya. Setelah lima hari, seorang interrex akan menunjuk (dengan persetujuan Senat) Senator lain sebagai interrex. Proses ini akan terus berlanjut sampai raja yang baru terpilih. Setelah interrex menemukan calon yang cocok, ia akan mengusulkannya pada Senat dan Senat akan meninjau calon tersebut. Jika Senat menyetujuinya, interrex akan memanggil Majelis Curiate untuk mengadakan sidang.
Page 10 of 23

Setelah diusulkan kepada Majelis Curiate, rakyat Romawi dapat menerima atau menolaknya. Jika diterima, raja terpilih tidak segera menjalankan tugas. Dia harus melalui dua proses lagi sebelum mendapatkan kekuasaan penuh. Pertama, raja harus menjalani upacara keagamaan yang dipimpin oleh seorang augur. Kedua, pemberian kewenangan dari Majelis Curiate kepada raja terpilih. v. Akhir Kerajaan Romawi Raja ketujuh Romawi, Tarquinius Superbus, memerintah dengan kejam. Dia menggunakan kekerasan, pembunuhan, dan teror untuk mempertahankan kekuasaannya. Sang raja juga mencabut banyak konstitusi yang telah ditetapkan oleh pendahulunya. Puncaknya adalah peristiwa pemerkosaan Lucretia yang kemudian menyebabkan rakyat memberontak dan menggulingkan kekuasaan raja. Setelah itu, Romawi menjadi sebuah republik.

Page 11 of 23

b) Zaman Republik (510 - 31 SM)
Periode Republik Romawi dimulai dari penggulingan Kerajaan Roma (ca. 509 SM), dan diikuti oleh berbagai perang saudara. Di masa Republik Romawi pula terjadi perang terkenal yang bernama Perang Punic antara Republik Romawi dengan Kekaisaran Kartago. Kapan tepatnya Republik Romawi berakhir masih belum disetujui oleh para sejarawan, tergantung definisi yang digunakan. Sebagian sejarawan mengusulkan penunjukan Julius Caesar sebagai diktator seumur hidup pada 44 SM), dan sebagian lainnya mengusulkan Pertempuran Actium (2 September 31 SM).

i.

Lembaga Pemerintahan Republik Romawi
Lembaga pemerintahan Republik Romawi terdiri dari :

1) KONSUL Konsul bertugas sebagai kepala pemerintahan, jumlahnya dua orang, dan dipilih oleh kaum bangsawan. Mereka memiliki masa jabatan selama satu tahun, dan dalam tugasnya didampingi oleh Senat. 2) SENAT Senat merupakan badan penasehat, yang mempunyai hak untuk memberikan nasehat pada Konsul. 3) COMITIA CURIATA Comitia Curiata adalah Dewan Rakyat, yang jika dibandingkan dengan masa kini semacam dengan lembaga parlemen modern. Comitia Curiata terdiri dari perwakilan golongan-golongan di Republik Romawi. 4) PONTIFEX MAXIMUS Pontifex Maximus, atau Pemimpin Keagamaan mempunyai wewenang untuk bisa mengatur kalender Romawi. Dia juga menyelenggarakan semua upacara keagamaan dan menunjuk pejabat keagaamaan yang lebih rendah. 5) TRIBUNI PLEBIS Tribuni Plebis merupakan semacam Dewan Daerah, yang mempunyai hak veto (hak untuk menolak) keputusan

Page 12 of 23

pemerintah setempat. Hal ini dapat mencegah perlakuan sewenang-wenang pemerintah di daerah.

ii.

Golongan Proletar Proletar berarti artinya hanya mempunyai anak. Jadi, kaum proletar artinya kaum yang miskin, tidak mempunyai apa-apa selain anak. Republik Romawi gencar melakukan invasi ke daerah sekitarnya, guna memperluas wilayah kekuasaannya. Peperangan yang berlangsung terus menerus membuat pemerintah membutuhkan banyak orang untuk menjadi prajurit. Para petani di Italia ditarik menjadi prajurit, membuat tanah pertanian ditinggalkan tak terurus. Setelah peperangan berakhir, para petani itu menjual tanah mereka dan berurbanisasi ke kota Roma, untuk mencari pekerjaan yang menjanjikan kehidupan yang lebih sejahtera. Akan tetapi, yang berurbanisasi dengan jumlah pekerjaan tidak sesuai, besar pasak daripada tiang, membuat banyak diantara mereka menjadi gelandangan. Kaum gelandangan inilah yang disebut sebagai kaum proletar.

iii.

Penyalahgunaan Wewenang Senat Senat, yang fungsi awalnya hanya sebagai badan penasehat, beralih fungsi menjadi badan yang paling berkuasa di seluruh negara. Kekuasaan senat yang pada awalnya hanya dalam bidang legislatif, merambat dalam bidang eksekutif. Hal ini membuat seseorang dapat diangkat menjadi konsul hanya jika mereka disukai dan dapat dikontrol oleh Senat. Hal inilah yang memicu pemberontakan dari para panglima perang.

iv.

Triumvirat I Tiga orang panglima perang yang paling berkuasa, yaitu Pompeius, Crassus, dan Yulius Caesar pada tahun 64 SM membentuk persekutuan yang oleh publik disebut sebagai Triumvirat. Mereka membentuk persekutuan itu dengan tujuan untuk menghentikan Senat yang sudah “ngelunjak”. Nyatanya mereka berhasil, karena Senat langsung tidak mempunyai kekuasaan begitu Triumvirat muncul ke permukaan. Crassus meninggal, membuahkan ketidakharmonisan antara Pompeius dan Yulius Caesar. Yulius memang lebih berhasil ketimbang Pompeius, yang memantik kecemburuan dalam diri Pompeius. Akhirnya, Pompeius berbalik memihak Senat, dan melawan Yulius Caesar. Semudah
Page 13 of 23

membalikkan telapak tangan, pasukan Yulius menumpas perlawanan Pompeius. Hal itu membuat Yulius menjadi penguasa tertinggi di Imperium Romanum, dan menyulapnya menjadi seorang diktator yang tak tergoyahkan. Meskipun banyak orang Romawi menghormati kebesaran dan kekuasaan Yulius, namun banyak pulanyang terus berusaha menjatuhkannya. Di tahun 14 SM, Yulius Caesar berhasil dijatuhkan oleh Markus Yulius Brutus dan Gaius Cassius, meninggalkan kekuasaan tak terbatas yang diperebutkan oleh semua orang.

v.

Triumvirat II Kematian Yulius Caesar menimbulkan perebutan kekuasaan di antara para anggota Senat. Semuanya ingin menduduki jabatan yang ditinggalkan Yulius. Senat yang menggila berhasil dijinakkan oleh Triumvirat baru, yang terdiri dari para panglima Yulius Caesar, yaitu Marcus Antonius, Marcus Lepidus, dan kemenakan Yulius, Octavianus. Mereka berhasil mengembalikan kestabilan pemerintahan Republik Romawi. Setelah yakin keamanan telah kembali pulih sepenuhnya, mereka membagi wilayah bekas kekuasaan Yulius Caesar, dengan sistem pembagian sebagai berikut : 0 Antonius mendapat bagian di wilayah sebelah timur, yang meliputi Asia Kecil dan Mesir; 0 Lepidus mendapat bagian wilayah di daerah Afrika bagian utara dan pulau-pulau di sekitarnya; 0 Octavianus mendapat bagian wilayah di sebelah barat yang mencakup daerah yang membentang dari Yunani samapai Spanyol. Antonius yang berkedudukan di Mesir kasmaran dan menikah dengan ratu terakhir Dinasti Ptolemy Mesir, Cleopatra. Perlahan tapi pasti, sahabat seperjuangan Julius Caesar ini mulai berpindah pihak. Ia menetapkan ketiga anaknya sebagai penggantinya dan sering kali ia menghadiahi istrinya dengan benda-benda yang mahal, bahkan timbul kabar angin bahwa ia akan menghadiahkan kota Roma (yang dikuasai Octavianus) kepada Cleopatra, sebagai hadiah. Ketika kabar angin itu merebak dan terdengar oleh Octavianus, ia menjadi berang dan mendeklarasikan perang melawan Anthony. Kedua belah pihak berhadapan muka di Pertempuran Actium Pada tahun 31 SM. Pada pertempuran itu, pasukan Anthony berhasil di desak dan di kalahkan (Anthony dan Cleopatra kemudian mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri pada tahun 30 SM).
Page 14 of 23

vi.

Akhir Republik Romawi Octavianus mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar romawi dengan berbagai gelar baru, termasuk Imperator dan Kaisar Augustus (Augustus Caesar). Dengan pendeklarasian ini, maka Kekaisaran Romawi, puncak dari dominasi politik yang dibangun selama 7 abad, resmi berdiri.

Page 15 of 23

c) Era Kekaisaran Romawi (31 SM - 476 M)
i. Octavianus dan Masa Kepemimpinannya Octavianus akhirnya diangkat sebagai Kaisar pertama oleh Senat, yang memberinya gelar Augustus pada sang Kaisar (Augustus sendiri artinya Yang Maha Mulia). Octavianus juga diberi pangkat panglima tertinggi militer, membuat para gubernur militer yang berkuasa di propinsi-propinsi hanya tunduk dan taat pada perintahnya . Yang lebih hebat, jabatan Pontifex Maxima (Pemimpin Keagamaan) pun diletakkan di pundaknya. Hal ini agaknya membuat Octavianus berada di awangawang, saking senangnya. Bahkan, ia mulai menganggap dirinya sendiri sebagai dewa, dan banyak di antara rakyatnya memujanya. Di bawah kepemimpinannya, Imperium Romanum mengalami masa yang gilang gemilang. Kebudayaan dan pembangunan meju pesat, masyarakatnya pun makmur, tak kekurangan satu apa pun. Masa pemerintahan Octavianus yang dimulai pada tahun 31 SM berakhir pada tahun 14 M, saat ia tutup usia, mewariskan sebuah Imperium yang menjulang pada para penerusnya.

ii.

Perkembangan Agama Kristen Sepeninggal Octavianus, tampuk kepemimpinan Imperium Romanum di wariskan pada Tiberius. Pada masa kepemimpinan Tiberius lah berkembang agama yang saat ini paling banyak dianut di dunia, Kristen. Agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus Kristus (Nabi Isa) ini bersifat monotheisme, berbeda jauh dengan agama pagan (agama resmi di Imperium Romanum) yang bersifat polytheisme. Pada awalnya, kedatangan agama baru ini bisa ditoleransi oleh orang Romawi. Namun pada perkembangan selanjutnya, orang Romawi mulai khawatir akan penyebaran agama Kristen yang begitu cepatnya. Mereka mengkhawatirkan agama ini akan memecahbelah persatuan bangsa Romawi. Maka dimulailah pembantaian terhadap orang-orang yang memeluk agama Kristen. Mereka dibunuh, ditindas atau dijadikan umpan singa di arena sirkus. Kekejian ini mencapai puncaknya pada masa kepemimpinan Kaisar Nero (54-68 M). Meskipun demikian, gerakangerakan bawah tanah orang Kristen tetap aktif menyebarkan agama, mereka menjadikan Roma sebagai pusat gerakan mereka. Hingga suatu ketika, keadaan ini berubah ketika Constantinus (306337 Masehi), yang memeluk agama Kristen, berkuasa. Di bawah
Page 16 of 23

kepemimpinannya, agama yang awalnya ditentang ini, mulai diterima dan bahkan dikembangkan. Bahkan, ia sempat menjadi penengah dalam sebuah perselisihan serius mengenai doktrin antara golongan barat dan timur dalam Gereja. Ia mengundang para uskup yang mewakili kedua golongan itu untuk menghadiri sebuah Konsili Nicea tahun 325 Masehi. Di sana perbedaan-perbedaan di antara mereka diselesaikan. Pengakuan Iman Nicea, yang naskahnya dibuat pada konferensi tersebut, menetapkan keyakinan-keyakinan Kristen yang mendasar yang dapat disepakati kedua golongan. Selanjutnya, Constantinus mengambil sejumlah langkah untuk menyelamatkan orang Kristen dari kehancuran, baik sebagai akibat penganiayaan eksternal ataupun perselisihan internal. Ia juga menetapkan agama Kristen sebagai agama negara di seluruh pemerintahan Kekaisaran Romawi. Karena jasa-jasanya itulah, agama tersebut mulai tersebar bahkan menjadi dominan di seluruh Eropa (karena ketika itu, Romawi menguasai hampir seluruh daratan Eropa). Pada masa pemerintahan Kaisar Theodosius (378-395 M), akhirnya agama Kristen dinyatakan sebagai agama negara.

iii.

Pembagian Romawi Di masa kepemimpinannya, Kaisar Theodosius membagi kekuasaan Kekaisaran Romawi dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

0 Kekaisaran Romawi Barat
Beribukotakan Roma, kekaisaran Romawi Barat tidak bertahan lama sejak didirikan. Hal ini disebabkan karena serangan-serangan dari bangsa Hun atau bangsa Indo-Jerman (Goth). Mereka yang masih rendah kebudayaannya berdesakan masuk ke wilayah Romawi Barat dan mendirikan kerajaan baru di wilayah yang mereka kuasai. Di pertengahan abad ke 15, peran Kaisar Romawi Barat hanya sebagai boneka saja, yang dikontrol oleh para jenderal-jenderal dari berbagai bangsa tadi. Dan pada akhirnya Kaisar Odoaker turun takhta di tahun 476 M, menutup panggung kekuasaan Romawi Barat.

Page 17 of 23

0 Kekaisaran Romawi Timur Berbeda dengan Romawi Barat, Romawi Timur dapat bertahan hingga 10 abad lamanya. Letak Konstantinopel yang strategis sebagai ibukota dianggap sebagai salah satu faktor yang membuat Kekaisaran Romawi Timur dapat bertahan begitu lama. Di masa pemerintahan Kaisar Yustisianus (527-563 M) Kekaisaran Romawi Timur mencapai masa keemasannya. Daerah kekuasaan yang awalya sempit, hanya mencakup daerah Balkan, Asia Kecil, Asia Barat dan Mesir, diperluas hingga mencapai daerah utara Afrika dan sebagian wilayah Spanyol. Konstantinopel disulapnya menjadi kota yang indah dan megah, dan ia pun mletakkan dasardasar hukum Romawi, Corpus Iuris, atau yang lebih dikenal sebagai Codex Yustisianus.

iv.

Keruntuhan Kekaisaran Romawi Bangsa Turki Ottoman yang semakin kuat dan sedang gencar memperluas wilayahnya menyerang Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 1453 M. Dengan serangan itu, berakhir sudah Kekaisaran paling berpengaruh dalam sejarah itu. Konstantinopel bertransformasi menjadi Istambul, ibukota Turki.

C. Kehidupan Sosial dan Ekonomi
a. Kehidupan Sosial
Masyarakat Romawi terdiri atas golongan masyarakat bebas dan golongan budak. Nasib para budak berada di genggaman tangan majikannya, karena mereka benar-benar tidak punya hak apapun yang bisa mereka tuntut. Seorang budak bisa saja memerdekakan dirinya, dengan menebus harga yang ditetapkan untuk dirinya. Seperti yang terjadi pada budak di tiap belahan dunia, budak di Romawi sebagai masyarakat kelas rendah selalu mendapatkan perlakuan yang kurang manusiawi dan sering ditindas oleh majikannya.

b. Kehidupan Ekonomi
Masyarakat Romawi sudah mengenal uang sebagai alat tukar dalam perdagangan, dan juga sudah menjalin hubungan perdagangan dengan daerahdaerah di sekitar Laut Tengah dan bangsa Cina. Bangsa Romawi memiliki
Page 18 of 23

komoditi ekspor yang unggul, berupa barang-barang keramik barang-barang dari besi dan perunggu, kayu, dan minuman keras sejenis anggur. Mereka mengimpor berbagai barang, antara lain sutera dari Cina, rempah-rempah dari Indonesia, kain katun dan mutiara dari India, pakaian, kaca, kertas, gading, dan binatang-binatang buas dari Mesir, juga garam, permadani, batu permata, kayu cheddar, dan minuman keras dari Asia Barat. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Romawi sudah maju dalam bidang perekonomian.

Page 19 of 23

D.Kepercayaan
0 Pada awal berdirinya Kerajaan Romawi, kepercayaan bangsa Romawi bersifat animisme, dengan mengenal adanya beberapa roh seperti: o Vesta, roh pengurus api tungku o Lares, roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga o Penates sebagai roh penjaga lumbung

0 Semakin lama, Romawi mendapat pengaruh yang besar dari peradaban Yunani. Hal ini dibuktikan dengan dewa-dewi yang dipujanya, yang menyerupai dewadewi dari Yunani, hanya saja dalam nama Romawi : o Dewa Jupiter (Dewa Zeus, Yunani) pemimpin para dewa. o Dewi Juno (Dewi Hera, Yunani) dewi perlindungan perkawinan dan kaum wanita o Dewa Mars (Dewa Ares, Yunani) dewa peperangan o Dewi Venus (Dewi Aphrodite, Yunani) dewi kecantikan o Dewa Mercurius (Dewa Hermes, Yunani) dewa perdagangan o Dewi Dioma (Dewi Artemis) dewi perburuan o Dewi Minerva (Dewi Pallas Athena) dewi kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan o Dewa Apollo (Dewa Apollo) dewa matahari

0 Sejak agama Kristen berkembang, banyak masyarakat Romawi yang memeluknya. Pada tahun 380 M, agama Kristen dijadikan agama negara.

Page 20 of 23

E. Peninggalan Budaya dan Iptek
a. Seni Bangunan
Bangsa Romawi adalah ahli dalam bidang seni bangunan. Contoh peninggalan yang masih kokoh berdiri sampai sekarang yaitu :  Pantheon, kuil agama pagan (agama asli bangsa Romawi kuno), yang beralih fungsi menjadi sebuah gereja.

Coloseum, tempat pertunjukan gladiator sekaligus tempat penyiksaan tahanan Romawi (diadu dengan singa, diadu dengan sesama manusia, disiksa sampai mati).

Amphitheater, panggung tempat menggelar berbagai pertunjukkan seni.

Page 21 of 23

b. Seni Sastra
Pada era kepemimpinan Kaisar Octaviannus, sastra di Romawi benar-benar berkembang dengan pesat. Hasil karya yang terkenal pada masa itu yaitu :  Aeneas karya Virgilius  Metamorphose karya Ovidius  De Bello Gallico karya Julius Caesar

c. Hukum
Bangsa Romawi adalah pioneer dalam penegakkan hukum. Hukum Romawi sampai sekarang masih dipakai sebagai dasar hukum negara-negara di Eropa, Amerika, Asia dan juga Australia. Bangsa Romawi sudah menyadari bahwa mereka memerlukan hukum untuk mengatur hubungan pemerintah dengan masyarakat. Hukum yang paling terkenal dan fenomenal adalah Corpus Iuris atau Codex Yustisianus, karya pemikiran Kaisar Yustisianus.

d. Organisasi
Bangsa Romawi sangat piawai dalam berorganisasi. Hal ini dibuktikan dalam bidang militernya yang sangat luar biasa disiplin. Seluruhnya terorganisir dengan baik. Hal itu pulalah yang menjadi faktor utama mengapa Romawi dapat memperluas daerahnya dengan mudah dan menjajahnya dalam waktu yang relatif lama. Juga pengaturan kekuasaan di bidang kepemerintahan, yang diatur dengan rapi dari pemerintahan pusat hingga ke daerah-daerah.

e. Iptek
 Mereka berhasil menemukan beton, yang sangat membantu mereka dalam membangun berbagai bangunan yang kokoh dan kuat untuk membangun bangunan berkubah dan berbentuk setengah bola.

Page 22 of 23

 Pengetahuan dan teknik pembuatan jalan, jembatan, saluran air, pembuangan air dalam kota yang sampai sekarang pun masih dipakai.

 Pengetahuan di bidang kemiliteran, terutama tentang mengorganisasi prajurit. Istilah-istilah militer Romawi sampai saat ini masih digunakan di manapun, seperti legiun, divisi, kavaleri, dan lain lain.

 Dalam bidang hukum, bangsa Romawi sudahmengenal dan memiliki norma-norma kehidupan hukum yang bersumber pada kesetiaan warga negara.

 Pengetahuan dalam bidang pemerintahan. Untuk mencapai tingkat keberhasilan pelaksanaan pemerintahan, digunakan beberapa sendi-sendi seperti berikut ini :      Pemusatan kekuatan di tangan kaisar. Peraturan pemerintahan pusat ditaati dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan ketertiban dan keamanan secara ketat. Komunikasi antara pusat dan daerah yang terpelihara dengan baik, berkat adanya jalan yang bagus. Tata organisasi kemiliteran seperti persenjataan, disiplin, dan sikap setia kepada negara ditanamkan sejak dini.

Page 23 of 23

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->