Anda di halaman 1dari 66

1

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sosiologi pedesaan adalah ilmu pengetahuan yang sistematis sebagai penerapan metode ilmiah dalam upaya mempelajari masyarakat pedesaan, struktur dan organisasi sosial, sistem dasar masyarakat, dan perubahan sosial yang terjadi. Penduduk Indonesia yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani menyebabkan ilmu sosiologi pertanian penting. dimana sosiologi pertanian mempelajari struktur social, proses-proses social serta perubahan-perubahan social pada pertanian.pentingnya hal tersebut karena pertanian adalah sector utama yang hasil produksinya berfungsi untuk mencukupi kebutuhan primer manusia seperti papan, pangan, dan sandang. Perubahan-perubahan yang terjadi pada pertanian akan mempengaruhi kehidupan manusia sebagai konsumen nya. Semula sosiologi pertanian (agricultural sociology) sering disamakan dengan sosiologi pedesaan (cural sociology). Namun seiring dengan perkembanagan zaman hal ini mulai tidak berlaku karena pertanian tak hanya ada di pedesaan namun di perkotaan pun telah banyak berkembang pertanian. Sehingga pantas bila antara sosiologi pertanian dan sosiologi pedesaan dipisahkan. B. Tujuan Praktikum Tujuan praktikum Sosiologi Pedesaan adalah untuk melatih mahasiswa mengenal lebih dalam perilaku masyarakat desa, lembaga sosial dan adat-istiadat. Kelembagaan hubungan kerja pertanian dan luar pertanian , grup sosial dan organisasi sosial, pola komunikasi, serta konflik sosial yang ada. C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum Sosiologi Pedesaan dilaksanakan pada tanggal 21 - 23 Oktober 2011 di Desa Ringin Anom, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

II. TINJAUAN PUSTAKA Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial masyarakat. Dalam kajiannya ada 2 yaitu, sosiologi pedesaan dan sosiologi pertanian. Sosiologi pedesaan adalah suatu ilmu yang melukiskan hubungan manusia di dalam dan antar kelompok yang ada di lingkungan pedesaan. Sedangkan sosiologi pertanian adalah ilmu yang memahami perilaku petani dalam kelompok dan hubungan dengan kelompok lain, kaitannya petani sebagai profesi, meliputi secara luas meliputi usahatani, input, proses produksi, output, panen, paska panen dan pemasaran. Dapat memahami petani dalam konteks sosial. Dalam bidang pembangunan, sosiologi pertanian bermanfaat untuk memberikan data-data sosial pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun proses evaluasi pembangunan pertanian. (Anonima, 2009) Menurut Ari Krisnawati (2009), desa adalah kekuatan peradaban dan penentu kemajuan sosial-ekonomi suatu bangsa. Desa menjadi teritori sosial yang menyuplai logistik pangan masyarakat dan sekaligus menjadi pilar pertahanan politik sebuah bangsa. Desa tempo doeloe adalah kawasan sosiologis yang menjadi penentu legitimasi kekuasaan. Semakin luas wilayah pedesaan yang dikuasai maka sebuah kekuasaan politik bisa memainkan peran bilateral/unilateral dengan kekuasaan yang lain. Secara teoritis, semua manusia dapat dianggap sederajat. Menetap, dalam kelompok sosialnya senantiasa terjadiperbedaan berdasarkan nilai-nilainya yang di hargai seperti uang, tanah, keturunan, kekuasaan, peranan keagamaan, dansebagainya. Sistem berlapis-lapis dalam masyarakat ada yang terbentuk dengan sendirinya dan ada yang sengaja dientuk. Hal ini terjadi karena tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajiban sehingga rasa tanggung jawab sosial menipis lalu disusul ketimpangan pemilikan nilai atau harga. (Syahrial Syahbaini,dkk,2002) Dalam semua strata, terindikasi bahwa peran dan status wanita dalam mengurus keberlangsungan rumah tangga lebih tinggi dibanding pria (kepala keluarga). Dominasi peran dan status tersebut menunjukkan tingginya potensi wanita
2

untuk mengendalikan dan mengarahkan rumah tangganya, ke arah lebih baik atau menjadi semakin buruk. Hal tersebut diperkuat bahwa pada kenyataannya lebih 50 persen dari total penduduk Indonesia adalah wanita (BPS, 1990-2006), dimana lebih dari 70 persen (atau sekitar 82,6 juta orang) berada di pedesaan dan 55 persen di antaranyahidup dari pertanian (Roosganda Elizabeth, 2007). Melihat hasil-hasil pembangunan dengan kacamata fisikal, misalnya dengan melihat kenyataan bahwa hasil-hasil pembangunan fisik selama 10 tahun terakhir, telah menyebabkan kita mengabaikan (over looking) akan arti, arah dan tujuan pembangunan itu sendiri. Pola yang ditawarkan dalam membangun perspektif dan orientasi yang baru adalah dengan memfokuskan kepada pembangunan sosial. Sosial dalam pengertian ini lebih dimaksudkan sebagai perspektif global atau holistik yang memfokuskan penekanannya kepada keseluruhan masyarakat manusia (civil society), dimana aspek pembangunan fisik dan ekonomi hanya merupakan salah satu aspek pengamatan terhadap realitas sosial itu sendiri. Tujuan-tujuan strategis seperti ini, akan selalu dapat dikoreksi pada setiap tahap kemajuan atau proses pembangunan atau perubahan sosial yang direncanakan secara terus menerus. Sehingga pembangunan dengan demikian merupakan upaya yang sadar dan terus menerus, dalam perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik dan lebih maju. (Anonimb,2000) Di Indonesia secara umum, sistem sosial atas dasar kekerabatan masih cukup kuat, bahkan pemisahan terhadap anggota-anggota sistem sosial yang cukup ketat dapat dikatakan menjadi faktor penghambat migrasi antar propinsi dengan dianutnya pepatah mangan ora mangan asal kumpul (Ibrahim,2003).

III. Metode Penelitian

A. Metode Dasar Pelaksanaan Pada dasarnya palaksanaan praktikum ini merupakan latihan penelitian dengan menggunakan metode dasar deskriptif analisis, yaitu metode yang memusatkan perhatian pada permasalahan yang ada pada masa sekarang dan bertitik tolak dari data yang dikumpulkan, dianalisis, dan disimpulkan dalam konteks teori - teori yang ada dari penelitian terdahulu. B. Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara, mahasiswa mendatangi responden. Wawancara di pandu dengan kuisioner yang telah tersedia. Usahakan memperoleh data yang objektif. Data penunjang dapat diperoleh dari masyarakat, baik mengenai sejarah desa maupun fenomena sosial yang ada. 2. Observasi, dengan melakukan pengamatan secara langsung atas keadaan responden serta keadaan yang terjadi didaerah penelitian atau praktikum. 3. Pencatatan data - data yang diperlukan terutama monografi desa. C. Jenis dan Sumber Data
1. Data Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari petani atau

responden dengan wawancara menggunakan kuisioner. Keseluruhan jumlah petani responden berjumlah 28 orang yang terdiri dari : a. 25 orang petani responden yang terdiri dari petani pemilik penggarap, penyewa, penyakap dan buruh tani. b. 3 orang tokoh masyarakat yang terdiri dari pamong desa, sesepuh desa dan tokoh agama.
2. Data Sekunder adalah data yang diambil dengan cara mencatat langsung data

yang ada di instansi terkait, yaitu monografi desa.

D. Metode Analisis Data


4

Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan distribusi frekuensi. Pada kasus tertentu mahasisw dapat menulis secara lebih mendalam dan komprehensif, oleh karena itu disarankan mahasiswa untuk menggali data lebih dalam melalui indepth interview. Penjelasan berdasarkan teori - teori atau hasil penelitian yang relevan.

IV. HASIL DAN ANALISIS HASIL A. Keadaan Umum

1. Sejarah Desa Sejarah Desa Ringinanom sebenarnya tidak ada yang mengetahui. Tapi menurut mitos warga setempat nama Ringinanom berasal dari pohon Beringin yang muda terus dan tidak pernah tua. Dipercayai bahwa yang membuka desa tersebut adalah seorang Kyai yang bernama Sello Manik. Sampai sekarang makamnya masih ada. 2. Kondisi Geografis a. Lokasi Desa Luas desa Ringinanom adalah 75.000 ha, luas sawah 63.985 ha, luas pemukiman 9.650 ha. Batas desa RinginAnom secara administratif adalah sebagai berikut:
1) Sebelah Utara

: Desa Watukumpul : Desa Parakan Kauman : Desa Dangkel : Desa Depokharjo

2) Sebelah Selatan 3) Sebelah timur


4) Sebelah barat

b. Topografi Topografi desa Ringinanom yaitu berupa dataran tinggi yang berbukitbukit dan berada di ketinggin 1074 di atas permukaan laut. Kondisi tanah Warna tanah : Hitam Tekstur tanah : Lempungan, pasiran, debuan.

c. Jarak dari pusat Administratif dan pemerintahan Desa Ringinanom berada: Dari kecamatan Parakan 1 km, apabila menggunakan kendaraan bermotor lama jarak tempuh 10 menit. Dari kabupaten Temanggung 13 km, apabila menggunakan kendaraan bermotor lama jarak tempuh 45 menit.

Dari provinsi Jawa Tengah 90 km, apabila menggunakan kendaraan bernotor 3 jam.

3. Kependudukan
a. Pertambahan penduduk

Tabel 4.1.1 Pertambahan Penduduk di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Mobilitas Tahun 2008 2009 2010 X Awal 1.901 1.901 1.913 5.715 1.905 (L) 12 13 25 8,3 (M) 3 6 9 3 (I) 6 6 6 2 (E) 7 7 7 3,5 Pertambahan Penduduk 9 6 15 7,5

Sumber: Data Sekunder Dari Tabel 4.1.1 di atas dapat dijelaskan bahwa pertumbuhan penduduk Desa Ringinanom selalu meningkat. Perhitungan angka pertumbuhan sendiri menggunakan rumus: Pertambahan penduduk tahun 2009 = (kelahiran-kematian) + (Imigrasi-Emigrasi) = (L-M) + (I-E) = (12-3) + (6-7) =8 Pertambahan penduduk tahun 2010 = (Kelahiran Kematian) + (Imigrasi Emigrasi)

= (L M ) + ( I E ) = (13 6) + (6 - 7) =6

b. Kepadatan Penduduk Tabel 4.1.2 Kepadatan Penduduk di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Tahun 2008 2009 2010 Jumlah Penduduk (jiwa) 1.901 1.913 1.913 Luas Wilayah (km2) 750 750 750 Kepadatan Penduduk (jiwa/km2) 2,53 2,55 2,55

Sumber: Data Sekunder


c. Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Kepadatan penduduk menurut jenis kelamin sangat berguna dalam mengetahui perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan (Sex Ratio). Sex ratio adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan. Tabel 4.1.3 Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Tahun 2008 2009 2010 X % Laki-laki 949 955 955 2859 953 9,53 Perempuan 952 958 958 2868 956 9,56
8

Sumber: Data Sekunder Perhitungan Sex Ratio = Jumlah Penduduk Laki-laki x100 Jumlah penduduk Perempuan 1. Sex Ratio tahun 2008 2. Sex Ratio tahun 2009 = 3. Sex Ratio tahun 2010 = 100 = 99,6 100 = 99,6 100 = 99,6

d. Keadaan Penduduk Menurut Umur Perhitungan kepadatan penduduk menurut umur berkaitan erat dengan perhitungan angka beban tanggungan, perbandingan antara jumlah penduduk usia non produktif dengan jumlah penduduk usia produktif. Tabel 4.1.4 Keadaan Penduduk di Desa Ringinanom Menurut Umur No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Umur 0 - 6 th 7 - 12 th 13 - 18 th 19 - 24 th 25 - 55 th > 56 th Produktif Non Produktif 2008 459 193 246 183 643 186 1724 186 2009 449 193 246 183 643 186 1714 186 2010 236 230 213 204 512 207 1395 207

Sumber Data: Sekunder Angka beban tanggungan dapat di hitung dengan rumus sebagai berikut: ABT= ABT 2008 = = 10.78
100 100

10

ABT 2008= = 10.85 ABT 2008= = 14.83 ABT rata-rata = = 12,15

100

100

Angka beban tanggungan adalah perbandingan jumlah penduduk usia non produktif dengan jumlah penduduk usia produktif . Dari data di atas dapat diketahui bahwa ABT dari tahun ke tahun mengalami perubahan, ABT pada tahun 2008 yaitu 10,78, pada tahun 2009 ABT naik menjadi 10,85, dan pada tahun 2010 naik lagi menjadi14,83. Sehingga apabila dengan angka beban tanggungan tinggi maka kesejahteraan masyarakat menurun. Perubahan ini dikarenakan jumlah penduduk produktif dan non produktif selalu berubah dikarenakan adanya kematian, merantau atau meninggalkan kampung halaman dan menetap di desa lain, serta migrasi ke daerah lain karena alasan pernikahan dan lain sebagainya. Angka beban tanggungan akan semakin besar bila penduduk usia non produktif makin besar bila dibandingkan penduduk usia produktif. Makin besar ABT makin besarlah beban tanggungan untuk orangorang yang belum dan tidak produktif lagi (Marbun, 1996). e. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Para petani dan keluarga tani di Desa Ringinanom memiliki tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Berikut disajikan data mengenai keadaan penduduk menurut tingkat pendidikan di Desa Ringinanom. Tabel 4.1.5 Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Desa Ringinanom, Parakan, Temanggung
10

11

Pendidikan Tidak Sekolah TK SD SLTP SLTA PT/Akademi Sumber : Data Sekunder

2008 437 997 128 98 52 1712

2009 252 977 92 72 51 1444

2010 48 977 128 96 52 1301

Dari data di atas, tampak bahwa tingkat pendidikan warga Desa Ringinanom sudah cukup tinggi, terbukti pada tahun 2008-2010 pendidikan tidak hanya sampai SLTP tetapi sampai Perguruan Tinggi. Ini menunjukkan pendidikan mendapatkan perhatian penting atau khusus dari warga desa. Tinggi rendahnya tingkat pendidikan orang tua menentukan ada tidaknya perhatian terhadap pendidikan anaknya. Bersekolah atau tidaknya seorang anak di desa banyak ditentukan ada tidaknya dukungan orang tua. f. Keadaan Penduduk menurut Mata Pencaharian Di Desa Ringinanom penduduk mayoritasnya bermata pencaharian sebagai petani, tetapi di Desa Ringinanom ini terdapat beragam mata pencaharian. Berbagai macam mata pencaharian masyarakat Desa Ringinanom dapat dilihat pada table di bawah ini. Tabel 4.1.6 Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Desa Ringinanom, Parakan, Temanggung. Mata Pencaharian 2008 2009 2010

12

Petani Buruh Tani Buruh / Swasta Pegawai Negeri Pedagang Buruh / Tukang bangunan Buruh Industri Pengusaha Industri Sopir Angkutan Sumber : Data Sekunder

374 68 16 32 3 56 24 11 8 -

148 220 63 48 24 18 8 3

148 220 34 34 6 12 11 -

Dari tabel di atas terlihat bahwa mata pencaharian yang paling banyak dilakukan penduduk Desa Ringinanom adalah petani yang mencapai 680 orang, sementara mata pencaharian penduduk yang lain adalah buruh tani, swasta, pertukangan, wiraswasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS), pensiunan, jasa, TNI/POLRI, angkutan. Keragaman mata pencaharian penduduk Desa Ringinanom menunjukkan bahwa Desa Ringinanom sudah cukup maju, mereka sudah mau bekerja di bidang lain di luar pertanian. Warga sudah mampu menerima pembaruan dengan adanya peralihan pekerjaan dari pertanian keluar pertanian, karena pertanian hasilnya tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup. Pekerjaan dari luar bidang pertanian dapat menambah penghasilan yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan. Perbedaan yang mendasar antara kota dan desa terletak pada mata pencaharian penduduknya. Ekonomi pedesaan didasarkan pada pengolahan tanah agrikultural dalam arti luas yang mencakup bercocok tanam, peternakan, perikanan darat, usaha-usaha tersebut erat kaitannya dengan alam. Sebaliknya penduduk kota dengan mata pencaharian yang bersifat non agraris, tidak berhubungan dengan tanah. Pada umumnya di golongkan kepada pengusaha, buruh dan pemberi jasa .
12

13

Susunan

penduduk

menurut

berdasar

mata

pencaharian

dimaksudkan untuk mengetahui jumlah orang-orang yang mempunyai mata pencaharian pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan dan lain-lain. Dari susunan penduduk menurut mata pencaharian ini dapat memberikan gambaran tentang struktur ekonomi suatu daerah.

g. Keadaan Penduduk Menurut Agama Tabel 4.1.7 Keadaan Penduduk Menurut Agama di Desa Ringinanom, Parakan, Temanggung Agama Islam Kristen Katolik Hindu Budha Sumber : 2008 1889 12 1901 Data 2009 1891 22 1913 Sekunder 2010 1879 22 1901

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa agama yang dianut oleh Desa Ringinanom adalsah lebih dari satu agama (beragam). Hal ini menunjukkan bahwa penduduk Desa Ringinanom memiliki hak untuk memeluk dan menganut suatu agama tertentu sesuai dengan keyakinannya, dan tidak ada keharusan atau paksaan untuk memeluk agama yang sama, yang berarti cara berpikirnya sudah lebih maju (mau menerima perbedaan). Berdasarkan data tahun 2008-2010 terlihat bahwa agama yang paling banyak dianut penduduk Desa Ringinanom adalah Islam, dan

14

agama lain yang dianut berturut-turut dari banyaknya penganut adalah Katolik dan Kristen , dan tidak ada penduduk yang mengaut agama Hindu. Agama Islam umumnya berkembang baik di kalangan masyarakat orang Jawa. Hal ini tampak nyata pada bangunan-bangunan khusus untuk beribadah orang-orang yang beragama Islam, walaupun demikian tidak semua orang beribadah menurut agama Islam, sehingga berlandaskan atas kriteria pemelukan agamanya ada yang disebut Islam santri dan Islam kejawen, kecuali itu masih ada juga di desa-desa Jawa, orang-orang pemeluk agama Nasrani atau agama besar lainnya. 4. Struktur Organisasi Pemerintah Desa Pemerintah desa memiliki kekuasaan untuk mengatur daerah dan rumah tangganya sendiri. Dari bagan yang ada terlihat bahwa dalam struktur pemerintahan desa, tingkat tertinggi dipegang oleh Kepala Desa, yang mana Kepala Desa. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Desa membawahi dan dibantu oleh Sekretaris Desa, dimana Sekretaris Desa juga membawahi dan dibantu oleh Kaur Umum dan Kaur Keuangan. Sementara dalam hal pengaturan wilayah, Kepala desa membawahi dan dibantu oleh Kepala Seksi dan Kepala Dusun. Yang terdiri dari 3 Kasi (Pembangunan, Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat) dan 4 Kadus (Karanganyar, Ngesrep, Ngodolendo, dan Ngodoringin) di Desa Ringinanom. Masing-masing aparat desa tersebut mempunyai tugas dan kewajiban sendiri-sendiri, tapi secara keseluruhan mereka saling membantu dan bekerjasama dalam melaksanakan dan mencapai tujuan yang diharapkan. Berikut adalah bagan organisasi desa:

14

15

KADES Mulyono

SEKDES Iskandar

KASI PEMERIN -TAH Nurroohma n

KASI PEM-BANGUNAN A.Ghofur

KASI KESRA Lukman Ali

KAUR KEUANGA N Muhdlori

KAUR UMUM Zainudin

KADUS KARANGANYAR M. Toha

KADUS NGRESE P Arif Faudin

KADUS NGODOLENO Muh. Kabit

KADUS NGODORINGIN Khumaidi

Gambar 4.1.1 Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Ringinanom 1. Kepala Desa

16

Tugas dan Kewajiban : a. b. c. d. e. f. Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa dan pembangunan desa. Membina kehidupan masyarakat. Membina perekonomian desa. Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. Mendamaikan perselisihan masyarakat di desanya. Mewakili desanya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya.
g. Melaksanakan peraturan daerah dan keputusan kepala desa.

3. Sekretaris Desa Tugas pokok : Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan administrasi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta membantu kepala desa dalam pelayanan ketatausahaan. Fungsi : a. Melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan dan pelaporan urusan b. c. keuangan dan urusan administrasi umum serta pelayanan teknis dan administrasi perangkat desa. Melaksanakan koordinasi terhadap yang dilakukan oleh perangkat desa Melaksanakan pengumpulan bahan, pengolahan data dan perumusan program-program serta petunjuk-petunjuk keperluan pembinaan penyelenggaraan tugas pemerintah desa, pembangunan dan pembina kemasyarakatan. d. Melaksanakan pemantauan dan pelayanan kepada masyarakat dibidang pemerintahan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

16

17

e.
f.

Melaksanakan penyiapan dan penyusunan program kerja tahunan dan pelaporannya. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala desa sesuai dengan bidang tugasny.

4. Kepala Urusan (KAUR) a. KAUR Umum Tugas pokok : Menyusun rencana, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan di bidang ketata usahaan, kearsipan, kepegawaian keuangan, perlengkapan dan rumah tangga. Fungsi : )1 Penyusunan program kerja di bidang ketatausahaan, kearsipan, kepegawaian, perlengkapan dan rumah tangga. )2 Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan, kearsipan, kepegawaian, perlengkapan dan rumah tangga. )3 Pengaturan inventarisasi kekayaan desa. )4 Pengaturan penyelenggaraan rapat-rapat dinas dan upacara. )5 Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala desa dan sekertaris desa. b. KAUR Keuangan Tugas pokok : Menyusun rencana, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan serta menyusun laporan keuangan. Fungsi : 1) Penyusunan program keuangan desa yang meliputi penerimaan, penyimpanan serta pengeluaran keuangan desa. 2) Pelaksanaan tugas dibidang pemumutan pajak, retribusi dan pendapatan lain-lain.

18

3)

Penyusunan pembukuan keuangan desa. pertanggungjawaban atas penggunaan keuangan.

4) Pengurusan
5)

Penyelengaraan administrasi dibidang desa. sekretaris desa.

6) Pelasanaan tugas lain yang diberikan kepala desa dan 5. Kepala Seksi (KASI) a. KASI Perekonomian dan Pembangunan Tugas pokok : Menyusun rencana, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan serta penyusunan laporan dibidang perekonomian dan pembangunan desa. Fungsi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Penyusunan program pembangunan perekonomian dan pelayanan kepada masyarakat di desa. Penyelenggaraan perekonomian dan pembangunan di desa. Pelaksanaan bimbingan dibidang perekonomian, distribusi dan distribusi dan produksi. Pelayanan kepada masyarakat dibidang pembangunan dan perekonomian. Penyelenggaraan administrasi dibidang perekonomian dan pembangunan. Peningkatan swadaya dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan perekononian dan pembangunan. Pengkoordinasian perekonomian. Pemeliharaan sarana dan prasarana fisik dilingkungan desa. pelaksananan pembangunan dan

18

19

9)

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan sekretaris desa dan kepala desa.

b. KASI Pemerintahan Tugas pokok : Menyusun rencana, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan serta menyusun laporan di bidang pemerintahan, ketentraman dan ketertiban. Fungsi : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Penyusunan program pemerintahan desa dan pemerintahan umum. Penyelenggaraan pemerintahan desa dan pemerintahan umum. Penyelenggaraan administrasi kependudukan dan catatan sipil. Pengumpulan bahan dalam rangka pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Penyenggaraan administrasi bidang pemerintahan dan pertahanan sipil. Pengumpulan bahan-bahan dalam rangka rapat BPD. Pengkoordinasian kegiatan di bidang pemerintahan. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan sekretaris desa dan kepala desa. c. KASI Kesejahteraan Sosial Tugas pokok : Menyusun pelaksanaan 6. Kepala Dusun a. M. Toha : Kadus Karanganyar rencana, serta mengendalikan menyusun laporan dan mengevaluasi sosial dibidang

kemasyarakatan.

20

b. c. d.

Arif Faudin Muh. Kabit Khumaidi

: Kadus Ngresep : Kadus Ngodoleno : Kadus Ngodoringin

Tugas pokok : Membantu pelaksanaan tugas kepala desa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa di dalam wilayah kerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fungsi : a. b. c. d. e. f. g. Membantu pelaksanaan tugas Kepala Desa. Melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta ketentraman dan ketertiban. Melaksanakan keputusan dan kebijaksanaan kepala desa. Membantu kepala desa dalam kegiatan pembinaan ketentraman dan kerukunan warga. Membina dan meningkatkan swadaya gotong royong. Melaksanakan kegiatan penyuluhan program pemerintah. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala desa. Pemerintahan desa merupakan simbol formal dari kesatuan masyarakat desa yang selain memiliki wewenang untuk mengatur rumah tangga sendiri (otonomi), juga memiliki kekuasaan dan wewenang sebagai pelimpahan kekuasaan secara bertahap dari pemerintah di atasnya. Pemerintahan desa diselenggarakan di bawah pimpinan seseorang Kepala Desa beserta pembantu-pembantunya mewakili masyarakat yang bersangkutan. Pada kenyataannya, banyak aparat desa yang tidak tertib dalam menjalankan tugas, seperti pada hari-hari kerja yang hadir hanya sekretaris desa saja atau kepala desa saja yang hadir. Sehingga pekerjaan yang ada tidak dikerjakan dengan optimal. Seperti pada pembuatan data-data monografi yang tidak lengkap, pembuatan kartu
20

21

tanda penduduk yang lama karena ketika datang ke balai desa yang ada hanya sekretaris desa bila harus minta tanda tangan kepala desa harus datang ke rumah kepala desa.
5. Sarana dan Prasarana

a.

Sarana Transportasi Keberadaan sarana dan prasarana di suatu desa dapat memberikan

gambaran umum mengenai keadaan sesungguhnya di desa tersebut Tabel 4.1.8 Sarana Transportasi di Desa Ringinanom Jenis kendaraan Sepeda motor Mobil dan sejenisnya Angkutan umum Truk 2008 52 4 2 626 2009 14 2 578 2010 148 14 5 2 947

Sumber : Data Sekunder Sarana transportasi memegang peranan penting disuatu daerah pedesaan. Transportasi membatu memperlancar proses distribusi hasil pertanian keluar daerah dan distribusi berbagai macam barang kebutuhan masyarakat kedalam daerah serta mendukung kecepatan datangnya informasi. Dengan hal tersebut maka sarana transportasi sangat menentukan bagi perkembangan dan kemajuan suatu desa. Penduduk Desa Ringinanom sebagian besar melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan menggunakan sepeda motor, baik

22

untuk kegiatan pribadi maupun untuk kegiatan perekonomian seperti membawa hasil panen ke kota atau tempat lain. Tetapi ada juga penduduk yang menggunakan mobil/angkutan umum untuk kepentingan mobilitasnya. Sementara itu bagi penduduk yang tidak memiliki alat transportasi pribadi dapat memanfaatkan sarana transportasi umum berupa bus kota dari arah kota Solo. Setiap harinya angkutan umum ini akan beroperasi dan digunakan untuk pergisekolah bagi anak-anak, mengangkut ibuibu yang akan ke pasar ataupun warga yang akan melakukan kegiatan di luar lingkungan Desa Ringinanom. b. Sarana Perhubungan Selain sarana transportasi di desa ini juga dilengkapi sarana perhubungan yang tidak kalah penting dengan sarana transportasi mauppun sarana lainnya, karena dengan perhubungan ini memudahkan penduduk Desa Ringinanom maupun penduduk desa lain untuk keluar masuk desa dan berhubungan dengan daerah lain. Tabel 4.1.9 Sarana Perhubungan di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung
No 1 2 3 Jenis Sarana Perhubungan Jalan Aspal Jalan non Aspal Jembatan 2008 (km) 0,9 1 3 2009 (km) 1 4 2010 (km) 17 8 1

Sumber : Data Sekunder Jarak Desa Ringinanom dengan pusat administrasi dan pusat perekonomian cukup dekat yang dihubungkan dengan jalan aspal sepanjang 1 km. dan pusat kota administrasi dan pusat perekonomian dihubungkan dengan jalan desa yang beraspal sejauh 17 km untuk setiap tahunnya. Sementara itu ada jembatan sebagai sarana perhubungan, sedangkan jalan dusun ada yang sudah beraspal dan ada
22

23

yang belum beraspal tetapi dalam kondisi yang baik dan layak untuk dilalui dengan kendaraan bermotor khususnya motor.

c. Sarana Perekonomian Tabel 4.1.10 Sarana Perekonomian di Desa Ringinanom Jenis Sarana Perekonomian Toko / kios Warung Lumbung desa Koperasi Simpan Pinjam Badan Kredit Sumber : Data Sekunder Sarana perekonomian desa mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya warung. Peningkatan ini menunjukkan bahwa desa tersebut telah mengalami kemajuan. Keberadaan sarana perekonomian seperti yang telah disebutkan di atas sangan membantu warga untuk memperoleh barang yang diinginkan, selain itu juga sebagai sarana untuk menambah pendapatan warga. Sementara itu adanya keberadaan pasar desa tidak ada, warga yang akan membeli keperluan rumah tangga di pasar harus pergi ke pasar yang ada di luar desa dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan. d. Sarana Komunikasi Tabel 4.1.11 Sarana Komunikasi di Desa Ringinanom
N o Sarana Komunikasi 2008 2009 2010

2008 23 4 1 -

2009 23 5 1 -

2010 23 5 1 -

24

1. 2. 3. 4.

Televisi Telepon Telepon umum Radio

152 682 834

104 703 807

111 184 701 896

Sumber : Data Sekunder Penyampaian informasi termasuk masuknya Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dipengaruhi dengan sarana komunikasi. Dengan komunikasi yang mudah akan menciptakan peluang yang besar agar masyarakat dapat menerima pola pikir, ilmu pengetahuan dan teknologi dari dunia luar. Secara umum dapat dijelaskan dari tabel 4.1.11 bahwa sebagian besar masyarakat Desa Ringinanom mengakses televisi dan radio. Jumlah televisi dan radio pada tahun 2010 sebanyak 111 buah dan mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2009 yang hanya 104. Di desa komunikasi antar personal biasa disebut dengan gethuk tular. Artinya komunikasi lewat lisan tentang suatu pesan. Misalnya di desa akan melakukan kerja bakti atau gotonng royong, maka informasi itu akan cepat tersebar luas melalui satu orang ke orang lain, begitu seterusnya tak terkecuali ketika berbicara tentang hal-hal baru yang belum diketahui masyarakat desa, misalnya usaha memasyarakatkan KB. e. Sarana Pendidikan Pendidikan adalah salah satu faktor yang penting dalam kehidupan seseorang dan penentu keberhasilan pembangunan. Pendidikaan merupakan sarana untuk mengembangkan pola berpikir seseorang. Tabel 4.1.12 Sarana Pendidikan di Desa Ringinanom Jenis Pendidikan TK SD SLTP 2008 1 1 2009 1 1 2010 1 1 24

25

SLTA

Sumber : Data Sekunder Sarana pendidikan Desa Ringinanom dirasa masih sangat kurang jika dibandingkan jumlah penduduk yang telah mencapai 1.913 jiwa. Di Desa Ringinanom jumlah sarana pendidikan masih tergolong sedikit. Di desa ini sarana pendidikan pada tahun 2006 sampai 2010 tidak ada peningkatan yaitu hanya terdapat TK dan SD sebanyak 1 buah, sedangkan untuk sarana tingkat pendidikan yang lain tidak ada sehingga untuk melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi para siswa harus pergi ke kota yang mempunyai jarak tempuh yang cukup jauh. f. Sarana Ibadah Tabel 4.1.13 Sarana Ibadah di Desa Ringinanom Jenis Sarana Ibadah Masjid Langgar Sumber : Data Sekunder Untuk sarana peribadatan yang terdapat di Desa Ringinanom terdiri atas Masjid sebanyak 5 buah dan Langgar sebanyak 3 buah. Sedangkan untuk tempat peribadatan bagi penduduk yang bukan beragama islam tidak ada, hal tersebut dapat terjadi karena mayoritas penduduk Desa Ringinanom menganut agama islam. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi peningkatan pada sarana ibadah karena peningkatan jumlah sarana membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar dan dirasa jumlah tersebut sudah mencukupi untuk ibadah penduduk. g. Sarana Kesehatan Tabel 4.1.14 Sarana Kesehataan di Desa Ringinanom Jenis Sarana Kesehatan 2008 2009 2010 2008 5 3 2009 5 3 2010 5 3

26

Puskemas/poliklinik Rumah Bersalin Jamban Sumber : Data Sekunder

1 618

1 935

1 935

Sarana kesehatan Desa Ringinanom mengalami peningkatan pada dokter dan bidan sedangkan puskesmas tidak mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan kepedulian masyarakat pada kesehatan semakin besar. Bagi penduduk Desa Ringinanom lebih suka berobat ke puskesmas dengan alasan ditangani oleh dokter yang lebih ahli, selain itu mereka juga merasa biayanya lumayan murah dan jaraknya juga cukup dekat. h. Sarana Pemerintahan Desa Tabel 4.1.15 Sarana Pemerintahan Desa Ringinanom Jenis Sarana Balai desa Kantor desa Sumber : Data Sekunder Sarana pemerintahan Desa Ringinanom terdiri atas balai desa sebanyak 1 buah dan kantor desa sebanyak 1 buah baik pada tahun 2008 maupun pada tahun 2010, sedangkan jumlah alat dan perlengkapan yang ada dalam balai desa maupun kantor desa tidak ada data yang jelas. Dari data tabel yang ada dapat kita ketahui bahwa di Desa Ringinanom ini telah ada berbagai sarana dan prasarana kehidupan seperti sarana olahraga, kesenian/kebudayaan, dan perhubungan. Sarana dan prasarana tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat desa walaupun jumlahnya sangat terbatas untuk perhubungan, pendidikan dan olahraga. Sarana transportasi terdiri dari sepeda, sepeda motor, angkudes/angkot, mobil pribadi, truk dan lain-lain/ojek. Untuk mencapai kombinasi sistem transportasi yang proporsional diperlukan sarana transportasi yang dapat mengangkut penumpang
26

2008 1 1

2009 1 1

2010 1 1

27

dalam jumlah banyak, sehingga ruas jalan yang ada digunakan seefisien mungkin. Sarana transportasi ini dituntut untuk dapat bergerak cepat. Agar kegiatan transportasi masyarakat menjadi cepat dan efisien, sistem transportasi harus didesain sebaik mungkin. Sarana perhubungan yang ada di Desa Ringinanom berupa jalan dan jembatan yang menjadi sarana penghubung antar Dusun, antar Desa, antar Kabupaten dan antar Propinsi. Jumlahnya dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Tetapi perubahannyarelatif naik, ini membuktikan bahwa Desa Ringinanom mengalami kemajuan dan mengikuti perkembangan zaman. Prasarana perhubungan merupakan faktor utama dalam perkembangan desa, dimana evaluasi terhadap lancar tidaknya jalan perhubungan cukup memberi gambaran orbitasi pedesaan kita. Prasarana perhubungan lebih khusus universal serta berperanan penting bagi hubungan antara desa dan kota dan sebaliknya, terutama di dalam lalu lintas ekonomi. Penilaian diperhatikan pada kepemilikan desa akan jalan aspal, jalan batu, jalan desa jalan tanah dan lain-lain. 6. Organisasi Sosial Organisasi sosial yang ada di Desa Ringinanom terdiri dari kelompok tani, karang taruna, PKK, Pamong Desa. a. Kelompok Tani Kelompok petani Desa Ringinanom berkumpul tiap awal bulan keperluannya yaitu membahas masalah-masalah atau kendala-kendala yang ada dalam pertanian, keanggotaannya diperoleh dari warga petani Desa Ringinanom, selain membahas tentang masalah petanian, kelompok tani ini berkumpul untuk membagikan pupuk bersubsidi. b. Karang taruna Karang taruna adalah organisasi para pemuda di desa, fungsi dari karang taruna adalah untuk menampung dan mengembangkan

28

kreatifitas para pemuda, pembentukan pengurus dipilih secara langsung dari anggota, para pemuda dan pemudi berkumpul dan menyelenggarakan rapat rutin setiap malam minggu. c. PKK Organisasi wanita didesa adalah PKK yang anggotanya terdiri dari ibu-ibu warga Desa Ringinanom. Jenis kegiatan dari PKK antara lain arisan, simpan pinjam, kerajinan tangan dan lain-lain. PKK berperan serta dalam membantu pembangunan desa, serta membangun kesejahteraan masyarakat khususnya wanita. Anggotanya adalah warga Desa Ringinanom yang berjenis kelamin perempuan dan sudah menikah. Kepengurusan inti dipegang oleh istri-istri pejabat pemerintahan desa atau pamong desa, dan kepengurusannya dibentuk melalui musyawarah, yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, serta seksi-seksi yang memiliki beberapa program kerja dalam upaya untuk ikut serta dalam membangun kesejahteraan masyarakat Desa Ringinanom. d. Pamong Desa Tugas dari Pamong Desa adalah untuk melayani masyarakat baik di kantor maupun di lapangan.
7. Penguasaan Tanah serta Kelembagaan Hubungan Kerja Pertanian

a.

Penguasaan tanah di desa ini adalah dengan cara : 1. Sistem Sewa Maksudnya adalah menyewa dengan system tahunan, besarnya sewa kurang lebih Rp 3.000.000,00 yang disewakan oleh orang untuk digunakan dalam hal pertanian. Umumnya tanah yang disewakan di desa Ringinanom ini berbentuk sawah. 2. Sistem Bagi Hasil (Sistem Sakap )

28

29

Maksudnya adalah seseorang mempunyai tanah, tetapi yang mengerjakan orang lain dan apabila panen hasilnya dibagi sesuai kesepakatan. Biasanya untuk yang mengerjakan dan pemilik 50:50 untuk setiap hasil yang didapatkan. 3. b. Hak Milik Maksudnya adalah sistem penguasaan tanah milik sendiri. Bentuk penguasaan tanah Bentuk penguasaan tanah secara tradisional (adat) yang masih dijumpai di Desa Ringinanom adalah tanah bengkok.Maksudnya adalah tanah milik desa untuk diberikan kepada perangkat desa sebagai gaji selama masa jabatannya. 3000m X 16 untuk setiap Kepala Desa, 2 patok (1 hektar kurang) untuk Kepala Urusan (KAUR), 1 hektar untuk Kepala Dusun (KADUS).
c.

Status penguasaan tanah Status penguasaan tanah yang masih dijumpai adalah pemilik penggarap, penyewa, penyakap, dan buruh tani. Kebanyakan di desa Ringinanom adalah pemilik penggarap, tetapi banyak pula yang merangkap sebagai buruh harian ataupun penyewa. Para petani di desa Ringinanom adalah pekerja keras, jadi mereka tidak puas hanya dengan penghasilan dari sawah milik sendiri saja, selama mereka mampu untuk menambah penghasilan, mereka pasti akan mengisi waktu luang tersebut dengan bekerja yang lain. 8. Stratifikasi Sosial a. Struktur Pelapisan Masyarakat Berdasarkan Kekayaan

30

Kaya 15 % Miskin 20 % Cukup 65 % Gambar. 4.1.2 Struktur Pelapisan Masyarakat berdasarkan kekayaan di Desa Ringinanom Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Dalam hal ini, stratifikasi untuk orang yang kaya adalah 15%, orang yang cukup kaya 65 %, dan miskin 15 %. Semua penduduk sekitar dianggap sama kecuali tokoh masyarakat yang ada di desa. Umumnya para tokoh masyarakat lebih dihormati karena wibawa dan kharismanya. Selain tokoh masyarakat, maka status semua penduduk adalah sama. b. Struktur Pelapis Petani Berdasarkan Status Pengusaan Tanah Stratifikasi masyarakat berdasarkan status penguassan tanah dapat digambarkan sebagai berikut:

30

31

Pemilik Penggarap Penyewa Penyakap Buruh Tani Gambar 4.1.3 Stratifikasi di Desa Ringinanom Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise. Berdasarkan tingkat kekayaannya dibedakan atas penduduk sangat kaya, cukup kaya, dan tidak kaya. Di desa Ringinanom masih terdapat stratifikasi sosial secara struktural. Terutama pada petani pemilik penggarap, petani penyakap, petani penyewa, dan petani penggarap. Rasa kekeluargaan yang tinggi menjadi latar belakang mengapa di Desa Ringinanom ini tidak terdapat stratifikasi atau penggolongan pada masyarakatnya. Semua masyarakatnya dianggap memiliki kedudukan yang sama di dalam kehidupan sosial. Masyarakat Desa Ringinanom mengutamakan kegotongroyongan di dalam lingkungan masyarakatnya. Selain itu, tidak adanya stratifikasi sosial untuk menghindari terjadinya sistem kastadi Desa Ringinanom.
9. Konflik Sosial

32

Konflik sosial adalah pertentangan di dalam masyarakat yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti perbedaan persepsi antara individu atau kelompok, adanya ketidakpercayaan di dalam masyarakat tersebut. Pada Desa Ringinanom ada beberapa kasus konflik sosial. Namun, hal ini selalu diselesaikan secara baik dan melalui musyawarah. Selain itu, kerja sama antara aparat pemerintahan desa dengan masyarakat yang cukup baik mencegah kemungkinan konflik terjadi. Perangkat desa selalu mengawasi perilaku masyarakatnya.
10. Kebudayaan

Kebudayaan merupakan hasil cipta, karsa, dan daya kreasi hasil seni manusia. Desa Ringinanom mempunyai beraneka ragam kebudayaan yang mempunyai makna tersendiri. Kebudayaan merupakan salah satu bentuk yang telah ditanam kuat di jiwa masyarakat, sehingga kebudayaan menjadi bagian dari perilaku masyarakat di Desa Ringinanom, masih ada beberapa bentuk adat istiadat yang berlaku, meskipun tidak di setiap dukuh masih dilaksanakan. Berikut macam-macam kebudayaan di Desa Ringinanom, Temanggung : a. Hajatan Pernikahan Setiap ada salah satu anggota keluarga yang akan menikah selalu diadakan hajatan untuk merayakannya dan acara tersebut biasanya mendapatkan bantuan dari tetangga sekitar secara suka rela. b. Upacara Sepasaran Bayi Setiap terjadi kelahiran biasanya diadakan upacara sepasaran setelah anak tersebut berusia lima hari. Upacara itu dilakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan, dan agar sang bayi diberi keselamatan.
32

33

c.

Nyadran Kegiatan yang dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan. Kegiatan yang

dilakukan antara lain berziarah ke makam leluhur, dan sebagainya. d. Ring-ringan Acara ini berupa tukar cincin yang di lakukan beberapa saat sebelum di laksanakannya ijab kabul. Dimaksudkan sebagai pengikat calon mempelai penganti. e. Tingkepan Upacara ini dimaksudkan untuk meminta kepada Tuhan agar kandungan yang berusia tujuh bulan dapat selamat. f. Mitoni Saat bayi berusia tujuh bulan biasanya keluarga akan mengadakan upacara selamatan agar bayi tersebut sehat dan tumbuh dengan baik. g. Denah Rumah Denah rumah masyarakat Ringinanom seperti rumah modern, memeiliki ruang tamu, kamar mandi, kamar tidur sendiri dan kandnag sendiri. Hanya saja kamar mandinya masih terbuka.

Ruang Tamu Garasi Kamar Ruang Keluarga

Dapur Kamar

Kamar

Kamar Mandi

Kandang

34

Gambar 4.1.4 Denah Rumah

B. Karakteristik Desa 1. Identitas Keluarga Responden a. Identitas Responden Menurut Umur dan Status Penguasaan Lahan Tabel 4.2.1. Identitas Responden Menurut Umur dan Status Penguasaan Lahan di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No 1 2 Nama Petani Suhud Mundir Umur Suami Istri 30 30 46 39 Status Penguasaan Lahan 1 2 3 4
34

35

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Jml %

Sukirman Sarjudi Budiyono Asnawi Karimah Istiana Multono Rahmat Ruminah Rukidi Sukardi Nur Hamid Sugati Yarwati Tin Rofikah Wahyudi Sarjono Sukirah Kasyanto Ahmad Sukair Murtini Sumardi Muh. Dlori

55 63 50 69 47 40 52 45 50 55 56 50 32 35 42 50 50 84 50 60 46

48 45 40 50 42 35 44 38 50 50 50 57 50 31 30 40 50 65 45 84 42 53 42

10 8 40% 32%

5 20%

2 8%

Sumber : Data Primer Keterangan: 1. Pemilik Penggarap 2. Penyewa 3. Penyakap 4. Buruh Tani

Dari data, diketahui bahwa persentase terbesar terletak pada responden yang merupakan petani penyakap yaitu sebesar 40%. Petani penyewa sebesar 8%. Petani pemilik penggarap sebesar 20% dan terakhir adalah buruh tani sebesar 32%. Dilihat dari persentase tersebut dapat diketahui bahwa di Desa Ringinanom mempunyai perbandingan yang berbeda-beda. Persentase terbesar diperoleh oleh petani penyakap karena kebanyakkan di Desa

36

Ringinanom

para petani menyakap lahan milik petani dari desa lain

dengan membagi hasil, petani penyewa dengan membayar lahan sewaan Identifikasi melalui umur ini bertujuan untuk mengetahui masyarakat yang masih produktif bekerja atau non produktif bekerja, umur produktif dapat melakukan pekerjaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Dalam Usahatani dikenal adanya status petani yang terdiri dari pemilik penggarap, penyewa, penyakap dan buruh tani. Status tersebut dalam kegiatannya berbeda-beda dalam pemilikan lahan, ada yang memiliki lahan sendiri dan ada yang menyewa lahan orang lain. b. Identitas Responden Menurut Jumlah Anggota Keluarga dan Desa Karanganyar merupakan desa yang padat akan penduduknya meskipun letak rumah yang satu dengan yang lain cukup berjauhan tetapi setiap keluarga sebagian besar memiliki anggota keluarga lebih dari satu orang, terdiri dari keluarga inti (suami, istri, anak) atau terdiri dari keluarga tambahan (orang tua, dan saudara). Tingkat Pendidikan

36

37

Tabel 4.2.2 Identitas Responden Menurut Jumlah Anggota Keluarga dan Tingkat Pendidikan di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Tahun 2011 N o 04 1 514 Jumlah Anggota Keluarga Pria Wanita 1565 1 1 1 1 2 4 1 1 2 2 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 3 5 12 ,5 % 4 10 % >65 04 514 1 1 1565 1 1 2 2 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 29 72,5 % 2 5% Suami >65 1 SD SMA SD SD SD SD SD SD SMP SD SD SD SD SD SD SMA SMP SD SD SD SD SD SD SD 24 96% SD SMA SMP SD SD SD SD SD SD SD SD SD SD SD SD SD SMP SMA SD SD SD SD SD SD SD 25 100% Pendidikan Istri Anak S S S M M A P D P A k T 1 7 4 0 - 3 2 1 4 1 8 6 0 2 % % % - %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 J ml

1 1 1 1 1

1 1 1

1 1

3 7, 3 % %

6 32 14, 6 78, % 1%

Sumber : Data Primer

38

Berdasarkan data identitas responden menurut jumlah anggota keluarga maka diketahui jumlah pria terbanyak pada usia 15-65 tahun yaitu sebanyak 78,1 % dan pada wanita terbanyak pada umur 15-65 tahun yaitu sebanyak 72,5 %, sedangkan pendidikan anak terbanyak SD yaitu sebesar 28 %. Berdasarkan data Identifikasi dari pendidikan terakhirnya yaitu dapat diketahui bahwa untuk kepala keluarga 75%% berpendidikan terakhir SD, istri sebagian besar SD juga sebesar 84%, sedangkan untuk anak-anak sebagian besar berpendidikan SD sebesar 28%. Selain itu di desa tersebut, untuk anak-anak tidak ada yang berpendidikan Akademi namun, ada 12% yang berpendididikan PT. Hal ini dapat disimpulkan bahwa untuk pria persentase yang terbesar merupakan usia produktif dimana pada usia tersebut seseorang berperan aktif untuk bekerja. Begitu juga dengan para wanitanya tidak jauh berbeda persentase terbesar berada pada usia yang masih produktif untuk bekerja. Keluarga yang sehat merupakan keluarga yang mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan usia mereka, agar pekerjaan yang dilaksanakan dapat dijalankan secara maksimal. Selain hal diatas, identifikasi yang lainnya yaitu mengenai tingkat pendidikan suatu keluarga. Tingkat pendidikan merupakan upaya yang dilakukan untuk melihat kematangan berpikir logis seseorang, sehingga akan memberikan kemudahan pada orang tersebut untuk menerima hal baru. 2. Perilaku Responden Dalam Mencari Nafkah a. Arti hidup cukup bagi tani Nafkah merupakan sesuatu yang dikatakan dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada sebuah keluarga, untuk dapat tercipta nafkah seseorang dituntut untuk melakukan suatu hal yang yang dapat mencapai nafkah. Kegiatan mencari nafkah salah satunya adalah bertani, dan kegiatan inilah yang dipilh para penduduk Desa
38

39

Ringinanom untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Setidaknya untuk mencukupi kebutuhan pangan. Tabel 4.2.3 Arti Hidup Cukup Bagi Petani di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No. Uraian 1. Arti hidup cukup bagi responden a. Asal bisa makan sehari-hari sekeluarga b. Asal bisa makan, membeli pakaian sekedarnya, mempunyai rumah dan bisa menyekolahkan anak c. Asal bisa makan, membeli pakaian sekedarnya, mempunyai rumah sederhana d. Asal bisa makan, membeli pakaian, mempunyai rumah, membiayai sekolah, dan bisa membeli kebutuhan sekunder seperti tanah, TV, sepeda motor, dll Sumber: Data Primer Masyarakat Desa Ringinanom, teridentifikasi pendapatnya mengenai masalah hidup cukup. Ternyata tanggapannya pun cukup beragam. Tabel di atas dapat diketahui bahwa hidup cukup merupakan hidup yang dapat makan, membeli pakaian sekedarnya, mempunyai rumah sederhana dengan nilai prosentase sebesar 40 % dengan 10 resonden, hidup yang dapat memenuhi kehidupan seharihari keluarga sebanyak 8 responden dengan presentase 32 %, sekitar 16 % atau 4 responden berpendapat hidup cukup itu bisa makan, membeli pakaian sekedarnya, mempunyai rumah dan bisa menyekolahkan anak tapi masih ada yang berpendapat lain bahwa hidup cukup itu bisa makan, membeli pakaian, mempunyai rumah, membiayai sekolah, dan bisa membeli kebutuhan sekunder seperti tanah, TV, sepeda motor, dan lain-lain sebesar 12 % atau 3 responden. Disimpulkan bahwa masyarakat desa tersebut sudah dapat dikatakan masyarakat yang sederhana, dimana jauh dari keadaan 8 4 10 3 % 32 16 40 12

40

kaya tapi juga tidak sampai dikatakan miskin, sebab nilai perbandingan antara jawaban yang satu dengan yang lain hampir mendekati pada suatu nilai yang sama jadi masyarakat desa tersebut merupakan masyarakat sejahtera sehingga kebutuhan pokok dalam keluarga juga terpenuhi dan juga menyadari akan arti pentingnya dari menyekolahkan anaknya. b. Kegiatan mencari nafkah Kegiatan mencari makan atau nafkah petani biasanya dilakukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bagi mereka kebutuhan yang paling penting adalah mencari makan buat keluarga tiap hari sudah kenyang dirasa mereka sudah cukup. Hasil panen biasanya juga digunakan untuk membiayai musim tanam selanjutnya sehingga mereka tidak harus susah-susah untuk meminjam kepada orang lain.

Tabel 4.2.4 Kegiatan Mencari Nafkah di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung
No. Uraian %

40

41

2.

Dalam kegiatan mencari nafkah baik usaha tani/usaha lainnya responden bekerja untuk : a. Sekedar mencukupi kebutuhan hidup seharihari keluarga b. Berkeinginan memiliki sesuatu (misal menaikkan status dengan membeli tanah/rumah/barang sekunder/naik haji c. Berkeinginan memperbesar usahanya atau membuka usaha baru atau bekerja diladangnya d. lainnya Selain usaha mencukupi kebutuhan hidupnya atau memenuhi keinginannya, responden : a. Sekedar melakukan usaha yang ada, pasrah (menerima) apa adanya b. Berkeyakinan usaha saat ini bisa memberi hasil yang baik c. Berusaha memberi tambahan penghasilan dengan berusaha/bekerja di bidang lain d. Berkeinginan pindah usaha (meninggalkan pekerjaan tani) setelah memiliki usaha/pekerjaan baru e. Lainnya Keinginan responden untuk memperbaiki nasib a. Selalu ingin memperbaiki b. Kadang muncul keinginan memperbaiki c. Tidak pernah berkeinginan untuk memperbaiki d. Lainnya Pedoman petani dalam kegiatan mencari nafkah a. Pengalaman-pengalaman orang tua sebelumnya b. Berdasarkan kemampuan yang ada saat ini c. Belajar pada penyuluh atau pengusaha lain, mencari informasi baru untuk usahanya dan melakukan perencanaan kerja d. Lainnya Dalam kegiatan mencari nafkah dan kegiatan sosial, petani: a. Bekerja berdasarkan petunjuk/nasib orang tua, tokoh masyarakat(kepala desa,ulama, penyuluh) b. Bekerja dengan mengutamakan kerjasama dengan warga desa c. Bekerja sesuai kebutuhan/situasi yang dihadapi d. Lainnya

14 4 7 0

56 16 28 0

7 12 5 1 0 23 1 1 0 21 4 0 0

28 48 20 4 0 92 4 4 0 84 16 0 0

21 1 2 0

84 4 8 0

Sumber: Data Primer

42

Tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden di Desa Ringinanom melakukan kegiatan mencari nafkah yaitu sekedar untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.Hal ini disebabkan penghasilan dari hasil panen yang didapat hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja.Nilai dari tabel adalah 14 responden dengan presentase 56 %. Sekitar 28 % dari responden yang hanya melakukan usaha yang ada, pasrah (menerima) apa adanya. Hal ini terjadi karena responden tersebut benar-benar hanya mengandalkan dari lahan mereka saja. Tetapi ada 48 % masyarakat desa Ringinanom yang menjadi responden, memiliki keinginan untuk memperbaiki nasib menjadi lebih baik agar dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan mereka sebesar 20 % melakukan kegiatan mencari nafkah ini berdasarkan atas pengalaman-pengalaman orang tua sebelumnya. Orang yang ingin nasibnya menjadi lebih baik biasanya adalah orang yang telah menyadari bahwa hidup itu harus dengan kerja keras tidak bisa dengan hanya berpasrah dan 4 % Bekerja dengan mengutamakan kerjasama dengan warga desa. Karena dengan adanya kerjasama pekerjaan akan lah cepat terselesaikan. c. Kemampuan dalam Usahatani Petani cenderung enggan melakukan atau mengikuti inovasi baru pertanian, mereka masih menggunakan cara bercocok tanam yang dulu diajarkan oleh orang tuanya. Mereka akan mau mencoba apabila sudah melihat bukti karena mereka tidak mau rugi apabila inovasi tersebut tidak berhasil. Petani juga memikirkan bagaimana mereka dalam mengambil keputusan. Terutama keputusan tersebut menyangkut dengan usahatani agar dalam menjalankan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Serta mendapatkan kesuksesan dalam kegiatannya.

42

43

Tabel 4.2.5 Keputusan Dalam Usahatani di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No. 6. Uraian Tanggapan setiap ada inovasi atau sesuatu yang baru dalam praktek usaha: a. Langsung menerapkan b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Keterlibatan anggota keluarga lain dalam pengambilan keputusan : a. Ya, Selalu b. Kadang-kadang c. Tidak pernah ( Lanjut ke Pertanyaan 9) Yang dilibatkan dalam keputusan: a. Keluarga b. Suami c. Istri d. Anak pengambilan 6 6 18 15 13,33 13,33 40 33,34 17 8 0 % 68 32 0

7.

24 1 0

96 4 0

8.

Sumber : Data Primer Dari data yang diperoleh pada tabel diatas, ketika ada inovasi baru dalam praktek usahatani responden yang kadang-kadang menerapkan inovasi tersebut, yaitu sebanyak 8 responden atau 32 %. Hal ini dikarenakan mereka jarang mendapatkan penyuluhan, sehingga mereka memilah-milah inovasi mana yang sekiranya menguntungkan. Ada juga yang beralasan karena takut hasil panennya jadi lebih jelek dari biasanya. Dari 25 responden yang ada, ada 17 orang atau 64% yang langsung menerapkan inovasi baru. Hal ini berarti ada 17 orang dari 25 responden yang berani mengambil resiko. Sedangkan yang lain adalah kaum kolot yang sangat berpegang teguh terhadap kepercayaannya. Dalam mengambil keputusan, 0 orang (0 %) dari responden tidak pernah melibatkan keluarga lain, sedangkan ada 1 orang (4 %) yang

44

kadang-kadang melibatkan keluarga lain dalam pengambilan keputusan. Hal ini dikarenakan petani selalu berupaya untuk menyeimbangkan dengan kemampuan yang ada pada saat ini. Dan kebanyakan dari mereka sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun sehingga mereka merasa tidak perlu menanyakan keputusan kepada orang lain. Responden yang melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan sebesar 96 % yang rata-rata mereka melibatkan keluarga mereka (istri, anak, orang tua, dan saudara). Hal ini dikarenakan hanya keluarga saja yang benar-benar tahu kondisi saat ini. d. Penggunaan Pendapatan Petani Pendapatan yang didapat, biasanya digunakan petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, atau apabila dari pendapatan terdapat sisa maka biasanya sisa dari pendapatan tersebut, ditabung. Tabungan tersebut biasanya digunakan untuk cadangan sampai musim panen yang akan datang.

44

45

Tabel 4.2.6 Penggunaan Pendapatan Petani di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No. 10. Uraian Penggunaan pendapatan oleh petani : a. Konsumsi b. Tabungan c. Investasi d. Lainnya Bentuk tabungan petani : a. Barang berharga (harta kekayaan, spt : rumah, alat transportasi, alat rumah tangga, perhiasan/emas batangan) b. Uang tunai di rumah c. Ditabung di bank d. Lainnya Tujuan petani menabung a. Keperluan mendadak b. Modal usaha c. Pendidikan anak d. Naik haji e. Lainnya Bentuk investasi oleh petani a. Investasi alat dalam usaha tani (mesin pengolah tanah,cangkul, sabit, dll) b. Membeli tanah/ternak c. Investasi usaha lain (luas usaha tani, seperti membuka warung, berdagang dan industri rumah tangga) d. Lainnya 15 5 3 2 2 8 8 7 9 8 5 1 3 % 60 20 12 8 8 32 32 28 36 32 20 4 12

11.

12.

13.

7 10 3 0

28 40 12 0

Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas pendapatan petani digunakan untuk konsumsi yaitu 15 orang atau 60% Karena penduduk Desa Ringinanom mayoritas adalah masyarakat dengan keadaan ekonomi yang cukup. Jadi pendapatan mereka hanya cukup untuk konsumsi. Adapula petani yang memanfaatkan sisa hasil

46

panennya untuk di tabung dengan jumlah pemilih sebanyak 5 orang atau 20 %. Petani yang menginvestasikan sisa pendapat mereka untuk diinvestasikan dan untuk memilih lainya yang dapat berupa simpanan seperti barang-barang dan alat-alat bertani hanya 12 orang (3 %). Bagi para petani yang menabung, tabungan mereka sendiri dapat dalam berbagai bentuk diantaranya memilih dalam bentuk barang berharga sebanyak 8 %. Dan persentase sebanyak 32% memilih untuk memilih menabung dalam bentuk uang tunai di rumah, karena agar lebih mudah membeli sesuatu atau membeli keperluan-keperluan bertani. Petani yang memilih menyimpan uangnya di bank sebanyak 8 orang (32 %) dan ada petani yang memilih lainnya sebanyak 7 responden (28%). Para petani menabung bertujuan untuk keperluan mendesak sebanyak 9 responden (36%). Sebanyak 32% atau 8 respoden bertujuan untuk modal usaha.Responden yang menabung untuk tujuan pendidikan anak sebanyak 5 responden (20%). Ada pula yang berkeinginan untuk naik haji sebanyak 1 responden (4%). Dan sisanya bertujuan untuk hal yang lain sebanyak 3 responden (12%). Petani dalam melakukan investasi juga dapat bentuk yang bermacam-macam. Diantaranya mereka memilih sebesar 28 % untuk investasi dalam bentuk alat usaha tani seperti cangkul, sabit dan lain-lain. Adapula petani yang memilih untuk membeli tanah atau ternak sebesar 40 %. Investasi di bidang usaha lain juga banyak yang memilih dengan mendapatkan prosentase sebesar 12 %. e. Tingkat Kerukunan Masyarakat Tingkat kepedulian sosial masyarakat desa masih cenderung tinggi, apabila ada tetangga yang mempunayai hajat mereka tidak segan- segan membantu meskipun dengan itu dia harus berhutang kepada orang lain. Kepedulian sosial yang masih kental membuat kehidupan di Desa Ringinanom terasa tidak pernah ada masalah dengan masyarakat sekitar.
46

47

Tabel 4.2.7

Tingkat Kerukunan Masyarakat di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung %

No. Uraian 14. Tindakan jika seseorang mendapatkan bantuan (sumbangan) apakah ia harus membalas memberikan bantuan kepada setiap orang yang telahmemberikan bantuan : a. Wajib membalas b. Boleh membalas, boleh tidak membalas (sukarela) c. Tidak diharuskan memberikan balasan 15. Kalau jawaban pada nomor 14 adalah a atau b. Bla sumbangan harus dibalas, apakah bantuan tersebut : a. Boleh lebih sedikit dari sumbangan yang pernah diterima b. Sama besarnya dendan nilai sumbangan yang pernah diterima Seumpama seseorang tidak mau membalas, sanksi yang akan dihadapinya : Menjadi bahan omongan (dipergunjingkan ) hingga diejek dan dijauhi.

19 1 5

76 4 20

16 8

64 32

Sumber: Data Primer Tabel 4.2.7 dapat diketahui bahwa tingkat kerukunan masyarakat Desa Ringinanom rukun. Hal ini karena dari responden mengatakan bahwa apabila mereka mendapatkan bantuan atau sumbangan, mereka akan wajib membalasnya dengan didukung dari data tersebut, besar nilai prosentasenya adalah 76 %, tetapi ada 4 % yang menjawab boleh membalas, boleh juga tidak dan beberapa responden lainnya menjawab bahwa tidak diharuskan membalas, dengan nilai prosentase sebesar 20 %. Itu berarti masyarakat desa tersebut memilki kepedulian yang cukup tinggi terhadap lingkungan sekitar terutama dalam menjalin hubungan hidup bertetangga. Kemudian apabila mereka membalas atas bantuan yang diberikan, sekitar 64 % menjawab dibalas dengan perbandingan lebih besar dari yang diberi. Ada juga yang menjawab dibayar sama sesuai yang

48

diberikan, dengan nilai persentasi sebesar 32 %. Untuk sanksi yang diberikan pada seseorang yang tidak membalas sumbangan yang diberikan, sangan bervariasi yaitu malu, sungkan dan tidak enak. f. Kegiatan Panen Tabel 4.2.8 Kegiatan Panen Masyarakat di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No. Uraian 16. Dalam melakukan kegiatan panen, petani : a. Menebaskan kepada orang lain b. Dibantu anggota keluarga saja dibantu kerabat c. Dikerjakan tetangga (wanita) warga desa yang diundang saja d. Dibantu tetangga (wanita) warga desa tanpa dibatasi jumlahnya Dibantu tetangga (wanita) warga desa tanpa dibatasi jumlahnya e. Lainnya Sumber: Data Primer Di Desa Ringinanom, para petani melakukan kegiatan panen dikerjakan tetangga atau warga masyarakat (wanita) tertentu yang diundang sebanyak 44 %. Sedangkan kegiatan panen yang dilakukan oleh anggota keluarga dibantu dengan kerabat sebanyak 24 % sedang yang menebaskan kepada orang lain sebesar 16 %. Kebanyakan dari mereka yang mengerjakan kegiatan panen dengan dibantu tetangga (wanita) warga desa yang diundang saja karena sawah mereka tidak terlalu besar. 4 6 11 5 0 % 16 24 44 20 0

3. Kelembagaan Hubungan Kerja Luar Pertanian


48

49

a. Pencaharian dan Motivasi Bekerja Diluar Pertanian Tabel 4.2.9 Mata Pencaharian dan Motivasi Bekerja di Luar Pertanian di Desa Temanggung No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Nama Responden Suhud Mundir Sukirman Sarjudi Budiyono Asnawi Karimah Istianah Mulyono Rahmat Ruminah Rukidi Sukardi Nurhamid Sugati Yarwati Tin Rofika Wahyudi Sarjono Sukirah Kasyanto Ahmad sukaer Mutini Sumardi Muh.Dlori Pendapatan/ bulan (Rp) Pendapatan/ tahun (Rp) 12.000.000 5.340.000 17.800.000 5.340.000 7.300.000 3.600.000 3.000.000 1.440.000 36.000.000 21.360.000 35.600.000 56.960.000 3.600.000 Motivasi Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang Tambahan uang

Sumber : Data Primer

b.

Fasilitas dan Cara Mendapatkan Pekerjaan di Luar Pertanian

50

Tabel 4.2.10 Fasilitas dan Cara Mendapatkan Pekerjaan Luar Pertanian di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No. Uraian 3. Selain mendapat upah apakah responden tersebut masih: a. Mendapat jaminan lainnya (makanan, hadiah lebaran) b. Ikut membantu dalam kegiatan rumah tangga majikan c. Digolongkan dalam istilah tertentu : buruh masih saudara/kerabat, buruh dengan kontrak kerja, buruh lepas/tanpa ikatan d. Lainnya tidak ada jaminan 4. Siapa yang memberikan pekerjaan di luar pertanian tersebut a. Mencari atau usaha sendiri b. Ikut saudara c. Diajak teman atau saudara d. Lainnya 4 0 1 20 4 80 %

16 0

9 1 2 13

36 4 8 52

Sumber : Data Primer Bagi petani yang menjadi responden dan memiliki pekerjaan diluar sektor pertanian, ketika ia bekerja diluar sektor pertanian selain mendapatkan gaji juga mendapatkan jaminan lainnya seperti makan, tunjangan hari raya atau sebagainya sebanyak 16 % ,di golongkan dalam istilah tertentu : buruh masih saudara/kerabat, buruh dengan kontrak kerja, buruh lepas/tanpa ikatan sebanyak 4% dan sisanya tidak mendapat jaminan apapun sebanyak 80% . Pekerjaan yang didapatkan oleh petani tersebut diperoleh dengan mencari sendiri ada 36%. Sedangkan yang ikut saudara ada 4%, diajak teman 8% dan yang menjawab lainya 52 %.

4.

Kelembagaaan Hubungan Kerja Keluarga Petani


50

51

a.

Orang Tua Responden Orang tua responden biasanya adalah seorang petani dan buruh

tani, akan tetapi kebanyakan sudah tidak aktif karena sudah lanjut usia atau sudah meninggal dunia. Orang tua petani biasanya hanya mewariskan sawahnya kepada anak-anaknya. Hal yang berkaitan dengan orang tua petani tersebut akan diuraikan pada tabel di bawah ini. Tabel 4.2.11 Orang tua responden/Petani di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No 1. 2.a Uraian Apakah jenis pekerjaan orang tua responden? Petani 25 Apakah orang tua responden masih ikut bekerja dalam usahatani responden Ya 2 Tidak 23 Tidak semua Kalau Ya, apakah mereka diberi upah Ya 1 Tidak 24 Jika ya dalam bentuk apa? Uang 1 Natura atau hasil panen Lainnya % 100 8 92 4 96 100 4 -

Sumber : Data Primer Tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua dari responden tidak tinggal serumah dan ada juga yang sudah meninggal. Tidak hanya orang tua responden ada orang lain yang tinggal serumah misal paman, keponakan, sepupu, dan buruh tani yang tinggal serumah. Adapun jenis pekerjaan orang tua responden dahulu adalah petani turun temurun maksudnya sistem pertanian yang secara turun temurun diwariskan kepada anaknya baik lahan pertanian maupun cara atau teknik pertaniannya. Responden yang orang tuanya tinggal serumah atau masih hidup kebanyakan pekerjaannya sebagai petani.

52

Orang tua responden yang masih serumah atau masih ikut bekerja dalam usaha tani responden sebesar 4% dari 25 responden. Orang tua responden yang ikut bekerja dalam usaha tani ada yang diberi upah sebesar 4% Bentuk upah yang diberikan responden kepada orang tuanya yaitu uang. b. Peran Anggota Keluarga dalam Kegiatan Usahatani Anggota keluarga tani juga berperan dalam kegiatan usaha tani. Mereka mengerjakan kegiatan bertani secara bersama dan saling bergotong royong. Anggota keluarga saling membantu masing masing kepala keluarganya. Mereka warga desa saling bekerja sama membantu sesamanya. Tabel di bawah ini akan menguraikan tentang peran anggota keluarga dalam kegiatan usaha tani. Tabel 4.2.12 Peran Anggota Keluarga Dalam Kegiatan Usahatani di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Usahatani Pengolahan Lahan Pengairan Pembibitan dan Penanaman Pemupukan Penyiangan dan Pemberantasan Panen dan pasca panen jml 11 2 2 1 9 Pria % 44 8 8 4 36 Wanita jml % 2 7 14 47 1 3 4 13 9 30 Anak jml % -

Sumber : Data Primer Dari data diatas dapat disimpulkan banyak wanita yang bekerja dalam usaha tani. Kegiatan yang dilakukan oleh wanita diantaranya adalah penanaman, panen dan pasca panen dan . Sebagian besar laki laki bekerja dalam kegiatan pengolahan lahan serta panen dan pasca panen. Anak-anak tidak ada yang ikut dalam usaha tani, karena kebanyakan mereka masih balita dan lainnya masih bersekolah.
52

53

5. Kelembagaan Pertanian atau Pedesaan a. Asal Modal Usahatani Pengerjaan lahan pertanian, petani haruslah mempunyai modal, entah itu modal sendiri/keluarga/tabungan, pinjam dari tetangga/kerabat, dan pinjam dari lembaga keuangan. Namun kebanyakan warga desa kurang memanfaatkan kelembagaan yang ada di desa. Mereka lebih senang untuk meminjam kepada keluarga atau kerabat. Hal itu yang mengakibatkan kelembagaan desa kurang efektif. Tabel 4.2.13 Perolehan Modal Petani di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No 1 Perolehan Modal Petani Jumlah Dalam menjalankan usaha tani darimana bapak/ibu memperoleh modal usaha? a. b. c. d. e. milik sendiri/keluarga/tabungan pinjam dari tetangga/ kerabat pinjam dari lembaga keuangan a dan b a dan c 24 1 96 4 %

Sumber : Data Primer Desa Ringinanom sebagian masyarakat tani memperoleh modal dari modal milik sendiri/keluarga/tabungan yaitu sebesar 96 % (24 responden), meminjam modal dari tetangga /kerabat sebesar 4 % (1 responden). Mereka sebagian besar memperoleh modal dari milik sendiri dan meminjam dari saudara dengan alasan lebih mudah, dan tidak rumit.

54

b.

Asal Saprodi

Tabel 4.2.14 Asal Saprodi Petani Dusun Bondo Rejo Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Uraian Cangkul Sabit Benih Pupuk Traktor Linggis Garu Ember 25 25 25 25 25 2 1 1 Asal Beli Beli Beli Beli Pinjam Beli Beli Beli Cara Pembayaran Uang Tunai Uang Tunai Uang Tunai Uang Tunai Uang Sewa Uang Tunai Uang Tunai Uang Tunai

Sumber : Data Primer Sarana produksi usahatani setiap anggota keluarga berbeda. Sarana yang paling banyak dipakai dalam usahatani di Desa Ringinanom ini yaitu: 1. Traktor Sarana produksi traktor diperoleh dengan menyewa ke petani lain yang memiliki traktor. Pembayaran dilakukan setelah traktor selesai dipakai dan dibayar secara tunai. 2. Cangkul Hampir seluruh responden petani memiliki cangkul yang rata-rata cara memperolehnya dengan membeli sendiri atau dari warisan orang tua dan cara pembayarannya secara tunai. 3. Sabit Hampir seluruh responden petani memiliki sabit yang rata-rata cara memperolehnya dengan membeli sendiri atau dari warisan orang tua dan cara pembayarannya secara tunai.

4.

Benih
54

55

Sarana saprodi benih diperoleh dari membeli sendiri di kios saprodi. Pembayarannya dilakukan secara tunai. Sebagian besar petani yang menjadi responden melakukan pembayaran pembelian seperti itu. 5. Pupuk Sarana saprodi benih diperoleh dari membeli sendiri di kios saprodi. Pembayarannya dilakukan secara tunai. Sebagian besar petani yang menjadi responden melakukan pembayaran pembelian seperti itu. 6. Linggis Hampir seluruh responden petani memiliki linggis yang rata - rata cara memperolehnya dengan membeli sendiri atau dari warisan orang tua dan cara 7. Garu Hampir seluruh responden petani memiliki garu yang rata - rata cara memperolehnya dengan membeli sendiri atau dari warisan orang tua dan cara pembayarannya secara tunai. Garu digunakan untuk meratakan padi, tembakau dan hasil usaha tani lainnya yang dijemur 8. Ember Hampir seluruh responden petani memiliki ember yang rata - rata cara memperolehnya dengan membeli sendiri atau dari warisan orang tua dan cara pembayarannya secara tunai. Ember digunakan untuk tempat pupuk. Dari data yang didapat dapat diketahui bahwa untuk setiap rumah tangga petani di Desa Ringinanom rata-rata memiliki sabit dan cangkul sendiri-sendiri dan dari warisan. Rata-rata jenis sarana produksi diperoleh dengan uang sendiri, membeli sendiri dan dibayar secara tunai oleh petani. Tetapi ada petani yang juga menyewa alat-alat sarana produksi tersebut seperti traktor. pembayarannya secara tunai. Linngis digunakan untuk menduduk tanah.

56

c.

Pemanfaatan dan Pemasaran Hasil

Tabel 4.2.15 Manfaat dan Pemasaran Hasil Responden di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No 5. Uraian Cara pemanfaatan hasil usahatani yang diperoleh responden : a. Dikonsumsi semua b. Dijual semua c. Sebagian dikonsumsi, sebagian dijual d. Lainnya 2 1 20 1 %

8 4 80 4

Sumber : Data Primer Berdasarkan Tabel 4.2.15 diketahui bahwa hampir seluruh responden memanfaatkan hasil panen mereka dengan dijual sebagian dan dikonsumsi sebagian sebanyak 80% ,yang dikonsumsi semua ada 8%, yang dijual semua 4% serta lainnya 4%. Sebagian besar responden menjual ke penebas karena dirasa lebih mudah dan meringankan pekerjaan mereka, ada juga yang dijual ke tengkulak ada juga yang di jual ke pasar untuk membandingkan harga dengan harga yang dijual di penebas. d. Pemanfaatan Lembaga Keuangan Tabel 4.2.16 Manfaat Lembaga Keuangan di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No 1. 2. 3. Lembaga Keuangan Bank BRI PNPM Koperasi 2 % 8 -

Sumber : Data Primer Berdasarkan Tabel 4.2.16 dapat diketahui bahwa sebagian besar warga tidak memanfaatkan lembaga keuangan Bank BRI, KUD, dan Koperasi sebagai lembaga keuangannya. Alasan warga tidak memanfaatkan lembaga keuangan tersebut karena banyak dari warga yang tidak mengetahui cara peminjamannya, selainitu prosesnya juga rumit.

56

57

Sedangkan warga desa yang memanfaatkan lembaga tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan meminjam uang untuk modal usaha. 6. Hubungan Kerja Agraris Kegiatan usaha tani yang dilakukan para petani di Desa Ringinanom biasanya memiliki hubungan dengan berbagai pihak. Hubungan ini dapat diartikan kerjasama antara pemilik lahan dengan pihak penyakap, pemilik lahan dengan penyewa maupun pemilik lahan dengan buruh taninya. Hubungan seperti ini dapat di sebut sebagai hubungan kerja agraris. Tabeltabel yang disajikan di bawah ini dapat memberi informasi tentang hubungan kerja agraris yang tergabung di Desa Ringinanom. a. Status Petani Berdasarkan Penguasaan Lahan Tabel 4.2.17 Hubungan kerja agraris Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No. Apakah di desa ini ada petani Apakah masing-masing berstatus sebagai: pemilik petani yang berbeda penggarap, penyewa, penyakap, status itu menanam buruh tani? Jelaskan! komoditas yang berbedabeda? Iya ada. Pada setip status petani, - Petani pemilik penggarap: komoditas yang di tanam peani yang mempunyai lahan masing-masing dan juga menggarap sendiri tergantung musim. lahan tersebut. Komoditas yang ditanam - Petani penyakap: petani antara lain padi, yang mengolah lahan dengan tembakau, kobis, dan sistem bagi hasil. cabai. - Petani penyewa: petani yang lahannya menyewa dari orang lain untuk diolah. - Buruh tani: petani yang hanya bekerja pada peani lain. Sumber : Data Primer

58

Sebagian besar masyarakat tani di desa Ringinanom berstatus sebagai buruh tani dengan jumlah 8 berstatus penyakap, 10 responden dengan presentase 40 % dan pemilik penggarap masing-masing 5 responden dengan presentase 20 % serta petani penyewa 2 responden dengan presentasi 8%. Mengenai komoditas tanaman yang mereka usahakan dalam pertanian mereka, beraneka ragam. Komoditas yang mereka tanam tergantung musim, diantaranya tembakau, padi, dan cabai. b. Tabel 4.2.18 No. 12. 19. Bentuk Hubungan Kerja Agraris (Sistem Sewa) Petani Penyewa Desa Ringinanom Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Sewa/1000m2 Jangka waktu Komoditas yang sewa di tanam Rp 3.000.000 1 Tahun Padi Rp 3.000.000 1 Tahun Padi

Nama Responden Rukidi Sarjono

Sumber : Data Primer Sesuai dengan data hasil pengamatan, terdapat dua orang responden di Desa Ringinanom yang menyewa lahan orang lain,dengan uang sewa Rp. 3.000.000,00 per tahun per 1000 m2. Komoditas tanaman yang di usahakan dalam pertanian mereka adalah padi. Dua responden di Desa Ringinanom yang menyewa lahan kepada orang lain dengan alasan para responden tersebut menjadi petani penyewa karena mereka tidak memiliki lahan pribadi yang dapat digunakan sebagai sumber untuk mencukupi kebutuhan.

58

59

c.

Bentuk Hubungan Kerja Agraris (Sistem Sakap)

Tabel 4.2.19 Petani Penyakap Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No. 2. 3. 4. 5. 13. 17. 18. 20. 24. 25. Nama Responden Mundir Sukirman Sarjudi Mulyono Sukardi Tin Rafikah Wahyudi Sukirah Sumardi Muh. Dlori Ketentuan 50 : 50 50 : 50 50 : 50 50 : 50 50 : 50 50 : 50 50 : 50 50 : 50 50 : 50 50 : 50 Jangka waktu 1 panen 1 panen 1 panen 1 panen 1 panen 1 panen 1 panen 1 panen 1 panen 1 panen Komoditas yang di tanam Padi/ Tembakau Padi/Tembakau Padi/Tembakau Padi/Tembakau Padi/Tembakau Padi/Tembakau Padi/Tembakau Padi/Tembakau Padi/Tembakau Padi/Tembakau

Sumber : Data Primer Sesuai dengan data hasil pengamatan, terdapat sepuluh responden dari 25 responden dengan status petani sebagai penyakap di Desa Ringinanom, yang mana ketentuannya setengah modal yang di keluarkan penyakap dan pemilik lahan selama satu kali panen. Namun, semua tergantung kesepakatan bersama, biasanya kebanyakan penyakap setengah modal. Komoditas yang diusahakan hampir sama semua yaitu padi/ tembakau tergantung alam. Petani memilih menjadi penyakap karena untung-rugi ditanggung bersama, karena adanya sistem bagi hasil di dalam sistem sakap. d. Bentuk Pengupahan Tabel 4.2.20 Bentuk Pengupahan Usaha Tani Desa Ringinanom Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung No 1. 2 Besar (Rp) 22.500/ hari 17.500/hari Bentuk Uang Uang Jaminan Snack pagi & makan siang Snack pagi & makan siang Jenis Pekerjaan Daud, semprot hama, matun, bajak. Tandur, matun, panen

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa besar pengupahan pada tiap jenis pekerjaan sama. Yang membedakan sistem pengupahannya hanya

60

jenis kelamin dari pekerja tersebut. Untuk pekerja pria upah yang di berikan sebesar Rp. 22.500,00 dan untuk pekerja wanita upah yang di berikan sebesar Rp.17.500,00. Biasanya pekerja pria bekerja dari pukul 07.00 14.00 sedangkan pekerja wanita bekerja dari pukul 08.00 12.00. jaminan yang mereka dapatkan pun sama yaitu snack pagi dan makan siang. e. Hubungan Kerja Pemilik dengan Buruh Tani Tabel 4.2.21 Hubungan Kerja Pemilik dengan Buruh Tani di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Tahun 2011 No 5. Uraian Bentuk hubungan kerja antara pemilik lahan dengan buruh taninya : a. Hubungan kerja lugas b. Hubungan kerja penuh kekeluargaan c. Hubungan kerja sebagai patron-klien d. Bentuk-bentuk lain e. Lainnya 6 9 0 0 0 %

40 60 0 0 0

Sumber : Data Primer Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa 60 % dari responden mempunyai hubungan penuh kekeluargaan dengan pemilik lahannya atau dengan buruh taninya. Dapat disebut hubungan kekeluargaan karena biasanya orang yang memburuh sawah adalah tetangga, orang yang dekat atau saudara dari pemilik lahan sendiri. Sehingga buruh tani sudah dianggap sebagai saudara sendiri. Dan 40 % mempunyai hubungan kerja lugas dengan buruh taninya. Yaitu pemilik lahan menyuruh orang lain mengerjakan sawahnya, tapi antara kedua belah pihak tidak ada hubungan lain. Dan setelah pekerjaan usai, biasanya usai pula hubungan mereka.

7. Kosmopolitan
60

61

a. Mobilitas Tabel 4.2.22. Mobilitas Petani di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung No. a. Mobilitas Berapa kali responden melakukan kegiatan diluar desa 1. 1-5 kali 2. 6-10 kali 3. 11-15 kali 4. 16-20 kali 5. 21-15 kali 6. 25-30 kali Kegiatan tersebut berkaitan dengan 1. Mencari nafkah 2. Melengkapi kebutuhan rumah tangga 3. Mengunjungi tempat hiburan (sekaten, wayang orang, dll) 4. Mengunjungi saudara 5. Lainnya bila ada keperluan Alat transportasi yang digunakan 1. Milik sendiri 2. Angkutan umum 3. Lainnya (jalan kaki,dll) 23 2 4 4 6 10 2 11 6 6 % 92 8 16 16 24 40 8 44 24 24

b.

c.

Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 25 diperoleh mobilitas petani dan dapat disimpulkan bahwa responden dalam melakukan kegiatan di luar desa dalam satu bulan ada sebanyak 92% rata-rata 1-5 kali. Sebanyak 8% keluar desa bisa 25-30 kali. Kegiatan keluar desa biasanya untuk mencari nafkah sebanyak 4%. Melengkapi kebutuhan rumah tangga sebanyak 16% . Mengunjungi tempat hiburan sebanyak 24%. Mengunjungi saudara sebanyak 40% serta jika ada keperluan lainnya juga sebanyak 8%. Dalam melakukan kegiatan keluar desa sebagian besar masyarakat Desa Ringinanom menggunakan kendaraan milik pribadi dengan jumlah presentase sebanyak 44%. Sebanyak 24% dari responden menggunakan kendaraan umum sepeti bus. Penyebab masyarakat menggunakan bis umum karena mereka tidak punya kendaraan pribadi dan juga untuk menghindari kelelahan

62

di jalan sehingga lebih menjaga keselamatan Sedangkan sisanya sebanyak 24% lebih memilih jalan kaki karena sudah terbiasa dengan jalan jauh. b. Sumber informasi Pertanian Tabel 4.2.23. Sumber Informasi Pertanian di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung Media informasi yang diakses 1. Cetak (Koran,majalah,dll) 2. Elektronik (TV,radio,dll) 3. Tokoh Masyarakat 4. Lainnya Sumber: Data Primer Berdasarkan tabel 4.2.23 diperoleh hasil pengamatan, bahwa jumlah persentase 76% memilih untu mengakses tokoh masyarakat sebagai sumber informasi yang dipilih hal itu karena berfungsi sebagi sarana informasi. Media informasi lain yang diakses adalah elektronik sebesar 16%. Biasanya lewat media ini masyarakat Desa Ringinanom, mendapat hiburan melalui tontonan atau mendengarkan music sekaligus mendapatkan informas tentang pertanian. Sedangkan media informasi lain seperti dalam media cetak contohnya Koran hanya mendapatkan persentasi 4%, dikarenakan kurangnya minat baca pada masyarakat setempat dan masih banyak juga mayarakat Desa Ringinanom. Alasan Informasi Hiburan, informasi Informasi Informasi Rata-rata 1 4 19 1 % 4 16 76 4

62

63

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil praktikum Sosiologi Pedesaan yang telah dilaksanakan pada tanggal 21-23 Oktober 2011, di Desa Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Sebagian besar warga Desa Ringinanom berrmatapencaharian sebagai petani

dan paling banyak berstatus buruh tani.


2. Ditinjau dari segi pendidikan, penduduk Desa Ringinanom masih tergolong

rendah karena jumlah terbesar adalah lulusan SD tetapi sekarang sudah lebih maju dengan ditandai banyak anak-anak yang melanjutkan sekolah ke SMP, SMA dan adayang bersekolah sampai PT walaupun hanya beberapa orang.
3. Pendapatan masyarakat Desa Ringinanom kebanyakan digunakan untuk

konsumsi dan modal usahatani. Jarang digunakan untuk tabungan atau investasi.
4. Mayoritas penduduk Desa Ringinanom beragama Islam. 5. Dalam melakukan kegiatan sosial, mayoritas responden melakukannya atas

dasar kesadaran sendiri.


6. Pekerjaan di luar pertanian biasanya dilakukan penduduk untuk menambah

penghasilan. Kebanyakan dari mereka mendapatkan pekerjaan tersebut dengan usaha sendiri.
7. Mereka memperoleh informasi berasal dari tokoh masyarakat, penyuluhan,

dan melalui media elektronik.


8. Desa Ringinanom termasuk daerah dataran tinggi, dengan ketinggian 1074

meter di atas permukaan laut.

64

9. Pemerintahan Desa Ringinanom dipimpin seorang kepala desa dibantu oleh,

sekretaris desa, 2 KAUR, 3 KASI, dan 4 KADUS.


10. Jumlah penduduk laki-laki di Desa Ringinanom adalah lebih kecil dari pada

jumlah penduduk perempuan.


11. Sarana dan prasarana yang tersedia di Desa Ringinanom sudah cukup baik

dan mendukung berbagai aktifitas warga.


12. Organisasi sosial yang terdapat di Desa Ringinanom adalah Kelompok Tani,

PKK, Karang Taruna dan Remaja Masjid yang anggotanya merupakan warga Desa Ringinanom sendiri.
13. Adat istiadat masih dilaksanakan oleh masyarakat Desa Ringinanom seperti

Hajatan Pernikahan, Upacara Sepasaran Bayi, Nyadran, Ringringan, Tingkeban, dan Mitoni.
14. Sistem penguasaan lahan serta Kelembagaan Hubungan Kerja Pertanian di

Desa Ringinanom adalah sistem sewa, sistem bagi hasil, sistem hak milik, dan tanah bengkok.
15. Kegiatan panen mayoritas petani di Desa Ringinanom dilakukan dengan

dipanen sendiri dan meminta bantuan kerabat.


16. Berdasarkan

status

penguasaanlahan,

struktur

pelapisan

masyarakat

DesaRinginanom adalah petani pemilik penggarap, penyewa, penyakap, dan buruh tani.
17. Mobilitas

petani Desa Ringinanom sangat jarang, karena kebanyakan

penduduk melakukan kegiatan di dalam desa.


18. Media komunikasi yang diakses warga Desa Ringinanom sudah cukup maju,

ditandai dengan sudah banyaknya warga yang memiliki televisi, radio dan handphone.

64

65

66

B. Saran Berdasarkan hasil dari praktikum yang telah dilakukan, maka saran yang dapat kami berikan bagi Desa Ringinanom adalah sebagai berikut :
1. Sebaiknya tempat MCK lebih diperhatikan lagi, seperti membangun kamar

mandi yang tertutup agar lebih nyaman, tempat wudhu tidak disatukan dengan kamar mandi. 2. Sebaiknya memperbanyak sarana transportasi untuk memudahkan warga dalam berpergian ke luar desa maupun di dalam desa. 3. Sebaiknya data monografi lebih lengkap lagi agar memudahkan peneliti melakukan penelitian.

66