Anda di halaman 1dari 1

KASUS 1

Tuan A berumur 31 tahun, dirawat di ruang bedah orthopedi karena mengalami


kecelakaan tabrakan motor. Saat pengkajian, tuan A mengeluh nyeri pada paha kiri yang
terpasang skeletal traksi (3 kg) dan nyeri pada bagian tumitnya. Pada saat diukur
ekstremitas bawah kanan lebih panjang 10 cm dibanding ekstremitas kiri. Pada tulang
tibia telah dipasang pen 3 hari POD. Nyeri dirasakan seperti disayatsayat benda tajam.
Nyeri bertambah bila sedang dilakukan perawatan luka, skala nyeri 6 pada rentang 010.
Nyeri berkurang bila diistirahatkan. Berdasarkan pengkajian fisik, RR 18 kali/ menit, nadi
78 kali/menit, Tekanan darah 110/70 mmHg, CRT 3 detik. Data lab HB 10.6 g/dl,
Hematokrit 37 , Leukosit 21.200/mm3, trombosit 171 000 mm3/gr dl.
NCv=87,3,NCH=23.8, NCHC=33.3, creatinin=0.76, Na=138,kalium =4.0 , ALT = 1S
dan AST = 1S. Pasien mendapatkan terapi cefazolin 2x1 , ketorolac 2x1, tramadol 2x1
(drift), gentamisin 2x1 , ranitidine 2 x1

Learning Objective :
1. Uraikan anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal terutama penyembuhan tulang dan
faktor - faktor yang mempengaruhinya.
2. Nampu menjelaskan jenis - jenis fraktur dan implikasi keperawatannya
3. Nampu menjelaskan pemeriksaan fisik pada pasien dengan fraktur dan manifestasi
klinis
4. Nampu menjelaskan pemeriksaan diagnostic dan implikasi keperawatannya
S. Nenjelaskan manajemen terapi obat - obatan, diet, skeletal traksi, internal fixation,
eksternal fixation.
6. Nampu membuat map thinking pemecahan kasus diatas
7. Nampu membuat diagnose dan prioritas pada kasus diatas
8. Nampu membuat intervensi keperawatan pada setiap diagnose
3. ]elaskan proses komplikasi fraktur : hipovolemik shock, fat embolism syndrome,
compartement syndrome, delayed uninon, nonunion
10. Nampu menjelaskan standar perawatan gips,skeletal traksi, skin traksi, fiksasi
internal,dan fiksasi eksternal