Anda di halaman 1dari 8

JUDUL PERCOBAAN

: PEMBIASAN CAHAYA OLEH PRISMA

TUJUAN PERCOBAAN : MENENTUKAN INDEKS BIAS PRISMA WAKTU PERCOBAAN : Hari Tanggal : TEMPAT PENGAMAT : Rabu 21 September 2011

: LABORATORIUM FISIKA : - Andhina Nur KD - Denada S - Elfitri disca S - Noorsyah adi NR : : Kaca Prisma 4 Buah Jarum Stereofoam Kertas Penggaris Alat Tulis

ALAT DAN BAHAN

LANGKAH KERJA

Sediakan alat dan bahan. Simpan kertas diatas stereofoam. Simpan kaca prisma diatas kertas, cetak prisma diatas kertas. Tancapkan 2 buah jarum di salah satu permukaan, amati dipermukaan lain/permukaan 2. Tempatkan jarum ketiga dipermukaan lain sehingga menutup bayangan (seolah terlihat satu jajar). Tempatkan jarum keempat juga seperti jarum ketiga. Tarik garis antar titik, hubungkan titik-titik tersebut dengan garis. Buat garis normal (tegak lurus dengan bidang). Hitung besar sudut-sudut deviasi yang terbentuk. Catat hasil pengamatan.

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Adanya perubahan arah gelombang saat gelombang masuk ke medium baru yang mengakibatkan gelombang bergerak dengan kelajuan yang berbeda, peristiwa ini disebut sebagai pembiasan. Dalam pembelajaran bab gelombang khususnya gelombang cahaya, adanya pembiasan cahaya sebagai salah satu sifat dari cahaya menghasilkan sudut-sudut tertentu yang terdiri dari sudut datang (i) dan sudut bias (r). Dalam proses pembiasan tentunya tidak hanya berhubungan dengan sudut datang dan sudut bebas tapi juga berhubungan dengan indeks-indeks cahaya. Maka dari itu, kami melakukan suatu percobaan yang berhubungan dengan salah satu sifat cahaya ini yaitu berhubungan dengan pembiasan dan melakukan pengamatan terhadap pembiasan cahaya pada indeks bias prisma. Untuk membuktikan adanya sudut datang dan sudut bias yaitu dimana sudut bias (r) lebih besar dibanding sudut datang (i) cahaya, dan untuk mengetahui sudut-sudut deviasi.

Pembiasan Pada Prisma, Sudut Deviasi dan deviasi minimum

Kita dapatkan persamaan sudut puncak prisma,

= sudut puncak atau sudut pembias prisma r1 = sudut bias saat berkas sinar memasuki bidang batas udara-prisma i2 = sudut datang saat berkas sinar memasuki bidang batas prisma-udara secara otomatis persamaan di atas dapat digunakan untuk mencari besarnya i2 bila besar sudut pembias prisma diketahui.... Persamaan sudut deviasi prisma :

Keterangan : D = sudut deviasi i1 = sudut datang pada bidang batas pertama r2 = sudut bias pada bidang batas kedua berkas sinar keluar dari prisma = sudut puncak atau sudut pembias prisma Hasilnya disajikan dalam bentuk grafik hubungan antara sudut deviasi (D) dan sudut datang pertama i1 :

dalam grafik terlihat devisiasi minimum terjadi saat i1 = r2

Persamaan deviasi minimum : a. Bila sudut pembias lebih dari 15

Keterangan : n1 = indeks bias medium n2 = indeks bias prisma Dm = deviasi minimum = sudut pembias prisma b. Bila sudut pembias kurang dari 15

Keterangan = deviasi minimum untuk b = 15. n2-1 = indeks bias relatif prisma terhadap medium = sudut pembias prisma

TABEL PENGAMATAN N O 1 2 3 4 i 50 41 46 52 r 40 25 20 30 i 30 40 35 27 r 50 53 47 30 D 40 41 37 42 n prisma

Kesimpulan : Adanya sudut-sudut deviasi yang terbentuk pada permukaan prisma yang dihasilkan oleh sinar yang dibiaskan pada kaca prisma. i merupakan sudut yang dihasilkan oleh sinar datang terhadap bidang prisma(garis normal) dan r merupakan sudut yang dihasilkan oleh sinar bias terhadap bidang prisma(garis normal), d adalah sudut deviasi sudut yang dibentuk oleh perpotongan dari perpanjangan cahaya datang dengan perpanjangan cahaya bias yang meninggalkan prisma. Deviasi minimum sudut deviasi yang terkecil yang dapat terbentuk,dengan kata lain, tidak ada sudut deviasi yang lebih kecil daripada sudut deviasi minimum.

PERTANYAAN
1. 2. 3. 4. Apa yang dimaksud dengan sudut deviasi ? Hitung masing-masing sudut deviasi dari hasil praktek masing-masing ! Apa yang dimaksud dengan sudut deviasi minimum ? Kapan kita menemukan besar sudut deviasi minimum ?

Jawaban : 1. Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk oleh perpotongan dari perpanjangan cahaya datang dengan perpanjangan cahaya bias yang meninggalkan prisma. 2. n 3. Deviasi Minimum (m ) adalah : sudut deviasi yang terkecil yang dapat terbentuk,dengan kata lain, tidak ada sudut deviasi yang lebih kecil daripada sudut deviasi minimum. 4. Deviasi Minimum(m)terjadi jika keadaan r2=i1. Berikutnya jika r2=i1 maka yang akan terjadi adalah i2 = r1.

Ingat : 1. = (r2 + i1 ) - ( i2 + r1 ) 2. = i2 + r1 3. Syarat deviasi minimum(m ) jika r2=i1 dan i2=r1. Persamaan Deviasi ( ) menjadi : m = (r2 + i1 ) - ( i2 + r1 ) m = (2 i1 ) - karena r2=i1 dan =i2+r1 2 i1 = m + i1 = (m + )/2 Persamaan sudut puncak/pembias ( ) menjadi = i2 + r1 = 2r1 karena i2 = r1. 2r1 = r1 = /2 Hukum Snellius yang diterapkan pada bidang bias pertama prisma ( lihat gambar) adalah: nu.sin i1 = nk.sin r1 , akan menjadi nu.sin((m + )/2 ) = nk.sin(/2) Persamaan terakhir ini dikenal sebagai persamaan deviasi minimum(m)sebuah prisma. Gambar :