Anda di halaman 1dari 7

EVOLUSI KINCIR AIR (Kincir Air dari Masa ke Masa) Aditya Muhtadi1, Veven Supraba Wardhana2 Jurusan Teknik

Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Abstrak Kincir air merupakan salah satu teknologi yang sangat penting dan berguna dalam kehidupan manusia. Teknologi kincir air ini sebenarnya telah dimanfaatkan berabadabad yang lalu. Sejak zaman Romawi Kuno, Cina Kuno teknologi kincir air telah membantu kehidupan manusia. Teknologi kincir air memang telah punya sejarah yang sangat panjang. Secara historis dua fungsi utama kincir air ialah untuk mengangkat air bagi keperluan irigasi dan digunakan untuk penggilingan, khususnya biji-bijian.

I.

PENDAHULUAN Kincir air adalah sebuah alat berbentuk lingkaran yang dibangun di sungai. Alat

ini berputar pada sumbunya karena adanya dorongan aliran air sungai yang cukup deras. Sejalan dengan berputarnya kincir, alat ini sekaligus mengambil air dari sungai dan menumpahkannya ke talang/penampung air. Selanjutnya air dari talang didistribusikan secara gravitasi ke daerah yang membutuhkan (http://balitbang.pu.go.id). Kincir air memilki beberapa kelebihan: 1. Konstruksi yang relatif sederhana namun cukup kuat. 2. Relatif cocok untuk beda ketinggian (head) yang rendah. 3. Relatif murah. 4. Memiliki efisiensi yang cukup stabil meskipun debit yang diterima tidak konstan. Sebagai sumber tenaga, kincir air dapat diputar oleh tenaga manusia atau hewan ataupun dengan tenaga arus air itu sendiri. Menurut wikipedia, kincir air awalnya memiliki dua desain dasar, kincir dengan sumbu horizontal (horizontal wheel) dan kincir dengan sumbu vertikal (vertical wheel). Tipe terakhir ini dapat dibagi lagi,
1) 2)

NIM 08/268659/TK/33979 NIM 08/266032/TK/33930

tergantung di mana posisi air menggerakkan kincir, ada kincir air jenis overshot, breastshot, dan undershot. Kincir air jenis overshot dan breastshot merupakan jenis kincir yang memanfaatkan ketersediaan head atau beda ketinggian. Hal ini berbeda dengan jenis undershot. Jenis ini tidak memerlukan adanya head dan cocok untuk aliran yang dangkal. Kincir jenis undershot merupakan jenis kincir yang berputar seiring dengan dorongan dari aliran air yang mengenai bagian sudunya. Jenis ini dapat dipasang hampir di setiap aliran atau saluran air.

Gambar 1. undershot water wheel Gambar 2. breastshot water wheel Gambar 3. overshot water wheel (Wikipedia.com) (Wikipedia.com) (Wikipedia.com)

Teknologi kincir air sebenarnya telah dimanfaatkan berabad-abad yang lalu. Sejak zaman Romawi Kuno, Cina Kuno teknologi kincir air telah membantu kehidupan manusia. Teknologi kincir air memang telah punya sejarah yang sangat panjang. Secara historis dua fungsi utama kincir air ialah untuk mengangkat air bagi keperluan irigasi dan digunakan untuk penggilingan, khususnya biji-bijian.

II.

KINCIR AIR ABAD ROMAWI KUNO Gambaran pertama dari kincir air diidentifikasi dari

Vitruvius, seorang insinyur Zaman Kekaisaran (31 SM - 14 M). Vitruvius menggambarkan sebuah kincir undershot. Namun, pengapilkasian kincir air tersebut jarang digunakan. Hal ini karena ketersediaan tenaga kerja budak murah yang mencegah Roma dari pengembangan sumber daya alternatif. Salah satu

Gambar 4. Model kincir air undershot Vitruvius (Wikipedia.com)

aplikasi kincir air paling luar biasa paada zaman Romawi Kuno berada di Barbegal, dekat Arles, Perancis Selatan. Berawal abad ke-4 M, pabrik penggilingan tepung di daerah tersebut memanfaatkan 16 kincir air overshot.

III. ABAD CINA KUNO Energi air adalah sumber energi yang penting dalam peradaban Cina Kuno. Salah satu aplikasi kincir air yang paling menarik adalah untuk pengecoran logam (liat gambar). Menurut sebuah teks kuno, pada tahun 31 M insinyur Tu Shih "menciptakan sebuah reciprocator tenaga air untuk pengecoran [logam] alat-alat pertanian." Dengan konsep ini, orang-orang Cina merasakan manfaat besar dengan jumlah buruh yang sedikit. Energi air juga diaplikasikan untuk menggiling biji-bijian. Pabrik penggilingan di Cina mulai muncul pada abad ke-2 sebelum Masehi (sama halnya dengan bangsa Eropa). Tetapi selama berabad-abad, kincir air bangsa Eropa sangat bergantung pada tenaga budak dan tenaga keledai pabrik, sedangkan di Cina kincir air itu adalah critical power supply. Kincir air Cina Kuno biasanya merupakan tipe kincir air horizontal. Namun demikan, kincir vertical pun telah ada. Kincir air ini digunakan untuk menumbuk padi. Oleh bangsa Eropa konsep ini belum digunakan sampai 8 abad kemudian.

Gambar 5. Ilustrasi pengecoran logam dengan memanfaatkan kincir air horizontal yang digunakan pada 1313 M (sumber: Hansen)

Gambar 6. Ilustrasi kincir untuk menumbuk padi (sumber: Hansen)

IV. ABAD INDIA KUNO Sejarah awal watermill di India tidak jelas. Teks India kuno menyatakan bahwa abad ke-4 SM telah terdapat kincir air, hal ini mengacu pada istilah cakkavattaka (memutar kincir), yang menjelaskan tafsiran sebagai arahatta-ghati-Yanto (mesin dengan kincir). Atas dasar ini, Joseph Needham menyatakan bahwa mesin itu kincir air. Namun demikian, Terry S. Reynolds berpendapat bahwa "istilah yang digunakan dalam teks-teks India ambigu, tidak jelas menunjukkan perangkat bertenaga air." Kincir air di India dimanfaatkan untuk pengangkatan air bagi irigasi untuk tanaman. Selama abad pertengahan, difusi teknologi irigasi India dan Persia memunculkan sistem irigasi canggih sehingga membatu pertumbuhan ekonomi dan juga membantu dalam pertumbuhan budaya material.

V.

ABAD PERTENGAHAN EROPA Pada abad pertengahan Eropa, akibat kondisi sosial dan kebutuhan ekonomi yang

meningkat terjadi penggantian tenaga kerja (buruh) dengan tenaga mesin. Beberapa sebab untuk meningkatkan penggunaan tenaga air, yaitu: (1) Meningkatnya taraf hidup. (2) Kekurangan tenaga kerja akibat kematian dan bencana lainnya. (3) Situs yang berlimpah untuk pembangunan kincir air. Kincir air pada abad ini digunakan untuk menggiling biji-bijian, dimanfaatkan dalam proses produksi tepung untuk roti, dan dalam proses pembuatan kertas.

VI. ABAD ISLAM Insinyur Arab mengambil alih teknologi hidraulik air dari bangsa Timur Kuno, mereka mengadopsi kincir air Yunani pada awal abad ke-7. Penggalian kanal di wilayah Basra menemukan sisa sebuah kincir air yang berasal dari periode ini. Hama di Syria masih mempertahankan salah satu kincir yang besar, di Sungai Orontes, meskipun kincir air tersebut tidak lagi digunakan. Kincir ini merupakan salah satu kincir air terbesar yang memiliki diameter 20 meter yang dibagi menjadi 120 sudu kincir.
Gambar 7. Kincir air di sungai Orontes (Wikipedia.com)

Muhammad bin Kitab al Zakaria al-Razi-Hawi di abad ke-10 menggambarkan noria di Irak yang bisa mengangkat sebanyak 153.000 liter per jam, atau 2.550 liter per menit. Hal ini sebanding dengan output dari Norias modern di Asia Timur yang dapat mengangkat sampai dengan 288.000 liter per jam, atau 4.800 liter per menit. Kincir air pada abad Islam ini dimanfaatkan untuk penggilingan biji-bijian, penggergajian, digunakan di pabrik cap, baja, gula, dll. Para insinyur di dunia Islam mengembangkan beberapa solusi agar mencapai output maksimum dari kincir air. Salah satu solusinya adalah dengan menempelkannya ke pilar jembatan sehingga terjadi peningkatan aliran. Solusi lain adalah shipmills, jenis kincir air yang terpasang di sisi kapal. Teknik ini bekerja sepanjang sungai Tigris dan Efrat di Irak abad ke-10, di mana shipmills besar yang terbuat dari jati dan besi dapat menghasilkan 10 ton tepung jagung setiap hari untuk lumbung di Baghdad.

VII. PERTAMBANGAN DAN PENGGUNAAN LAINNYA Selama abad pertengahan, terjadi peningkatan permintaan untuk logam. Hal ini membuat para penambang harus menambang lebih banyak, cepat, dan lebih dalam lagi. Metode tambang kuno yang membutuhkan waktu lama menjadi tidak lagi memadai. Penambang mulai menggunakan kincir air untuk memompa air dari tambang, menggiling bijih besi, menjalankan embusan pada tungku sembur, dan mengoperasikan

palu untuk menempa logam metal. Di antara kegunaan lain teknologi kincir air ialah untuk mengupas beras, pembuatan kertas, dan penggilingan tebu. Kincir air pun digunakan untuk memompa air (kincir air di London Bridge).

Gambar 8. Ilustrasi pemanfaatan kincir air untuk metalurgi oleh Georgius Agricolas De Re Metallica (1556) (sumber: Hansen)

VIII. KINCIR AIR KONTEMPORER Pada tahun 1989, gristmills (penggilingan padi) di Diyarbakir (Turki) beroperasi memanfaatkan teknologi kincir air. Konsep desain penggilingan padi ini

memanfaatkan teknologi kincir air yang dimana desainnnya mirip dengan kincir air Nuristani (Afganistan) yang beroperasi pada tahun 1970. Kincir air di Turki ini memanfaatkan anak sungai Bashgal sebagai sumber penggerak kincir.
Gambar 9. Gristmill di Diyarbakir, Turki (1989) (sumber: Hansen)

Montell Seeley, dari Castle Dale, Utah, salah seorang yang memanfaatkan kincir air overshot. Air untuk memutar kincirnya berasal dari mata air yang terletak di dekat rumahnya. Ke depannya, ia berharap untuk menggunakan kincir sebagai daya/tenaga untuk penggergajian. Montell, sangat tertarik dalam melestarikan teknologi bersejarah.
Gambar 10. Kincir air Montel Seeley (2002) (sumber: Hansen)

Gambar 11. Skematik gristmill Nuristani (dari Edelberg dan Jones, 1979) (sumber: Hansen)

DAFTAR PUSTAKA Hansen, R. D., Water Wheels http://www.waterhistory.org/histories/waterwheels/waterwheels.pdf (diakses 26


Mei 2011)

http://balitbang.pu.go.id/saritek/saritek%20pusair/8.kincir%20air%20pusair.pdf (diakses 26 Mei 2011) http://en.wikipedia.org/wiki/Water_wheel (diakses 26 Mei 2011)