Anda di halaman 1dari 4

B.

Pengertian Rasm Al-Qur'an


Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat
dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab. Kaidah ini
teringkas dalam enam kaidah;
1. AlHad:f (membuang,menghilangkan, atau meniadakan huruI). Contohnya,
menghilangkan huruI aliI pada ya` nida` ( '-' '+- - ).
2. Al-Ziyadah (penambahan), seperti menambahkan huruI aliI setelah wawu atau yang
mempunyai hukum jama` (. - - ' ~ ' ' - ) dan menambah aliI setelah hamzah
marsumah (hamzah yang terletak di atas lukisan wawu ( ' - -' ).
3. Al-Ham:ah, Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah berharakat sukun, ditulis
dengan huruI berharakat yang sebelumnya, contoh (~ - ' ).
4. adal (penggantian), seperti aliI ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada
kata ( - ' ).
5. ashal dan fashl (penyambungan dan pemisahan),seperti kata kul yang diiringi
dengan kata ma ditulis dengan disambung ( ' ~ ).
6. Kata yang dapat di baca dua bunyi. Suatu kata yang dapat dibaca dua
bunyi,penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. Di dalam mushaI
ustmani,penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan aliI,
contohnya,(- ~ ' - = ~ ). Ayat ini boleh dibaca dengan menetapkan aliI (yakni
dibaca dua aliI), boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu
aliI).

. Susunan Ayat Dan Surah Dalam Rasm Utsmani
Dalam Al-Itqan, As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada,
susunan surat dan ayat dalam al-Qur'an adalah tawqiIi. Ijma' tentang urutan ayat dan surat ini
telah dinukil oleh sebagian besar ulama, diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab "Al-
Burhan", dan Abu Ja'Iar bin Zubair dalam kitab "Al-Munasabat".

Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit, ia berkata:

_' ' ~ -' -- '-

ami menulis al-quran dari riqa, yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya

Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan.

Nama surat juga tawqiIi. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah:

,~ ' - ' ' ' =-~ =~ - ` - ' -

$esungguhnya rumah yang dibacakan surat al-aqarah tidak akan kemasukan syetan.
(HR. Muslim)

Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tawqiIi, tetapi hasil ijtihad para sahabat
menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari HudzaiIah yang menceritakan bahwa
Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada
rakaat kedua membaca surat Ali Imran. Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur'an
adalah hasil ijtihad para sahabat, seperti yang dikatakan al-Qadli 'Iyadl.

D. Perbedaan Ulama Tentang Kedudukan Rasm Utsmani
MushaI-mushaI yang dikirim Utsman ke seluruh penjuru negeri yang disebut sebagai rasm
utsmani, adalah mushaI yang wajib diikuti berdasar kesepakatan para ulama, meskipun kita
tidak begitu mengerti apa hikmah dibalik perbedaan metode penulisan Rasm Utsmani dengan
kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Arab. Hukum wajib ini bukan tanpa alasan. Menurut
sebagian ulama rasm utsmani telah disepaki oleh 12000 sahabat. Kesepakatan ini menjadikan
sebuah kewajiban bagi kita untuk ittiba'. Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang
teguh terhadap sunnah beliau dan sunnah-sunnah khulaIa'ur rasyidin.

Imam Al-Baihaqi dalam kitab haditsnya "Syu'bul Iman", mengatakan bahwa hendaknya kita
membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan apa yang telah ditulis para sahabat. Karena
mereka lebih banyak ilmunya, lebih benar hati dan lisannya, dan lebih besar amanahnya.

Syeikh Abduraahman bin Al-Qadli al-Magrabi mengatakan bahwa hukum menulis al-Qur'an
tidak sesuai dengan rasm utsmani adalah haram. Alasan yang dijadikan dalil
memperbolehkan penulisan Al-Qur'an yang tidak sesuai dengan rasm utsmani berupa ketidak
mengertian kalangan awam atas rasm utsmani dan akan mengakibatkan mereka keliru dalam
membaca al-Qur'an dan alasan-alasan yang lain, adalah alasan yang tidak dapat diterima
karena ini bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh sebagian besar sahabat dan
para ulama sesudahnya.

Jika ditanya, mengapa kita tidak memakai mushaI Abu Bakar saja, padahal mushaI tersebut
ada sebelum mushaI utsman? Jawabannya adalah bahwa mushaI Abu Bakar mengumpulkan
ketujuh wajah qira'ah di mana di dalam penulisannya mengakibatkan adanya perbedaan antar
satu qira'ah dengan qari'ah yang lain, untuk menghindari kerancuan. Lagi pula mushaI Abu
Bakar telah sirna karena ikut tercuci saat HaIshah binti Umar ummul mukminin meninggal.
Sedangkan mushaI utsman dinukil dari mushaI Abu Bakar yang hanya menuliskan satu
qiraah yakni qiraah dengan dialek bahasa bangsa Quraisy.
E. Rasm Utsmani Diantara Qira'ah-Qira'ah Yang Lain
Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas, beliau berkata bahwa Rasulullah
bersabda:
- ~ -- ~ - ~ . = ' -= _= . - =_-
- = ~ _ _ + -' _ =

ibril membacakan kepadaku satu huruf (bacaan) al-Quran lalu saya mengikutinya. Tidak
henti-hentinya saya memintanya mengulangi. Dan dia mengulanginya hingga sampai tufuh
(macam) bacaan. (HR. Bukhari).
Hadits ini adalah dalil bahwa Al-Qur'an memang diturunkan dengan tujuh macam qira'ah.
Ketujuhmacam qiraah tadi adalah shahih berdasar pengajaran Jibril kepada Rasulullah dan
ketujuh macam qiraah tadi juga disampaikan semuanya kepada sahabat.

Sebagaimana dijelaskan di atas mengikuti rasm utsmani adalah wajib. Hukum wajib ini akan
bertentangan dengan status shahih dari qiraah yang lain dan bisa mengharamkan qiraah sahih
dan mutawatir lain yang tidak sesuai dengan rasm utsmani. Syeikh Muhammad Ali Ad
Dlibagh mengatakan bahwa, rasm utsmani adalah salah satu rukun dari rukun-rukun ketujuh
qira'ah al-Qur'an, maka setiap qira'ah sama sekali tidak bertentangan dengan rasm utsmani.
Beliau menambahkan bahwa ketika seseorang menulis al-Qur'an yang di dalamnya ada qiraah
yang berbeda dan harus menggunakan tulisan yang berbeda pula, maka yang harus dilakukan
menulisnya sesuai dengan rasm utsmani lalu memberinya harakat atau tanda-tanda lain,
sehingga ia tidak dikatakan menyalahi mushaI utsmani. Sebab yang diharuskan mengikuti
rasm utsmani ialah hanya bentuk penulisan.
. Pendapat Ulama Tentang Status Tawqifi Pada Rasm Utsmani\
ara ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm
utsmani adalah tauqiIi, dan diajarkan oleh rasulullah SAW. Hal ini berdasarkan riwayat
bahwa Rasulullah membacakan ayat al-Quran di hadapan Zaid bin Tsabit untuk ditulis
(imla'), seperti penulisan - ~ =' dengan menggunakan ya' pada surat Al-Baqarah dan tanpa
ya' dalam surat Al-Maidah. Contoh-contoh lain banyak di dalam al-Quran, yang semuanya
disaksikan sekelompok besar sahabat. Semua dasar itu membuktikan rasm al-Qur'an adalah
tawqiIi bukan hasil hasil ijtihad para sahabat. Alasan lain adalah sudah ditulisnya al-Qur'an
sejak zaman Rasulullah SAW, meski tidak terkumpul dalam satu tempat dan urutan surat
yang belum ditertibkan.

Pendapat yang mengatakan rasm utsmani bukan tauqiIi melainkan hasil ijtihad sahabat
memberikan alasan sebagai berikut:
1. Rasulullah adalah seorang ummi, tidak bisa membaca dan menulis, meskipun ini
merupakan mukjizat bagi beliau.
2. Zaid bin Tsabit tidak akan berbeda pendapat dengan sahabat yang lain pada kalimah
' ' apakah ditulis dengan ta' atau ha' (tak ta'nits), hingga akhirnya sampai ke
telinga Utsman dan beliau memerintahkan menulisnya dengan ta'.
3. Jika rasm utsmani tawqiIi, maka tidak akan terjadi perbedaan diantara mushaI-mushaI
yang beliau kirim ke berbagai daerah.
4. Jika tawqiIi, maka Imam Malik tidak akan memperbolehkan penulisan al-Qur'an
untuk bahan pelajaran anak-anak yang tidak sesuai dengan rasm utsmani
Meskipun para ulama ini mengatakan demikian, bukan berarti berika meremehkan para
sahabat penulis al-Qura'n, menganggap mereka telah berbuat teledor atau menganggap
mereka bodoh dan tidak paham akan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab, seperti yang
didengungkan para orientalis atau kaum Syiah yang menganggap para sahabat penulis al-
Qur'an telah berkhianat dengan melakukan tahriI dan taghyir pada al-Qur'an serta membuang
banyak ayat al-Qur'an diantaranya adalah ayat yang menjelaskan keberhakan 'Ali bin Abi
Thalib atas kursi khaliIah sesudah Rasulullah SAW. Ingatlah Allah menjamin Al-Quran
melalui IirmanNya:

=' = ' - ~ ' ' -- =- ' -

$esunggunya kami telah menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya kami akan
melindunginya.

G. Usaha Ulama dalam menerjemahkan Gaya Penulisan Mushaf
Banyak para ulama yang berusaha menerjemahkan gaya penulisan mushaI utsmani yang
tidak sesuai dengan kaidah penulisan arab yang baku. Banyak alasan-alasan dan hikmah-
hikmah yang mereka kemukakan dibalik tulisan mushaI itu. Namun hal ini hanya sebagai
penghibur dan pemanis, karena alasan-alasan dan hikmah itu diciptakan jauh sesudah para
sahabat waIat, dimana mereka meninggalkan rasm yang tidak diketahui hikmahnya dan tidak
dipahami petunjuknya, tanpa memandang alasan-alasan nahwiyah atau sharIiyah yang sudah
tercipta.

Diantara hikmah-hikmah itu ialah:
1. Pembuangan aliI dalam -' ~ adal ah unt uk mempe r mud ah dan mer i ngankan,
karena sering digunakan. Ada yang mengatakan bahwa karena aliI dibuang maka
sebagai petunjuk pembuangan aliI, awal penulisan ba' dibuat panjang.
2. Pembuangan wawu pada ayat .=' ' -' _~ - ber Iungs i s ebagai petunjuk akan cepat
hilangnya kebatilah.
3. Penambahan ya' pada ~-- ' +- - - -' ~ ~ ' berIungsi untuk membedakan laIadz
~ - yang bermakna kekuatan dan yang bermakna tangan.
4. Penambahan AliI pada -=~' ` berIungsi sebagai pet unj uk bahwa penyemb el ihan
tidak terjadi, seolah-olah ` dal am ayat itu adal ah naI iyah.

. Penambahan Titik dan arokat
Titik dan harokat pada zaman sebelum Islam tidak dikenal, begitu pula saat munculnya rasm
utsmani. Ketika agama Islam tersebar bukan hanya ke wilayah Arab saja, maka terjadi
kesalahan dalam pembacaan al-Qur'an oleh orang-orang non Arab. Orang yang memprakarsai
pertama kali penambahan harokat, titik, tanda waqaI dan tanda-tanda yang lain seperti yang
kita kenal saat ini adalah Gubernur Mekah Al-Hajjaj YusuI Ats TsaqaIi, gubernur dzalim
pada zaman khaliIah Abbasiyah Abdul Malik bin Marwan. Dialah yang telah membunuh
banyak ulama dan sahabat dan menghancurkan Ka'bah.

I. Penutup
Bagaimanapun, rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan
Islam, meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur'an dari kesirnaan. Jika rasm utsmani
tidak ada, mungkin al-Qur'an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. Dan apapun pendapat
ulama tentang rasm utsmani, ia adalah maha karya sahabat dan khulaIaur rasyidin, di mana
kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulaIaur rasyidin, jika
menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam
semakin penuh warna, dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia.

Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga
Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung.
Amin.